Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 12 No. 2 (2024): July"
:
12 Documents
clear
The Acute Effect of Imagery and Touchpad Training on Improving The Performance of Paragliding Athletes
Dian Listiarini;
Rian Kurniawan;
Syamsul Ma'arif
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jiku.v12i2.71677
Lack of a combination of physical and mental training results in paragliding athletes lacking focus and confidence and not getting good accuracy results. The main aim of this research is to find out about exercise parable And touchpad towards increasing the performance of paragliding athletes in accuracy numbers in Central Java. The method used is quantitative one group pre-test post-test design. The population was 14 regional paragliding athletes and the sampling technique used total sampling 14 paragliding athletes. The pre-test and post-test carry out flying accuracy 3 times with points calculated as accumulated. The research instrument is skytronik 22-centimeter diameter. The main results of the study were significant differences in points before and after exercise. The conclusion is that imagery and touchpad training can improve the performance of paragliding athletes in accuracy numbers in Central Java. The implications of this research are implications This research shows that these two methods have significant implications in improving athlete performance.
Variasi Latihan Ball Feeling Terhadap Keterampilan Short Passing Stopping Bola Dalam Permainan Sepak Bola
Fawwaz Muharram, Muhammad Anas;
Nida’ul Hidayah;
Muhamad Tafaqur;
Berliana
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jiku.v12i2.76125
Banyaknya pemain sepak bola usia dini di Indonesia yang belum menguasai passing stopping bola menjadi latar belakang penelitian ini, sehingga diperlukan pemberian variasi baru yang mampu meningkatkan keterampilan pemain dalam passing stopping bola. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi latihan ball feeling terhadap short passing stopping bola dalam permainan sepak bola. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen dengan desain penelitian pretest posttes control design. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen penelitian ini menggunakan sepak dan tahan bola. Setelah data terkumpul dianalisis dengan teknik pengolahan data yang dimulai dengan uji normalitas, uji homogenitas, uji wilcoxon, dan uji mann whitney. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variasi latihan ball feeling terhadap keterampilan short passing stopping bola dalam permainan sepak bola usia 10 tahun dengan nilai signifikansi 0.001 lebih kecil dari taraf signifikansi 0.05. Penelitian menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan kelompok yang diberikan variasi latihan ball feeling terhadap keterampilan short passing stopping bola dalam permainan sepak bola pada siswa SSB Java One Top Bandung usia 10 tahun.
Pliometrik Single Leg dan Double Leg terhadap Power Tungkai pada Peningkatan Hasil Lay-up Shoot
Dian Dianti;
Alen Rismayadi;
Moch. Yamin Saputra
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jiku.v12i2.77649
Banyak terjadi turn over atau kegagalan mencetak angka saat melakukan lay-up shoot. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis latihan pliometrik single leg dan double leg terhadap peningkatan power tungkai pada hasil lay-up shoot. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Sampel berjumlah 36 orang yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan tes vertical jump untuk power tungkai dan tes lay-up shoot untuk tes kemampuan lay-up shoot. Teknik analisi data yang digunakan yaitu teknik ANAVA. Hasil pada penelitian ini menyatakan terdapat pengaruh yang signifikan latihan pliometrik terhadap peningkatan hasil lay-up shoot. Kedua, tidak terdapat interaksi antara latihan pliometrik dengan kualitas power tungkai pada peningkatan hasil lay-up shoot. Ketiga, tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan pliometrik single leg dan double leg pada kelompok power tungkai yang tinggi. Keempat, tidak terdapat perbedaan pengaruh antara latihan pliometrik single leg dan double leg pada peningkatan hasil lay-up shoot pada kelompok power tungkai yang rendah. Implikasi penelitian ini yaitu latihan pliometrik single leg dan double leg terhadap power tungkai pada peningkatan hasil lay-up shoot.
Inovasi Numerasi Melalui Aktivitas Fisik Untuk Siswa Disabilitas Intelektual
Br Manurung, Ira Kenyosi;
Simatupang, Nurhayati;
Siregar, Samsuddin;
Damanik, Suryadi;
Supriadi, Amir
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jiku.v12i2.79083
Siswa disabilitas intelektual sering menghadapi kesulitan dalam memahami numerasi dan berpartisipasi dalam aktivitas fisik, serta rentan terhadap kekerasan dan isolasi sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah menciptakan inovasi numerasi melalui aktivitas fisik untuk siswa disabilitas intelektual. Model pengembangan yang digunakan adalah Borg and Gall. Metode penelitian ini adalah pengembangan, teknik pengumpulan data dengan instrumen penelitian lembar angket yang ditujukan kepada siswa dan ahli, teknik analisis data dengan persentase. Sampel penelitian merupakan siswa Sekolah Menengah Pertama penyandang disabilitas intelektual. Produk dirancang dan kemudian divalidasi oleh ahli materi, ahli inovasi, dan ahli bahasa. Uji coba kelompok kecil 4 siswa dan uji coba kelompok besar 9 siswa. Hasil validasi ahli materi, ahli inovasi, ahli bahasa dinyatakan valid dan dapat digunakan dalam pembelajaran. Hasil lembar penilaian subjek siswa dinyatakan sangat baik dan dapat digunakan. Sehingga disimpulkan bahwa inovasi numerasi melalui aktivitas fisik untuk siswa disabilitas intelektual valid dan dapat digunakan untuk proses pembelajaran di sekolah. Inovasi yang dikembangkan yaitu numerasi melempar, numerasi berjalan, numerasi melompat dan meloncat, dan numerasi berlari. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi aktivitas fisik dalam pembelajaran numerasi dapat signifikan meningkatkan keterlibatan, motivasi belajar, dan keterampilan matematika anak-anak disabilitas intelektual. Implikasi penelitian ini dapat meningkatkan kesehatan fisik, serta mendukung pendidikan inklusif untuk persiapan hidup mandiri di masyarakat.
Model Permainan Adaptif untuk Anak Tunadaksa di Sekolah Dasar
Harahap, Miftahul Irfanda;
Simatupang, Nurhayati;
Siregar, Samsuddin;
Bangun, Sabaruddin Yunis;
Hasibuan, Sanusi
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jiku.v12i2.79084
Anak tunadaksa seringkali mengalami kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran yang umum seperti PJOK, sehingga mereka mengalami keterlambatan dalam perkembangan gerak, akademik dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan model permainan adaptif untuk anak tunadaksa di Sekolah Dasar. Jenis metode pendekatan kuantitatif persentase dengan desain penelitian R&D. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang ditujukan kepada siswa dan ahli. Sampel penelitian merupakan siswa Sekolah Dasar penyandang tunadaksa. 5 siswa untuk uji coba kelompok kecil, 10 siswa untuk uji coba kelompok besar. Teknik analisis penelitian menunjukkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Dari hasil penelitian yang dilakukan, melalui validasi ahli dan uji coba siswa terdapat tiga jenis permainan adaptif yaitu: gelinding gesit, sentuh ceria, dan keranjang bergerak. Persentase validasi ahli diperoleh 76%, menunjukkan bahwa permainan valid dan dapat digunakan. Validasi kelompok kecil menghasilkan persentase 71% diklasifikasikan baik dan layak digunakan. Persentase kelompok kecil ahli diperoleh 84%, dan persentase kelompok besar ahli diperoleh 94%, menunjukkan bahwa permainan valid dan dapat digunakan. Simpulan penelitian bahwa permainan adaptif menunjukkan hasil yang sangat baik dan layak digunakan setelah melalui proses validasi dan uji coba. Implikasi penelitian ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang adil dan merata, di mana setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan belajar.
Permainan Bocce terhadap Kemampuan Motorik Anak Tuna Grahita Ringan pada Siswa SMP
Hidayat, Rizky;
Simatupang, Nurhayati;
Siregar, Samsuddin;
Kasih, Indra;
Valianto, Budi;
Zebua, Syukur Damai
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jiku.v12i2.79195
Anak-anak dengan tuna grahita ringan seringkali menghadapi tantangan dalam perkembangan motorik halus dan kasar, yang dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari mereka serta interaksi sosial. Permainan bocce, yang mengharuskan pemain melempar bola dengan presisi dan kekuatan yang terukur, dapat membantu anak-anak ini dalam mengembangkan koordinasi tangan-mata, keseimbangan, serta keterampilan motorik kasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh permainan bocce terhadap anak tuna grahita ringan pada siswa SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Pada penilitian ini menggunakan teknik purposive sampling, pada semua siswa tunagrahita ringan di Sekolah Menenga Pertama. Data yang sudah didapatkan kemudian di analisis menggunakan aplikas komputer (statistikal package for social science) SPSS 20. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa/siswa anak tunagrahita ringan di Sekolah Menengah Pertama. Berdasarkan data penelitian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh hasil treatment terhadap peningkatan kemampuan gerak motorik dasar anak tunagrahita ringan di Sekolah Menengah Pertama. Berdasarkan dari rumusan masalah dan hasil penelitian mengenai pengaruh permainan bocce terhadap kemampuan motorik anak tuna grahita ringan pada siswa menengah pertama, maka dapat ditarik simpulan bahwa terdapat pengaruh peningkatan kemampuan gerak motorik ringan pada siswa menengah pertama melalui permainan bocce. Implikasi penelitian ini dapat memberikan wawasan bagi pendidik dan terapis dalam merancang program pendidikan jasmani yang lebih inklusif dan efektif.
Gerak Dasar Anak Berkebutuhan Khusus Tunalaras Di Sekolah Dasar
Zebua, Syukur Damai;
Simatupang, Nurhayati;
Siregar, Samsuddin;
Dewi, Rahma;
Sinulingga, Albadi;
Hidayat, Rizky
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jiku.v12i2.79196
Tunalaras merupakan anak yang berkelainan perilaku atau anak yang mengalami gangguan emosi dan tingkah laku sehingga kurang menyesuaikan diri dengan baik, baik terhadap lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis gerak dasar anak tunalaras dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani di Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian yaitu peserta didik Sekolah Dasar yang berjumlah 50 orang dengan rincian 25 orang putra dan 25 orang putri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan teknik pengumpulan data yang digunakan memakai kuesioner. Hasil analisis data dan pembahasan dapat diketahui bahwa tingkat kesulitan siswa pada pelaksanaan pembelajaran gerak dasar di sekolah dasar kota medan berada pada kategori “sangat tinggi” sebesar 6% (3 siswa), “tinggi” sebesar 76% (38 siswa), “cukup” sebesar 18% (9 siswa), “rendah” sebesar 0% (0 siswa), dan “sangat rendah” sebesar 0% (0 siswa). Disimpulkan bahwa kebanyakan siswa di sekolah dasar Kota Medan mengalami kesulitan yang besar dalam belajar gerak dasar. Sebagian besar siswa merasa kesulitannya tinggi, bahkan ada yang merasa sangat tinggi. Sebaliknya, tidak ada siswa yang merasa kesulitannya rendah atau sangat rendah. Implikasi penelitian ini menunjukkan adanya tantangan besar dalam pembelajaran gerak dasar yang perlu diatasi oleh guru PJOK maupun guru lain dan pihak sekolah bekerja sama dengan orangtua siswa untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di Sekolah Dasar.
Senam Otak sebagai Upaya Peningkatan Memori Jangka Pendek Anak Penyandang Disabilitas Intelektual
tanjung, Khairul azan;
Simatupang, Nurhayati;
Siregar, Samsuddin;
Sunarno, Agung;
M. Irfan
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jiku.v12i2.79663
Anak penyandang disabilitas intelektual sering mengalami kesulitan dalam memori jangka pendek, yang berdampak signifikan pada kemampuan belajar mereka. Keterbatasan ini dapat menghambat perkembangan kognitif dan adaptasi sosial mereka dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak senam otak terhadap peningkatan kemampuan memori jangka pendek pada anak penyandang disabilitas intelektual ringan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, Desain penelitian menggunakan quasi eksperimental dengan pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol, melibatkan 30 siswa yang dipilih melalui teknik total sampling. Kemampuan memori jangka pendek diukur menggunakan subtes Digit Span Forward dari Wechsler Intelligence Scale for Children-Fourth Edition (WISC-IV) sebelum dan setelah intervensi selama 8 minggu. Intervensi berupa latihan senam otak diberikan dengan frekuensi 3 kali seminggu, masing-masing sesi berdurasi 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan antara rerata skor pre-test dan post-test, dengan peningkatan pada kategori baik menjadi dan penurunan pada kategori cukup setelah intervensi. Temuan ini mengimplikasikan bahwa senam otak dapat menjadi intervensi yang efektif untuk meningkatkan fungsi kognitif, khususnya memori jangka pendek, pada anak penyandang disabilitas intelektual ringan. Implementasi rutin senam otak dalam kurikulum pendidikan khusus dapat berkontribusi pada peningkatan kemampuan belajar dan adaptasi sosial anak-anak ini.
Massage Teknik Stroking Effleurage terhadap Perubahan Tingkat Nyeri dan Range of Motion Pasien Cedera Ankle Akut
Nazshrullah Naffza, D. Ovazsia;
Gustiana Mega Anggita
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jiku.v12i2.79983
Penderita cedera ankle seringkali mengalami rasa nyeri dan keterbatasan ruang gerak sendi ankle yang berakibat ketidaknyamanan saat digunakan untuk beraktivitas sehari-hari. Tujuan penelitian untuk menganalisis apakah massage teknik stroking effleurage efektif terhadap perubahan tingkat nyeri dan perubahan range of motion cedera ankle akut. Penelitian ini menggunakan metode Quasi-experimental design dengan teknik penarikan sampel Purposive sampling. Instrumen penelitian dalam penelitian ini goniometer, vas, lotion, handuk kecil, dan kasur. Teknik analisis data menggunakan uji Paired sample t-test dengan prasyarat analisis data uji normalitas menggunakan uji Shapiro wilk dan uji homogenitas menggunakan uji Levene. Hasil uji t nyeri sebesar 11,012 dengan persentase penurunan 51%, hasil uji t ROM dorsifleksi 11,215 dengan persentase peningkatan 47%, plantarfleksi -2,812 dengan persentase 35%, inversi 6,606 dengan persentase 63%, dan eversi 6,287 dengan persentase 60%. Simpulan pada penelitian ini adalah massage teknik stroking effleurage efektif dalam menurunkan Tingkat nyeri dan meningkatkan range of motion sendi ankle.
Implementasi Outdoor Education Terhadap Hasil Belajar PJOK Materi Kebugaran Jasmani Peserta Didik Kelas VII SMP
Dani Wiradhika Putra, Pande Made;
Kadek Yogi Parta Lesmana;
Hendra Mashuri
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jiku.v12i2.83308
Penelitian ini didasari karena adanya peserta didik yang tidak tuntas pada mata pelajaran PJOK materi kebugaran jasmani pada kelas 7 SMP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PJOK materi kebugaran jasmani peserta didik kelas 7 SMP dengan menggunakan metode pembelajaran Outdoor Education berbasis trekking dan outbound. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelas 7 SMP. Data hasil belajar dikumpulkan dengan cara tes hasil belajar dan lembar observasi untuk aspek kognitif dan aspek afektif sedangkan aspek psikomotor menggunakan Tes Kebugaran Siswa Indonesia (TKSI). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar pada siklus I meskipin masih ada peserta didik yang tidak tuntas, sehingga dilanjutkan pada siklus II yang menghasilkan seluruh peserta didik telah mencapai ketuntasan pasa materi kebugaran jasmani pada mata pelajaran PJOK. Dapat disimpulkan bahwa outdoor education dapat meningkatkan hasil belajar PJOK materi kebugaran jasmani peserta didik kelas 7.