cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.linguistik@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 25413775     EISSN : 25489402     DOI : -
Core Subject : Education,
LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra berisi artikel-artikel ilmiah tentang bahasa, sastra, linguistik, dan hubungannya dengan pengajaran, baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing. Artikel yang dimuat berupa kajian dan aplikasi teori, hasil penelitian, dan pembahasan kepustakaan.
Arjuna Subject : -
Articles 702 Documents
PERBANDINGAN KALIMAT TANYA DALAM BAHASA INGGRIS DAN BAHASA MANDARIN Karina, Karina; Andriani, Finna; Sofiani, Nita
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.530-544

Abstract

Kalimat tanya merupakan kalimat dasar yang harus dikuasai oleh siswa dalam tahap pembelajaran bahasa asing. Jika para siswa tidak mengetahui bagaimana cara menggunakan kalimat tanya dengan baik dan benar, maka akan sulit bagi mereka untuk memperoleh informasi yang lebih luas. Kalimat tanya dalam setiap bahasa tentu memiliki persamaan dan perbedaan. Hal ini dikarenakan adanya faktor keuniversalan dan keunikan bahasa, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan kalimat tanya dalam bahasa Inggris dan bahasa Mandarin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi dengan instrumen penelitan berupa dokumen analisis yang terdiri dari 4 (empat) buah buku : “A Student’s Grammar of the English Language”, “Longman Student Grammar of Spoken and Written English” , ??????? (Hàny? de Jùzi Lèixíng) dan “??????03?-???????? (L?Sh?Xi?ng Quánjí Dì 03 Ju?n-Hàny? Y?f? Lùnwén Xùjí)”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kalimat tanya dalam bahasa Inggris dan bahasa Mandarin memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaan kalimat tanya dalam bahasa Inggris dan bahasa Mandarin berdasarkan jenis dan struktur kalimatnya ada 7 (tujuh), sementara perbedaanya ada 9 (sembilan
ANALISIS FAKTOR PSIKOLOGIS SEBAGAI DETERMINAN KESULITAN BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR Yanti Hasibuan, Sri; Kesuma Siregar, Rini
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.684-691

Abstract

Kesulitan belajar merupakan fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk aspek psikologis yang sering kali tidak tampak secara langsung dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor psikologis yang menjadi determinan kesulitan belajar pada siswa sekolah dasar, seperti motivasi belajar, kepercayaan diri, kecemasan akademik, dan perhatian. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada beberapa siswa yang mengalami hambatan belajar di tingkat sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru dan orang tua, serta kuesioner psikologis sederhana untuk mengidentifikasi kondisi emosional dan kognitif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya motivasi intrinsik, kecemasan berlebih terhadap tugas akademik, serta kurangnya dukungan emosional dari lingkungan keluarga berkontribusi signifikan terhadap munculnya kesulitan belajar. Temuan ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap aspek psikologis dalam strategi pembelajaran di sekolah dasar, serta perlunya kolaborasi antara guru, konselor sekolah, dan orang tua dalam membentuk lingkungan belajar yang sehat secara emosional.Kata Kunci: Kesulitan Belajar, Faktor Psikologis, dan Siswa Sekolah Dasar 
JENIS DAN CIRI MORFOLOGIS NOMINA BAHASA PRANCIS : KAJIAN LINGUISTIK DESKRIPTIF Oktavia Dwi Astuti, Dies; Yuniawan, Tommy; Baehaqie, Imam
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.594-602

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis-jenis nomina dalam Bahasa Prancis dalam fabel storyweaver level 2 Bahasa Prancis, dan (2) ciri morfologis nomina yang terdapat  dalam fabel storyweaver level 2 Bahasa Prancis. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam tulisan ini adalah metode agih yang dilanjutkan dengan teknik dasar bagi unsur langsung dan teknik baca markah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 34 nomina yang meliputi nom animé masculin, nom animé feminin, nom inanimé masculin, nom inanimé feminin, nom communs, nom simple, dan nom composé.  Satu nomina dalam Bahasa Prancis bisa menyandang beberapa jenis nomina sekaligus sehingga ciri morfologisnya menyesuaikan dengan jenis nomina yang melekat pada nomina tersebut.
BAHASA RELIGIUS SEBAGAI TINDAKAN SPIRITUAL: KAJIAN FILSAFAT BAHASA WITTGENSTEIN DAN PRAGMATIK MAHASISWA S1 PENDIDIKAN KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA Junaedi, Sony; Baehaqie, Imam; Yuniawan, Tommi
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.479-488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik komunikasi religius mahasiswa, menganalisis makna bahasa religius berdasarkan teori Meaning as Use Ludwig Wittgenstein, serta mengungkapkan nilai-nilai spiritual dan sosial yang tercermin dalam penggunaan bahasa tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa religius digunakan mahasiswa tidak hanya sebagai alat komunikasi kepercayaan, tetapi juga sebagai sarana refleksi moral dan pembentukan identitas sosial. Berdasarkan teori language games Wittgenstein, makna bahasa religius terbentuk melalui praktik sosial, spiritual, dan akademik yang mencerminkan nilai moral serta kesadaran kolektif. Bahasa religius memiliki daya performatif yang menggerakkan tindakan dan memperkuat solidaritas di lingkungan akademik.
PERAN LINGKUNGAN KELUARGA DALAM MENUMBUHKAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA KELAS VI SD Rahma Sianipar, Siti
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.650-662

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran lingkungan keluarga dalam menumbuhkan kemampuan literasi siswa kelas VI SD. Latar belakang penelitian berangkat dari rendahnya capaian literasi siswa sekolah dasar sehingga diperlukan dukungan keluarga sebagai lingkungan pertama dan terdekat yang memengaruhi perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan informan siswa, orang tua, dan guru. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan besar dalam pembentukan literasi anak. Pendampingan orang tua, kebiasaan membaca bersama, dan komunikasi yang intensif membantu siswa mengembangkan kemampuan memahami teks, memperluas kosakata, serta meningkatkan keterampilan menulis. Ketersediaan fasilitas literasi seperti buku bacaan, ruang belajar, dan akses digital yang diarahkan secara benar turut memperkuat motivasi dan minat baca siswa. Selain itu, pengawasan penggunaan gawai membantu mengarahkan anak memanfaatkan teknologi untuk aktivitas literasi yang lebih produktif. Meskipun kondisi ekonomi keluarga berpengaruh, komitmen orang tua terbukti menjadi faktor yang lebih dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan literasi siswa berkembang optimal ketika keluarga menyediakan dukungan yang konsisten, stimulasi membaca, serta budaya literasi yang positif di rumah. Temuan ini memperkuat pentingnya kolaborasi keluarga dan sekolah dalam mengembangkan literasi anak secara berkelanjutan.
PERBANDINGAN KALIMAT TANYA DALAM BAHASA INGGRIS DAN BAHASA MANDARIN Diana, Diana; Kartika Tjong, Dewi; Hualangi, Anthony; Anwar, Sinar; Agustina, Tiurmaya
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.545-558

Abstract

Kalimat tanya merupakan kalimat dasar yang harus dikuasai oleh siswa dalam tahap pembelajaran bahasa asing. Jika para siswa tidak mengetahui bagaimana cara menggunakan kalimat tanya dengan baik dan benar, maka akan sulit bagi mereka untuk memperoleh informasi yang lebih luas. Kalimat tanya dalam setiap bahasa tentu memiliki persamaan dan perbedaan. Hal ini dikarenakan adanya faktor keuniversalan dan keunikan bahasa, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan kalimat tanya dalam bahasa Inggris dan bahasa Mandarin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi dengan instrumen penelitan adalah 4 (empat) buku yaitu 2 buku berbahasa mandarin dan 2 buku berbahasa Inggris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 7 (tujuh) persamaan dan 9 (sembilan) perbedaan kalimat tanya dalam bahasa Inggris dan bahasa Mandarin berdasarkan jenis dan struktur kalimatnya.
LANGUAGE VARIATIONS USED BY TRANSGENDER INDIVIDUALS AS LANGUAGE IDENTITY IN DENPASAR, BALI Anwari, Anwari; Kurniawati, Eka; Isnina, Fathimah
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.438-444

Abstract

This study aims to describe the kinds of language variations used by transgender individuals in Jl. Bungtomo Denpasar, Bali. This research applied field observation and was supported by interviews and recording techniques. The result shows that transgender language in Denpasar, Bali, can be categorized into singular subject, question word, demonstrative pronoun, noun, verb, adjective, and adverb. The phenomenon of language used by transgender individuals as their language variation to convey wishes in their social community. They also addressed it in code language to communicate with their social gender. On the other hand, they felt comfortable with their transvestite relationship in daily communication rather than standard language. They also considered that their variation of language is their own language that other people will not understand what is being said by them. This language was not born in the safe space of an intergovernmental association, but it was used in the dark area of transvestite prostitution. According to them, this jargon can only be used if it is used by speakers of the language. There are two conditions for encouraging the birth of this language. First, they sold themselves and were afraid of being harassed by their consumers. Second, before the pornography law existed, they realized that their sexuality was deviant.
ACCELERATED OR SUPERFICIAL: A THEMATIC AND RHETORICAL ANALYSIS OF SPEED-READING PEDAGOGY ON INSTAGRAM AND FACEBOOK Harahap, Rosni
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.603-615

Abstract

This study employs a qualitative descriptive design to investigate the pedagogical approaches and persuasive strategies used in speed-reading instruction on Instagram and Facebook. In the digital age, where information overload is common, speed-reading has been repackaged as a marketable skill on social media platforms. This research analyzes content from selected influencers, utilizing a hybrid approach of thematic and rhetorical analysis. The findings reveal a distinct tension between the promises of accelerated learning and the potential for superficial understanding. Thematically, the content emphasizes techniques like skimming and chunking, while rhetorically, it heavily relies on emotional appeals (pathos) and credibility-building (ethos), often at the expense of logical evidence (logos). The study concludes that while social media provides accessible avenues for learning, the pedagogy of speed-reading on these platforms is frequently shaped by commercial incentives and the need for viral engagement, which can oversimplify complex cognitive processes. This research offers critical insights for educators and learners in navigating digital literacy instruction.
Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough dalam Berita “Ketua Harian PSI Ahmad Ali Minta Kader Jaga Image Jokowi dan Kaesang” Pada Kompas.Com Alfaris, Lukman; Bakti Mardikantoro, Hari; Rustono, Rustono
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.497-504

Abstract

This study aims to uncover how language is used as an ideological instrument and a means of reproducing power in political reporting in the mass media. The focus of the study is directed at a critical discourse analysis of the news "PSI Daily Chairman Ahmad Ali Asks Cadres to Maintain the Image of Jokowi and Kaesang" published by Kompas.com, with the main question: how linguistic construction, news production and consumption practices, and socio-cultural contexts shape the meaning and ideology in the text. The method used is a qualitative approach through Norman Fairclough's three-dimensional framework—text analysis, discourse practices, and socio-cultural practices. The results of the study show that language in the text is used strategically to build a positive image of political figures and instill loyalty among party cadres. The study concludes that language functions not only as a means of communication, but also as a mechanism for reproducing power and political ideology in the public sphere.
THE CORRELATION BETWEEN STUDENTS’ SELF-ESTEEM AND THEIR SPEAKING SKILL PERFORMANCE AT SMP NEGERI 5 TANJUNG MORAWA Ziliwu, Elisabet; Hariati, Puji; Nurhalimah, Nurhalimah
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 1 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa & Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i1.68-77

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk melihat kemampuan siswa berbicara dalam hubungan tingkat kepercayaan diri seseorang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan analisis korelasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 192 siswa dengan sampel sebanyak 30 siswa sehingga metode pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji instrumen (validitas dan reliabilitas). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara harga diri dengan kemampuan siswa. Dengan nilai korelasi r 0,459 dengan signifikansi 0,000 0,01. Data tersebut termasuk ke dalam harga diri sedang. Ini membuktikan penelitian ini membantu dalam kinerja keterampilan berbicara mereka. Ha diterima Ho ditolak yang berarti terdapat hubungan antara harga diri dengan berbicara siswa. Semakin tinggi harga diri maka semakin rendah kecemasan berbicara siswa dan sebaliknya.