cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 26,400 Documents
Implementasi Pendidikan Kebencanaan bagi Generasi Muda dalam Mendukung Upaya Pengurangan Resiko Bencana di Nusa Tenggara Timur Sidklas Sabrai Ratu; Sarlince Samenel; Brend Aditio Siki
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40861

Abstract

Indonesia merupakan negara yang sangat rentan terhadap bencana, khususnya Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sering menghadapi berbagai jenis bencana seperti kekeringan, banjir, tanah longsor, badai tropis, dan gempa bumi. Pendidikan kebencanaan menjadi strategi penting dalam pengurangan risiko bencana (PRB), tetapi pelaksanaannya di NTT masih mengalami berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaaan pendidikan kebencanaan untuk generasi muda di NTT guna mendukung upaya PRB melalui tinjauan pustaka sistematis. Penelitian menggunakan desain systematic narrative review dengan mengkaji 18 artikel jurnal, laporan pemerintah, dan prosiding konferensi yang terbit pada periode 2015–2025 dari berbagai basis data seperti Scopus, Web of Science, DOAJ, SINTA, Google Scholar, ERIC, dan Garuda. Hasil penelitian menunjukkan tiga model implementasi utama, yaitu integrasi kurikulum formal, program ekstrakurikuler, dan program berbasis komunitas. Metode pengajaran yang paling efektif adalah pembelajaran aktif dengan simulasi bencana yang dapat meningkatkan pengetahuan siswa sebesar 35% dan kesiapsiagaan sebesar 42%. Empat hambatan utama yang ditemukan yaitu kurikulum yang padat (hanya 35% guru mampu mengintegrasikan materi), keterbatasan sumber daya (hanya 28% sekolah di pedesaan memiliki fasilitas yang memadai), pelatihan guru yang terbatas (hanya 30–40% guru terlatih), dan materi yang tidak sesuai dengan risiko lokal. Terdapat kesenjangan penelitian yang cukup signifikan antara wilayah barat Indonesia (15 artikel) dan wilayah timur Indonesia (3 artikel) dalam konteks pendidikan kebencanaan. Penelitian ini memberikan beberapa rekomendasi strategis yaitu integrasi kurikulum yang lebih terstruktur, peningkatan pelatihan guru dengan target 75%, penyesuaian materi dengan kondisi lokal, perbaikan fasilitas simulasi, pelaksanaan program yang berkelanjutan dengan monitoring, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan kerja sama antara berbagai pihak. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi literatur pendidikan kebencanaan di NTT dan dapat dijadikan acuan bagi pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, BPBD, serta pendidik dalam menyusun program yang efektif, sesuai kondisi setempat, dan berkelanjutan.
Transformasi Growth Mindset : Upaya Mewujudkan Budaya Belajar Sepanjang Hayat di Era Revolusi Pendidikan Naenna Iroqi; Abdul Khobir; Aisyah Azzahra Manazil; Keisya Wiyan Ramadhani; Zahrah Iklil Aniiqun
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40862

Abstract

Permasalahan pendidikan saat ini menunjukkan bahwa rendahnya motivasi belajar mandiri, orientasi pendidikan yang terlalu berfokus pada hasi akhir, tidak menilai berdasarkan proses, serta banyaknya masyarakat dengan pola pikir tetap atau fixed mindset menjadi hambatan dalam mewujudkan pendidikan sepanjang hayat (Lifelong learning). Kondisi tersebut menyebabkan sebagian individu kurang memiliki kesiapan untuk beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan perubahan sosial yang berlangsung secara dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran growth mindset atau pola pikir berkembang dalam mengatasi kecenderungan fixed mindset, sehingga dapat mendukung terbentuknya budaya belajar sepanjang hayat pada peserta didik. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (Library research) dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan mengenai growth mindset, fixed mindset dan lifelong learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa growth mindset berperan dalam meningkatkan motivasi belajar, ketahanan menghadapi tantangan, serta kesadaran untuk terus mengembangkan kemampuan diri. Dengan demikian, penerapan growth mindset dapat menjadi solusi dari pola pikir tetap atau fixed mindset serta dapat mendukung terbentuknya budaya belajar berkelanjutan dalam proses pendidikan.
The Effect of Teacher Performance on Students' English Learning Motivation Ahmad Ridho Khuailid; Atikah Hanum; Dwi Yulianti; Hanny Sarah Siregar; Jihan Luthfi; Didik Santoso
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40863

Abstract

Kinerja guru merupakan salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi motivasi belajar siswa, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Guru yang mampu melaksanakan pembelajaran secara efektif, mengelola kelas dengan baik, serta memberikan umpan balik yang tepat dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung peningkatan motivasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja guru terhadap motivasi belajar Bahasa Inggris siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 23 siswa sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai persepsi siswa terhadap kinerja guru dan motivasi belajar Bahasa Inggris, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi belajar Bahasa Inggris siswa. Dengan demikian, peningkatan kualitas kinerja guru dapat mendukung peningkatan motivasi belajar siswa.
Integrasi Teori Maslow dan Teknologi Pendidikan: Studi Literatur tentang Peningkatan Motivasi Siswa di Era Digital Mufidah Nur Faiza; Nabila Vega Rahmawati; Suparmi Suparmi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40865

Abstract

Transformasi digital di dunia pendidikan sering kali terfokus pada efisiensi teknis dan mengabaikan aspek humanis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan teknologi pendidikan melalui pandangan Teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow untuk meningkatkan motivasi dan kinerja akademik. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) pada literatur ilmiah, studi ini menggambarkan karakteristik teknologi modern terhadap lima tingkatan kebutuhan dasar manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi yang dirancang dengan memperhatikan aspek kemanusiaan dapat memenuhi berbagai kebutuhan siswa: kebutuhan fisik melalui akses yang fleksibel, rasa aman dengan adanya struktur platform yang jelas, kebutuhan sosial melalui kolaborasi, serta peningkatan rasa percaya diri melalui umpan balik yang disesuaikan. Pada akhirnya, otonomi dalam pembelajaran yang berbasis kecerdasan buatan (AI) mendukung pencapaian diri siswa. Kesesuaian antara desain digital dan kebutuhan psikologis terbukti mampu mengubah motivasi dari ekstrinsik menjadi intrinsik. Namun, masalah seperti dehumanisasi akibat algoritma dan kesenjangan digital tetap menjadi tantangan sistematik yang perlu diatasi. Penelitian ini menekankan pentingnya perubahan fokus dalam pendidikan digital ke arah metode yang lebih empatik. Teknologi seharusnya berfungsi sebagai sarana yang mendukung kesejahteraan emosional siswa untuk membantu mereka mencapai potensi maksimal dalam era digital.
Dampak Pengembangan Energi Panas Bumi Mutubusa terhadap Suhu Tanah dan Kualitas Air Tanah (PH, TDS dan Suhu) di Kabupaten Ende Intan Surullah Sutoro
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40866

Abstract

Pengembangan energi panas bumi di kawasan Geotermal Mutubusa, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, merupakan upaya pemanfaatan energi terbarukan yang berpotensi memengaruhi kondisi lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pengembangan geotermal terhadap suhu tanah, kualitas air, tutupan vegetasi, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengukuran suhu tanah pada radius 0,5–3,0 km dari sumur geotermal, pengujian kualitas air (pH, TDS, dan suhu), analisis citra satelit periode 2020–2024, serta wawancara masyarakat. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, regresi linier, korelasi Pearson, dan GIS. Hasil menunjukkan suhu tanah menurun seiring bertambahnya jarak dari sumur geotermal (T = −7,2x + 71,5; R² = 0,94). Nilai pH air berkisar 6,3–6,9, TDS 210–355 ppm, dan suhu 28–33°C. Tutupan vegetasi menurun dari 82% menjadi 69%, sedangkan 65% masyarakat memperoleh manfaat ekonomi. Pengelolaan lingkungan berkelanjutan diperlukan melalui pemantauan kualitas air, rehabilitasi vegetasi, dan pengawasan AMDAL.
Living Hadits: Implementasi Nilai-Nilai Hadits dalam Kehidupan Modern Wiji Audi Claudia; Alya Khairani; Munandar Munandar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40867

Abstract

Kajian living hadits menelaah bagaimana hadis tidak hanya sebagai teks, tetapi diwujudkan dalam praktik sosial. Penelitian ini mengkaji penerapan nilai-nilai hadis dalam kehidupan modern menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis berbasis studi pustaka (kitab hadis, buku, jurnal, dan penelitian terdahulu). Analisis mengidentifikasi praktik sosial yang mencerminkan internalisasi nilai hadis. Urgensi penelitian muncul dari minimnya kajian yang menghubungkan teks hadis dengan praktik masyarakat modern termasuk konteks digital dan multikultural. Temuan menunjukkan nilai hadis tetap relevan dan terealisasi dalam etika media sosial, gotong royong, kejujuran ekonomi, moderasi beragama, dan pembentukan karakter, meski sering muncul bukan sebagai ritual langsung. Living hadits terbukti fleksibel, kontekstual, dan mampu menawarkan solusi atas tantangan kontemporer.
Grammatical Errors among Indonesian EFL Learners: An Error and Contrastive Analysis Amelia Faddya Wildhani; Hanny Sarah Siregar; Zulayha Ulinta Br Tarigan; Raja Farhan Ansory Nasution; Siti Ismahani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40869

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesalahan tata bahasa yang sering dilakukan oleh pembelajar bahasa Inggris di Indonesia akibat perbedaan sistem bahasa ibu dan bahasa target. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kategori dan jenis kesalahan berbahasa, serta menjelaskan faktor penyebabnya menggunakan pendekatan analisis kesalahan dan analisis kontrastif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis dua puluh kalimat representatif yang dikumpulkan dari mahasiswa, siswa sekolah menengah atas, dan komentar media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa misformasi merupakan kategori kesalahan yang paling dominan, mencapai 75 persen dari total keseluruhan. Selain itu, kesalahan interlingual (52 persen) sedikit lebih dominan dibandingkan kesalahan intralingual. Hal ini membuktikan bahwa interferensi bahasa pertama merupakan penyebab utama kesulitan belajar, terutama pada aspek bentuk waktu, artikel, pembentukan jamak, dan kesesuaian subjek-predikat. Kesimpulannya, pendidik perlu mengintegrasikan pengajaran tata bahasa secara eksplisit dengan pendekatan kontrastif untuk mengurangi dampak interferensi bahasa asing.
Representasi Nilai Moral dalam Cerita Rakyat Batak Pakpak "Berru ni Raja Engket Manuk-Manuk Sigurba-Gurba Sipitu Takal" Diana Permata Sari; Triaviranda Triaviranda; Esti Yolanda Munthe; Jamila Nasution; Elly Prihasti Wuriyani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40874

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian tradisi lisan sebagai bagian dari warisan budaya daerah yang mengandung nilai moral dan kearifan lokal. Salah satu cerita rakyat Batak Pakpak yang sarat akan pesan moral adalah Berru ni Raja Engket Manuk-Manuk Sigurba-Gurba Sipitu Takal. Namun, perkembangan modernisasi dan budaya populer menyebabkan cerita rakyat semakin jarang dikenal oleh generasi muda. Cerita rakyat tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media penyampaian nilai-nilai kehidupan yang berkembang dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi nilai moral yang terdapat dalam cerita rakyat Batak Pakpak tersebut serta menjelaskan bentuk penyampaiannya melalui unsur-unsur naratif cerita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dari jurnal, artikel ilmiah, dan berbagai sumber pustaka yang relevan dengan cerita rakyat, nilai moral, dan tradisi lisan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, klasifikasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Berru ni Raja Engket Manuk-Manuk Sigurba-Gurba Sipitu Takal mengandung nilai moral berupa keberanian dan keteguhan hati, kesetiaan dan pengorbanan, serta kejujuran dan keadilan. Nilai-nilai tersebut direpresentasikan melalui tokoh, alur, simbol, dan latar cerita. Temuan ini menunjukkan bahwa cerita rakyat Batak Pakpak memiliki peran penting dalam pelestarian tradisi lisan dan pewarisan nilai-nilai budaya lokal masyarakat Pakpak.
Analisis Yuridis Pemenuhan Hak atas Makanan Bergizi bagi Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bekasi Tuti Suryani; Lusia Sulastri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40875

Abstract

Pemenuhan kebutuhan makanan yang layak dan bernilai gizi bagi warga binaan menjadi salah satu bentuk kewajiban negara dalam melindungi serta menjamin terpenuhinya hak dasar narapidana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan pemberian makanan bergizi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bekasi, termasuk berbagai hambatan yang muncul dalam pelaksanaannya serta langkah-langkah yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris dengan menggabungkan pendekatan hukum, konseptual, dan sosiologis. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi lapangan, serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan makanan di Lapas Kelas IIA Bekasi telah dilaksanakan melalui tahapan penerimaan bahan makanan, penyimpanan, pengolahan, penyajian, dan pendistribusian sesuai pedoman yang berlaku. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, seperti overcrowding penghuni, keterbatasan sumber daya manusia, belum tersedianya tenaga ahli gizi, keterbatasan anggaran makanan, serta tantangan dalam menjaga higiene dan sanitasi dapur. Upaya yang dilakukan antara lain peningkatan fasilitas dapur, penguatan pengawasan melalui CCTV dan aplikasi SIMONEV Bama, penerapan standar kebersihan, serta pengajuan sertifikasi higiene dan keamanan pangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemenuhan hak atas makanan bergizi di Lapas Kelas IIA Bekasi telah diupayakan secara maksimal, namun masih memerlukan dukungan anggaran, tenaga profesional, dan pengawasan yang lebih efektif guna memenuhi standar pelayanan makanan sesuai prinsip hak asasi manusia.
The Effect of Students' Self-Confidence on Their English Speaking Skills Didik Santoso; Nazwa Kaila Zira; Nabila Putri Azmy; Tiara Fadiyah Rambe; Annisa Nur Azizah; Bayu Pramusia Saragih
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40876

Abstract

Keterampilan berbicara dalam bahasa Inggris dianggap sebagai salah satu aspek terpenting dalam pembelajaran bahasa. Namun, banyak siswa mengalami kesulitan dalam berbicara bahasa Inggris karena faktor psikologis, terutama rendahnya rasa percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh kepercayaan diri siswa terhadap keterampilan berbicara bahasa Inggris mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang melibatkan 31 siswa dari berbagai latar belakang pendidikan di Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan menggunakan Google Forms. Kuesioner tersebut mengukur tingkat kepercayaan diri siswa serta persepsi mereka terhadap keterampilan berbicara bahasa Inggris. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif untuk mengidentifikasi tingkat kepercayaan diri dan kemampuan berbicara siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat kepercayaan diri yang sedang hingga tinggi dalam berbicara bahasa Inggris. Secara umum, siswa menunjukkan sikap yang positif terhadap partisipasi dalam kegiatan berbicara, mengungkapkan ide, dan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kepercayaan diri memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan keterampilan berbicara siswa, terutama dalam aspek pengucapan (pronunciation), kosakata (vocabulary), tata bahasa (grammar), kelancaran berbicara (fluency), dan pemahaman (comprehension). Siswa yang memiliki tingkat kepercayaan diri lebih tinggi cenderung berpartisipasi lebih aktif dalam kegiatan berbicara dan menunjukkan kemauan yang lebih besar untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kepercayaan diri memegang peranan penting dalam mendukung keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa dan perlu terus dikembangkan dalam lingkungan pembelajaran bahasa Inggris.