cover
Contact Name
Abdul Mubarak
Contact Email
amuba029@unkhair.ac.id
Phone
+6281355587567
Journal Mail Official
pengamasunkhair@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pertamina Kampus II Unkhair Gambesi Kota Ternate
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
JURNAL PengaMAS
Published by Universitas Khairun
ISSN : 26148897     EISSN : 2622383X     DOI : 10.33387
Core Subject : Social,
PengaMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, Kehutanan, Perikanan dan Kelautan, sosial humaniora, komputer, kedokteran dan kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 247 Documents
PENYEDIAAN MCK DARURAT DI KAMP PENGUNGSI BERBASIS MASYARAKAT Lita Asyiriati Latif; Endah Harisun
JURNAL PengaMAS Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v3i1.1497

Abstract

Bencana alam gempa bumi dengan 7,2 pada skala Richter yang melanda Kabupaten Halmahera Selatan sangat berdampak besar pada rusaknya rumah penduduk maupun fasilitas umum dihampir seluruh desa yang terkena dampak gempa bumi. Desa Tawa yang merupakan salah satu desa yang terkena dampak sangat parah akibat bencana gempa tersebut. Melalui gerakan Fakultas Teknik peduli korban bencana Halmahera Selatan dan kegiatan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Teknik tahun 2019, Fakultas Teknik mencoba membantu masyarakat Halmahera Selatan khususnya masyarakat desa Tawa dalam membangun sarana dan prasaran desa tersebut. Salah satunya adalah penyediaan MCK darurat di kamp pengungsi yang berbasis masyarakat. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, kebutuhan akan sarana Mandi, Cuci, Kakus (MCK ) darurat sangat diperlukan masyarakat desa Tawa. Pendekatan yang dilakukakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah dengan cara memberikan bantuan material berupa seng, kloset, perlengkapan pertukangan serta melakukan pendampingan dalam pembuatan MCK darurat. Dengan ketersediaan KMC darurat dapat membantu masyarakat pengungsi dalam beraktivitas dan terhindar dari berbaga penyakit yang diakibatkan oleh sanitasi yang buruk seperti penyakit diare, kolera dan demam.
PPUPIK BROILER ORGANIK Yusri Sapsuha; Yunus Syafie; Nur Sjafani; Hasriani Ishak
JURNAL PengaMAS Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v1i2.900

Abstract

Tujuan dilakukannya kegiatan PPUPIK Broiler Organik adalah untuk memaksimalkan penggunaan limbah-limbah pertanian dan perikanan di wilayah Maluku Utara sebagai pakan broiler guna menekan harga pakan, serta memanfaatkan tanaman herbal seperti kunyit (Curcuma domestica), temu lawak  (Curcuma xantharrhiza Roxb), daun pala (Myristica frangrans Houtt) dan cengkeh  (Syzygium aromaticum L) sebagai fitobiotik pengganti antibiotik sehingga didapatkan broiler organik yang sehat dan aman untuk dikonsumsi. Pemakaian antibiotik yang luas menyebabkan residu dalam produk ternak. Resistensi mikroba patogen pada manusia terhadap antibiotik merupakan masalah utama kesehatan masyarakat. Industri peternakan harus mengurangi penggunaan antibiotik pada hewan produksi dan mencari alternatif lain dalam pengendalian penyakit untuk menggantikan pemakaian antibiotik. Tanaman herbal dapat digunakan sebagai fitobiotik pengganti antibiotik. Hasil kegiatan menunjukan bahwa penggunaan limbah pertanian dan perikanan serta tanaman herbal dalam pakan dapat meningkatkan produktifitas broiler serta mengurangi biaya produksi.
PENINGKATAN NILAI TAMBAH USAHA TERNAK SAPI TERINTEGRASI DENGAN USAHA TANI PERKEBUNAN KELAPA DI DESA RAMBU-RAMBU KECAMATAN KOLONO TIMUR KABUPATEN KONAWE SELATAN La Ode Arsad Sani; La Ode Saidi; Syamsuddin Syamsuddin; Firman Nasiu; Astriana Napirah
JURNAL PengaMAS Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v3i1.1453

Abstract

Desa Rambu-Rambu merupakan salah satu desa di Kecamatan Kolono Timur yang masuk dalam daftar “Wilayah Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional” di Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara berdasarkan Lampiran Surat Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristekdikti Nomor: 2276/E3/LL/2018 tertanggal 24 Juli 2018. Kecamatan Kolono Timur merupakan wilayah pesisir yang potensial untuk pengembangan komoditas perkebunan kelapa dan peternakan sapi sehingga dipilih menjadi lokasi penempatan KKN PPM yang didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti pada tahun 2019. Jarak tempuh lokasi KKN-PPM di Desa Rambu-Rambu Kecamatan Kolono Timur dengan Ibu Kota Kabupaten Konawe Selatan sekitar 92 km, dan berjarak sekitar 74 km dari Kampus Universitas Halu Oleo di Kendari.Mata pencaharian masyarakatnya selain beternak sapi adalah berkebuntanaman kelapa, jambu mete, kakao, cengkeh, kopi, lada, dan pala. Perkebunan kelapa paling luas, yaitu 323 Ha, sedangkan perkebunan dengan luas areal terkecil adalah tanaman cengkeh, yaitu 6 Ha. Kegiatan peternakan, khusunya ternak sapi dianggap sesuai dengan kondisi iklim setempat karena adanya dukungan ketersediaan hijauan pakan ternak, walaupun masih mengandalkan sumber pakan dari hijauan rumput alami. Ternak sapi oleh masyarakat sekitar telah diternakkan dalam waktu yang cukup lama, namun kegiatan ini secara umum masih berjalan secara tradisional dan belum berorientasi bisnis sebagai sumber pendapatan utama karena pengetahuan dan keterampilan peternak masih terbatas. Beberapa kendala yang menjadi keluhan peternak mitra dan berhasil diidentifikasi adalah: (1) organisasi kelompok belum berjalan baik, (2) pemahaman teknik budidaya ternak sapi belum optimal,(3) Feses ternak tidak diolah lebih lanjut menjadi pupuk organik, (4) Kelompok peternak mitra belum melakukan upaya diversifikasi beragam jenis pakan yang memenuhi standar baku mutu seperti penyediaan pakan berbasis sumberdaya bahan pakan lokal,khususnya sisa usahatani hasil perkebunan.  Adanya program KKN PPM ini melalui penyuluhanserta praktek didampingi tim pengabdi maka peternak sudah lebih memahami pentingnya wadah kelompok ternak, peternak paham teknik membudidayakan ternak sapi yang terintegrasi tanaman perkebunan kelapa, terampilmembuat kandang ternak sapi, danmembuat pakan jerami fermentasi maupun dalam pengolahan pupuk organik berbasis feses sapi.
BUDIDAYA TANAMAN TANJUNG (Mimusops elengi L.) DALAM UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN DI KELURAHAN NGADE Aqshan Shadikin; Andy Kurniawan
JURNAL PengaMAS Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v1i1.723

Abstract

The process of development and development of a city runs very fast, so that if this process isnot balanced with environmental management is feared will lead to declining urbanenvironmental quality. Urban development has negative consequences on several aspects,including environmental aspects. At this time it has been recognized that the urban climate hasdifferent characteristics with the climate of the surrounding area that still has enough naturalelements. The cultivation of Tanjung trees provides benefits to the environment such asmicroclimate control, water catchment areas, maintaining the balance and physical harmony ofthe city, supporting conservation and biodiversity. Based on the evaluation result of thededication team, it can be seen that the trainees have been able to practice the ways ofcultivating the cape crop. The community expects the follow-up of this activity, so that theparticipation of the community in preserving the environment is a priority.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT RENTAN BENCANA MELALUI SOSIALISASI PENGURANGAN RISIKO BENCANA BERBASIS KOMUNITAS DI DESA DARUBA PANTAI KABUPATEN PULAU MOROTAI ridwan lessy; Jefry Bemba
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK) adalah salah satu pilar penting dalam upaya manajemen risiko bencana hari ini di Indonesia. PRBBK diterima secara luas oleh para ahli bencana sejak pendekatan dalam manajemen risiko bencana lebih ke aspek struktural/fisik, top down, terfokushanya pada keadaan darurat, dan jarang berkontribusi pada manajemen risiko bencana berkelanjutan. Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Rentan Bencana Melalui Sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas bertujuan untuk memberikan pemahaman kesiapsiagaan menghadapi bencana alam terutama bencana di wilayah pesisir seperti abrasi, gempa dan tsunami bagi masyarakat di Desa Daruba Pantai, Kabupaten Pulau Morotai. Metode palaksanaan melalui pemaparan materi interaktif dan diskusi kelompok. Peserta pelatihan berasal dari perwakilan masyarakat yang memiliki peran penting atau strategis dalam masyarakat. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa pemahaman peserta tentang mitigasi bencana abrasi, gempa, dan tsunami semakin meningkat.
PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK BERBASIS KOTORAN TERNAK SAPI UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI SAYUR ORGANIK DI DESA BARATAKU KECAMATAN GALELA KABUPATEN HALMAHERA UTARA Fauziah Nurhamidin; Rahmania Sadek; Yusri Sapsuha
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v2i2.1441

Abstract

Desa Barataku Kecamatan Galela secara geografis terletak dibagian Utara Ibu Kota Kabupaten Halmahera Utara dan merupakan wilayah potensial sentra pengembangan komoditas pertanian dan peternakan. Jarak tempuh Desa Barataku Kecamatan Galela dengan Ibu Kota Kabupaten ±15 km, dan berjarak sekitar 130 km dari Kampus Universitas Muhamadiayah Maluku Utara di Kota Ternate. Mata pencaharian masyarakatnya selain beternak sapi bali adalah bertani palawija dan hortikultura yang mempunyai beberapa kelompok tani-ternak. Masing-masing kelompok tani-ternak ini beranggotakan 10-15 orang yang bergerak di bidang usaha pertanian dan peternakan. Selain kondisi topografi, keadaan iklim juga sangat mendukung daerah ini untuk pengembangan berbagai komoditi pertanian dan peternakan sapi potong. Kegiatan PKM ini merupakan kegiatan kolaborasi tim PKM Universitas Muhammadiyah Maluku Utara dan Universitas Khairun dengan mitra yaitu kelompok tani ternak Mamuya di Desa Barataku Kecamatan Galela Kabupaten Halmahera Utara. Salah satu masalah yang disepakati untuk diselesaikan melalui program PKM ini adalah dibidang peternakan yaitu memberikan penyuluhan dan pengetahuan tentang pembuatan pupuk organik dari limbah pertanian dan peternakan. Target dan luaran dari kegiatan penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik adalah kelompok mitra memahami cara pembuatan pupuk organic serta mengaplikasikannya pada tamanan sayur. Untuk mengetahui peningkatan pemahaman kelompok peternak mitra, dirancang suatu evaluasi yang dilakukan di awal (pre test) dan akhir  kegiatan (post test). Hasil kegiatan PKM berupa penyuluhan dan pelatihan dapat meningkatkan secara nyata pengetahuan anggota mitra terhadap pengetahuan tentang  pembuatan pupuk organik dan penggunaannya pada tanaman sayur.
POTENSI PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN TERNAK KAMBING KACANG DESA WAJOGU KECAMATAN LAKUDO KABUPATEN BUTON TENGAH La Ode Baa; Amiluddin Indi; Sri Rejeki
JURNAL PengaMAS Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v1i1.708

Abstract

Desa Wajogu Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah adalah salahsatu lokasi yang memiliki populasi kambing kacang terbesar di kabupaten ButonTengah Sulawesi Tenggara, sebagian besar penduduknya berprofesi sebagaipeternak kambing. Tujuan pemeliharaan umumnya hanya untuk mendapatkananak (produksi daging) sehingga potensi lain dari kambing kacang seperti limbahbelum termanfaatkan. Pola pemeliharaan masih tergolong intensif terbatas, belumada penyediaan pakan secara khusus dalam bentuk kebun hijauan, peternak belummelakukan pengawetan pakan untuk persedian musim kemarau, peternak belummelakukan penanganan ternak sakit secara khusus, limbah ternak kambing (urin,feses dan sisa pakan) belum termanfaatkan dan diolah untuk mengurangi polusidan pencemaran.Apabila potensi peternakan kambing kacang yang ada di lokasi mitra dapatdioptimalkan maka peternak bisa memperoleh penghasilan tambahan dalamrangka peningkatan ekonomi rumah tangga peternak. Oleh karena itu perludilakukan penguatan pengetahuan dan inovasi teknologi, solusi yang dapatditawarkan dalam pengabdian ini adalah peningkatan presepsi dan pengetahuanpeternak tentang potensi ternak kambing kacang, manajemen ternak kambingkacang, manajemen kesehatan, manajemen pakan, selain itu perlu peningkatanskill atau kemampuan peternak dalam membuat diversifikasi produk pengawetanpakan dan pengolahan limbah.
PENANGANAN GANGGUAN REPRODUKSI SAPI DI DESA PASSIPPO KECAMATAN PALAKKA KABUPATEN BONE Sahiruddin Sahiruddin; Abd Latief Toleng; Muhammad Yusuf; Farida Nur Yuliati; Zulkharnaim Zulkharnaim; Jasmal A Syamsu
JURNAL PengaMAS Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v1i2.906

Abstract

Kabupaten Bone merupakan wilayah yang tergolong potensial untuk pengembangan ternak sapi dengan daya dukung lahan yang cukup tinggi untuk ketersediaan pemanfaatan lahan hijauan ternak dan limbah jerami padi. Usaha pemeliharaan sapi sudah sejak lama dilakukan, mulai dari usaha sampingan maupun sebagai penghasilan utama. Beberapa masalah yang dihadapi oleh peternak di lapangan seperti munculnya gangguan reproduksi ternak, wawasan tentang manajemen pemeliharaan minim dan gangguan penyakit menjadi penyebab rendahnya produktivitas ternak yang dihasilkan. Ipeks bagi Masyarakat (IbM) sebagai kegiatan pengadian masyarakat merupakan sarana yang efektif untuk melakukan pendampingan terhadap kelompok tani ternak. Kegiatan ini dilakukan dalam dua tahap yaitu, sosialisasi pelaksanaan kegiatan yang dirangkaiakan dengan Focus Group Discussions (FGD) sebagai tahap awal. Selanjutnya tahap kedua adalah penyuluhan dan pelatihan teknis. Materi penyuluhan meliputi gangguan reproduksi ternak, manajemen pemeliharaan dan penanganan kesehatan ternak. Sebagai tambahan dilakukan pelatihan teknis tentang formulasi fermentasi jerami padi sebagai pakan ternak dengan melibatkan semua anggota kelompok mitra. 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DESA LAMBAGI MELALUI KOMBINASI USAHA TERNAK KAMBING DAN TANAMAN JAGUNG DI KECAMATAN KOLONO TIMUR KABUPATEN KONAWE SELATAN natsir sandiah; Harapin Hafid; Rusli Badaruddin; Musram Abadi
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v2i2.1442

Abstract

Kecamatan Kolono Timur secara geografis terletak di bagian timur Kabupaten Konawe Selatan dan merupakan wilayah potensial sebagai pengembangan komoditas pertanian palawija dan peternakan. Jarak tempuh Desa Lambangi Kecamatan Kolono Timur dengan Ibu Kota Kabupaten ± 7 km, dan berjarak sekitar 75 km dari Kampus Universitas Halu Oleo di Kota Kendari. Mata pencaharian masyarakatnya selain beternak kambing adalah bertani palawija, hortikultura, dan perkebunan kakao serta kelapa dalam yang mempunyai beberapa kelompok tani-ternak. Selain kondisi topografi, keadaan iklim juga sangat mendukung daerah ini untuk pengembangan berbagai komoditi pertanian dan peternakan kambing. Selama tahun 2016 di Kecamatan Kolono Timur menunjukkan bahwa komoditas kelapa dari sub sektor perkebunan menempati produksi tertinggi, yaitu mencapai 1318 ton. Sedangkan tanaman pangan untuk komoditas jagung menempati posisi pertama dalam produksi 96 kwintal dan produktivitas mencapai 2 kwintal/ha dengan luas panen mencapai 48 ha. Jenis ternak yang dipelihara masyarakat di Kecamatan Kolono Timur meliputi ternak besar (sapi), ternak kecil (kambing), serta unggas. Populasi ternak kambing pada tahun 2016 berdasarkan data yang ada di kantor kecamatan hanya sekitar 288 ekor.Hasil yang telah dicapai pada kegiatan ini, yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman kelompok tani-ternak dalam pengembangan keberlanjutan usahanya dengan pemanfaatan hijauan pakan ternak berupa rumput odot dan pakan limbah pertanian (jerami jagung), peningkatan pengetahuan peternak tentang cara pembuatan kandang kambing yang ideal dan mengetahui manfaat pembuatan kandang serta cara pemenfaatan limbah kotoran ternak menjadi pupuk kompos dan introduksi pupuk kompos pada tanaman holtikultura yang diusahakan secara bersama-sama dengan ternak kambing yang dilakukan dengan pembuatan kebun demplot sistem pertanian terpadu. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan peternak tentang pembuatan pakan fermentasi hijauan dan pembuatan pakan pellet unggas (ayam kampung).
PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN (PPK) BERBASIS USAHA BUDIDAYA DAN TEKNOLOGI HASIL PETERNAKAN DI FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS HALU OLEO Ali Bain; La Ode Arsad Sani; La Ode Syukur; Rusli Badaruddin; La Ode Muh. Safaat; I Putu Nara Prasanjaya
JURNAL PengaMAS Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v3i1.1457

Abstract

Lulusan perguruan tinggi memiliki potensi yang besar untuk dipersiapkan menjadi wirausahawan yang unggul, yang tidak hanya akan memandirikan dirinya secara ekonomi kelak, tetapi juga akan turut mengembangkan potensi ekonomi daerah yang pada gilirannya akan berdampak positif bagi perekonomian negara. Program-program pengembangan kewirausahaan bagi mahasiswa dicanangkan oleh pemerintah, sehingga banyak mahasiswa memulai aktivitas usaha sejak masa perkuliahan. Hal ini juga terjadi bagi mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo, yang banyak berusaha dibidang peternakan. Beberapa jenis usaha mahasiswa Fakultas Peternakan antara lain: usaha budidaya ternak terutama ternak unggas, usaha produksi hasil peternakan, dan usaha pengolahan limbah sisa hasil peternakan. Dalam menjalankan usaha, mahasiswa peeternakan banyak menghadapi kendala diantaranya adalah sebagai berikut: kurangnya keterampilan manajemen usaha dan manajemen keuangan, Kurangnya pengetahuan tentang strategi pemasaran yang baik, kurangnya pengetahuan dalam pemanfaatan teknologi informasi, tidak adanya jejaring usaha dan kurangnya permodalan. Dalam kegiatan program pengembangan kewirausahaan (PPK) ini, mahasiswa diberikan pelatihan dan bimbingan wirausaha sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam berusaha. Program pengembangan kewirausahaan ini dilaksanakan selama 3 tahun. Pada tahun pertama kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam PPK ini adalah sebagai beriku: (a) pelatihan kewirausahaan dengan manteri diantaranya menitik beratkan pada  manajemen produksi; (b) magang kewirausahaan di perusahaan yang sesuai dengan jenis usaha masing-masing; (c) busisness opportunity dengan perusahaan mitra; dan (d) pemberian bantuan dana bergulir. Tahun kedua kegiatan yang dilakukan sama dengan tahun pertama, namun dalam pelatihan kewirausahaan selain aspek produksi, juga lebih banyak pembahasan aspek pemasaran produk, aspek pembiayaan usaha, dan manajemen pembukuan usaha. Tahun ketiga, selain kegiatan yang dilaksanakan pada tahun pertama dan kedua, pada tahun ini juga kegiatan pelatihan dan pembimbingan diarahkan pada proses legalitas usaha dan upaya perluasan usaha. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat tercipta minimal 5 wirausahaan baru setiap tahun, yang mampu menghasilkan produk secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menghasilkan: (a) jurnal nasional terakreditasi pada Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis (JITRO) setiap tahun; (b) artikel media cetak lokal pada Koran Kendari Pos dan publikasi media online pada OKESULTRA.COM setiap tahun; (c) artikel prosiding seminar nasional pada tahun kedua dan ketiga; (d) paten sederhana pada tahun ketuga; (e) Usulan merk dagang produk yang dijual pada tahun ke 3 kegiatan; (f) desain produk industri pada tahun ke dua; (g)  Draf buku ber ISBN pada tahun ke 3 kegiatan.

Page 2 of 25 | Total Record : 247