Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan (JMIAK), diterbitkan oleh Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan UNIVET. Terbit 2 kali dalam 1 tahun, yaitu pada bulan Juni dan November. Berisi naskah ilmiah berupa hasil penelitian, studi literatur/ artikel review, editorial dan makalah ilmiah/ paperdi bidang Ilmu Rekam Medis, Manajemen Informasi Kesehatan dan Administrasi/ Kebijakan di Bidang Kesehatan.
Articles
274 Documents
Tinjauan Kuantitatif Mutu Rekam Medis Pada Formulir Discharge Summary Rawat Inap
Nur Afiqoh;
Chairunnisa;
Iis Pusparina
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/jmiak.v7i2.5560
Resume medis merupakan salah satu form yang wajib terlampir didalam rekam medis pada saat tenaga kesehatan seperti dokter dan dokter gigi memberikan pelayanan. Dalam kelancaran klaim JKN ditemukan masalah adanya ketidaklengkapan pengisian resume medis sehingaa terjadi adanya berkas pending atau berkas yang dikembalikan oleh verifikator BPJS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelengkapan pengisian resume medis terhadap kelancaran klaim JKN di ruamg rawat inap RSD Idaman Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 3.226 berkas resume medis bulan September-November tahun 2023 teknik pengambilan sampel dengan random sampling dengan jumlah sampel 356 berkas resume medis. Hasil penelitian menunjukan angka berkas resume medis yang lengkap dan klaim lancar sebanyak 16 berkas, berkas tidak lengkap dan lancar sebanyak 321 berkas, berkas tidak lengkap dan tidak lancar sebanyak 19 berkas, yang kemudian dilakukan uji chi square dan diperoleh nilai p-value 1,000>0,05. Berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh antara kelengkapan resume medis terhadap kelancaran klaim JKN di RSD Idaman Banjarbaru. Walaupun tidak ada pengaruh antara kelengkapan pengisian resume medis terhadap kelancaran klaim, namun pengisian resume medis tetap diisi dengan selengkap-lengkapnya saesuai dengan peraturan yang ada, dan untuk meningkatkan kualitas resume medis serta kualitas pelayanan. Kata kunci: Resume medis, Rawat inap, Klaim JKN, Klaim BPJS
Manfaat Komunikasi Kesehatan Dalam Penggunaan Aplikasi Instagram : Literature Review
Syarif, Hilwa;
Yulia, Noor;
Sonia, Dina;
Happy Putra, Daniel
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Teknologi kesehatan adalah suatu bentuk alat, produk atau metode yang digunakan untuk mengedukasi, pencegahan, dan penanganan permasalahan kesehatan. Aplikasi instagram merupakan media sosial berbasis foto dan video, instagram termasuk salah satu aplikasiang populer dengan pengguna terbanyak di dunia. Pada aplikasi instagram terdapat banyak sekali fitur yang sangat berguna dan dapat diakses oleh siapa saja tanpa melihat usia. Dengan kemajuan teknologi saat ini masyarakat dapat melihat dan menerima informasi kesehatan melalui sosial media instagram. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk melihat manfaat komunikasi kesehatan dalam penggunaan aplikasi instagram. Metode penelitian menggunakan systematic literature review dengan pendekatan metode PICO mengenai penyebaran informasi kesehatan melalui media sosial instagram dan manfaat dalam penggunaan aplikasi instagram. Hasil penelitian menggunakan 12 jurnal literature review didapatkan bahwa penyebaran informasi kesehatan melalui media sosial instagram dikatakan cukup efektif karena memudahkan masyarakat dalam menerima dan memahami isi dan pesan komunikasi yang telah disampaikan tersebut dengan adanya bantuan dari fitur share, tagging, dan komentar sehingga followers juga dapat menyebarkan informasi yang sudah disampaikan tersebut. Kesimpulan di era teknologi digital saat ini komunikasi kesehatan dalam penggunaan aplikasi instagram sangat memungkinkan bagi para professional kesehatan dalam menyampaikan informasi kesehatan secara lebih mudah, cepat, efektif serta memudahkan masyarakat dalam menerima informasi kesehatan dengan melalui teknologi digital yaitu aplikasi instagram.
Evaluasi Tingkat Kepuasan Pasien BPJS Terhadap Penggunaan Mesin Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) di Rumah Sakit Hermina Lampung
Rosmawati, Dwi
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/jmiak.v7i2.5619
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) telah menerapkan Mesin Antrian Pasien Mandiri (APM) yang merupakan alat untuk memverifikasi identitas peserta dan mencegah penipuan klaim dan melakukan proses pendaftaran pasien lama maupun pasien baru secara mandiri tanpa harus melakukan antri di loket pendaftaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan mesin APM terhadap kepuasan peserta BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Hermina Lampung. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey. Penelitian kajian kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Penelitian ini mengambil populasi dari seluruh pasien yang telah menggunakan APM di Rumah Sakit Hermina Lampung. Sampel sebanyak 50 responden dipilih secara acak menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan mesin APM terkait konten menunjukan katagori Puas (30%), terkait format menunjukan katagori Cukup Puas (30%), terkait Akurasi menunjukan katagori Cukup Puas (28%), terkait Timeline menunjukan katagori Cukup Puas (26%) dan kemudahan pengguna pada mesin APM menunjukan katagori Puas (28%). Berdasarkan hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan pengguna terhadap mesin APM di Rumah Sakit Hermina Lampung secara keseluruhan cukup tinggi. Saran penelitian untuk diadakan pelatihan berkala bagi staf dan sosialisasi kepada pengguna, pemeliharaan rutin untuk menjaga mesin tetap optimal, serta pengembangan fitur-fitur baru yang lebih user-friendly.
Evaluasi Penerapan Rekam Medis Elektronik Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar
Muhlizardy, Muhlizardy;
Nannyk Widyaningrum;
Husnaa Dian Puspita
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/jmiak.v7i2.5688
Rekam medis elektronik sangat penting untuk penyelenggaraan pelayanan kesehatan karena informasi di dalamnya berasal dari data dan informasi kesehatan. Dengan demikian, rekam medis elektronik dapat digunakan sebagai indikator kualitas atau kualitas sistem penyelenggaraan pelayanan Kesehatan. Rumah sakit PKU Karanganyar telah mengimplementasikan penggunaan rekam medis elektronik sejak akhir tahun 2023 akan tetapi belum pernah dilakukan evaluasi terhadap penerapan rekam medis elektronik sehingga diperlukan upaya evaluasi yang formatif untuk melihat kualitas rekam medis elektronik dengan menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) yaitu menilai sebuah sistem berdasarkan dimensi kemudahan (ease of use) dan persepsi manfaat (usefulness) yang dapat mempengaruhi penggunaan sistem (attitude toward using) dan mengaplikasian sistem secara berkelanjutan (actual usage). Jenis penelitian ini deskriptif analitik yang bersifat menganalisis dan menyajikan secara sistematik. Subyek dalam penelitian berjumlah 55 orang. Teknik analisis data dengan SmartPLS versi 3.0. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara perceived ease of use dengan perceived of usefulness (p-value 0.000, r= 0.832), terdapat pengaruh positif dan signifikan antara perceived of usefulness dengan attitude toward using (p-value 0.000, r= 0,689), terdapat pengaruh positif tetapi tidak signifikan secara statistik antara perceived ease of use dengan attitude toward using (p-value 0.122, r= 0.183), dan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara attitude toward using dengan actual usage (p-value 0.000, r= 0.789). penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan faktor yang mempengaruhi penerimaan pengguna terhadap keberhasilan implementasi rekam medis elektronik.
Atensi Pengguna Mobile JKN dengan Pendekatan Model TAM (Technology Acceptance Model)
Meisari, Winda Azmi;
Widyaningrum, Nannyk;
Prameswari, Ayu
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/jmiak.v7i2.5695
Perkembangan teknologi informasi di bidang kesehatan telah mendorong Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk mengembangkan aplikasi Mobile JKN sebagai sarana untuk mempermudah akses layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun, tingkat adopsi aplikasi ini masih rendah, yang mendorong dilakukannya penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi atensi penggunaan Mobile JKN dengan pendekatan Model TAM (Technology Acceptance Model). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh persepsi kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Use) dan persepsi manfaat (Perceived Usefulness) terhadap sikap pengguna (Attitude Toward Using) dan niat perilaku (Behavioral Intention) dalam menggunakan aplikasi Mobile JKN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei, dan data dianalisis menggunakan alat analisis SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik persepsi kemudahan penggunaan maupun persepsi manfaat memiliki pengaruh signifikan terhadap sikap dan niat perilaku pengguna. Sikap positif terhadap penggunaan aplikasi terbukti menjadi mediator penting dalam memperkuat niat pengguna untuk terus menggunakan Mobile JKN. Hasil ini memberikan wawasan bahwa peningkatan adopsi aplikasi dapat dicapai dengan memperbaiki aspek kemudahan penggunaan dan manfaat yang dirasakan oleh pengguna
Analisis Pelaksanaan Alih Media Rekam Medis Rawat Inap Konvensional ke Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani
Juliarta Suputra;
I Gusti Ngurah Manik Nugraha;
I Wayan Nurata;
Rai Riska Resty Wasita
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/jmiak.v7i2.5737
Berdasarkan observasi awal di RSUD Sanjiwani dari 58.996 berkas rekam medis rawat inap yang telah di scan yaitu 15.378 atau 26% dari total berkas rekam medis. Alih media tersebut lambat karena pada tahun 2024 Rumah Sakit sudah diwajibkan untuk menggunakan Rekam Medis Elektronik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana gambaran alih media rekam medis rawat inap konvensional ke rekam medis elektronik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriftif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan terhadap 5 orang petugas rekam medis. Dari kurang lebih 71.040 rekam medis rawat inap terdapat sebanyak 28.717 rekam medis rawat inap yang sudah di scan dari periode Desember 2022 sampai Juli 2024. Berdasarkan hasil penelitian proses alih media berawal dari petugas mengambil berkas di rak penyimpanan, dilakukan assembling, entry, setelah itu baru di scan dan disimpan pada edoc. Pelaksanaan alih media masih ditemukan beberapa hambatan seperti kurangnya tenaga rekam medis, mesin yang tidak berfungsi dengan baik, banyak rekam medis tidak lengkap serta berkas rekam medis banyak berisi stapler.Proses pelaksanaan alih media di Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada. Kata Kunci : Alih Media, Rekam Medis,Rekam Medis Elektronik, Digitalisasi
Analisis Kebutuhan Perekam Medis dan Informasi Kesehatan dengan Metode Analisis Beban Kerja Kesehatan di Puskesmas Tambora
Muhamad Fazriyansah;
Lily Widjaja;
Laela Indawati;
Muhammad Rezal
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/jmiak.v7i2.5751
Observasi awal di Puskesmas Tambora ditemukan dari 15 petugas, hanya satu yang berpendidikan rekam medis, menyebabkan beban kerja berat dan pengelolaan rekam medis tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran hasil analisis kebutuhan perekam medis dan informasi kesehatan di Puskesmas Tambora dengan metode deskriptif kuantitatif yang menggunakan sampel jenuh dari total 15 petugas di unit rekam medis. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti didapatkan informasi bahwa Puskesmas Tambora memiliki SOP terkait perencanaan kebutuhan SDMK berdasarkan Permenkes No. 33 Tahun 2015. Hasil perhitungan kebutuhan perekam medis dan informasi kesehatan dengan metode analisis beban kerja kesehatan menunjukkan Puskesmas Tambora membutuhkan 16 petugas rekam medis, namun saat ini hanya ada 15 petugas, sehingga kekurangan 1 orang. Saran untuk penelitian ini yaitu dilakukannya penyesuaian jumlah perekam medis dan informasi kesehatan sesuai beban kerja dengan cara 4 orang pelaksana pendaftaran 24 jam lulusan SMA diberikan beasiswa untuk sekolah pendidikan DIII-RMIK di perguruan tinggi yang menyelenggarakan kelas karyawan dan merekrut 1 orang lulusan DIII-RMIK untuk memenuhi kekurangan 5 orang perekam medis dan informasi kesehatan (Manajemen pengelolaan rekam medis). Selain itu, 1 orang pelaksana pendaftaran BPJS lulusan SMA yang berlebih dapat dipindahkan ke bagian pendaftaran pasien yang kekurangan 1 orang petugas lulusan SMA.
Implementasi Sistem Retensi File Rekam Medis di Rumah Sakit
Fitria Aryani Susanti;
Malihah Ramadhani Rum
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/jmiak.v7i2.5752
The large number of medical record archives produced must be balanced with the retention process so that the ever-increasing medical record archives do not result in accumulation in the processing unit and do not disrupt the smooth working process. The aim of this research is to look at the implementation of the medical record document retention system at Prikasih Hospital so that problems can be identified and a follow-up plan prepared so that the medical record document retention system can be implemented well. The type of research used is descriptive research using qualitative methods with the aim of obtaining information regarding the description of the retention system process. For human resources, it was found that the level of education did not comply with the qualification standards set by Minister of Health Regulation No. 55 of 2013, Prikasih Hospital Jakarta already has standard operational procedures but does not yet have a Records Retention Schedule (JRA). The infrastructure is inadequate because Prikasih Hospital Jakarta does not yet have a special room for storing inactive medical records.
Tinjauan Kebutuhan Tenaga PMIK di Puskesmas Mauk Menggunakan Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-KES)
Putri Syaikhu;
Puteri Fannya
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/jmiak.v7i2.5780
Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup dan berkualitas sangat penting dalam sebuah organisasi. Oleh karena itu, analisis beban kerja diperlukan untuk menentukan kebutuhan tenaga kerja yang seimbang dengan beban kerja dalam suatu unit pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kebutuhan tenaga rekam medis di Puskesmas Mauk, Kabupaten Tangerang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan pengukuran waktu menggunakan stopwatch. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-Kes). Hasilnya menunjukkan bahwa Puskesmas Mauk membutuhkan 7 tenaga rekam medis, sementara saat ini hanya memiliki 5 orang. Dengan demikian, diperlukan penambahan 2 tenaga kerja. Waktu Kerja Tersedia (WKT) di Puskesmas Mauk sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku, namun terdapat kekurangan dalam penempatan berkas dan pendistribusian rekam medis. Beberapa tugas memiliki kesamaan dalam waktu yang digunakan untuk perhitungan Standar Beban Kerja (SBK). Oleh karena itu, perhitungan SDM penting dilakukan agar tenaga kerja yang tersedia dapat menjalankan tugas dan fungsi dengan efektif dan efisien.
Hubungan Pelayanan Bagian Pendaftaran Terhadap Kepuasan Pasien di UPTD Puskesmas Bantul I
Usmiasari, Tiara Tri;
Wikansari, Nurvita;
Insani, Tria Harsiwi Nurul
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/jmiak.v7i2.5784
Pelayanan yang baik dan benar akan berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Oleh karena itu perlu diketahui hubungan pelayanan bagian pendaftaran terhadap kepuasan pasien di UPTD Puskesmas Bantul I. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatankuantitatif dengan desain cross sectional. Pengolahan data penelitian menggunakan SPSS 26 dengan uji chi square dan uji manova. Sampel sebanyak 107 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Variabel bukti langsung memiliki hubungan dengan kepuasan pasien dengan p value 0,000, variabel reliabilitas memiliki hubungan dengan kepuasan pasien dengan p value 0,000, variabel daya tanggap memiliki hubungandengan kepuasan pasien dengan p value sebesar 0,000, variabel jaminan memiliki hubungan dengan kepuasan pasien dengan nilai p value0,000, empati memiliki hubungan dengan kepuasan pasien dengan nilai p value 0,000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pelayanan bagian pendaftaran dengan kepuasan pasien di bagian di UPTD Puskesmas Bantul I.