cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.linguistik@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 25413775     EISSN : 25489402     DOI : -
Core Subject : Education,
LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra berisi artikel-artikel ilmiah tentang bahasa, sastra, linguistik, dan hubungannya dengan pengajaran, baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing. Artikel yang dimuat berupa kajian dan aplikasi teori, hasil penelitian, dan pembahasan kepustakaan.
Arjuna Subject : -
Articles 760 Documents
THE EFFECT OF DISCOVERY LEARNING MODEL ON READING COMPREHENSION IN NARRATIVE TEXT ASSISTED WITH WORDWALL AT GRADE IX OF SMA NEGERI 3 TANJUNG BALAI (2025/2026) ACADEMIC YEAR Dea Amanda Putri; Lis Supiatman
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i2.352- 357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Discovery Learning berbantuan Wordwall terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa pada teks naratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen pre-test dan post-test. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 3 Tanjungbalai, dengan sampel dua kelas yang dipilih secara random, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes membaca pemahaman berupa pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Nilai rata-rata kelas eksperimen meningkat dari 44.1 menjadi 83.3, sedangkan kelas kontrol dari 38.57 menjadi 67.42. Hasil uji t menunjukkan bahwa t hitung (43.41) lebih besar dari t tabel (1.67) pada taraf signifikan 0.05 (one-tailed) dengan df = 64. Dengan demikian, model Discovery Learning berbantuan Wordwall berpengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa.
ANALISIS MITOS KECANTIKAN NAOMI WOLF DALAM CERPEN “TATKALA CANTIK DIOTAK-ATIK (OBSESI DAN MANIAK SEORANG PEREMPUAN)” KARYA MILKA ADRIANI Ayu Eka Prasetyawati; Nasywa Alysa Putri; Chindy Chindy; Elvira Eninta Br Ginting; Korintus Simanjuntak; Hendra Kurnia Pulungan
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i2.373-379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana mitos kecantikan dibangun dan direpresentasikan dalam cerpen Tatkala Cantik Diotak-Atik (Obsesi dan Mania Seorang Wanita) karya Milka Adriani. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teori Mitos Kecantikan karya Naomi Wolf, artikel ini menganalisis pengalaman tokoh perempuan bernama Alika yang mengalami tekanan sosial untuk memenuhi standar kecantikan. Melalui narasi cerpen tersebut, ditemukan bahwa obsesi terhadap penampilan fisik tidak hanya merusak kesehatan fisik tokoh utama, tetapi juga kestabilan mental dan hubungan sosialnya. Lingkungan sosial seperti teman dan masyarakat memperkuat tekanan ini, menciptakan budaya yang menilai perempuan hanya berdasarkan aspek fisiknya. Cerpen ini tidak hanya merepresentasikan mitos kecantikan sebagai alat penindasan eksternal, tetapi juga menunjukkan bagaimana perempuan menginternalisasi nilai-nilai tersebut dan menjadi pelaku dalam proses penindasan itu sendiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mitos kecantikan merupakan bentuk penindasan yang kompleks dan berlapis dalam kehidupan perempuan Indonesia kontemporer.
PEMBELAJARAN BAHASA RESPONSIF BUDAYA: DAMPAKNYA TERHADAP HASIL BELAJAR DAN LITERASI BUDAYA MAHASISWA Robiyatul Adawiyah; Rosni Harahap
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 1 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i1.244-151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembelajaran bahasa responsif budaya terhadap hasil belajar dan literasi budaya mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen Pretest–Posttest Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 30 mahasiswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing terdiri atas 15 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, angket literasi budaya, dan lembar observasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, independent sample t-test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh rata-rata posttest hasil belajar sebesar 85,27, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 74,13. Literasi budaya mahasiswa juga mengalami peningkatan signifikan dengan skor rata-rata 88,40 pada kelompok eksperimen dan 76,13 pada kelompok kontrol. Nilai N-Gain kelompok eksperimen berada pada kategori sedang–tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa responsif budaya efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan literasi budaya mahasiswa.
THE EFFECT OF PROBLEM-BASED LEARNING MODEL ON STUDENTS’ ABILITY IN WRITING NARRATIVE TEXT ASSISTED BY WORDWALL MEDIA AT GRADE XI OF SMAN 1 SIMPANG EMPAT IN 2025/2026 ACADEMIC YEAR Elvina Sonita; Putri Lidiana Permata Sari
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i2.380-387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem-Based Learning (PBL) berbantuan media Wordwall terhadap kemampuan menulis teks naratif siswa kelas XI SMAN 1 Simpang Empat tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen berupa pre-test dan post-test control group. Populasi penelitian berjumlah 282 siswa, sedangkan sampel terdiri dari dua kelas yang dipilih melalui teknik cluster random sampling, yaitu kelas XI MIPA 3 sebagai kelas eksperimen dan XI MIPA 4 sebagai kelas kontrol dengan total 72 siswa. Data dikumpulkan melalui tes menulis dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen mengalami peningkatan yang lebih signifikan dibandingkan kelas kontrol. Skor total kelas eksperimen meningkat dari 2100 pada pre-test menjadi 2750 pada post-test (gain score = 650), sedangkan kelas kontrol meningkat dari 2100 menjadi 2270 (gain score = 170). Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai t-hitung (2,93) lebih besar daripada t-tabel (1,99) pada taraf signifikansi 0,05 dengan df = 70. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model PBL berbantuan Wordwall berpengaruh signifikan terhadap kemampuan menulis siswa serta meningkatkan motivasi dan keterlibatan belajar.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI BEBAS MELALUI MEDIA BING IMAGE CREATOR PADA SISWA SMA MUHAMMADIYAH 11 PADANGSIDIMPUAN Yanimah Pinayungan Tanjung; Husniah Ramadhani Pulungan; Eli Marlina Harahap; Khatib Lubis; Nikmah Sari Hasibuan
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i2.311-325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi bebas siswa kelas X SMA Muhammadiyah 11 Padangsidimpuan melalui penggunaan media Bing Image Creator. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek sebanyak 21 orang siswa. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Kondisi awal menunjukkan bahwa hanya 9 siswa (42,85%) yang mencapai ketuntasan dengan skor 75–80, sedangkan 12 siswa (57,14%) belum tuntas dengan skor bervariasi antara 10 hingga 50. Hal ini menunjukkan rendahnya kemampuan menulis puisi bebas siswa sebelum diberi tindakan. Setelah diterapkan penggunaan media Bing Image Creator, hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada siklus I rata-rata ketuntasan siswa mencapai 59,23% dan meningkat pada siklus II menjadi 73,61%, sehingga terdapat kenaikan sebesar 14,38%. Selain itu, hasil observasi terhadap aktivitas guru dan siswa juga memperlihatkan peningkatan yang signifikan, baik dari segi keterlibatan, kreativitas, maupun kemampuan siswa mengekspresikan gagasan dalam bentuk puisi bebas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media Bing Image Creator terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi bebas siswa. Rekomendasi penelitian ini adalah: (1) kepala sekolah diharapkan mendukung pelaksanaan workshop media pembelajaran inovatif, (2) guru dapat menggunakan media digital ini sebagai alternatif dalam pembelajaran menulis puisi bebas, (3) siswa diharapkan terus berlatih menulis puisi dengan lebih imajinatif, dan (4) peneliti selanjutnya disarankan mengembangkan penelitian pada aspek gaya bahasa dan penggunaan majas dalam puisi.
PERBANDINGAN KATA KERJA “TONGGUO” DAN “JINGGUO” DALAM BAHASA MANDARIN DENGAN KATA KERJA “MELALUI” DALAM BAHASA INDONESIA David Hartono Asihin; Nita Sofiani; Karina Karina; Agnessya Princess Chandra
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i2.432-444

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk meneliti persamaan, perbedaan, serta penggunaan kata kerja “??” (t?ngguò) dan “??” (j?ngguò) dalam bahasa Mandarin dengan kata kerja “melalui” dalam bahasa Indonesia. Ketiga kata tersebut memiliki makna yang serupa, yaitu menunjukkan proses, cara, atau perlintasan terhadap suatu objek maupun situasi tertentu. Namun, dalam penggunaannya di masing-masing bahasa terdapat perbedaan makna, fungsi gramatikal, serta konteks pemakaian yang menarik untuk dianalisis lebih lanjut. Penelitian ini dilakukan untuk membantu pembelajar bahasa Mandarin maupun bahasa Indonesia memahami penggunaan ketiga kata tersebut secara lebih tepat sehingga dapat mengurangi kesalahan dalam penerjemahan maupun komunikasi sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode studi literatur dengan mengumpulkan berbagai teori dan contoh penggunaan dari sumber tertulis. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari kamus bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia modern, korpus bahasa, buku tata bahasa, serta jurnal-jurnal ilmiah yang berkaitan dengan semantik dan sintaksis kedua bahasa tersebut. Data yang diperoleh kemudian dianalisis berdasarkan persamaan arti, fungsi, struktur kalimat, dan konteks penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 persamaan dan 5 perbedaan antara kata “??” (t?ngguò), “??” (j?ngguò), dan “melalui”. Persamaan tersebut terlihat pada fungsi dasar yang sama dalam menyatakan proses atau perantara, sedangkan perbedaannya tampak pada penggunaan gramatikal, nuansa makna, serta objek yang menyertainya dalam kalimat. 
MORAL VALUES ANALISYS IN FRANCIS HODGSON BURNETT’S THE LOST PRINCE Eka Kurniawati; Anwari Anwari; Fathimah Isnina
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i2.303-310

Abstract

The aim of conducting this study is to analyze the moral values of main character in the Burnett’s The Lost Prince.The hero’s true identity will be revealed by fate. Marco’s charismatic father, a patriot of the mythical and war-torn nation of Samavia, sends him and his street Urchin companion, The Rat, who is no older than thirteen, on a covert mission throughout Europe. Burnett places a strong emphasis on education, showing that good or bad education determines virtue or vice. As a global citizen, Marco has received an education in the style of Rousseau. His father, a good adult mentor, led and directed his observations. He has received strict training in virtue, intellectual discussion, self-command, and emotional and mind control.This study used Kohlberg and Frankena’s theory. The study applied to library research because the corpus was a novel. Besides that, this study was a concept analysis. The researcher explained and related the object to concepts, theories, or other relevant sources. The study attempted to provide a solution to the following question: is moral education solely the responsibility of an institution or is it a collective obligation? The respon is that not only teachers in schools can instill moral values in children, but parents can also play an important part in educating children about necessity of living an ethical life.
SEMIOTIC ANALYSIS OF THE LYRICS ON BTS’S ALBUM LOVE YOURSELF: ANSWER Naomi Lastiarma Lumbantoruan; Rony Arahta Sembiring; Rosdiana Rajagukguk
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i2.276-280

Abstract

This study aims to analyse the semiotic meanings in the lyrics of BTS songs from the album Love Yourself: Answer using Roland Barthes’ theory, which encompasses denotation, connotation and myth. This study employs a descriptive qualitative approach. The data consists of lyrics from five songs selected via purposive sampling based on their relevance to the themes of identity, emotion and self-love. Data collection was carried out through documentation using online lyric sources, whilst data analysis employed coding techniques based on Barthes’s semiotic framework. The results indicate that BTS’s lyrics contain layered meanings that reflect emotional experiences as well as the construction of the ideology of self-love as a form of healing and resistance against social pressure.
PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR Sayid Mansur Hasibuan; Eva Juliana
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i2.388-396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media audio visual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar serta pengaruhnya terhadap peningkatan hasil belajar dan motivasi siswa. Media audio visual merupakan salah satu sarana pembelajaran yang memadukan unsur suara dan gambar sehingga mampu menarik perhatian siswa dan mempermudah pemahaman materi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa dan guru di sekolah dasar yang menerapkan media audio visual dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual dapat meningkatkan minat dan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar. Siswa menjadi lebih aktif, mudah memahami materi, serta mampu mengingat informasi lebih lama dibandingkan dengan metode konvensional. Selain itu, guru juga lebih terbantu dalam menyampaikan materi karena media audio visual mampu memberikan contoh konkret dan kontekstual kepada siswa. Kendala yang dihadapi dalam penggunaan media ini antara lain keterbatasan sarana dan prasarana serta kemampuan guru dalam mengoperasikan teknologi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audio visual memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Oleh karena itu, disarankan agar sekolah dan guru lebih optimal dalam memanfaatkan media audio visual sebagai inovasi pembelajaran yang efektif dan menarik.
Thematic and Metafunctional Insights into Singaporean English: A Study of Syntax and Dialect Formation Yevis Haritsyah
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i2.326-337

Abstract

The multilingual linguistic context in Singapore has been instrumental towards the evolution of Singapore Colloquial English (Singlish), a local form of the English language, which is used largely in informal communication. Due to the long-term interaction of English with other languages used in Singapore (such as Malay, Mandarin, Hokkien, and Tamil), Singlish exhibits unusual syntactic and discourse-related features that make it different to the Standard English. This research paper will examine the syntactic constructions and theme structure of Singaporean English in terms of the analytical tool of Systemic Functional Linguistics (SFL) with the focus to the ideational, interpersonal and textual metafunctions. The study is intended to determine the unique syntactic constructions defining Singlish, analyze the ways of realization of thematic structures in the discourse level as well as the way that these characteristics of language demonstrate the mechanisms of dialect formation in a multilingual environment. The study deconstructs data obtained through semi-structured interviews with Singaporean speakers who commonly use Singlish in daily communication with others with the help of a qualitative descriptive design. Some hundred clauses with important syntactic characteristics were transcribed and analysed using a syntactic and metafunctional analysis, such as ThemeRheme structure, transitivity patterns and mood structures. The results indicate that there are a number of repetitive grammatical patterns such as ellipsis and grammatical reduction, deletion of copula, topic-prominent constructions, simplified tense marking and sentence-final discourse particles. These characteristics show that Singlish syntax is characterized by the structural simplification and functional adaptation to the multilingual sociolinguistic context in Singapore. The paper finds that Singaporean English is a systematic contact variety whose grammar patterns have a strong relationship with thematic organization and metafunctional meaning-making practices in language.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 1 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 3 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 2 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 1 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa & Sastra Vol 9, No 4 (2024): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa & Sastra Vol 9, No 3 (2024): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 2 (2024): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2024): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 4 (2023): LINGUISTIK: JURNAL BAHASA & SASTRA Vol 8, No 3 (2023): LINGUISTIK: JURNAL BAHASA & SASTRA Vol 8, No 2 (2023): LINGUISTIK: jurnal Bahasa & Sastra Vol 8, No 1 (2023): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa & Sastra Vol 7, No 2 (2022): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 7, No 1 (2022): Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 6, No 2 (2021): Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 6, No 1 (2021): Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 5, No 2 (2020): Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 5, No 1 (2020): Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 4, No 2 (2019): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 4, No 1 (2019): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 3, No 2 (2018): Linguistik Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 3, No 1 (2018): Januari - Juni Vol 2, No 1 (2017): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Lingustik Vol.1 N0.1 Juli-Desember 2016 More Issue