Articles
22 Documents
Search results for
, issue
"Vol 12 No 2 (2023)"
:
22 Documents
clear
PENDAMPINGAN PERANGKAT DESA GISIK CEMANDI DALAM MELAKUKAN ANALISIS SWOT UNTUK PEMETAAN PENGELOLAAN WISATA BAHARI DI DESA GISIK CEMANDI
Nuswantara, Kartika;
Suarmini, Ni Wayan;
Savitri, Eka Dian;
Marsudi, Marsudi;
Zahrok, Siti;
Prasetyawati, Niken
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jwl.v12i2.41963
Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan di desa Gisik Cemandi Sidoarjo Jawa Timur dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pendampingan kepada perangkat desa untuk menghasilkan sebuah pemetaan yang dapat memberikan gambaran umum tentang potensi pengembangan wisata bahari. Tim pengabdi terdiri dari dosen dan mahasiswa yang berafiliasi di laboratorium Sosial Humaniora Departemen Studi Pembangunan ITS. Dengan menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) dan observasi langsung, tim pengabdi memperoleh data tentang potensi wisata bahari yang ada di desa ini. Berdasarkan data yang ada tersebut dilakukan analisa SWOT sebagai piranti untuk melakukan pemetaan yang ditinjau dari factor internal dan eksternal. Proses analisis tersebut mengungkap potensi yang dimiliki desa yang dikategorikan dalam lima demensi yang meliputi social budaya, ekonomi, ekologi, infrastruktur, dan kelembagaan. Dari kelima dimensi tersebut, diusulkan strategis yang dapat dilakukan oleh perangkat desa hingga desa wisata Gisik Cemandi dapat terwujud dan menjadi salah satu destinasi wisata di Jawa Timur.
PELATIHAN MENYUSUN INSTRUMEN ASESMEN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA GURU-GURU SD DI KECAMATAN SIMO BOYOLALI
Poerwanti, Jenny Indrastoeti Siti;
Marmoah, Sri
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jwl.v12i2.45588
Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada guru-guru sekolah dasar dalam menyusun instrumen asesmen pembelajaran berbasis proyek agar dapat diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran baik secara daring maupun luring. Pelatihan ini dilaksanakan di kecamatan Simo Boyolali melibatkan guru-guru Sekolah Dasar dan kepala sekolah beserta anggota tim pengabdian. Metode yang digunakan antara lain: ceramah menjelaskan konsep-konsep asesmen dan tahapan menyusun instrumen asesmen berbasis proyek, tanya jawab, diskusi kelompok, praktek membuat instrumen, dan persentasi. Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui beberapa tahapan antara lain tahap perencanaan, pelaksanaan, pendampingan dan evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan pelatihan peningkatan kemampuan guru guru menyusun instrumen asesmen berbasis proyek sangat baik ada peningkatan 13.15% dari sebelum diadakan pelatihan dengan setelah diadakan pelatihan dan tingkat partisipasi guru-guru mengikuti kegiatan pelatihan secara keseluruhan cukup baik, 70% peserta pelatihan berpartisipasi dengan baik dalam mengikuti kegiatan pelatihan.
GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS) DI SDN PANJER DENPASAR SELATAN, PROVINSI BALI
Prima, Elizabeth;
Lestari, Putu Indah
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jwl.v12i2.45973
Abstrak Minimnya minat baca siswa termasuk dalam permasalahan pendidikan nasional yang perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah karena permasalahan tersebut memberikan dampak yang cukup serius bagi kemajuan negara. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan upaya kebijakan pemerintah membangun budaya literasi dalam dunia pendidikan supaya tercipta budaya membaca dan menulis melalui pelibatan warga sekolah, akademisi, penerbit, masyarakat, dan pemangku jabatan. Terbatasnya pengetahuan guru akan pentingnya pengembangan literasi awal di kelas permulaan dapat berdampak pada motivasi siswa dalam proses pembelajaran. Untuk itu tim pengusul memberikan solusi dalam menyelesaikan permasalahan tersebut yaitu dengan mengadakan workshop literasi awal. Hasil kegiatan ini adalah respon positif mitra yang mendapatkan pengetahuan akan pentingnya literasi sekolah bagi siswa sekolah dasar. Harapannya guru dapat kreativitas sehingga mampu meningkatkan minat baca dan antusias dari siswa sekolah dasar dalam melaksanakan kegiatan literasi baca dan tulis.
DIVERSIFIKASI DAN OPTIMALISASI DIGITAL MARKETING PRODUK SI JAE DI DESA TARO, GIANYAR
Sari, Ni Kadek Yunita;
Endah K, Natalia Sri;
Feoh, Gerson
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jwl.v12i2.51399
Desa Taro merupakan daerah penghasil jahe terbesar di Bali. Salah satu kelompok tani yang membudidayakan tanaman Jahe dan membuat olahan produknya di Kawasan Desa Taro yaitu Kelompok Tani Satya Kencana dan Kelompok Wanita Tani Wana Lestari. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah tingkat penjualan produk masih belum optimal sehingga perlu dilakukan pendampingan diversifikasi produk dan pemasaran digital. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah: untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi mitra, untuk meningkatkan aspek manajemen usaha mitra dan untuk meningkatkan teknologi informasi dan pemasaran usaha mitra. Metode yang digunakan yaitu transfer pengetahuan dengan pelatihan dan pendampingan produksi, manajemen usaha dan pemasaran digital. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ini meliputi 1)Aspek produksi yaitu jumlah aset mitra meningkat, mitra memiliki keterampilan membuat sirup jahe merah dan teh celup jahe merah, pengetahuan mitra tentang personal higene, higiene peralatan, sanitasi lingkungan dan keselamatan kerja meningkat; 2)Aspek manajemen usaha yaitu usaha mitra memiliki logo produk, produk sirup dan teh celup mitra memiliki kemasan, keterampilan mitra dalam menyusun rencana produksi meningkat setelah pendampingan, usaha mitra memiliki struktur organisasi usaha, keterampilan menyusun laporan keuangan berbasis prinsip akuntansi meningkat setelah pendampingan; 3)Aspek teknologi informasi dan pemasaran yaitu aset mitra meningkat dengan pengadaan laptop, usaha mitra memiliki situs website dan keterampilan mitra dalam mengelola website meningkat setelah pelatihan dan pendampingan.
PEMANFAATAN DAN PENGOLAHAN PULP KOPI ROBUSTA MENJADI VINEGAR
Mangku, I Gede Pasek;
Luh Suriati;
Girindra, Anak Agung Ngurah Surya;
Tresna Wati, Gek Ayu Sagita Widya
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jwl.v12i2.51662
Berbagai produk inovatif dapat dihasilkan dari limbah pengolahan kopi. Mengolah limbah kopi, meningkatkan nilai ekonomi, dan meminimalkan kerusakan lingkungan. Vinegar merupakan salah satu inovasi produk yang dapat dihasilkan dari limbah (pulp) kopi. “Bumdes Eka Giri Karya Utama” sebagai mitra dan kelompok tani kopi belum memiliki pengetahuan dan keterampilan mengolah pulp kopi menjadi vinegar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk berbagi informasi teknologi pengolahan vinegar dari pulp kopi kepada para peserta serta menambah pengetahuan dan keterampilan para peserta yang berasal dari “Bumdes Eka Giri Karya Utama, kelompok tani kopi, petugas PPL, staf desa, dan mahasiswa. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah survei, transfer pengetahuan dan keterampilan, praktik dan demonstrasi, dokumentasi, serta diskusi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa teknologi pengolahan vinegar dapat diterima dengan baik oleh peserta dan mereka juga dapat mengolah pulp kopi menjadi vinegar dan produk ini dapat digunakan untuk makanan alternatif. Cara ini dapat digunakan sebagai alternatif untuk meminimalisir pencemaran lingkungan akibat limbah kopi. Namun vinegar ini masih membutuhkan kajian lebih lanjut terutama untuk meningkatkan kualitasnya
PENERAPAN KALKULATOR DETEKSI (KOKI) SEBAGAI APLIKASI BERBASIS WEB UNTUK DETEKSI DINI STUNTING BAGI KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKASADA I
Pratiwi, Putu Irma;
Gozali, Wigutomo;
Giri, Ketut Espana;
Astuti, Anjar Tri;
Sekarini, Nyoman Ayu Desy
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jwl.v12i2.52060
Stunting pada masa balita dapat meningkatkan terjadinya morbilitas, anak-anak mengalami kesulitan dalam hal belajar, stunting pada masa balita memungkinkan untuk memiliki status pendek dimasa dewasa. Masyarakat seringkali mengalami kesulitan dalam melakukan deteksi terhadap stunting, karena perawakan yang pendek dianggap sangat umum sehingga merukan hal normal bagi masyarakat. Pengukuran pertumbuhan yang efektif dapat membantu meningkatkan kualitas hidup balita. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu tempat pelayanan kesehatan yang bersumberdaya masyarakat yang melakukan pemantauan terhadap pertumbuhan anak. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam melakukan deteksi dini terhadap stunting melalui aplikasi berbasis web. Metode pengabdian adalah dengan pelatihan dan pendampingan terhadap 15 orang kader posyandu. Hasil dari pengabdian ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan kader posyandu setelah diberikan pelatihan serta seluruh kader posyandu mau dan mampu menerapkan penggunaan aplikasi berbasis web untuk mendeteksi dini stunting pada saat pelaksanaan posyandu.
PELATIHAN PEMBIMBING PROGRAM KERJA LAPANGAN BAGI STAF PUSKESMAS BULELENG II SEBAGAI WAHANA PENDIDIKAN FIELD LAB
Putra, Adnyana;
Wahyuni, Ni Putu Dewi Sri;
Giri, Made Kurnia Widiastuti;
Pasek, Made Suadnyani
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jwl.v12i2.53605
Puskesmas Buleleng II telah menjadi salah satu wahana program kerja lapangan untuk field lab kedokteran pariwisata Prodi Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha. Melalui program pengabdian ini para staf puskesmas dapat dibekali wawasan sebagai pembimbing. Dengan demikan diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap para tenaga kesehatan. Sasaran program ini adalah staf Puskesmas Buleleng II sebanyak 10 orang. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang antara lain: dokter, perawat, bidan, kesehatan masyarakat, farmasi, dan gizi. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan dan pelatihan. Evaluasi dilaksanakan dalam bentuk pretest dan posttest berbentuk tes tulis esai. Pada hasil pretest didapatkan bahwa umumnya peserta lebih terfokus pada aspek disiplin dan tanggung jawab. Pada posttest didapatkan hasil dimana fokus bertambah pada umpan balik yang konstruktif, memasukkan isu-isu terkini di bidang kesehatan, bagaimana bersosialisasi, dan koordinasi antar profesi. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan pengetahuan pada tenaga kesehatan dalam hal membimbing mahasiswa dalam field lab, yaitu perubahan wawasan dari fokus pada aspek konten dan output mahasiswa menjadi fokus pada aspek kualitas pembimbingan. Disarankan agar pelaksanaan pengabdian yang serupa perlu diberikan pada tenaga kesehatan di tingkat fasilitas kesehatan yang sama dan juga berperan sebagai pembimbing pada field lab
PENERAPAN TEKNOLOGI FERMENTASI PADA KULIT KOPI SEBAGAI PAKAN TERNAK KAMBING DI KELOMPOK TERNAK SAMI MUPU DESA WANAGIRI KABUPATEN BULELENG
Mardewi, Ni Ketut;
Sanjaya, I Gusti Agus Maha Putra;
Ariawan, I Wayan Eka Putra;
Astagina, I Made Manik
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jwl.v12i2.54516
Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kelompok Ternak Sami Mupu dalam memanfaarkan limbah kopi sebagai pakan ternak. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi survei, wawancara, penyuluhan dan praktek langsung. Kegiatan penyuluhan dan praktek penerapan teknologi fermentasi kulit kopi untuk pakan ternak ruminansia (kambing) dilaksanakan pada tanggal 3 Nopember 2023 yang diikuti oleh 18 orang anggota kelompok. Anggota kelompok sangat antusias, semangat, berpartisipasi aktif serta menyatakan bahwa praktek fermentasi kulit kopi untuk pakan ternak yang telah dilakukan sangat bermanfaat karena dapat membantu peternak dalam penyediaan pakan, memanfaatkan kulit kopi yang selama ini menjadi limbah, menambah pengetahuan peternak, meningkatkan nilai nutrisi kulit kopi, memperpanjang masa simpan kulit kopi dan sebagai sumber konsentrat bagi ternak kambing. Hasil dan kesimpulan dari kegiatan yaitu kelompok sudah menguasai teori dan praktek fermentasi kulit kopi sebagai pakan ternak.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KOPI DI KELOMPOK PETANI KOPI BUMDES EKA GIRI KARYA UTAMA SEBAGAI BAHAN PEMBAWA DALAM PUPUK HAYATI
Sukmadewi, Desak Ketut Tristiana;
Udayana, I Gusti Bagus;
Saputra, I Putu Aditya Agus;
Prawerti, Desak Ayu Diah
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jwl.v12i2.54606
Pengolahan kopi menghasilkan limbah kulit kopi yang belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah kulit kopi berpotensi sebagai media pembawa dalam formulasi pupuk hayati. Berdasarkan penelitian sebelumnya yang menguji potensi kulit kopi sebagai bahan pembawa dalam formulasi pupuk hayati, diketahui bahwa kulit kopi mampu mempertahankan viabilitas fungi selama sembilan minggu penyimpanan dengan populasi log 7,67 (4,7 x 107 CFU/g ). Mitra pengabdian masyarakat ini adalah “Bumdes Eka Giri Karya Utama” yang memiliki kelompok petani kopi. Kelompok petani kopi belum memiliki pengetahuan dan keterampilan mengolah kulit kopi menjadi bahan pembawa dalam pupuk hayati. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra sasaran tentang pemanfaatan kulit kopi sebagai bahan pembawa dalam pupuk hayati. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan, demonstrasi dan pelatihan serta monitoring dan evaluasi. Penyuluhan yang diberikan terkait manfaat dan cara pembuatan pupuk hayati. Demonstrasi dan pelatihan yang diberikan terkait tahapan dalam pembuatan pupuk hayati. Berdasarkan post test yang dilakukan setelah penyuluhan dan demonstrasi serta pelatihan pada kelompok tani menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan mitra tentang pengolahan limbah kulit kopi menjadi bahan pembawa pupuk hayati. Kelompok petani kopi menjadi termotivasi untuk membuat dan mengaplikasikan pupuk hayati dalam upaya meningkatkan pertumbuhan kopi. Hal ini juga menjadi salah bentuk implementasi pertanian berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di Desa tersebut. Pupuk hayati dapat mengurangi pengeluaran petani untuk pemupukan dalam meningkatkan produksi kopi.
PELATIHAN PEMBUATAN PELLET PAKAN KAMBING BERBAHAN DASAR KULIT KOPI DI KELOMPOK TERNAK KAMBING SAMI MUPU DESA WANAGIRI
Sanjaya, I Gusti Agus Maha Putra;
Mardewi, Ni Ketut;
Ariawan, I Wayan Eka Putra;
Astagina, I Made Manik
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jwl.v12i2.54923
Petani kopi di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng sebagian besar memelihara kambing untuk menunjang pendapatannya mengingat panen kopi bersifat tahunan. Kulit kopi yang merupakan limbah perkebunan selama ini belum termanfaatkan secara luas sebagai pakan ternak. Kelompok ternak “Sami Mupu” merupakan mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berjumlah 22 orang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terhadap pemanfaatan kulit kopi sebagai pakan ternak dan keterampilan dalam pembuatan pakan penguat untuk kambing berbentuk pellet. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah survey, penyuluhan (ceramah dan diskusi), serta demonstrasi. Pengukuran terhadap pengetahuan peternak dilakukan dengan pre-test dan post-test. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peternak telah mengetahui bahwa kulit kopi dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak kambing. Selain itu, melalui praktik langsung para peternak telah mampu membuat pakan penguat berbentuk pellet dari kulit kopi secara mandiri. Terjadi peningkatan pengetahuan peternak dari 35,56% menjadi 86,11% dalam hal pengolahan kulit kopi menjadi pellet untuk pakan kambing