cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
WIDYA LAKSANA
ISSN : 14104369     EISSN : 25496859     DOI : -
Core Subject : Education,
Widya Laksana is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Ganesha twice a year; January and August
Arjuna Subject : -
Articles 687 Documents
Bina Desa Sumberklampok: Eliminate Anemia for Zero Stunting Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini; Ni Komang Sulyastini; Luh Nik Armini; Putu Irma Pratiwi; Komang Hendra Setiawan; Linda Yanti
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 15 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v15i1.103945

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan pada remaja dan kader posyandu ILP, layanan kesehatan cek haemoglobin, dan terapi anemia serta pembentukan Kelompok Peduli Remaja (PKR). Metode kegiatan ini dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu tahap persiapan, tahap pelatihan (dua kali), dan tahap pendampingan (tiga kali). Hasil kegiatan pengabdian ini meliputi tahap persiapan dilakukan persiapan jawal kehitan, peserta serta kuisinoner yang digunakan. Tahap pelatihan meliputi pelatihan pertama ikuti oleh remaja (15 orang) dan kader (15 orang). Pada Pelatihan ini dilakukan pretes-postes diperoleh hasil yaitu terjadi peningkatan pengetahuan terkait anemia remaja sebelum dan setelah pelatihan. Pelatihan kedua diikuti oleh remaja (15 orang), dilakukan pelatihan pendidikan sebaya serta pembentuka Kader Peduli Stunting (KPR). Selanjutnya, tahap pendampingan dilakukan sebanyak 3 kali dengan pemberian layanan yaitu cek hemoglobin dan monitoring konsumsi tablet tambah darah, aktivasi kelompok peduli remaja, serta dukungan lintas sektor. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kelompok remaja, dimana sebelum intervensi tidak ada peserta dengan kategori pengetahuan “Baik”, namun setelah intervensi 80,0% mencapai kategori tersebut. Pada kelompok kader posyandu, kategori “Baik” meningkat dari 13,3% menjadi 86,7%. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi terstruktur, pembentukan kelompok, serta pendampingan berkelanjutan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terkait anemia dan stunting.
Media Augmented Reality dalam Pembelajaran Vocabulary untuk Meningkatkan Kemampuan dan Minat Bahasa Inggris Siswa I Wayan Sudiarta; Ni Wayan Monik Rismadewi; Chindytia; Made Shinta Wesiana Dewi
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 15 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v15i1.104104

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya minat siswa serta keterbatasan fasilitas teknologi yang mendukung pembelajaran interaktif. Saat ini kurikulum pendidikan nasional telah diterapkan, namun pembelajaran bahasa Inggris di banyak sekolah ini masih mengandalkan metode yang tradisional dan monoton. Berdasarkan hal tersebut pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosa kata bahasa Inggris siswa di Gugus VII Kecamatan Buleleng melalui pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR). Pengabdian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen semu dengan desain pre-test-post-test one group design. Subjek terdiri dari guru dan siswa di sekolah dasar di wilayah tersebut. Metode yang diterapkan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi dan monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan guru dalam penggunaan AR dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Implikasi dari pengabdian ini adalah pengembangan media pembelajaran berbasis AR yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain dengan tantangan serupa. Kesimpulannya, penggunaan AR efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris, menjadikannya lebih menarik dan interaktif, serta mendorong keberlanjutan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan.
Media English Cartoon Story Sebagai Sarana Efektif Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Di Sekolah Dasar Wayan Swandana; I Nyoman Rediasa; Septia Rahmawati; Made Shinta Wesiana Dewi
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 15 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v15i1.104106

Abstract

Pengembangan Keterampilan tersebut masih menjadi tantangan dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar, terutama di daerah yang terbatas dalam penggunaan teknologi. Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa cenderung pasif dalam kelas bahasa Inggris dan jarang berpartisipasi aktif dalam kegiatan berbicara. Berdasarkan hal tersebut, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mendengarkan dan berbicara bahasa Inggris pada siswa sekolah dasar di Kecamatan Buleleng melalui penerapan media English Cartoon Story. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif eksperimen semu dengan desain pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan keterampilan siswa. Pelatihan dan pendampingan diberikan kepada guru untuk mengintegrasikan media berbasis teknologi dalam proses pembelajaran. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan mendengarkan dan berbicara siswa setelah penerapan media ini. Rata-rata skor pre-test dan post-test meningkat secara substansial, menunjukkan efektivitas penggunaan English Cartoon Story dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa. Kesimpulannya, penggunaan media ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar, khususnya dalam keterampilan mendengarkan dan berbicara.
Pemanfaatan Augmented Reality Dalam Pembelajaran Budaya Bali Di Sekolah Dasar I Wayan Swandana; I Nyoman Rediasa; Septia Rahmawati; Made Shinta Wesiana Dewi
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 15 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v15i1.104207

Abstract

Kualitas pengajaran di sekolah-sekolah ini belum optimal, terutama dalam pengenalan budaya. Banyak guru yang masih menggunakan metode pembelajaran konvensional, yang membuat pembelajaran kurang menarik dan interaktif bagi siswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan media Augmented Reality (AR) untuk pembelajaran budaya Bali di sekolah dasar. Subjek kegiatan ini adalah 25 guru dari sekolah-sekolah dasar di Gugus II. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan langsung kepada guru. Hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan utama, yakni peningkatan keterampilan guru dalam membuat dan menggunakan media AR, serta peningkatan keterlibatan dan motivasi siswa dalam memahami budaya. Hasil uji menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test pada kedua aspek yang diuji untuk keterampilan guru dan keterlibatan siswa. Hasil uji t-test menunjukkan bahwa penggunaan media AR dalam pembelajaran budaya Bali memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan guru dalam pembuatan media pembelajaran dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran budaya Bali. Kesimpulan dari pengabdian ini menunjukkan bahwa penggunaan AR dapat memperkaya pengalaman belajar dan meningkatkan kompetensi guru dalam teknologi pembelajaran. Implikasi dari kegiatan ini adalah peningkatan kualitas pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual.
Pendampingan Implementasi Framework Design Thinking untuk Meningkatkan Kreativitas Media dan Inovasi dalam Pembelajaran Bahasa Inggris SD Kadek Sonia Piscayanti; I G A Lokita Purnamika Utami; I Made Hendra Sukmayasa; I Gusti Agung Ayu Putu Listyana
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 15 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v15i1.104365

Abstract

Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan guru dalam merancang media yang kreatif serta minimnya pemahaman terhadap pendekatan inovatif dalam pembelajaran. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas guru dalam mengembangkan media dan inovasi pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar (SD). Kegiatan pengabdian ini menggunakan desain partisipatif dengan model pendampingan berbasis kebutuhan guru. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Metode kegiatan terdiri dari sosialisasi, workshop, diskusi kelompok, dan pendampingan praktik langsung pembuatan media. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan teknik triangulasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mampu memahami konsep Design Thinking serta menghasilkan media pembelajaran inovatif seperti kartu kosakata interaktif, permainan edukatif berbasis bahasa Inggris, dan video pembelajaran sederhana. Implementasi kegiatan ini berdampak positif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa sekaligus keterampilan profesional guru. Dengan demikian, pendampingan ini berhasil mendukung peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar melalui pemanfaatan pendekatan kreatif dan kolaboratif. Implikasi kegiatan ini yaitu penerapan Design Thinking menjadi pendekatan yang relevan dan efektif dalam memperkuat kapasitas guru sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran yang berpusat pada siswa.
Literasi Humanis Berbasis Kumara untuk Meningkatkan Kompetensi Warga dan Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Wayan Ari Widnyani; I Kadek Edi Yudiana; Ni Luh Widya Ayodya Putri
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 15 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v15i1.105510

Abstract

Rendahnya literasi baca tulis, budaya, dan finansial masyarakat masih menjadi permasalahan mendasar dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa. Program pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan literasi humanis berbasis KUMARA (Kubu Melajah Sastra) dalam meningkatkan kompetensi warga melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Jenis riset yang digunakan adalah riset partisipatif (Participatory Action Learning System/PALS) yang menekankan kolaborasi antara tim pelaksana dan masyarakat. Subjek kegiatan terdiri atas 60 warga masyarakat yang terbagi ke dalam tiga pojok literasi: KUMARA Aksara, KUMARA Budaya, dan KUMARA Cingkrem. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), serta pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif-komparatif untuk menilai perubahan kompetensi warga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata 80-85% pada kemampuan literasi dasar, finansial, dan budaya setelah intervensi program. Selain itu, terbentuknya pojok literasi berkelanjutan memperkuat partisipasi warga dalam pembelajaran sepanjang hayat. Kesimpulannya, penerapan literasi humanis berbasis KUMARA efektif dalam mengembangkan kecakapan literasi multidimensional yang berorientasi pada kemandirian dan keberlanjutan sosial. Program ini berimplikasi pada peningkatan kapasitas masyarakat desa dalam mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas dan pengentasan kesenjangan sosial.
Digitalisasi Desain Pembelajaran Literasi Membaca melalui Pemberdayaan Komunitas Belajar Ni Ketut Desia Tristiantari; Ni Luh Putu Era Adnyayanti; I Wayan Ardana
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 15 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v15i1.105718

Abstract

Permasalahan yang dihadapi komunitas belajar Gugus II Kecamatan Seririt berkaitan dengan masih rendahnya kompetensi guru dalam mengoptimalkan teknologi digital interaktif untuk mendukung pembelajaran literasi membaca siswa. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan pengetahuan guru tentang desain pembelajaran modern berbasis teknologi serta penguatan keterampilan dalam merancang media literasi digital yang interaktif. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi literasi, pedagogis, dan teknologi guru sekolah dasar. Metode pelaksanaan program difokuskan pada penguatan kompetensi guru melalui serangkaian kegiatan terstruktur meliputi: sosialisasi, pretes, pelatihan, workshop penyusunan pembelajaran berbasis digital interaktif, implementasi penggunaan teknologi, serta evaluasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi guru. Pada aspek literasi, mayoritas guru berada pada kategori baik dan sangat baik. Pada aspek pedagogis, seluruh guru menunjukkan capaian baik dan sangat baik. Pada aspek teknologi, sebagian besar guru berada pada kategori baik dan sangat baik. Selain itu, motivasi guru juga sangat tinggi, dengan dominasi kategori baik dan sangat baik. Secara keseluruhan, program ini berdampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru dalam bidang literasi, pedagogis, dan teknologi. Pelatihan dan pendampingan yang dilakukan terbukti mampu meningkatkan kemampuan guru dalam mendesain serta mengimplementasikan pembelajaran berbasis teknologi interaktif secara kreatif dan produktif.
Implementasi Program Youth Empowerment pada Desa Sidatapa, Kabupaten Buleleng sebagai Sentra Kerajinan Anyaman Bambu I Made Suarjana; Anak Agung Istri Dewi Adhi Utami; I Made Aditya Dharma; I Nyoman Sila; I Gusti Agung Ayu Putu Listyana; Uzlifatul Hasanah
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 15 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v15i1.105768

Abstract

Rendahnya keterlibatan pemuda dalam pelestarian kerajinan bambu menyebabkan rendahnya produktivitas, daya saing, serta regenerasi pengrajin muda dalam industri kerajinan tradisional. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model Participatory Action Learning Model (PALM) dalam meningkatkan kapasitas kewirausahaan sosial pemuda melalui penguatan kemampuan produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini melibatkan 60 peserta, terdiri atas pengrajin muda dan anggota kelompok karang taruna, yang mengikuti rangkaian pelatihan, pendampingan, serta refleksi partisipatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta evaluasi pretest–posttest dengan instrumen kinerja dan persepsi peserta, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap kompetensi pemuda, yakni pengetahuan produksi bambu meningkat dari 20% menjadi 54%, keterampilan teknis naik dari 10% menjadi 47%, kemampuan kewirausahaan digital meningkat dari 25% menjadi 63%, dan sikap kewirausahaan sosial bertambah dari 15% menjadi 34%. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan partisipatif berbasis PALM efektif dalam membangun kesadaran reflektif, partisipasi aktif, serta kemampuan adaptif pemuda dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif berkelanjutan berbasis budaya lokal.
Edukasi Literasi Digital untuk Remaja Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Ni Luh Dewi Sintiari; Komang Ratna Mutu Manikam; Ni Nyoman Ayu Hari Savitri; Putu Haryaka Seta Dewa; Putu Yova Pradnyana
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 15 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v15i1.108954

Abstract

Keterbatasan akses terhadap fasilitas teknologi digital menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya yang berada dalam kondisi keluarga tidak ideal. Kondisi ini berpotensi menghambat penguasaan literasi digital yang diperlukan dalam proses pembelajaran dan interaksi sosial di era digital. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital anak-anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak melalui pengembangan keterampilan penggunaan teknologi, pemahaman keamanan digital, etika berinternet, serta kemampuan dasar dalam pembuatan konten dan coding sederhana. Kegiatan ini merupakan program pengabdian berbasis pelatihan dengan desain pembelajaran partisipatif, yang melibatkan peserta didik tingkat SMP dan SMA sebagai subjek kegiatan. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, simulasi, dan praktik langsung, sedangkan evaluasi dilakukan melalui post-test untuk mengukur peningkatan kemampuan literasi digital peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam menggunakan perangkat dan aplikasi digital, meningkatnya kesadaran terhadap keamanan dan etika bermedia sosial, serta bertambahnya keterampilan dasar dalam pembuatan konten digital. Program ini berimplikasi pada penguatan kesiapan peserta dalam memanfaatkan teknologi secara aman, etis, dan produktif. Dengan demikian, pelatihan literasi digital ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan penerapan penggunaan teknologi secara bijak, aman, dan kreatif sebagai bekal menghadapi tantangan dunia digital.
Edukasi Langkah Antisipatif Perlindungan Data Pribadi Terhadap Ancaman Deepfake Sebagai Kejahatan Berbasis Kecerdasan Buatan (AI) Annalisa Yahanan; Mada Apriyandi; Moulyta Elgi Trinanda; Biyes Nurul Atika; Mesya Assauma Nurfitrah
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 15 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v15i1.109993

Abstract

Penyalahgunaan teknologi deepfake sebagai kejahatan berbasis kecerdasan buatan (AI) mengancam keamanan data pribadi Masyarakat di pedesaan yang minim akan literasi digital. Permasalahan utama dalam pengabdian ini adalah kerentanan warga desa Tanjung Atap terhadap manipulasi identitas digital dan penyalahgunaan data pribadi. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman warga, mengedukasi langkah antisipatif perlindungan data, serta melatih kemampuan deteksi dini konten manipulatif. Pengabdian masyarakat ini dengan desain tindakan partisipatif. Subjek meliputi Masyarakat desa yang terdiri atas perangkat desa, anggota karang taruna dan warga Desa Tanjung Atap, Ogan Ilir. Metode yang digunakan adalah sosialisasi interaktif, simulasi deteksi deepfake dan pendampingan teknis. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan literasi Masyarakat desa mengenai bahaya penyalahgunaan deepfake dan kemampuan mempraktikkan pengamanan akun pribadi secara mandiri. Implikasi kegiatan ini telah memperkuat ketahanan digital desa dalam menghadapi ancaman siber masa depan. Kesimpulan menunjukkan bahwa edukasi langkah antisipatif efektif dalam meminimalisir risiko penyalahgunaan data pribadi akibat perkembangan AI. Melalui kegiatan ini, Masyarakat desa tidak lagi sekadar menjadi objek teknologi, melainkan subjek cerdas dalam memfilter informasi digital.