cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25491628     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Proses Pemulihan Gangguan Bipolar Tokoh Niskala Pada Film Kukira Kau Rumah Karya Umay Shahab (Kajian Psikologi Sosial Gordon Allport) Ningrum, Olivia Sekar
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 19, No 2: 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.19.2.125-137

Abstract

INTISARIUsaha untuk mengedukasi masyarakat luas mengenai pentingnya kesehatan mental terus dilakukan. Salah satu media yang digunakan untuk menyampaikan pesan pentingnya kesehatan mental yaitu melalui sastra. Film Kukira Kau Rumah karya sutradara Umay Shahab menjadi salah satu karya sastra yang mengangkat isu pentingnya dukungan sosial bagi penyintas gangguan kesehatan mental. Edukasi tersebut disampaikan melalui kehadiran tokoh Niskala yang mengidap gangguan bipolar. Hal tersebutlah yang membuat film ini sarat dengan unsur psikologi, khususnya psikologi sosial. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh interaksi sosial terhadap proses pemulihan gangguan bipolar yang dialami oleh tokoh Niskala. Penelitian yang berbasis deskriptif kualitatif ini menggunakan metode kepustakaan dalam tahapan pengumpulan data, analisis data dan penyajian data. Data yang diambil berupa tangkapan layar adegan dan dialog dalam film. Berdasarkan teori psikologi sosial Gordon Allport yang digunakan dalam penelitian ini peneliti menemukan hasil bahwa dukungan sosial berpengaruh terhadap proses pemulihan gangguan bipolar yang dijalani oleh tokoh Niskala. Interaksi sosial dengan keluarga dan pasangan menjadi yang paling berpengaruh terhadap penerimaan tokoh Niskala terhadap gangguan bipolar yang dimilikinya.  Kata kunci: psikologi sosial, bipolar, film, Gordon Allport.
Kondisi Trauma Tokoh Utama Novel Leiden Karya Dwi Nur Rahmawati (Kajian Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disoders V) Muslikhah, Azizah Vina
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 19, No 2: 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.19.2.53-69

Abstract

Novel Leiden karya Dwi Nur Rahmawati memuat tokoh utama yang menghadapi banyak tekanan dan penderitaan dalam hidup yang mengakibatkan trauma. Oleh sebab itu, selain menjelaskan struktur fiksi, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kondisi trauma berupa faktor penyebab trauma dan wujud trauma yang dialami oleh tokoh utama. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra untuk menganalisis data secara mendalam. Sementara teori yang menjadi landasan penelitian adalah teori struktur fiksi dan teori Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders V (DSM-V). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, analisis struktur fiksi berupa tokoh dan penokohan, serta alur pengaluran. Kedua, faktor penyebab trauma yang dialami oleh tokoh Rhea meliputi: 1) pengalaman traumatis, 2) perasaan kehilangan, 3) pelecehan seksual, 4) kekerasan, 5) lingkungan yang tidak aman, 6) ketidaknyamanan pada masa kecil. Ketiga, tokoh Rhea mengalami tiga gejala trauma meliputi: Gangguan Stres Akut (Acute Stress Disorder), Gangguan Stres Pasca-Trauma (Post-Traumatic Stress Disorder), dan Gangguan Penyesuaian (Adjustment Disorder). Tokoh utama menunjukkan gejala ASD seperti kecemasan ekstrem dan ingatan intrusif. Setelah itu gejala berkembang menjadi PTSD yang ditandai dengan mimpi buruk, perubahan negatif dalam kognisi dan suasana hati, serta peningkatan reaktivitas fisiologis. Selain itu, tokoh utama juga mengalami Gangguan Penyesuaian, yang terlihat dari kesulitan dalam beradaptasi dengan stresor baru yang timbul akibat peristiwa traumatis.Kata Kunci: kondisi trauma, DSM-V, psikologi sastra, kesehatan mental, novel Leiden
Norma Pernikahan Dalihan Natolu dan Padan pada Masyarakat Batak Toba dalam Film Mursala: Sebuah Kajian Sosiologi Sastra Simatupang, Bintang Raphael Cornelius
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 19, No 2: 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.19.2.138-155

Abstract

This research aims to reveal the marriage norms of Dalihan natolu and padan in the Toba Batak community in the film Mursala. The theories used in this research are film narrative theory according to Pratista and literary sociology according to Watt, namely literature as a mirror of society. The data collection method used is literature. Research is conducted through written and audio-visual sources such as videos. The material object of this research is the 100-minute film Mursala. The data taken are images and dialogue text in the film Mursala. The main formal object is marriage norms which are reviewed through the sociological theory of literature by Watt, namely literature as a reflection of society. Meanwhile, the presentation of the analysis results is in the form of a narrative description which is also accompanied by several pictures. The results of this research reveal that there are norms of natolu marriage and soul mate in the film Mursala, played by Anggiat Simbolon and Clarissa Saragih. The family relationship with the Anggiat clan, namely Simbolon and Clarissa, Saragih, are cousins based on the tarombo (genealogy) relationship as descendants of King Naiambaton. This makes their love relationship prohibited by the marriage norms of Dalihan Natolu and Padan. In the end, Anggiat Simbolon's love affair with Clarissa Saragih ended to avoid the heavy sanctions that apply to marriage norms in Toba Batak society, such as being expelled from her hometown and expelled from the scope of her clan. Apart from that, the customary sanctions that apply are related to myths and legends in the Toba Batak community and genetics in general. The Mursala film provides a moral message to the Toba Batak people, namely the importance of carrying out customs and norms that have been preserved for generations by the Ompu Sijolojolo Tubu (ancestors) so that they do not commit violations and are not subject to customary sanctions. More than that, this custom is carried out so that the Toba Batak people do not lose their identity as Toba Batak people. Keywords: Film Mursala, Batak Toba, dalihan natolu, padan, sosiologi sastra, naratif film.
Potensi Pola Perjalanan Wisata Berdasarkan Interpretasi Wisata Warisan (Studi Kasus Situs Pugung Raharjo Lampung Timur) Silalahi, Agnes Tresia
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 19, No 2: 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.19.2.70-88

Abstract

Great nations must be involved in preserving heritage sites to establish a real connection between a nation's past, present, and future. One of them is the Pugung Raharjo Site, which depicts the history and culture of the past Lampung people. Increasing awareness of the Site allows everyone worldwide to share ownership and responsibility for the Pugung Raharajo Archaeological Site. One effort is to identify potential tourist travel patterns so that the site will become a symbol of modernity and function as a wall to prevent the deconstruction of modernity. The qualitative method used in this research is a basis for interpreting history and culture data collection techniques, namely observation, interviews, and literature study. Potential travel patterns formed. Three travel patterns are formed based on motivation, distance, and time between destinations. The first travel pattern is the travel pattern of tourists who want to know the experiences and knowledge of the history and culture of Lampung society at the Pugung Raharjo site and its related destinations. The next pattern is the travel pattern of tourists who want to know the experience and knowledge of the formation of history and culture at the Pugung Raharjo Site from the Hindu-Buddhist Kingdom era and the Islamic Kingdom era. Interpretation and connection between history and culture are the main things in creating travel patterns. The travel patterns that are formed in the future can be used as a marketing strategy for destinations and tour packages so that destination development can have a wider impact. 
Modal Kapital Pimpinan CV. Penerbit Lakeisha terhadap Terbitan Genre Buku Fiksi Tahun 2023 (Arena Produksi Kultural) Sholekah, Saskia Hasri; Mukafi, Muhammad Hamdan
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 19, No 2: 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.19.2.18-26

Abstract

ABSTRACTThe object of this research is CV. Penerbit Lakeisha which was studied using 2 theories. Robert Escarpit's literary sociology theory as an umbrella theory in research and Bourdieu's cultural production arena theory as the core theory of analysis. This research is a qualitative method with data obtained through field research in the form of interviews, observation, and documentation. This research yields at least 3 results. First, the “power” arena of CV. Penerbit Lakeisha in the scope of Klaten district is one of the productive arenas in fighting over the legitimacy of works from writer agents. Second, the head of CV. Penerbit Lakeisha as the holder of power over all systems, has an accumulation of capital that will determine the decision to publish fiction books.Keywords: Arena of Cultural Production, Sociology of Literature, Distribution System, Capital, CV. Penerbit Lakeisha.
Resistensi Perempuan Bali terhadap Hegemoni Kasta dalam Novel Tarian Bumi Karya Oka Rusmini (Kajian Feminisme Multikultural) Nurzahra, Shafa Zahirah; Falah, Fajrul; Widyawati, Marta
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 19, No 2: 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.19.2.156-167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan resistensi perempuan Bali terhadap hegemoni kasta dalam novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini. Penelitian yang berbasis kualitatif deskriptif ini menggunakan metode pustaka dengan langkah pengumpulan data, analisis data, dan penyajian data. Hasil dari penelitian berperspektif feminisme multikultural terhadap novel ini, dapat diketahui bahwa dalam satu kebudayaan pun (kultur Bali), resistensi perempuan dimaknai secara beragam. Latar belakang kasta perempuan Bali dapat memengaruhi cara pandang mereka dalam melakukan resistensi. Perempuan Bali ada yang melakukan resistensi terhadap kasta dengan sebatas menaikkan status kastanya melalui pelanggaran atas larangan pernikahan berbeda kasta, yang dalam hal ini sebenarnya mereka masih larut dalam sistem kasta. Ada pula yang memandang bahwa untuk menjadi perempuan yang ideal harus mampu bebas menentukan pilihan, tanpa peduli dengan derajat dalam kasta. Novel ini secara dominan menyuarakan tentang konsepsi perempuan ideal dalam kultur Bali yang seharusnya memiliki kebebasan untuk memilih dan dihormati tanpa terbatas kelas.Kata Kunci: Perempuan, Bali, feminis, multikultural, kasta
Melampaui Maskulinitas Tradisional: Pelabelan ‘Boti’ pada Laki-Laki Pengguna Kosmetik Solikhin, Farkhan; Hanjani, Vania Pramudita
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.20.1.155-168

Abstract

Kosmetik menjadi produk yang dalam perkembangannya selalu dikaitkan dengan kecantikan, perempuan, serta feminitas. Namun, dewasa ini produk kosmetik telah memiliki segmen pasar baru yang menyasar pada konsumen laki-laki. Indonesia dengan masyarakat yang masih diilhami budaya patriarki serta maskulinitas hegemonik yang kental melihat kosmetik sebagai bagian dari nilai-nilai feminin. Standar maskulinitas telah mengatur bagaimana seorang laki-laki dianggap ideal lewat fisik, sikap, serta mentalitasnya. Ini membuat laki-laki pengguna produk kosmetik dipandang sebagai laki-laki feminin. Kelompok ini tersubordinasi dan mendapatkan stigma dari masyarakat dengan sebutan boti. Kata boti yang sebenarnya berasal dari bahasa gay akhirnya mengalami pergeseran makna. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode netnografi serta studi pustaka dalam proses pengumpulan data. Teori Maskulinitas Hegemonik milik Connell serta Teori Stigmatisasi milik Goffman dikolaborasikan sebagai pisau analisis yang hasilnya menunjukkan standar maskulinitas yang berlebihan yang ditujukan pada laki-laki pengguna produk kosmetik salah satunya didasari kesalahan pemaknaan kosmetik dalam masyarakat awam. Hal ini pula yang mendasari munculnya stigma boti di masyarakat. Padahal, seiring berkembangnya zaman, maskulinitas berdinamika menghasilkan nilai maskulinitas baru yang disebut sebagai soft masculinity.
Dinamika Kuasa Adat, Kekerabatan, dan Kemunduran Budaya: Studi Kritis atas Transformasi Sosial di Nagari Peninggalan Kerajaan Pagaruyung Ramadhan, Al Hafiz Rasya; Yusuf, Hudaidah
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.20.1.109-117

Abstract

The Kingdom of Pagaruyung was one of the most important centers of culture and government in Sumatra in the past, especially for the Minangkabau people. This article discusses descriptively the role of the Pagaruyung Kingdom in shaping the social structure, government system, and the development of customary and religious values in the Minangkabau environment. Using a qualitative approach through a literature study, this article explores how the Rajo Tigo Selo collective government system was implemented, as well as how customary law and matrilineal structure played a role in maintaining social harmony. In addition, the integration of adat and Islam is the main force that makes Pagaruyung a center of cultural value stability that has been preserved to this day. Despite the kingdom's political decline due to colonialism and internal conflict, its influence remains strong in the lives of Minang people today, making it a living symbol of cultural heritage. This article aims to strengthen the understanding of Pagaruyung's importance in Minangkabau history and identity as a whole. Kerajaan Pagaruyung merupakan salah satu pusat kebudayaan dan pemerintahan terpenting di wilayah Sumatra pada masa lampau, khususnya bagi masyarakat Minangkabau. Artikel ini membahas secara deskriptif tentang peran Kerajaan Pagaruyung dalam membentuk struktur sosial, sistem pemerintahan, serta pengembangan nilai-nilai adat dan keagamaan di lingkungan Minangkabau. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, artikel ini menelusuri bagaimana sistem pemerintahan kolektif Rajo Tigo Selo dijalankan, serta bagaimana hukum adat dan struktur matrilineal berperan dalam menjaga harmoni sosial. Selain itu, integrasi antara adat dan Islam menjadi kekuatan utama yang menjadikan Pagaruyung sebagai pusat stabilitas nilai budaya yang lestari hingga kini. Meskipun secara politik kerajaan ini mengalami kemunduran akibat kolonialisme dan konflik internal, pengaruhnya tetap kuat dalam kehidupan masyarakat Minang masa kini, menjadikannya simbol warisan budaya yang hidup. Artikel ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman akan pentingnya Pagaruyung dalam sejarah dan identitas Minangkabau secara menyeluruh.
Rekonstruksi Geneologis dan Analisis Nilai – Nilai Spiritualitas dalam Legenda Ratu Roro Kidul: Kajian Sastra Lisan Damayanti, Fira Nur Vianingtias; Taum, Yoseph Yapi
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.20.1.29-47

Abstract

Cerita tentang Roro Kidul merupakan mitos atau legenda yang terkenal di Indonesia. Cerita ini berkaitan dengan kepercayaan akan adanya seorang ratu yang menjadi penguasa Pantai Selatan yang memiliki beberapa versi di setiap daerah. Ada yang menyebut Roro Kidul sebagai Nyai Roro Kidul, Kanjeng Ratu Kidul, Lara Kidul, dan sebagainya. penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi pada pemahaman tentang mitos Roro Kidul, dengan fokus khusus pada aspek genealogis dan spiritualitasnya. Oleh sebab itu, pendekatan tradisi lisan, dengan menggunakan teori geneologis dan spiritualitas dipilih untuk menjawab topik tersebut. Konsep-konsep utama yang digunakan untuk penelitian ini, yaitu konsep mitosologi, genealogi, kepercayaan tradisional, spiritualitas, interaksi budaya, dan keragaman budaya. Konsep-konsep ini digunakan sebagai kerangka konseptual dasar untuk memahami fenomena penelitian ini. Metode penelitian adalah kajian Pustaka dan studi lapangan. Hasil penelitian ini mengungkap narasi tentang Roro Kidul memiliki banyak versi yang berkembang di berbagai daerah (Yogyakarta, Palabuhratu, Solo dan Jakarta) narasi tersebut digunakan sebagai alat legitimasi politik dan spiritual, serta mencerminkan identitas budaya masyarakat. Roro Kidul juga dianggap sebagai entitas spiritual yang memengaruhi kehidupan sosial dan budaya. Meskipun pemahaman tentangnya berubah seiring waktu, esensi spiritualitas dan pengaruhnya terhadap keseimbangan alam dan kehidupan manusia tetap dipertahankan.
Nilai-nilai yang Terkandung dalam Pertunjukan Silat Tari di Desa Tanjung Belit Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau Anjeli, Maduri; Idawati, Idawati
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.20.1.118-132

Abstract

Penelitian ini membahas tentang nilai-nilai yang terkandung dalam pertunjukan silat tari di Desa Tanjung Belit Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. Silat Tari ini merupakan salah satu ilmu bela diri yang digunakan masyarakat Tanjung Belit pada zaman dahulu, namun sekarang silat tari dipertunjukan untuk acara-acara penting seperti acara pernikahan, penyambutan tamu penting dan acara hiburan lainya. Metode penelitian yang digunakan berupa metode kualitati deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi sehingga data yang didapat lebih akurat. Teori pada penelitian ini menggunakan teori menurut UU Hamidy (2014:49) menyebutkan bahwa nilai adalah tata guna yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat, yang berupa norma-norma dalam masyarakat. Nilai-nilai yang terkandung dalam pertunjukan silat tari meluputi nilai agama, nilai tradisi, nilai moral dan nilai sosial. Hasil dari penelitian ini yaitu nilai agama pada pertunjukan silat tari terdapat pada gerak togak alif, gerak salam penghormatan dan busana yang digunakan pada saat pertunjukan. Nilai tradisi pada pertunjukan Silat tari terlihat pada alat musik yang digunakan sebagai alat musik pengiring pada pertunjukan silat tari. Nilai moral pada pertunjukan Silat tari terdapat pada gerak bocomin. Nilai sosial yang terkandung dalam pertunjukan silat tari dilihat bagaimana pertunjukan silat tari ini dapat menumbuhkan kebersamaan dan keakraban pada masyarakat pada pertunjukan silat tari tersebut.