cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 26,490 Documents
Pendidikan Aqidah Akhlak Dalam Wawasan Pendidikan Islam Widiyanti, Risna; Iman Harahap, Sempurna; Sipahutar, Vandawa; Sihombing, Irwandi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui defenisi, tujuan, ruang lingkup, strategi dan urgensi pendidikan aqidah akhlak. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan fokus pada studi lapangan dimana data diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah dan laporan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan aqidah akhlak merupakan fondasi utama dalam sistem pendidikan Islam karena berfungsi membentuk keyakinan yang benar sekaligus perilaku mulia dalam diri peserta didik. Tujuan Pendidikan Aqidah Akhlak tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga sosial dan moral, yakni menumbuhkan kesadaran beragama, membangun karakter yang berintegritas, serta mempersiapkan generasi yang mampu menjalankan kehidupan dengan sikap amanah, jujur, dan bertanggung jawab. Ruang lingkupnya mencakup aspek keimanan, ibadah, muamalah, serta pembiasaan perilaku-perilaku terpuji dalam berbagai dimensi kehidupan. Dalam implementasinya, Pendidikan Aqidah Akhlak memerlukan strategi yang komprehensif, seperti keteladanan, pembiasaan, nasihat, pendekatan dialogis, serta integrasi nilai-nilai Islam dalam seluruh aktivitas pendidikan. Hal ini memastikan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung secara teoritis, tetapi juga melalui pengalaman dan praktik keseharian. Di era modern yang ditandai dengan arus globalisasi, perkembangan teknologi, dan perubahan sosial yang cepat, urgensi Pendidikan Aqidah Akhlak semakin kuat. Nilai-nilai aqidah dan akhlak menjadi penuntun moral agar individu tidak tergerus oleh budaya negatif, sekaligus menjadi pedoman untuk membangun peradaban yang beretika, toleran, dan berkeadaban. Oleh karena itu, Pendidikan Aqidah Akhlak perlu terus diperkuat sebagai pilar utama dalam membina generasi Muslim yang berilmu, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan landasan iman dan akhlak yang kokoh.
Dinamika Kurikulum Dan Institusi Syarifah Auliyah, Ummi; Khodijah, Winny; Nasution, Fauziah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis dinamika kurikulum pendidikan Islam terhadap perkembangan peradaban dan masyarakat muslim. Untuk mengetahui dinamika dan institusi pada kurikulum pendidikan Islam serta mengidentifikasi institusi pendidikan Islam pada masa abad pertengahan. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan fokus pada studi lapangan dimana data diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah dan laporan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sejarah sosial pendidikan Islam adalah kisah tentang adaptasi yang dinamis. Institusi berawal dari tempat ibadah yang informal (Masjid) menjadi struktur formal yang didanai negara (Madrasah), dan akhirnya menjadi institusi riset dan akademik (Perguruan Tinggi). Seiring dengan itu, kurikulum pun berevolusi dari hafalan teks murni menjadi sintesis antara ilmu agama (naqli) dan ilmu rasional (aqli). Di masa kini, tantangan pendidikan Islam adalah mengatasi dualisme dan menyempurnakan integrasi kurikulum agar relevan dengan tuntutan global, sambil tetap mempertahankan nilai-nilai esensial yang telah diwariskan sejak masa Klasik.
Pengaruh Mordan Tawas, Tunjung, dan Kapur Sirih Terhadap Hasil Pencelupan Kain Katun Mori Prima dengan Ekstrak Bunga Telang (Clitoria Ternatea) Aprillia, Natasya; Adriani, Adriani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrak zat warna alam dimanfaatkan sebagai pewarna tekstil karena menghasilkan warna yang unik dan ramah lingkungan salah satunya adalah bunga telang. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nama warna (hue), gelap terang (value) dan kerataan warna serta perbedaan mordan tawas, tunjung dan kapur sirih terhadap hasil pencelupan ekstrak bunga telang menggunakan bahan katun mori prima. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Data yang digunakan adalah data primer yang bersumber dari 18 panelis, kemudian data yang terkumpul diolah dan dianalisis menggunakan uji Friedman K-related sample serta menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutions) versi 25. Pencelupan bahan katun mori prima dengan ekstrak bunga telang masing-masing mordan tawas menghasilkan warna Mulberry Violet dengan kode #BD6786 serta value cukup terang dan memilih kerataan warna yang cukup rata, mordan tunjung menghasilkan warna Warm Brown dengan kode #88877F serta value gelap dan memilih kerataan warna yang cukup rata, mordan kapur sirih menghasilkan warna Off White Lavender dengan kode #CBD3EE serta value cukup terang dan memilih kerataan warna rata. Hasil penelitian data gelap terang warna (Value) yaitu 0,000 < 0,05 yang artinya Ho ditolak. Artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan mordan tawas, tunjung dan kapur sirih terhadap hasil pencelupan ekstrak bunga telang menggunakan bahan katun mori prima.
Makna Filosofis Tradisi Bagatik Tulak Bala Pada Masyarakat Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir Kecamatan Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman Aprila, Yoli; Hendri, Novi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna filosofis tradisi bagatik tulak bala pada masyarakat Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan pendekatan filosofis. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagatik tulak bala merupakan tradisi keagamaan yang dilaksanakan sekali dalam setahun sebagai ikhtiar kolektif untuk menolak bala atau bahaya melalui zikir bersama yang dipimpin oleh ulama dan berkaitan dengan amalan tarekat Syattariyah. Prosesi tradisi ini meliputi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penutupan. Pada tahap pelaksanaan, masyarakat berzikir sambil berarak keliling kampung dengan membawa obor dan diiringi gandang tasa. Simbol-simbol yang digunakan, seperti daun-daunan, jeruk nipis, kemenyan, obor, gandang tasa, dan sedekah, mengandung makna filosofis berupa perlindungan, penyucian, keseimbangan spiritual, dan kebersamaan. Temuan ini menunjukkan bahwa tradisi bagatik tulak bala bukan hanya ritual adat, tetapi juga media pewarisan nilai religius, sosial, dan budaya yang berfungsi menjaga keselamatan serta keharmonisan masyarakat.
Analisis Daya Listrik Terpasang Dalam Rangka Efisiensi Energi Listrik di Bandara Aek Godang Hendri, Sahmai; Wayan Juliarta, I; Machiyana, Ichyu
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan konsumsi energi listrik beberapa dekade terakhir telah menuntut sektor-sektor strategis, termasuk transportasi udara, untuk mengimplementasikan manajemen energi yang ketat. Hal tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara Daya terpasang dengan beban terpakai, sehingga perlu studi komprehensif dan analisis energi Listrik di Bandara Aek Godang. Tanpa data dan analisis mengenai pemakaian beban dan Daya terpasang, identifikasi penghematan energi menjadi mustahil.Tujuan penelitian ini untuk mengurangi beban tagihan listrik PLN. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dilakukan melalui pengumpulan data di lapangan, observasi lingkungan penelitian serta data sekunder melalui kajian literatur dan data dari instansi terkait. penelitian ini akan menjelaskan data beban listrik, data tagihan listrik PLN, data jaringan Distribusi dan data panel Distribusi. Dari pengolahan data beban pemakaian energi listrik rata – rata 7.000 – 11.000 kWh perbulan, sedangkan dari 3 Daya langganan didapat perbandingan tagihan yaitu Daya langganan PLN 197 kVA LB2 (Premium silver) tagihan minimal 32,9 perbulan karena minimal nyala 110 jam atau 21.670 kWh, Daya langganan PLN 197 kVA B2 Reguler sebesar 19,9 Juta perbulan dengan minimal nyala 70 jam atau 13.790 kWh sedangkan Daya langganan Daya 105 kVA B2 Reguler tagihan perbulan rata – rata 11 Juta atau 7.500 kWh. Dengan Penurunan Daya Langganan PLN menjadi 105 kVA B2 Reguler di Bandara Aek Godang adalah langkah strategis yang berhasil secara teknis dan finansial ini tidak hanya mengoptimalkan alokasi anggaran operasional, yang lebih efektif dan efisien .
Dinamika Perilaku Keagamaan Remaja Melalui Interaksi di Media Sosial di Jorong Pasia Laweh Nagari Pasia Laweh Kecamatan Palupuah Ramadhani, Puja; Gaffar, Abdul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam pola keberagamaan remaja. Media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang interaksi dan ekspresi identitas keagamaan. Penelitian ini bertujuan mengungkap peran media sosial dalam membentuk, memengaruhi, dan merefleksikan perilaku keagamaan remaja di Jorong Pasia Laweh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead sebagai landasan analisis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan, yang terdiri atas lima remaja, seorang guru ngaji, seorang wali jorong, dan satu orang tua. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku keagamaan remaja mengalami dinamika yang kompleks. Media sosial menjadi ruang baru dalam memahami dan mengekspresikan nilai keagamaan melalui konten digital, seperti video dakwah dan kutipan islami. Di sisi lain, tradisi pembelajaran agama di surau dan keluarga tetap dipertahankan. Hal ini menunjukkan adanya integrasi antara praktik keagamaan tradisional dan modern. Dengan demikian, media sosial tidak menggeser nilai religius, tetapi berperan dalam membentuk identitas keagamaan remaja di era digital.
Dampak Dress Style Remaja Masa Kini Dalam Karya Seni Grafis Relief Print (Cetak Tinggi) Eka Adinda Putri, Adella; Irwan, Irwan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena dress style remaja masa kini mengalami perkembangan pesat seiring globalisasi, kemajuan teknologi, serta pengaruh media sosial dan budaya populer. Gaya berpakaian tidak lagi sekadar kebutuhan dasar, tetapi telah menjadi sarana ekspresi diri, pembentukan identitas, dan simbol status sosial. Kondisi ini menimbulkan berbagai dampak, baik positif maupun negatif, seperti meningkatnya rasa percaya diri, terbentuknya citra diri, perilaku konsumtif, tekanan sosial, hingga pergeseran nilai dan norma. Ketertarikan untuk memvisualisasikan fenomena tersebut mendorong penciptaan karya seni grafis sebagai bentuk refleksi dan kritik sosial terhadap realitas yang terjadi di kalangan remaja. Metode yang digunakan dalam penciptaan karya ini melalui beberapa tahapan, yaitu: (1) Persiapan, (2) Elaborasi, (3) Sintesis, (4) Realisasi Konsep, dan (5) Penyelesaian. Teknik yang digunakan adalah relief print (cetak tinggi) dengan media klise karet lino dan metode pewarnaan polychrome untuk memperkuat ekspresi visual. Berdasarkan metode tersebut terwujud sepuluh karya seni grafis berjudul “Bukan Aku Tapi Norma”, “Pay Letter”, “Gaya yang Tergadai”, “Hanyut”, “Perjamuan Hutang”, “Ketenangan yang Palsu”, “Tak Cukup Pantas”, “Power Money”, “Citra Derita”, dan “Tergiur Diskon Terbelenggu Trend”.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Gerak Dasar Tari Melalui Metode Tutor Sebaya di Kelas VIII.2 SMP Muhammadiyah 6 Padang Apriyati, Melisa; Mayang Sari, Ayuthia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan rendahnya hasil belajar gerak dasar tari serta kurangnya keaktifan siswa dalam pembelajaran seni tari masih menjadi tantangan dalam proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar gerak dasar tari melalui penerapan metode tutor sebaya pada siswa Kelas VIII.2 SMP Muhammadiyah 6 Padang. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi, melibatkan 32 siswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas belajar dan tes praktik gerak dasar tari, serta dianalisis menggunakan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode tutor sebaya mampu meningkatkan hasil belajar siswa, ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar dari 59% pada siklus I menjadi 91% pada siklus II. Selain itu, metode tutor sebaya juga meningkatkan keaktifan, kerja sama, dan kepercayaan diri siswa dalam proses pembelajaran. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran seni tari yang lebih efektif dan berpusat pada siswa. Simpulan penelitian ini menekankan pentingnya penerapan metode tutor sebaya dalam meningkatkan hasil belajar gerak dasar tari serta mendorong guru untuk mengimplementasikan pembelajaran yang lebih partisipatif. Implikasi penelitian ini mencakup kontribusi praktis bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran seni tari serta membuka peluang penelitian lanjutan terkait penerapan metode tutor sebaya pada konteks pembelajaran lainnya.
Implementasi Perda Kabupaten Solok Nomor 7 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan Sampah Di Kecamatan Kubung Perspektif Fiqh Siyasah Tanfidziyah Julmaida, Gulfa; Fauzan, Fauzan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh lemahnya pelaksanaan regulasi terkait pengelolaan sampah di Kecamatan Kubung, walaupun telah diberlakukan Peraturan Daerah Kabupaten Solok Nomor 7 Tahun 2018. Fenomena seperti tempat pembuangan sampah ilegal masih banyak ditemukan, bahkan di titik-titik yang telah diberi papan larangan oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup. Ironisnya, timbunan sampah juga banyak ditemukan di sepanjang aliran sungai Batang Lembang, sungai yang hingga kini masih digunakan oleh penduduk sekitar untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Ketimpangan antara norma hukum dan praktik faktual inilah yang mendorong penulis untuk menelaah implementasi peraturan tersebut melalui perspektif fiqh siyasah tanfidziyah. Penelitian ini tergolong dalam kategori lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif, yang berupaya mengidentifikasi realitas empirik melalui observasi langsung dan wawancara. Data primer diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup, sementara data sekunder bersumber dari referensi pustaka, publikasi ilmiah, dan keterangan masyarakat. Teknik analisis yang digunakan ialah deskriptif kualitatif, yakni dengan memaparkan data yang ada. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa pelaksanaan Perda ini belum optimal, hal ini disebabkan karena keterbatasan fasilitas, kurangnya petugas di lapangan, belum adanya Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Jika ditinjau melalui fiqh siyasah tanfidziyah, maka dapat disimpulkan bahwa perwujudan kebijakan ini belum selaras dengan prinsip-prinsip pelaksanaan otoritas dalam Islam karena lemahnya pengawasan serta ketiadaan sanksi tegas terhadap para pelanggar.
Membangun Keharmonisan Dalam Kegiatan Rutinan Majelis Taklim Nuruzzahro Bukittinggi Nova Ramadhani, Sri; Hendri, Novi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian mengenai keharmonisan dalam komunitas keagamaan terus berkembang, namun penelitian yang secara spesifik mengkaji proses pembentukan keharmonisan melalui kegiatan rutin majelis taklim dalam konteks lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana keharmonisan dibangun dalam kegiatan rutin Majelis Taklim Nuruzzahro Bukittinggi, meliputi bentuk kegiatan, dinamika sosial, dan dampaknya terhadap jamaah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif studi lapangan, melibatkan informan dari pengurus dan anggota majelis yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan rutin majelis taklim berperan penting dalam membangun keharmonisan melalui penguatan akidah, pembentukan akhlak Qur’ani, peningkatan ketaatan terhadap syariat, serta tumbuhnya rasa kebersamaan dan kepedulian sosial. Kegiatan keagamaan seperti pengajian, zikir, dan pembacaan shalawat juga mempererat hubungan emosional antarjamaah. Temuan ini menegaskan bahwa majelis taklim berfungsi sebagai ruang pembinaan spiritual sekaligus sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian keharmonisan berbasis nilai Islam serta menjadi rujukan praktis bagi pengelola majelis taklim.