cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 26,294 Documents
Perkembangan Mental Anak Usia Dini pada Pandemic Covid-19 Yunita, Lisa; Mayar, Farida
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2239

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki fungsi utama mengembangkan semua aspek perkembangan anak, meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan halus), sosial, emosional. Kondisi tumbuh kembang anak yang baik akan berpengaruh pada kualitas manusia (anak) dikemudian hari. Riset atas perkembangan anak dan hasil pendidikan menunjukkan keuntungan jangka panjang dan jangka pendek dari PAUD. Sejak Maret 2020, kita selalu mendapatkan berita terbaru tentang Covid-19, baik itu mengenai penyebaran virus yang semakin meluas, jumlah pasien yang meninggal ataupun sembuh, penemuan jenis virus yang baru, maupun perkembangan vaksin. Persoalan kesehatan mental selama masa pandemi tidak hanya dialami orang dewasa namun juga pada anak-anak, terutama pada anak-anak usia middle childhood (6-12 tahun). Akibat wabah ini telah menghambat perkembangan anak baik dari Persoalan perkembangan fisik anak, Persoalan perkembangan kognitif anak, dan Persoalan psikososial dan emosi anak. Dari berbagai hasil penelitian lintas negara yang di iatas, dapat dirangkum persoalan-persoalan yang dialami anak-anak middle childhood sebagai berikut: gangguan tidur, mudah marah, menarik diri, kesepian, gaming addiction, depresi, kurang bergerak yang dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan motorik anak dan emosi tidak stabil
Keterlibatan Orangtua dalam Pendidikan Anak Usia Dini pada Masa Pandemik Covid-19 Anisak Nurul Fitri, Dwi; Mayar, Farida
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2240

Abstract

Orangtua dalam keluarga ialah pendidik pertama bagi anak-anaknya dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Adanya pandemi Covid-19 mengharuskan pemerintah membuat suatu kebijakan dalam bidang pendidikan yaitu mengalihkan proses pembelajran dari sekolah kerumah atau yang sering disebut dengan BDR (Belajar dari Rumah). Dengan adanya BDR, orangtua dituntut untuk terbiasa dan semakin banyak terlibat dalam pendidikan anak-anaknya yang mungkin selama ini tugas pendidikan bagi anak-anaknya, orangtua serahkan kepada pihak sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keterlibatan orangtua dalam pendidikan anak usia dini selama masa pandemic Covid-19. Penelitian ini memakai metode studi literatur dimana artikel, jurnal, e-book, buku digunakan sebagai bahan utama dalam mencari dan mendapatkan data dan referensi. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini ialah dengan adanya Covid-19 mau tidak mau orangtua dituntut untuk memberikan pendidikan dan bimbingan serta pendampingan kepada anak dalam proses belajar. Berdasarkan hasil studi litelature diperoleh data bahwa orangtua telah berhasil memberikan pendidikan, mimbingan dan pendampingan dalam proses belajar pada anak usia dini yang dilakukan di rumah selama masa pandemic Covid-19.
Upaya Penanggulangan Peredaran Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas Iia Gunung Sindur Seno, Dava Ario; Wibowo, Padmono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2241

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) adalah tempat dilaksanakannya pembinaan bagi narapidana agar mampu menyadari kesalahan yang diperbuat dan menjadikannya warga negara yang baik dan normal, sehingga bisa diterima kembali di lingkungan masyarakat. Terwujudnya keamanan dan ketertiban sangat menjadi acuan dalam keberhasilan pembinaan, jika terjadi gangguan dalam ketertiban dan keamanan, maka proses keamanan akan terganggu, sebab pengamanan adalah bagian dari pembinaan. Satu diantara yang lain, menjadi sebuah gangguan dapat menghambat proses pembinaan adalah munculnya peredaran narkoba di dalam Lapas. Dilihat berdasarkan latar belakang ini, maka dapat ditarik beberapa rumusan masalah yaitu : 1. Upaya apa yang dapat dilakukan dalam menanggulangi peredaran narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIA Gunung Sindur? 2. Hambatan apa yang ditemukan dalam menanggulangi peredaran narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIA Gunung Sindur?, Untuk bisa menjawab dan menjabarkan maksud dari rumusan masalah tersebut, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Data diambil berdasarkan observasi langsung dan wawancara. Hasil penelitian memperlihatkan jika Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIA Gunung Sindur melaksanakan upaya preventif, represif, dan rehabilitasi sesuai dengan prosedur pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban serta kendala yang ditemukan yaitu birokrasi yang kompleks dalam penyediaan fasilitas pendukung, sumber daya manusia yaitu petugas dan pegawai yang kurang kompeten dan kurangnya pengawasan terhadap kinerja SDM.
Analisis Nilai-Nilai Pancasila pada Penyelenggaraan Festival Hoyak Tabuik di Kota Pariaman Rahma, Vadila Zikra; Dewi, Dini Anggraeni; Furnamasari, Yayang Furi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2242

Abstract

Tradisi Tabuik adalah salah satu kegiatan yang dilakukan setiap tahun pada setiap tanggal 10 Muharram di Kota Pariaman. Penyelenggaraan Tabuik dijadikan sebagai tradisi budaya yang patut dilestarikan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman bagi pembaca akan nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam tradisi adat festival tabuik di Kota Pariaman. Peneliti menggunakan metode pendekatan kualitatif, dimana yang menjadi sosial situation dalam penelitian ini adalah Analisis Nilai-Nilai Pancasila Pada Penyelenggaraan Festival Tabuik di Kota Pariaman. Dengan rincian, Kota Pariaman sebagai tempat yang diteliti (place), masyarakat Kota Pariaman sebagai pelaku (actors), dan kegiatan serta kebiasaan masyarakat Kota Pariaman dalam penyelenggaraan festival tabuik sebagai aktivitas yang ingin diteliti (activity). Dalam penelitian ini terdapat 4 informan yang terdiri dari Walikota Kota Pariaman, Masyarakat Kota Pariaman dan Pemuda-pemudi di Kota Pariaman. Dari hasil penelitian dan wawancara didapatkan hasil bahwa pada festival adat Tabuik meliputi nilai-nilai Pancasila meliputi nilai ketuhanan, nilai persatuan dan permusyawaratan.
Pemahaman dan Penerapan Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Pendidikan Karakter: sebuah Tindak Lanjut Fenomena Berbahasa Indonesia Terkini Mulyadi, Jendri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i1.2243

Abstract

Artikel ini membahas tentang tentang pentingnya pemahaman dan penerapa prinsip-prinsip kesantunan berbahasa dalam pendidikan karakter. Penjelasan yang dipaparkan dalam artikel ini diperoleh melalui studi kepustakaan. Pendidikan karakter adalah upaya tersistem dalam sebuah lembaga dalam mewujudkan pembentukan karakter elemen-elemennya. Kesantunan berbahasa adalah menghormati atau menjalankan prinsip-prinsip sopan-santun. Santun dalam berbahasa dapat dipandang sebagai salah satu contoh aktulisasi pendidikan karakter. Bahasa adalah penanda siapa yang membahasakannya. Realita dilapangan menunjukkan tingkat pendidikan tidak berbanding lurus dengan perilaku berbahasa seseorang. Banyak praktik berbahasa yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kesantuan berbahasa dan penggunanya adalah orang yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi. Permasalahan ini disinyalir dipicu oleh pilar-pilar pendidikan karakter yang dijadikan pedoman dasar dalam pembelajaran pendidikan karakter belum secara rinci membahas bagaimana cara berbahasa serta prinsip-prinsip apa saja yang harus diperhatikan dalam mewujudkan kesantunan dalam berbahasa.
Peranan Perilaku Cinta Tanah Air melalui Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar Salsabila, Shalwa Rizkya; Dewi, Dinie Anggraeni; Furnamasari, Yayang Furi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2244

Abstract

Generasi muda atau generasi penerus adalah generasi yang akan meneruskan hasil perjuangan para pendahulu dengan menjadi pemimpin-pemimpin, yang di harapkan dapat merubah dan memajukan bangsa ini menjadi lebih makmur dan berjaya. Untuk menjadikan generasi muda dapat menjadi pemimpin yang baik seperti yang di harapkan tidak akan terjadi apabila tidak rasa cinta dan bela Negara yang tumbuh di hati dan jiwa mereka. Rasa cinta kepada tanah air sangat penting dan harus di tanamkan kepada generasi muda penerus bangsa, agar kedepannya bangsa ini dapat menjadi bangsa yang besar dan Berjaya. Untuk itu diperlukan sebuah solusi untuk meminimalisirnya. Solusi yang strategis untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan dilakukakkannya pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menerapkan perilaku cinta tanah air melalui pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar. Dalam hal ini, pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar penting untuk diselenggarakan karena akan membentuk sikap yang berkarakter bagi peserta didik. Adapun, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan studi literatur terhadap pendapat para tokoh dan mengkaji jurnal yang terkait dengan materi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar menjadikan peserta didik menjadi warga negara yang mecncintai negaranya karena di dalam muatan materi pembelajaran yang diajarkan terkandung nilai pendidikan karakter salah satunya adalah cinta tanah air.
Pelaksanaan Pembelajaran Daring (Online) Dimasa Pandemi Covid-19 di UPT SD Negeri Pulerejo 02 Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2020/2021 Krisbiantoro, Fendrik; Hairunisya, Nanis; Purwonanti, Yepi Sedya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2245

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendiskrisikan proses pelaksanaan pembelajaran daring, mendiskripsikan problematika yang dihadapi guru , mendeskripsikan upaya mengatasi problematika yang dihadapi guru dalam pelaksanaan kelas daring (online) selama masa pandemi covid-19 pada pembelajaran tematik Kelas I s.d III. Penelitian ini dilakukan Di UPT SD Negeri Pulerejo 2 Kecamatan Ngantru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitiannya adalah sebagai berikut 1) Proses pembelajaran tematik pada siswa kelas I s.d III selama masa pandemi covid-19 pada awalnya mengalami beberapa kendala terutama pada kompetensi guru, siswa dan orang tua dalam menyiapkan pembelajaran daring. Guru harus menyesuaian metode dan media pembelajaran berupa penyesuaian perencanaan RPP, penggunaan smartphone, media tehnologi informasi , dan sumber belajar online. 2) upaya yang dilakukan adalah terus melatih ketrampulan guru, siswa dan orang tua dalam mengoperasikan google classroom, zoom dan komunikasi di wa group, cara menjawab tugas dan melakukan evaluasi tugas siswa melalui foto dan dikirim ke wa group serta cara penulisan laporan; 3) Problematika yang dialami guru adalah keterbatasan fasilitas dan pengetahuan mengenai teknologi, membuat pembelajaran daring (online) hanya dapat dilakukan melalui aplikasi whatsapp, tidak semua siswa mempunyai smartphone, mahalnya kuota internet selama masa pandemi, koneksi internet yang tidak stabil, kurangnya pendampingan orang tua pada saat pembelajaran menyebabkan siswa kurang disiplin, keluhan siswa mengenai tugas yang sangat menumpuk.
Konsep Ilmu dalam Shahih Bukhari Mustapa, Mustapa; Azhari, Devi Syukri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i1.2246

Abstract

Mencari ilmu adalah merupakan suatu perintah agama. Kesempurnaan agama seseorang adalah atas ilmunya pengamalan atasnya. Sebagai konsekwensi peran manusia sebagai khalifah, maka ilmu juga melekat persoalan khalifah yang ada pada manusia. Eksitensi manusia adalah ada, manakala ada akalnya. Akal inilah yang membedakan kualitas seseorang. Seorang Nabi diutus kepada ummatnya tergantung kapasitas akal ummatnya. Melihat begitu pentingnya ilmu dengan akal ummatnya. Maka sosok kepentingan ilmu berada dibawah Tauhid. Dengan Tauhid yang sempurna akan tercipta akhlak yang sempurna agar ilmu tetap terjaga. Kata Kunci: , , .
Pengaruh Self Efficacy dalam Belajar pada Mahasiswa Melalui Model Pembelajaran Diskusi Kelompok Harahap, Juli Yanti; Hayati, Rini; Yarshal, Dinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang pengaruh self efficacy dalam belajar pada mahasiswa melalui model pembelajaran diskusi kelompok. Jenis penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan metode eksperimen, dengan cara membagikan angket kepada mahasiswa dan melihat hasil tes pembelajaran selama dikelas baik menggunakan metode diskusi kelompok, juga menggunakan lembar observasi. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini mahasiswa prodi PG PAUD UMN Al Washliyah yang berjumlah 40 orang mahasiswa. Analisis data dilakukan dengan membuktikan makna terhadap data yang telah berhasil dikumpulkan dari hasil observasi dan angket penelitian, pemeriksaan uji keabsahan data dilakukan dengan mengadakan tringulasih data yaitu membandingkan data dari hasil pengamatan langsung dengan data hasil observasi dan penyebaran angket penelitian dan eggunakan SPSS dalam pengolahan data hasil angket penelitian. Kesimpulan dari hasil penelitian ini Adanya pengaruh antara self efficacy dalam belajar pada mahasiswa belum bekerja dengan mahasiswa sudah bekerja setelah diterapkan model pembelajaran diskusi kelompok, dan juga terlihat dengan besarnya koefisien uji t sebesar 3,206 > 1,685, berdasarkan hasil ini maka hipotesis yang diajukan dinyatakan diterima. Sehingga hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai luaran dalam hasil penelitian dalam bentuk jurnal nasional.
Karakter Anak Terbentuk Berdasarkan Didikan Orang Tua dan Lingkungan Sekitar Pradana, Jannah Mutiarani; Dewi, Dinie Anggraeni; Furnamasari, Yayang Fuji
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2250

Abstract

Sekarang ini, generasi muda penerus bangsa kurang hidup dalam karakternya. Karakter dibentuk pertama kalinya dari lingkungan keluarga. Anak lahir yang pertama kali melihat adalah orang tuanya. Sejak dilahirkan, anak mulai dibentuk karakternya dari orang tua. Kemudian, anak berkembang dan lingkungan baru akan mempengaruhi karakter anak tersebut. Pembentukan karakter tidak hanya pada lingkungan saja, melainkan dari lingkungan sekolah, masyarakat, dan lingkungan lainnya saat anak tersebut melakukan interaksi. Karakter dari individu dapat dilihat dari sikap dan perilakunya. Karakter dapat digolongkan dalam karakter baik dan buruk. Kenyataanya, lingkungan sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak. Jika anak masih tergolong usia yang muda sekitar 1-5 tahun, mereka sangat mudah terpengaruh dengan lingkungannya. Usia yang muda rentan bagi anak dalam pembentukan karakter sehingga peran orang tua sangat diperlukan dalam hal ini. Maksudnya, saat anak bermain dengan lingkungan yang salah, maka karakter anak tersebut akan terpengaruh oleh lingkungan yang buruk tersebut dan sebaliknya. Untuk itu, perlu pengawasan khusus bagi anak yang masih dalam tahap pembentukan karakter karena karakter akan melekat pada diri anak tersebut hingga dewasa. Perlu diketahui juga bahwa karakter anak yang sudah melekat hingga dewasa akan sulit untuk dirubah. Sekarang ini, generasi muda penerus bangsa kurang hidup dalam karakternya. Karakter dibentuk pertama kalinya dari lingkungan keluarga. Anak lahir yang pertama kali melihat adalah orang tuanya. Sejak dilahirkan, anak mulai dibentuk karakternya dari orang tua. Kemudian, anak berkembang dan lingkungan baru akan mempengaruhi karakter anak tersebut. Pembentukan karakter tidak hanya pada lingkungan saja, melainkan dari lingkungan sekolah, masyarakat, dan lingkungan lainnya saat anak tersebut melakukan interaksi. Karakter dari individu dapat dilihat dari sikap dan perilakunya. Karakter dapat digolongkan dalam karakter baik dan buruk. Kenyataanya, lingkungan sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak. Jika anak masih tergolong usia yang muda sekitar 1-5 tahun, mereka sangat mudah terpengaruh dengan lingkungannya. Usia yang muda rentan bagi anak dalam pembentukan karakter sehingga peran orang tua sangat diperlukan dalam hal ini. Maksudnya, saat anak bermain dengan lingkungan yang salah, maka karakter anak tersebut akan terpengaruh oleh lingkungan yang buruk tersebut dan sebaliknya. Untuk itu, perlu pengawasan khusus bagi anak yang masih dalam tahap pembentukan karakter karena karakter akan melekat pada diri anak tersebut hingga dewasa. Perlu diketahui juga bahwa karakter anak yang sudah melekat hingga dewasa akan sulit untuk dirubah.

Page 822 of 2630 | Total Record : 26294