cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
WIDYA LAKSANA
ISSN : 14104369     EISSN : 25496859     DOI : -
Core Subject : Education,
Widya Laksana is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Ganesha twice a year; January and August
Arjuna Subject : -
Articles 687 Documents
Tri Mandala: Kunci Sukses Pemberdayaan Desa Wisata Berkelanjutan I Putu Gede Parma; I Gusti Ngurah Puger; I Kadek Edi Yudiana
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i2.103846

Abstract

Pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan teknologi dalam pariwisata belum optimal menjadi permasalahan yang cukup serius untuk ditangani. Keraguan terhadap penggunaan teknologi dalam pengembangan pariwisata desa, karena dianggap bertentangan dengan nilai-nilai adat yang dijaga secara ketat. Pengabdian ini bertujuan menciptakan model Smart Ethno Edutourism berbasis Tri Mandala melalui pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Subjek terdiri dari pokdarwis desa berjumlah 15 orang. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman masyarakat tentang Sapta Pesona dan tata kelola lingkungan. Skor rata-rata pre-test yang semula berada pada kategori sedang meningkat menjadi kategori tinggi pada post-test. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan Smart Ethno Edutourism tidak hanya meningkatkan kesadaran, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola lingkungan dan potensi wisata. Dengan demikian, konsep ini efektif sebagai strategi pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal yang berdaya saing dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan implikasi praktis bahwa pemerintah desa bersama pemangku kepentingan perlu mempertimbangkan penerapan program serupa secara berkelanjutan.
Program Desa Sumberklampok: Peer Education dan Kescatin untuk Skrining Layak Hamil dan Kesiapan Kehamilan Sehat Komang Hendra Setiawan; Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini; Putu Irma Pratiwi; Luh Putu Lina Kamelia; Ni Putu Dewi Sri Wahyuni; Putu Arya Nugraha
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i2.103989

Abstract

Kelayakan dan kesiapan kehamilan merupakan aspek penting dalam menjaga kualitas dari kesehatan ibu dan anak. Namun saat ini remaja putri di daerah pedesaan memiliki kasus pernikahan dini yang sangat tinggi. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan remaja terkait kelayakan dan kesiapan kehamilan sehat. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja putri dalam mempersiapkan kehamilan sehat melalui pendidikan sebaya dan penggunaan aplikasi KESCATIN. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan dengan sasaran remaja putri sejumlah 15 orang. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelatihan, dan pendampingan. Analisis digunakan analisis deskriptif pada hasil pre-post pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan kenaikan nilai post-test sebesar 30 poin dibandingkan pre-test. Remaja putri mampu menggunakan aplikasi KESCATIN dan mengaplikasikan pada teman sebaya. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran remaja putri terkait kesehatan reproduksi dan kesiapan kehamilan yang sehat. Keberlanjutan program ini diharapkan melalui pendampingan jangka panjang dan peningkatan infrastruktur teknologi untuk mendukung akses aplikasi KESCATIN.
Menumbuhkan Curiosity dan Lifelong Learning dalam Ekosistem Pendidikan Adaptif untuk Meningkatkan Literasi Kritis dan Ketahanan Masyarakat pada Disrupsi Digital Made Dharma Susena Suyasa; Kadek Yogi Parta Lesmana; Alexander Hamonangan Simamora; Putu Lanny Kristina Putri
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i2.104332

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi digital yang merupakan wilayah pinggiran dengan keterbatasan sarana teknologi, rendahnya kesiapan sosial masyarakat, serta minimnya kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran. Kondisi tersebut menyebabkan ketimpangan digital yang berdampak pada kualitas pembelajaran dan kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan utama pengabdian ini adalah meningkatkan literasi digital guru, siswa, dan orang tua melalui pelatihan terpadu, penerapan modul ajar digital, serta pembentukan forum komunikasi berbasis teknologi. Kegiatan ini menggunakan desain pengabdian berbasis pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Subjek yang terlibat terdiri atas guru, siswa, dan orang tua. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan instrumen berupa tes literasi digital dan lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Hasil utama kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi digital siswa dengan 80% peserta mengalami kenaikan skor. Sebanyak 85% guru berhasil meningkatkan kompetensi dalam merancang dan menerapkan modul ajar digital berbasis literasi kritis. Orang tua menunjukkan keterlibatan yang lebih aktif melalui forum komunikasi digital yang dibentuk. Simpulan pengabdian ini menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif berbasis pelatihan dan pendampingan efektif memperkuat ekosistem literasi digital. Implikasinya, model pengabdian ini dapat direplikasi pada wilayah lain dengan karakteristik serupa untuk mengurangi ketimpangan digital.
Pelatihan Digital Storynomic Tourism Berbasis Filosofi Nyegara Gunung bagi Pokdarwis Kima Bahari Ni Putu Marsakawati; I Made Agus Wirawan; Rima Andriani Sari
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i2.104419

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan keterampilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kima Bahari dalam memanfaatkan media digital untuk promosi pariwisata. Potensi wisata desa yang kaya akan filosofi Nyegara Gunung belum terangkat secara optimal akibat rendahnya kemampuan anggota dalam produksi konten digital, pengelolaan media sosial, dan penyusunan strategi pemasaran wisata. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Pokdarwis melalui pelatihan digital storynomic tourism yang mengintegrasikan nilai-nilai lokal ke dalam narasi promosi wisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode partisipatif kolaboratif yang melibatkan 15 orang anggota Pokdarwis sebagai peserta pelatihan. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, observasi langsung, serta wawancara reflektif untuk menilai peningkatan kemampuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Analisis data dilakukan secara kuantitatif untuk mengukur peningkatan keterampilan dan secara kualitatif untuk menggambarkan perubahan sikap, motivasi, serta partisipasi peserta dalam kegiatan. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam literasi digital, kemampuan menulis narasi wisata berbasis nilai lokal, dan keterampilan desain konten promosi. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi, peningkatan kreativitas, dan rasa percaya diri dalam mengelola media digital secara mandiri. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan digital storynomic tourism mampu memperkuat kemandirian komunitas lokal dalam mengelola promosi wisata berbasis kearifan lokal, serta memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan ekonomi dan pelestarian budaya.
Pelatihan Guru SD pada Pembelajaran IPA Berbasis Etnosains untuk Meningkatkan Literasi Budaya dan Well-Being Siswa Ni Putu Sri Ratna Dewi; Ni Putu Kusuma Widiastuti; I Made Citra Wibawa; Ni Wayan Astri Antari
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i2.105624

Abstract

Tantangan dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar masih didominasi oleh pendekatan konvensional yang berpusat pada buku teks dan minim integrasi nilai budaya lokal. Kondisi ini membuat guru kesulitan mengembangkan bahan ajar serta media berbasis etnosains, sementara siswa kurang terfasilitasi dalam literasi budaya dan penguatan well-being. Tujuan pengabdian ini adalah menganalisis kompetensi guru dalam merancang pembelajaran IPA berbasis etnosains serta mendukung literasi budaya dan well-being siswa. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan 20 orang perwakilan guru di Gugus I. Tahapan kegiatan terdiri sosialisasi, pelatihan dan penerapan teknologi, serta pendampingan dan evaluasi. Efektivitas program diperoleh melalui pemberian kuesioner skala Likert untuk guru serta tes pilihan ganda untuk siswa. Analisis dilakukan menggunakan uji deskriptif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan kompetensi guru dari kategori sedang (M=26,9) menjadi tinggi (M=33,1), serta peningkatan literasi budaya dan well-being siswa dari kategori sedang (M=26,1) menjadi tinggi (M=32,7). Disimpulkan bahwa program pelatihan berbasis etnosains terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dan memberi dampak positif pada literasi budaya serta well-being siswa. Implikasi dari pengabdian ini cukup luas bagi bidang pendidikan dan pengembangan profesi guru.
Pusaka: Penguatan Usaha Seni Lukisan Kaca Sebagai Produk Unggulan Desa Nagasepaha I Gde Wawan Sudatha; I Ketut Supir; Ni Wayan Widi Astuti; I Nyoman Rediasa
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i2.105983

Abstract

Desa Nagasepaha di Kabupaten Buleleng, Bali, dikenal sebagai sentra seni lukisan kaca yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Namun, potensi ekonomi kreatif tersebut belum diikuti dengan peningkatan kapasitas produksi, manajemen usaha, dan strategi pemasaran yang optimal. Permasalahan utama yang dihadapi para perajin meliputi kualitas produk yang belum optimal, belum adanya sistem pembukuan digital, serta pemanfaatan media pemasaran daring yang masih rendah. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas pelaku usaha seni lukisan kaca Nagasepaha melalui penggunaan nano-coating, peningkatan kualitas penutup bingkai, pencatatan keuangan digital, dan digital marketing. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi program, workshop penggunaan nano-coating, pelatihan bingkai produk, pelatihan dan simulasi penggunaan pencatatan keuangan, pelatihan digital marketing (e-commerce) dan konten digital dengan melibatkan dua mitra pelaku usaha seni lukisan kaca serta Pemerintah Desa Nagasepaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra telah berhasil menghasilkan produk lukisan kaca yang lebih tahan lama dan bernilai jual tinggi berkat penerapan nano-coating dan desain bingkai inovatif, serta mampu mengelola keuangan dengan aplikasi digital sederhana dan memasarkan produk melalui platform e-commerce. Program ini berkontribusi terhadap penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal serta menjadikan lukisan kaca Nagasepaha sebagai produk unggulan desa yang berdaya saing.
Pelatihan Penggunaan Model Design Thinking For Social Spirituality Pada Materi Filsafat Uparengga Pengabenan di Pasraman Amertha Sari I Nyoman Hari Mukti Dananjaya; I Putu Suardipa; I Made Hartaka; Komang Ayu Suseni; Ni Nyoman Raka Astrini
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i2.106917

Abstract

Pendidikan agama Hindu dihadapkan pada tantangan eksistensial dalam menjaga relevansinya bagi generasi digital. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis model pembelajaran Design Thinking for Social Spirituality (DT-SS) dalam meningkatkan pemahaman materi filsafat Uparengga Pengabenan di Pasraman. Pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, pengabdian ini melibatkan 45 siswa (sisia) dan 5 pengajar (Pinandita) dalam sebuah siklus pembelajaran. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan tes. Analisis data dilakukan dengan pendekatan metode campuran (mixed-methods). Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman filosofis siswa, yang tercermin dari kenaikan skor "Pemaknaan Ritual" sebesar 85.7%. Model ini juga berhasil mentransformasi peran siswa dari konsumen pasif menjadi perancang solusi spiritual-digital, yang dibuktikan dengan terciptanya 15 prototipe aplikasi dan modul pembelajaran. Lebih lanjut, implementasi DT-SS memperkuat kompetensi sosial-spiritual dan literasi digital kritis siswa, sekaligus merevitalisasi peran pengajar sebagai fasilitator inovasi. Disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran Design Thinking for Social Spirituality (DT-SS) terbukti sangat efektif dalam mengajarkan materi filsafat Uparengga Pengabenan di Pasraman. Implikasi penerapan model DT-SS merupakan sebuah living pedagogy yang efektif untuk menjembatani ajaran adiluhung dengan dilema kontemporer, serta menawarkan kerangka kerja yang replicable untuk penguatan jati diri generasi muda Hindu di era digital.