cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Edu Riligia: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan
ISSN : 25810251     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 346 Documents
IMPLEMENTASI METODE GERAKAN UNTUK MENGHAFAL HADIS PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI KB TK ISLAM AL AZHAR 64 BATURAJA Sari, Afifah Nabila
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 3 (2025): Juli - September
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i3.24316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai implemetasi dari metode gerakan untuk menghafal hadis pada anak usia 4-5 tahun di KB TK Islam Al Azhar 64 Baturaja, sekaligus menganalisa apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam menerapkan metode gerakan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Proses pengumpulan data dilakukan secara langsung melalui wawancara, observasi, dan di dukung dengan hasil dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode gerakan dalam menghafal hadis pada anak usia 4-5 tahun di KB TK Islam Al Azhar 64 Baturaja telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang diharapkan, metode ini terbukti dapat memudahkan anak dalam menghafal hadis sehari-hari. Metode ini dapat terlaksana dengan baik karena didukung oleh tenaga pendidik dalam hal ini guru yang sangat berperan dalam pelaksanaan metode gerakan tersebut. Sedangkan faktor penghambat adalah masih terbatasnya dukungan dan bantuan dari pihak orangtua. Dapat disimpulkan bahwa implementasi metode gerakan untuk menghafal hadis pada anak usia 4-5 tahun telah terlaksana dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Terapi Islami untuk Mengatasi Kecemasan Akademik Santri: Integrasi Psikologi Klinis dengan Pendekatan Spiritual Pasaribu, Selamat
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 3 (2025): Juli - September
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i3.25974

Abstract

This research examines the effectiveness of Islamic therapy in addressing academic anxiety among santri (Islamic students) through the integration of clinical psychology with spiritual approaches. Conducted at Pesantren Irsyadul Islamiyah Tanjung Medan, North Labuhanbatu, this qualitative study explores how Islamic therapeutic interventions can complement conventional psychological treatment for academic anxiety. The findings reveal that Islamic therapy, incorporating elements such as dhikr (remembrance of Allah), dua (supplication), Quranic recitation, and spiritual counseling, significantly reduces academic anxiety levels among santri. The integration of clinical psychology principles with Islamic spiritual practices creates a holistic therapeutic approach that addresses both psychological and spiritual dimensions of anxiety. This study contributes to the development of culturally sensitive mental health interventions in Islamic educational settings.
Upaya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Terhadap Kesejahtreraan Masyarakat Dalam Perspektif Ekonomi Syariah Desa Sipispis Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai Damanik, Azhari Firnanda; Effendi, Syamsul; Rahman, Abdul
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 3 (2025): Juli - September
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i3.25997

Abstract

MSMEs (Micro, Small and Medium Enterprises) are independent productive business units, carried out by individuals or business entities in all economic sectors. In principle, the distinction between micro, small, medium, and large businesses is generally based on the initial asset value (excluding land and buildings), average annual turnover, or number of permanent workers. The purpose of this study is to determine the impact of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) on Community Welfare in the Perspective of Islamic Economics in Sipispis Village, Sipispis District, Serdang Bedagai Regency. To determine the pattern of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) on Community Welfare in the Perspective of Islamic Economics in Sipispis Village, Sipispis District, Serdang Bedagai Regency. To determine the implementation of wage payments for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) on Community Welfare in the Perspective of Islamic Economics in Sipispis Village, Sipispis District, Serdang Bedagai Regency. The method used in this study is quantitative. It is called Quantitative because the data collected in this study can be analyzed using statistical analysis. 
KOMUNIKASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN HARMONISASI HUBUNGAN KEPALA SEKOLAH, GURU, DAN SISWA Rozali, M.; Tanjung, Lidra Agustina; Kharomah, Larasati Nur
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 3 (2025): Juli - September
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i3.26023

Abstract

This study aims to examine the role of communication in Islamic education, focusing on Baitul Qur’an Binjai. The main problem arose from poor communication between the principal and former teachers, which created conflict, decreased student motivation, and reduced parental trust. The research applied a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and documentation. Findings revealed that after the teacher replacement, internal communication became more harmonious, principals and teachers supported each other, and students developed closer interactions with educators. The learning environment grew more conducive, innovations emerged, and parents’ trust significantly improved. These results highlight that Islamic communication—open, dialogical, and based on Qur’anic values—plays a strategic role in fostering harmony, enhancing learning quality, and strengthening the school’s image as a progressive Islamic educational institution.
Legalitas Mengamalkan Ijazah Amalan Bagi Penunut Ilmu Melalui Media Sosial Tik Tok (Kajian dalam Perspektif Penambahan Kecerdasan dan Kekuatan Hafalan) Alifa, Alifia Zuhriatul
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 3 (2025): Juli - September
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i3.22605

Abstract

Munculnya para mubaligh muda dan cendekiawan yang membagikan pengetahuan agama melalui media sosial TikTok telah menjadi hal yang umum. Banyak konten yang menawarkan alaman-amalan tertentu, seperti yang diperuntukkan bagi penuntut ilmu. Namun, banyak orang yang masih mempertanyakan apakah amalan-amalan yang dibagikan di media sosial tersebut apakah diperbolehkan untuk diamalkan. Beberapa individu menjadikan amalan-amalan ini hanya sebagai formalitas semata mengikuti tanpa keyakinan dalam hati, yang pada akhirnya mengurangi manfaat dari amalan tersebut. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji legalitas/keabsahan ijazah amalan yang ada di sosial media TikTok dalam perspektif penambahan kecerdasan dan kekuatan hafalan bagi penuntut ilmu, menganalisis konten terkait amalan tersebut, dan menggambarkan sisi positif dan negatif dari praktik ajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data utama berdasarkan observasi terhadap konten TikTok yang menawarkan amalan untuk penuntut ilmu dalam perspektif penambahan kecerdasan dan kekuatan hafalan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ijazah amalan dari internet diperbolehkan selama konten tersebut mencakup amalan umum seperti dzikir dan sholawat, serta sesuai dengan al-Qur'an dan hadits. Selama orang yang membagikan amalan tersebut niatnya adalah untuk menyebarkan ilmu secara luas di media sosial bukan yang amalan bersifat privat atau khusus.
Keterlibatan Perempuan dalam Dinasti Fathimiyah : Implikasi Untuk Kesetaraan Gender di Era Saat Ini Nurhayati, Fitriani
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 3 (2025): Juli - September
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i3.25627

Abstract

Abstrak: Artikel ini membahas peran perempuan dalam Dinasti Fathimiyah (909–1171 M) serta implikasinya terhadap kesetaraan gender di masyarakat masa kini. Dinasti Fathimiyah dikenal sebagai salah satu kekhalifahan penting dalam sejarah Islam yang memberikan ruang bagi perempuan untuk berperan aktif di bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui analisis dokumen sejarah dan wawancara mendalam untuk menelusuri kontribusi perempuan Fathimiyah, khususnya dalam pendirian institusi pendidikan seperti masjid dan perpustakaan, serta partisipasi mereka dalam kegiatan wakaf yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perempuan tidak memegang kekuasaan politik secara formal, mereka memiliki pengaruh besar sebagai pendidik, pengelola wakaf, dan pelestari budaya ilmiah. Kontribusi ini menjadi inspirasi bagi upaya kesetaraan gender di era modern, menegaskan pentingnya partisipasi perempuan dalam pendidikan dan pengambilan keputusan. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya diskusi tentang posisi perempuan dalam sejarah Islam dan memberikan perspektif baru bagi gerakan kesetaraan gender kontemporer.
Student Social Philosophy: Roles and Responsibilities in Society Yunita, Intan; Nasikhin, Nasikhin; Fihris, Fihris
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 2 (2025): April -Juni
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i1.19628

Abstract

This article discusses the role and responsibilities of students in society from the perspective of social philosophy. Students are seen as agents of change who have a great moral and intellectual responsibility in shaping a more just and sustainable society. The literature study approach is used to explore social philosophy concepts that are relevant to student participation in society. The results of the analysis show that the use of philosophical thinking as a basis for action by students, such as the concept of social justice according to John Rawls, Mahatma Gandhi's non-violent approach, and Paulo Freire's critical thinking, allows them to become more effective agents of change. Students are also involved in various social and political activities, such as protests, advocacy campaigns, volunteer activities, as well as participation in political movements, as a concrete form of their role as agents of social change. Challenges and obstacles students face, such as unsupportive authority reactions, risks of repression, and internal conflicts, are also discussed. Strategies to increase student roles and responsibilities, such as education and critical awareness, involvement in student organizations, community service programs, collaboration with external parties, and advocacy and social campaigns through social media, are proposed as measures to help students play a more active and effective role in building a more just, democratic, and sustainable society.
Peran Guru Sebagai Murabbi Dalam Perspektif Islam Yudistira, Srikandi; Andriya, Maynur; Afandi, Muslim
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 1 (2025): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i1.22528

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran guru sebagai pendidik dan administrator dalam perspektif Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu pengumpulan data dari berbagai sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru tidak hanya bertanggung jawab mengajarkan ilmu, tetapi juga membangun karakter dan nilai moral pada siswa. Peran guru sebagai murabi sangat penting dalam memaksimalkan potensi siswa dan membimbingnya menuju kematangan emosi dan spiritual. Kesimpulannya, peran guru sebagai murabi dalam pendidikan Islam sangat penting untuk mengembangkan sumber daya manusia yang cerdas dan berakhlakul karimah.
Konsep Masyi'atu Allah dan Masyi'atu Al-‘Ibad dalam Proses Pendidikan berdasarkan Perspektif Teologi Islam Budi, Firmansah Setia; Ahmad, Nurwadjah; Suhartini, Andewi
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 2 (2025): April -Juni
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i2.19503

Abstract

Perbedaan pendapat terkait konsep masyiatu Allah dan masyiatu al-‘ibad antara aliran teologi Jabariyah, Qadariyah dan Ahlu Sunnah merupakan perdebatan yang sudah sering diperbincangkan sejak dulu. Namun sekarang, hal ini perlu dikaji ulang kaitannya dengan implikasi dari perbedaan pendapat terkait konsep masyiatu Allah dan masyiatu al-‘ibad terhadap konsep pendidikan dalam Islam. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai konsep pendidikan Islam dalam perspektif teologis. Hal ini akan diperjelas melalui komparasi antara perspektif teologis aliran Jabariyah, Qadariyah dan Ahlu Sunnah. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (bahtsun maktabiy) melalui pendekatan analisis deskriptif (dirasah washfiyah). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aliran Jabariyah menafikan kehendak manusia (masyiatu al-‘ibad) dalam proses pendidikan. Sebaliknya, aliran Qadariyah menafikan kehendak Allah (masyiatu Allah) dalam proses pendidikan. Adapun Ahlu Sunnah tidak menafikan salah satu diantara keduanya, Ahlu Sunnah berpendapat bahwa keduanya memiliki peranan masing-masing dalam proses pendidikan. Maka pendidikan dalam Islam harus bisa mengarahkan peserta didik agak kehendak mereka sesuai atau sejalan dengan apa yang dikehendaki oleh Allah -ta'ala-.
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM PENGEMBANGAN MORAL ANAK USIA DINI DI RA AR RUM Hanafiah, Muhammad Ali; Wardati, Laila; Nasution, Leni Masnidar; Anisah, Anisah; Sari, Kumala
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 2 (2025): April -Juni
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i2.21757

Abstract

This study aims to analyze the implementation of character education based on local wisdom in the moral development of early childhood at RA Ar Rum. The research method employed is a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and document analysis. The research subjects include the principal, teachers, parents, and students at RA Ar Rum. The findings indicate that character education based on local wisdom, such as the values of cooperation, politeness, and responsibility, has a significant impact on the moral development of early childhood. Children at RA Ar Rum demonstrate improvement in moral behavior, such as respect for others, responsibility, and cooperation. Despite challenges like the lack of relevant teaching materials and the perception of modern society that tends to overlook local values, the opportunity to integrate traditional values with digital technology offers promising prospects. The conclusion of this study is that character education based on local wisdom is effective in shaping the morals of early childhood, especially when supported by innovation and collaboration from various parties.