cover
Contact Name
Julia Pertiwi
Contact Email
jmiakrecmed@gmail.com
Phone
+6282310902010
Journal Mail Official
jmiakrecmed@gmail.com
Editorial Address
“Program Studi Rekam Medis & Informasi Kesehatan” Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Veteran Bangun Nusantara Jl. Letjend. Sujono Humardani No. 01, Jombor, Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Surakarta - Jawa Tengah 57521. Telp (0271) 593156, Fax (0271) 591065,
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan
ISSN : 26216612     EISSN : 26226944     DOI : https://doi.org/10.32585/jmiak.v1i1.119
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan (JMIAK), diterbitkan oleh Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan UNIVET. Terbit 2 kali dalam 1 tahun, yaitu pada bulan Juni dan November. Berisi naskah ilmiah berupa hasil penelitian, studi literatur/ artikel review, editorial dan makalah ilmiah/ paperdi bidang Ilmu Rekam Medis, Manajemen Informasi Kesehatan dan Administrasi/ Kebijakan di Bidang Kesehatan.
Articles 274 Documents
Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pada Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Bontang Selatan 1 Gloria Priska Britani Sumlang; Ratno Adrianto; Sumarni; Chaerunnisa AR; Irfansyah Baharuddin Pakki
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i1.6358

Abstract

The utilization of healthcare services is a key indicator of a region’s health system effectiveness. Puskesmas, as a primary healthcare facility, plays a vital role in ensuring access to medical services. However, outpatient service utilization in Indonesia remains low, at 35.16% in 2023, and only 33.39% in East Kalimantan. Puskesmas Bontang Selatan 1 has seen an increase in outpatient visits, yet the Community Satisfaction Survey (SKM) indicates fluctuations, particularly in requirements, procedures, and service convenience. These issues may affect future service utilization. This study analyzes factors influencing healthcare service utilization among outpatients at Puskesmas Bontang Selatan 1 in 2024. The research employs a quantitative analytical survey with a cross-sectional approach. The sample consists of 100 outpatients, selected through Proportional Stratified Random Sampling. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods with Fisher’s Exact Test. Findings show significant associations between healthcare availability (p = 0.018), socio-psychological factors (p = 0.000), and information accessibility (p = 0.002) with healthcare utilization, while doctor services (p = 0.140) showed no significant relationship. It is recommended that Puskesmas improve service information clarity, utilize waiting time for health education, and enhance service quality to increase healthcare utilization.
Korelasi Kualitas Pelayanan Kesehatan Menggunakan Model Parasuraman, Zeithaml, dan Berry dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap (Studi pada Rumah Sakit Hikmah Citra Medika Sengkang) B, Khaeriah; Ruslang, Ruslang; Anggreni, Nuranisa
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i1.6421

Abstract

The level of satisfaction of patients in hospitals, especially inpatients, is measured by the quality of health services. There are five dimensions of assessing the quality of health services according to Parasuraman, Zeithaml, and Berry according to the degree of relative importance, including, physical evidence (tangible) including physical facilities, equipment, employees and concise communication facilities (reliability), namely providing promising service capabilities that are immediate, accurate and satisfying. Responsiveness is the desire of nurses to help clients and provide services responsively. Guarantee (assurance) covers the competition, knowledge, courtesy and trustworthiness of the staff, free from danger, risk or doubt. Empathy (empathy) includes ease in establishing relationships, good communication, personal attention, and understanding of the individual needs of patients Keyword: Quality, service, patient satisfaction
Analysis of Barriers to Electronic Medical Record Implementation at Tasikmadu Health Center: Study Based on 5M Aspects Widiantoro, Reza; Harjanti; Kartika Dewi Mayasari; Isnaini Dewi Anjani
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i1.6735

Abstract

Peraturan Menteri Kesehatan nomor 24 Tahun 2022 concerning Medical Records through the policy states that Health Service Facilities are required to implement an electronic patient medical history recording system. The transition process will be carried out no later than December 31, 2023. This research method uses qualitative descriptive. The research subjects are health center officers. Instruments and data processing are Interviews and Observations. To identify the causes of the problems, they are grouped into 5M (man, materials, methods, money, machines). The results of the study from the 5 aspects used to identify problems at the Tasikmadu Health Center, found several obstacles in the implementation of manual medical records to electronic medical records based on the man factor, namely, not all medical record officers have a medical record background, training is still needed for doctors, midwives, nurses. Materials factor, namely the need to procure new Hardware. Method factor, there is no SOP for the use of RME for each section at the Health Center. Money and machine factors, which are obstacles that often occur in the maintenance process of the system, due to the absence of IT employees. Based on these problems, there are several strategies that can be used to solve these problems, such as adding IT officers; providing training to doctors, midwives, and nurses who use RME; performing maintenance and updating the network; updating computers with the latest specifications; and creating (SOP) for implementing RME for each section.
Literature Review: Implementasi Sistem Personal Data Protection Act (PDPA) Pada Rekam Medis Elektronik Di Negara ASEAN Nuril Khabibatul Jamilah; Achmad Jaelani Rusdi; Fita Rusdian Ikawati
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i1.6787

Abstract

Artikel ini membahas implementasi Perlindungan Data Pribadi (PDPA) dalam Rekam Medis Elektronik (RME) di negara-negara ASEAN, dengan tujuan utama untuk menganalisis kualitas keamanan data pribadi di berbagai negara ASEAN. Penelitian ini berfokus pada tiga aspek utama: metode perlindungan privasi dalam EMR, hambatan dalam implementasi, dan kerangka hukum yang hukum yang diterapkan. Dengan menggunakan metode tinjauan literatur, penelitian ini menyaring dan menganalisis berbagai artikel yang relevan dengan topik tersebut. Temuan penelitian ini menyoroti pentingnya menegakkan peraturan berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Dalam menerapkan metode perlindungan data, peraturan ini harus ditegakkan untuk mencegah pelanggaran data, termasuk mencatat setiap akses dan menerapkan kontrol akses yang terbatas. Lebih lanjut, analisis hukum dalam penelitian ini menekankan perlunya pengembangan peraturan khusus untuk meningkatkan perlindungan data pribadi perlindungan data pribadi RME.
Analisis Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan Idryareza Augustyana, Denna; Purwadhi; Kahar Mulyani
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i1.6868

Abstract

Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan telah menerapkan SIMRS sejak 2015 dan sedang dalam proses migrasi menuju SIMRS elektronik terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi SIMRS pada instalasi rawat jalan RS Bhayangkara Balikpapan, dengan fokus pada identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan atau kegagalan implementasi, termasuk kesiapan pengguna, kendala teknis, dan dampaknya terhadap mutu pelayanan. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk memberikan gambaran mendalam tentang tanggung jawab manajemen rumah sakit dalam pelaksanaan SIMRS di instalasi rawat jalan RS Bhayangkara Balikpapan. Pengumpulan data menggunakan wawancara kemudian di analisis dengan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan implementasi SIMRS di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan sudah baik, karena mampu meningkatkan efisiensi pelayanan medis, mempercepat proses pendaftaran dan rekam medis pasien, serta mempermudah koordinasi antar unit pelayanan. Hambatan berupa perangkat keras yang tidak memadai dan konektivitas internet yang kurang stabil dapat menghambat operasionalisasi SIMRS secara optimal. Solusi mengatasi hambatan dengan mengalokasikan anggaran untuk pengadaan perangkat keras yang memadai dan memastikan konektivitas internet yang stabil. Kata kunci: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), Instalasi Rawat Jalan, Rumah Sakit
Evaluasi Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik di Bagian Rawat Jalan di RSU Jati Husada Tania Erlin Juaniata; Hastuti, Nunik Maya; Erna Adita Kusumawati
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i1.6874

Abstract

Electronic Medical Record (EMR) is a digital system for managing medical records. At Jati Husada General Hospital, there are still obstacles in the implementation of EMR, especially in outpatient registration, because there is no SOP. This causes the doctor's examination records to be incomplete. In addition, there is no special IT team to help solve problems related to EMR. This study aims to evaluate the implementation of EMR in outpatient care at Jati Husada General Hospital. This study is a descriptive with qualitative approach. The study involved the medical record officers and IT officers as subjects. Data were collected through observation and unstructured interviews, then processed using data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing techniques. There are 10 registration officers at Jati Husada General Hospital with a D3 RMIK educational background. There is no special budget for infrastructure, but the amount of hardware used meets the standards. The system used is the connected Khanza application. It is recommended to immediately create an SOP and form an IT team to help handle EMR implementation problems. Rekam Medis Elektronik (RME) yaitu sistem digital untuk pengelolaan rekam medis. Di RSU Jati Husada, masih ada kendala dalam implementasi RME khususnya di pendaftaran rawat jalan, karena belum ada SOP. Hal ini menyebabkan catatan pemeriksaan dokter belum lengkap. Selain itu, tidak ada tim khusus IT untuk membantu mengatasi masalah terkait RME. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi implementasi RME di rawat jalan di RSU Jati Husada. Studi ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yaitu petugas rekam medis dan petugas IT. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara tidak terstruktur, kemudian diolah dengan teknik pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan data. Petugas pendaftaran di RSU Jati Husada berjumlah 10 orang dengan latar belakang pendidikan D3 RMIK. Tidak ada anggaran khusus untuk infrastruktur, namun jumlah hardware yang digunakan sudah memenuhi standar. Sistem yang digunakan adalah Aplikasi Khanza yang terhubung. Disarankan untuk segera membuat SOP dan membentuk tim IT agar dapat membantu menangani masalah implementasi RME.
Penerapan Alur Prosedur dan Perancangan Desain Formulir Sertifikat Kematian di RSUD Bangil Nuril Khabibatul Jamilah; Fita Rusdian Ikawati; Anis Ansyori; Evira Afrida; Hamid Abdullah
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i1.6883

Abstract

Pencatatan penyebab kematian memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan kesehatan nasional termasuk perencanaan program pengendalian penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk merancang format sertifikat kematian yang lebih sistematis dan akurat di RSUD Bangil. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif melalui observasi, wawancara, dan brainstorming terhadap petugas rekam medis. Penelitian difokuskan pada tiga aspek utama: aspek fisik, anatomi, dan isi formulir sertifikat kematian, serta penyusunan prosedur pengisian penyebab kematian yang sesuai dengan standar ICD-10 dan MCCD dari WHO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surat kematian yang ada belum mampu mencakup informasi penting secara lengkap, sehingga diperlukan format baru seperti sertifikat kematian yang sudah terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dan DUKCAPIL.
Scooping Review Strategi Promosi Kesehatan di Komunitas: Sebuah Kajian Sistematis tentang Media, Fungsi Edukasi, dan Hambatan Praktis Wahab, Abdillah Fatkhul
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i1.6918

Abstract

Promosi kesehatan merupakan salah satu strategi kunci dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama dalam menghadapi isu-isu seperti stunting, infeksi menular seksual (IMS), dan kesehatan reproduksi remaja. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi berbagai teknik promosi kesehatan yang digunakan di Indonesia serta menelaah fungsi, kelebihan, kekurangan, dan tantangan dari masing-masing pendekatan. Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap 20 artikel terpilih yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa teknik promosi sangat beragam, mulai dari media digital seperti WhatsApp edukasi, video animasi, dan media sosial interaktif, hingga pendekatan konvensional seperti penyuluhan tatap muka, leaflet, komik, permainan tradisional, dan poster. Teknik digital cenderung efektif dalam menjangkau remaja dan kelompok melek teknologi, sedangkan pendekatan tatap muka lebih sesuai bagi lansia dan masyarakat umum dengan akses terbatas terhadap teknologi. Namun demikian, seluruh teknik memiliki tantangan tersendiri, antara lain keterbatasan literasi digital, infrastruktur, serta resistensi budaya terhadap topik-topik sensitif. Kajian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan promosi kesehatan sangat bergantung pada kecocokan antara teknik, sasaran, konteks sosial-budaya, dan dukungan kelembagaan. Diperlukan pendekatan hibrida dan kolaboratif yang berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas program promosi kesehatan di Indonesia.
Analisis Kesiapan Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Tempunak Kabupaten Sintang Tahun 2024 Puspita, Karmila Marta; Adi Wijaya; Rizki Darmawan
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i1.6260

Abstract

Penggunaan rekam medis elektronik (RME) memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sistem pelayanan kesehatan. Namun, implementasi RME di puskesmas menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan rekam medis elektronik di puskemas Tempunak Kabupaten Sintang Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pada penelitian ini menggunakan teknik kuesioner. Populasi penelitian berjumlah 59 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 59 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil terdapat hubungan sumber daya manusia dengan kesiapan rekam medis elektronik di Puskesmas Tempunak Kabupaten Sintang dengan Pvalue 0,048 nilai OR 4,0.NTerdapat hubungan budaya kerja dengan kesiapan rekam medis elektronik di Puskesmas Tempunak Kabupaten Sintang dengan Pvalue 0,039 nilai OR 3,7. Terdapat hubungan teknologi informasi dengan kesiapan rekam medis elektronik di Puskesmas Tempunak KabupatenSintang dengan Pvalue 0,016 nilai OR 4,5. Kata kunci: Analisis, Puskesmas, Rekam Medis Elektronik
Analisis Strategi Manajemen Klaim dalam Menekan Risiko Fraud Asuransi Kesehatan: Analisis Systematic Literature Review Rahmi, Safirina Aulia; Wahno; Tiara Asyfia Sidik
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7082

Abstract

The National Health Insurance (JKN) program in Indonesia is designed to ensure equitable access to healthcare services for all citizens. However, fraud within the health insurance claim process remains a critical challenge, posing financial risks to the state and undermining public trust in the system. This study aims to analyze claim management strategies for mitigating fraud risk using a systematic literature review (SLR) approach. Literature was sourced from Google Scholar and Semantic Scholar, selected through the PRISMA method, and evaluated using a standardized quality assessment framework. The analysis reveals that key challenges include weak administrative verification, inaccurate coding, and a lack of system integration between hospitals and BPJS. Preventive strategies such as strengthening internal governance, digitizing medical records, enhancing staff competence, and implementing risk governance principles have proven effective in building a more accountable and resilient claim management system.