cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 698 Documents
Efektivitas Bakteri Pseudomonas putida sebagai Agen Bioremediasi Pendegradasi Fosfat pada Limbah Detergen Stephanie Ivel Cherill Wicaksanya; I Made Oka Riawan; Moh Jafron Syah
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i1.111850

Abstract

Peningkatan jumlah usaha laundry berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan akibat limbah detergen yang mengandung fosfat yang kurang dikelola dengan memadai. Kandungan fosfat yang tinggi dapat menurunkan kualitas udara dan tanah serta memicu eutrofikasi pada ekosistem perairan. Salah satu alternatif pengolahan limbah yang ramah lingkungan adalah bioremediasi menggunakan mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bakteri Pseudomonas putida dan menentukan konsentrasi bakteri yang paling efektif dalam menurunkan kadar fosfat pada limbah detergen. Penelitian ini merupakan eksperimental orisinal dengan rancangan acak lengkap (CRD) yang terdiri dari empat perlakuan: kontrol (0%), dan penambahan bakteri Pseudomonas putida pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30%, masing-masing dengan tiga ulangan. Sampel limbah diinkubasi selama empat minggu dan kadar fosfat diukur secara berkala menggunakan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bakteri Pseudomonas putida berpengaruh signifikan dalam menurunkan kadar fosfat pada limbah detergen. Konsentrasi 30% menunjukkan efektivitas paling optimal dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa bakteri Pseudomonas putida memiliki potensi sebagai agen bioremediasi yang efektif dan ramah lingkungan untuk pengolahan limbah deterjen. Penelitian ini direkomendasikan sebagai dasar pengembangan teknologi pengolahan limbah biologis di bisnis laundry.
Uji Organoleptik dan Analisis Kadar Antioksidan pada Yoghurt dengan Penambahan Sari Buah Stroberi (Fragaria Ananassa) Ni Kadek Kalyana Gala Wintang Jyoti Nilayam; Ni Luh Putu Manik Widiyanti; Jean Nihana Mulyo Putri Manalu
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i1.111901

Abstract

Yoghurt merupakan minuman susu yang difermentasi oleh bakteri asam laktat (BAL), yang terdiri dari berbagai macam bakteri yang menguntungkan yaitu, lactose intolerance. Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus acidophilus, Streptococcus thermophilus. Gaya hidup masyarakat saat ini perlu mendapat perhatian terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengkonsumsi minuman yang memiliki nutrisi yang lengkap. Oleh sebab itu, diperlukan inovasi pembuatan yoghurt yang memiliki senyawa bioaktif atau kandungan antioksidan dan kaya akan nutrisi yaitu dengan menambahkan sari buah stroberi pada formulasi yoghurt. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil uji organoleptik terhadap strawberry fruit yoghurt berdasarkan parameter warna, rasa, dan aroma serta kadar antioksidan terhadap strawberry fruit yoghurt. Penelitian ini menganalisis uji kadar antioksidan dan uji organoleptik pada yoghurt dengan penambahan sari buah stroberi. Uji organoleptik dilakukan oleh panelis tidak terlatih sebanyak 25 orang mahasiswa. Analisis kadar antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1 Diphenyl-2-picrylhidrazyl) yang merupakan salah satu jenis metode uji antioksidan proses pengukurannya lebih cepat dan sederhana. Proses delokasi ini ditunjukkan dengan adanya warna ungu (violet) pekat yang dapat dikarakterisasi pada pita absorbansi dalam pelarut etanol pada panjang gelombang 517 nm. Pada uji organoleptik menggunakan instrumen penelitian yang dilakukan oleh panelis tidak terlatih. Presentase inhibisi paling tinggi ditunjukkan pada formulasi 1 yaitu sebesar 38,23064 dan kapasitas GAEAC paling tinggi ditunjukkan pada 196.0,  hal ini karena reaksi millard dari gula reduksi dan protein berupa melanoidin. Formulasi 1 dan 3 paling banyak disukai oleh panelis yaitu sejumlah 9-10 panelis dengan presentase inhibisi sebesar 38,23064 pada formulasi 1 dan formulasi 3 sebesar 29,69984
Analisis Vegetasi Pohon dan Faktor Lingkungan menggunakan Metode Kuarter sebagai Sumber Belajar Biologi Friska Junita; Rifaatul Muthmainnah; Tati Kristianti
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i1.112087

Abstract

Keanekaragaman vegetasi pohon memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur vegetasi pohon dan keterkaitannya dengan faktor lingkungan menggunakan metode kuarter sebagai dasar pengembangan sumber belajar biologi. Penelitian dilaksanakan di kawasan hutan Cagar Alam Pangandaran pada 30 Juni 2025 dengan 10 titik pengamatan. Data vegetasi dikumpulkan melalui pengukuran jarak pohon dan diameter batang setinggi dada (DBH), sedangkan faktor lingkungan yang diukur meliputi suhu udara, kelembaban udara, intensitas cahaya, pH tanah, kecepatan angin, dan jenis tanah. Data dianalisis menggunakan parameter kerapatan, frekuensi, dominansi, dan Indeks Nilai Penting (INP). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14 jenis pohon dengan spesies dominan Tectona grandis dan Syzygium lateata yang memiliki nilai INP tertinggi masing-masing sebesar 115,83 dan 72,58. Kondisi lingkungan berupa suhu 25,6–28 °C, kelembaban 77–80%, intensitas cahaya 1105–1850 lux, pH tanah 5,2, dan tanah liat mendukung dominasi kedua spesies tersebut. Hasil penelitian ini berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi yang kontekstual pada materi keanekaragaman hayati dan ekologi tumbuhan.
Pengaruh Pemeraman Terhadap Laju Pematangan dan Kualitas Buah Pisang Kepok (Musa paradisiaca formatypica) Saripah Nur Asikin; Divanadia Putri Muslimah; Reysa; Aulia Latifatun Khosina; Tri Ervina; Titin
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i2.112234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas empat teknik pematangan terhadap laju pematangan dan kualitas buah pisang kepok (Musa paradisiaca formatypica). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan, yaitu A1 (ruang gelap + suhu ruang), A2 (ruang terang + suhu ruang), A3 (ruang gelap + suhu ruang + pisang matang sebagai sumber etilen), dan A4 (ruang gelap + suhu rendah). Pengamatan dilakukan selama lima hari terhadap parameter morfologi yang meliputi perubahan warna kulit, aroma, tekstur, dan kondisi fisiologis buah. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A3 menghasilkan proses pematangan tercepat yang ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi kuning bercak coklat pada hari ke-5, tekstur lunak sejak hari pertama, serta skor organoleptik tertinggi pada seluruh parameter penilaian. Perlakuan A1 dan A2 menunjukkan laju pematangan sedang dengan kualitas morfologi dan organoleptik yang baik, sedangkan perlakuan A4 menunjukkan pematangan paling lambat dengan kulit buah masih dominan hijau dan tekstur relatif keras hingga akhir pengamatan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan sumber etilen eksternal pada suhu ruang merupakan teknik paling efektif untuk mempercepat dan menyeragamkan pematangan pisang kepok, namun penerapannya perlu dikontrol karena berpotensi memperpendek masa simpan buah.
Systematic Literature Review: Efektivitas Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal dalam Meningkatan Keterampilan Literasi Sains Made Allan Theja Kurniawan; Ni Putu Sri Ratna Dewi; Ajeng Purnama Heny
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i1.112315

Abstract

Rendahnya capaian literasi sains murid Indonesia berdasarkan hasil PISA menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna. Salah satu pendekatan yang dinilai potensial adalah pembelajaran berbasis kearifan lokal yang mengintegrasikan budaya, tradisi, dan pengetahuan masyarakat ke dalam pembelajaran sains. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah efektivitas pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan literasi sains murid pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Artikel diperoleh dari Google Scholar dengan rentang tahun 2021–2026. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 15 artikel yang dianalisis secara deskriptif naratif dan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kearifan lokal efektif meningkatkan literasi sains, pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis, serta sikap ilmiah murid. Model yang dominan digunakan meliputi PBL, PjBL, STEM/STEAM, serta pengembangan modul dan bahan ajar berbasis etnosains. Meskipun demikian, terdapat tantangan berupa keterbatasan desain penelitian dan durasi intervensi. Secara keseluruhan, pembelajaran berbasis kearifan lokal berpotensi menjadi strategi inovatif untuk memperkuat literasi sains yang kontekstual dan berkelanjutan.
Inkuiri Berbasis Praktikum terhadap Literasi Sains: A Systematic Literature Review Nurlita Janiarti; Irwandani; Anisa Oktina Sari Pratama
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i1.112349

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak penerapan pendekatan inkuiri berbasis praktikum terhadap peserta didik. Kajian dilakukan melalui metode tinjauan pustaka sistematis (Systematic Literature Review/SLR) dengan melibatkan 15 artikel yang dipilih menggunakan prosedur seleksi ketat sesuai protokol PRISMA. Hasil telaah menunjukkan bahwa pembelajaran inkuiri yang dipadukan dengan kegiatan praktikum mampu memperdalam pemahaman konsep sains, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta menumbuhkan sikap positif siswa terhadap pembelajaran ilmiah. Temuan tersebut konsisten dengan berbagai studi terdahulu yang menyatakan bahwa inkuiri berbasis praktikum mendorong keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan eksperimen dan observasi yang bersifat aplikatif sekaligus analitis. Meski demikian, implementasinya di Indonesia masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan sarana laboratorium, kesiapan tenaga pendidik, serta keterbatasan alokasi waktu akibat struktur kurikulum yang padat.Oleh sebab itu, optimalisasi penerapan pendekatan ini memerlukan dukungan berupa penguatan fasilitas laboratorium, program pelatihan guru yang berkelanjutan, serta penyesuaian kurikulum agar menyediakan waktu yang lebih memadai untuk kegiatan praktikum berbasis inkuiri. Secara umum, hasil kajian menegaskan bahwa inkuiri berbasis praktikum merupakan strategi yang relevan untuk meningkatkan literasi sains siswa di Indonesia, sekaligus membantu membentuk kemampuan berpikir kritis dan sikap ilmiah yang lebih kuat.
Pemanfaatan Keanekaragaman Mikroalga di Lingkungan Universitas Palangka Raya sebagai Sumber Belajar Mikrobiologi Bayu Turmuzdi; Liswara Neneng; Rahmawati; Rio Eka Desi Purwandari Hartanti; Edy Prasetyo
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i1.112376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman mikroalga yang terdapat pada perairan parit di lingkungan Universitas Palangka Raya serta mengeksplorasi potensinya sebagai sumber belajar kontekstual pada mata kuliah Mikrobiologi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sampel air diambil dari saluran parit sekitar kampus dan diamati menggunakan mikroskop cahaya. Identifikasi dilakukan berdasarkan karakter morfologi, meliputi bentuk sel, tipe koloni, serta ciri struktural khas dengan mengacu pada kunci identifikasi mikroalga. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan beberapa genus yang termasuk dalam divisi Bacillariophyta dan Chlorophyta, yaitu Navicula, Chlorella, Scenedesmus, Closterium, Euastrum, dan Micrasterias. Keberagaman morfologi yang ditemukan, mulai dari bentuk uniseluler sederhana hingga struktur simetris kompleks pada kelompok desmid, menunjukkan bahwa lingkungan perairan kampus mendukung komunitas mikroalga yang cukup beragam. Temuan ini mengindikasikan bahwa lingkungan sekitar kampus dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar autentik dalam pembelajaran Mikrobiologi. Integrasi kegiatan identifikasi mikroalga berbasis lapangan berpotensi meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep keanekaragaman mikroorganisme dan klasifikasi biologi secara lebih kontekstual.
A Systematic Literature Review: Tren Media Pembelajaran Immersive Virtual Reality dalam Meningkatkan Pemahaman Konseptual Biologi I Made Agus Suarbawa; Ni Putu Sri Ratna Dewi; Ida Ayu Purnama Bestari
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i1.112423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren dan efektivitas penggunaan immersive virtual reality (IVR) dalam pembelajaran biologi, khususnya dalam meningkatkan pemahaman konseptual peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan systematic literature review (SLR) dengan mengacu pada alur PRISMA untuk memastikan proses identifikasi, penyaringan, dan seleksi artikel dilakukan secara sistematis dan transparan. Sumber data diperoleh dari database bereputasi internasional, yaitu Scopus dan Google Scholar, dengan rentang publikasi tahun 2020–2025. Dari 93 artikel yang teridentifikasi pada tahap awal, setelah melalui proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 15 artikel empiris yang relevan untuk dianalisis. Selain analisis isi, penelitian ini juga menerapkan analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer untuk memetakan hubungan antar kata kunci dan mengidentifikasi tren topik dalam kajian IVR pada pembelajaran biologi dan sains. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemahaman konseptual (understanding) menjadi fokus utama penelitian, yang ditandai oleh posisinya sebagai simpul paling sentral dalam visualisasi jaringan. Mayoritas studi melaporkan bahwa IVR berbasis head-mounted display berkontribusi positif terhadap peningkatan pemahaman konsep, terutama pada materi abstrak dan kompleks seperti struktur sel dan proses biologis mikroskopis. IVR juga terbukti meningkatkan keterlibatan belajar, motivasi, serta kebiasaan berpikir ilmiah. Namun, efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh desain instruksional dan pengelolaan beban kognitif. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya perancangan IVR yang pedagogis agar hasil belajar konseptual dapat dioptimalkan secara berkelanjutan.
Onset dan Intensitas Birahi Sapi Hisar Pasca Sinkronisasi Menggunakan Hormon Pgf2α Basri Fadielah; I Wayan Lanus Sumadiasa; Anwar Rosyidi
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i2.114209

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh berbagai dosis hormon Prostaglandin F2α (Lutalyse) terhadap onset, intensitas, dan durasi estrus pada induk sapi Hisar. Penelitian dilaksanakan selama Oktober–Desember 2025 di UPT Puskeswan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, menggunakan 40 ekor sapi Hisar yang dibagi dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dosis, yaitu 3 ml (P1), 4 ml (P2), 5 ml (P3), dan 6 ml (P4), masing-masing dengan 10 ulangan. Parameter yang diamati meliputi onset estrus, intensitas estrus, dan lama estrus. Data dianalisis menggunakan ANAVA dan dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis Lutalyse berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap onset dan durasi estrus, namun tidak menunjukkan perbedaan nyata pada intensitas estrus. Perlakuan P3 (5 ml) menghasilkan onset estrus tercepat (56,96 jam) dan berbeda nyata dibandingkan perlakuan lainnya. Intensitas estrus tertinggi juga diperoleh pada P3 dengan nilai rata-rata 2,5 dan persentase tertinggi (28,41%), menunjukkan respons estrus yang lebih jelas dan aktif. Sementara itu, durasi estrus terpanjang terdapat pada P4 (6 ml) dengan rata-rata 17,20 jam dan berbeda nyata dibandingkan perlakuan lainnya. Secara fisiologis, dosis 5 ml dinilai paling optimal karena mampu menginduksi luteolisis secara efektif, menurunkan kadar progesteron, serta meningkatkan sekresi estrogen yang berperan dalam mempercepat dan memperjelas gejala estrus. Sebaliknya, dosis terlalu rendah maupun terlalu tinggi menghasilkan respons yang kurang optimal. Dengan demikian, dosis 5 ml Lutalyse direkomendasikan sebagai dosis terbaik dalam program sinkronisasi estrus pada sapi Hisar karena menghasilkan onset tercepat, intensitas tinggi, dan durasi estrus yang stabil serta sesuai dengan kondisi fisiologis reproduksi sapi
Pengaruh Model Pembelajaran RADEC Berbantuan Media E-flipbook Interaktif Terhadap Literasi Sains Peserta Didik pada Pembelajaran Biologi Sherly Rizki Saputri; Liah Badriah; Ryan Ardiansyah
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i2.114492

Abstract

Tuntutan era digital dan globalisasi menekankan pentingnya penguasaan literasi sains pada peserta didik, sehingga mereka mampu menghadapi berbagai persoalan ilmiah secara kritis sekaligus bekerja sama dalam menemukan solusi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) berbantuan e-flipbook terhadap literasi sains peserta didik dalam pembelajaran biologi pada materi jamur (fungi) di kelas X SMAN 9 Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X SMAN 9 Tasikmalaya yang terdiri dari 9 kelas. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri dari kelas (X-7) dengan model RADEC berbantuan e-flipbook, kelas (X-8) dengan model RADEC, dan kelas (X-9) dengan model Discovery Learning. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda sebanyak 27 soal. Uji prasyarat menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov (normalitas) dan Levene Test (homogenitas). Hasil uji hipotesis menggunakan uji ANCOVA menunjukkan nilai signifikan 0,001 < 0,05, yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima.  Hasil uji Pairwise Comparisons (LSD) menunjukkan bahwa perbandingan antara RADEC berbantuan e-flipbook dengan RADEC menghasilkan nilai Mean Difference 2,572 dan signifikansi p = 0,001, sehingga p (0,001) < α (0,05). Dengan demikian, skor posttest literasi sains peserta didik pada kedua model berbeda secara signifikan setelah memperhatikan skor pretest. Sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran RADEC berbantuan e-flipbook terhadap literasi sains peserta didik pada pembelajaran biologi di kelas X SMAN 9 Tasikmalaya