cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 24,133 Documents
The Relationship Between Anxiety and Speech Errors in English Oral Performance Among EFL Students Aura Rahma Azzahra; Puput Handriani; Paiz Fatah Siregar; Yani Lubis
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan berbahasa asing secara konsisten diidentifikasi sebagai salah satu faktor afektif paling berpengaruh yang memengaruhi pembelajaran bahasa kedua, khususnya dalam komunikasi lisan. Dari perspektif psikolinguistik, kecemasan bukan hanya reaksi emosional tetapi juga variabel kognitif yang mengganggu proses mental yang mendasari produksi ucapan. Artikel ini menyelidiki hubungan antara kecemasan berbahasa asing dan kesalahan ucapan dalam performa lisan bahasa Inggris di kalangan pembelajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Dengan menggunakan desain penelitian korelasional deskriptif, studi ini melibatkan 25 mahasiswa S1 dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di sebuah universitas negeri di Indonesia. Data dikumpulkan menggunakan Skala Kecemasan Kelas Bahasa Asing (FLCAS), rekaman audio presentasi lisan individu, dan daftar periksa analisis kesalahan ucapan psikolinguistik. Analisis kuantitatif mengungkapkan korelasi positif yang kuat antara tingkat kecemasan dan frekuensi kesalahan bicara, menunjukkan bahwa kecemasan yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan ketidaklancaran bicara. Temuan kualitatif lebih lanjut menunjukkan bahwa pengisi kata, pengulangan, jeda, kesalahan awal, dan salah pengucapan sangat umum terjadi di antara pembelajar yang sangat cemas. Hasil ini mendukung teori psikolinguistik yang menunjukkan bahwa kecemasan mengganggu memori kerja, kontrol perhatian, dan otomatisasi selama produksi ucapan, terutama pada tahap formulasi dan artikulasi. Implikasi pedagogis menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan kelas yang rendah kecemasan untuk menumbuhkan kefasihan lisan, kepercayaan diri, dan kompetensi komunikatif di antara pembelajar EFL.
Internalisasi Akhlak Bermuamalah dalam Qs. An-Nisa’:29 dan Relevansinya terhadap Fenomena Paylater dan Pinjaman Online Fauziah Nur Ariza; Afrytha Nirwana; Suci Rahmadina; Nur Fathiyah; Nayla Azzahra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam (1) prinsip-prinsip akhlak bermuamalah dalam perspektif Al-Qur'an, khususnya QS. An-Nisa’ ayat 29, dan (2) relevansi prinsip-prinsip tersebut terhadap praktik Paylater dan Pinjaman Online (Pinjol) yang masif di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (mawdhū’ī) dan analisis normatif-kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. An-Nisa’:29 menetapkan dua pilar fundamental dalam transaksi: larangan memakan harta dengan cara yang batil (bāṭil) dan kewajiban adanya kerelaan timbal balik (‘an tarādhin). Dalam konteks Paylater dan Pinjol, praktik yang melibatkan bunga tinggi, denda mencekik, serta memanfaatkan kedangkalan literasi keuangan konsumen berpotensi melanggar kedua pilar tersebut, diklasifikasikan sebagai bāṭil karena mengandung unsur ribā (riba), ẓulm (kezaliman), dan kurangnya tarādhin yang autentik akibat posisi tawar yang timpang. Internalisasi akhlak bermuamalah menjadi solusi preventif utama, menuntut individu untuk menahan diri (istiqāmah) dari konsumsi berlebihan dan menolak segala bentuk transaksi yang mengandung unsur eksploitasi, sejalan dengan tujuan syariah (maqāṣid syarī’ah) untuk menjaga harta (ḥifẓ al-māl).
Implemenstasi Program Tahfidzul Qur’an terhadap Pendidikan Adab Santri di Kuttab Salman Alfarisi Karangpandan. Analisis Aksiologi Mujiburrahman Mujiburrahman; Ratna Jauhara
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an merupakan sumber utama ajaran Islam yang berfungsi sebagai pedoman hidup serta fondasi pembentukan karakter umat Islam. Salah satu upaya untuk menjaga kemurnian dan internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an adalah melalui program tahfidzul Qur’an. Namun, dalam praktiknya, tahfidz sering kali dipahami secara terbatas sebagai aktivitas menghafal, tanpa diintegrasikan secara utuh dengan pendidikan adab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program tahfidzul Qur’an dan nilai-nilai aksiologisnya dalam membentuk pendidikan adab santri di Kuttab Salman Al-Farisi Karangpandan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tiga informan utama, yaitu koordinator tahfidz, pendamping tahfidz dan adab, serta mudir kuttab, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahfidzul Qur’an di Kuttab Salman Al-Farisi dilaksanakan melalui sistem mulazamah bertahap, yang meliputi tahap dasar (karimah), talqin, dan tahfidz mandiri. Sistem ini memungkinkan proses internalisasi adab berlangsung secara berkelanjutan melalui pendampingan intensif, pembiasaan, dan keteladanan guru. Adab yang dikembangkan mencakup adab terhadap Al-Qur’an, adab kepada guru, adab bermajelis, kedisiplinan, kesabaran, dan keistiqamahan. Dari perspektif aksiologi pendidikan Islam, program tahfidzul Qur’an mengandung nilai spiritual, moral, edukatif, dan sosial yang berkontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter santri usia dini. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa tahfidzul Qur’an tidak hanya berorientasi pada capaian hafalan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pendidikan nilai dan pembentukan insan beradab.
Peran Keilmuan Guru dalam Epistemologi Pendidikan Islam di PPTQ Baitul Qur’an Aitaama Karangpandan Mujiburrahman Mujiburrahman; Sudiarto Sudiarto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keilmuan guru dalam membentuk epistemologi pendidikan Islam di PPTQ Baitul Qur’an Aitaama Karangpandan, Kabupaten Karanganyar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan tiga narasumber utama, yaitu mudir pesantren, koordinator tahfidz, dan guru pendidikan adab. Analisis data dilakukan secara induktif untuk memahami makna dan pola peran keilmuan guru dalam proses pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keilmuan guru di PPTQ Baitul Qur’an Aitaama dipahami secara holistik sebagai integrasi antara ilmu, amal, dan adab. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi ajar, tetapi juga sebagai teladan utama dalam pembentukan sikap, pola pikir, dan kesadaran spiritual santri. Epistemologi pendidikan Islam yang diterapkan berlandaskan pada Al-Qur’an, Sunnah, serta pemahaman ulama yang memiliki sanad keilmuan yang jelas. Proses pendidikan lebih menekankan keteladanan dan pendampingan dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan pengajaran verbal semata. Lingkungan pesantren yang terkontrol dan religius turut memperkuat internalisasi nilai-nilai epistemologi Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keilmuan guru memiliki peran sentral dalam membentuk epistemologi pendidikan Islam sekaligus menentukan kualitas pendidikan dan keberlangsungan lembaga pesantren.
Manajemen Risiko Pada Toko Sembako untuk Meningkatkan Keberlangsungan Usaha Dinna Muluena Maulidah; Amirah Amirah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha kecil seperti toko sembako memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap berbagai risiko yang dapat memengaruhi keberlangsungan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko usaha pada toko sembako dengan menggunakan pendekatan Enterprise Risk Management (ERM). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara dan penyebaran kuesioner kepada pemilik dan karyawan toko. Analisis data dilakukan melalui tahapan ERM, meliputi identifikasi risiko, pengukuran dan penilaian risiko berdasarkan tingkat kemungkinan (likelihood) dan dampak (impact), evaluasi risiko menggunakan matriks risiko, serta perumusan strategi pengelolaan risiko. Hasil penelitian mengidentifikasi sepuluh risiko utama yang mencakup risiko operasional, pasokan barang, strategis, serta keuangan dan eksternal. Risiko dengan tingkat tinggi terdapat pada kekosongan stok saat permintaan meningkat dan berkurangnya pelanggan akibat persaingan usaha. Strategi mitigasi yang direkomendasikan meliputi pengecekan stok secara rutin, diversifikasi pemasok, peningkatan ketelitian pencatatan transaksi, serta penerapan strategi promosi. Penerapan ERM membantu toko sembako dalam mengelola risiko secara sistematis sehingga dapat meningkatkan ketahanan dan keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.
Pola Asuh Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini Dewi Yunisari; Hartika Sari Devi; Shessa Nasmi; Zhilla Rahim
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pola asuh orang tua dalam pembentukan karakter anak usia dini. Karakter merupakan sebuah sikap atau perilaku yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari anak. Karakter yang baik merupakan karakter yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku dilingkungan masyarakat, baik itu norma yang bersifat adat dan kebudayaan. Pembentukan karakter pada anak usia dini merupakan hal yang penting untuk dilakukan dengan berlandaskan cinta dan kasih sayang. Karakter anak usia dini dapat tercermin dari kehidupan sehari-hari anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (Liberary Research) atau kajian pustaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola asuh orang tua dalam membentuk karakter anak usia dini, mengetahui bentuk pola asuh apa yang diterapkan oleh orang tua untuk pembentukan karakter. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter seorang anak tidak hanya terbentuk dengan sendiri, sisi baik dan buruk dari karakter anak merupakan pengaruh besar yang harus diperhatikan oleh orang tua, orang tua perlu menetapkan batasan dan aturan secara tegas dan konsisten agar anak mengetahui batasan antara perilaku baik dan buruk.
Pengaruh Literasi Numerasi terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMK Rico Otniel; Nurdina Nurdina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi numerasi adalah kemampuan dasar yang penting bagi siswa dalam memahami, menggunakan, dan memaknai angka serta simbol matematika dalam berbagai situasi kehidupan, termasuk dalam proses belajar matematika di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak literasi numerasi terhadap hasil belajar matematika siswa SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) berdasarkan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas X di salah satu SMK swasta. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes literasi numerasi dan tes hasil belajar matematika. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t berpasangan (paired sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Nilai signifikansi uji-t kurang dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa literasi numerasi mempunyai pengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa SMK. Penelitian ini menyarankan untuk meningkatkan literasi numerasi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam pembelajaran matematika di SMK.
Observation of Institutional Management, Infrastructure, and Learning at IRA Private Vocational High School in Medan Mutia Putri; Nur Fadiah Arifah Siregar; Nabilla Anggraini; Yani Lubis
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik Pengenalan Lapangan (PLP I) adalah kegiatan pembelajaran pengalaman yang dirancang untuk menjembatani teori pendidikan dan praktik sekolah nyata. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen sekolah, kondisi dan pemanfaatan fasilitas dan infrastruktur, serta proses pembelajaran di SMK Swasta IRA Medan. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui observasi lapangan yang dilakukan pada tanggal 10–11 November 2025, wawancara terbatas, dan analisis dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa manajemen sekolah beroperasi dalam lingkungan skala kecil yang fungsional dan relatif kondusif; namun, sebagian besar masih bersifat administratif dan kurang inovatif. Fasilitas pembelajaran umumnya tersedia, namun keterbatasan peralatan teknologi dan perangkat yang sudah usang secara signifikan menghambat efektivitas pembelajaran vokasional. Proses pengajaran dan pembelajaran telah mengadopsi Kurikulum Merdeka, tetapi kesiapan guru masih didominasi oleh aspek administratif, dengan adaptasi kontekstual dan praktis yang terbatas. Disimpulkan bahwa meskipun SMK Swasta IRA Medan menunjukkan potensi melalui lingkungan pembelajaran yang mendukung, peningkatan dalam manajemen sekolah, peningkatan kapasitas guru, dan fasilitas berbasis teknologi sangat penting.
Implementasi Metode Pakistani dalam Pembelajaran Tahfidz Pada Siswa Kelas V di SD Islam Al Azhar Cairo Banda Aceh Arfi Falaki; Intan Safiah; Mislinawati Mislinawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan hafalan siswa dalam pembelajaran tahfidz di SD Islam Al Azhar Cairo Banda Aceh. Sebagian siswa mengalami kesulitan mengingat dan mempertahankan hafalan karena kurangnya variasi metode dan minimnya pengulangan terstruktur. Untuk mengatasi hal tersebut, diterapkan metode Pakistani yang menekankan tiga tahapan utama, yaitu sabaq (hafalan baru), sabqi (pengulangan hafalan baru), dan manzil (murajaah hafalan lama). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas siswa dalam pembelajaran tahfidz menggunakan metode Pakistani serta mengetahui kemampuan hafalan siswa setelah penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek delapan siswa kelas V dan satu guru tahfidz. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas belajar dan tes hafalan yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran tahfidz menggunakan metode Pakistani tergolong baik, dengan rata-rata ketercapaian antara 70–80%. Berdasarkan hasil tes hafalan, sebanyak 92% siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 70 dengan mayoritas berada pada kategori Mumtaz (sangat baik). Metode Pakistani terbukti efektif meningkatkan kualitas hafalan siswa, terutama dari segi kelancaran bacaan, ketepatan tajwid, dan kemampuan mempertahankan hafalan lama. Disimpulkan bahwa metode Pakistani merupakan strategi pembelajaran tahfidz yang sistematis dan efektif untuk meningkatkan mutu hafalan siswa sekolah dasar. Metode ini dapat dijadikan alternatif dalam pelaksanaan pembelajaran tahfidz agar hasil hafalan lebih kuat, teratur, dan berkelanjutan.
Upaya Meningkatkan Keberanian Siswa dalam Mengemukakan Pendapat Melalui Pembelajaran PPKn Pada Siswa Kelas X SMKN 5 Kolaka Dede Sopiandy; Miftahul Khaer; Intan Nuraini
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk menguji dan mendeskripsikan efektivitas implementasi Model Pembelajaran PPKn Inovatif dalam meningkatkan tingkat keberanian siswa Kelas X SMKN 5 Kolaka dalam mengemukakan pendapat. Masalah utama yang diangkat adalah fenomena pasifnya siswa yang disebabkan oleh hambatan psikologis, terutama kekhawatiran akan penilaian negatif atau takut salah dalam berargumen. Penelitian ini menggunakan Pendekatan Kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan minimal dalam tiga siklus, mengikuti tahapan baku PTK (Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, dan Refleksi). Data dikumpulkan melalui Lembar Observasi Keberanian Berpendapat, Angket (pre-test dan post-test), dan Pedoman Wawancara, dengan analisis data menggunakan statistik deskriptif dan model analisis interaktif Miles dan Huberman, serta divalidasi melalui teknik triangulasi. Hasil temuan menunjukkan adanya peningkatan keberanian yang signifikan dan bertahap. Implementasi model inovatif, yang memadukan strategi safe zone (Diskusi Kelompok Kecil), penguatan psikologis (Penunjukan Acak dan Reward), dan peningkatan kualitas argumen (Debat Singkat dan Panduan Argumen), berhasil mentransformasi siswa. Indikator keberhasilan PTK tercapai pada akhir Siklus III, dengan persentase siswa yang menunjukkan keberanian mengemukakan pendapat mencapai lebih dari 85% (>85%). Kesimpulan/implikasi penelitian ini adalah Model Pembelajaran PPKn Inovatif terbukti efektif mengatasi kendala psikologis siswa SMK dalam berekspresi. Model ini direkomendasikan menjadi dasar pengembangan Modul Ajar untuk menciptakan ekosistem demokrasi sekolah yang matang dan berdaya.