cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 698 Documents
Pelestarian Pengetahuan Tradisional Melalui Kajian Etnobotani pada Upacara Pengambilan Api Abadi di Bojonegoro Aisyatul Mufidah; Faizatun Nisa'; Natasya Nurrahma; Fahrul Muhaimin; Karin Pitaloka; Susriyati Mahanal
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 12 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v12i3.108058

Abstract

Upacara pengambilan api abadi merupakan upacara yang dilakukan untuk memperingati hari jadi Kota Bojonegoro. Upacara ini menggunakan berbagai jenis tumbuhan yang digunakan sebagai pelengkap dalam upacara yang memiliki makna filosofis dan simbolis. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan melestarikan pengetahuan lokal serta menjelaskan makna filosofis penggunaan tumbuhan dalam Upacara Pengambilan Api Abadi untuk memperkuat pemahaman hubungan antara manusia, tumbuhan, dan budaya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik purposive sampling dan metode snowball sampling digunakan dalam penentuan informan, dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik triangulasi yang mencakup wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sembilan spesies tumbuhan yang digunakan, yaitu Cocos nucifera, Magnolia alba, Cananga odorata, Rosa sp., Jasminum sambac, Oryza sativa, Curcuma longa, Musa paradisiaca, dan Piper betle. Masing-masing spesies tanaman memiliki makna filosofis dalam upacara sesuai dengan maksud dan tujuan upacara. Sebagian besar spesies yang digunakan memiliki status konservasi Least Concern (LC), dan perolehannya dari petani lokal/pasar tradisional yang mendorong budidaya berkelanjutan serta mendukung konservasi berbasis budaya.
Pengaruh problem based learning berbasis double diamond model terhadap problem solving dan hasil belajar peserta didik pada konsep sistem ekskresi Fuzi Mahendra; Romy Faisal Mustofa
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 12 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v12i3.108110

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh problem based learning (PBL) berbasis double diamond terhadap hasil belajar dan kemampuan problem solving peserta didik pada konsep sistem ekskresi manusia. quasi-experiment dengan desain non-equivalent control group design merupakan metode dalam penelitian ini. Populasi penelitian merupakan peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Panawangan tahun ajaran 2025/2026. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling, oleh karena itu diperoleh kelas XI IPA 1 yang dijadikan kelas eksperimen dan XI IPA 4 menjadi kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar pilihan ganda sebanyak 10 butir soal yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta tes kemampuan problem solving berbentuk uraian sebanyak 4 butir soal. Pengumpulan data menggunakan pretest serta posttes yang diberikan kepada kedua kelas. Teknik analisis data berupa uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan ANCOVA menggunakan covariat pretest. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara problem based learning berbasis double diamond model terhadap hasil belajar dan problem solving peserta didik pada konsep sistem ekskresi manusia. Hasil tersebut dibuktikan dengan nilai rata-rata posttes hasil belajar dan problem solving peserta didik kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Uji ANCOVA hasil belajar dan problem solving memperoleh nilai signifikansi 0,00 < 0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penerapan problem based learning berbasis double diamond model terhadap hasil belajar dan problem solving peserta didik baik secara parsial maupun simultan pada konsep sistem ekskresi manusia.
Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dengan Model Discovery Learning Berbantuan Think–Pair–Share pada Materi Tumbuh Kembang Makhluk Hidup Asyiyah Hasna Hidayati; Meti Indrowati; Joko Ariyanto
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 12 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v12i3.110194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa antara pembelajaran Discovery Learning berbantuan Think–Pair–Share dan pembelajaran Discovery Learning dengan ceramah variatif pada materi tumbuh kembang makhluk hidup kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain pretest–posttest non-equivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas XI IPA SMA Islam 1 Surakarta yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian berupa tes uraian kemampuan berpikir kritis berdasarkan indikator Ennis. Data dianalisis menggunakan uji Analysis of Covariance (ANCOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa pada kedua kelompok mengalami peningkatan setelah pembelajaran. Namun, hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Meskipun demikian, kelas yang menerapkan Discovery Learning berbantuan Think–Pair–Share menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi strategi Think–Pair–Share dalam Discovery Learning dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran biologi untuk memfasilitasi pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa.
Pengaruh Jenis Media Tanam dan Pupuk Growmore Terhadap Pembungaan Anggrek Dendrobium Genting Royal Cyntya Situmeang; Herkules Abdullah
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 12 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v12i3.110300

Abstract

Anggrek merupakan tanaman hortikultura yang terkenal karena keindahan dan keunikan bunganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis media tanam dan dosis pupuk growmore pada pembungaan anggrek Dendrobium ‘Genting Royal’. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan, faktor pertama adalah faktor (M) media tumbuh yang terdiri dari 3 taraf yaitu: M1 (akar kadaka), M2 Pakis + Arang, M3 Pakis + Serabut kelapa dan faktor kedua adalah dosis pupuk growmore yang terdiri dari 4 taraf P0 (0 g/L), P1 (1 g/L), P2 (2 g/L), P3 (3 g/L). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA, dan pada perlakuan berbeda dilakukan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media akar kadaka menghasilkan jumlah kuncup dan bunga mekar terbanyak, sementara media pakis + arang mempercepat inisiasi bunga. Dosis pupuk 1 g/L memberikan hasil pembungaan paling optimal, sedangkan dosis 3 g/L bersifat toksik dan menyebabkan kegagalan bunga mekar. Terdapat interaksi nyata antara kedua faktor, di mana kombinasi akar kadaka dan 1 g/L growmore (M1P1) memberikan hasil pembungaan terbaik pada parameter jumlah kuncup dan jumlah bunga mekar.
Enhancing Biology Students' Learning Outcomes through Microlearning at Universitas Nias Raya Yan Piter Basman Ziraluo
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 12 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v12i3.110347

Abstract

The increasing demand for innovative pedagogical approaches in higher education, particularly in the complex domain of science, has led to the use of Kemmis and McTaggart's Classroom Action Research model in this study. This study empirically evaluates the effectiveness of microlearning as a learning strategy to improve the learning outcomes of Biology Education students at Universitas Nias Raya. The intervention was carried out through the application of microlearning modules focused on photosynthesis material, integrated with Script-type cooperative learning through a planned cycle that included the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection was carried out through tests, observations, interviews, questionnaires, and documentation; then, it was analyzed using descriptive statistics and qualitative thematic analysis. The results of the study showed a significant and sustained increase in student engagement and academic achievement in each learning cycle; learning completeness increased from 86.11% in cycle I to 97.22% in cycle II. Students showed a very positive response to the implementation of microlearning, especially in terms of motivation, responsibility, and understanding of complex concepts. The integration of digital media and cooperative learning also encouraged a deeper conceptual understanding and strengthened interactions between students in the classroom. This study emphasizes the importance of sociocultural context and local technological conditions in the implementation of microlearning interventions, which have been proven to support increased relevance and effectiveness of learning. These findings enrich theoretical and practical insights while proving that microlearning is an adaptive and effective pedagogical tool in higher education, especially in resource-limited environments. It is recommended that microlearning be integrated into the biology education curriculum to encourage student-centered learning, sustained engagement, and improved academic outcomes. Further research is needed to examine the long-term impact and adaptation of the model in a broader educational context.
Efektivitas dan Keberlanjutan Bioremediasi Menggunakan Teknik Bioleaching dan Biomining Kadek Ayu Natalia Dewi; Ni Luh Putu Manik Widiyanti; Yuliastuti
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i1.110622

Abstract

Indonesia dikenal memiliki potensi sumber daya tambang yang besar, namun teknik pertambangan tradisional sering menimbulkan limbah logam berat yang mencemari lingkungan. Permasalah tersebut dapat diatasi dengan menggunakan teknik bioleaching dan biomining sebagai alternatif metode yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan mengevaluasi informasi ilmiah mengenai efisiensi ekstraksi serta keberlanjutan metode bioleaching dan biomining dalam konteks bioremediasi limbah logam berat. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menganalisis 10 jurnal relevan dari database Publish or Perish, Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect, yang diterbitkan pada tahun 2016 sampai 2026. Teknik bioleaching dan biomining efektif untuk bioremediasi limbah pertambangan dan pemulihan logam, dengan efisiensi tinggi (Cd 92,76%, Cu 94%, Zn 100%, Ni 83,65%, Co 86,93%) pada matriks beragam seperti tanah sawah, sedimen pelabuhan, bijih laterit, tailing, dan limbah batubara. Mikroorganisme seperti Acidithiobacillus ferrooxidans, Leptospirillum ferriphilum, Delftia acidovorans, Mucor hiemalis, dan mikroalga mengoksidasi sulfur/besi untuk melarutkan logam, mengurangi ketergantungan kimia sintetis dan suhu tinggi pirometalurgi. Proses ini memberikan nilai tambah ekonomi melalui nanopartikel besi dari tailing batubara dan ekstraksi emas setara sianida.
Ecological Literacy Based on Local Wisdom of the Nias Community as a Framework for Sustainable Environmental Education Yan Piter Basman Ziraluo; Nofamataro Zebua
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i1.110656

Abstract

Increasing environmental degradation indicates that environmental education detached from local socio-cultural contexts remains less effective in fostering ecological awareness and behavior. This study aims to formulate a contextual framework of ecological literacy based on the local wisdom of the Nias community to support sustainable environmental education. The study employed a qualitative approach using a narrative literature review combined with content analysis. Data were obtained from the GARUDA database using the keywords “local wisdom,” “Nias,” and “kearifan lokal,” resulting in 51 articles. After applying relevance, contextual suitability, and depth criteria, 8 key articles were selected for in-depth analysis. The findings reveal that customary values, traditional ecological knowledge, and collective social practices of the Nias community play a significant role in shaping ecological awareness, environmental ethics, and community participation in conservation efforts. The study highlights that integrating local wisdom into environmental education through formal, nonformal, and community-based approaches enhances its relevance, acceptance, and sustainability. Therefore, ecological literacy grounded in the local wisdom of the Nias community offers strong potential as a conceptual framework for advancing sustainable environmental education while preserving cultural identity.
Pengaruh Asesmen Diagnostik Terhadap Literasi Sains Siswa Madrasah Aliyah Swasta Waingapu Albian Mbora Lalu; Theresya R. Lenda Bulla; Andri Abdul Renaldi; Rambu Anggun; Ananda Yulius; Yuan Naha Ngelun; Eti Mura Ngguna; Ferdinand Ndawa Lu Remindima
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i1.110879

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh asesmen diagnostik terhadap literasi sains siswa di Madrasah Aliyah Swasta Waingapu, yang berada pada level rendah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperiment dengan kombinasi penelitian eksperimen yaitu desain quasi-experiment, dengan tipe non-equivalent control group. Tipe ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang terdiri dari beberapa tahapan: identifikasi masalah, perumusan tujuan dan hipotesis, penentuan desain penelitian dan subjek, dan implementasi. Sampel dalam penelitian ini siswa kelas XI yang berjumlah 44 orang yang terdiri dari 2 kelas. Teknik dan instrumen pengambilan data dalam penelitian ini adalah tes, wawancara dan observasi kelas. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis ANOVA. Pengukuran difokuskan pada tes literasi sains (pilihan ganda & uraian) yang mencakup sepuluh indikator, yaitu: kemampuan menjelaskan konsep ilmiah, menggunakan model/diagram, menyusun langkah percobaan, menilai fenomena secara ilmiah, menetapkan prosedur valid, menyusun hipotesis, menginterpretasi data, mengaitkan data dengan konsep ilmiah, serta membedakan opini dan bukti ilmiah. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh asesmen diagnostik terhadap literasi sains siswa. Pengaruh tersebut dapat dilihat pada hasil uji hipotesis ANOVA yang memiliki nilai Sig=0.000 jauh lebih kecil dari tingkat signifikansi yang ditetapkan (alpha=0.05), maka hipotesis nol (H0) ditolak. Kesimpulan dari uji statistik menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik pada rata-rata hasil belajar literasi sains antara kelas eksperimen dan kelas kontrol
Integrasi Kearifan Lokal Berbasis Teknologi Digital dalam Pembelajaran Biologi: Systematic Literature Review Ni Wayan Deantari; Ni Putu Sri Ratna Dewi; Ajeng Purnama Heny
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i1.111776

Abstract

Integrasi kearifan lokal dan juga pemanfaatan teknologi digital memiliki peran penting untuk mengoptimalkan kerangka pembelajaran dalam pendekatan deep learning dalam kurikulum merdeka, tetapi pemetaannya secara sistematis masih terbatas. Kajian sistematis literatur (SLR) ini bertujuan untuk mengidentifikasi, memetakan tren topik, serta strategi yang digunakan dalam mengintegrasi kearifan lokal berbasis teknologi digital dalam pembelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan memanfaatkan diagaram alur PRISMA. Hasil temuan menunjukkan bahwa penelitian yang dominan dilakukan yakni R&D dengan mengintegrasikan beberapa kearifan lokal lingkungan dan juga nilai etika, serta beberapa penelitian analisis deskriptif kualitatif yang menunjukkan potensi kearifan lokal untuk diintegrasikan dengan memanfaatkan teknologi digital. Strategi integrasi yang dimanfaatkan yakni dalam berbagai bentuk seperti e-modul, e-book, e-LKPD, flipbook, website, dan video pembelajaran. Keanekaragaman integrasi kearifan lokal berbasis teknologi digital telah mendukung ketersediaan media pembelajaran yang sesuai untuk membelajarkan materi biologi.
Pengaruh Model Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournament) Terhadap Pemahaman Konsep Siswa Pada Materi Fungi Eryzinda Dwigita Putriyani; Dika Agustia Indrati
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i1.111841

Abstract

Pemahaman konseptual merupakan aspek penting dalam pendidikan biologi karena memungkinkan siswa untuk memahami, menghubungkan, dan menerapkan konsep-konsep ilmiah secara efektif. Namun, siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami informasi tentang jamur karena sifatnya yang abstrak dan kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT) terhadap pemahaman konseptual siswa tentang jamur. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimental, yaitu Desain Satu Kelompok Pra-tes dan Pasca-tes. Peserta penelitian adalah 35 siswa kelas X-A SMA Negeri 5 Tuban, yang semuanya berada di kelas X, dipilih melalui sampling purposif. Dua puluh soal pilihan ganda yang berbeda diverifikasi dan dievaluasi untuk keandalan sebelum dimasukkan ke dalam instrumen penelitian. Hasilnya dianalisis menggunakan Uji N-Gain untuk menentukan apakah terdapat peningkatan pemahaman konseptual siswa setelah menggunakan paradigma pembelajaran TGT. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata sebesar 23,14, dengan rata-rata pra-tes 64,00 meningkat menjadi 87,14 pada pasca-tes setelah perubahan. Hasil studi N-Gain menunjukkan skor rata-rata 0,64, yang diklasifikasikan sebagai moderat. Berdasarkan statistik ini, penerapan model pembelajaran kooperatif TGT secara positif mempengaruhi pemahaman siswa terhadap konsep jamur. Temuan studi ini menyarankan bahwa model TGT dapat berfungsi sebagai strategi pembelajaran alternatif yang efektif untuk biologi di tingkat sekolah menengah atas. Hal ini akan diterapkan untuk meningkatkan keterlibatan siswa, memperkaya pemahaman konseptual, dan menciptakan suasana belajar yang menarik