cover
Contact Name
Yori Yuliandra
Contact Email
yoriyuliandra@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jsfkonline@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis)
Published by Universitas Andalas
ISSN : 24077062     EISSN : 24425435     DOI : 10.25077
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Sains Farmasi & Klinis (J Sains Farm Klin) adalah jurnal ilmiah di bidang kefarmasian yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas bekerjasama dengan lembaga profesi "Ikatan Apoteker Indonesia" (IAI) daerah Sumatera Barat sejak tahun 2014.
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
Nilai IC50 Ekstrak dan Fraksi Daun Benalu Kersen terhadap Enzim Xantin Oksidase Sinulingga, Sadakata; Ng, Muniaty Sulam; Subandrate, Subandrate; Oswari, Liniyanti D.
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 10 No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.1.114-119.2023

Abstract

Kersen atau inang tanaman benalu kersen (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq) telah terbukti dapat menurunkan asam urat karena mengandung senyawa metabolit sekunder terutama flavonoid, sebuah senyawa berstruktur mirip xantin yang menginhibisi xantin oksidase secara kompetitif. Mengingat bahwa hemiparasit memiliki kandungan yang sama dengan inang, maka pada penelitian ini diuji kemampuan daun benalu kersen dalam menginhibisi xantin oksidase. Dilakukan ekstraksi etil asetat kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan 5 jenis rasio perbandingan pelarut polar etanol dan etil asetat yaitu F1 = 9:1, F2 = 7:3, F3 = 5:5, F4 = 3:7, dan F5 = 1:9. Hasil fraksinasi (F1 – F5) dan ekstrak dilakukan uji fitokimia dan teridentifikasi senyawa metabolit terpenoid, tanin, alkaloid dan flavonoid. Penelitian dilanjutkan dengan uji inhibisi xantin oksidase. Ekstrak dan fraksi daun benalu kersen diencerkan menjadi 5 konsentrasi yang berbeda yaitu 75; 150; 300; 600; dan 1200 mg/L. Kontrol positif pada penelitian ini adalah allopurinol, obat pilihan utama hiperurisemia. Nilai absorbansi setiap sampel digunakan untuk mencari persentase inhibisi enzim yang kemudian dianalisis secara regresi linear dan diperoleh nilai IC50. Nilai IC50 F1 – F5 dan ekstrak etil asetat daun benalu kersen tergolong sangat aktif dan secara berurutan sebesar 1,38 mg/L; 1,14 mg/L; 6,19 mg/L; 9,41 mg/L; 5,90 mg/L dan 9,86 mg/L.
Pengaruh Optimasi Lama Fermentasi Isolat Actinomycetes dan kontrol pH sebagai antimikroba pada Bakteri Salmonella typhi Mulyani, Anisa Sri; Bahar, Meiskha; Pasiak, Taufiq Fredrik; Fauziah, Cut
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 10 No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.1.120-128.2023

Abstract

Actinomycetes merupakan bakteri Gram positif, berbentuk batang panjang, dan dapat dimanfaatkan sebagai antimikroba karena dapat memproduksi senyawa metabolit sekunder. Faktor yang mempengaruhi produksi senyawa tersebut adalah waktu fermentasi dan pH. Salmonella typhi merupakan bakteri patogen yang menimbulkan penyakit demam tifoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama optimasi fermentasi isolat Actinomycetes dengan kontrol pH terhadap pertumbuhan bakteri S. typhi secara In Vitro. Jenis dan desain penelitian yang digunakan adalah studi true experimental dan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Media Starch Casein Agar (SCA) digunakan untuk membiakkan Isolat Actinomycetes lalu melakukan fermentasi pada media yang mengandung mannitol 2%, pepton 2%, dan glukosa 1% serta diinkubasi selama 1, 2 dan 3 hari. Metode uji aktivitas antimikroba menggunakan metode sumuran pada media Nutrient Agar (NA). Bakteri Actinomycetes dengan lama fermentasi 1, 2 dan 3 hari disertai dengan kontrol pH mampu menghambat pertumbuhan bakteri S.typhi dengan rata-rata zona hambat yang terbentuk yaitu 13,70 mm; 15,41 mm dan 15,09 mm. Uji Kruskal Wallis menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna terhadap zona hambat pada tiap kelompok perlakuan. Kelompok fermentasi hari ke-2 memiliki efektivitas antimikroba terbesar dengan nilai rata-rata zona hambat sebesar 15,41 mm. Mekanisme aktivitas antimikroba meliputi menghambat sintesis protein, menghambat dinding sel maupun menghambat sintesis DNA bakteri. Kata kunci: Actinomycetes; antimikroba; kontrol pH; lama fermentasi; Salmonella typhi
Medication Adherence, Glycemic Control and Quality of Life in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus: a cross-sectional study Eliza, Delila; Syafhan, Nadia Farhanah; Andrajati, Retnosari; Fitriani, Sri Wulandah
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 10 No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.1.21-27.2023

Abstract

Medication adherence is important in controlling blood sugar levels (HbA1c) in patients with Diabetes Mellitus (DM). Studies on the relationship between medication adherence and blood sugar control on the quality of life (QoL) in Type 2 DM patients are limited in Indonesia. This study aims to assess the relation between medication adherence with blood sugar control and the quality of life of Type 2 DM patients. This study used a cross-sectional design conducted at Universitas Indonesia Hospital. It used Medication Adherence questionnaires and EuroQoL 5D-5L questionnaires to assess patients’ medication adherence and quality of life. This study involved a total of 74 Type 2 DM patients with an average age of 57 ± 10.74 years. Medication adherence with good blood sugar control (HbA1c <7%) showed a significant relationship (p-value <0.05) with COR values of 3.74 (1.21 - 11.6) compared to non-adherent patients. But not on the QoL Index and VAS (Visual Analog Scale) values, where the value is lower in patients with high adherence and good blood sugar control. Factor asscociated with blood sugar controlled were comorbidites and medication adhrence while factor that associated with quality of life were comorbidities, ages, education and employment status
Penambatan Molekul dan Dinamika Molekul beberapa Fitokimia dari Acalypha Indica L. sebagai Inhibitor Matriks Metalloproteinase9 Asnawi, Aiyi; Febrina, Ellin; Aligita, Widhya; Yuliantini, Anne; Arfan, Arfan
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 10 No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.1.62-70.2023

Abstract

Berbagai efek farmakologis telah dikaji terhadap ekstrak dan islolat dari Acalypha Indica L. terutama terkait dengan aktifitas anti kanker. Matrix metalloproteinases MMP9 merupakan contoh yang sangat baik dari kelompok proteinase terpenting yang terlibat dalam sel metastatic/kanker. MMP9 telah dikaitkan dengan berbagai macam penyakit, termasuk sistem pernapasan, sistem autoimun, dan bahkan kanker. Maka dari itu, makalah ini bertujuan untuk mendapatkan senyawa pemandu dari beberapa fitokimia Acalypha Indica L. yang bertanggung jawab dalam migrasi sel dengan menggunakan penambatan molekul dan dinamika molekul. Ligan ditambatkan ke situs aktif struktur kristal MMP9 (PDB ID: 5UE4) menggunakan aplikasi AutoDock Release 4.2.6. Proses penambatan molekul divalidasi dengan melakukan penambatan ulang ligan alami pada sisi aktif MMP9. Selanjutnya, menggunakan GROMACS dilakukan simulasi dinamika molekul (MD) ditandem dengan algoritma gmx_MMGBSA dan gmx_MMGBSA_ana untuk menghitung energi ikatan dan kontribusi residu terhadap terhadap kestabilan kompleks. Hasil menunjukkan hanya satu ligan dari 36 ligan yang dievaluasi tidak mampu berikatan dengan sisi aktif MMP9, dan enam dari ligan mampu mengikatnya lebih negatif daripada ligan alami. Kompleks dengan ligan S54 dan S56 yang memiliki energi paling negatif tetapi dari sisi parameter lainnya, kompleks S56 paling stabil. Dapat disimpulkan, g-sitosterol asetat (S56) memiliki potensi untuk berfungsi sebagai senyawa pemandu untuk MMP9
Pemanfaatan Ekstrak Kulit Putih Semangka Dalam Sediaan Masker Clay Elfiyani, Rahmah; Nursal, Fith Khaira; Deviyolanda, Reza; Shifa, Shifa
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 10 No 2 (2023): J Sains Farm Klin 10(2), Agustus 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.2.218-225.2023

Abstract

Sitrulin yang terkandung dalam kulit putih semangka (Citrullus lanatus) memiliki aktivitas antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan kulit sehingga potensial diformulasikan dalam sediaan masker tipe clay. Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki pengaruh penggunaan basis (bentonit dan kaolin) dengan berbagai konsentrasi terhadap sifat fisik masker clay ekstrak kulit putih semangka (KPS). Ekstrak KPS dibuat dengan metode maserasi menggunakan cairan penyari etanol 70%. Selanjutnya, masker dibuat dengan variasi konsentrasi basis bentonit (20%, 25%, 30%, 35%) dan kaolin (20%, 24%, 28%, 32%). Pengujian sediaan meliputi organoleptis, homogenitas, pH, waktu mengering, daya sebar, viskositas dan sifat alir. Data yang diperoleh dari masker clay-bentonit dan masker clay-kaolin masing-masing dianalisa statistik menggunakan ANOVA satu arah. Masker clay dengan basis bentonit menunjukkan nilai pH pada rentang 3,38-4,86, dan daya sebar 2,24-4,15. Sedangkan masker clay dengan basis kaolin menunjukkan nilai pH 4,75-5,23, dan daya sebar 4,59-5,06. Hasil analisa statistik ANOVA satu arah pada masing-masing basis didapat nilai p<0,05 sehingga terdapat perbedaan signifikan terhadap waktu mengering, daya sebar, dan viskositas. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan konsentrasi basis dengan interval 4%-5% pada range 20 – 35% dapat menurunkan nilai pH, waktu mengering dan daya sebar serta meningkatkan viskositas masker clay ekstrak KPS. Penggunaan basis kaolin dalam masker clay membutuhkan konsentrasi lebih rendah dibandingkan basis bentonit untuk mendapatkan sifat fisik sediaan yang baik
Knowledge and Beliefs about the Use of Antibiotics in Society: A Questionnaire Study of Gorontalo Province, Indonesia Rasdianah, Nur; Akuba, Juliyanty; Nurrohwinta Djuwarno, Endah
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 10 No 3 (2023): J Sains Farm Klin 10(3), Desember 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.3.359-367.2023

Abstract

A lack of public understanding of the use of antibiotics has the potential to cause inappropriate use of antibiotics. The research aims to obtain information about the knowledge and beliefs of respondents regarding the use of antibiotics in Gorontalo Province.Methods: The study population is people over 18 years of age. Sampling was done randomly (N=384). Data was collected using a questionnaire and the results were analyzed using descriptive statistics.Results: Of the 384 respondents who met the inclusion and exclusion criteria, 55.99% of respondents knew that antibiotics had to be purchased with a doctor's prescription and that various types of antibiotics could be used for one type of bacterial infection (70.31%), antibiotics could be taken twice at the next dose (63.80%), accelerated recovery (60.16%), its use was stopped when symptoms disappeared (56.25%), the method of use was the same as other drugs (52.86) and effectively treated viruses (51.82). %), antibiotics can cause allergies (52.34%), resistance (59.38%), and bacterial resistance can increase if their use is not appropriate (48.96%). The results of the correlation analysis showed that there was a significant and unidirectional relationship between the two (rho=0.467).Conclusion: Respondents have adequate knowledge about antibiotics, resistance, and side effects but have inaccurate knowledge about the effectiveness of antibiotics for viral infections. Respondents have sufficient confidence that antibiotics cannot be obtained without a prescription, do not treat all diseases, and can cause resistance and side effects.
Pengecilan Ukuran Partikel Dan Karakterisasi kolagen dari Kulit Ikan Gabus (Channa Striata) Dengan Metode Ball Milling Agustin, Rini; Arta, Dwi Ramasepti; Nofita, Rahmi
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 10 No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.1.44-53.2023

Abstract

Isolasi kolagen dari kulit ikan biasanya menghasilkan kolagen dalam bentuk serat padat yang tidak larut dalam air. Pembentukan partikulat kolagen dalam ukuran yang lebih kecil bahkan sampai mencapai ukuran nanometer menjadi hal yang penting terkait dengan aplikasi farmasetis kolagen. terutama dalam pembentukan sistem dispersi kolagen untuk aplikasi topikal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan mikropartikulat kolagen hasil isolasi kulit ikan gabus (Channa striata) dalam ukuran yang lebih kecil menggunakan ball milling dengan variasi jumlah bola (75 dan 100 bola) dan  waktu penggilingan (30, 60, 120 dan 180 menit). Kolagen yang diperoleh dikarakterisasi sifat fisikokimianya meliputi ukuran partikel, sifat termal, pola difraksi sinar X, morfologi dengan SEM dan spektrum Infra merah. Mikropartikel kolagen dengan ball milling memiliki ukuran  4,653 µm dengan penggilingan yang optimal pada jumlah bola sebanyak 100 buah dalam waktu 120 menit. Karakteristik dari mikropartikel menunjukkan terjadinya pengurangan ukuran partikel pada kolagen, tidak terjadinya perubahan pada gugus fungsi dengan uji spektroskopi inframerah, adanya penurunan titik leleh dari hasil termogram DSC, penurunan intensitas pola difraksi sinar-X dan tampak fibril yang saling berhubungan dalam kumparan acak pada pengamatan dengan SEM. Dari penelitian ini dapat disimpulkan metoda ball milling untuk pengecilan ukuran partikel kolagen yang diisolasi dari kulit ikan gabus (Channa striata) dapat mengurangi ukuran partikel dengan penurunan 327 kali dan tidak terjadinya perubahan struktur triple helix pada kolagen hasil optimasi.
Optimasi Formula Emulgel Vitamin C dengan Pendekatan Simplex Lattice Design Taufik, Irfan Imam; Soewandhi, Sundani Nurono; Nugraha, Yuda Prasetya
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 10 No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.1.145-154.2023

Abstract

Vitamin C dalam bidang kosmetik memiliki banyak manfaat termasuk sebagai antioksidan. Akan tetapi sediaan vitamin C mudah teroksidasi dan mengalami perubahan warna sehingga perlu ditambahkan penstabil yang mampu menjaga kestabilan vitamin C selama pemakaian dan penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hydroxyethyl acrylate/sodium acryloyldimethyl taurate copolymer  dan natrium metabisulfit  terhadap karaktiristik emulgel vitamin C serta menentukan formula emulgel yang optimum melalui pendekatan Design of Experiment (DOE) dengan metode  Simplex Lattice Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel konsentrasi hydroxyethyl acrylate/sodium acryloyldimethyl taurate copolymer  dan natrium metabisulfit  memberikan pengaruh yang signifikan terhadap viskositas (P<0,05), pengujian kesukaan aroma (P<0,05), pengujian tekstur (P<0,05) dan kestabilan formula (P<0,05). Akan kedua bahan tersebut tetapi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai pH (P>0,05). Formulasi optimum dihasilkan dengan penambahan adalah 2,305% hydroxyethyl acrylate/sodium acryloyldimethyl taurate copolymer  dan 0,194 % natrium metabisulfit  dengan nilai desirability 0,633. Formula ini  memenuhi kriteria sediaan yang cukup baik, namun perlu dilakukan perbaikan aroma untuk meningkatkan penilaian kesukaan.
Pembentukan dan Karakterisasi Dispersi Padat Kandesartan Sileksetil-HPMC dengan Teknik Solvent Co-Evaporation Jessica, Adhitya; Sari, Elvita; Yenti, Revi; Zaini, Erizal
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 10 No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.1.71-77.2023

Abstract

Candesartan cilexetil (CC) merupakan agen antihipertensi yang sangat efektif tetapi memiliki kelarutan yang buruk sehingga bioavailabilitasnya terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan CC terdisolusi melalui pembuatan dispersi padat dengan hidroxypropylmethylcellulose (HPMC). Dispersi padat CC-HPMC dibuat menjadi 3 formula, yaitu 2:1, 1:1 dan 1:2 (b/b) menggunakan metode solvent co-evaporation. CC tunggal, campuran fisik dan dispersi padat yang terbentuk kemudian dikarakterisasi secara fisikokimia dan pengaruh variasi konsentrasi HPMC diselidiki terhadap laju disolusi. Hasil PXRD menunjukkan penurunan intensitas puncak pada dispersi padat. Analisis termal dengan DSC memperlihatkan titik leleh yang lebih rendah pada dispersi padat. Morfologi dispersi padat menggambarkan bentuk yang berbeda dibandingkan dengan CC tunggal dan campuran fisik. Spektrum inframerah menunjukkan sedikit pergeseran pada bilangan gelombang gugus fungsi tetapi tidak terbentuk gugus fungsi baru. Disolusi dispersi padat meningkat secara signifikan, hasil uji disolusi setelah 60 menit masing-masing untuk CC tunggal, campuran fisik, dispersi padat F1, F2, dan F3 adalah 32,46 ± 0,26; 67,76 ± 0,07; 61,22 ± 0,20; 71,74 ± 0,20; dan 78,58 ± 020 (μg/ml). Kesimpulannya, sistem dispersi padat CC-HPMC mampu memodifikasi sifat fisikokimia dan meningkatkan disolusi hingga 2,42 kali CC tunggal. Selain itu, peningkatan konsentrasi HPMC berdampak positif pada peningkatan CC yang terdisolusi.
Analisis Rendang Daging Sapi dan Daging Babi Hutan Menggunakan Metode Spektroskopi FTIR Kombinasi Kemometrik untuk Autentikasi Halal Andayani, Regina; Kesumaningrum, Ditya; Nisa, Tadzkia; Husni, Elidahanum; Suryati, Suryati; Syofyan, Syofyan; Dachriyanus, Dachriyanus
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 10 No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.1.78-88.2023

Abstract

ABSTRAKRendang merupakan salah satu makanan tradisional Sumatra Barat dari olahan daging sapi. Harga daging sapi yang mahal, mendorong pemalsuan menggunakan daging babi hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode analisis autentikasi rendang sapi menggunakan spektroskopi FTIR kombinasi kemometrik. Sampel yang digunakan adalah campuran daging sapi dan babi hutan yang dibuat dalam 11 konsentrasi (training data set) serta rendang rumah makan (testing data set). Komponen lemak rendang diekstraksi menggunakan metode Folch dan Bligh Dyer kemudian dianalisis dengan spektroskopi FTIR. Spektra FTIR yang dihasilkan digunakan sebagai variabel pemodelan kemometrik. Untuk kuantifikasi, model PLS di bilangan gelombang 1250-950 cm-1 memberikan model terbaik pada metode Folch dengan nilai R2 kalibrasi 0,9946, R2 prediksi 0,9954, RMSEC 0,0328,  RMSEP 0,0402 dan pada metode Bligh Dyer, model PCR di bilangan gelombang 1800-500 cm-1 memberikan model terbaik dengan nilai R2 kalibrasi 0,9940, R2 prediksi 0,9919, RMSEC 0,0345, RMSEP 0,0457. Untuk klasifikasi, model DA di daerah gabungan bilangan gelombang 1800-1600 cm-1 dan 1250-950 cm-1 dengan metode Folch dan bilangan gelombang 1800-650 cm-1 dengan metode Bligh Dyer, berhasil mengelompokkan training data set menjadi beberapa kelas dan mengelompokkan testing data set ke dalam kelas sapi. Dengan demikian disimpulkan bahwa analisis spektroskopi FTIR kombinasi kemometrik merupakan metode screening yang cepat, sederhana dan murah untuk autentikasi rendang sapi dan babi hutan.Kata kunci: autentikasi, rendang sapi, babi hutan, FTIR, kemometrik ABSTRACTRendang is one of West Sumatra's traditional foods made from processed beef. The high price of beef encourages counterfeiting using wild boar meat. This study aims to develop a method of authentication analysis of beef rendang using FTIR spectroscopy in combination with chemometrics. The sample used is a mixture of beef and boar meat made in 11 concentrations (training data set) and restaurant rendang (testing data set). The rendang fat component was extracted using the Folch and Bligh Dyer methods and then analyzed by FTIR spectroscopy. The resulting FTIR spectra are used as a chemometric modelling variable. For quantification, the PLS model at wave number 1250-950 cm-1 gives the best model in the Folch method with a calibration R2 value of 0.9946, prediction R2 of 0.9954, RMSEC 0.0328, RMSEP 0.0402 and in the Bligh Dyer method, the model PCR at wavenumber 1800-500 cm-1 gave the best model with a calibration R2 value of 0.9940, prediction R2 of 0.9919, RMSEC 0.0345, RMSEP 0.0457. For classification, the DA model in the combined area of wave numbers 1800-1600 cm-1 and 1250-950 cm-1 with the Folch method and wave numbers 1800-650 cm-1 with the Bligh Dyer method, successfully grouped the training data set into several classes and grouped testing data set into cow class. Thus it was concluded that FTIR spectroscopic analysis combined with chemometrics is a fast, simple, and inexpensive screening method for the authentication of beef rendang and wild boar.Keywords: authentication, beef rendang, wild boar, FTIR, chemometrics 

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2025): J Sains Farm Klin 12(2), August 2025 Vol 12 No 1 (2025): J Sains Farm Klin 12(1), April 2025 Vol 11 No 3 (2024): J Sains Farm Klin 11(3), December 2024 Vol 11 No 2 (2024): J Sains Farm Klin 11(2), August 2024 Vol 11 No 1 (2024): J Sains Farm Klin 11(1), April 2024 Vol 10 No 3 (2023): J Sains Farm Klin 10(3), Desember 2023 Vol 10 No 2 (2023): J Sains Farm Klin 10(2), Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): J Sains Farm Klin 10(2), Agustus 2023 Vol 10 No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023 Vol 10, No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023 Vol 9, No 3 (2022): J Sains Farm Klin 9(3), Desember 2022 Vol 9 No 3 (2022): J Sains Farm Klin 9(3), Desember 2022 Vol 9, No 2 (2022): J Sains Farm Klin 9(2), Agustus 2022 Vol 9 No 2 (2022): J Sains Farm Klin 9(2), Agustus 2022 Vol 9, No 1 (2022): J Sains Farm Klin 9(1), April 2022 Vol 9 No 1 (2022): J Sains Farm Klin 9(1), April 2022 Vol 9 (2022): J Sains Farm Klin 9(suplemen), Desember 2022 Vol 8 No 3 (2021): J Sains Farm Klin 8(3), Desember 2021 Vol 8, No 3 (2021): J Sains Farm Klin 8(3), Desember 2021 Vol 8, No 2 (2021): J Sains Farm Klin 8(2), Agustus 2021 Vol 8 No 2 (2021): J Sains Farm Klin 8(2), Agustus 2021 Vol 8 No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021 Vol 8, No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021 Vol 7, No 3 (2020): J Sains Farm Klin 7(3), Desember 2020 Vol 7 No 3 (2020): J Sains Farm Klin 7(3), Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): J Sains Farm Klin 7(2), Agustus 2020 Vol 7 No 2 (2020): J Sains Farm Klin 7(2), Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): J Sains Farm Klin 7(1), April 2020 Vol 7 No 1 (2020): J Sains Farm Klin 7(1), April 2020 Vol 6, No 3 (2019): J Sains Farm Klin 6(3), Desember 2019 Vol 6 No 3 (2019): J Sains Farm Klin 6(3), Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): J Sains Farm Klin 6(2), Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): J Sains Farm Klin 6(1), April 2019 Vol 5, No 3 (2018): J Sains Farm Klin 5(3), Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): J Sains Farm Klin 5(2), Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): J Sains Farm Klin 5(1), April 2018 Vol 4, No 1 (2017): J Sains Farm Klin 4(1), November 2017 Vol 3, No 2 (2017): J Sains Farm Klin 3(2), Mei 2017 Vol 3, No 1 (2016): J Sains Farm Klin 3(1), November 2016 Vol 2, No 2 (2016): J Sains Farm Klin 2(2), Mei 2016 Vol 2, No 1 (2015): J Sains Farm Klin 2(1), November 2015 Vol 1, No 2 (2015): J Sains Farm Klin 1(2), Mei 2015 Vol 1, No 1 (2014): J Sains Farm Klin 1(1), November 2014 More Issue