cover
Contact Name
Abdul Mubarak
Contact Email
amuba029@unkhair.ac.id
Phone
+6281355587567
Journal Mail Official
pengamasunkhair@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pertamina Kampus II Unkhair Gambesi Kota Ternate
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
JURNAL PengaMAS
Published by Universitas Khairun
ISSN : 26148897     EISSN : 2622383X     DOI : 10.33387
Core Subject : Social,
PengaMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, Kehutanan, Perikanan dan Kelautan, sosial humaniora, komputer, kedokteran dan kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 247 Documents
PENERAPAN PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK BERBASIS LIMBAH TERNAK KAMBING UNTUK PRODUKSI SAYUR ORGANIK DI KECAMATAN KONDA KABUPATEN KONAWE SELATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA natsir sandiah; Hamdan Has; Widhi Kurniawan; Astriana Napirah; Syamsuddin Syamsuddin; Firman Nasiu
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan merupakan lumbung pangan bagi provinsi Sulawesi Tenggara. Produk utama daerah ini adalah sayuran, buah-buahan, dan ternak kambing. Kerja sama antara peternak dan petani dalam bentuk “simbiosis mutualisme” bersama sama menyelesaikan permasalahan yang dimiliki untuk memperoleh manfaat bersama. Limbah pertanian dapat digunakan sebagai pakan dan limbah peternakan digunakan sebagai pupuk. Apabila potensi limbah peternakan kambing dan pertanian yang ada di lokasi mitra dapat dioptimalkan maka peternak dan petani dapat memperoleh penghasilan tambahan dalam rangka peningkatan ekonomi rumah tangga peternak/petani. Oleh karena itu perlu dilakukan penguatan pengetahuan dan inovasi teknologi, solusi yang dapat ditawarkan dalam pengabdian ini adalah peningkatan presepsi dan pengetahuan peternak/petani tentang potensi limbah usaha, manajemen ternak kambing, manajemen kesehatan, manajemen pakan, selain itu perlu peningkatan skill atau kemampuan peternak dalam membuat/mengolah limbah pertanian menjadi pakan ternak kambing, mengolah limbah ternak kambing menjadi pupuk organik untuk tanaman.Target dan luaran yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pendapatan peternak dan petani efisiensi usaha (pemanfaatan limbah) serta diversiffikasi produk (pupuk organik). peningkatan motivasi dan pengetahuan serta keterampilan peternak tentang teknologi pengolahan pakan, awetan pakan, manajemen pemeliharaan kambing, kesehatan ternak, cara pembuatan pupuk organik berbasis limbah ternak, peningkatan ketentraman masyarakat, serta luaran fisik dalam bentuk kebun sayur organik, pupuk organik yang dihasilkan dari limbah ternak kambing. Pelaksanaan program Pengabdian ini diterapkan dalam 2 bentuk kegiatan, yaitu: (1) Kegiatan non fisik meliputi penyuluhan, bimbingan teknis, dan pendampingan sebagai media transfer informasi pengetahuan dan teknologi (2) Kegiatan fisik berupa model atau demonstrasi plot (demplot) sebagai sarana pelatihan dan percontohan tempat belajar peternak.
PELATIHAN KESIASIAGAAN DAN MITIGASI BENCANA TERHADAPA TARUNA SIAGA BENCANA (TAGANA) DI KOTA TIDORE KEPULAUAN abd Hakim husen; suhardi suhardi; ismail rahman; Amran Nur
JURNAL PengaMAS Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v3i1.1462

Abstract

Taruna Siaga Bencana (TAGANA) adalah bagian dari pemerintah daerah wajib melaksanakan fungsinya dalam kesiapsiagaan penanggulangan bencana. Bencana adalah dampak dari suatu kejadian yang tidak dapat ditanggulangi dengan sumber daya setempat sehingga yang menjadi penting yaitu pemberian pelatihan kesiapsiagaan dan mitigasi kepada anggota relawan kemanusiaan dalam penanggulangan bencana untuk pengurangan resiko bencana. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) terhadap tingkat pengetahuan anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA). Desain dan metode penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan penelitian One-Group Pre test–Post test. Sampel pada penelitian ini adalah semua anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kota Tidore Kepulauan dengan teknik pengambilan sampelnya menggunakan total sampling. anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA) sebelum diberikan pelatihan dilakukan pre test yang berhubungan dengan kesiapsiagaan bencana setelah itu melaksanakan pelatihan dan simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) kemudian dilakukan evaluasi pelatihan dengan cara post test kepada anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA). Pelatihan ini berlangsung selama satu hari. Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann Whitney Test. Pada penelitian ini hasilnya menunjukan bahwa adanya perbedaan tingkat pengetahuan anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA) sebelum dilakukan pelatihan pengetahuan dan setelah dikakukan pelatihan tindakan simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD)  dengan nilai (p = 0.000). Kesimpulan Pengetahuan anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA) sangat efektif dalam melakukan pertolongan untuk mengurangi korban dan tingkat resiko bencana.
MEMASYARAKATKAN TRICHODERMA sp LOKAL SEBAGAI AGEN PENGENDALI HAYATI ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN CABAI (Capsicum Annum) Betty Kadir Lahati; Zauzah Abdul Latif
JURNAL PengaMAS Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v1i1.765

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat tentang Memasyarakatkan Trichoderma sp. lokalpada petani cabai mencakup kegiatan penyuluhan , pelatihan , demontasi dan monitoringserta evaluasi. Kegiatan ini memotivasi para peserta untuk menggunakan sumber daya alamdalam usaha pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Cabai. Kegiatan pengabdian inimemacu peserta untuk melakukkan aplikasi sendiri pada lahannya masing- masing. Padaakhir kegiatan tim PPM melakukkan monitoring dan evaluasi dilahan masing-masing peserta,para peserta pada akhirnya peserta sangat menyadari arti pentingnya penggunaan agen hayatiTrichoderma spp.yang sumber inokulumnya diambil dari lahan pertanian mereka sendiri lalukembangkan dan aplikasikan sendiri.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENDEKATAN BIMBINGAN TEKNIS BUDIDAYA AYAM BANGKOK DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PETERNAK Musram Abadi; La Ode Saidi; Rahim Aka; La Ode Nafiu; Rusli Badaruddin; Hamdan Has; Hairil A Hadini; Amiluddin Indi; Putu Nara Kusuma Prasanjaya
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v2i2.1452

Abstract

Sindangkasih merupakan salah satu desa penempatan transmigrasi pertama di Sulawesi Tenggara sejak tahun 1968 asal Jawa Barat  yang berada di wilayah Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Mata pencaharian masyarakatnya selain beternak sapi Bali dan ayam buras (bukan ras) adalah bertani palawija dan hortikultura yang mempunyai beberapa kelompok tani-ternak diantaranya Kelompok Ternak Parahiyangan. Namun seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, maka sejak  tahun  2015  peternak  setempat  mulai  membudidayakan  ayam  buras  dari keturunan Ayam Bangkok yang pertumbuhannya dirasakan relatif  lebih baik, dibandingkan ayam kampung biasa, sehingga ayam Bangkok dibudidayakan untuk tujuan wirausaha yang berorientasi bisnis.Namun demikian,  beberapa  kendala  yang  menjadi  keluhan  peternak  mitra untuk pengembangan dan keberlanjutan usaha adalah organisasi kelompok yang belum berjalan dengan baik serta pemahaman teknik budidaya ayam Bangkok juga belum optimal, hanya mengandalkan cara pengeraman alami, kondisi fasilitas kandang relatif sederhana dan dibuat seadanya. Kebersihan dan sanitasi kandang tidak diperhatikan dengan baik, karena feses ayam berserakan dalam kandang dan tidak ada upaya pengolahan lanjut menjadi pupuk organik. Kelompok mitra belum memahami cara memformulasi ransum sebagai upaya diversifikasi beragam jenis pakan yang memenuhi standar baku mutu seperti penyediaan pakan secara mandiri  (pellet).  Pemasaran  ayam  hanya  dijual  di  pasar-pasar  tradisional  dengan jumlah yang relatif terbatas.Berdasarkan hasil diskusi dengan kelompok mitra maka target yang ingin dicapai setelah pelaksanaan program PKM adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak tentang: (1) manajemen kelompok; (2) teknik budidaya ayam Bangkok; (3) pembuatan kandang yang memenuhi syarat teknis dan kesehatan; (4) penggunaan mesin tetas; (5) penggunaan probiotik, vaksin dan pengobatan ayam yang sakit; (6) pembuatan pellet secara mandiri menggunakan mesin tepat guna; (7) pembuatan pupuk organik; (8) promosi produk melalui media cetak seperti poster, dan leaflet; (9) perluasan pasar melalui pasar moderen (swalayan) dan warung makan sebagai konsumen potensial.Berdasarkan hasil kegiatan pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pada Kelompok Ternak Ayam Bangkok Parahiyangan di Desa Sindangkasih Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan melalui penyuluhan dan bimbingan teknis, diharapkan memberikan manfaat terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak ayam Bangkok dengan memanfaatkan teknologi tepat guna serta perbaikan sistem pemeliharaan secara intensif  guna meningkatkan pendapatan keluarga peternak ayam Bangkok.
APLIKASI TEKNOLOGI BOKASHI PADA PENGOLAHAN LIMBAH KOTORAN SAPI DI KELOMPOK TANI LESTARI DESA ANDOOLO UTAMA KECAMATAN BUKE KABUPATEN KONAWE SELATAN Firman Nasiu; Dedem Sutopo; Hairil Adzulyatno Hadini; Syamsuddin Syamsuddin; Purnaning Dhian Isnaeni; Putu Nara Kusuma Prasanjaya
JURNAL PengaMAS Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v1i1.720

Abstract

Kelompok Tani Lestari merupakan kelompok tani yang dibentuk pada tahun 2010 di Desa AndooloUtama Kecamatan Buke Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara yang saat iniberanggotakan 26 orang. Sistem pemeliharaan semi intensif yang dijalankan memberikan peluangpendapatan usaha yang lebih baik karena peternak dapat melaksanakan pengolahan kotoran ternaksapi menjadi pupuk organik. Dengan adanya kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini,tim pelaksana kegiatan akan berperan serta aktif dalam membantu meningkatkan pemahanan danketerampilan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah secara optimal melalui penyuluhan,bimbingan teknis, serta demonstrasi plot (demplot). Program kemitraan kepada masyarakat yangdilaksanakan disambut dengan sangat baik oleh seluruh anggota kelompok dan masyarakat sekitardan diharapkan dengan bertambahnya pengetahuan dan pemahaman tentang pengolahan pupukorganik dapat memberikan pengaruh positif bagi peningkatan pendapatan peternak.
PEMERIKSAAN DAN PENYULUHAN DIABETES MELITUS PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAMBESI 2018 fera the; Andi Sitti Nur Afiah
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian telah dilaksanakan pada kelompok lanjut usia dalam wilayah kerja Puskesmas Gambesi Ternate Selatan, Maluku Utara. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan selama 2 hari yaitu, 7-8 Juli 2018. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pelayanan kesehatan kepada lansia, meningkatkan jiwa sosial dari Civitas Akademika Fakultas Kedokteran Universitas Khairun Ternate dan meningkatkan wawasan kepada masyarakat melalui penyuluhan tentang masalah kesehatan yaitu diabetes melitus sehingga masyarakat mampu berperan aktif dalam gerakan pola hidup sehat di lingkungannya. Hasil dari kegiatan ini adalah tekanan darah tinggi 20 orang dan gula darah yang tinggi 10 orang. Masyarakat diberikan penyuluhan tentang diabetes melitus, sehingga masyarakat dapat melakukan pencegahan terhadap penyakit tersebut dan menghindari komplikasi bagi masyarakat yang sudah terkena diabetes.
APLIKASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN PAKAN UNTUK MENDUKUNG PETANI JAGUNG MELALUI PRODUKSI PELET KOMPLIT Widhi Kurniawan; Wa Laili Salido; Syamsuddin Syamsuddin; Purnaning Dhian Isnaeni
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v2i2.1444

Abstract

Program swasembada Pajale adalah program pemerintah melalui Kementerian Pertanian untuk meningkatkan swasembada pangan, salah satunya adalah jagung. Hasil panen jagung yang melimpah kurang memberikan kontribusi secara ekonomi pada petani karena rendahnya harga jagung. Petani tidak memiliki keterampilan untuk mengolah jagung menjadi komoditas lain yang bernilai jual lebih tinggi. Kelebihan jagung yang tersedia di Desa Alebo Kecamatan Konda dapat dimanfaatkan sebagai pakan komplit ayam kampung dan diharapkan dapat menjadi sumber pakan utama bagi peternak ayam kampung di Sulawei Tenggara. Target dan luaran yang ingin dicapai dari kegiatan PKM ini adalah peningkatan pendapatan petani melalui diversifikasi produk (pakan ayam kampung pellet), peningkatan nilai jual jagung, peningkatan motivasi, pengetahuan, dan keterampilan petani tentang teknologi pengolahan pakan, manajemen pemeliharaan ayam kampung, dan kesehatan ternak, serta luaran fisik berupa rumah produksi pakan, dan pakan pelet komplit pakan ayam kampong berbahan dasar jagung.
PENGEMBANGAN SENTRA USAHA BUDIDAYAIKAN NILA DI TAMBAK UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA, KALIBONE KABUPATEN PANGKEP Jayadi Jayadi; Andi Asni; Ilmiah Ilmiah; Ida Rosada
JURNAL PengaMAS Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v3i1.1822

Abstract

Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) Berbasis Usaha Akuakultur Terpadu bertujuan  mengembangkan kemandirian ekonomi kampus dan budaya wirausaha mahasiswa dengan membuat demplot percontohan budidaya ikan nila secara semi intensif dan sistem modular di tambak. Kegiatan dilaksanakan di Tambak Universitas Muslim Indonesia, Kalibone Dusun Parreang, Desa Bontolangkasa Kecamatan Minasa Te’ne Kabupaten  Pangkep. Padat penebaran ikan nila di tambak 5 ekor/m2. Kegiatan pengelolaan budidaya semi intensif meliuputi: pengolahan tanah, pengaturan kualitas air, menumbuhkan pakan alami, pemberian pakan tambahan, pemberantasan hama dan monitoring pertumbuhannya. Sistem modular yaitu sistem pemeliharan berpindah dari satu tempat pemeliharaan ke tempat pemeliharaan lainnya.  Prosedur pemeliharaan ikan yaitu pakan buatan yang diberikan berkadar protein 35 % dan campuran  probiotik. Frekwensi pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari dengan dosis 5-7 % dari berat tubuhnya, Kualitas air pemeliharaan yaitu suhu air berkisar 27,0-29,0°C,  pH 6,0-6,7 dan  salinitas 7- 10 ppt, dengan laju pertumbuhan berat sebesar 5,46 – 6.37 % selama pemeliharaan 5 bulan. Berdasarkan analisis finansial diperoleh total pendapatan dalam 2 siklus pemeliharaan ikan nila adalah Rp. 30.220.000. R/C ratio yaitu sama dengan 1 artinya inovasi teknologi budidaya ikan nila semi intensif dengan sistem modular di tambak masih layak untuk dilaksanakan dan periode pengembalian adalah 0,32 tahun (3,84 bulan).
IbM KELOMPOK PETERNAK DESA OBA KECAMATAN OBA UTARA KOTA TIDORE KEPULAUAN Hasriani Ishak
JURNAL PengaMAS Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v1i2.903

Abstract

Kegiatan IbM ini merupakan kegiatan kolaborasi antara tim IbM dariUniversitas Khairun Ternate dengan mitra yaitu kelompok peternak Mandiri danSejahtera. Masalah yang disepakati untuk diselesaikan melalui programIbM iniadalahmemberikan pengetahuan tentang formulasi pakan ternak ruminansiayangmemanfaatkan limbah pertanian atau peternakan yang berpotensi sebagai pakan ternakalternatif dan memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan kotoranternak yangdiusahakan menjadi peluang usaha lain yaitu pupuk organik berkualitas. Selanjutnyadiberikan pelatihan tentang pemanfaatan litter broiler dalam formulasi ransum ternakruminansia dan pelatihan pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak dan sampahrumah tangga. Target dan luaran darikegiatan ini adalah penyuluhan dan pelatihanpembuatan silase dan penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organikberkualitas.Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahap yaitu penyuluhan, pelatihan,dan penerapan. Untuk mengetahui peningkatan pemahaman peternak dirancang suatuevaluasi yang dilakukan di awal (pre test) dan akhir kegiatan (post test). Kegiatan IbMyang berupa penyuluhan dan pelatihan dapat meningkatkan secara nyata pengetahuananggota mitra terhadap pengetahuan tentang pemanfaatan silasedan manfaatnyasertapupuk organik dari kotoran ternak.
PELATIHAN PEMODELAN DAN ANIMASI TEKNIK 3DS MAX UNTUK MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK DALAM MENYONGSONG DUNIA KERJA witono hardi; Utdin Furqon Amali
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komputer yang ditandai dengan berkembangnya dunia komputer grafis, baik perangkat keras maupun perangkat lunak, secara langsung telah mempengaruhi dunia keteknikan secara umum. Hampir semua bidang keteknikan tidak pernah lepas dari penggunaan komputer. Demikian juga dalam bidang pemodelan di dunia teknik yang semakin canggih dengan penggunaan komputer berspesifikasi tinggi yang menunjang proses produksi.Penggunaan salah satu paket program 3 DS max sebagai salah satu media desain berbantuan computer (Computer Aided Desain) memberikan kemudahan bagi seorang sarjana teknik dalam menyampaikan ide dan kreasi berupa gambar 3 dimensi yang bisa dianimasikan agar masyarakat awam sekalipun faham dengan produk yang disampaikan.Pengabdian masyarakat pemodelan 3 Dimensi dengan 3DS MAX ini telah dilakukan pada bulan Oktober-November 2018 dan diikuti para peserta dari mahasiswa di Fakultas Teknik Universitas Khairun. Beberapa mahasiswa sebelumnya telah mendapatkan pelatihan metode gambar yang lain seperti AutoCAD, sebagian yang lain belum pernah sama sekali mendapatkan pelatihan. Pada akhir pelatihan dilakukan evaluasi untuk mengetahui perkembangan kemampuannya selama melakukan pelatihan. Beberapa kendala yang timbul adalah spesifikasi komputer yang dipakai mahasiswa kurang memenuhi kebutuhan pemodelan khususnya pada animasi 3 dimensi dan rendering yang melibatkan material yang komplek. Namun demikian pada prinsipnya dasar-dasar pemodelan 3 D telah tersampaikan dengan baik.

Page 4 of 25 | Total Record : 247