Articles
323 Documents
Hubungan Mental Toughness Dengan Kemampuan Snatch pada Atlet Angkat Besi
Romadian, Ifah;
Junaidi, Said
JURNAL PENJAKORA Vol. 10 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jurnalpenjakora.v10i2.67316
Ketahanan mental merupakan seperangkat sikap dan perilaku seseorang ketika dalam keadaan tertekan dalam mencapai tujuan. Dengan memperhatikan mental toughness dapat memperbaiki kemampuan snatch pada atlet angkat besi JawaTengah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara mental toughness dengan kemampuan snatch atlet Angkat Besi Jawa Tengah. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode korelasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh atlet angkat besi Jawa Tengah. Teknik pengambilan sempel secara quota sampling dengan jumlah sampel 30 atlet. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah angket. Hasil analisis menunjukan terdapat hubungan antara mental toughness dengan kemampuan snacth dengan hasi uji koefisin korelasi 0,866 atau sangat kuat. Ada hubungan secara signifikan antara mental toughness terhadap kemampuan snatch pada atlet angkat besi Jawa Tengah sehingga sangat perlu untuk memperhatikan untuk mencapai prestasi yang terbaik.
Pengaruh Pelatihan Hop Sprint dan Step Up Terhadap Kecepatan dan Daya Ledak Otot Tungkai
Natalia Londa, Maria;
Wahjoedi;
Suratmin
JURNAL PENJAKORA Vol. 10 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jurnalpenjakora.v10i2.62519
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan Pelatihan Hop Sprint dan Step Up Terhadap Kecepatan dan Daya Ledak Otot Tungkai pada Siswa Ekstrakurikuler Atletik SMAN 1 Kuta Utara. Rancangan penelitian ini yaitu the modified non randomized control group pretest-posttest design dengan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experimental). Terdapat 45 atlet yang digunakan sebagai subjek dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan menggunakam instrumen yaitu tes lari 60 meter dan tes standing broad jump. Analisis data pada hipotesis pertama dilakukan dengan uji MANOVA satu jalur pada taraf signifikansi 0,05 sedangkan uji ANAVA satu jalur pada taraf signifikansi 0,05 digunakan untuk analisis data pada hipotesis kedua dan ketiga. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil yaitu (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara pelatihan hop sprint dan step up terhadap peningkatan kecepatan dan daya ledak otot tungkai pada siswa ekstrakurikuler atletik SMAN 1 Kuta Utara dengan taraf signifikansi semua nilainya kurang dari 0,05 (0,000 < 0,05), (2) terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara pelatihan hop sprint dan step up terhadap peningkatan kecepatan pada siswa ekstrakulikuler atletik SMAN 1 Kuta Utara dengan taraf signifikansi semua nilainya kurang dari 0,05 (0,000<0,05), (3) terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara pelatihan hop sprint dan step up terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai siswa ekstrakurikuler atletik SMAN 1 Kuta Utara dengan taraf signifikansi semua nilainya kurang dari 0,05 (0,000 < 0,05).
Tingkat Kesegaran Jasmani pada Siswa SMP
Hasanuddin, Muhammad Imran;
Irfan Hasanuddin, Muhammad
JURNAL PENJAKORA Vol. 11 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jurnalpenjakora.v11i1.65014
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kesegaran jasmani siswa SMP Negeri 17 Makassar. Penelitian ini merupakan pendekatan deskriptif dengan menggunakan metode survei. Pengukuran tingkat kesegaran jasmani dilakukan menggunakan TKJI pada umur 13-15 tahun. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa dari SMP Negeri 17 Makassar, dengan jumlah sampel sebanyak 40 siswa menggunakan teknik simpel random sampling (pengambilan sampel acak sederhana), di mana setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Metode analisis data yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan presentase sebagai tekniknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesegaran jasmani siswa SMP Negeri 17 Makassar tergolong dalam dua kategori, yaitu kategori sedang dan kategori baik. Dalam kategori sedang, sebanyak 33 siswa atau 82,5% masuk dalam kelompok ini, sementara dalam kategori baik terdapat 7 siswa atau 17,5%. Dari hasil analisis data, tidak terdapat siswa yang masuk dalam kategori kesegaran jasmani yang sangat baik maupun sangat kurang. Dalam kesimpulannya, penelitian ini mengindikasikan bahwa tingkat kesegaran jasmani siswa SMP Negeri 17 Makassar cenderung berada dalam kategori sedang.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Tinggi Lompatan pada Pemain Basket
Daryono;
Arya Sena, I Gede;
Reny Wahyu Sari, Ni Luh Made;
Yoga Parwata, I Made
JURNAL PENJAKORA Vol. 10 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jurnalpenjakora.v10i2.67054
Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan tinggi lompatan pada pemain basket di Club Oldschool Basketball yang berada di kota Denpasar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Cross- Sectional korelasi. Responden dalam penelitian ini adalah 35 pemain bola basket di Club Oldschool di Basketball Denpasar yang dipilih dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah pengukuran tinggi dan berat badan untuk menentukan Indeks Massa Tubuh (IMT) serta pengukuran tinggi lompatan menggunakan vertical jump test pada responden penelitian. Data yang didapatkan dilakukan uji linearitas regresi dan uji korelasi Pearson Product Moment digunakan untuk uji hipotesisnya. Hasil uji linearitas adalah terdapat suatu hubungan linier antara IMT dengan Tinggi lompatan. Hasil uji Pearson korelasi sebesar -0,168 yang berarti menunjukkan hubungan lemah dengan arah negatif. Simpulan yang didapatkan adalah hubungan lemah yang tidak searah antara IMT dengan tinggi lompatan pada pemain basket anggota Club Oldshool Basketball di Denpasar yang berarti semakin tinggi nilai IMT yang dimiliki pemain basket anggota Club Oldschool di Denpasar maka akan semakin rendah tinggi lompatannya. Untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan IMT dan tinggi lompatan disarankan dapat menambah jumlah sampel atau dapat melakukan eksperimen.
Perbandingan Teknik dalam Sport Massage Melalui Tingkat Kepuasan Pasien
Jayadi
JURNAL PENJAKORA Vol. 11 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jurnalpenjakora.v11i1.67495
Teknik sport massage terdiri dari berbagai gerakan. Teknik gerakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan khusus masseur. Beberapa teknik sport massage secara keseluruhan diyakini dapat memberikan rasa relaksasi secara cepat dalam mengatasi kekakuan otot. Penelitian ini untuk mengetahui perbandingan teknik sport massage effleurage, compress, broadenin, dan petrissage melalui tingkat kepuasan pasien. Metode penelitian menggunakan deskripsi analisis survei dengan bantuan google formulir. Subjek penelitian sebanyak 103 orang menggunakan total sampling. Instrumen pengumpulan data ini menggunakan kuesioner angket kepuasan yang berdasarkan tingkatan paling tidak berpengaruh bernilai paling rendah dan paling sangat berpengaruh dengan nilai tertingi melalui skor 1-5. Analisis data menggunakan survei kuesioner responden berdasarkan tingkat kepuasan yang disimpulkan melalui persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa teknik effleurage 46,6%, compress 40,8%, broadenin 13,6%, petrissage 8,7%. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kepuasaan dalam teknik sport massage, Dimana teknik effleurage menjadi teknik yang memberikan kepuasan yang paling tinggi dibandingkan teknik lainnya. Penelitian lebih lanjut sangat dibutuhkan dalam menilai keseluruhan dari teknik sport massage yang memberikan rasa relaksasi dengan cepat.
Pengaruh Pelatihan Lateral Pulldowns dan Seated Rows Terhadap Kekuatan Otot Punggung
Arry Anderzen, Kadek;
Susila, Gede Hendri Ari
JURNAL PENJAKORA Vol. 10 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jurnalpenjakora.v10i2.68183
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) pengaruh pemberian pelatihan lateral pulldowns terhadap kekuatan otot punggung; (2) pengaruh pemberian pelatihan seated rows terhadap kekuatan otot punggung; (3) perbedaan pengaruh antara pelatihan lateral pulldowns dan pelatihan seated rows terhadap kekuatan otot punggung. Sasaran penelitian ini adalah atlet panahan Pengkab PERPANI Buleleng dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 atlet putra yang terbagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang. Proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan pretest dan posttest tes kekuatan otot punggung dengan menggunakan bantuan alat back strenght dynamometer. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan bantuan SPSS 16.0. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Pemberian pelatihan lateral pulldowns berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot punggung sebesar 23,31%, (2) pemberian pelatihan seated rows berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot punggung sebesar 15,50%, dan (3) terdapat perbedaan signifikan pengaruh pelatihan kelompok lateral pulldowns, seated rows dan kontrol terhadap kekuatan otot punggung atlet panahan Pengkab PERPANI Buleleng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan lateral pulldowns memberikan hasil yang lebih baik (efektif) terhadap kekuatan otot punggung.
Motivasi Masyarakat Mengikuti Senam Aerobik
Eva Norita, Tulus;
Edwin Wahyu Dirgantoro;
Rahmadi
JURNAL PENJAKORA Vol. 11 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jurnalpenjakora.v11i1.73907
Motivasi merupakan faktor psikis yang peranannya sangat spesifik dalam hal penumbuhan gairah, merasa senang dan semangat dalam berolahraga. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui gambaran motivasi masyarakat dalam melakukan senam aerobik. Pencarian informasi ini dibagi menjadi dua aspek yaitu, faktor ekstrinsik dan faktor intrinsik. Jenis survei yang digunakan adalah survei langsung tertutup dengan menggunakan survei pilihan, dan metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik deskriptif persentase. Populasi penelitian adalah masyarakat yang aktif dalam mengikuti senam aerobik di Desa Salam Babaris Kabupaten Tapin dengan sampel adalah 27 orang dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian dengan kuesioner dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan dari faktor ekstrinsik meliputi dukungan lingkungan 79% kriteria tinggi, dukungan keluarga 65% kriteria tinggi, dukungan lokasi 56% kriteria sedang, dukungan internet 52% kriteria sedang, dan dukungan pada teman 41% kriteria rendah. Dari faktor instrinsik meliputi dukungan memelihara kesehatan 84% kriteria sangat tinggi, dukungan terhadap pribadi 83% kriteria sangat tinggi, faktor pribadi 82% kriteria tinggi, dukungan usia 74% kriteria tinggi, faktor olahraga 74% kriteria tinggi, dukungan ketertarikan 70% kriteria tinggi. Dapat disimpulkan bahwa motivasi masyarakat mengikuti senam aerobik lebih dominan karena motivasi intrinsik. Tujuan Masyarakat mengikuti senam aerobic di sanggar GERMAS adalah untuk menjaga kesehatan, menambah kekuatan fisik, dan menjadi bugar.
Analisis Kuantitatif Faktor-Faktor Kohesi Dalam Tim Olahraga Anak-Anak: Implikasi Praktis Dalam Pendidikan Olahraga
Permana, Dani;
Didin Budiman;
Anira;
Wulandari Putri
JURNAL PENJAKORA Vol. 11 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jurnalpenjakora.v11i1.74212
Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor kohesi dalam tim olahraga yaitu dengan mengukur dua aspek perbandingan (sosial item, task item atau tugas individual) dalam olahraga dan mengetahui perbedaan tingkat partisipasi olahraga antara siswa yang berada di wilayah perkotaan dengan pedesaan. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan studi analitik cross sectional. Populasi yang digunakan sebanyak 80 siswa usia (9-12 tahun) dengan keahlian olahraga dibidang tertentu dan bertempat tinggal di wilayah kota maupun desa. Hasil menunjukkan bahwa (1) hasil rata-rata keseluruhan siswa kota dengan desa sebesar 82,7% di indikator sangat baik; (2) hasil rata-rata siswa kota sebesar 82,64% dan rata-rata siswa desa sebesar 80,06%. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara siswa kota dengan desa, keduanya berada pada indikator sangat baik.
Tingkat Kelincahan dan Teknik Dribbling Siswa pada Ekstrakurikuler Futsal
Muhammad Afif, Gusti;
Amirudin, Akhmad;
Arifin, Ramadhan
JURNAL PENJAKORA Vol. 11 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jurnalpenjakora.v11i1.74719
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelincahan dan kemampuan teknik menggiring bola siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 2 Martapura. Penulis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampel dilihat dari siswa yang berumur 15-19 tahun dan diambil jumlah sampel sebanyak 20 siswa dari 52 peserta ekstrakurikuler futsal. Instrument penelitian yang digunakan yaitu tes zig-zag run dan tes menggiring bola futsal. Tingkat kelincahan dari 20 sampel terdapat 15% atau 3 peserta yang berkategori baik sekali, 40% atau 8 peserta yang berkategori baik, dan 45% atau 9 peserta yang berkategori sedang. Sedangkan teknik menggiring bola futsal dari 20 sampel terdapat 10% atau 2 peserta yang berkategori baik, 15% atau 3 peserta yang berkategori sedang, 35% atau 7 peserta yang berkategori kurang, 40% atau 8 peserta yang berkategori kurang sekali. Dapat disimpulkan bahwa kelincahan siswa masih dalam ketegori sedang dan kemampuan teknik menggiring masih berada pada kategori kurang. Saran untuk pelatih supaya dapat meningkatkan kelincahan dan kemampuan teknik menggiring bola siswa agar lebih baik. Dan bagi peserta ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 2 Martapura tidak lupa juga untuk mengikuti arahan dari pelatih dengan baik.
Pengaruh Pelatihan Shooting Pasif Dan Shooting Aktif Terhadap Ketepatan Shooting Siswa Peserta Ekstrakurikuler Sepak Bola
Das, Bhaskara Premasairam;
Sudarmada, I Nyoman;
Sudiana, I Ketut
JURNAL PENJAKORA Vol. 11 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jurnalpenjakora.v11i2.75272
Penelitian bermaksud untuk mengetahui pengaruh shooting pasif dan shooting aktif terhadap ketepatan shooting. Model pada riset ini yaitu eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan non-randomized pretest-postest group design. Subjek pada penelitian adalah siswa peserta ekstrakurikuler sepak bola SMP Negeri 12 Denpasar sebanyak 30 orang dengan teknik sampling yang digunakan yaitu ordinal pairing dan dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok perlakuan I, kelompok perlakuan II dan kelompok control. Instrument yang digunakan untuk mengukur ketepatan yaitu tes ketepatan shooting dari Nurhasan tahun 2001. Data yang didapat selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji F (one-way anova) pada taraf signifikansi 0,05 dengan bantuan program SPSS (Statistical Program for Social Science) versi 20. Hasil penyelidikan dengan teknik one-way anova menunjukkan terdapat perbedaan pengaruh antara pelatihan shooting pasif dan shooting aktif terhadap ketepatan shooting. Berdasarkan uji lanjutan LSD (least significant different), kelompok pelatihan shooting pasif lebih unggul dan besar pengaruhnya sebesar dibandingkan pelatihan shooting aktif terhadap peningkatan ketepatan shooting. Dapat ditarik simpulkan bahwa (1) pelatihan shooting pasif dan shooting aktif berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketepatan shooting. (2) terdapat perbedaan pengaruh pelatihan shooting pasif dan shooting aktif terhadap peningkatan ketepatan shooting. (3) pelatihan shooting pasif lebih baik daripada pelatihan shooting aktif terhadap ketepatan shooting. Disarankan untuk para pelatih dan Pembina ekstrakurikuler sepak bola untuk dapat menggunakan metode Latihan shooting pasif dan aktif sebagai Latihan guna meningkatkan ketepatan shooting