cover
Contact Name
Bahrum Subagiya
Contact Email
bahgia990@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.tawazun@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19786786     EISSN : 26545845     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam has a focus on the study of Islamic education with the following scope: 1. Islamic Education Management 2. Thought of Islamic education 3. Islamic science education 4. Islamic Guidance and Counseling
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
Pemetaan materi pendidikan seksual dalam buku ajar Pendidikan Agama Islam berdasarkan fase perkembangan anak Fadilah, Alma Nur; Hermawan, Wawan; Fakhruddin, Agus
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21673

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) in schools plays an important role in shaping understanding of sexual education based on Islamic values through its teaching materials. This study aims to map and analyze the content of sexual education in PAI and Budi Pekerti textbooks according to the stages of child development based on Abdullah Nasih Ulwan’s theory. The research uses a descriptive qualitative approach with content analysis of PAI textbooks published by BSKAP Kemendikbudristek in 2021–2022 for elementary to senior high school levels. The analysis follows Ulwan’s four stages: tamyiz, murahaqah, baligh, and post-baligh. The findings show that sexual education materials are integrated progressively, but two inconsistencies remain: delayed sequencing, where murahaqah content appears only in grade X, and mis-sequencing, where baligh and post-baligh content are placed in grade XI. The study concludes that although Islamic sexual education values are presented in PAI and Budi Pekerti textbooks, their sequencing does not fully correspond with Ulwan’s framework. Keywords: Child Development Phases; Islamic Religious Education; Sexual Education Abstrak Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman tentang pendidikan seksual berbasis nilai Islam melalui materi ajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis materi pendidikan seksual dalam buku ajar PAI BP sesuai dengan fase perkembangan anak berdasarkan teori Abdullah Nasih Ulwan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis konten terhadap buku ajar PAI terbitan BSKAP Kemendikbudristek tahun 2021–2022 dari jenjang SD hingga SMA. Analisis dilakukan melalui pemetaan empat fase perkembangan anak menurut Ulwan, yakni tamyiz, murahaqah, baligh, dan pasca baligh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi pendidikan seksual telah terintegrasi dalam kurikulum, namun terdapat dua bentuk ketidaksesuaian, yaitu keterlambatan penyampaian (delayed sequencing) pada materi murahaqah yang baru muncul di kelas X, serta ketidakteraturan urutan (mis-sequencing) antara fase baligh dan pasca baligh di kelas XI. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa meskipun nilai-nilai pendidikan seksual Islami sudah termuat dalam buku PAI BP, penyusunannya belum sepenuhnya sesuai dengan teori Abdullah Nasih Ulwan.
Etika intelektual Ibn Khaldun: Kritik atas krisis moral akademik di era digital Hamidalloh, Ahmad Sayyidiman; Fahmi, Muhammad
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21741

Abstract

This study aims to analyze intellectual ethics from Ibn Khaldun's perspective and its relevance to criticism of the moral crisis in academia in the digital era. This research uses a qualitative method with a library research approach to Ibn Khaldun's main work, Muqaddimah, as well as relevant secondary literature. The results of the study indicate that Ibn Khaldun emphasizes the importance of ethics in scholarly activities, such as honesty, discipline, the connection of knowledge with action, and social responsibility. These intellectual ethics are highly relevant to character education development in the modern era, especially in addressing the challenges of moral degradation, plagiarism, and academic integrity crises. Thus, Ibn Khaldun's thought can serve as a foundation to strengthen character-based Islamic education. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etika intelektual dalam perspektif Ibn Khaldun serta relevansinya bagi kritik atas krisis moral akademik di era digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) terhadap karya utama Ibn Khaldun, Muqaddimah, serta literatur sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn Khaldun menekankan pentingnya etika dalam aktivitas keilmuan, seperti kejujuran, kedisiplinan, keterkaitan ilmu dengan amal, dan tanggung jawab sosial. Etika intelektual ini memiliki relevansi kuat dengan pengembangan pendidikan karakter di era modern, terutama dalam menghadapi tantangan degradasi moral, plagiarisme, dan krisis integritas akademik. Dengan demikian, pemikiran Ibn Khaldun dapat dijadikan dasar untuk memperkuat pendidikan Islam berbasis karakter.
Model pembelajaran market place activity digital dalam meningkatkan minat belajar siswa di Sekolah Menengah Pertama Syarifah, Alfiatus; Hasan, Nor
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21857

Abstract

The Digital Market Place Activity model is an innovative learning model that adapts the concept of buying and selling knowledge to increase student interaction, participation, and learning motivation. This study aims to analyze the effect of using the Digital Market Place Activity learning model on the interest in learning Islamic Religious Education (PAI) of eighth-grade students of SMP Negeri 1 Pademawu Pamekasan. The research method used is a quantitative approach with 31 students as respondents. Data were collected through a questionnaire based on two variables, namely the effectiveness of the learning model (X) and student learning interest (Y), then analyzed using descriptive statistics, validity and reliability tests, normality tests, Pearson Product Moment correlation tests, simple linear regression analysis, t-tests, and coefficient of determination (R²) tests with the help of IBM SPSS. The results showed that the data were valid, reliable, and normally distributed, with a correlation value of r = 0.662 and a significance of 0.000 <0.05, which means there is a positive and significant relationship between the two variables. The R² value of 0.439 indicates that 43.9% of student learning interest is influenced by the effectiveness of the Digital Market Place Activity model. Thus, this model has a positive and significant influence in increasing students' interest in learning Islamic Education subjects. Abstrak Model Market Place Activity Digital merupakan model pembelajaran inovatif yang mengadaptasi konsep jual beli pengetahuan guna meningkatkan interaksi, partisipasi, dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model pembelajaran Market Place Activity Digital terhadap minat belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pademawu Pamekasan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 31 siswa. Data dikumpulkan melalui angket berdasarkan dua variabel, yaitu efektivitas model pembelajaran (X) dan minat belajar siswa (Y), kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas, uji korelasi Pearson Product Moment, analisis regresi linier sederhana, uji t, serta uji koefisien determinasi (R²) dengan bantuan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data valid, reliabel, dan berdistribusi normal, dengan nilai korelasi r = 0,662 dan signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara kedua variabel. Nilai R² sebesar 0,439 menunjukkan bahwa 43,9% minat belajar siswa dipengaruhi oleh efektivitas model Market Place Activity Digital. Dengan demikian, model ini berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran PAI.
Pengembangan program pendidikan kompetensi sosial pengasuh pesantren tingkat SMP Arifin, Zainurroyyan; Al Katani, Abdul Hayyie; Syafri, Ulil Amri
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21930

Abstract

This study aims to develop an Islamic social competence education program for junior high school Islamic boarding school caregivers. The background of this research is the importance of caregivers' roles as mentors for students in character development, yet many of them lack adequate social competence. The study used a Research and Development (R&D) method with the ADDIE model, which includes five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The results indicate that most Islamic boarding school caregivers have not received social training based on Islamic values and require a systematic program. The program developed encompasses the values of tazkiyatun nafs (self-control), sincerity, adab al-mu'asyarah (concerning good and forbidding evil), patience, gratitude, humility (tawadhu'), love of knowledge, asceticism (zuhud), Islamic brotherhood (ukhuwah Islamiyah), and morally-based social leadership. Expert validation showed a feasibility level of 81.6% (highly feasible). The implementation results indicate that this program can help improve the social competence of caregivers in carrying out their social roles and fostering students in the Islamic boarding school environment. Keywords: social competence, Islamic boarding school caregivers, Islamic education, program development. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan program pendidikan kompetensi sosial Islami bagi pengasuh pesantren tingkat SMP. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya peran pengasuh sebagai figur pembimbing santri dalam pembentukan karakter, tetapi banyak di antara mereka belum memiliki kompetensi sosial yang memadai. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengasuh pesantren belum memperoleh pelatihan sosial berbasis nilai-nilai Islam dan membutuhkan program yang sistematis. Program yang dikembangkan meliputi nilai-nilai tazkiyatun nafs, keikhlasan, adab al-mu’asyarah, amar ma’ruf nahi munkar, sabar, syukur, tawadhu’, cinta ilmu, zuhud, ukhuwah Islamiyah, dan kepemimpinan sosial berbasis akhlak. Validasi ahli menunjukkan tingkat kelayakan 81,6% (kategori sangat layak). Hasil implementasi menunjukkan program ini dapat membantu meningkatkan kompetensi sosial pengasuh dalam menjalankan peran sosial dan pembinaan santri di lingkungan pesantren.
Innovating Islamic religious education methods through differentiated instruction: Enhancing learning motivation and understanding of religious concepts Hardiansyah, Ilham Cahya; Afifah, Imroatul; Mardiana, Dina
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21979

Abstract

Islamic Religious Education in elementary schools requires an adaptive instructional approach to address the diverse readiness levels and learning styles of students. This study aims to analyze the strategies employed by teachers in impelementing differentiated instruction and its impact on student’s learning motivation and religious character formation. A descriptive qualitative method was applied through observation, interviews and documentation involving sixth grade Islamic education classes. The findings reveal that teachers implemented differentiation in content, process, and product by adjusting to students’ Qur’an reading proficiency, learning style preferences, and personal interests. This strategy significantly enhanced students’ active participation, confidence in expressing opinions, and intrinsic motivation driven by spiritual awareness, as indicated by voluntary engagement in religious practices such as Dhuha prayer and independent Qur’an recitation. Moreover, religious character traits such as honesty, discipline, and responsibility were fostered through authentic and personalized learning experiences. The novelty of this study lies in its emphasis that differentiated instruction in Islamic Education functions not merely as an adaptive pedagogical technique but as an instrument of conscious and humanistic value internalization rather than compliance-based religiosity. These findings provide strategic implications for developing a more personal, inclusive, and spiritually grounded PAI learning model rooted in students’ individual fitrah. Abstrak Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar membutuhkan pendekatan pembelajaran yang adaptif untuk mengatasi tingkat kesiapan dan gaya belajar siswa yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan oleh guru dalam mengimplementasikan pengajaran berdiferensiasi dan dampaknya terhadap motivasi belajar dan pembentukan karakter religius siswa. Metode kualitatif deskriptif diterapkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang melibatkan kelas pendidikan agama Islam kelas enam. Temuan menunjukkan bahwa guru menerapkan diferensiasi dalam konten, proses, dan produk dengan menyesuaikan pada kemampuan membaca Al-Qur'an siswa, preferensi gaya belajar, dan minat pribadi. Strategi ini secara signifikan meningkatkan partisipasi aktif siswa, kepercayaan diri dalam menyampaikan pendapat, dan motivasi intrinsik yang didorong oleh kesadaran spiritual, seperti yang ditunjukkan oleh keterlibatan sukarela dalam praktik keagamaan seperti salat dhuha dan pembacaan Alquran secara mandiri. Selain itu, karakter religius seperti kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab dipupuk melalui pengalaman belajar yang otentik dan personal. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penekanannya bahwa pengajaran berdiferensiasi dalam Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfungsi sebagai teknik pedagogis yang adaptif, tetapi juga sebagai instrumen internalisasi nilai secara sadar dan humanis, bukan sebagai religiusitas berbasis kepatuhan. Temuan ini memberikan implikasi strategis untuk mengembangkan model pembelajaran PAI yang lebih personal, inklusif, dan berlandaskan spiritual yang berakar pada fitrah individu siswa.
Rekonstruksi sosio-kultural dan inovasi pendidikan dalam dinamika kepesantrenan Indonesia pasca-reformasi: Kajian systematic literature review Malik, Muhamad Ibnu; Urwah; Rusmayadi; Erihadiana, Mohamad; Mahmud
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.22002

Abstract

Pesantren, as the oldest Islamic educational institutions in Indonesia, have undergone significant transformation since the post-reform era. This study aims to analyze the forms of socio-cultural reconstruction and educational innovation within the dynamics of Indonesian pesantren using a Systematic Literature Review (SLR) approach. Data were collected from 22 peer-reviewed articles published between 2013 and 2025 through databases such as Google Scholar, DOAJ, Garuda, and university repositories using the Publish or Perish application. The research process consisted of defining research focus and questions, identifying relevant literature, selecting articles based on inclusion and exclusion criteria, extracting data, and conducting thematic synthesis. The findings reveal three major themes of pesantren transformation: (1) socio-cultural reconstruction as an adaptive effort to maintain religious values amid modernity; (2) educational innovation through the integration of classical and modern curricula and the application of digital technologies such as Pedatren and SIPREN; and (3) policy reform that strengthens pesantren’s legitimacy within the national education system. This study concludes that post-reform pesantren have transformed into adaptive, transformative, and globally competitive Islamic educational institutions while maintaining their traditional identity. Abstrak Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia telah mengalami perubahan signifikan sejak era pasca-reformasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk rekonstruksi sosio-kultural dan inovasi pendidikan dalam dinamika kepesantrenan Indonesia dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Data dikumpulkan dari 22 artikel ilmiah terpublikasi pada rentang tahun 2013–2025 melalui basis data Google Scholar, DOAJ, Garuda, dan repositori perguruan tinggi dengan bantuan aplikasi Publish or Perish. Proses penelitian meliputi perumusan fokus riset, identifikasi literatur, seleksi artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, ekstraksi data, serta analisis sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama transformasi pesantren, yaitu: (1) rekonstruksi sosio-kultural sebagai upaya adaptasi nilai dan peran sosial pesantren di tengah modernitas; (2) inovasi pendidikan melalui integrasi kurikulum klasik dan modern serta penerapan teknologi digital seperti Pedatren dan SIPREN; dan (3) reformasi kebijakan yang memperkuat legitimasi pesantren sebagai bagian sistem pendidikan nasional. Kajian ini menyimpulkan bahwa pesantren pasca-reformasi bertransformasi menjadi lembaga pendidikan Islam yang adaptif, transformatif, dan berdaya saing global tanpa kehilangan akar tradisinya.

Page 11 of 11 | Total Record : 106