cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.linguistik@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 25413775     EISSN : 25489402     DOI : -
Core Subject : Education,
LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra berisi artikel-artikel ilmiah tentang bahasa, sastra, linguistik, dan hubungannya dengan pengajaran, baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing. Artikel yang dimuat berupa kajian dan aplikasi teori, hasil penelitian, dan pembahasan kepustakaan.
Arjuna Subject : -
Articles 760 Documents
PERBANDINGAN PENGGUNAAN KATA TIRUAN BUNYI (ONOMATOPE) DALAM BAHASA MANDARIN DAN BAHASA INDONESIA PADA FILM BATTLE OF SURABAYA DAN GONG FU XIONG MAO Alwiyah Rahmatika
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i2.458-465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kata tiruan bunyi (onomatope) dalam film berbahasa Mandarin Kung Fu Panda dan film berbahasa Indonesia Battle of Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa analisis dokumentasi. Sumber data penelitian diperoleh dari dialog dan subtitle pada film Kung Fu Panda dan Battle of Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 22 data onomatope pada kedua film tersebut. Penelitian menemukan adanya persamaan dan perbedaan penggunaan onomatope dalam kedua bahasa. Persamaan onomatope ditemukan pada kategori bunyi manusia dan bunyi alam, masing-masing sebanyak 5 data. Sementara itu, perbedaan onomatope ditemukan pada kategori bunyi hewan sebanyak 2 data, bunyi manusia sebanyak 4 data, bunyi alam sebanyak 4 data, serta aneka ragam bunyi sebanyak 2 data.
ANALISIS NILAI KEMANUSIAAN NOVEL LAUT BERCERITA KARYA LEILA SALIKHA CHUDORI SERTA RELEVANSINYA DALAM PEMBENTUKAN PENDIDIKAN KARAKTER GENERASI Z KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA WELLEK & WARREN Intan Ida Ambarita; Tarida Ilham Manurung
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i2.269-275

Abstract

Adanya analisis nilai kemanusiaan dalam sebuah karya sastra akan memudahkan pembaca khususnya atau masyarakat pada umumnya untuk memahami, dan mengenal nilai-nilai kemanusiaan yang terdapat dalam karya sastra. Nilai-nilai kemanusiaan menjadikan novel laut bercerita sebagai salah satu sumber edukatif yang efektif dalam pembentukan karakter, termasuk bagi generasi muda khususnya generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil analisis dan pembahasan mengenai nilai kemanusiaan dalam novel Laut Bercerita karya Leila Salikha Chudori serta relevansinya dalam pembentukan karakter Generasi Z dengan menggunakan kajian sosiologi sastra Wellek dan Warren, dapat disimpulkan bahwa novel Laut Bercerita mengandung nilai-nilai kemanusiaan yang kuat dan kompleks. Nilai-nilai tersebut meliputi keadilan, kasih sayang, toleransi dan saling menghargai, empati, kerja sama, rela berkorban, serta kepedulian sosial. Selain itu juga mendukung pengembangan karakter Generasi Z agar menjadi generasi yang berintegritas, bertanggung jawab, dan berwawasan kemanusiaan.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN KATA GANTI TANYA “DUO SHAO” DAN “JI” DALAM BAHASA MANDARIN DENGAN “BERAPA” DALAM BAHASA INDONESIA Cynthia Hualangi; Paulia Paulia; Ng Sugiroto; Rismiaty Elly
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i2.405-413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan penggunaan kata ganti tanya "??" (du?shao) dan "?" (j?) dalam bahasa Mandarin dengan "Berapa" dalam bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis kontrastif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dari buku tata bahasa baku Mandarin dan Indonesia serta jurnal relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persamaan ketiganya terletak pada fungsi menanyakan jumlah, jumlah tidak pasti, jarak, nomor, dan usia. Perbedaan yang signifikan meliputi: (1) "Berapa" dapat menanyakan jumlah berapa pun; "du?shao" untuk jumlah besar (10); "j?" untuk jumlah kecil (2-9); (2) "Berapa" fleksibel di awal, tengah, atau akhir kalimat; "du?shao" dan "j?" posisinya tetap; (3) "Berapa" dapat diberi awalan "ke-" dan akhiran "-kah"; (4) "j?" memiliki pola penekanan jumlah besar dan kecil. Perbedaan ini sering menjadi sumber kesalahan bagi pembelajar Indonesia.  
PENGARUH MODEL CIRC BERBANTUAN MEDIA PREZI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERPEN PADA SISWA DI KELAS XI MAS MUHAMMADIYAH 2 KISARAN Hana Adila Harahap; Bambang Gulyanto
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i2.346-351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model CIRC berbantuan media Prezi terhadap kemampuan menulis cerpen pada siswa kelas XI MAS Muhammadiyah 2 Kisaran tahun ajaran 2025/2026. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain true experimental design dalam bentuk posttest-only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI yang berjumlah 54 siswa, yang terdiri atas dua kelas. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling, yaitu kelas XI-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI-2 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes menulis cerpen yang dinilai berdasarkan aspek kesesuaian judul, tema, alur, latar, sudut pandang, pilihan kata, amanat, serta tokoh dan penokohan. Setelah perlakuan diberikan, diperoleh nilai rata-rata (mean) kelas eksperimen sebesar 83,68, sedangkan kelas kontrol sebesar 78,01. Hasil uji prasyarat menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Selanjutnya, hasil uji hipotesis menggunakan uji-t diperoleh nilai thitung = 3,6078 dan ttabel = 2,0066 pada taraf signifikansi 0,05 dengan derajat kebebasan 52. thitung ttabel, maka hipotesis alternatif (H?) diterima dan hipotesis nol (H?) ditolak. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CIRC berbantuan media Prezi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan menulis cerpen pada siswa kelas XI MAS Muhammadiyah 2 Kisaran T.A 2025/2026.
PENGARUH KOMUNITAS TERHADAP PERUBAHAN BAHASA MASYARAKAT MEDAN DAN SIANTAR Puput Diva Taqdira; Demak Angel Paustina Br Sitanggang; Enjelica Damayanti Purba; Alisa Aprilina Sormin
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i2.264-268

Abstract

Interaksi antar komunitas di perkotaan turut menjadi pengaruh perubahan penggunaan bahasa dalam Masyarakat. Kota Medan dan Kota Siantar adalah wilayah yang memiliki keberagaman etnis yang berkontribusi terhadap perubahan bahasa lokal dalam komunikasi sehari – hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunitas terhadap penggunaan bahasa di kedua kota tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui dokumentasi, website, dan jurnal yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi bentuk perubahan bahasa serta faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan komunitas etnis memiliki peran penting dalam perubahan bahasa. Oleh karena itu perubahan bahasa pada Masyarakat Kota Medan dan Kota Siantar menunjukkan adanya hubungan yang erat antara bahasa dan komunitas. 
PERBANDINGAN KATA GANTI PENUNJUK “ZHE ?” DAN “NA ?” DALAM BAHASA MANDARIN DENGAN “INI” DAN “ITU” DALAM BAHASA INDONESIA Finna Andriani; Karina Karina; Ivanayus Ivanayus
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i2.466-475

Abstract

Bahasa bersifat unik dan universal. Setiap bahasa mempunyai ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa di dunia, dan pada sisi lain juga memiliki ciri khas sendiri yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya. Oleh karena itu, setiap bahasa di dunia terdapat persamaan serta perbedaan. Kata ganti penunjuk merupakan salah satu tata bahasa yang paling lazim digunakan. Dalam bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia sama-sama terdapat kata ganti penunjuk. Namun, dikarenakan bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia berasal dari rumpun bahasa yang berbeda, maka tentu terdapat persamaan dan perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan persamaan dan perbedaan kata ganti penunjuk yang terdapat dalam bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan lebih banyak dibandingkan dengan persamaan, dimana terdapat 7 persamaan dan 18 perbedaan diantara kata ganti penunjuk dekat dua bahasa tersebut, sedangkan untuk persamaan dan perbedaan kata ganti penunjuk jauh, terdapat 8 persamaan dan 17 perbedaan. Persamaan dan perbedaan tersebut dilihat dari segi definisi, fungsi, serta posisi dan bentuk.  
DOMINASI BAHASA IBU DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PELAFALAN BAHASA INDONESIA PADA MAHASISWA ASAL BIMA (NTB) DI YOGYAKARTA Preti Ifrigil Firginia; Ala Mudin Haqi; Siti Nurqomariah
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i2.366-372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dominasi bahasa ibu dan memaksakannya terhadap pelafalan bahasa Indonesia pada siswa asal Bima, Nusa Tenggara Barat, yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi tuturan, wawancara mendalam, dan perekaman ujaran. Analisis data difokuskan pada aspek fonologis, meliputi segmental dan suprasegmental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi bahasa ibu (bahasa Bima/Nggahi Mbojo) berimplikasi terhadap pelafalan bahasa Indonesia. Interferensi fonologis ditemukan pada pengucapan vokal dan konsonan tertentu, ketidaktepatan tekanan kata, serta pola intonasi yang dipengaruhi oleh sistem prosodi bahasa Bima. Interferensi tersebut bersifat sistematis dan konsisten, serta berdampak pada kejelasan komunikasi lisan dan kepercayaan diri siswa dalam konteks akademik. Kata kunci : Bahasa Ibu, Mahasiswa Bima, Pelafalan Bahasa Indonesia  
ANALISIS UNSUR INTRINSIK CERPEN “LAMPU IBU” KARYA ADEK ALWI SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR PADA SISWA KELAS XI SMKN 2 PERTAMBANGAN BATANG TORU Ananta Fitrah Pinayungan Siregar; Khatib Lubis; Husniah Ramadhani Pulungan; Eli Marlina Harahap; Nikmah Sari Hasibuan
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i2.288-302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas XI SMK Negeri 2 Pertambangan Batang Toru dalam menganalisis unsur intrinsik cerpen “Lampu Ibu” karya Adek Alwi serta meninjau implikasinya sebagai alternatif bahan ajar. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu mengumpulkan data melalui tes, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran mendalam tentang kemampuan analisis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81% siswa mampu mendeskripsikan unsur intrinsik dengan baik, sementara 19% siswa masih mengalami kesulitan karena berbagai faktor. Tingkat kemampuan analisis siswa berada pada rentang nilai 75–94, dengan 62% siswa telah mencapai atau melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75, sedangkan 38% siswa belum tuntas. Temuan ini menegaskan bahwa cerpen “Lampu Ibu” layak dijadikan sebagai bahan ajar alternatif. Penelitian ini juga merekomendasikan peningkatan pelatihan guru, pemanfaatan hasil penelitian dalam pembelajaran, serta latihan siswa dalam menganalisis cerpen.
AN ANALYSIS OF SPEECH ACTS IN THE EPISODE “THE STRESS EXPERT” OF JAY SHETTY’S PODCAST: A PRAGMATIC STUDY Daniel Danada; Fitria Wulandari; Melissa Melissa
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i2.244-251

Abstract

This study examines illocutionary acts in the episode “The Stress Expert” of Jay Shetty's podcast through a pragmatic approach. The study aims to identify the dominant types of illocutionary acts and explain their communicative functions in mental health discourse. The method used is descriptive qualitative. Data were obtained through listening and transcription techniques of relevant conversation segments in podcast episodes available on YouTube. Each utterance was classified based on illocutionary act categories and analyzed for its pragmatic function. The results showed three dominant types of speech acts, namely assertive, directive, and expressive. Assertive speech acts function to convey information and explanations about stress and psychological well-being. Directive speech acts serve to guide and encourage behavioral change in listeners. Expressive speech acts serve to build emotional closeness and interpersonal support. The combination of these three types of speech acts forms a layered communication strategy that combines education, persuasion, and empathy. This study contributes to the development of pragmatic studies in the realm of digital discourse and shows that podcasts serve as a means of social action in mental health communication.
KONTRASTIF KATA PENGHUBUNG PERTENTANGAN DALAM BAHASA INDONESIA DAN BAHASA MANDARIN Dewi Kartika Tjong; Sinar Anwar; Anthony Hualangi; Tiurmaya Agustina; Anita Anita
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i2.414-431

Abstract

 Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan kata penghubung pertentangan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin. Adapun metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dan teori analisis kontrastif. Subjek dalam penelitian ini menggunakan 3 buah buku bahasa Indonesia dan 3 buah buku bahasa Mandarin. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kata penghubung pertentangan bahasa Indonesia “tetapi” dengan bahasa Mandarin “que” terdapat 11 persamaan dan 4 perbedaan, sedangkan kata penghubung “namun” dengan “buguo”terdapat 12 persamaan dan 8 perbedaan. 

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 1 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 3 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 2 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 1 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa & Sastra Vol 9, No 4 (2024): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa & Sastra Vol 9, No 3 (2024): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 2 (2024): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2024): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 4 (2023): LINGUISTIK: JURNAL BAHASA & SASTRA Vol 8, No 3 (2023): LINGUISTIK: JURNAL BAHASA & SASTRA Vol 8, No 2 (2023): LINGUISTIK: jurnal Bahasa & Sastra Vol 8, No 1 (2023): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa & Sastra Vol 7, No 2 (2022): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 7, No 1 (2022): Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 6, No 2 (2021): Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 6, No 1 (2021): Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 5, No 2 (2020): Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 5, No 1 (2020): Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 4, No 2 (2019): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 4, No 1 (2019): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 3, No 2 (2018): Linguistik Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 3, No 1 (2018): Januari - Juni Vol 2, No 1 (2017): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Lingustik Vol.1 N0.1 Juli-Desember 2016 More Issue