cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
maratabe@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25981218     EISSN : 25981226     DOI : -
Martabe Journal -Jurnal Pengabdian Masyarakat, published by Institute of Research and Community Service Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan. This journal contains the results of publication lecturers to the community of agrokompleks, Teacher Training and Science of teknosains, and sosbudkum and published twice a year ie in April and October.
Arjuna Subject : -
Articles 4,515 Documents
PELATIHAN APLIKASI HAND CRAFT MENGGUNAKAN MODEL SECI (SOCIALIZATION, EXTERNALIZATION, COMBINATION, INTERNALIZATION) Ummul Hidayah, Debby; Rizka Maulana, Masyruri; Lestari, Puji
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 8 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i8.2922-2930

Abstract

Pada program pengabdian masyarakat ini, mitra untuk pengabdian masyarakat dilakukan dengan organisasi PCNA Rabak. Berdasarkan observasi dan survei yang telah dilakukan, permasalahan utama mitra adalah dalam kegiatan pelatihan kerajinan tangan untuk mewujudkan program TOT kewirausahaan masih dilakukan secara tradisional yakni hanya dengan mengadakan pelatihan secara langsung dengan waktu yang tidak menentu. Selain itu modul kegiatan pelatihan yang digunakan saat ini masih berbasis teks dalam bentuk kertas hasil fotocopy. Hal tersebut mengakibatkan proses capture knowledge kurang begitu jelas untuk dipahami oleh para peserta pelatihan. Sedangkan untuk infrastruktur teknologi informasi dinilai cukup memadai yakni tiap anggota dari PCNA Desa Rabak sebagian besar telah memiliki handphone berbasis android. Dengan landasan demikian, maka solusi yang dapat diberikan adalah dengan menerapkan metode SECI (socialization, externalization, combination, internalization) yang terangkum dalam kegiatan pelatihan penggunaan aplikasi hand craft berbasis android sebagai media penunjang dalam proses membuat kerajinan tangan sekaligus dapat mengasah skill maupun keterampilan kerajinan tangan. Di samping itu, penggunaan aplikasi hand craft ini tidak berbatas waktu yang artinya bahwa aplikasi tersebut dapat digunakan kapanpun dan dimanapun dengan terkoneksi ke jaringan internet. Sehingga apabila para peserta tidak dapat menyelesaikan pembuatan kerajinan tangan di satu waktu, mereka tetap dapat melanjutkannya sendiri di rumah dengan melihat tutorial pada aplikasi hand craft. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah para peserta dari PCNA Rabak dapat menggunakan aplikasi hand craft dan menghasilkan output berupa produk kerajinan tangan setelah memahami dan mengikuti tutorial dari aplikasi hand craft.
IMPLEMENTASI MANAGEMENT KESELAMATAN KESEHATAN KERJA (K3) DI LINGKUNGAN SMK WAHID HASYIM LAMONGAN TEKNIK PEMESINAN Rosyidi, Moh Ririn; Izzah, Nailul; Suparno, Suparno; Hafidz Yusuf, Muhammad; Amaliyah Mushthoza, Dina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i3.905-911

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan jasmani maupun rohani tenaga kerja khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil karya dan budaya menuju masyarakat adil dan makmur. Factor manusia kecelakaan kerja terjadi karena bekerja tidak sesuai dengan prosedur, bekerja sambil bergurau, tidak menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD), menaruh barang atau alat secara tidak benar, kelelahan, kebosanan dan sebagainya. SMK Wahid Hasyim Glagah Lamongan, Jl. Raya Glagah No.5, RW.02, Glagah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62292, masalah yang ada di mitra yaitu pada proses praktikum bengkel bisa saja terjadi kecelakaan kerja karena tidak menggunakan alat pelindung diri, selanjutnya tempat praktikum kerja bangku dilakukan siswa masih kurang. Kecelakaan akan terjadi jika praktikum kerja bangku ini tanpa menggunakan APD, kemungkinan yang terjadi yakni serbuk besi pada pemotongan gerindra akan bisa terkanak mata, bisa melubangi baju tipis, kepala akan bisa terkenak serpihan besi pada saat pemotongan. Untuk memberikan solusi terhadap mitra akan melakukan penyuluhan untuk mengetahui pentingnya K3 terhadap praktikum, memakai alat pelingdung diri agar bisa meminimalisir kecelakaan pada saat praktikum jobsheet pembuatan palu, memberikan alat pelidung diri pada siswa SMK Wahid Hasyim Glagah Lamongan kelas 10 TPM
PENINGKATAN PEMAHAMAN PENGGIAT PARIWISATA DI KARAWANG TENTANG PENGELOLAAN DESTINASI WISATA BERBASIS KOMUNITAS Kusumaningrum, Rastri; Yuni Dharta, Firdaus; Aryani, Lina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 9 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i9.3479-3485

Abstract

Pengembangan pariwisata berbasis komunitas di suatu daerah mulai menjadi titik sentral dalam upaya pemberdayaan masyarakat dan perwujudan program pariwisata berkelanjutan. Penerapan konsep community based tourism (CBT) di Karawang masih berada pada tingkat keberhasilan yang rendah. Berdasarkan observasi lapangan, terjadi perbedaan pemahaman antara Pemerintah daerah dan para penggiat pariwisata di Karawang dengan konsep CBT itu sendiri. Pihak pemerintah menyerahkan sepenuhnya pengelolaan destinasi wisata kepada masyarakat, dan para penggiat pariwisata masih beranggapan perlunya keterlibatan pemerintah dalam pengelolaan pariwisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mewadahi proses komunikasi dan juga memberikan pemahaman yang tepat mengenai konsep CBT yang tepat dengan peran masing-masing pihak. Pariwisata merupakan sektor kompleks yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dalam pengembangannya. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peserta mendapatkan pengetahuan tentang konsep CBT sehingga terbentuk wawasan baru mengenai pengelolaan wisata berbasis komunitas dan tercipta harmonisasi dalam keterlibatan semua pihak penggiat pariwisata.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM PENCEGAHAN KEPUTIHAN PATOLOGIS DENGAN TEORI HEALTH BELIEF MODEL (HBM) DI LAPAS PEREMPUAN KELAS IIA PALEMBANG Agustin, Ismar; Kumalasari, Intan; Jaya, Herawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i2.380-388

Abstract

Warga binaan di Lapas perempuan menghadirkan tantangan tersendiri bagi pihak yang berwenang karena mereka merupakan kelompok khusus yang rentan terhadap masalah kesehatan dimana Informasi dan pengobatan sering kali terbatas ditempat ini. Beberapa kajian menunjukkan bahwa kurangnya perilaku dalam menjaga kesehatan khususnya  kebersihan organ kewanitaan merupakan faktor yang dapat mengakibatkan gangguan reproduksi seperti keputihan patologis.Perilaku yang keliru dalam merawat organ intim dapat menyebabkan  bakteri dan jamur akan tumbuh dengan cepat pada tempat kotor dan lembab sehingga  menimbulkan infeksi yang bila tidak dicegah dapat menyebabkan masalah serius. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan warga binaan dalam pencegahan keputihan patologis dengan aplikasi teori Health beliefe model (HBM) di Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang melalui kegiatan penyuluhan, demonstrasi dan pendampingan. Metode pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan Pretest, dilanjutkan dengan penyuluhan/edukasi menggunakan booklet, leaflet dan video, diteruskan dengan demonstrasi dan pendampingan, kemudian diakhiri dengan tanya jawab dan posttest. Hasil posttes menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan  warga binaan di Lapas perempuan kelas II A sehingga disimpulkan bahwa penyuluhan dengan pendekatan aplikasi teori Health beliefe model (HBM) cukup efektif meningkatkan pengetahuan warga binaan tentang keputihan  patologis sehingga diharapkan meningkatkan kemampuan dalam upaya pencegahan keputihan patologis.
PEMANFAATAN BARANG BEKAS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARANBIOLOGI PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN Nurhalizah, Nurhalizah; Damayanti, Alpina; Fikri, Fatayatul; Lestari, Puji; Shafira Ginting, Rini; Nina Adlini, Miza
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 6 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i6.2234-2242

Abstract

Pendidik selama ini belum memanfaatkan media pembelajaran secara ideal dalam mengajarnya, hal ini dikarenakan keterbatasan biaya dan waktu dalam pembuatan media pembelajaran sehingga motivasi guru dalam membuat media efektif, efisien, kreatif berkurang. Maka,  mengakibatkan siswa-siswi menjadi tidaktermotivasi dalam belajar dan minat bealajrnya berkurang.Tujuan umum dari pelaksanaan adalah peserta didik dapat memanfaatkan barang bekas sebagai media pembelajaran yang dapat membantu dalam proses pembelajaran serta dapat mengembangkan kreativitas peserta didik, dan juga dapat menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah metode PAR (Participatory Action Research). Terdapat tiga tahapan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Evaluasi dalam kegiatan pengabdian ini diukur dengan menggunakan angket untuk melihat respon siswa terhadap media pembelajaran dari barang bekas yang dilakukan, hasil angket respon siswa kemudian dianalisis dengan menggunakan skala Likert. Persentase rata-rata hasil angket respon siswa yaitu sebesar 90% yang menunjukkan pelatihan pemanfaatan barang bekas sebagai media pembelajaran biologi pada sistem pernapasan masuk kedalam kategori yang sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan barang bekas sebagai media pembelajaran Biologi pada materi sistem pernapasan dapat menjadi salah satu tambahan alternative media pembelajaran untuk membantu pemahaman peserta didik, dapat meningkatkan kreativitas siswa, meningkatkan minat siswa, serta dapat mengedukasi mengenai pentingnya daur ulang sampah plastik untuk melestarikan lingkungan.  
SINERGI HATI BERKARYA UNTUK ALLAH”: MENINGKATKAN KOLABORASI PADA KAKAK PEMBINA REMAJA KATOLIK DI SIDOARJO Tedjawidjaja, Detricia; Alexander Repi, Andhika
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 12 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i12.%p

Abstract

Dalam kegiatan pendampingan bagi remaja di gereja katolik, peran kakak pembina menjadi penting dalam membentuk karakter, iman, dan spiritual remaja. Untuk dapat menjalankan kegiatan pendampingan yang berkualitas, kakak pembina perlu untuk memiliki kesatuan hati dalam bekerja sama. Oleh karena itu, dengan mengambil tema “Sinergi Hati Bekerja untuk Allah”, kegiatan abdimas ini bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi di antara para kakak pembina remaja Katolik (REKAT) di Gereja Paroki Salib Suci Sidoarjo. Prosedur pelaksanaan kegiatan abdimas terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Untuk meningkatkan kolaborasi, pelaksanaan kegiatan abdimas ini dikemas dengan metode permainan kelompok, diskusi, ceramah, dan refleksi. Kegiatan abdimas ini diberikan selama satu hari dengan durasi sekitar 8 jam kepada 68 kakak pembina REKAT. Kegiatan ini dibawakan oleh tim dosen Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dengan dibantu oleh tujuh mahasiswa sebagai fasilitator. Kegiatan abdimas dibagi menjadi tiga sesi utama yang bertujuan agar para peserta memahami dan menyadari talenta yang dimiliki untuk melakukan pelayanan, keterbatasan yang dapat menghambat pelayanan, dan membangun kolaborasi. Hasil evaluasi dengan menggunakan kuesioner online menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merasa puas dengan materi, metode, pemateri, dan fasilitas yang diberikan selama pelaksanaan kegiatan abdimas. Pembelajaran baru yang didapat oleh para peserta adalah menemukan kesatuan hati dalam melayani dan membangun komunikasi serta relasi yang semakin dekat satu sama lain. Dengan adanya kolaborasi ini, kakak pembina REKAT merasakan adanya kesadaran baru tentang peran penting seorang kakak pembina dan memiliki semangat baru dalam melayani di gereja.
PENTINGNYA POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK DI DESA GUNUNG MELAYU KECAMATAN KUALUH SELATAN Cahya Ningsih, Esti; Ilham Sitompul, Muhammad; Munthe, Nurhalijah; Rahma Rambe, Siti; Susilawati, Susilawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 8 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i8.3089-3096

Abstract

Orang tua yang telah diberikan Allah seorang anak memiliki tanggung jawab penuh atas tumbuh kembang anak tersebut. Setiap orang tua memiliki gaya pengasuhan alternatif dalam mengajar anak-anak. Biasanya banyak wali menerapkan pengasuhan dari wali masa lalu mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menyadarkan dan memahami makna pengasuhan di kota Gunung Melayu, Kecamatan Kualuh Selatan, Labuhan Batu Utara. Teknik pemeriksaan yang digunakan dalam menangani isu-isu pengasuhan di kota Gunung Melayu menggunakan strategi Participatory Rural Appraisal (PRA), yaitu suatu metodologi dan strategi yang memungkinkan daerah untuk memecahkan masalah kehidupan dalam menyusun rencana dan pengaturan yang nyata bersama. Akibat dari peninjauan tersebut, khususnya Wali Kota Gunung Melayu banyak wali yang kurang memahami pola asuh yang diterapkan, sebagian besar wali menerapkan pola asuh diktator kepada anak-anak, dimana anak-anak harus mengikuti keinginan orang tuanya, selain itu. mereka membutuhkan perhatian dan kehangatan untuk anak-anak. melahirkan anak-anak yang memiliki kemampuan ramah yang rendah seperti, anak-anak yang suka melakukan sesuatu sendiri, sedikit anak-anak yang fokus pada gadget mereka, dan kurangnya kasih sayang terhadap teman-teman sehingga anak-anak tidak pernah lagi memiliki keputusan dalam iklim sosial mereka. Selain kemampuan interaktif yang rendah, anak-anak di kota Gunung Melayu juga mengalami hambatan kemampuan belajar dimana banyak siswa kelas bawah tidak dapat membaca dan menulis dengan baik daripada ketika wali menerapkan pengasuhan yang baik sesuai giliran acara mereka, perkembangan dan perkembangan anak-anak juga akan meningkat. . besar dan ideal sehingga usia yang ketat dan moral dikandung.
BACK TO NATURE, SEHAT BERSAMA HERBAL DI RT.16 KELURAHAN LEBAK BANDUNG, JELUTUNG KOTA JAMBI Andriani, Medi; Sanuddin, Mukhlis; Dewi, Rasmala; Apria, Habibah; Nasril, Siska Emilia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i3.1079-1087

Abstract

Back to nature, sehat bersama herbal adalah slogan hidup sehat yang akhir-akhir ini menjadi trend baru dimasyarakat dunia dengan mengkonsumsi obat-obatan dari bahan alami yang relatif lebih aman dibandingkan obat-obatan dari bahan kimia sintetik. Berdasarkan data Puskesmas Putri Ayu dari Pendataan Program PISPK (program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga) keluhan penyakit yang sering dirasakan masyarakat RT 16 simpang Pulai kelurahan Lebak Bandung di kecamatan Jelutung Kota Jambi adalah penyakit Hipertensi dan diabetes. Sehingga TIM KKN Kelompok 3, mengajak warga RT 16 untuk mulai menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup yang sehat bersama herbal. Adapun metode yang dilakukan yaitu Penyuluhan kesehatan tentang penyakit Hipertensi dan Diabetes serta pengobatannya yang berasal dari bahan alam, Melakukan cek kesehatan secara gratis, Melakukan kegaiatan Senam Lansia bersama, Sosialisasi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), langkah mencuci tangan yang baik dan benar, serta Penyuluhan Pencegahan Penyakit DBD dan Pencegahan Penyebaran Covid 19 dengan cara 3 M. Disini kami juga mengajarkan warga dalam pembuatan produk herbal (simplisia Daun Jambu Biji, Simplisia Daun Kejibeling, Simplisia Daun Kumis Kucing) yang sangat bermamfaat dalam menjaga kesehatan masyarakat RT 16 simpang Pulai dan Produk Kecantikan (Masker dari lemon, Lulur dari Kopi dan Pengharum Ruangan dari Lemon). Hasil kegiatan menunjukkan antusiame masyarakat yang sangat tinggi dalam meningkatkan pengetahuan mengenai pengobatan menggunakan tanaman herbal. Dengan demikian diharapkan edukasi yang diberikan dapat diterapkan sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat.
PELATIHAN PEMBUATAN MARTABAK MANIS BAGI MASYARAKAT DESA PATUPANGAN KECAMATAN BARUS KABUPATEN TAPANULI TENGAH Ainun Hasibuan, Nur; Irsyan, Andrian; Simamora, Kaharuddin; Daulay, Fitryany
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i2.746-751

Abstract

Tujuan pelaksanaan program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah guna meningkatkan keterampilan mereka dalam membuat martabak manis. Pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas estetika, organoleptik, daya tahan dan keamanan martabak manis agar tetap dipertahankan dan ditingkatkan sehingga lebih bervariasi dan dapat meningkatkan penghasilan masyarakat Desa Patupangan yang bersumber dari hasil penjualan martabak manis. Pelaksanaan pelatihan meliputi 3 tahapan, yaitu : (1) Tahap Persiapan Pelatihan, (2) Tahap Pelaksanaan Pelatihan, (3)Tahap Evaluasi Akhir. Mitra pengabdian masyarakat PKM adalah Masyarakat Desa Patupangan Kecamatan Barus Kabupaten Tapanuli Tengah.Permasalahan mitra yang paling utama adalah bagaimana meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Patupangan Kecamatan Barus Kabupaten Tapanuli Tengah agar menjadi lebih baik dan berkembang melalui pelatihan pembuatan martabak manis. Selain hal tersebut, masyarakat Desa Patupangan Kecamatan Barus Kabupaten Tapanuli Tengah diharapkan semakin memahami peluang usaha dengan memanfaatkan bahan-bahan yang murah dan mudah didapat tapi bisa memberikan keuntungan yang lumayan. Program ini diharapkan dapat berjalan dengan baik dan wawasan masyarakatpun bertambah.
PELATIHAN MANAJEMEN TATA KELOLA DANA SEDEKAH MELALUI KEGIATAN NASI JUMAT BAROKAH DAN SANTUNAN HARI RAYA (Pengabdian Masyarakat bersama Komunitas Sobat Shalihah Sidoarjo) Aria Widjaja, Muhammad Yusuf; Arfiansyah, Farhadi; Muhlis, Muhlis; Nur Rakhmad, Andro Agil; Istiqomah, Nurul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i2.522-530

Abstract

Community empowerment makes efforts to increase the independence of individuals and groups of the public in providing improvement and development of self-quality for the better. The existence of community groups in contributing to the distribution of welfare distribution has an appeal to the social programs being run. The concept of sadaqa  is considered to be an intermediary for people who have more funds and distributed to people who need resgistered to the asnaf group contained in the al-Qur'an. The Sobat Salihah Community with sadaqa of Nasi Jumber program seeks to improve competence in the management of sadaqa fund management. The training is carried out by extension methods through several stages, including, 1) Planning for program activities; 2) Implementation of activity plans 3) Implementation of evaluation and reporting. This training seeks an effort to increase awareness and concern for donors to communities affected by the Covid-19 pandemic. This activity involved community administrators, 205 donors who had raised funds and 345 beneficiaries for distribution to predetermined programs.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 12 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 8, No 11 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 8, No 10 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 8, No 9 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 8, No 8 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 8, No 7 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 8, No 6 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 8, No 5 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 8, No 4 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 8, No 3 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 7, No 11 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 7, No 10 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 7, No 9 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 7, No 8 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 7, No 7 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 7, No 6 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 7, No 5 (2024): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 4 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 7, No 3 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 7, No 2 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 11 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 9 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 8 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 7 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 6 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 5 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 1, No 2 (2018): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 1, No 1 (2017): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT More Issue