JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Articles
24,488 Documents
Implementasi Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Di SMK Unggul Negeri 2 Banyuasin III
Yuliana, Belvi;
Fitria, Happy;
Martha, Alfroki
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (181.39 KB)
Penelitaian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Di SMK Unggul Negeri 2 Banyuasin III dan bentuk tindak lanjut dari pelaksanaan PKL. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah Kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang Humasin, wakil kepala sekolah bidang Kurikulum, dan panitia Pokja Praktik Kerja Lapangan SMK Unggul Negeri 2 Banyuasin III. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa pelaksanaan PKL di SMK Unggul Negeri 2 Banyuasin III diimplementasikan secara tersetruktur 1) Perencanaan PKL meliputi kegiatan penyusunan pokja dan program PKL, pemetaan DUDI, MoU, Pengajuan permohonan dan pembekalan siswa; 2) tahapan pelaksanaan meliputi kegiatan pemberian materi di DUDI, pengisian jurnal dan pembuatan laporan; 3) monitoring dilakukan dengan intensif melalui daring dan pembimbing PKL datang langsung ke tempat DUDI; 4) evaluasi dilakukan pada dilakukan ke siswa, evaluasi yang dilakakan ke DUDI, dan evaluasi kegiatan setelah PKL dilaksanakan; 5) bentuk tindak lanjut setelah PKL di antaranya sebagai penguji UKK, Guru Tamu, Kunjungan Lapangan, kegiatan Open Recruitmen, dan bantuan CSR.
Pengalaman Komunikasi Pembimbing Kemasyarakatan dengan Klien Pemasyarakatan dalam Proses Bimbingan pada Balai Pemasyarakatan Kelas II Bukittinggi
Nofianti, Nike;
Roem, Elva Ronaning
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (122.721 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i3.1951
Pengulangan tindak pidana atau yang biasa dikenal dengan istilah Residivis semakin marak terjadi. Hal ini menjadi suatu perhatian khusus bagi aparat penegak hukum seperti Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan serta Pemasyarakatan. Pemasyarakatan yang menjadi sorotan disini adalah Pembimbing Kemasyarakatan dari Balai Pemasyarakatan. PK merupakan petugas pemasyarakatan yang melaksanakan tugas pembimbingan klien pemasyarakatan disebut sebagai Pembimbing Kemasyarakatan (PK). Selama pelaksanaan proses pembimbingan, komunikasi berperan penting terhadap keberhasilan suatu bimbingan. Pengalaman komunikasi PK dengan klien pemasyarakatan dalam proses bimbingan merupakan pengalaman yang layak diteliti. Adapun tujuan penelitian adalah bagaimana komunikasi Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dengan klien pemasyarakatan selama pelaksanaan proses pembimbingan di Balai Pemasyarakatan Kelas II Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Fenomenologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi Edmund Husserl. Proses pembimbingan yang dilakukan kepada klien pemasyarakatan di Balai Pemasyarakatan Kelas II Bukittinggi memiliki tujuan salah satunya agar klien pemasyarakatan dapat kembali ketengah-tengah masyarakat dengan baik serta tidak mengulangi tindak pidana. Komunikasi yang dibangun dalam proses bimbingan adalah komunikasi interpersonal. Keberhasilan dalam membentuk komunikasi interpersonal terdapat pada komunikator dalam hal ini adalah PK. PK harus mampu membangun kedekatan agar proses bimbingan berjalan dengan baik sehingga dapat membawa perubahan terhadap klien pemasyarakatan sehingga tidak melakukan tindak pidana lagi. Oleh sebab itu diperlukan peningkatan kualitas PK, sehingga dapat memberikan pengalaman yang terbaik juga untuk klien pemasyarakatan yang memerlukan bimbingan. Sebab sumber daya manusia PK yang berkualitas akan menentukan kepada keberhasilan klien pemasyarakatan untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Implementasi Supervisi Kepala Sekolah dalam Pembinaan Profesionalitas Guru
Purbasari, Hanif Yuliana;
Fitria, Happy;
Martha, Alfroki
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (142.95 KB)
Penelitian kualitatif ini mendeskripsikan pelaksanaan supervisi oleh Kepala Sekolah dalam membina profesionalitas guru. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa Kepala SMAN 1 Banyuasin III telah merencanakan program supervisi dengan membuat tim penyusun program dan analisis hasil supervisi pada awal tahun pelajaran, dan kepala sekolah juga telah melaksanakan supervisi pembinaan profesionalitas, dengan melakukan supervisi teknik individu, dan tindak lanjutnya, satu kali dalam satu semester. Teknik supervisi dilaksanakan dengan menerapkan prinsip-prinsip supervisi yaitu demokrasi, kerja sama, konstruktif dan kreatif. Sedangkan yang menjadi sasaran supervisi pembinaan guru, adalah tugas pokok guru dalam persiapan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan penilaian. Profesionalitas guru SMAN 1 Banyuasin III setelah dilakukan supervisi, dibina, oleh kepala sekolah, guru telah memiliki silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran, dan dalam pembelajaran sudah mengadakan apersepsi pada pendahuluan, dapat menguasai kelas, menguasai materi ajar, dan menerapkan model pembelajarn discovery learning, inquiry learning dan project based learning.
Tingkat Kecemasan Narapidana Anak di Lapas dengan Kuisioner Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS)
Fahmi, Alvin Pradana;
Subroto, Mitro
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (320.459 KB)
Karena asumsi dan tekanan yang buruk sama hal nya perlakuan tidak menyenangkan, disiksa, dilecehkan, tidak adanya kesehatan dan alat-alat kesehatan yang buruk, penjara akan memiliki ketakutan dan ketidaknyamanan, Selain itu, ketika seseorang dilepaskan, stigma ini akan selalu melekat pada seseorang. Lamanya hukuman dan isolasi dari lingkungan luar memiliki efek psikolologis cukup sangat besar terhadap mental yang sehat untuk napi. Uji coba ini dapat mendeskripsikan. output hasil menjelaskan bahwa karakteristik responden tertua adalah: 15 tahun pada usia -15 tahun, dengan tingkat pendidikan tertinggi: 16 tahun SLTP, dan 26 tahun tidak sekolah. Hasil uji deskriptif SPSS tingkat kecemasan anak lapas adalah kecemasan sedang. Kesimpulan: Perawat dan petugas Lapas harus memperhatikan tingkat kecemasan perempuan di Lapas, karena narapidana perempuan memiliki banyak masalah baik secara fisik maupun psikis.
Upaya Pemenuhan Hak bagi Narapidana Penyandang Disabilitas
Romado, Muhammad Garda;
Subroto, Mitro
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (322.235 KB)
Narapidana Penyandang Disabilitas adalah Narapidana yang dipidana dengan pidana penjara yang mengakibatkan hilangnya kemerdekaan di dalam Lembaga Pemasyarakatan yang mengalami gangguan fisik, mental, atau sensorik dalam jangka waktu yang lama. Sebagai lembaga yang diberdayakan untuk menawarkan narapidana, termasuk narapidana penyandang cacat, serta mereka yang berkewajiban untuk aksesibilitas atau untuk menjalankan hak-haknya dalam sistem perawatan kesehatan, saran dan layanan untuk menghindari tindakan diskriminatif terhadap narapidana penyandang cacat di kesehatan Narapidana Penyandang Disabilitas menurut Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang disabilitas. Ketika lembaga pemasyarakatan menyediakan unit pelayanan bagi penyandang disabilitas berupa pengobatan, pusat rehabilitasi, akses kursi roda di koridor sel, bantuan bagi narapidana disabilitas, penyediaan tenaga medis dengan keahlian khusus di bidang penyakit narapidana disabilitas, disabilitas fisik, disabilitas , cacat selama Penahanannya. Untuk mengatasi semua masalah tersebut, hal ini dapat dicapai dengan bekerja sama dengan instansi pemerintah pusat dan daerah untuk pelayanan kesehatan dan fasilitas masyarakat yang terkait dengan disabilitas.
Pemenuhan Hak – hak Pidana Hukuman Mati pada Narapidana Saklt Kronis di Lembaga Pemasyarakatan
lrnas, Muhammad;
Subroto, Mitro
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (491.426 KB)
Hukuman pidana mati merupakan saIah satu hukuman terberat terhadap terpidana yang divonis oleh pengadiIan akibat dari tindak pidana yang teIah diIakukan. Hukuman mati bisa dikatakan sebagai hukuman terberat karena terpidana tidak memerIukan hukuman Iain seteIah hukuman tersebut dijatuhkan oleh hakim. Di lndonesia masih memberlakukan pidana mati. Eksekusi terpidana mati diIakukan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan tidak diperkenankan kepada seorang terpidana yang berada didalam suatu kondisi yang sudah cukup Iama dalam penundaan. HaI tersebut dapat menngakibatkan terpidana bisa mengaIami suatu bentuk penyiksaan psikoIogis yang juga sangat berpengaruh pada kesehatan fisik terpidana itu sendiri hingga terpidana dapat mengaIami sakit seIama didaIam Iembaga pemasyarakatan. Negara wajib memenuhi hak-hak narapidana, dalam halnya kesehatan yang pastinya melekat dan telah terjamin oleh negara dengan melalui Undang-Undang Dasar Negara Republik lndonesia 1945 dan adanya peraturan perundang-undangan Iainnya yang menyangkut hal tersebut.
Pelaksanaan Pembinaan Narapidana Perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang
Nugroho, Aditya Pandu;
Subroto, Mitro
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (337.396 KB)
Perkembangan peradaban dunia hari ini menunjukkan kompleksitas yang semakin meningkat dengan variasi pola pikir, tindakan, dan perilaku manusia yang disalurkan tidak sebatas sebagai suatu pola pikir, melainkan juga keluar dalam bentuk tindakan negatif yang mengakibatkan kerugian bagi pihak lain dan atau diri si pelaku tersebut. Tindakan tersebut umumnya dinamakan kejahatan. Di sisi lain, terdapat juga perilaku negatif yang dapat dikonotasikan dengan tindakan-tindakan “positifâ€, pelanggaran norma agama, sosial, atau peraturan dan kebijakan pemerintah. Umumnya pelanggaran terhadap kebijakan atau aturan pemerintah dinilai sebagai Kejahatan. Tulisan ini adalah gambaran awal mengenai Kehidupan Perempuan dalam Lapas yang membutuhkan penelitian lebih lanjut, diharapkan dapat menjadi referensi bagi untuk mempelajari kehidupan perempuan selama di dalam penjara.
Digital Marketing Implementation: Implentasi Pemasaran Digital Untuk Meningkatkan Penjualan Industri Di Kelurahan Tangkerang
Fahira, Dinda Nur;
Agustina, Efa;
Qurhtuby, Muhammad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (899.543 KB)
Digital marketing adalah kegiatan promosi dan pencarian pasar melalui media digital secara online dengan memanfaatkan berbagai sarana misalnya jejaring sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pemasaran digital, terutama media sosial, bagi para pelaku bisnis Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan penjualan dan laba mereka. Dihadiri oleh peserta : NARATTAKIDS (distributor baju anak), BUNGA MAWAR FRESH PEKANBARU (usaha buket bunga segar, snack, dan buket uang), dan TIRTAHANA STORE (toko pakaian bekas). metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan edukasi secara virtual (Webinar) dan terjun langsung untuk membantu proses implementasi pemasaran digital, metode ini merupakan kegiatan pengembangan kemampuan dengan menerapkan ilmu pengetahuan yang telah dimiliki. praktik langsung yang lakukan yaitu membuat akun media sosial (Instagram, Facebook, dll), marketplace (Shopee, Tokopedia, Lazada, dll) dan cara membuat produk terlihat menarik bagi pembeli dengan cara melakukan pemotretan produk menggunakan kamera profesional. Hasil observasi yang dilakukan oleh para anggota KKN Kelompok 9 menunjukkan bahwa pelaku usaha UMKM secara keseluruhan aktif dalam menggunakan media sosial sebagai alat promosi mereka akan tetapi masih terlalu pasif dalam mengimplementasikan promosi digital dalam bentuk foto katalog yang sudah bekermbang karena kurangnya pemahaman tentang teknologi dan ketrampilan. Semua peserta menunjukkan minat besar untuk menggunakan pemasaran media sosial secara terus menerus untuk meningkatkan penjualanan mereka
Pola Asuh Orang Tua terhadap Perkembangan Moral dan Pola Pikir Anak
Handayani, Puji Ayu;
Lestari, Triana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (319.425 KB)
Tulisan ini bertujuan untuk lebih megetahui dan memahmi tentang pentingnya pola asuh orang tua terhadap perkembangan moral anak serta pola pikir anak. Penelitian ini menggunaka metode kualitatif dan pembahasan secara deskriptif, yaitu teori yang menjadi bahan pembahasannya diperoleh dari hasil studi kepustakaan dengan berbagai macam sumber yang ada dari jurnal, artikel, buku yang memiliki kedalaman dari para ahli. Dengan pentingnya pola asuh orang tua terhadap perkembanga anak, diharapkan orang tua sebagai guru pertama bagi anaknya dapat meningkatkan pola asuh sesuai dengan perkembangan anak dan bisa melihat potensi yang dimiliki oleh anaknya. Dengan banyaknya faktor yang terjadi di tengah masyarakat, maka penulis tertarik untuk menganalisis kembali mengenai pola asuh orang tua terhadap perkembangan moral serta pola pikir anak.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pelaku Usaha dalam Berhubungan dengan Rentenir di Pasar Tumenggungan Kebumen
Rahayani, Erni;
Ediwidjojo, Sotya Partiwi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (560.463 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi keputusan pelaku usaha dalam pengambilan kredit pada rentenir di pasar Tumenggungan – Kebumen. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif . Adapun teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner, pengamatan, serta wawancara secara langsung kepada responden sebanyak 77 orang. Dari hasil penelitian tersebut terdapat 2 faktor yang mempengaruhi keputusan para pelaku usaha dalam memilih kredit di rentenir yaitu faktor kemudahan dan faktor sosial. Dalam hal ini faktor kemudahan berpengaruh sebesar 34,9% terhadap pelaku usaha untuk mendapakan kredit pada rentenir, untuk faktor sosial berpengaruh sebesar 74,5% terhadap pelaku usaha untuk mendapatkan kredit pada rentenir. Karena faktor ini dipengaruhi oleh kebutuhan yang mendesak, meminjam tanpa syarat ataupun tanpa collateral yang dijaminkan, waktu dan tempat juga fleksibel.