cover
Contact Name
Bahrum Subagiya
Contact Email
bahgia990@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.tawazun@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19786786     EISSN : 26545845     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam has a focus on the study of Islamic education with the following scope: 1. Islamic Education Management 2. Thought of Islamic education 3. Islamic science education 4. Islamic Guidance and Counseling
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 17 No 1 (2024)" : 16 Documents clear
Desain buku ajar Ilmu Alamiah Dasar berbasis Worldview Islam Subagiya, Bahrum; Sauri, Sofyan; Handrianto, Budi; Basri, Samsul; Ulfah, Nur Asiah
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.14216

Abstract

Islamic Worldview has an important role in the development of natural science. Science textbooks in Indonesia are often based on Western science paradigms that contradict the Islamic Worldview. This study aims to design an Islamic Worldview-based Basic Natural Science textbook. The study used a Research and Development (R&D) approach involving needs analysis, designing, and developing textbooks. The results of the study found several important points. First, the emphasis on understanding the creation of the universe by Allah S.W.T. Second, the integration of moral and ethical values in the context of science. Third, the introduction of the contribution of Muslim scientists in the history of science. Fourth, the Islamic Worldview perspective in explaining natural phenomena. Fifth, linking science and Islamic faith. Sixth, emphasizing the search for truth through science channels in the Islamic Worldview. Seventh, correcting science concepts that are not in accordance with the Islamic Worldview. This research contributes to the development of science teaching materials that are more in line with Islamic values, so as to improve students' understanding of natural science and strengthen their Islamic identity. Abstrak Worldview Islam memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan alam. Buku-buku pelajaran sains di Indonesia sering didasarkan pada paradigma sains Barat yang bertentangan dengan pandangan dunia Islam. Penelitian ini bertujuan untuk merancang buku ajar Ilmu Alamiah Dasar berbasis Worldview Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang melibatkan analisis kebutuhan, perancangan, dan pengembangan buku ajar. Hasil penelitian menemukan beberapa poin penting. Pertama, penekanan pada pemahaman penciptaan alam semesta oleh Allah S.W.T. Kedua, integrasi nilai-nilai moral dan etika dalam konteks sains. Ketiga, pengenalan kontribusi ilmuwan muslim dalam sejarah sains. Keempat, perspektif Worldview Islam dalam menjelaskan fenomena alam. Kelima, mengaitkan antara sains dan akidah Islam. Keenam, penekanan pada pencarian kebenaran melalui saluran ilmu dalam Worldview Islam. Ketujuh, mengoreksi konsep sains yang tidak sesuai dengan Worldview Islam. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan bahan ajar sains yang lebih sesuai dengan nilai-nilai Islam, sehingga dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap ilmu pengetahuan alam dan memperkuat identitas keislaman mereka.
Penguatan moderasi beragama pada peserta didik melalui kurikulum Merdeka Nurdaeni, Ni Made; Indra, Hasbi; Alim, Akhmad
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.14939

Abstract

Religious moderation has an important role as a mediator in easing divisions due to differences in beliefs. Indonesia, as a multicultural country with diverse beliefs, often faces misunderstandings that disrupt the life of the nation. Strengthening religious moderation from an early age in students is important to avoid radical religious thinking and foster an open attitude towards other beliefs. This study aims to examine the implementation of strengthening religious moderation in the independent curriculum with the Qur'an and Hadith approach at SDN Bengle, Bogor Regency. This study also aims to explore the role of teachers in shaping the character of religious moderation in students as well as analyzing the supporting and inhibiting factors for the implementation of this program. This research uses a descriptive qualitative approach. The research site is SDN Bengle, a driving school that implements the independent curriculum. Data were obtained through interviews and documentation, and analyzed with the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The veracity of the data was verified through triangulation of sources and techniques. This research resulted in several important findings. First, teachers have the main role as responsible, successor, developer, implementer, and figure in building religious moderation at Bengle Elementary School. Second, the values of religious moderation that are built include fairness, balance, simplicity, and unity. Third, supporting factors include the readiness and experience of teachers in implementing religious moderation programs in accordance with the independent curriculum. However, the limited religious facilities at school become an obstacle in fostering the character of students. The implementation of strengthening religious moderation in the independent curriculum at Bengle Elementary School is in accordance with the guidance of the Qur'an and Hadith. The main role of teachers in shaping the character of religious moderation and the values contained in it has a positive impact. Although challenges in the facility still exist, proactive measures have been taken to maintain religious diversity and harmony among students. Abstrak Moderasi beragama memiliki peran penting sebagai penengah dalam meredakan perpecahan akibat perbedaan keyakinan. Indonesia, sebagai negara multikultural dengan beragam kepercayaan, sering menghadapi kesalahpahaman yang mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara. Penguatan moderasi beragama sejak usia dini pada peserta didik menjadi penting guna menghindari pemikiran agama yang radikal dan memupuk sikap terbuka terhadap kepercayaan lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi penguatan moderasi beragama dalam kurikulum merdeka dengan pendekatan Al-Qur'an dan Hadits di SDN Bengle, Kabupaten Bogor. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru dalam membentuk karakter moderasi beragama pada siswa serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Tempat penelitian adalah SDN Bengle, sebuah sekolah penggerak yang menerapkan kurikulum merdeka. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi, dan dianalisis dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kebenaran data diverifikasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan penting. Pertama, guru memiliki peran utama sebagai penanggung jawab, penerus, pengembang, pelaksana, dan figur dalam membangun moderasi beragama di SDN Bengle. Kedua, nilai-nilai moderasi beragama yang dibangun meliputi adil, seimbang, kesederhanaan, dan kesatuan. Ketiga, faktor pendukung meliputi kesiapan dan pengalaman guru dalam mengimplementasikan program moderasi beragama yang sesuai dengan kurikulum merdeka. Namun, keterbatasan fasilitas keagamaan di sekolah menjadi penghambat dalam pembinaan karakter peserta didik. Implementasi penguatan moderasi beragama dalam kurikulum merdeka di SDN Bengle telah sesuai dengan panduan Al-Qur'an dan Hadits. Peran utama guru dalam membentuk karakter moderasi beragama dan nilai-nilai yang terkandung dalamnya memiliki dampak positif. Meskipun tantangan dalam fasilitas masih ada, langkah-langkah proaktif telah diambil untuk menjaga keragaman beragama dan harmoni di antara siswa.
Islamic values in class VII science textbooks for SMP/MTs with the theme of energy in life systems Zulfa, Zayyanatun; Handrianto, Budi; Ahmad
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.14991

Abstract

Moral education must be based on the foundation of faith. Without a foundation of faith, all human behavior will tend to lead only to worldly pleasures without a strong moral basis. Science learning should be a means of cultivating faith values. However, there are still discrepancies between laws and learning practices in the field. The learning objectives contained in the textbook only contain aspects of knowledge and skills, while the inculcation of values ​​is not included in the learning objectives. The purpose of this study was to evaluate Islamic values ​​in science textbooks used in a SMP-IT whether they met the values ​​to be achieved from national learning outcomes. This study uses the library research method which is carried out by scientifically analyzing science learning material in the Natural Sciences Interactive Book for SMP/MTs Class VII Semester 1 which is published by publisher PT. Intan Pariwara. Of the four categories of values ​​to be achieved, the Islamic values ​​in the theme of energy in life systems are: moral values ​​for oneself and others; Pancasila character values; and the value of science and technology. It can be concluded that this book has attempted to instill Islamic values, but there has been no attempt to instill the value of faith in Allah and understanding the teachings of Islam. Abstrak Pendidikan akhlak (karakter) harus berpijak pada landasan keimanan. Tanpa landasan keimanan, semua perilaku manusia akan cenderung mengarah pada kesenangan duniawi semata tanpa basis moral yang kuat. Pembelajaran IPA sepatutnya dapat menjadi sarana penanaman nilai keimanan. Namun pada praktiknya, masih terdapat ketidaksesuaian antara undang-undang dengan praktik pembelajaran di lapangan. Pada tujuan pembelajaran yang tertuang pada buku teks hanya memuat aspek pengetahuan dan keterampilan, sedangkan penanaman nilai-nilai tidak dicantumkan pada tujuan pembelajaran tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi nilai-nilai Islam pada buku teks ajar IPA yang digunakan pada sebuah SMP-IT apakah sudah memenuhi nilai-nilai yang ingin dicapai dari capaian pembelajaran nasional. Penelitian ini menggunakan metode riset kepustakaan yang dilakukan dengan menganalisis secara ilmiah materi pembelajaran IPA dalam Buku Interaktif Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VII Semester 1 yang diterbitkan oleh penerbit PT. Intan Pariwara. Dari keempat kategori nilai yang ingin dicapai, nilai-nilai keislaman yang ada dalam tema energi dalam sistem kehidupan adalah: nilai akhlak kepada diri sendiri dan orang; nilai karakter pancasila; dan nilai sains dan teknologi. Sehingga dapat disimpulkan buku ini telah berupaya untuk menanamkan nilai-nilai islam pada teks yang ditampilkan, tetapi belum ada upaya untuk menanamkan nilai keimanan kepada Allah dan memahami ajaran agama Islam.
Nilai Pendidikan Karakter Islami Pada Tari Inai Dalam Upacara Adat Pernikahan Masyarakat Melayu Kabupaten Labuhan Batu Utara Pathiyah, Nurul; Hanum OK, Azizah; Arsyad, Junaidi
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.15432

Abstract

This research aims to analyze the value of Islamic character education contained in the Inai dance in the Malay Community Wedding Ceremony, Kualuh Hilir District, Labuhan Batu Utara Regency. This research uses a qualitative method with a case study approach. The Islamic character education values that are present in the Inai dance at the Malay Community Wedding Ceremony in Labuhan Batu Utara Regency can be seen through eighteen Islamic character values. These eighteen values reflect the existence of Islamic character education messages for the audience. In this case, Inai Dance is not just a medium for cultural performance, but also a medium for learning in relation to the development of individual character education with Islamic characteristics. This henna dance is informal education which together is able to strengthen formal education in the process of strengthening morals and character. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Nilai Pendidikan karakter Islami apa saja yang terdapat pada tari Inai dalam Upacara Pernikahan Masyarakat Melayu Kecamatan Kualuh Hilir Kabupaten Labuhan Batu Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Nilai Pendidikan karakter Islami yang hadir pada tari Inai dalam Upacara Pernikahan Masyarakat Melayu Kabupaten Labuhan Batu Utara dapat dilihat melalui delapan belas nilai karakter islami Kedelapan belas nilai-nilai ini merefleksikan adanya pesan-pesan pendidikan karakter islami bagi para penontonnya. Tari Inai pada hal ini tidak sekedar menjadi medium budaya pertunjukan, tetapi juga menjadi medium pembelajaran dalam kaitannya dengan pengembangan pendidikan karakter individu yang berciri khas islami. Tari inai ini merupakan pendidikan informal yang secara bersama-sama mampu menguatkan pendidikan formal dalam proses penguatan Moral dan karakter.
Sistem Pengajaran Alquran Menurut Imam Abu Zakariya Yahya Bin Syarf Annawawi Dalam Kitab Attibyan Fi Adab Ḥamalat Alquran Siregar, Muhammad Rizki Akbar; Budianti, Yusnaili; Salminawati
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.15467

Abstract

The description given by Imam Abu Zakariya Yahya bin Syarf Annawawi in the book Attibyan Fi Adab Ḥamalat Al-Qur'an is in the form of what an ideal Al-Qur'an educational institution should be, what are the criteria for teachers in teaching the Al-Qur'an, what are the manners of Al-Qur'an students. Then the author tries to find out whether there is still any relevance between the description of the relevance system for teaching the Al-Qur'an according to Imam Abu Zakariya Yahya bin Syarf Annawawi and the current system for teaching the Al-Qur'an. The type of research is qualitative research with a library research approach because the research requires books, and in this case the book or book Attibyan Fi Adab Ḥamalat Al-Quran by Abu Zakariya Yahya bin Syarf Annawawi is the primary data. Apart from that, this research also uses a character study approach, because in this research we also look for writings and opinions, either in Imam Nawawi's books or from people who quote his opinions. The author's findings in this research are that Al-Qur'an educational institutions must have correct goals and management, then Al-Qur'an teachers must have expertise and morals as Al-Qur'an teachers, then Al-Qur'an students must has the etiquette as a student of the Qur'an, and after reviewing it again, there is relevance between the thoughts of Imam Abu Zakariya Yahya bin Syarf Annawawi in the book Attibyan Fi Adab Ḥamalat of the Qur'an and the system of teaching the Qur'an in Indonesia. Abstrak Gambaran yang diberikan Imam Abu Zakariya Yahya bin Syarf Annawawi dalam kitab Attibyan Fi Adab Ḥamalat Al-Qur’an ini berupa bagaimana idealnya lembaga pendidikan Alquran itu, bagaimana kriteria guru dalam pengajaran Alquran, bagaimana adab pelajar Alquran tersebut. Kemudian penulis mencoba mencari tau apakah masih ada relevansi antara gambaran sistem relevansi pengajaran Alquran menurut Imam Abu Zakariya Yahya bin Syarf Annawawi dengan sistem pengajaran Alquran yang sekarang. Metodologi penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (Library Research) karena dalam penelitiannya diperlukan buku-buku, dan dalam hal ini buku atau kitab Attibyan Fi Adab Ḥamalat Al-Qur’an karya Abu Zakariya Yahya bin Syarf Annawawi adalah sebagai data primernya. Selain itu penelitian ini juga memakan pendekatan studi tokoh, karena dalam penelitian ini juga di cari tulisan, ucapan pendapat, baik di dalam kitab-kitab Imam Nawawi atau dari orang-orang yang mengutip pendapat beliau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Alquran harus memiliki tujuan dan pengelolaan yang benar, kemudian pengajar Alquran harus memiliki keahlian, serta akhlak sebagai pengajar Alquran, kemudian pelajar Alquran harus memiliki adab-adab sebagai pelajar Alquran, dan setelah ditelaah kembali bahwa terdapat relevansi antara pemikiran Imam Abu Zakariya Yahya bin Syarf Annawawi dalam kitab Attibyan Fi Adab Ḥamalat Al-Qur’an dengan sistem pengajaran Alquran yang ada di Indonesia
Adaptive Learning Organizations (ALOs) Madrasah Aliyah Sistem Ma’had (Islamic Boarding School) Wasila, Faizatul; Arifin, Imron; Maisyaroh
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.15509

Abstract

This research aims to explore the Adaptive Learning Organization (ALOs) implemented in the Madrasah system Ma'had (Islamic Boarding School) studied at MA Salsabila Islamic Boarding School. Madrasah is an Islamic educational institution which is known for its success in forming the religious character of students, especially a madrasah which has a Ma'had or Islamic Boarding School (IBS) which is increasingly in demand by the community. To maintain the existence of change so that it remains superior and a reference, there needs to be an adaptive strategy to form a good Learning Organization. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques using interviews, documentation and observation. The results of this research state that ALOs begin by analyzing internal and external changes in madrasas, by expanding the scope of cooperation (networking) as well as selecting and sorting the entire process, making madrasas distinctive (distinctive) and also reflected in the teaching and learning process between educators and students in Madrasah. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menggali terkait Adaptive Learning Organization (ALOs) yang diterapkan di madrasah sistem Ma’had (Islamic Boarding School) studi di MA Salsabila Islamic Boarding School. Madrasah merupakan Lembaga Pendidikan Islam yang dikenal dengan keberhasilannya dalam membentuk karakter siswa yang religius, terlebih lagi suatu madrasah yang memiliki Ma’had atau Islamic Boarding School (IBS) yang kian diminati oleh masyarakat. Untuk menjaga eksistensi dari perubahan supaya tetap unggul dan rujukan perlu adanya strategi adaptif guna membentuk Learning Organization yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa ALOs diawali dengan menganalisis perubahan internal dan eksternal madrasah, dengan perluasan cakupan kerja sama (networking) serta pemilihan dan pemilahan keseluruhan proses, membuat madrasah menjadi khas (distingtif) dan juga tergambar dalam proses belajar mengajar antara pendidik dan santri di Madrasah.
Adab Peserta Didik Menurut Abdullah Al Haddad Wiguna, Bagus; Arsyad, Junaidi; Hanum, Azizah
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.15629

Abstract

This research aims to see Abdullah al-Haddad's role in education and his thoughts about student etiquette. This research uses qualitative methods with a library research approach. The data analysis process is carried out by reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results of the research show that from Al-Haddad's perspective, students must have potential in terms of religious spirituality which is in line with Al-Haddad, that education is a way of seeking knowledge given by Allah SWT, knowledge is achieved by increasing devotion to Allah SWT and imitating the Prophet Muhammad in morals in the surrounding environment. Students' manners must also adapt to the Islamic education curriculum which consists of religious basics, philosophical basics, psychological basics and social basics. The educational methods according to Al-Haddad are Targhib (motivation), Tarim (forbid), Tahrij (distance yourself), and Uswah (exemplary). According to Al-Haddad, students must have good manners, good qualities and have good manners towards their teachers. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran Abdullah al-Haddad di dalam pendidikan dan pemikirannya tentang adab peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Proses analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perspektif Al-Haddad peserta didik harus memiliki potensi dalam segi spiritual keagamaan yang sejalan dengan Al-Haddad, bahwa pendidikan sebagai jalan menuntut ilmu yang diberikan Allah Swt., ilmu dicapai dengan semakin meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dan meneladani Rasulullah SAW dalam hal akhlak di lingkungan sekitar. Adab peserta didik juga harus menyesuaikan dengan kurikulum pendidikan Islam yang terdiri dari dasar agama, dasar falsafah, dasar psikologi dan dasar sosial. Adapun metode pendidikan menurut Al-Haddad yaitu Targhib (motivasi), Tarim (melarang), Tahrij (menjauhkan diri), dan Uswah (keteladanan). Peserta didik menurut Al-Haddad haruslah memiliki adab yang baik, sifat-sifat yang baik dan mempunyai adab kepada gurunya
ANALISIS PERBANDINGAN PENDIDIKAN ADAB MURID KEPADA GURU PERSPEKTIF AZ-ZARNUJI DAN AL-GHAZALI Permana, Galih; Purnama, Hikmat; Dewajanti, M. Zeni
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.15784

Abstract

Az-Zarnuji & Al-Ghazali are religious figures who are aware of the importance of etiquette in education. The relationship between teacher & student must be maintained consciously. Both have the same vision & mission in increasing insight among humanity so that they can raise their dignity in the educational path. In carrying out the educational process, students of science have ethics & manners in seeking knowledge. The purpose of this research is to find out students' manners towards teachers from Az-Zarnuji's perspective & Al-Ghazali's perspective, to find out the comparison of Az-Zarnuji's & Al-Ghazali's perspectives regarding students of science. The benefits of this research are increasing the researcher's insight & knowledge about student etiquette towards teachers from the perspective of Az-Zarnuji & Al-Ghazali, so that in the future it can be used as a reference for behavior. The method used in this research uses descriptive qualitative research with a library research approach which focuses on a series of research relating to library data collection methods or research carried out in libraries. Content analysis method, namely the data obtained is textual descriptive data. The results of the research are that the etiquette of students towards teachers from Az-Zarnuji's perspective has eleven points, while the etiquette of students towards teachers from Al-Ghazali's perspective has thirteen points. knowledge, patient, wara', merciful, humble, obeying rules, persistent & disciplined, sensitive to the environment, adaptive & diligent in seeking knowledge. The difference in student behavior towards teachers according to Az-Zarnuji & Al-Ghazali's perspective is that Sheikh Az-Zarnuji prioritizes the method of wisdom & instills an ascetic attitude in seeking knowledge. Meanwhile, Imam Al-Ghazali prefers scientific ethical methods & prioritizes students being critical & disciplined individuals in gaining knowledge. Abstrak Az-Zarnuji dan Al-Ghazali adalah tokoh agama yang memiliki kesadaran tentang pentingnya adab dalam pendidikan. Hubungan antara guru dan murid harus terjaga secara sadar. Keduanya memiliki visi dan misi yang sama dalam menambah wawasan di kalangan umat manusia sehingga dapat mengangkat harkat dan martabatnya dalam jalur pendidikan. Dalam melakukan proses pendidikan para penuntut ilmu mempunyai etika dan adab dalam mencari ilmu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adab murid kepada guru perspektif Az-Zarnuji dan perspektif Al-Ghazali, untuk mengetahui perbandingan pandangan perspektif Az-Zarnuji dan Al-Ghazali tentang penuntut ilmu. Manfaat dalam penelitian ini menambah wawasan dan pengetahuan peneliti tentang adab murid kepada guru dalam perspektif Az-Zarnuji dan Al-Ghazali, untuk ke depannya dijadikan acuan dalam berperilaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kepustakaan (library research) yang mana berfokus pada serangkaian penelitian yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka atau penelitian yang dilakukan di perpustakaan. Metode analisis isi (content analysis), yaitu data-data yang diperoleh adalah data-data yang bersifat deskriptif tekstual. Hasil Penelitiannya adalah Adab murid kepada guru dalam perspektif Az-Zarnuji terdapat sebelas pokok, sedangkan adab murid kepada guru perspektif Al-Ghazali terdapat tiga belas pokok, persamaan kedua tokoh agama ini dalam adab murid kepada guru adalah seyogyanya menjaga sopan santun, murah senyum, mencintai majelis ilmu, penyabar, wara’, penyayang, tawadhu, menaati peraturan, gigih dan disiplin, peka terhadap lingkungan, adaptif dan tekun mencari ilmu. Perbedaan adab murid kepada guru menurut perspektif Az-Zarnuji dan Al-Ghazali adalah Syekh Az-Zarnuji lebih mengutamakan metode hikmah dan menanamkan sikap zuhud dalam mencari ilmu. Sedangkan Imam Al-Ghazali lebih memilih metode etis ilmiah dan mengutamakan murid menjadi pribadi yang kritis dan disiplin dalam menimba ilmu.
Implementasi Perencanaan Peserta Didik Dalam Menghasilkan Output Berkualitas Sesuai Tujuan Pendidikan Islam Syahadah, Syifa; Mujahidin, Endin
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.15836

Abstract

Student is an important aspect which determine of institution’s success. Input, thruput and output have to synergize realize the great education goals. The student’s planning become an absoluteness. This research aim to interpret student planning conceptual that give us a concrete understanding to reach an aim of education and also to increase quality output. The research method used is qualitative with the library and field research approach. Data collection techniques used observation, in-depth interviews and documentation study. The result of study indicates that, first: the student planning of MA PPIQ is already implemented well based on Islamic education goals and vision and mission of institution; second MA PPIQ should to formulate and develop student’s planning; third MA PPIQ should to indicate every weakness and challenges and determine the strategic moving to overcome the problmes; fourth, MA PPIQ is always attempt to increase service learning and quality graduation. Abstrak Peserta didik merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan yang menentukan keberhasilan suatu lembaga. Input, proses dan output ketiganya perlu bersinergi mewujudkan harapan luhur pendidikan. Maka, perencanaan peserta didik yang tepat menjadi suatu kemutlakan. Penelitian ini berupaya menginterpretasikan konsep perencanaan peserta didik dengan tujuan untuk memberi pemahaman konkret agar tujuan pendidikan dapat tercapai sekaligus meningkatkan kualitas lulusan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan dan lapangan (library and field research). Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) perencanaan peserta didik di MA PPIQ secara umum telah terimplementasikan dengan baik sesuai tujuan pendidikan serta sesuai visi misi lembaga; 2) MA PPIQ mampu merumuskan dan mengembangkan perencanaan peserta didik sehingga terimplementasikan dengan baik; 3) MA PPIQ mampu mengidentifikasi kelemahan dan tantangan yang dihadapi serta mengambil langkah strategis untuk mengatasi masalah yang ada; 4) MA PPIQ berusaha meningkatkan kualitas layanan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas lulusan.
EVALUASI PENDIDIKAN PERSPEKTIF ISLAM: PENDEKATAN HOLISTIK UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Azmiy, Muhammad Ulul; Saihan; Muhith, Abd.
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.15918

Abstract

This study aims to analyze educational evaluation from an Islamic perspective and identify a holistic approach that can be used to improve the quality of learning. Education in Islam has a strong foundation in religious teachings, which underlines the importance of individual holistic development in the physical, intellectual, emotional, and spiritual aspects. In this study, we combine Islamic principles with modern educational evaluation theory to achieve a holistic approach in evaluating learning processes and outcomes. The research method used is a literature study, in which we analyze the relevant theories and concepts in the evaluation of Islamic education. We explore the basic principles of educational evaluation in Islam, such as niyyah (intention), sincere (sincere), and ihsan (perfect goodness). In addition, we discuss the use of evaluation indicators which include academic aspects, moral character, attitudes, and ethics in accordance with Islamic teachings. The results of this study indicate that the evaluation of education in Islam leads to a wider purpose than simply measuring academic achievement. Evaluation in an Islamic perspective focuses more on the overall development of the individual, including spiritual, moral and social aspects. This holistic approach encourages the use of various evaluation instruments, such as observation, interviews, portfolios, and peer assessments, to gather comprehensive information about student progress. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi pendidikan dari perspektif Islam dan mengidentifikasi pendekatan holistik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Pendidikan dalam Islam memiliki landasan yang kuat dalam ajaran agama, yang menggarisbawahi pentingnya pengembangan holistik individu dalam aspek fisik, intelektual, emosional, dan spiritual. Dalam kajian ini, kami menggabungkan prinsip-prinsip Islam dengan teori evaluasi pendidikan modern untuk mencapai pendekatan holistik dalam mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, di mana kami melakukan analisis terhadap teori dan konsep yang relevan dalam evaluasi pendidikan Islam. Kami mengeksplorasi prinsip-prinsip dasar evaluasi pendidikan dalam Islam, seperti niyyah (niat), ikhlas (kesungguhan), dan ihsan (kebaikan sempurna). Selain itu, kami membahas tentang penggunaan indikator evaluasi yang meliputi aspek akademik, karakter moral, sikap, dan etika yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa evaluasi pendidikan dalam Islam mengarah pada tujuan yang lebih luas daripada hanya mengukur pencapaian akademik. Evaluasi dalam perspektif Islam lebih berfokus pada pengembangan keseluruhan individu, termasuk aspek spiritual, moral, dan sosial. Pendekatan holistik ini mendorong penggunaan beragam instrumen evaluasi, seperti observasi, wawancara, portofolio, dan penilaian peer, untuk mengumpulkan informasi yang komprehensif tentang kemajuan siswa.

Page 1 of 2 | Total Record : 16