cover
Contact Name
Bahrum Subagiya
Contact Email
bahgia990@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.tawazun@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19786786     EISSN : 26545845     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam has a focus on the study of Islamic education with the following scope: 1. Islamic Education Management 2. Thought of Islamic education 3. Islamic science education 4. Islamic Guidance and Counseling
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
Pengembangan bahan ajar Pendidikan Agama Islam sub tema zakat, infak, sedekah dan hadiah fase C sekolah dasar Alamsyah, Wahyu; Tanjung, Hendri; Ibdalsyah
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21304

Abstract

Zakat, infaq, sedekah, and gifts are learning outcomes of Islamic Religious Education phase C of Elementary School with the implementation of 4 hours of study time every week. In the process of teaching and learning activities, the topic of zakat, infaq, sedekah, and gifts is difficult material for students as evidenced by the results of daily test scores. The minimal use of teaching materials is a challenge that must be faced and found a solution. This study aims to analyze the need for development of teaching materials, create teaching materials, determine the level of feasibility and effectiveness of teaching materials on zakat, infaq, sedekah, and gifts. The method used is the ADDIE RnD model. The results showed that 78% of students at SDN Harjamukti 1 and 64% of students at SDN Curug 2 agreed to the development of teaching materials on zakat, infaq, alms, and gifts. The feasibility of teaching materials on zakat, infaq, alms, and gifts in phase C of Elementary School was measured through a validation test. The validation results of material experts 3.8 are presented as 95%, the validation results of media experts 3.8 are presented as 95%, the validation results of language experts 3.7 are presented as 94%. The validation test results of material experts, media experts and language experts of teaching materials are classified as very feasible. The effectiveness of the use of teaching materials for zakat, infaq, alms and gifts at SDN Harjamukti 1 is classified as moderate with an N-Gain result of 0.68, while at SDN Curug 2 it is classified as high with an N-Gain result of 0.71. Abstrak Zakat, infak, sedekah dan hadiah adalah capaian pembelajaran Pendidikan Agama Islam fase C Sekolah Dasar dengan penerapan jam belajar 4 jam per pekan. Dalam proses kegiatan belajar mengajar, topik zakat, infak sedekah dan hadiah adalah materi yang sulit bagi peserta didik dibuktikan dengan hasil nilai tes ulangan harian. Minimnya pemanfaatan bahan ajar merupakan tantang yang harus dihadapi dan dicarikan solusinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan pengembangan bahan ajar, membuat bahan ajar, mengetahui tingkat kelayakan dan efektivitas bahan ajar zakat, infak, sedekah dan hadiah. Metode yang digunakan ialah RnD model ADDIE. Hasil penelitian menunjukkan 78% siswa SDN Harjamukti 1 dan 64% siswa SDN Curug 2 setuju adanya pengembangan bahan ajar zakat, infak, sedekah dan hadiah. Kelayakan bahan ajar zakat, infak, sedekah dan hadiah fase C Sekolah Dasar diukur melalui uji validasi. Hasil validasi ahli materi 3.8 dipersentasekan menjadi 95%, hasil validasi ahli media 3.8 dipersentasekan menjadi 95%, hasil validasi ahli bahasa 3.7 dipersentasekan menjadi 94%. Hasil uji validasi ahli materi, ahli media dan ahli bahasa bahan ajar tergolong sangat layak. Efektivitas penggunaan bahan ajar zakat, infak, sedekah dan hadiah di SDN Harjamukti 1 tergolong sedang dengan hasil N-Gain 0.68, sedangkan di SDN Curug 2 tergolong tinggi dengan hasil N-Gain 0.71.
Pengembangan metodologi pembelajaran Islam berbasis nilai dan karakter Supriatna, Dede; Mujahidin, Endin; Lisnawati, Santi
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21313

Abstract

Islamic education plays a crucial role in shaping a generation that is not only intellectually intelligent but also morally and spiritually upright. However, the dominance of cognitive-oriented approaches in Islamic Religious Education (PAI) often creates a gap between knowledge acquisition and value internalization in students’ daily lives. This study aims to explore strategies for developing Islamic learning methodologies based on values and character, focusing on curriculum integration, religious habituation, contextual projects, and comprehensive character evaluation. This research employed a qualitative-descriptive method with a library research approach, complemented by field data from observation and documentation. The findings reveal that value-based learning enhances students’ affective engagement, strengthens religious practices, and fosters social responsibility. These results highlight the urgency of adopting holistic, integrative, and adaptive Islamic education methodologies in response to contemporary challenges. The study implies that strong collaboration among educators, schools, and policymakers is necessary to position Islamic education as an effective tool for character building.
Pengembangan buku suplemen akhlak berbasis tafsir Al-Qur’an pada pelajaran Pendidikan Agama Islam tingkat Sekolah Menengah Atas Sunandar, Asep; Hafidhuddin, Didin
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21361

Abstract

This study was motivated by the prevalence of juvenile delinquency, which indicates that moral education in schools has not been entirely successful in internalizing moral values in a profound and practical manner. In addition, the moral content in Islamic Religious Education (PAI) textbooks is considered to be unfocused and incomplete. This study aims to develop a supplement book on morals based on the interpretation of the Qur'an as teaching material to support PAI at the Senior High School (SMA) level, as well as to test the feasibility and user response to the developed book. The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research instruments consisted of a needs analysis questionnaire, expert validation sheets, and teacher and student response questionnaires. The results showed that the supplementary book received positive responses from 88.2% of teachers and 96.2% of students, while the expert validation results showed an average score of 3.58 out of 4.00 (92%) with a category of very feasible. This supplementary book consists of three volumes containing morals towards Allah and oneself, morals towards fellow human beings, and despicable morals, supplemented with verses from the Qur'an, interpretations, practical examples, and reflective exercises. Thus, this book is suitable for use as a supplement to PAI learning to strengthen the moral education of high school students. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya kenakalan remaja yang menunjukkan bahwa pembelajaran akhlak di sekolah belum sepenuhnya berhasil menginternalisasi nilai-nilai moral secara mendalam dan aplikatif. Selain itu, materi akhlak dalam buku Pendidikan Agama Islam (PAI) yang beredar dinilai belum fokus dan komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku suplemen akhlak berbasis tafsir Al-Qur’an sebagai bahan ajar pendukung PAI di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), serta menguji kelayakan dan respons pengguna terhadap buku yang dikembangkan. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen penelitian berupa angket analisis kebutuhan, lembar validasi ahli, serta kuesioner tanggapan guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku suplemen memperoleh respons positif dari guru sebesar 88,2% dan siswa sebesar 96,2%, sedangkan hasil validasi ahli menunjukkan skor rata-rata 3,58 dari 4,00 (92%) dengan kategori sangat layak. Buku suplemen ini terdiri atas tiga jilid yang memuat akhlak terhadap Allah dan diri sendiri, akhlak terhadap sesama manusia, serta akhlak tercela, dilengkapi ayat Al-Qur’an, tafsir, contoh aplikatif, dan latihan reflektif. Dengan demikian, buku ini layak digunakan sebagai penunjang pembelajaran PAI untuk memperkuat pendidikan akhlak siswa SMA.
Modul tahfidz kinestetik untuk anak SD fase A: Studi validasi dan implementasi Suhendra, Hilmatun Solihat; Alim, Akhmad; Syafri, Ulil Amri; Tamam, Abas Mansur
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21375

Abstract

The memorization of the Qur’an (tahfidz) in elementary school students at Phase A tends to rely on visual and auditory approaches, which are less effective for children with a kinesthetic learning style. This study aims to analyze the needs, develop, and test the feasibility of a kinesthetic-based tahfidz module for Phase A students. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects consisted of three experts (content, language, and design), teachers, and parents. Research instruments included a needs assessment questionnaire, expert validation sheets, and user response questionnaires. The results indicated that the module effectively facilitated active learning through physical movements, visual-interactive media, and structured guidance for both teachers and parents. Expert validation achieved an average feasibility score of 84%, while user response tests scored 83.34% and 96.77%, showing that the module is feasible for use. The module enhanced children’s focus, motivation, and engagement in memorizing the Qur’an, making it a suitable alternative for students with a kinesthetic learning style. Abstrak Pembelajaran tahfidz Al-Qur’an pada anak Sekolah Dasar fase A cenderung menggunakan pendekatan visual dan auditori sehingga kurang sesuai bagi anak dengan gaya belajar kinestetik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan, mengembangkan, dan menguji kelayakan modul metode tahfidz berbasis kinestetik bagi siswa fase A. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian meliputi tiga ahli (materi, bahasa, desain), guru, dan orang tua. Instrumen penelitian berupa angket kebutuhan, lembar validasi ahli, dan kuesioner respons pengguna. Hasil menunjukkan modul efektif memfasilitasi pembelajaran aktif melalui gerakan fisik, media visual-interaktif, dan panduan bagi guru maupun orang tua. Validasi ahli memperoleh rata-rata kelayakan 84%, sedangkan uji respons pengguna 83,34% dan 96,77%, menunjukkan modul layak digunakan. Modul ini mampu meningkatkan fokus, motivasi, dan keterlibatan anak dalam menghafal Al-Qur’an, menjadi alternatif yang sesuai dengan karakter anak kinestetik.
Modul pembinaan karakter islami pada pendidikan anak usia dini Shoumi, Ismi Izzatul; Alim, Akhmad
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21379

Abstract

This study aims to analyze the needs, design, and test the feasibility of developing an Islamic character development module specifically designed for implementation in Early Childhood Education (PAUD) units. This study used the Research and Development (R&D) method with the ADDIE development model. The results of the research in the needs analysis stage showed that 100% of PAUD teachers stated that the development of an Islamic character development module in Early Childhood Education is very much needed in schools. The results of validation tests by material experts, language experts, and media experts, as well as user assessments, indicate that the developed module is feasible and effective for use as teaching materials in Islamic character development. A module is considered possible if the assessment results meet, namely, with a feasibility percentage ≤ 61%. The feasibility test results for the Islamic Character Development Module in Early Childhood Education (PAUD) achieved a minimum and maximum score of 71.7%. The overall average score was 85.2%. Therefore, it can be said that this module is "very suitable" for use. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan, mendesain dan menguji kelayakan pengembangan modul pembinaan karakter Islami yang dirancang khusus untuk diterapkan pada satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Hasil penelitian dalam tahap analisis kebutuhan menunjukkan bahwa 100% guru PAUD menyatakan pengembangan modul pembinaan karakter Islami pada Pendidikan Anak Usia Dini sangat dibutuhkan di sekolah. Hasil uji validasi dari ahli materi, ahli bahasa dan ahli media serta penilaian user menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan layak dan efektif untuk digunakan sebagai bahan ajar dalam pembinaan karakter Islami. Modul dikatakan layak jika hasil penilaian memenuhi, yaitu dengan persentase kelayakan ≤61%. Hasil perolehan uji kelayakan Modul Pembinaan Karakter Islami Pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 71,7% dengan hasil minimal dan nilai maksimal 97,7%. Rata-rata dari keseluruhan yaitu 85,2%. Maka dapat dikatakan bahwa Modul ini “Sangat layak” untuk digunakan.
Prophetic-based education: Enhancing self-regulated learning in digital era through patience values Zarkasyi, Azmi; Fadhilah, Linda Dinil; Maulaya, Rosendah Dwi; Mahmudi, Ihwan; Tsabitah, Nurikha Aliefina
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21431

Abstract

The digital era presents major challenges for students in developing Self-Regulated Learning (SRL), particularly due to digital distractions, an instant gratification culture, and weak self-control. This article aims to conceptually explore how the internalization of the value of patience (ṣabr) within the framework of prophetic education can strengthen students’ SRL abilities. Using a library research method, this study examines literature related to SRL, the Islamic concept of patience, and the prophetic education approach. The results of the study show that prophetic education is the basis that the value of patience has a role in building SRL. The first hadith is related to the value of patience that will bring victory, relevant to goal setting and a gradual learning process. The second hadith, patience is afflicted with difficulties and fatigue will erase sins, relevant to instilling values to always strive to evaluate every learning process even though it is difficult. The third hadith is about the value of patience to control anger, relevant to maintaining internal motivation in learning so that it is not easy to give up when facing difficulties and obstacles. So, students need patience to be able to regulate the difficult learning process. Therefore, strengthening SRL requires not only cognitive strategies but also value-based approaches that address the affective and spiritual dimensions of learners. This article offers a conceptual contribution to the development of an integrative Islamic education model that responds to the challenges of the digital age through a prophetic, value-oriented approach centered on patience. Abstrak Era digital menghadirkan tantangan besar bagi siswa dalam mengembangkan Self-Regulated Learning (SRL), terutama akibat distraksi digital, budaya instan, dan lemahnya pengendalian diri. Artikel ini bertujuan mengkaji secara konseptual bagaimana internalisasi nilai sabar dalam kerangka pendidikan profetik dapat memperkuat kemampuan SRL siswa. Menggunakan metode penelitian kepustakaan, kajian ini menelaah literatur tentang konsep SRL, sabar dalam perspektif Islam, dan pendekatan pendidikan profetik. Hasil kajian menunjukkan pendidikan profetik menjadi dasar bahwa nilai sabar mempunyai peran untuk membangun SRL. Hadist pertama berkaitan dengan nilai sabar yang akan membawa kemenangan, relevan dengan penetapan tujuan dan proses pembelajaran yang bertahap. Hadist kedua, sabar ditimpa kesulitan dan kelelahan akan menghapus dosa, relevan dengan penanaman nilai untuk selalu berikhtiar mengevaluasi setiap proses belajar meskipun hal tersebut sulit. Hadist ketiga, adalah tentang nilai sabar dapat mengendalikan amarah, relevan dengan menjaga motivasi internal dalam belajar agar tidak mudah putus asa apabila menghadapi kesulitan dan hambatan. Sehingga siswa perlu nilai sabar untuk dapat meregulasi proses belajar yang sulit. Dengan demikian, penguatan SRL perlu dilakukan tidak hanya dengan strategi kognitif, tetapi juga melalui pendekatan nilai yang menyentuh aspek afektif dan spiritual peserta didik. Artikel ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan model pendidikan Islam yang integratif, yang menjawab tantangan era digital dengan pendekatan profetik berbasis nilai sabar.
Genealogi pendidikan profetik: Studi fenomenologi terhadap pola pembelajaran Al-Qur’an dalam tradisi masyarakat Bima Kaharuddin; Putra, Muh. Yunan; Mutiara; Umar
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21539

Abstract

This study aims to construct a pattern of Al-Qur'an learning in the Bima society tradition and identify prophetic values in Al-Qur'an learning practices in the Bima society tradition. The research method used a qualitative approach based on phenomenological studies in the Bima region, involving national Qori from Bima, religious leaders, community leaders, Al-Qur'an education practitioners, and the Regional Ulama Council as sources of research data determined through purposive sampling techniques. Data collection was conducted through interviews, observation, and documentation, while data validity was ensured through source triangulation and technique triangulation. Research data was analyzed using the interactive analysis model steps developed by Miles, Huberman & Saldana, which included data collection, data condensation, data presentation, and conclusion drawing, and was analyzed using Nvivo 12 software. The results of the study reveal that (1) The pattern of Al-Qur'an learning in the Bima community tradition generally takes place in religious-based communities such as langgar, mosques, TPQ or the homes of Quran teachers through various learning methods such as Iqra', Talaqqi and Tilawati, (2) the form of internalization of prophetic values in the pattern of Al-Qur'an learning humanization (humanizing humans), and transcendence (connection with God) are naturally internalized in the Qur'an learning of the Bima community. (3) The factors that influence learning patterns are divided into four main categories: family support, government support, supportive social environment, and the Bima community. (4) The implications of prophetic education on strengthening the religious and social character of the Bima community. The findings show that prophetic education through Qur'anic learning has a significant implication on the formation of values of kaadaban, religious character, social ethics, spiritual attitudes, and morals of the Bima society. Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengonstruksikan pola pembelajaran Al-Qur’an dalam tradisi masyarakat Bima dan mengidentifikasi nilai-nilai profetik dalam praktik pembelajaran Al-Qur'an dalam dimensi tradisi masyarakat Bima. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, yang berbasis pada studi fenomenologis di daerah Bima dengan melibatkan, para Qori/Tahfiz nasional asal Bima, tokoh agama, tokoh masyarakat, para praktisi pendidikan Al-Qur’an, Majelis Ulama Daerah sebagai sumber data penelitian. Penentuan sumber data dilakukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi serta keabsahan data dilakukan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah interactive analysis model dari Miles, Huberman & Saldana, mencakup; pengumulan data, kondensasi data, penyajian tampilan data, dan penarikan kesimpulan, serta dianalisis dengan bantuan software Nvivo 12. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa (1) Pola pembelajaran Al-Qur’an dalam tradisi masyarakat Bima umumnya berlangsung dalam lingkungan komunitas berbasis keagamaan seperti langgar, masjid, TPQ atau rumah guru ngaji melalui variasi metode pembelajaran seperti Iqra’, Talaqqi dan Tilawati, (2) bentuk internalisasi nilai profetik dalam pola pembelajaran Al-Qur’an humanisasi (memanusiakan manusia), dan transendensi (penghubung dengan Tuhan) terinternalisasi secara alami dalam pembelajaran Al-Qur’an masyarakat Bima,(3) Faktor-faktor yang memengaruhi pola pembelajaran terbagi ke dalam empat kategori utama: dukungan keluarga, dukungan pemerintah, dukungan lingkungan sosial yang kondusif dan komunitas masyarakat Bima, (4) Implikasi pendidikan profetik terhadap penguatan karakter keagamaan dan sosial masyarakat Bima, temuan menunjukkan bahwa pendidikan profetik melalui pembelajaran Al-Qur’an berimplikasi besar terhadap pembentukan nilai kaadaban, karakter religius, etika sosial, sikap spiritual dan moral masyarakat Bima.
Strategies for strengthening attitudes of religious tolerance in students at junior high school Hamdani, Fakih; Nurchamidah; Safingah, Kuni
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21646

Abstract

This study is motivated by the importance of strengthening tolerance in junior secondary schools as part of efforts to cultivate a generation capable of living harmoniously in a plural society. The research aims to analyze the strategies employed to strengthen tolerance at SMP Negeri 2 Somagede and to identify the supporting and inhibiting factors. A qualitative approach with a case study design was applied. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, simple questionnaires, and document analysis, and were examined using Miles and Huberman’s interactive analysis model. The findings reveal that tolerance is reinforced through four main strategies: institutional policies emphasizing anti-discrimination principles, integration of tolerance values into teaching subjects such as Civic Education, Islamic Education, and Bahasa Indonesia, inclusive extracurricular activities including Scouts, student councils, and cultural arts, as well as religious accommodations provided for minority students. Supporting factors include inclusive leadership from the principal, teachers’ commitment, and acceptance from the majority group, while inhibiting factors are related to limited facilities. The study concludes that tolerance building in schools requires a synergy of policy, pedagogy, extracurricular programs, and community support, ensuring that tolerance becomes a lived practice in students’ daily life. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan sikap toleransi di sekolah menengah pertama sebagai upaya membentuk generasi yang mampu hidup harmonis dalam masyarakat yang plural. Tujuan penelitian adalah menganalisis strategi penguatan toleransi di SMP Negeri 2 Somagede serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, angket sederhana, serta telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penguatan toleransi dilaksanakan melalui empat jalur utama, yaitu kebijakan kelembagaan yang menekankan prinsip anti diskriminasi, integrasi nilai toleransi dalam pembelajaran PPKn, PAI, dan Bahasa Indonesia, kegiatan ekstrakurikuler yang inklusif seperti Pramuka, OSIS, dan seni budaya, serta akomodasi kebutuhan keagamaan siswa minoritas. Faktor pendukung mencakup kepemimpinan kepala sekolah yang inklusif, sikap guru, serta penerimaan sosial siswa mayoritas, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penguatan toleransi di sekolah menuntut keterpaduan antara kebijakan, pembelajaran, aktivitas kesiswaan, dan dukungan komunitas sehingga toleransi menjadi praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Deep learning pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Analisis psikologi pendidikan Islam dalam konteks kajian kontemporer Firnanda, Rizky; Aziz, Fikri Fathul; Hanafi, Subhanal; Wafa, Arif Wasiatul; Fauziah, Retni Nur; Alfareza, M. Rizki
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21651

Abstract

The development of artificial intelligence technology, particularly deep learning, opens up new opportunities for improving the quality of Islamic Religious Education (IRE), but requires management that is in line with Islamic values. This study aims to analyse the application of deep learning in IRE and examine how the principles of Islamic educational psychology can form the basis for optimising the use of this technology. The study also identifies opportunities and challenges in integrating deep learning with Islamic spiritual values and character. The research uses a qualitative approach with a descriptive analytical type conducted at MAN 2 Sarolangun. Data were collected through in-depth interviews with the principal and observation of the learning process, then analysed using the Miles and Huberman model with triangulation techniques. The results show that the application of deep learning can increase student activity, motivation, and independence, as well as assist teachers in personalising PAI learning. However, the success of implementation is greatly influenced by teacher readiness, school policy support, and infrastructure availability. This study concludes that deep learning can be an effective PAI learning innovation if it is integrated in a balanced manner with the principles of Islamic educational psychology. Abstrak Perkembangan teknologi kecerdasan buatan, khususnya deep learning, membuka peluang baru dalam peningkatan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), namun memerlukan pengelolaan yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan deep learning dalam pembelajaran PAI serta menelaah bagaimana prinsip psikologi pendidikan Islam dapat menjadi dasar optimalisasi penggunaan teknologi tersebut. Penelitian juga mengidentifikasi peluang dan tantangan integrasi deep learning dengan nilai spiritual dan karakter Islami. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif analitis yang dilaksanakan di MAN 2 Sarolangun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan observasi proses pembelajaran, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan deep learning mampu meningkatkan keaktifan, motivasi, dan kemandirian peserta didik serta membantu guru dalam mempersonalisasi pembelajaran PAI. Namun, keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, dukungan kebijakan sekolah, dan ketersediaan infrastruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa deep learning dapat menjadi inovasi pembelajaran PAI yang efektif apabila diintegrasikan secara seimbang dengan prinsip psikologi pendidikan Islam.
Relevansi kajian hakikat manusia dengan habituasi sebagai metode pendidikan Islam Milah, Saepul; Syihabuddin; Somad, Momod Abdul; Hidayat, Mupid
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21666

Abstract

The purpose of this study is to find the relevance between human nature and habituation as a method of Islamic education. The method used in this study is a descriptive method with a qualitative paradigm. The data collection technique used is a literature study, using four primary data sources, namely: 1) The book Tarbiyah al-Aulâd fî al-Islâm by Abdullah Nashih Ulwan, 2) The book Usus at-Tarbiyyah al-Islâmiyyah fî as-Sunnah an-Nabawiyyah by Abdul Hamid ash-Shaid az-Zintani, 3) The book Al-Fawâ'id by Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah, and 4) the article "Human Nature and Its Implications for Islamic Education" by Miftah Syarif in the Al-Thariqah journal. The nature of human beings as al-basyar, al-insân, an-nâs, and banî Âdam has relevance to habituation as an Islamic educational method that aims to make educational materials a habit for students and become part of their daily lives. The relevance of human nature to habituation as an Islamic educational method is that understanding human nature determines the method, subject, and material of habituation in Islamic education. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan relevansi antara hakikat manusia dengan habituasi sebagai metode pendidikan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan paradigma kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan, dengan menggunakan empat sumber data primer yaitu: 1) Kitab Tarbiyah al-Aulâd fî al-Islâm karya Abdullah Nashih Ulwan, 2) Kitab Usus at-Tarbiyyah al-Islâmiyyah fî as-Sunnah an-Nabawiyyah karya Abdul Hamid ash-Shaid az-Zintani, 3) Kitab Al-Fawâ'id karya Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah, dan 4) artikel “Hakikat Manusia dan Implikasinya pada Pendidikan Islam” karya Miftah Syarif pada jurnal Al-Thariqah. Hakikat manusia sebagai al-basyar, al-insân, an-nâs, dan banî Âdam memiliki relevansi dengan habituasi sebagai metode pendidikan Islam yang bertujuan untuk membuat materi pendidikan menjadi habit bagi siswa dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Relevansi hakikat manusia dengan habituasi sebagai metode pendidikan Islam adalah pemahaman tentang hakikat manusia menentukan metode, subjek, dan materi habituasi.

Page 10 of 11 | Total Record : 106