cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.linguistik@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 25413775     EISSN : 25489402     DOI : -
Core Subject : Education,
LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra berisi artikel-artikel ilmiah tentang bahasa, sastra, linguistik, dan hubungannya dengan pengajaran, baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing. Artikel yang dimuat berupa kajian dan aplikasi teori, hasil penelitian, dan pembahasan kepustakaan.
Arjuna Subject : -
Articles 702 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER(NHT) TERHADAP KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI KARAKTERISTIK HIKAYAT ‘BUNGA KEMUNING’ Harahap, Lidiana; Sari Hasibuan, Nikmah; Afifah, Nur; Marlina Harahap, Eli; Riskiana Aritonang, Devinna
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.663-673

Abstract

Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode pembelajaran Numbered Head Together (NHT) terhadap Kemampuan Mengidentifikasi Krakteristik Hikayat “Bunga Kemuning” siswa kelas X SMK Swasta Harapan Pokenjior. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak sehingga diperoleh kelas X TKJ 1 sebagai sampel penelitian dengan jumlah siswa 28 orang. Instrument penelitian yang digunakan adalah angket untuk mengukur tingkat penggunaan Numbered Head Together(NHT)secara langsung dari tes menjawab soal pilihan ganda yang berjumlah 10 soal dan essai yang berjumlah 5 soal. Uji hipotesis dilakukan melalui teknik korelasi “r” product moment dengan bantuan program SPSS statistic version 26. Hasil penelitian (1) sebagian besar siswa (75%) penggunaa metode Numbered Head Together (NHT) yang baik dan sejumlah siswa (25%) yang mengalami kendala dalam kemampuan penggunaa metode Numbered Head Together (NHT)(2) mayoritas siswa (80%) menunjukkan Kemampuan Mengidentifikasi Karakteristik Hikayat “Bunga Kemuning” yang baik, dan hanya sebagian kecil siswa (5%) yang masih perlu perbaikan dalam kemampuann mengidentifikasi karakteristik hikayat “bunga kemuning” (3) hasil uji korelasi menunjukkan nilai r = 0,449 (kuat) dan nilai sig. 0,025 0,05 sehingga dengan demikian hipotesis dapat diterima. Kesimpulannya adalah penggunaan metode pembelajaran numbered head together (nht)memiliki pengaruh positif yang signifikan dengan kemampuan mengidentifikasi karakteristik hikayat “Bunga Kemuning” Siswa Kelas X SMK Swasta Harapan Pokenjior.
PERBANDINGAN FRASE ANTARA BAHASA MANDARIN DAN BAHASA INGGRIS DALAM PEMBENTUKAN SUSUNAN KATA PADA KALIMAT Wijoeno, Wijoeno; Wijaya, Darmawan; Rahmatika, Alwiyah; Wijaya, Yuliandre; Wijaya, Kesumawaty
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.568-578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan persamaan dan perbedaan frase bahasa Mandarin dan bahasa Inggris dalam pembentukan susunan kata pada kalimat yang dilakukan oleh mahasiswa STBA-PIA. Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang dipakai untuk memaparkan persamaan dan perbedaan frase bahasa Mandarin dan bahasa Inggris dalam pembentukan susunan kata pada kalimat adalah contoh frase bahasa Mandarin dan bahasa Inggris yang masing-masing berjumlah seratus frase. Dari hasil analisis data, ditemukan ada empat persamaan, yaitu frase bahasa Mandarin yang dibentuk oleh frase predikat+objek, frase sejenis, frase menerangkan+diterangkan (kecuali yang kata keterangannya menerangkan tentang tempat dan waktu), dan frase predikat+menerangkan (kecuali yang kata keterangannya menerangkan tentang cara atau keadaan dan tingkat) sama dengan frase bahasa Inggris, serta ada empat perbedaan yaitu frase bahasa Mandarin yang dibentuk oleh frase subjek+predikat tidak dikenal di dalam bahasa Inggris, serta letak kata keterangan yang menerangkan waktu, tempat, cara atau keadaan dan tingkat kerap berbeda dengan letaknya di dalam bahasa Inggris.
A TRANSITIVITY ANALYSIS OF THE INDONESIAN PROTEST IN INTERNATIONAL ONLINE NEWS Fernando Siahaan, Daniel; Nazreensyah, Fabian Putra; Anargya, Hafwen; Muhammad Lubis, Rafi; Rangkuti, Rahmadsyah
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.468-478

Abstract

In August 2025, Indonesia witnessed widespread protests across major cities as public anger grew over worsening economic conditions and controversial benefits granted to lawmakers. The demonstrations, initially sparked by a new Rp50 million (US$3,000) monthly housing allowance for members of parliament, quickly developed into broader demands for transparency, fair governance, and accountability. Following the death of a civilian, Affan Kurniawan, during a police operation, the protests intensified and drew significant international media attention, making them a compelling case for examining how global news outlets represent political unrest. This study analyzes how four major international media organizations CNN, The Guardian, Al Jazeera, and Euro News portrayed these events using Halliday’s Transitivity System within the framework of Systemic Functional Linguistics (SFL). A total of 489 processes were identified and classified into Material, Verbal, Relational, Mental, and Behavioral types. The findings show that Material processes dominate across all articles, emphasizing physical actions and observable events. However, differences in word choice reflect each outlet’s distinct style: CNN stresses conflict and immediacy, The Guardian focuses on institutional context, Al Jazeera highlights emotion and human experience, and Euro News maintains factual neutrality. These results illustrate that linguistic selection not only reports events but also constructs ideological perspectives within global media discourse.
THE EFFECTIVENESS OF USING SUBTITLED ANIMATED CARTOON IN IMPROVING STUDENT’S VOCABULARY MASTERY AT GRADE VIII OF SMP N 3 PADANGSIDIMPUAN Nisma Dewi, Shoufi; Marwah, Marwah; Khairunnisah, Khairunnisah; Grahmayanuri, Novria
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.627-636

Abstract

The aim of this research was to find out the The Effectiveness of Using Subtitle Animated Cartoon in Improving Students’ Vocabulary Mastery at Grade VIII of SMP N 3 Padangsidimpuan. This research conducted by using Quantitative method with a pre-experimental design with one group of pre-test and post-test. This research population consisted of eighth grade students at SMP N 3 Padangsidimpuan, with the research sample being Class VIII-3, which consisted of 32 Students, selected by purposive sampling technique. The Data from this research, collected from the results of pre-test and post-test materials and used as an assessment to determine how the assessment of students ' knowledge before and after using Subtitled animated cartoon as a medium of teaching and learning. The result of this research revealed that using English cartoon films as a media of teaching and learning is effective for students in eighth grade students of SMP N 3 Padangsidimpuan in improving their vocabulary mastery especially word meaning and word classes such as noun and verb. This is demonstrated by how much the student's grades have improved. where the pre-test mean score of students is 30.34 and the post-test mean score of students is 71.06, indicating a 134.21% increase in students in this research. Furthermore, data analysis results show that the value of t-test (15.55) is greater than the value of t-table (2.040). Based on these findings, it is possible to conclude that there is a significant difference in students' "vocabulary mastery before and after they use English cartoon film as a media of teaching and learning process," demonstrating that English cartoon film is effective for improving students' vocabulary mastery.
BAHASA DAN IDENTITAS: SEBUAH ANALISIS FILSAFAT BAHASA DALAM KONTEKS MULTIKULTURAL Mubarok, Ahmad; Baehaqie, Imam; Yuniawan, Tommi
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.519-529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara bahasa dan identitas dalam konteks masyarakat multikultural. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang melibatkan studi literatur dan wawancara mendalam dengan individu dari latar belakang budaya yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas yang kuat. Temuan ini menyoroti pentingnya pemahaman tentang bahasa dalam pembentukan identitas individu dan kolektif, serta dampaknya terhadap interaksi sosial dalam masyarakat yang beragam. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana bahasa dapat memperkuat atau mengikis identitas dalam konteks multikultural.
STYLISTIC ANALYSIS OF PERSUASIVE TECHNIQUES IN MALE SKINCARE ADVERTISING ON INSTAGRAM Darmawan, Rewin; Nur Indah, Rohmani
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.445-456

Abstract

This study explores the persuasive techniques employed in advertisements for male skincare products on Instagram. Specifically, it examines the types and functions of these techniques as used in Instagram captions from beauty product accounts, focusing on the official L’Oréal Paris account. The research data were sourced from several Instagram captions on the official L’Oréal Paris account. A descriptive method was used to analyze the data, drawing on Lamb's theory (2019) and Keraf's theory (2004). The dataset comprises 24 Instagram captions advertising male skincare products on the L’Oréal Paris official account. Lamb's theory (2019) offers a framework for analyzing emotive and inclusive language, while Keraf’s theory (2004) emphasizes identification, suggestion, and compensation techniques. The analysis reveals that the persuasive techniques identified using Lamb's theory (2019) include emotive language (8 instances), everyday/colloquial language (7), inclusive language (1), evidence (3), rhetorical questions (2), appeals (2), and hyperbole (1). Meanwhile, applying Keraf’s theory (2004) identified techniques such as identification (8 instances), suggestion (13), and compensation (3). The findings indicate that emotive language and suggestion are the most frequently employed persuasive techniques, emphasizing the emotional and suggestive appeals in L’Oréal Paris’s male skincare advertisements. Future research could explore additional persuasive theories or examine a broader range of product categories to gain a more comprehensive understanding of advertising strategies on social media.
KAJIAN FILSAFAT BAHASA ATAS TINDAK TUTUR DALAM UPACARA MARHATA SINAMOT PADA MASYARAKAT BATAK TOBA Angelia Purba, Nancy; Baehaqie, Imam; Yuniawan, Tommi
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.674-683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak tutur dalam upacara Marhata Sinamot masyarakat Batak Toba dengan menggunakan perspektif filsafat bahasa, khususnya teori tindak tutur John L. Austin dan John R. Searle. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif–interpretatif dengan metode etnografi komunikasi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, perekaman audio-video, dan dokumentasi naskah adat terhadap sepuluh informan yang terlibat langsung dalam pelaksanaan upacara Marhata Sinamot di Kabupaten Samosir. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 56 data tindak tutur yang diklasifikasikan menjadi 30 lokusi, 15 ilokusi, dan 11 perlokusi. Tindak tutur lokusi mendominasi karena berfungsi menyampaikan makna adat dan menjelaskan struktur upacara, sementara ilokusi memiliki daya performatif yang menciptakan tindakan sosial seperti penetapan sinamot dan pemberian restu. Perlokusi menimbulkan efek sosial berupa rasa damai, penerimaan, dan solidaritas. Temuan ini memperkuat teori Austin dan Searle bahwa bahasa dapat menciptakan realitas sosial melalui ujaran yang memenuhi syarat kebahagiaan (felicity conditions). Dengan demikian, Marhata Sinamot menunjukkan bahwa bahasa berfungsi sebagai tindakan sosial, sarana legitimasi adat, serta media pewarisan nilai budaya Batak Toba.
PERBANDINGAN KATA PENGHUBUNG “YU” “HUOZHE” DAN “HAISHI” DALAM BAHASA MANDARIN DENGAN KATA PENGHUBUNG “AND” DAN “OR” DALAM BAHASA INGGRIS Hartono Asihin, David
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.579-593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti persamaan dan perbedaan serta penggunaan kata penghubung “Yu”??? “Huozhe”???? dan “Haishi” ????dalam Bahasa Mandarin dan kata penghubung “And”  dan “Or” dalam Bahasa Inggris.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi.Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa kata penghubung “Yu”,??? “Huozhe”???? dan “Haishi”???? serta “And” dan “Or” memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaan kata penghubung “Yu”???, “Huozhe”???? dan “Haishi”????, “And” dan “Or” berdasarkan fungsinya adalah sebagai berikut,(i) Kata penghubung “Yu”??? dan “And” dapat menghubungkan kalimat, dan juga dapat menghubungkan kata; sedangkan (ii), kata penghubung “Huozhe”????, “Haishi”???? dan “Or” dapat untuk (a) menyatakan pilihan; (b) dapat menghubungkan kata, frasa dan kalimat; dan (c) dapat menyatakan sesuatu pernyataan.Untuk perbedaannya masing-masing, kata penghubung “Yu” ???hanya digunakan pada bahasa resmi/formal, dan kata penghubung “And” digunakan pada bahasa yang sifatnya formal dan umum, Kata penghubung “And”  digunakan pada pengucapan angka, kata penghubung “Yu” ???tidak bisa digunakan untuk itu, Kata penghubung “And” menghubungkan dua kata dalam satu kalimat, sedangkan kata penghubung “Yu”??? tidak mempunyai fungsi itu. Kata penghubung “Yu”???tidak dapat digunakan diantara kata kata yang diulang, namun kata penghubung “And” bisa digunakan diantara kata kata yang diulang. Kata penghubung “Haishi” ????dan “Huozhe”???? dapat digunakan berulang kali dalam sebuah kalimat, sedangkan kata penghubung “Or” tidak bisa digunakan, Kata penghubung “Haishi”???? dan kata penghubung “Or” dapat digunakan dalam kalimat tanya, sedangkan kata penghubung “Huozhe”???? tidak bisa digunakan, Kata penghubung “Haishi” ????memiliki tiga bentuk kalimat tanya pilihan, sedangkan kata penghubung “Huozhe”???? dan kata penghubung “Or” tidak mempunyai fungsi itu. “ Kata penghubung “Haishi”???? dapat menyatakan keraguan pada satu hal, menunjukkan hasil dari suatu pilihan yang belum pasti, namun kata penghubung “Huozhe”???? tidak bisa digunakan untuk tujuan itu. Kata penghubung“Haishi”????dapat digunakan untuk membandingkan beberapa kondisi/situasi, yang berakhir dengan memilih kondisi yang terbaik, sedangkan kata penghubung“Huozhe”????tidak mempunyai penggunaan itu.
ASUMSI ONTOLOGIS DALAM PENELITIAN BAHASA: REALITAS BAHASA SEBAGAI FENOMENA EKSISTENSIAL Kadyrov, Nurtilek; Baehaqie, Imam; Yuniawan, Tommi
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.489-496

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis asumsi ontologis yang mendasari penelitian bahasa kontemporer, dengan fokus pada realitas bahasa sebagai fenomena eksistensial. Pendekatan kualitatif diterapkan melalui analisis filosofis hermeneutis terhadap literatur primer fenomenologi eksistensial serta studi empiris linguistik kontemporer yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa asumsi ontologis dalam penelitian bahasa terbagi ke dalam tiga paradigma utama: realisme linguistik, yang memandang bahasa sebagai objek independen dengan struktur yang objektif; konstruktivisme sosial, yang menekankan bahasa sebagai konstruksi yang terbentuk melalui interaksi sosial dan konteks budaya; serta fenomenologi eksistensial, yang memahami bahasa sebagai medium fundamental eksistensi manusia (being-in-the-world), berakar pada Dasein dan pengalaman embodied. Temuan ini menegaskan pentingnya kerangka metodologis yang reflektif, sensitif terhadap konteks historis dan sosial, serta filosofis-informed, untuk meningkatkan pemahaman mendalam tentang bahasa dalam penelitian linguistik kontemporer.
EXPLORING JAVANESE CHILDRENS’ PLAY SONGS: AN ECOLINGUISTIC PERSPECTIVE Intan Kharisma Putri, Celya; Prassetyo, Sidarta
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.637-649

Abstract

Traditional songs have long served as a medium for cultural transmission, carrying moral lessons and ecological wisdom across generations. In Javanese society, children’s play songs such as Lir-ilir and Gundhul-gundhul Pacul are not merely entertainment but repositories of cultural values that reflect the community’s worldview. However, in an era where globalized media and technology dominate children’s learning environments, the ecological and moral messages embedded in these traditional songs risk being overlooked. This study aims to explore the ecological and cultural values conveyed in these two Javanese children’s play songs through an ecolinguistic discourse analysis approach mainly using Stibbe’s (2015, 2021). The analysis reveals that Lir-ilir highlights themes of renewal, growth, and environmental harmony, while Gundhul-gundhul Pacul emphasizes humility, responsibility, and respect for social and natural balance. These findings suggest that Javanese children’s songs encapsulate ecological wisdom rooted in local culture, which remains highly relevant to today’s environmental challenges. The study highlights the potential of traditional songs as pedagogical and ecolinguistic resources to foster environmental awareness and cultural identity among younger generations.