cover
Contact Name
Muh. Ilham Bakhtiar
Contact Email
ilhambakhtiar86@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ilhambakhtiar86@gmail.com
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 26217961     EISSN : 26217910     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal yang dikelola oleh Ilin Institute. Menerbitkan artikel kegiatan pengabdian pada masyarakat bidang pendidikan, sosial, pengembangan sumberdaya manusia, kesehatan, teknologi tepat guna, dan kesehatan memiliki e-ISSN: 2621-7910 dan p-ISSN: 2621-7961
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2023): Agustus" : 22 Documents clear
Peningkatan Kualitas Sosial-Ekonomi Masyarakat Melalui Penyuluhan Tentang Pencegahan Pernikahan Dini Asyiah, Ai Kusmiati; Sundari, Ristina Siti
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v6i1.1752

Abstract

Masa remaja adalah ketika pendidikan, pengalaman, dan pencarian jati diri atau jati diri ditampilkan apa adanya di lingkungannya. Namun lain halnya di Desa Parungponteng, Kecamatan Parungponteng. Banyak kasus sosial dan hukum yang menimpa warganya, yakni maraknya pernikahan di bawah umur. Batasan usia perkawinan telah diatur oleh undang-undang, meskipun untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah merupakan hak warga negara sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 untuk menyebarluaskan pemahaman tentang peraturan perundang-undangan yang mengaturnya. Pre-test dan post-test juga dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat. Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa pemahaman tentang pernikahan dini semakin meningkat. Hasil evaluasi pre-test rata-rata 48.60 m setelah post-test mencapai 69.56. Remaja melakukan pernikahan dini dengan rentang usia 15 sampai 17 tahun; beberapa yang baru berusia 13 tahun telah menikah karena faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan. Setelah mengetahui dan memahami, diharapkan ke depan masyarakat Desa Parungponteng dapat mematuhi aturan dan meningkatkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat melalui kegiatan pemanfaatan lahan yang dapat berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehingga pernikahan dini dapat dicegah.
Meningkatkan Pengetahuan Personal Safety Skill Siswa SD Dengan Permainan Kartu Berpasangan Ni Luh Putu Yunianti Suntari; IGK Gede Ngurah; Ni Putu Dessy Parmitha Sari; Ni Made Tariani; Dewa Gede Nata Raditya
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v6i1.1845

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu anak-anak SD memahami dan memiliki ketrampilan perlindungan diri dari kekerasan seksual. Kegiatan menggunakan metode pembelajaran dengan media kartu gambar berpasangan dilaksanakan di kelas yang terstruktur. Pendidikan ketrampilan mengenai seksualitas, berisikan materi yang bertujuan untuk mengurangi risiko kekerasan seksual pada murid sedolah dasar. Hasil kegiatan didapat adanya peningkatan pemahaman anak tentang perlindungan diri, keamanan serta keselamatan seksual, sebelum dan setelah pembelajaran dengan media kartu berpasangan. Sebelum belajar, mereka yang memiliki pemahaman baik ada 62,5%, kemudian mengalami peningkatan menjadi 87,5%. Jika sebelumnya, 28,57% anak memiliki pemahaman cukup, menurun menjadi 8,9%. Begitu juga pada anak yang memiliki pemahaman kurang. Selanjutnya tim pengabdi menggali apa yang dibutuhkan dan diperlukan pihak sekolah untuk membantu ketika menemukan murid yang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan terkait seksual. Dari hasil diskusi, menghasilkan panduan yang dapat membantu anak-anak untuk mendapatkan perlindungan.
Pengembangan Pembelajaran Berbasis STEAM Bagi Guru Sekolah Dasar Nadia Lutfi Choirunnisa; Suryanti Suryanti; Farida Istianah; Mintohari Mintohari; Julianto Julianto
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v6i1.1860

Abstract

Changes in the independent curriculum have made many teachers unprepared with appropriate learning innovations to be applied. With the STEAM-Based Learning Development Training activity for elementary school teachers, it is expected to be a forum for teachers to be able to plan STEAM learning that can be applied in schools. The training was attended by 40 elementary school teachers in Magetan Regency, which was held offline and online. The implementation of this training uses The Training Cycle method, which includes analysis, planning, implementation, and evaluation of training. The results of the training that have been held show that participants gain new knowledge about STEAM learning and its implementation in the independent curriculum. In addition, the trainees get a new ability to create STEAM-based teaching modules.
Peningkatan Keterampilan Pokdarwis melalui Pelatihan History Tour Guide sebagai Implementasi MBKM Model Pemberdayaan Desa Novi Triana Habsari; Khoirul Huda; Rida Fahas; S Soebijantoro; Yudi Hartono; Sieva Inda Nurdianti
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v6i1.1911

Abstract

Desa Kresek berpotensi dalam pengembangan sebagai desa wisata. Terutama keberadaan monumen Kresek yang menjadi nilai ketertarikan pariwisata. Monumen Kresek adalah kawasan wisata yang dibangun pada masa orde baru memiliki fungsi peristiwa di Madiun 1948. Dalam pengembangannya melibatkan masyarakat setempat dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kresek. Sejak awal Pokdarwis telah memiliki peran aktif dalam pengembangan wisata Monumen Kresek. Sejak adanya penataan, terjadi peningkatan pengunjung yang datang ke Monumen Kresek. Sesuai identifikasi kebutuhan awal terdapat temuan informasi untuk memperkuat eksistensi pengembangan wisata sejarah Monumen Kresek dalam branding rekreatif & edukatif perlu dipersiapkan sumber daya Pokdarwis kompeten supaya dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Terutama yang menjadi pemandu wisata yang hingga sekarang ini menjadi kendala prioritas. Metode pengabdian kepada masyarakat dengan pelatihan dan pendampingan dengan melibatkan 10 anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Prosedur tahapan kegiatan ini dengan analisa identifikasi kebutuhan berdasarkan hilirisasi temuan tim penelitian di tahun 2019 dan 2020 serta hasil survey dan catatan FGD stakeholder dan Pokdarwis, rencana pelaksanaan kegiatan untuk realisasi kegiatan, Implementasi penerapan pelatihan dan pendampingan kepemanduan wisata serta evaluasi dan tindak lanjut program.
Edukasi dan Pemeriksaan Kecacingan Arif Rahman Jabal; Indria Augustina; Agnes Immanuela Toemon; Arini Ratnasari
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v6i1.1926

Abstract

Infeksi cacing parasit dapat mempengaruhi konsentrasi siswa sekolah dasar dalam menerima pelajaran di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi cacing parasit yang menginfeksi siswa SDN 2 Kereng Bangkirai di Kota Palangka Raya. Spesies cacing yang ditemukan cacing Ascaris lumbricoides, hookworm, Trichuris trichiura, Enterobius vermucularis, dan Trichostrongylus orientali. Adapun solusi pertama adalah memberikan edukasi pencegahan kecacingan kepada siswa kelas 1-3. Luaran dari kegiatan ini memberikan pelatihan dalam bentuk materi dan diskusi. Kedua, memberikan edukasi mengenai jenis cacing dan siklus hidup parasit pada anak sekolah dasar kelas 1-3. Luaran kegiatan yaitu materi berupa video. Ketiga, melakukan pemeriksaan feses siswa kelas 1-3. Luaran yaitu mendeteksi telur cacing pada feses siswa. Terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi kecacingan pada kelas 1-3. Terdapat siswa yang terinfeksi kecacingan sebesar 35% dan siswa kelas 3 yang terbanyak terInfeksi kecacingan. Jenis cacing terbanyak menginfeksi siswa yaitu Toxocara sp. sebesar 79,4%.
Pengenalan Pembuatan Telur Bacem Dekoratif Malangan dengan Pewarna Alam Kayu Secang dan Teh Hijau Setianingsih, Tutik; Danar Purwonugroho; Yuniar Ponco Prananto; Afif Eka Rahma Setiyanto; Adi Kurnia Soesantyo; Silvi Zakiyatul Ilmiyah; Kashifa Maria Jihan
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v6i1.1944

Abstract

Activity of DPP-SPP 2022 community service was conducted with workshop method. Purpose of activity is to improve quality of Malang cullinary, especially chicken egg, to get more nutrious and healthy one using natural dyes such as green tea andsappan wood. The steps to make the decorative bacem egg included the boiling of eggs, decorative peeling of eggs, boiling of mixture (dyes, the decorative eggs, and spices), immersion, and peeling of the decorative bacem eggs. The workshop was performed with getting arround method and online counselling through youtube. Number of participants is 19 people. In the method, the participants take the book module and product examples. They filled evaluation form after tasting some products. In online workshop, counseling of the decorative bacem egg cooking was presented by the students. In other side, informations about nutritions, antioxidant substances, and health research about tea and sappan wood were given by the lecturers. Based on the evaluation, the most participants gave score of good for method, more decilious taste and interesting appearance for the decorative bacem eggs using sappan wood than tea, and planning of the technology application was mostly for bussiness.
Parenting Sex Education Sebagai Anticipatory Guidance Pada Anak Dengan Down Syndrome : Parenting Sex Education Sebagai Anticipatory Guidance Pada Anak Dengan Down Syndrome Fika Nur Indriasari; Prima Daniyati Kusuma
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v6i1.1947

Abstract

Abstrak. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orang tua terhadap perkembangan seksual pada anak berkebutuhan khusus serta meningkatkan komunikasi yang efektif dalam memberikan edukasi seksual kepada anak dengan down syndrome. Metode dalam kegiatan ini adalah ceramah interaktif sebanyak 32 peserta. Peserta kegiatan adalah wali siswa yang memiliki anak dengan down syndrome. Sebelum diberikan edukasi, peserta diberikan soal pre test dan sesudah diberikan edukasi, peserta diberikan soal post test. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan nilai p-value 0,004 artinya ada perbedaan yang signifikan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang pentingnya memberikan sex education pada anak dengan down syndrome. Pengetahuan peserta kegiatan mengalami peningkatan sebesar 46,9%. Simpulan dari kegiatan ini adalah kegiatan pengabdian dengan menggunakan metode ceramah interaktif dapat mendorong terwujudnya active learning dan diperlukan untuk memotivasi dalam belajar. Hal ini ditunjukkan dengan antusiasme dari peserta kegiatan. Kegiatan ini memberikan implikasi bahwa orang tua terutama yang memiliki anak berkebutuhan khusus seperti down syndrome memiliki kesadaran akan pentingnya memberikan edukasi seksual terhadap anaknya. Abstract This activity aims to increase parents' knowledge and understanding of sexual development in children with special needs and to improve effective communication in providing sexual education to children with Down syndrome. The method used is interactive lectures on 32 participants. The activity participants are the guardians of students who have children with Down syndrome. Participants were given a questionnaire before and after being given education. This activity showed the result that there was a p-value of 0.004, which means that there was a significant difference in the level of knowledge of the participants before and after being given education about the importance of giving sex education to children with Down syndrome. The participants' knowledge increased by 46.9%. The conclusion is that sexual education using the interactive lecture method can encourage active learning and is needed to motivate learning. The activity participants looked enthusiastic about participating in the parenting class. This activity implies that parents who have children with Down syndrome are aware of the importance of providing sexual education to their children.
Edukasi Bantuan Hidup Dasar dan Pelatihan AED Kepada Karyawan Hotel dalam Penanganan Henti Jantung Komang Trisna Sumadewi; Asri Lestarini; Aulia Iefan Datya
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v6i1.1956

Abstract

Abstrak. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan hotel dalam memberikan bantuan hidup dasar dan penggunaan alat AED dalam penanganan henti jantung. Metode pelaksanaan kegiatan melalui Focus Group Discussion, penyuluhan dan dialog interaktif, simulasi penggunaan alat AED dan perawatan alat AED. Evaluasi kegiatan melalui observasi keterlibatan peserta selama pelatihan berlangsung, penilaian peningkatan pengetahuan berdasarkan hasil pre-test dan post-test, dan observasi keterampilan peserta memberikan BHD dan menggunakan AED. Hasil pengabdian ini menunjukkan kegiatan berlangsung dengan baik, dengan antusiasme tinggi dari peserta yang terlibat. Telah terjadi peningkatan tingkat pengetahuan terkait pemberian bantuan hidup dasar dan penggunaan AED. Pada akhir kegiatan, peserta telah mampu memberikan pertolongan pertama RJP dan menggunakan AED. Peserta kegiatan diharapkan dapat menjadi peer educator bagi rekan kerjanya sehingga pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini berkesinambungan. Abstract. This community service’s objective is to improve the knowledge and skills of hotel employees in providing basic life support and using AEDs as first aid for out-of-hospital cardiac arrest. Focus group discussions, counseling, interactive dialogues, AEDs training, and AEDs service training were the methods applied. Evaluation of the program were assessing participant engagement, knowledge gained based on pre- and post-test results, and skills gained in providing basic life support and using AEDs. The outcomes demonstrate how successfully the training went and how highly motivated the participants were. Participants were able to provide first aid and use AEDs after the session. Participants are expected to become peer educators for their co-workers so that the knowledge and skills gained from this community service are sustainable.
Pengembangan Brand Guideline Merk Industri Susu Lokal Ica Purnamasari; Agung Winarno; Dani Irawan; Alby Aruna; Eka Putri Surya
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v6i1.1959

Abstract

Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung identik dengan industri susu lokal. Industri produk susu sapi desa ini telah menjangkau pasar regional dan nasional. Akan tetapi, observasi tim pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat menemukan bahwa industri susu sapi perah Desa Samar krisis terhadap citra merk (branding) dari produk yang sedang beredar dipasaran. Berkaitan dengan hal ini, pengembangan brand guideline yang mempunyai standar kelayakan terhadap peningkatan citra merk produk susu sapi perah Desa Samar menjadi hal darurat yang harus dilakukan. Melalui metode dan pendekatan asset based community develompent kegiatan ini mempunyai tujuan yang fokus terhadap perbaikan branding produk susu lokal agar citra dan daya tarik produk meningkat melalui standarisasi brand guideline. Kegiatan diperkuat dengan melibatkan 25 produsen susu sapi perah lokal. Untuk mengetahui validitas media yang dikembangkan, pelaksana kegiatan melakukan uji validitas media oleh validator materi dan validator ahli media. Hasil penerapan brand guideline produk susu lokal Desa Samar terjadi peningkatan pertumbuhkan daya jual susu lokal dan praktis digunakan sebagai daya dukung peningkatan kepercayaan citra merk industri yang dujikan selama empat bulan.
Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Simplisia, Ekstrak, dan Sediaan Jamu Serbuk Instan Kepada Guru dan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Farmasi Riskianto Riskianto; Jessica Novia; Fany Febriani; Yovita Diane Titiesari; Metta Tirta
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v6i1.1962

Abstract

Sosialisasi dan pelatihan pembuatan simplisia, ekstrak, dan sediaan jamu serbuk instan kepada guru dan siswa SMK Farmasi di kabupaten Tangerang, Banten bertujuan untuk memberikan tambahan ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam membuat sediaan obat tradisional yang memenuhi syarat mutu, khasiat, dan memiliki nilai jual. Metode pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu melakukan pemberian materi melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan simplisia, ekstrak, dan sediaan jamu serbuk instan dengan baik. Pada awal dan akhir kegiatan dilakukan pretest dan posttest, serta survei kepuasan peserta untuk mengetahui keberhasilan dari kegiatan PkM ini. Hasil yang diperoleh dari pretest dan posttest yaitu 75,40 % dan 96,83%, diketahui terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 21,43% dari 75,40% menjadi 96,83% yang tergolong dalam kategori sangat baik. Total rerata nilai skor hasil survey kepuasan peserta yaitu 18,59 dengan rerata % nilai 92,95%, hasil ini menunjukkan respon dari peserta terhadap kegiatan PkM ini tergolong dalam kategori sangat baik. Kesimpulan dari PkM ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan dari peserta terhadap pembuatan simplisia, ekstrak, dan sediaan jamu serbuk instan yang baik dan kepuasan peserta setalah Mengikuti kegiatan PkM tergolong dalam kategori sangat baik.

Page 1 of 3 | Total Record : 22