cover
Contact Name
Irfan Habibie Martanegara
Contact Email
irfanhabibie@uika-bogor.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.tadibuna@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 22525793     EISSN : 26227215     DOI : -
Core Subject : Education,
Ta'dibuna : Jurnal Pendidikan Islam, ISSN: 2252-5793 (Print) 2622-7215 (Electronic) is a journal of Islamic education published twice a year (April-October) on Islamic education with the scope of study are fundamental of Islamic education (philosophy, history and the nature of Islamic education), development of Islamic educational institutions (development of Islamic education curriculum, Islamic learning method and Islamic education teacher and others) as well as studies of the concept of Islamic education (Islamic educational leading figure, Quran sunnah text, and others).
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 2 (2025)" : 6 Documents clear
Dekonstruksi iman: Analisis kritis terhadap faktor-faktor yang mendorong agnostisisme di kalangan mahasiswa Islam Aimmah, Tania Nafida; Zaituni, Rohmatul Azizah; Dzulfahmi, Ahmad Adib; Arifa, Laily Nur
TA`DIBUNA Vol 14 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tadibuna.v14i2.17864

Abstract

In today's modern era, scientific advances and demands for rationality are often challenges to religious values, including among Islamic students. This process has led to the emergence of efforts to deconstruct faith that result in doubts about religious teachings and lead to agnostic attitudes. This study examines the factors that encourage the emergence of agnosticism among Islamic students as a result of the deconstruction process carried out. A qualitative approach with phenomenological methods is used to explore and analyze the experiences of students who have an agnostic view. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, & documentation of three students at Islamic Universities in Malang. This study shows that the causes of agnosticism among Muslim students are more related to the inability to accept religious concepts that are considered illogical, & prioritize freedom of thought and humanist values over worship practices. AbstrakEra modern saat ini, kemajuan ilmu pengetahuan dan tuntutan rasionalitas kerap kali menjadi tantangan bagi nilai-nilai agama, termasuk di kalangan mahasiswa Islam. Proses ini mendorong munculnya upaya dekonstruksi iman yang mengakibatkan keraguan terhadap ajaran agama dan berujung pada sikap agnostik. Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang mendorong munculnya agnostisisme di kalangan mahasiswa Islam sebagai hasil dari proses dekonstruksi yang dilakukan. Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi digunakan untuk menggali dan menganalisis pengalaman mahasiswa yang memiliki pandangan agnostik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap tiga mahasiswa di Perguruan Tinggi Islam di Malang. Penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab agnostisisme di kalangan mahasiswa muslim lebih terkait dengan ketidakmampuan menerima konsep agama yang dianggap tidak logis, serta mengutamakan kebebasan berpikir dan nilai-nilai humanis dibandingkan praktik ibadah.
Mengungkap tren teknologi digital dalam pendidikan Islam: tinjauan bibliometrik publikasi ilmiah internasional bereputasi Mannan, Abd; Tamami, Badrut; Syaifudin, Mokhamad; Niam, Khoirun
TA`DIBUNA Vol 14 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tadibuna.v14i2.18394

Abstract

Digital transformation in Islamic education has become a crucial topic since the COVID-19 pandemic, yet systematic analyses remain limited. This study analyzes scholarly publication trends on digital transformation in Islamic education using a bibliometric approach based on 227 publications from the Scopus database (2019–2024), employing VOSviewer to map thematic networks and collaborations. The findings show a significant increase in publications since 2023, with Indonesia and Malaysia as the main contributors. Keywords such as "Islamic education" and "e-learning" dominate the research landscape, while institutions like Universiti Malaya and Universitas Pendidikan Indonesia make notable contributions. The implications of this research include new opportunities such as integrating AI-based technologies into the Islamic education curriculum and enhancing cross-country collaborations. This study provides a clear map of trends, patterns, and thematic relationships, offering strategic insights for academics and policymakers to more effectively integrate technology into Islamic education. AbstrakTransformasi digital dalam pendidikan Islam menjadi topik krusial sejak pandemi COVID-19, namun analisis sistematis terkait masih minim. Penelitian ini menganalisis tren publikasi ilmiah tentang transformasi digital dalam pendidikan Islam melalui pendekatan bibliometrik terhadap 227 publikasi dari database Scopus (2019–2024), menggunakan VOSviewer untuk memetakan jaringan tematik dan kolaborasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan publikasi sejak 2023, dengan Indonesia dan Malaysia sebagai kontributor utama. Kata kunci seperti Islamic education dan e-learning mendominasi, dan institusi seperti Universiti Malaya serta Universitas Pendidikan Indonesia memberikan kontribusi penting. Implikasi penelitian ini meliputi peluang riset baru, seperti integrasi teknologi berbasis AI dalam kurikulum pendidikan Islam dan peningkatan kolaborasi lintas-negara. Studi ini memberikan peta tren, pola, dan hubungan tematik yang bermanfaat bagi akademisi dan pembuat kebijakan untuk integrasi teknologi yang lebih efektif dalam pendidikan Islam.
Integrasi pendidikan Islam dan kearifan lokal dalam membangun kesadaran ekologis di masyarakat Melayu Banjar Anggraini, Yulia Putri Ayu; Susanto , Nugroho Widi; Aulia, Miftahul
TA`DIBUNA Vol 14 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tadibuna.v14i2.18401

Abstract

This study examines the integration of Islamic education and local wisdom in fostering environmental awareness among the Banjar Malay community in South Kalimantan. Grounded in a qualitative ethnographic case study, the research reveals how Islamic teachings—such as the concepts of khalifah, amanah, and ihsan—combined with local cultural practices contribute to pro-environmental behaviors. Data were collected through interviews with community leaders, religious figures, academics, and environmental activists, as well as participatory observations. The findings show that the blending of Islamic moral values and traditional ecological practices not only deepens community commitment to environmental stewardship but also bridges the gap between religious teachings and daily environmental action. This integration promotes a sustainable mindset grounded in both spirituality and culture. The study recommends incorporating these values into educational curricula and community programs to build long-term environmental resilience and spiritual responsibility. Abstrak Penelitian ini mengkaji integrasi pendidikan Islam dan kearifan lokal dalam membentuk kesadaran lingkungan di masyarakat Melayu Banjar, Kalimantan Selatan. Dengan pendekatan studi kasus etnografi kualitatif, penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti khalifah, amanah, dan ihsan, bila dipadukan dengan praktik budaya lokal, mampu mendorong perilaku pro-lingkungan. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh masyarakat, pemuka agama, akademisi, dan aktivis lingkungan, serta observasi partisipatif. Hasilnya menunjukkan bahwa sinergi antara nilai-nilai agama dan tradisi lokal tidak hanya memperkuat komitmen masyarakat terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga menjembatani kesenjangan antara ajaran agama dan praktik sehari-hari. Integrasi ini membentuk pola pikir berkelanjutan yang bersumber dari spiritualitas dan budaya. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum dan program berbasis nilai Islam dan kearifan lokal untuk memperkuat tanggung jawab ekologis masyarakat.
Transformasi digital dan manajemen perubahan di Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai Agustia, Dwi Putri; Mufidah, Nuril; Winingrum, Hani
TA`DIBUNA Vol 14 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tadibuna.v14i2.18503

Abstract

This study examines change management practices at the Islamic Education Institute Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai in response to challenges emerging from the digital transformation era. The research focuses on the institution's limited technological infrastructure, low digital literacy among educators, and resistance to change. A qualitative approach with a case study design was employed, utilizing in-depth interviews with administrators and educators. The findings reveal that while technological adaptation is progressing, a systematic and collaborative change management approach remains underdeveloped. Kurt Lewin’s change management model, emphasizing the stages of unfreezing, changing, and refreezing, served as the analytical framework. The study underscores the need for continuous digital skills training, strategic investment in technological infrastructure, and a participatory approach to foster wider acceptance of change. These recommendations aim to enhance the institution’s adaptability to technological advances and contribute to the broader discourse on Islamic education management in the digital era, offering practical insights for similar institutions. AbstrakPenelitian ini mengkaji manajemen perubahan di Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai dalam menghadapi tantangan era transformasi digital. Fokus penelitian terletak pada keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya keterampilan digital pendidik, serta resistensi terhadap perubahan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap pengurus dan pendidik. Hasil temuan menunjukkan bahwa adaptasi terhadap teknologi telah berlangsung, namun belum diikuti dengan pengelolaan perubahan yang sistematis dan kolaboratif. Model manajemen perubahan Kurt Lewin digunakan sebagai kerangka dalam analisis, menekankan pentingnya tahapan unfreeze, change, dan refreeze. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan digital berkelanjutan, investasi infrastruktur, serta pendekatan partisipatif untuk memperkuat penerimaan perubahan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan manajemen pendidikan Islam yang adaptif terhadap era digital dan menjadi referensi strategis bagi lembaga pendidikan Islam lainnya.
Batasan Inovasi Pendidikan Islam dalam Pandangan Ushul Al-Fiqh Hariyanto; Supriyadi, Dedi; Robati, Kisti
TA`DIBUNA Vol 14 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tadibuna.v14i2.18722

Abstract

Innovation in Islamic education often raises dilemmas when it conflicts with the limits of Islamic law. This study aims to define the permissible boundaries of educational innovation based on the principles of Ushul al-Fiqh. Using a qualitative approach and library research method, data were collected from primary and secondary sources on educational innovation and Islamic legal theory. The findings indicate that innovation is permissible in areas where textual evidence (nash) is either ambiguous (zhanniy) or absent, provided it is based on valid ijtihad. Five key areas of innovation deemed acceptable include educational personnel, curriculum, management, learners, and institutional structure. Conversely, innovation is prohibited in areas established with absolute certainty (qath’i), such as Islamic creed (aqidah), core acts of worship, and fundamental rulings in fiqh. This research offers a normative framework for educators and policymakers to design Islamic educational innovations that are both contextually relevant and aligned with Sharia principles. AbstrakInovasi dalam pendidikan Islam sering kali menimbulkan dilema ketika berhadapan dengan batasan-batasan syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan batas-batas sah inovasi pendidikan Islam berdasarkan prinsip-prinsip Ushul al-Fiqh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data dikumpulkan dari berbagai literatur primer dan sekunder yang relevan mengenai inovasi pendidikan dan kaidah Ushul al-Fiqh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi diperbolehkan selama berada dalam wilayah dalil yang bersifat zhanniy (tidak pasti) atau dalam perkara yang tidak memiliki nash eksplisit, serta dilakukan melalui proses ijtihad yang benar. Lima sasaran inovasi pendidikan Islam yang dapat diperbaharui secara syar’i meliputi pelaksana pendidikan, kurikulum, manajemen, peserta didik, dan kelembagaan. Sebaliknya, inovasi tidak diperkenankan dalam aspek yang telah ditetapkan secara qath’i (pasti), seperti akidah, ibadah pokok, dan hukum-hukum dasar dalam fikih. Temuan ini diharapkan menjadi acuan normatif bagi para pendidik dan pengambil kebijakan dalam merancang inovasi pendidikan Islam yang relevan, adaptif, dan tetap berlandaskan syariat.
Model pendidikan kaderisasi da’i di Wahdah Islamiyah dalam perspektif pendidikan Islam Iskandar; Samsuddin; Yusup, Aditia M.; Shamsul, Mariyanto Nur; Agusman
TA`DIBUNA Vol 14 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tadibuna.v14i2.19760

Abstract

This study aims to explore the cadre education model of Islamic preachers (da’i) in Wahdah Islamiyah from the perspective of Islamic education. In response to globalization and the erosion of Islamic values, Wahdah Islamiyah has developed a structured da’i training system through both formal education (STIBA Makassar) and non-formal approaches (halaqah tarbiyah, Tadribud Du‘at, Da’i and Khatib Training, and scholarship programs to the Middle East). A qualitative case study method was used, involving interviews, observation, and documentation. The findings reveal that Wahdah Islamiyah's model integrates spiritual, intellectual, and physical dimensions while emphasizing the development of da’i character through the “5M” values: mu’min (faithful), mushlih (reformer), mujahid (struggler), muta’awin (collaborator), and mutqin (professional). This model reflects an integrative Islamic education framework rooted in the concepts of tarbiyah, ta’lim, and ta’dib. Despite its structural and value-based strengths, future challenges include digital dakwah adaptation and equitable cadre distribution. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model pendidikan kaderisasi da’i di organisasi Wahdah Islamiyah dalam perspektif pendidikan Islam. Menghadapi tantangan globalisasi dan disrupsi nilai-nilai keislaman, Wahdah Islamiyah mengembangkan sistem kaderisasi da’i yang terstruktur melalui pendidikan formal (STIBA Makassar) dan non-formal (halaqah tarbiyah, Tadribud Du‘at, Diklat Da’i dan Khatib, serta pengiriman kader ke Timur Tengah). Pendekatan kualitatif studi kasus digunakan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kaderisasi Wahdah Islamiyah mengintegrasikan dimensi ruhiyah, tsaqafiyah, dan jasadiyah serta menekankan pembentukan karakter da’i melalui nilai-nilai 5M: mu’min, mushlih, mujahid, muta’awin, dan mutqin. Model ini merepresentasikan pendidikan Islam yang komprehensif dengan integrasi konsep tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib. Meskipun memiliki keunggulan dalam struktur dan nilai, tantangan dalam hal digitalisasi dakwah dan pemerataan distribusi kader menjadi agenda strategis ke depan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6