cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
JPSCR : Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research
ISSN : -     EISSN : 2503331x     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Pharmaceutical Science And Clinical Research (e-ISSN 2503-331x) offers a forum for publishing the original research articles, review articles from contributors, and the novel technology news related to pharmaceutical science and clinical research. Scientific articles dealing with natural products, pharmaceutical science-industry and clinical research, etc. are particularly welcome. The journal encompasses research articles, original research report, reviews, short communications and scientific commentaries pharmaceutical science and clinical research including: bioactive products, chemotaxonomy, chemistry, ecological biochemistry, metabolism, pharmacy management, pharmacoeconomics, pharmacoepidemiology, clinical pharmacy, community pharmacy, pharmaceutical social and pharmaceutical industry.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2022)" : 9 Documents clear
Pengaruh Pemberian Kombinasi Ekstrak Etanol Brotowali, Sambiloto, Meniran dan Kayu Manis Terhadap Histopatologi Glomerulus Tikus Model Hiperglikemia Dhadhang Wahyu Kurniawan; Novianti Dian Lestari; Hidayat Sulistyo; Cacu Cacu
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v7i3.51501

Abstract

Brotowali, sambiloto, meniran, dan kayu manis merupakan tanaman unggulan Indonesia yang diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder yang efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah. Keempat tanaman tersebut telah banyak diteliti dan digunakan untuk mengatasi kondisi hiperglikemia namun keamanan kombinasi keempat tanaman tersebut belum diketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi ekstrak etanol keempat tanaman tersebut terhadap perubahan histopatologi glomerulus tikus wistar jantan yang mengalami hiperglikemia akut. Tikus Wistar jantan diinduksi hiperglikemia dengan glukosa 2 gram/kgBB kemudian diberi kombinasi ekstrak etanol brotowali, sambiloto, meniran, dan kayu manis dengan dosis terendah (100 gram/kgBB , 100 gram/kgBB , 200 gram/kgBB , dan 300 gram/kgBB ) dan tertinggi (500 gram/kgBB , 400 gram/kgBB , 400 gram/kgBB , dan 600 gram/kgBB ) pada fase akut selama 24 jam. Perubahan histopatologi yang diamati berupa degenerasi albumin, degenerasi vakuolar, dan perubahan ruang Bowman. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi ekstrak memberikan pengaruh terhadap perubahan histopatologi glomerulus tikus hiperglikemia dengan p value 0,001 untuk degenerasi albumin dan degenerasi vakuolar; 0,048 untuk pelebaran ruang Bowman; dan 0,020 untuk penyempitan ruang Bowman. Pemberian kombinasi ekstrak dosis rendah memberikan pengaruh terhadap kerusakan glomerulus yang lebih ringan dibandingkan pemberian kombinasi ekstrak dosis tinggi.
Formulasi dan Uji Kestabilan Fisik Suspensi Poliherbal Bawang Putih, Jahe Merah dan Lemon Fith Khaira Nursal; Nining Nining; Dania Athaya Putri
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v7i3.56654

Abstract

Gangguan kardiovaskular merupakan penyakit dengan tingkat prevalensi yang cukup tinggi di Indonesia, salah satunya adalah hiperlipidemia. Pengobatan dan pencegahannya dapat melalui konsumsi beberapa herbal, disamping penanganan medis berupa senyawa sintetis. Kombinasi bawang putih, jahe merah, dan lemon terbukti dapat berperan sebagai antihiperlipidemia, dan telah banyak dikonsumsi dalam bentuk cairan minuman. Stabilitas merupakan masalah yang sering muncul dalam sediaan cair. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula optimal suspensi poliherbal (bawang putih, jahe merah, dan lemon) dan melakukan uji kestabilan fisik sediaan formula optimal. Stabilitas sediaan menjadi parameter yang ditentukan sebagai standar persyaratan sediaan yang memenuhi kriteria. Susunan formula terdiri dari komponen tetap umbi jahe merah 2 g, bawang putih 1,5 g, dan cuka apel 1 g, serta komponen yang bervariasi yaitu hidroksi propil metilselulosa (HPMC) sebagai pengsuspensi, lemon, dan madu. Optimasi formula dilakukan dengan metode Box-Behnken Design dengan menentukan pengaruh faktor konsentrasi komponen suspensi (HPMC, madu, dan lemon) terhadap karakteristik fisik seperti pH, viskositas, volume sedimentasi, dan redispersibilitas. Hasil optimasi diperoleh komposisi HPMC 0,25%, lemon 0,2% dan madu 4,6%. Stabilitas fisik sediaan selama empat minggu pada tiga suhu (ruang, 25°C, dan 40°C) tidak mengalami perubahan organoleptis, pH rentang 4,20-4,49, dan viskositas dibawah 50 cps. Berdasarkan volume sedimentasi dan pengamatan redispersibilitas, sediaan masuk kategori yang mudah dituang. Penyimpanan dengan perbedaan suhu mempengaruhi nilai pH, namun tidak berbeda bermakna terhadap nilai viskositas.
Aktivitas Anti-Inflamasi Minyak Herbal Tradisional Dari Bahan Usada Bali Pada Mencit Inflamasi Yang Diinduksi Karagenan Putu Era Sandhi Kusuma Yuda; I Made Agus Mahardika; Erna Cahyaningsih; Maria Malida Vernandes Sasadara; Ni Made Dwi Mara Widyani Nayaka; Ni Luh Kade Arman Anita Dewi
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v7i3.60529

Abstract

Peradangan sendi atau artritis merupakan salah satu penyakit inflamasi kronis yang memerlukan penggunaan obat jangka panjang. Penggunaan obat artritis seperti metotreksat dan NSAID dalam waktu lama dapat menimbulkan berbagai efek samping serius, sehingga diperlukan alternatif pengobatan yang relatif lebih aman terutama dari bahan herbal. Penelitian ini dilakukan untuk menguji aktivitas anti-inflamasi minyak herbal tradisional Usada Bali dari bahan Jahe (Zingiber officinale), Kunyit (Curcuma longa), Kencur (Kaemferia galanga), Bangle (Zingiber montanum), Cengkeh (Syzigium aromaticum) dan Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) pada mencit inflamasi yang diinduksi karagenan melalui pengujian secara topikal. Mencit dibagi empat kelompok yang terdiri dari kelompok kontrol negatif (pembawa), kontrol positif (Natrium Diklofenak topikal), minyak herbal 150 dan 300 mg/ml. Volume peradangan kaki mencit diukur dengan alat pletismometer setiap jam selama empat jam setelah diinduksi dengan karagenan 0,5% (b/v) subplantar, kemudian diuji secara statistik (Mann-Whitney) dengan taraf kepercayaan 95%. Skrining fitokimia menunjukkan bahwa minyak herbal mengandung senyawa flavonoid, terpenoid dan steroid. Hasil uji aktivitas anti-inflamasi menunjukan adanya penghambatan peradangan yang signifikan (p<0,05) oleh minyak herbal konsentrasi 150 mg/ml maupun 300 mg/ml dengan persentase penghambatan pada jam ke-4 masing-masing sebesar 16,52% dan 11,30%, serta tidak berbeda bermakna dibandingkan kontrol positif (p>0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya potensi  minyak herbal Usada Bali sebagai anti-inflamasi topikal.
Identification of Off-Label Drugs for Patients with Neurological Disorders at the Psychiatric Hospital “Ghrasia” Yogyakarta Bangunawati Rahajeng; Asih Ulandani; Astrit Ikafitriani
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v7i3.60439

Abstract

Off-label drug use is the prescription of drugs outside the indications approved by the authorized agency. The reasons for off-label drug use include a lack of clinical response to previous treatments, intolerance, or contraindications to drug therapy. The scientific evidence of off-label prescribing was lacking, and the risk of adverse events increased. This study aims to identify the off-label drug use for patients with neurological disorders at the Psychiatric Hospital “Grhasia” Yogyakarta. This study used a descriptive observational design with a cross-sectional method. Data collection was conducted retrospectively. Sampling was carried out by using the purposive sampling technique. The sample was patients who received a psychotropic prescription at the Psychiatric Hospital “Grhasia” Yogyakarta in January-December 2019. The data were analyzed by scrutinizing the therapeutic goals according to the diagnosis on the medical record. Prescriptions not matching the indications registered by NADFC are included in the off-label category. We used descriptive analytics for demographic data, disease diagnosis, and frequency of the off-label use of drug in neurological disorders. The research obtained a total sample of 662 patients that met the inclusion criteria, with 2,823 psychiatric drugs used. The off-label use of drug in neurological disorders at the Psychiatric Hospital “Grhasia” Yogyakarta was 884 (31%). The most frequent off-label use was lorazepam (17.53%). This study concludes that there is an off-label prescription at the Psychiatric Hospital “Grhasia” Yogyakarta. Some of the off-label use has no solid scientific evidence. These results require further research regarding the reasons for off-label prescribing and the patient's safety.
Formulasi Nanoemulsi Ekstrak Terpurifikasi Daun Afrika (Vernonia amygdalina) Terinkoporasi dalam Dissolved Microneedle Patch Amalia Daryati; Meila Tunjung Suryaningrum; Ahmad Prakoso; Ikke Ramandhita Mulia Isnaini; Syaiful Choiri
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v7i3.65276

Abstract

Sistem penghantaran sediaan patch transdermal mampu meningkatkan kepatuhan pasien, diabetes melitus dengan menghindari regimen dosis yang rumit serta penggunaan injeksi insulin. Senyawa 11β,13-dihydrovernolide yang diisolasi dari tanaman daun afrika (Vernonia amygdalina) terbukti secara efektif mampu menurunkan kadar gula darah. Microneedle merupakan alat untuk menghantarkan obat secara perkutan sehingga mampu mencapai sirkulasi sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan nanoemulsi isolat ekstrak terpurifikasi daun afrika terinkorporasi dalam dissolved microneedle patch. Senyawa diisolasi dan diekstraksi menggunakan maserasi dengan pelarut metanol, dilanjutkan fraksinasi cair-cair, dan kromatografi kolom. Purifikat yang diperoleh dikarakterisasi profil kromatogram lapis tipis dan spektra vibrasional. Pengembangan formula nanoemulsi menggunakan teknik mixture design untuk memperoleh formula optimum yang diinkorporasikan ke dalam campuran polimer dan microneedle dicetak menggunakan master template. Pengujian in vivo dilakukan menggunakan tikus sebagai model hewan uji dan dikaji penurunan kadar gula darah tikus. Hasil fraksi semipolar diperoleh rendemen 11,99 % dan isolat daun afrika diperoleh rendemen 0,075%. Profil kromatogram lapis tipis menunjukkan spot tunggal pada sampel isolat dan spektra vibrasional mengkonfirmasi gugus-gugus senyawa 11β,13-dihydrovernolide. Karakterisasi ukuran droplet nanoemulsi menunjukkan hasil 73,54±3,92 nm dengan distribusi ukuran droplet yang seragam 0,594±0,058. Jarum yang dihasilkan berukuran pada rentang 100-250 µm dengan nilai folding endurance patch sebesar >300 kali. Hasil pengujian kadar glukosa menunjukkan bahwa kelompok patch transdermal nanoemulsi mampu menurunkan kadar gula darah sebear 60% dan tidak berbeda bermakna dengan control positif. Formula patch isolat tanpa nanoemulsi mampu menurunkan kadar gula darah tikus sebesar 20%. Formulasi nanoemulsi isolat daun afrika terinkorporasi dalam dissolving microneedle menunjukkan peningkatan efektivitas antidiabetes dibandingkan tanpa formulasi nanoemulsi.
Karakterisasi Cocrystal Glibenklamida Dengan Variasi Pelarut dan Uji Stabilitas Termal Anang Kuncoro Rachmad Setiawan; Iswandi Iswandi; Dian Marlina
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v7i3.59893

Abstract

Glibenklamida termasuk dalam Biopharmaceutical Classification System (BCS) kelas II yaitu kelarutannya rendah. Kelarutan dapat ditingkatkan dengan dengan mengubah glibenklamida menjadi bentuk cocrystal. Penelitian bertujuan mengetahui karakteristik kristal dan pengaruh termal terhadap cocrystal glibenklamida yang dibuat dengan variasi pelarut aceton, etanol dan pelarut acetonitril-aceton, dan untuk mengetahui peningkatan kelarutan cocrystal glibenklamida. Cofomer yang digunakan asam oksalat dalam perbandingan equivalensi molar 1:1 dibuat dengan metode solvent evaporasi, menggunakan variasi pelarut aceton (F1), etanol (F2) dan pelarut campuran acetonitril-aceton (F3). Karakteristik cocrystal menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM), X-ray diffraction (XRD), Fourier Transform Infrared (FTIR), Differential Thermal Analysis (DTA), Differential Scanning Calorimetry (DSC), Thermal Gravimetric Analysis (TGA) dan uji kelarutan. Hasil penelitian cocrystal yang dibuat dengan variasi pelarut aceton (F1), etanol (F2) dan pelarut campuran acetonitril-aceton (F3) pada difraktogram XRD memiliki intensitas kristalisasi sudut 2θ: (F1) 5230,55; (F2) 4115,12 dan (F3)3404,17. Hasil spektra FTIR cocrystal pada gugus NH (F1) 3398,72 cm-1 (F2) 3381,36 (F3) 3404,51, pada gugus C=O (F1)1641,42 cm-1; (F2) 1433,17 cm-1; (F3) 1437,64 cm-1. Analisis termal DTA menunjukan titik leleh pada suhu 141-169,90C. Nilai entalpi (ΔH) dari DSC glibenklamida murni -38,0044 J/g; (F1) -12,14874 J/g; (F2) -38,8612 J/g; (F3) -5,8400 J/g. Hasil uji kelarutan terjadi peningkatan pada F1 6,75-12,65%, F2 7,40-12,52% dan F3 5,46-10,75%. Kesimpulan dari penelitian ini, cocrystal glibenklamida yang dibuat dengan variasi pelarut F1, F2 dan F3 memiliki perbedaan karakteristik kristal dan karakteristik terhadap pengaruh termal, cocrystal yang dibuat dengan pelarut aceton mempunyai peningkatan kelarutan yang paling tinggi sebesar 12,65 % pada medium pelarut dapar pH 4,5.
Pengaruh Pemberian Suspensi Serbuk dan Nanopartikel Seledri (Apium graveolens) Terhadap Kondisi Kolitis Pada Mencit yang Diinduksi DSS (Dextran Sodium Sulphate) Chandra Saputra; Ardian Dewangga; Muhammad Novrizal Abdi Sahid; Akhmad Kharis Nugroho
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v7i3.55947

Abstract

Kolitis adalah penyakit yang mekanismenya didasari oleh infiltrasi sel radang ke mukosa saluran cerna. Sejumlah tanaman memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi salah satunya adalah tanaman seledri (Apium groveolens). Kandungan fenolik dan flavonoid dari tanaman seledri, berpotensi memberikan efek proteksi pada lambung dan menurunkan iritasi lambung serta berpotensi digunakan sebagai antiinflamasi pada penyakit kolitis. Pengembangan tanaman seledri menjadi suatu bentuk sediaan obat tradisional memiliki beberapa kendala antara lain kelarutan yang kecil dari suatu ekstrak tanaman yang mengakibatkan absorbsi dan bioavailabilitas yang rendah, sehingga perlu dilakukan pengembangan sedian, seperti dalam bentuk nanopartikel. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek pemberian Suspensi Serbuk dan Nanopartikel Seledri terhadap kondisi kolitis pada mencit yang diinduksi DSS. Metode penelitian ini menggunakan mencit jantan galur DDY, yang dibagi menjadi 4 kelompok, kelompok 1 diberikan Suspensi Nanopartikel Seledri (NS) dosis 350 mg/kgBB selama 5 hari pada mencit yang diinduksi DSS 4%, kelompok 2 diberikan Suspensi Serbuk Seledri (SS) dosis 700 mg/kgBB selama 5 hari pada mencit yang diinduksi DSS 4%, kelompok 3 diberikan CMC-Na 0,25% selama 5 hari pada mencit yang diinduksi DSS 4%, dan kelompok 4 diberikan 5-Asam Aminosalisilat (5-ASA) dosis 100 mg/kgBB selama 5 hari pada mencit yang diinduksi DSS 4%. Kemudian dilakukan pengamatan skoring indeks aktivitas kolitis. Penelitian ini menunjukkan bahwa seledri dalam bentuk nanopartikel memberikan efek perbaikan pada kondisi kolitis yang signifikan dengan penuruan skor indeks aktivitas kolitis sebesar 73,62% dibandingkan dengan seledri dalam bentuk serbuk (p
Hubungan Pengetahuan, Sikap dengan Perilaku Tenaga Kefarmasian Terkait Peredaran Obat Palsu di Apotek Kota Semarang Nisa Febrinasari; Arifin Santoso; Ria Hasrawati
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v7i3.58200

Abstract

Indonesia merupakan negara di Asia Tenggara yang memiliki nilai penemuan obat palsu yang cukup tinggi. Adanya penemuan peredaran obat palsu di Kota Semarang menunjukkan bahwa pengetahuan terkait obat palsu, sikap dan perilaku tenaga kefarmasian selaku penanggung jawab pelayanan kefarmasian menjadi sangat penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dengan perilaku tenaga kefarmasian terhadap peredaran obat palsu di apotek kota Semarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat observasi, yang dilakukan dengan pengambilan data secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Tenaga Kefarmasian (apoteker dan tenaga teknis kefarmasian) yang bekerja di apotek wilayah kota semarang dengan sampel sebanyak 80 orang. Pengambilan data menggunakan lembar google form. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan hubungan pengetahuan tenaga kefarmasian dengan perilaku terkait obat palsu didapatkan nilai p sebesar 0,234, sedangkan hubungan sikap dengan perilaku tenaga kefarmasian terhadap obat palsu didapatkan nilai sebesar p= 0,019. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku tenaga kefarmasian terhadap obat palsu di apotek kota semarang, tetapi terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku tenaga kefarmasian terhadap obat palsu di kota semarang. Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk menggambarkan mengenai perilaku Tenaga Kefarmasian di Apotek sebagai peran untuk pencegahan dan evaluasi obat palsu di bidang kefarmasian.
Aktivitas Antioksidan Kulit Jeruk Pacitan (Citrus sinensis L.) Terhadap Kadar SGOT dan SGPT Rattus norvegicus Dengan Paparan Logam Berat Timbal (Pb) Baterun kunsah; Rinza Rahmawati Samsudin
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v7i3.60184

Abstract

Timbal merupakan logam yang bersifat toksik apabila terakumulasi di dalam tubuh dalam jumlah tertentu. Timbal masuk ke dalam sirkulasi darah dan beresiko menyebabkan kerusakan hati dimana dapat dilihat dengan pemeriksaan SGOT dan SGPT. Pada kondisi stres oksidatif dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan sel hati sehingga tubuh memerlukan antioksidan eksogen, yang bisa didapatkan dari ekstrak kulit jeruk pacitan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Ekstrak kulit jeruk pacitan pada kadar SGOT dan SGPT Rattus norvegicus wistar yang diinduksi dengan menggunakan timbal asetat. Metode penelitian ini adalah quasi experimental dengan rancangan post test only control group design. Sampel dibagi menjadi 5 kelompok yaitu Kelompok (G1) Rattus norvegicus diberi ransum pakan standar dan aquadest; (G2) diberikan Pb asetat peroral 30 mg/kgBB/hari, (G3) diberikan Pb asetat peroral 30 mg/kgBB/hari dan ekstrak kulit jeruk pacitan dosis 100 mg/kgBB/hari; (G4) diberikan Pb asetat peroral 30 mg/kgBB/hari dan ekstrak kulit jeruk pacitan dosis 200 mg/kgBB/hari; (G5) diberikan 30 mg/kgBB/hari dan ekstrak kulit jeruk pacitan dosis 300 mg/kgBB/hari. Penelitian telah mendapatkan surat keterangan layak etik No.EA/KEPK-Poltekkes_Sby/V/2022. Hasil penelitian berupa besar prosentase penurunan kadar SGOT dari kelompok G2 dengan kelompok perlakuan G3, G4 dan G5 yaitu 16%, 33%, dan 57%. Sedangkan untuk hasil penurunan kadar SGPT dari kelompok G2 dengan kelompok perlakuan G3, G4 dan G5 yaitu 25%, 34%, 46%. Kesimpulan ekstrak kulit jeruk pacitan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar SGOT dan SGPT pada Rattus norvegicus yang diinduksi PbCH3COO dengan nilai signifikasi < 0,005.

Page 1 of 1 | Total Record : 9