cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 698 Documents
Peningkatan Penguasaan Konsep siswa Melalui Problem- Based Learning Pada Materi Virus Fitri Aisah; Dika Agustia Indrati
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i2.114931

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan penguasaan konsep siswa melalui penerapan model Problem-Based Learning pada materi virus. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen One Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 3 Tuban. Pengambilan sampel dilakukan dengan Teknik purposive sampling, sehingga ditetapkan kelas X-A yang berjumlah 36 siswa sebagai kelas eksperimen yang menerapkan model Problem-Based Learning. Instrumen yang digunakan berupa tes esai yang dirancang untuk mengukur peningkatan penguasaan konsep siswa berdasarkan indikator yang mencakup kemampuan mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Penguasaan konsep siswa dianalisis menggunakan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pre-test dan post-test sebesar 29,64 yang mengindikasikan adanya peningkatan penguasaan konsep siswa setelah diterapkan pembelajaran berbasis PBL dengan nilai N-Gain sebesar 0,67 yang termasuk kategori sedang. Penelitian ini terbatas pada implementasi di kelas uji coba tanpa adanya kelas kontrol.
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Pada Materi Bakteri Nurhayati; Tabitha Sri Hartati Wulandari
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i2.115110

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pendekatan Problem Based Learning (PBL) dan dampaknya terhadap keterampilan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran bakteri di SMA Negeri 3 Tuban. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest kelompok tunggal. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas X yang dipilih melalui teknik purposive sampling Instrumen penelitian berupa tes keterampilan memecahkan masalah yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami masalah, merencanakan solusi, menerapkan strategi, memecahkan masalah, dan mengevaluasi hasil. Untuk mengumpulkan data dilakukan pretest dan posttest, serta analisis data menggunakan metrik N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan pemecahan masalah siswa, sebagaimana dibuktikan dengan nilai rata-rata pretest sebesar 65,00 dan nilai rata-rata posttest sebesar 90,00, yang mencerminkan peningkatan sebesar 25 poin. Selain itu, skor N-Gain sebesar 0,71 dikategorikan sebagai nilai yang tinggi. Oleh karena itu, model PBL telah terbukti sebagai pendekatan pengajaran yang inovatif dan efektif untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa.
Strategi Penataan Waterfront Sungai Ayung Berdasarkan Indeks Pencemaran dan Desain Ekologis Berbasis Tri Hita Karana I Made Satya Graha; Ni Luh Putu Mahendra Dewi; Made Windu Dwipayana
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i2.115585

Abstract

Pengelolaan kawasan tepi air (waterfront) Sungai Ayung menghadapi tantangan multidimensi akibat degradasi lingkungan serta kebutuhan untuk melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Penelitian terdahulu umumnya membahas analisis kualitas air dan penataan waterfront secara terpisah, sehingga integrasi antara evaluasi kualitas lingkungan dan strategi perencanaan ekologis masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menyusun strategi penataan waterfront melalui integrasi analisis Indeks Pencemaran (IP) dengan pendekatan desain ekologis berbasis filosofi Tri Hita Karana. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed-methods) pada Bendung Kedewatan dan dua sumber mata air utama, yaitu Beji Karang Dalem dan Pesiraman Dukuh Sakti. Analisis kuantitatif dilakukan melalui pengujian parameter fisik, kimia, dan biologi kualitas air, sedangkan analisis kualitatif digunakan untuk mengevaluasi konsep penataan kawasan berbasis ekologi dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar parameter fisik dan kimia masih memenuhi baku mutu air Kelas I, sedangkan parameter biologi, khususnya Fecal coliform dan Total coliform, melampaui ambang batas yang ditetapkan. Nilai Indeks Pencemaran sebesar 1,36 dan 1,75 mengkategorikan kedua lokasi sebagai tercemar ringan, yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kondisi fisik-kimia yang masih baik dengan tingginya kontaminasi mikrobiologis akibat aktivitas domestik dan peternakan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan strategi penataan waterfront melalui penguatan sanitasi komunal, penerapan biofilter vegetatif, dan zonasi sempadan sungai berbasis filosofi Tri Hita Karana. Kerangka yang dihasilkan menunjukkan bahwa analisis Indeks Pencemaran dapat dimanfaatkan sebagai dasar ilmiah dalam perencanaan waterfront berbasis ekologi serta memberikan model pengelolaan sungai yang berkelanjutan pada kawasan tropis yang memiliki nilai budaya lokal yang kuat.
Pengaruh Gamifikasi MOEDU (Monopoli Edukatif) Biologi Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Eryzinda Dwigita Putriyani; Iin Murtini
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i2.115606

Abstract

Pembelajaran abad ke-21 menuntut siswa memiliki keterampilan berpikir kritis agar mampu menganalisis dan memecahkan masalah secara logis. Namun, pembelajaran biologi di sekolah masih cenderung berpusat pada guru sehingga keterampilan berpikir kritis siswa belum berkembang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gamifikasi MOEDU (Monopoli Edukatif) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada materi bakteri. Pendekatan yang diadaptasi dalam studi ini merupakan eksperimen semu (quasi-experimental) melalui penerapan model Non-Equivalent Control Group Design. Pemilihan sampel ditetapkan secara sengaja (purposive sampling), mencakup 64 siswa yang terbagi dalam dua kelas X di SMA Negeri 5 Tuban. Pada praktiknya, kegiatan belajar mengajar di kelas eksperimen difasilitasi oleh media gamifikasi MOEDU, sedangkan kelas kontrol menerima pembelajaran biasa. Proses penjaringan data dieksekusi dengan memberikan tes berbentuk uraian yang dikembangkan berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis dari Facione. Data dianalisis menggunakan N-Gain untuk mengukur efektivitas pretes dan postes, uji normalitas, uji homogenitas, uji Mann-Whitney U. Penelitian menunjukan hasil bahwa rata-rata nilai Postes kelas eksperimen yaitu 94,06 lebih tinggi daripada kelas kontrol yaitu 75,94. Nilai N-Gain kelas eksperimen diperoleh 0,74 berkategori tinggi, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,19 berkategori rendah. Hasil uji Mann-Whitney U memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan antar kedua kelas. Oleh karena itu, gamifikasi MOEDU efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran biologi materi bakteri.
Keanekaragaman Zoobentos Pada Kawasan Ekosistem Mangrove Desa Budeng, Kabupaten Jembrana, Bali Choiriah Rizka Utami; Yuliastuti; I Made Oka Riawan
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i2.115800

Abstract

Ekosistem mangrove berperan penting sebagai habitat berbagai organisme, termasuk zoobentos yang sensitif terhadap perubahan kondisi lingkungan sehingga berpotensi digunakan sebagai bioindikator kualitas perairan. Mangrove Desa Budeng, Kabupaten Jembrana, Bali merupakan kawasan rehabilitasi yang mengalami peningkatan tutupan vegetasi, namun informasi keanekaragaman zoobentos pada kawasan tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi spesies zoobentos, keanekaragaman zoobentos, serta kondisi faktor lingkungan pada ekosistem mangrove Desa Budeng, Kabupaten Jembrana, Bali. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2026 menggunakan metode eksploratif dengan analisis deskriptif pada tiga zona pengamatan yang ditentukan secara purposive sampling. Hasil penelitian ditemukan 15 spesies makrozoobentos dan 11 spesies meiozoobentos. Nilai indeks makrozoobentos menunjukkan H’ sedang–tinggi (2,512–3,465), E tinggi (0,643–0,887), dan C rendah (0,118–0,244). Sementara itu, meiozoobentos menunjukkan H’ sedang–tinggi (2,876–3,292), E tinggi (0,831–0,952), dan C rendah (0,115–0,207). Faktor lingkungan menunjukkan pH 7,75–7,91, salinitas 23,01–26,83 psu, suhu 27,26–28,25°C, intensitas cahaya 50,74–61,06 lux, DO 4,06–4,58 mg/L yang masih memenuhi baku mutu, serta BOD 5,58–6,41 mg/L dan COD 132,78–248,96 mg/L yang melebihi baku mutu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekosistem mangrove Desa Budeng memiliki struktur komunitas zoobentos yang relatif stabil dengan kondisi lingkungan yang secara umum masih mendukung kehidupan zoobentos, namun nilai BOD dan COD tinggi mengindikasikan adanya tekanan terhadap kualitas perairan.
Hubungan Motivasi Belajar dan Kesadaran Metakognisi dengan Hasil Belajar Kognitif Biologi Siswa Fase E SMA Negeri 2 Muaro Jambi Depit Wulan Sari; Ervan Johan Wicaksana; Saparuddin
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i2.116328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan motivasi belajar dan kesadaran metakognisi secara parsial maupun simultan dengan hasil belajar kognitif Biologi siswa Fase E SMA Negeri 2 Muaro Jambi, serta mengetahui kontribusi kedua variabel bebas dalam model regresi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif dan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 240 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa angket motivasi belajar, angket kesadaran metakognisi berbasis Metacognitive Awareness Inventory (MAI), dan tes hasil belajar kognitif Biologi. Hasil uji instrumen menunjukkan bahwa instrumen penelitian valid dan reliabel, dengan nilai reliabilitas tes hasil belajar kognitif sebesar 0,927, motivasi belajar sebesar 0,826, dan kesadaran metakognisi sebesar 0,739. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat, korelasi Pearson, dan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar memiliki hubungan positif dengan hasil belajar kognitif Biologi (r = 0,699; p < 0,001), demikian pula kesadaran metakognisi (r = 0,668; p < 0,001). Secara simultan, motivasi belajar dan kesadaran metakognisi berhubungan secara positif dengan hasil belajar kognitif Biologi (p < 0,001) dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,651. Hal ini menunjukkan bahwa kedua variabel bebas mampu menjelaskan 65,1% variasi hasil belajar kognitif siswa. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya strategi pembelajaran yang mendukung peningkatan motivasi belajar dan kesadaran metakognisi siswa.
Pemanfaatan Kearifan Lokal Ramuan Boreh Bali Untuk Pembelajaran Kontekstual Sistem Integumen Made Manik Wicaksana; Desak Made Citrawathi; Ni Putu Sri Ratna Dewi
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i2.118746

Abstract

Artikel ini mengkaji potensi pemanfaatan kearifan lokal boreh Bali sebagai media dalam pembelajaran biologi kontekstual, khususnya pada materi anatomi dan fisiologi sistem integumen manusia. Saat ini, salah satu tantangan utama dalam pendidikan biologi di tingkat sekolah menengah adalah kurangnya keterkaitan antara konsep teoritis yang abstrak dengan realitas keseharian siswa, sehingga proses belajar kerap kurang bermakna. Untuk menjawab tantangan tersebut, kajian ini dilakukan melalui metode studi pustaka menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan secara komprehensif dari jurnal ilmiah, buku teks anatomi, referensi etnobiologi, serta literatur yang membahas pengobatan tradisional Bali, etnobotani, dan Case-Based Learning (CBL). Fokus kajian diarahkan pada tiga aspek utama: boreh sebagai praktik etnobotani masyarakat Bali, keterkaitan farmakologis kandungan boreh dengan struktur dan fungsi sistem integumen manusia, serta potensi penerapannya dalam pembelajaran biologi berbasis budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa boreh merupakan representasi sistem pengetahuan lokal yang dibangun melalui pengalaman empiris, adaptasi ekologis, serta nilai-nilai budaya luhur masyarakat Bali. Secara saintifik, bahan-bahan aktif penyusun boreh seperti kunyit, jahe, kencur, cendana, dan melati dilaporkan memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, antioksidan, serta agen regeneratif yang sangat relevan dengan perawatan dan penyembuhan jaringan integumen. Hasil analisis lebih lanjut menegaskan bahwa praktik boreh dapat diangkat sebagai studi kasus autentik dalam model Case-Based Learning guna menjembatani sains modern dengan konteks sosial budaya peserta didik. Integrasi semacam ini dinilai sangat efektif untuk memperkuat pemahaman konsep, literasi saintifik, apresiasi terhadap tradisi lokal, sekaligus menumbuhkan kesadaran konservasi biodiversitas. Dengan demikian, pembelajaran biologi kontekstual berbasis boreh Bali dipandang sebagai strategi inovatif yang esensial untuk pengembangan pendidikan biologi masa depan.
Persepsi Literasi Sains Calon Guru IPA: Domain Manakah yang Bermasalah? Anak Agung Inten Paraniti; Ni Komang Dina Suciari; Putu Budi Adnyana
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i2.115819

Abstract

Literasi sains merupakan kompetensi esensial untuk membentuk masyarakat yang responsif terhadap isu lingkungan dan kemajuan teknologi. Mahasiswa calon guru IPA memegang peran kunci dalam mewujudkan generasi melek ilmiah, sehingga penguasaan domain literasi sains yang komprehensif menjadi keharusan. Penelitian survei deskriptif kuantitatif ini mengeksplorasi persepsi literasi sains 216 mahasiswa calon guru di wilayah Bali, Lombok, dan Nusa Tenggara Timur yang berasal dari lima institusi pendidikan.Temuan menunjukkan bahwa secara umum persepsi responden berada pada kategori "baik" (98,6%). Namun, domain "etika sains" memerlukan perhatian khusus karena 20,4% responden masih berada pada kategori "rendah". Rendahnya pemahaman pada domain ini berisiko menciptakan pemisahan antara sains modern dan nilai-nilai etnosains (kearifan lokal). Tanpa dasar etika sains yang kuat, calon guru cenderung menganggap kearifan lokal sekadar tradisi budaya dan bukan ilmu pengetahuan yang valid, sehingga gagal mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran kontekstual. Hal ini menegaskan bahwa penguatan etika sains dalam kurikulum persiapan guru sangat krusial untuk memastikan efektivitas pendidikan sains yang mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan realitas sosial-budaya siswa.