cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25491628     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
Peran Pengetahuan dan Literasi Digital dalam Keberlanjutan UMKM Antoaquarium & Art di Desa Branjang, Ungaran Barat Arshanda, Rivalin; Asykariya, Ifroh Alfi; Malik, Ghiyats Al; Rafsanjani, Singgasana Ratu Zahra; Kentjana, Berliana Dhanieta Tirta; Utama, Faisal Tri; Ramadan, Alvito Arief; Citra P, Gusti Ayu Radeni; Mukafi, Muhammad Hamdan; Komariya, Siti; Pramudyo, Gani Nur
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 20, No 2 (2025): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 20 No. 2
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.20.2.38-59

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian lokal Indonesia, namun sering menghadapi tantangan keberlanjutan seperti keterbatasan modal, akses pasar, dan adopsi teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengetahuan dan literasi digital dalam mendukung keberlanjutan UMKM Antoaquarium & Art di Desa Branjang, Ungaran Barat, yang berfokus pada produksi aquascape berbahan lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus instrumental tunggal, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya manusia, seperti pengalaman dan keterampilan desain Mas Bagas, serta sumber daya tangible seperti kayu senggani, memberikan keunggulan kompetitif. Namun, rendahnya literasi digital, ditunjukkan oleh minimnya pemanfaatan media sosial, ketiadaan katalog digital, dan ketergantungan pada pemasaran konvensional, menghambat ekspansi pasar. Modal sosial yang kuat dengan pelanggan grosir mendukung stabilitas usaha, tetapi kurangnya jaringan eksternal membatasi pertumbuhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan literasi digital melalui pelatihan dan penguatan modal sosial dapat mengoptimalkan sumber daya untuk keberlanjutan UMKM Antoaquarium & Art, memungkinkan ekspansi pasar dan daya saing yang lebih baik di era digital.
Dari Gotong Royong ke Komodifikasi: Pergeseran Bentuk Ekonomi Melekat di Komunitas Pesisir Terdampak Banjir Rob di Kecamatan Sayung, Demak Purwanti, Tari; Azhar, Fadhilatul
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 20, No 2 (2025): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 20 No. 2
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.20.2.125-135

Abstract

Tidal flooding along the coast of Sayung, Demak, has transformed the community's socio-economic structure, particularly in the practice of mutual cooperation (gotong royong), which has now become a form of paid labor. This study aims to explain the commodification of mutual cooperation and how the community negotiates changing values of solidarity amidst ecological pressures. Using a qualitative approach with economic ethnography methods, the study involved 28 informants from various backgrounds, including fishermen, fishpond laborers, construction workers, and women who manage food stalls. The results indicate that the shift from voluntary mutual cooperation to a paid system is not simply a sign of weakening social morality, but rather a form of adaptation to economic needs and the loss of livelihoods. Using Karl Polanyi's framework of the embedded economy, this phenomenon is understood as a process of disembedding and re-embedding, in which market logic is adjusted to remain aligned with local social norms and moral values. These findings confirm that the Sayung community has formed a hybrid economy that maintains social solidarity amidst market pressures and ecological crises.
Genre Omegaverse pada Fiksi Penggemar Berbahasa Indonesia Dear John (2012) di Situs Web AO3: Kajian Sastra Siber Rahajeng, Ann Evelin
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 20, No 2 (2025): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 20 No. 2
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.20.2.60-75

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui omegaverse sebagai genre dalam karya fiksi penggemar berbahasa Indonesia Dear John (2012) di situs web AO3. Teori struktur narasi, fiksi penggemar, dan genre omegaverse digunakan dalam menyelesaikan permasalahan ini. Data-data dalam penelitian diambil ini dari karya fiksi penggemar omegaverse berbahasa Indonesia Dear John (2012) yang mengambil kanon dari serial televisi Inggris, Sherlock (2010-2017). Metode kualitatif, studi pustaka melalui interpretasi dan penafsiran objektif turut dipakai guna menganalisis data. Sedangkan dalam menyajikan hasil analisis datanya, digunakan deskripsi naratif yang disertai tangkapan layer, tabel, dan bagan dari objek yang dipakai dalam penelitian ini.        Temuan pada penelitian ini mengungkapkan bahwa dari analisis stuktural Dear John (2012) diketahui bahwa dalam membangun narasi cerita omegaverse-nya ditemukan unsur-unsur khas. Kesimpulan tersebut dapat dihasilkan melalui struktur kebangunan narasi yang terangkum dalam formula genre omegaverse, yakni: alfa, beta, dan omega; mate dan feromon; marking; heat/rut; dan knot. Omegaverse merupakan cerita fiksi yang mengadopsi bentuk hierarki dalam gerombolan serigala yang terbagi dalam tiga macam sub-jenis kelamin berdasarkan dua jenis kelamin utama (male dan female), yaitu pihak dominan atau alfa, pihak submisif atau omega, dan pihak beta yang berada diantaranya. Dalam menjalankan fungsi sub-jenis kelamin tersebut, tokoh-tokoh Dear John (2012) digambarkan hidup dalam aspek tingkah-laku, seksual, fisik, dan sosial secara berpasangan yang disebut mate. Dalam situasi tertentu, tubuh mereka berkemampuan untuk menguarkan aroma khusus yang disebut feromon. Masing-masing individu ABO akan menemukan pasangan melalui kesesuaian feromon. Guna mengklaim pasangan mereka, seorang alfa akan melakukan gigitan yang memberi tanda kepemilikan kepada beta/omega yang disebut dengan marking. Bentuk hubungan seksual di antara mate dapat terjadi saat salah satu atau kedua pihak berada dalam fase birahi yang diistilahkan dengan heat bagi omega, dan rut bagi alfa. Kata Kunci: genre omegaverse, fiksi penggemar, situs web AO3, formula narasi, sastra siber
Perpaduan Budaya dalam Modernisasi Busana Muslimah di Yogyakarta, 1950-1980 Ahsan, Muhammad Fikri Fikri
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 20, No 2 (2025): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 20 No. 2
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.20.2.136-147

Abstract

The entry of post-independence globalization also influenced the Muslim fashion models in Yogyakarta. This phenomenon is interesting to see how Muslim women adjust their appearance to keep looking polite in the midst of the onslaught of incoming western fashion trends. Specifically, this study will discuss the cultural fusion in the modernization of Muslim women's clothing in Yogyakarta in 1950-1990. The purpose of this study is to reveal how the original appearance of Muslim women in Yogyakarta before the entry of Western culture, then find out how the results of the integration of Western clothing with Muslim women's clothing, as well as explain what are the factors behind Muslim women in Yogyakarta in modernizing their clothing. This research data was collected from various newspapers published in Indonesia, especially Yogyakarta and several relevant scientific papers. The result of this research is the imitation of appearance style by Muslim women in Yogyakarta with the addition of accessories in their clothing. In addition, the integration of two cultural elements in Muslim women's clothing in Yogyakarta which then gave birth to a new style of clothing, namely overalls and headscarves that look more modern. Through this research, it is also known the factors that cause the fusion of these cultures such as the factors of print media and the Iranian revolution in 1979 which became a turning point in the rise of Islam in Indonesia.
Puanhayati Jawa Tengah Sebagai Media Aktualisasi Perempuan dan Pelestarian Budaya Angga, Vicky Verry; Purwanti, Eni; Dieni, Novita Al Ihyak; Hayati, Endah Dwi
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 20, No 2 (2025): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 20 No. 2
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.20.2.76-87

Abstract

Puanhayati is an organization of women adherents of the Indigenous Faith (Kepercayaan Terhadap Tuhan YME) that serves as a platform for self-actualization and the advocacy of women's rights in social, cultural, and national spheres. Since its declaration in 2017, Puanhayati has expanded its network to the provincial and district/city levels, with Central Java being one of its most active regions. The organization runs programs focused on economic empowerment, education and regeneration of spiritual values, advocacy of constitutional rights, strengthening of identity and leadership, and the preservation of local culture. Through culture-based training such as batik-making, Puanhayati plays a role in both preserving cultural heritage and enhancing the capacity of women adherents. Its commitment to national unity and diversity makes Puanhayati not only a platform for rights advocacy but also an agent of cultural and spiritual preservation. Puanhayati has proven its strategic role in empowering women adherents toward a more inclusive and just society.
Digitalisasi Budaya Jawa dalam Webtoon “Uniknya Orang Jawa” Karya Wangsit Raditya Amalia, Anindita Fikri; Zahro, Arindita Fatkhiyatuz
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 20, No 2 (2025): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 20 No. 2
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.20.2.1-11

Abstract

Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengungkapkan proses digitalisasi yang ada dalam Webtoon “Uniknya Orang Jawa” karya Wangsit Raditya. Pada penelitian ini digunakan teori difusi inovasi, new media, dan digitalisasi. Adapun hasil yang ditemukan dari penelitian ini yaitu dalam proses perkembangannya, digitalisasi Webtoon “Uniknya Orang Jawa” karya Wangsit Raditya merupakan sebuah upaya yang digunakan untuk melestarikan kehidupan budaya Jawa dengan berdasarkan pada tahap-tahap difusi inovasi. Adapun digitalisasi budaya yang tampak dalam Webtoon “Uniknya Orang Jawa” karya Wangsit Raditya dapat terlihat dari media online yang dijadikan “rumah” untuk menyebarkan atau yang menjadi inovasi dalam menyebarkan kebudayaan Jawa yang dituliskan dalam menyebarkan kebudayaan Jawa yang dituliskan dalam karyanya. 
Perkembangan kebudayan Bidar di Desa Kuripan dari Tahun 1980-2009 khoirunnisa, Mutiara
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 20, No 2 (2025): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 20 No. 2
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.20.2.148-160

Abstract

Studi ini menganalisis sejarah kebudayaan Desa Kuripan, Kecamatan Empat Petulai Dangku, yang terletak di pinggiran Sungai Lematang. Kebudayaan Bidar ini menunjukkan simbol bahwa orang Kuripan memiliki karakter yang kuat. Desa Kuripan dikenal dengan perahunya, karena kendaraan utama selain sepeda motor adalah perahu. Penelitian ini bertujuan agar kebudayaan ini terus dikenal oleh orang luar, sehingga orang luar tahu bahwa di Kuripan juga terdapat perahu bidar. Dalam penelitian ini terdapat unsur perkembangan, pelestarian, dan puncak dari awal meriahnya perahu bidar. Peneliti berharap agar pembaca memiliki wawasan mengenai kebudayaan di Sumatera Selatan, kebudayaan bidar dikuripan masih dilaksanakan sampai saat ini perkembangnya dari tahun 1980-2009 itu cukup signifikat karna lebih meriah dan mendapat sambutan hanggat disetia tahunya metode dari penelitian ini mengunakan wawancara dan studi pustaka.
Citra Ayah Tunggal dalam Sastra Anak: Analisis Multimodal Ayahku Seorang Nelayan Rahma, Azizatur; Nur Hanif, Muhammad
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 20, No 2 (2025): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 20 No. 2
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.20.2.88-100

Abstract

AbstractThis study examines the representation of a single father figure in the Indonesian children’s picture book Ayahku Seorang Nelayan (My Father is a Fisherman) by Zunda. Using a qualitative method with a library research approach, this research analyzes both textual and visual elements to explore how the book portrays paternal roles. The theoretical framework of Paternal Behavior in Humans by Lamb (2014) is employed to identify aspects of fatherly involvement, namely interaction, availability, and responsibility. The findings show that the father character fulfills all three aspects, though availability appears less dominant due to his role as a single parent. The story, narrated from the child’s perspective, depicts a warm and affectionate relationship between father and child, emphasizing emotional closeness and everyday domestic involvement. The complementary relationship between words and pictures enhances the reader’s understanding of paternal responsibility and affection. Overall, this study highlights how modern Indonesian children’s literature reconstructs the image of fatherhood as nurturing, responsible, and emotionally present, contrasting traditional patriarchal depictions of fathers.Keywords: children’s literature, father representation, picture book, paternal involvement.Abstrak Penelitian ini membahas representasi figur ayah tunggal dalam buku cerita bergambar anak Ayahku Seorang Nelayan karya Zunda. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi pustaka, penelitian ini menganalisis unsur teks dan ilustrasi untuk mengungkap bagaimana buku tersebut merepresentasikan peran ayah. Kerangka teori yang digunakan adalah Paternal Behavior in Humans dari Lamb (2014), yang mencakup tiga aspek keterlibatan ayah: interaksi (interaction), ketersediaan (availability), dan tanggung jawab (responsibility). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Ayah dalam cerita memenuhi ketiga aspek tersebut, meskipun aspek ketersediaan tampak kurang dominan karena posisinya sebagai ayah tunggal. Cerita yang dinarasikan dari sudut pandang anak menggambarkan hubungan hangat dan penuh kasih antara ayah dan anak; menonjolkan kedekatan emosional dan keterlibatan domestik sehari-hari. Hubungan kata dan gambar yang saling melengkapi serta memperkuat makna tanggung jawab dan kasih sayang ayah. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa sastra anak Indonesia modern membangun ulang citra ayah sebagai sosok yang penyayang, bertanggung jawab, dan hadir secara emosional, berbeda dari citra ayah patriarkal yang tradisional.Kata Kunci: sastra anak, representasi ayah, buku bergambar, keterlibatan ayah
Pengembangan Media Digital sebagai Strategi Retorika Pemasaran Produk Resin Eco-Kultural Sigur.id di Desa Branjang, Ungaran Barat Agustin, Evi Yanti; Handaka, Theresia Rachel Aurelia; Saputri, Novellia Shafa Nur; A'la, Muhammad Faishal Rofiqil; Tedja, Muthia Fakhira; Devitasari, Rafaela Tiara; Patricia, Aretha Hanny; Nasution, Irzan Althaf Munif; Rachmadhani, Aulia; Mukafi, Muhammad Hamdan; Komariya, Siti; Pramudyo, Gani Nur
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 20, No 2 (2025): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 20 No. 2
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.20.2.12-24

Abstract

The purpose of this study is to evaluate the effectiveness of digital media in building cultural narratives while strengthening the position of UMKM products in the creative economy ecosystem. The method used is a mixed-methods approach, which combines qualitative and quantitative approaches simultaneously. Qualitative data were collected through semi-structured interviews, participant observation, and visual documentation, while quantitative data were obtained from social media insights, website metrics, and e-commerce performance. The literature review includes Aristotle's rhetorical theory (ethos, pathos, logos), the concept of MSME digitalization, and the eco-cultural storytelling approach. The results of the study show that digital media not only function as a promotional tool but also as a medium for preserving culture and forming the identity of local products. The rhetorical strategy applied was successful in creating emotional, logical, and credible engagement with the audience. In conclusion, the integration between technology and cultural values through a marketing rhetoric approach is able to build sustainable MSME positioning while strengthening a more meaningful digital cultural ecosystem.
Otentisitas di Era Platform: Kajian Multimodal dan Glokalisasi Promosi UMKM Batik Pekalongan-Lasem Istiningdias, Dini Sri; Ningtyas, Sulistya; Asri, Zietha Arlamanda
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 20, No 2 (2025): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 20 No. 2
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.20.2.161-177

Abstract

This study investigates how micro-entrepreneurs of Pekalongan–Lasem batik negotiate heritage and trendiness in digital promotional language. A corpus of 240 Instagram captions and 80 product visuals posted in 2025 is analyzed through multimodal discourse analysis, appraisal/stance modeling, and corpus-assisted techniques (frequency and collocation) to map lexis, hashtags, and visual framing. The analysis identifies two dominant constellations: a Heritage package foregrounding technique, provenance, and process credibility, and a Glam-Global package emphasizing exclusivity, scarcity, and release tempo. Hybrid glocal forms appear effective yet risk compressing cultural depth into cosmetic signifiers. The article contributes a culturally anchored account of enregisterment within commercial discourse and offers practical guidance for ethical, informative promotion by UMKM and cultural agencies. Implications include protecting indications of origin, strengthening buyer literacy, and encouraging responsible branding within creative economies and sustainability agendas, while offering a reproducible framework for evaluating identity work in small-enterprise marketing across heritage-rich sectors.