cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 698 Documents
Struktur Komunitas dan Regenerasi Vegetasi Mangrove pada Kawasan Rehabilitasi Bekas Tambak di Desa Budeng, Jembrana, Bali Aquila Baehaqi Tegar Sejati; I Made Oka Riawan; Moh Jafron Syah; Edgar Bernal
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i2.115866

Abstract

Rehabilitasi mangrove pada lahan bekas tambak perlu dievaluasi tidak hanya berdasarkan luas tutupan, tetapi juga melalui struktur komunitas, komposisi jenis, kerapatan, dominansi, dan regenerasi vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi vegetasi mangrove pada kawasan rehabilitasi bekas tambak di Desa Budeng, Kabupaten Jembrana, Bali. Penelitian dilaksanakan pada bulan April–Mei 2026. Pengamatan dilakukan pada tiga zona yang merepresentasikan perbedaan kondisi lingkungan, yaitu zona yang berdekatan dengan sawah dan tambak aktif, zona tengah dengan kerapatan mangrove tinggi, serta zona dekat sungai yang bermuara ke laut. Data dianalisis berdasarkan kerapatan, frekuensi, dominansi, Indeks Nilai Penting (INP), dan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H'). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan delapan jenis mangrove, yaitu Rhizophora mucronata,, Rhizophora stylosa, Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera cylindrica, Avicennia alba, Avicennia marina, Sonneratia alba, dan Xylocarpus granatum. Vegetasi tingkat pohon didominasi oleh Rhizophora mucronata pada Zona 1 dan Zona 2, sedangkan Zona 3 didominasi oleh Rhizophora stylosa. Tingkat semai menunjukkan regenerasi yang cukup kuat, terutama pada Zona 1 dan Zona 2 yang memiliki kerapatan semai tinggi. Nilai keanekaragaman berkisar antara rendah hingga sedang, dengan Zona 2 dan Zona 3 menunjukkan struktur komunitas yang lebih beragam dibandingkan Zona 1. Secara umum, kawasan rehabilitasi menunjukkan perkembangan vegetasi yang baik, tetapi dominansi jenis tertentu dan rendahnya keanekaragaman pada beberapa tingkat pertumbuhan perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan lanjutan. Hasil penelitian ini berkontribusi sebagai data dasar ekologis dalam mendukung konservasi mangrove, pengayaan jenis, pemantauan berkala, serta pengelolaan berkelanjutan pada kawasan rehabilitasi bekas tambak di Desa Budeng.
Pengembangan Instrumen Soal HOTS pada Materi Virus untuk Murid Kelas X SMA Ni Kadek Candra Swandewi; Ida Bagus Putu Arnyana; Ida Ayu Purnama Bestari
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i2.115843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen soal HOTS pada materi virus untuk murid kelas X SMA serta mengetahui validitas dan reliabilitasnya sebagai kualitas awal instrumen. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi prosedur pengembangan tes Oriondo-Wilson yang terdiri atas dua tahap, yaitu penyusunan item instrumen dan uji coba lapangan. Instrumen yang dikembangkan berupa 30 soal uraian berdasarkan indikator HOTS, yaitu menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Instrumen divalidasi oleh dua validator ahli menggunakan rumus Gregory dan diuji cobakan kepada 25 murid kelas X SMA Negeri 1 Sawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memperoleh validitas isi sebesar 0,86 dengan kategori sangat tinggi. Seluruh 30 butir soal dinyatakan valid karena nilai rhitung lebih besar daripada rtabel sebesar 0,396. Hasil uji reliabilitas menunjukkan koefisien sebesar 0,92 dengan kategori sangat tinggi. Berdasarkan hasil validitas isi, validitas butir, dan reliabilitas yang diperoleh melalui uji coba lapangan terbatas, instrumen yang dikembangkan memiliki kualitas awal yang baik serta berpotensi digunakan sebagai alternatif instrumen evaluasi HOTS pada materi virus.
Karakterisasi Jamur Mikroskopis di Kawasan Kampus Universitas PGRI Banyuwangi Irqami Rachma; Tristi Indah Dwi Kurnia
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v12i2.100183

Abstract

Fungi have a very important role in an ecosystem, in terms of ecology fungi are used as decomposers and biodiversity balancers. This study aims to determine the genus of microscopic fungi in the campus area of PGRI Banyuwangi University. The research used a qualitative with a type of descriptive research type. The subject of this research is all microscopic fungi and the object of research is the genus of microscopic fungi in the campus area of PGRI Banyuwangi University, Kertosari Village. The research stages consist of preparation, implementation and data analysis. The observation of microscopic fungi was carried out macroscopically and microscopically. The results showed that there were three genus of fungi, namely the genus Trichoderma, Rhizopus, and Aspergillus. Each isolate has distinctive morphological characteristics, both in terms of colony color, growth form, and microscopic structure.
Analisis Varietas Fungi Makroskopis di Kawasan Curug Benowo, Kalisidi, Ungaran, Jawa Tengah Lussana Rossita Dewi; Devi Q. Silvia; Maisabita F. A Hartanto; Moh. Muthohirin; Linda D. Wardhani
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 12 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v12i3.103345

Abstract

Curug Benowo Kalisidi atau air terjun Benowo Kalisidi terletak di wilayah barat, berbatasan dengan Gunung Ungaran. Curug ini dijadikan sebagai tempat wisata karena memiliki daya tarik wisata alam yang populer karena keindahan dan spektakuler alaminya. Selain itu Curug Benowo Kalisidi merupakah salah satu tempat yang banyak ditumbuhi jamur (Fungi) . Fungi atau jamur merupakan komponen dasar yang sangat penting dalam suatu ekosistem.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis varietas fungi yang terdapat di Kawasan Curug Benowo Kalisidi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2023 di lokasi kawasan Curug Benowo, Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 spesies yang telah ditemukan di kawasan Curug Lawe Benowo di antaranya Pleurotus pulmonarius, Ganoderma lucidum, Lentinus squarrosulus, Schizophyllum commune, Amanita mappa, Mycena filopes, Termitomyces clypeatus, Trametes versicolor, Conocybe filaris, dan Inonnotus dryadus.
Community Participation in Household Waste Management as a Medium for Environmental Education: A Descriptive Qualitative Study in Badung Regency Shinta Enggar Maharani; I Nyoman Arya Thanaya; Made Sudiana Mahendra; I Gusti Bagus Sila Dharma
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v12i2.103670

Abstract

Household waste management is not only a technical matter but also a reflection of community awareness and environmental values. This study aims to explore the forms, motivations, and educational potential of community participation in household waste management in Badung Regency, Bali. Using a descriptive qualitative design, data were obtained through in-depth interviews, participatory observation, and documentation of local waste management initiatives such as waste banks and neighbourhoods composting groups. The results reveal that community involvement emerges from collective environmental concern, local cultural norms, and the desire to maintain cleanliness and harmony (Tri Hita Karana principles). Participation in waste segregation, recycling, and composting serves as an informal yet powerful medium for environmental education, where residents, including students, learn ecological concepts through practical experience. Community-based programs have strengthened eco-literacy, social responsibility, and sustainable behaviours among participants. The study concludes that integrating education with community-driven waste management can create transformative learning that bridges everyday practice with environmental awareness. This integrative model offers insights for educators and policymakers who will implement continuing education through local participation
Karakteristik Stomata Tabebuia spp. terdampak Polusi Udara di Lingkungan Urban Magelang Muhammad Radian Nur Alamsyah; Ayu Lestari; Lukluil Maknun; Lailatul Istinganah
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v12i2.104625

Abstract

Polusi udara akibat aktivitas kendaraan bermotor merupakan salah satu faktor lingkungan yang memengaruhi anatomi daun tanaman perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik stomata empat spesies Tabebuia spp. (T. aurea T. heterophylla, T. rosea, dan T. roseoalba) yang tumbuh di area terpolusi dan relatif bebas polusi di daerah urban Magelang. Penelitian menggunakan metode observasi deskriptif komparatif dengan teknik preparasi varnish dan pengamatan mikroskop cahaya. Setiap spesies diambil pengulangan sampel sebanyak enam kali pada masing-masing lokasi. Parameter yang diamati meliputi morfologi, ukuran, kerapatan, dan indeks stomata. Hasil menunjukkan bahwa seluruh spesies memiliki tipe stomata anomositik. T. aurea dan T. roseoalba menunjukkan peningkatan kerapatan dan indeks stomata pada area terpolusi, sedangkan T. heterophylla dan T. rosea mengalami penurunan ukuran dan indeks stomata. Pola adaptasi yang berbeda ini menunjukkan bahwa respons stomatal terhadap polusi bersifat spesifik antarspesies, dan Tabebuia spp.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Berbantuan Media Kahoot Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri 14 Medan pada Materi Proses Pengaturan Tumbuhan Yani Siagian; Herkules Abdullah
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 12 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v12i3.104865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Stad berbantuan media kahoot terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 14 Medan pada materi proses pengaturan pada tumbuhan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan penelitian Nonequivalent control group. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 14 Medan, dengan populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 14 Medan Tahun Pembelajaran 2024/2025. Sampel penelitian ini diambil menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari siswa pada kelas XI.7 sebagai kelas eksperimen I dan kelas XI.8 sebagai kelas eksperimen II. Data diperoleh melalui instrumen tes berjumlah 20 soal pilihan ganda yang telah divalidasi. Metode pengumpulan data menggunakan instrumen soal yang terdiri dari pretest dan posttest. Nilai rata-rata posttest siswa yang diajarkan model pembelajaran STAD berbantuan kahoot yaitu 82,64 ± 6,92, sedangkan nilai rata-rata posttest siswa yang diajarkan model pembelajaran STAD tanpa berbantuan kahoot yaitu 78,89 ± 7,85. Berdasarkan hasil penelitian, melalui uji Independent samples t-test diperoleh (p-value) 0,035 < 0,05, yang berarti Ha diterima, sehingga terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Stad berbantuan media kahoot terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 14 Medan pada materi proses pengaturan pada tumbuhan.
Merekonstruksi Literasi Ekologi: Tantangan dan Peluang bagi Kalangan Mahasiswa Calon Guru Biologi Yan Piter Basman Ziraluo
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v12i2.105792

Abstract

This study aims to reconstruct the concept of ecological literacy to make it relevant to technological developments, the dynamics of global environmental change, and the need for sustainable education in the modern era. This study was conducted using a descriptive-qualitative method through content analysis of various scientific articles indexed by Scopus that were published from 2020 to 2025. Data were collected through a systematic literature review technique with source selection based on credibility and thematic relevance, and then analyzed thematically to identify patterns of integration, challenges, and opportunities for strengthening ecological literacy. A total of 27 articles were analyzed, describing the answers to the research questions and objectives of this study. The results of the study show that ecological literacy can be strengthened through cross-disciplinary integration, the application of green technology in learning, and the support of sustainable campus policies. Significant findings confirm that ecological literacy not only covers conceptual knowledge, but also shapes transformative competencies that encourage behavioral change and active participation in maintaining environmental balance.
Analisis Vegetasi dan Potensi Pohon Pakan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Kawasan Pura Agung Pulaki, Buleleng Moh. Jafron Syah; I Made Pasek Anton Santiasa; Mely Safitri; Made Luhur Sahadeva; Indra Saputra Sihotang; Made Allan Theja Kurniawan
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v12i2.106515

Abstract

Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis Raffles) merupakan primata anggota famili cercopithecidae yang memiliki peran penting terhadap ekosistem alami. Keberadaan M. fascicularis di Bali, tidak lepas dari adanya pengaruh kepercayaan umat hindu yang menganggap satwa ini sakral, sehingga populasinya tetap dipertahankan, salah satunya populasi M. fascicularis di kawasan pura Agung Pulaki, di desa Banyupoh, Gerokgak, Buleleng. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis vegetasi serta potensi tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai pakan alami M. fascicularis di kawasan pura Agung Pulaki. Metode pengambilan data vegetasi menggunakan plot quadrat, sedangkan pencatatan potensi tumbuhan pakan menggunakan pencatatan aktivitas makan dengan ad libitum sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi vegetasi di kawasan pura agung pulaki terdiri atas vegetasi pohon, perdu dan semak dengan nilai INP tertinggi pada masing masing jenis vegetasi adalah Borassus flabellifer (pohon siwalan INP 39,54%), Azadirachta indica (pedu mimba INP 46,66%), dan Sida acuta (semak galunggang INP 66,40%). Indeks keanekaragaman jenis menunjukan keragaman yang masih tergolong sedang pada tingkat pohon (H’= 2,183) dan rendah pada vegetasi perdu (H’= 1,957) dan semak (H’= 1,445). Vegetasi yang ada sebagian besar tidak berpotensi sebagai pakan alami bagi M. fascicularis. Hal ini menjadi salah satu faktor dari adanya perubahan perilaku alami yang dapat mengancam keberlangsungan hidup satwa serta dapat merugikan manusia yang berada di sekitarnya. Upaya konservasi yang berkelanjutan dengan menambah pohon sebagai pakan alami satwa perlu dilakukan sebagai mitigasi konflik jangka panjang antara M. fascicularis dengan manusia di kawasan pura Agung Pulaki.
Usadha Bali di Era Digital: Studi Kasus Persepsi, Praktik, dan Minat Generasi Muda terhadap Tanaman Obat Lokal di Bali Bestari Ida Ayu Purnama; I Wayan Lasmawan; Desak Putu Parmiti3
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v12i2.106894

Abstract

This study examines the perceptions, practices, and interests of young people toward Usadha Bali in the digital era, using a case study based on a survey in several regions of Bali and an in-depth case study in Buleleng Regency. Employing a qualitative approach with questionnaires (N=193) and in-depth interviews (N=30), the research reveals a significant paradox: the vast majority of young people (97.93%) are highly dependent on modern pharmaceuticals, yet 67.54% have experience using traditional medicine. Formal knowledge of Usadha Bali manuscripts is very low (85.86% have never heard of them), but 68.39% have medicinal plants at home and 80.85% are interested in learning about them. The high enthusiasm (92.63%) for the digitalization of Usadha Bali indicates that the knowledge gap is not due to resistance, but to limited access and inadequate dissemination methods. The main obstacles include lack of knowledge about preparation, difficulty accessing ingredients, and the perception that the process is complicated. The study concludes that Usadha Bali is experiencing conceptual knowledge erosion, yet has strong revitalization potential through digital platforms and contextual education.