cover
Contact Name
Julia Pertiwi
Contact Email
jmiakrecmed@gmail.com
Phone
+6282310902010
Journal Mail Official
jmiakrecmed@gmail.com
Editorial Address
“Program Studi Rekam Medis & Informasi Kesehatan” Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Veteran Bangun Nusantara Jl. Letjend. Sujono Humardani No. 01, Jombor, Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Surakarta - Jawa Tengah 57521. Telp (0271) 593156, Fax (0271) 591065,
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan
ISSN : 26216612     EISSN : 26226944     DOI : https://doi.org/10.32585/jmiak.v1i1.119
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan (JMIAK), diterbitkan oleh Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan UNIVET. Terbit 2 kali dalam 1 tahun, yaitu pada bulan Juni dan November. Berisi naskah ilmiah berupa hasil penelitian, studi literatur/ artikel review, editorial dan makalah ilmiah/ paperdi bidang Ilmu Rekam Medis, Manajemen Informasi Kesehatan dan Administrasi/ Kebijakan di Bidang Kesehatan.
Articles 274 Documents
Tinjauan Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik Rawat Jalan di Rumah Sakit Soeharto Heerdjan Azzahra, Annisa; Yulia, Noor; Sonia, Dina; Fannya, Puteri
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7091

Abstract

The rapid development of information technology has penetrated various sectors of life, including the healthcare sector, and has significantly influenced the advancement of computer-based medical record systems. The utilization of information technology in medical record systems is a strategic step to improve the quality of healthcare services in hospitals. However, in practice, the implementation of Electronic Medical Records (EMR) still faces several challenges, such as the gap between regulation and actual implementation, limited human resources, and suboptimal infrastructure. This study aims to review the implementation of Standard Operating Procedures (SOP), the use of EMR systems, and the inhibiting factors based on the 5M approach (Man, Material, Machine, Method, Money) at Soeharto Heerdjan Hospital. The research method used is descriptive qualitative, conducted through in-depth interviews and observations involving 12 informants, including medical personnel, administrative staff, and IT teams. The results of the study indicate that although SOPs are available and the system is integrated, the implementation is still hindered by work habit factors, limitations of the application system, and inadequate infrastructure support. Therefore, improvements in training, system strengthening, and workflow enhancement are necessary.
Pengaruh Aktivitas Organisasi, Prestasi Belajar, Jiwa Kewirausahaan, dan Jenis Kelamin Terhadap Kesiapan Kerja Alumni Karim, Hidayat Ramadhani Nuzulul; Rumana, Nanda Aula; Indawati, Laela; Satrya, Bangga Agung
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7147

Abstract

Kesiapan kerja merupakan aspek penting yang harus dimiliki oleh lulusan perguruan tinggi untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas organisasi, prestasi belajar, dan jiwa kewirausahaan terhadap kesiapan kerja pada alumni Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Universitas Esa Unggul. Penelitian dilakukan pada alumni Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Universitas Esa Unggul yang telah dinyatakan lulus ujian kompetensi tahun 2024 dengan populasi sebanyak 65 orang dengan sampel yang digunakan sebanyak 51 orang melalui penyebaran kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan analisis inferensial dan pengujian hipotesis menggunakan uji chi-square. Variabel yang diteliti meliputi aktivitas organisasi, prestasi belajar, jiwa kewirausahaan, dan kesiapan kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh aktivitas organisasi terhadap kesiapan kerja dengan hasil p-value 0,468 >0,05. Tidak terdapat pengaruh prestasi belajar terhadap kesiapan kerja dengan hasil p-value 0,547 >0,05. Terdapat pengaruh jiwa kewirausahaan terhadap kesiapan kerja dengan hasil p-value 0,004 <0,05. Tidak terdapat pengaruh jenis kelamin terhadap kesiapan kerja dengan hasil p-value 0,447 >0,05.
Analisis Penerimaan Petugas Kesehatan terhadap Implementasi Telemedicine di RS Awal Bros Menggunakan Metode HOT-Fit Riska Pradita; Retno Kusumo; Frasya Amanda Nafisa
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7186

Abstract

Transformasi digital di bidang kesehatan melalui telemedicine menjadi solusi penting untuk mengatasi keterbatasan akses, terutama selama pandemi COVID-19. Rumah Sakit Awal Bros menerapkan layanan ini melalui aplikasi Halo Awal Bros, meskipun masih terdapat keterbatasan layanan dan belum sepenuhnya terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerimaan petugas kesehatan terhadap implementasi telemedicine menggunakan metode HOT-FIT (Human Organization Technology Net Benefit). Dengan pendekatan kuantitatif deskriptif dan desain cross-sectional, sampel terdiri dari 14 petugas kesehatan yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar checklist dan kuesioner yang dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa komponen manusia (human) mendapatkan rata-rata 3.13 dengan kategori tinggi, komponen organisasi (organization) mendapatkan rata-rata 3.62 dengan kategori sangat tinggi, komponen teknologi (technology) mendapatkan rata-rata 3.26 dengan kategori sangat tinggi, dan komponen manfaat (benefit) mendapatkan rata-rata 3.33 dengan kategori sangat tinggi. Sehingga zdapat disimpulkan bahwa implementasi telemedicine dapat diterima oleh petugas kesehatan di RS Awal Bros dengan rata-rata 3.34 kategori sangat tinggi.
Efektivitas Penggunaan RME Terhadap Pelayanan Poli Kesehatan Ibu Hamil Puskesmas Pancoran Jakarta Ahmad Rizky; Dina Sonia; Puteri Fannya; Daniel Happy Putra
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7234

Abstract

Perkembangan teknologi dan sistem informasi saat ini berkembang pesat, salah satunya di bidang kesehatan dengan penerapan Reakma Medis Elektronik (RME) untuk mendukung transformasi layanan kesehatan menjadi lebih efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas penggunaan RME terhadap pelayanan Poli KI Hamil di Puskesmas Pancoran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap tenaga kesehatan. Analisis data dilakukan berdasarkan lima konstruk utama dalam teori UTAUT, yaitu ekspektansi kinerja, ekspektansi usaha, pengaruh sosial, kondisi fasilitas, dan nilai keperilakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sistem RME seperti EPus dan Wehopes terbukti meningkatkan efisiensi pelayanan melalui percepatan proses pencatatan dan pencarian data medis. Dari sisi ekspektansi usaha, tenaga kesehatan menganggap sistem ini mudah digunakan, tidak memerlukan keahlian teknis khusus, dan didukung oleh pelatihan serta pendampingan teknis. Pengaruh sosial, seperti dukungan pimpinan, rekan kerja, serta kebijakan pemerintah dalam digitalisasi pelayanan kesehatan, turut memperkuat penerimaan dan penggunaan RME. Kondisi fasilitas yang cukup memadai, meskipun masih terdapat beberapa kendala teknis ringan, telah menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi penerapan sistem ini. Terakhir, tenaga kesehatan menunjukkan intensi dan komitmen yang tinggi untuk terus menggunakan RME, serta menolak kembali ke sistem manual yang dinilai kurang efisien.
Policy Paper: Optimalisasi Kecepatan Pelayanan Melalui Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Terintegrasi Cecep Wahyudin
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7251

Abstract

Dalam menyusun policy paper ini penulis mengambil tema : Optimalisasi Kecepatan Pelayanan Melalui Penerapan SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit) Terintegrasi . Rumah Sakit Umum Daerah Waled sebagai rumah sakit type B pendidikan yang memiliki berbagai pelayanan kesehatan di tuntut untuk memberikan pelayanan yang baik dan dapat memberikan kepuasan kepada masyarakat. Meskipun demikian ada beberapa masalah yang dapat di telaah sebagai isu strategis yang mana tingkat capaian BOR, LOS dan TOI belum sesuai standar yang di tetapkan oleh kementerian kesehatan. BOR, LOS dan TOI belum sesuai standar ini di sebabkan oleh beberapa masalah lainnya meliputi : Kecepatan Pelayanan Rendah (Sumber Laporan Survey Kepuasan Pasien Tahun 2024), Sarana Prasarana dan alat kesehatan belum terpenuhi sesuai Standar (Sumber Aplikasi Sarana Prasarana dan Alat Kesehatan diakses Juni 2025) dan Standar Pelayanan Minimal Belum Optimal (Sumber Laporan SPM 2024), sehingga perlu adanya alternatif kebjakan yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Untuk meningkatkan ketercapaian BOR, LOS dan TOI belum sesuai standar, peningkatan kecepatan pelayanan dan keterbatasan sarana dan prasarana, dengan mengingat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 82 Tahun 2013 Tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit, Peraturan Menteri Kesehatan No. 24 Tahun 2022 Tentang Rekam Medis Elektronik dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 18 Tahun 2022 Tentang Penyelenggaraan Satu Data Bidang Kesehatan Melalui Sistem Informasi Kesehatan, RSUD Waled akan menerapkan SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit) terintegrasi sebagai upaya menyelesaikan masalah-masalah di atas, kebijakan penerapan SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit) terintegrasi, menyangkut kepada Direktur sebagai penentu kebijakan, SDM Tekhnologi Informasi yang akan terlibat dalam pembuatan aplikasi pendukung, para professional pemberi asuhan (dokter, perawat, bidan, petugas farmasi dan petugas Gizi) sebagai pengguna, dan para kepala Bagian/Bidang yang akan melakukan monitoring dan evaluasi keberlangsungan system yang akan di gunakan. Key Word : BOR, LOS dan TOI, Kecepatan pelayanan, Sarana dan Prasarana yang memadai dan SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit) terintegrasi,
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Tawangmangu Hanifah; Reza Widiantoro; Tunjung Bayu Sinta
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7275

Abstract

Kinerja pegawai yang merupakan tolak ukur keberhasilan seseorang dalam menjalankan tugas sangat diperlukan untuk meningkatkan akreditasi puskesmas. Puskesmas yang sudah memiliki akreditasi paripurna idealnya sudah memenuhi segala kebutuhan yang di perlukan pegawai, sehingga dapat memotivasi pegawai yang akhirnya akan meningkatkan kinerjanya. Puskesmas Tawangmangu merupakan puskesmas dengan akreditasi paripurpa. Berdasarkan hasil survei pendahuluan diketahui bahwa kinerja di Puskesmas Tawangmangu masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Tawangmangu. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek dalam penelitian ini merupakan tenaga kesehatan. Obyek yang di teliti adalah kinerja tenaga kesehatan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling (n= 40). Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis SPSS chi-square tidak terdapat hubungan status kepegawaian, lama bekerja, pendapatan dan lingkungan kerja dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Tawangmangu dengan perolehan nilai p-value masing-masing variabel yaitu >0,05.
Implementasi UU Nomor 44 Tahun 2009 dan Implikasinya pada Sistem Manajemen Rumah Sakit: Review Sistematis Mujtahidah; Nurul Fajriah Istiqamah
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7283

Abstract

Law Number 44 of 2009 concerning Hospitals (Law 44/2009) provides a legal framework that emphasizes improving the quality of services, protecting patients' rights, and accreditation of health institutions as an instrument of accountability. However, the implementation of this regulation still faces challenges, especially in the consistency of fulfilling patient rights, legal accountability, equitable distribution of service quality, and the use of the Hospital Management Information System (SIMRS). This study aims to systematically review the literature related to the implementation of Law 44/2009 and its contribution to hospital governance, focusing on accreditation, service quality, patient rights, and the implementation of SIMRS. The method used is a narrative literature review of seven published articles for the 2020-2025 period that are relevant to the topic. The analysis was carried out thematically to map patterns, challenges, and opportunities in the implementation of regulations. The results of the study show that although Law 44/2009 has pushed hospitals towards better governance, the realization in the field has not been evenly distributed. Patient rights and legal accountability still vary, service quality improved but limited to specific facilities, while SIMRS proved effective in supporting efficiency, transparency, medical record management, and disaster preparedness, despite infrastructure and human resource capacity. It was concluded that the successful implementation of Law 44/2009 does not only depend on the regulatory framework, but also on technology integration, strengthening human resources, and patient safety culture to ensure sustainable service quality
Evaluasi Beban Kerja Perawat terhadap Kinerja dan Kualitas Pelayanan: Literatur Review Nurul Fajriah Istiqamah; Mujtahidah
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7307

Abstract

Nurse workload is a critical issue in healthcare because it can impact service quality, performance, job satisfaction, and the physical and mental health of healthcare workers. Maintaining service quality requires a balance between the number of healthcare workers, job demands, and a supportive work environment. This literature review aims to review various studies that examine the effect of workload on nurse performance, job satisfaction, and service quality. Furthermore, it also identifies the role of other factors such as emotional intelligence, work motivation, work fatigue, and work environment conditions that can strengthen or weaken these effects. This review analyzed 15 articles from various healthcare institutions in Indonesia and abroad (South Korea, Turkey, Lebanon, Iran, and the United States). The selected articles focused on the topic of workload and its impact on nurse performance and service quality, with publications spanning 2020–2025. The research methods used varied, ranging from quantitative surveys and correlational studies to cross-sectional studies and structural modeling. Data were typically collected using questionnaires and analyzed using regression, path analysis, SEM, and other statistical techniques. Several studies have found that excessive workload can increase stress, fatigue, and burnout, thereby reducing performance and service quality. However, a well-managed workload tailored to capabilities can actually improve job satisfaction and service quality, especially when supported by strong emotional intelligence and motivation. Factors such as limitations in care delivery, job satisfaction, emotional exhaustion, and positive psychological capital also influence how workload impacts service outcomes. A supportive work environment and organizational support also play a crucial role in improving nurse performance. Staff shortages and an unbalanced nurse-to-patient ratio increase the workload and reduce service quality. ABSTRAK Beban kerja perawat menjadi isu penting dalam pelayanan kesehatan karena dapat memengaruhi kualitas layanan, kinerja, kepuasan kerja, serta kesehatan fisik dan mental tenaga kesehatan. Agar mutu pelayanan tetap terjaga, perlu keseimbangan antara jumlah tenaga kesehatan, tuntutan pekerjaan, dan dukungan lingkungan kerja. Literatur ini bertujuan untuk mengulas berbagai studi yang membahas pengaruh beban kerja terhadap kinerja, kepuasan kerja, dan kualitas pelayanan perawat. Selain itu, juga mengidentifikasi peran faktor-faktor lain seperti kecerdasan emosional, motivasi kerja, kelelahan kerja dan kondisi lingkungan kerja yang dapat memperkuat atau melemahkan pengaruh tersebut. Review ini menganalisis 15 artikel dari berbagai institusi layanan kesehatan di Indonesia dan luar negeri (Korea Selatan, Turki, Lebanon, Iran, Amerika Serikat). Artikel yang dipilih berfokus pada topik beban kerja dan dampaknya pada kinerja serta kualitas pelayanan perawat, dengan rentang publikasi 2020-2025. Metode penelitian yang digunakan bervariasi, mulai dari survei kuantitatif, studi korelasional, cross-sectional, hingga pemodelan struktural. Data biasanya dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi, analisis jalur, SEM, dan teknik statistik lainnya. Beberapa penelitian menemukan bahwa beban kerja yang terlalu tinggi dapat meningkatkan stres, kelelahan, dan burnout, sehingga menurunkan kinerja dan kualitas pelayanan. Namun, beban kerja yang diatur dengan baik dan sesuai kemampuan justru dapat meningkatkan kepuasan kerja dan mutu pelayanan, apalagi bila didukung oleh kecerdasan emosional dan motivasi yang baik. Faktor seperti pembatasan dalam pemberian asuhan, kepuasan kerja, kelelahan emosional, dan modal psikologis positif turut memengaruhi bagaimana beban kerja berdampak pada hasil pelayanan. Lingkungan kerja yang mendukung dan adanya dukungan organisasi juga berperan penting dalam meningkatkan kinerja perawat. Kekurangan tenaga dan rasio perawat-pasien yang tidak seimbang menambah beban kerja dan menurunkan mutu layanan.
Faktor Penyebab Pending Klaim BPJS di RS Militer Banjarmasin (Man & Materials) Nur Indriani Rahayu; Azura Arisa; Muhammad Noor Aditya Pratama; Rosihan Adhani
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7334

Abstract

RS Militer di Banjarmasin mengalami pending klaim BPJS Kesehatan rawat inap sebanyak 354 berkas pada bulan September 2024 – Maret 2025, yang berisiko mengganggu arus kas dan operasional rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab pending klaim BPJS Kesehatan rawat inap dengan fokus pada dua faktor utama dari teori 5M, yakni Man dan Materials. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap lima informan utama sebagai triangulasi yang terdiri dari koder, verifikator, kepala casemix, kepala administrasi kesehatan, dan kepala keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Man meliputi kurangnya ketelitian petugas serta hambatan komunikasi antar unit. Faktor Materials meliputi kesalahan koding seperti kombinasi diagnosis, include-exclude, lama rawat, eksisi, dan gagal data. Kesimpulan penelitian pada faktor Man ditemukan kurang telitinya petugas, keterlambatan admin ruang rawat inap dalam melengkapi dokumen, serta belum optimalnya efektivitas komunikasi antar petugas. Pada faktor Materials ditemukan kesalahan koding seperti diagnosis, include-exclude, serta lama rawat, eksisi dan kegagalan dalam tarik data.
Evaluasi Implementasi Rekam Medis Elektronik Ruang VK dengan Metode HOT-Fit di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin Azzakia, Fatimah; Rima Diaty; M Noor Aditya Pratama; Mariani
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7337

Abstract

Dalam upaya meningkatkan standar pelayanan kesehatan, Peraturan Menteri Kesehatan No. 24 Tahun 2022 mewajibkan penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME). Namun demikian, masih terdapat kendala teknis dan non-teknis yang perlu diatasi di Rumah Sakit Sultan Suriansyah Banjarmasin. Dengan menggunakan model HOT-Fit yang mempertimbangkan faktor organisasi, teknologi, dan manusia, penelitian ini berupaya untuk memulai penerapan RME. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah empat informan yang dipilih secara purposive, yaitu kepala IT, petugas rekam medis, bidan, dan perawat. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek manusia, pelatihan penggunaan RME belum merata sehingga sebagian tenaga medis masih mengalami kesulitan. Dari aspek organisasi, dukungan manajemen dan SOP belum optimal. Dari aspek teknologi, sistem sering mengalami error dan lambat, meskipun tetap membantu mempercepat akses data pasien. Secara umum, RME dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja tenaga medis meski belum berjalan optimal. Implementasi RME di RS Sultan Suriansyah Banjarmasin masih menghadapi hambatan pada kesiapan SDM, dukungan organisasi, dan kualitas sistem. Rumah sakit perlu meningkatkan pelatihan, memperkuat infrastruktur, menyusun SOP yang jelas, serta menyediakan dukungan teknis yang berkelanjutan agar RME dapat berjalan lebih efektif.