cover
Contact Name
Ivan Widiyanto
Contact Email
ivan@petra.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
qhenc@petra.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Share : Journal of Service Learning
ISSN : 23387866     EISSN : 26554720     DOI : -
Jurnal SHARE memfokuskan pada materi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen, praktisi maupun mahasiswa. Secara filosofis, “jati diri“ jurnal dapat dimaknai sebagai berikut: 1. “SHARE“ merupakan akronim dari SHaring – Action – REflection yang berarti “berbagi, tindakan dan refleksi“. Ini memiliki makna sebuah proses yang berkelanjutan. 2. Kata “SHARE“ sendiri berarti berbagi. Ini mengisyaratkan 4 hal prinsip: a. Hakekat dari hidup adalah berbagi dengan sesama. b. Ilmu pengetahuan bersifat universal sehingga haruslah dibagi dan diabdikan. c. Panggilan seorang pendidik adalah membagi ilmu dan pengalaman dengan sesama pendidik, mahasiswa dan masyarakat. d. Berbagi merupakan pengejawantahan nilai-nilai kristiani. 3. Penggunaan warna biru mewakili makna kestabilan dan intelegency sehingga media ini diharapkan terbit secara rutin, konsisten dengan makna filosofis yang disandangnya, bersubstansi ilmiah dan mewakili kecerdasan intelektual penulisnya
Arjuna Subject : -
Articles 162 Documents
Produksi Souvenir untuk Mendukung Eksistensi Desa Wisata Tri Rukun di Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo, Gorontalo I Wayan Sudana; Rahmatiah Rahmatiah; Hasmah Hasmah
Share: Journal of Service Learning Vol. 11 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.11.1.12-21

Abstract

Souvenir merupakan salah satu elemen penting dalam mendukung eksistensi desa wisata guna meningkatkan daya tarik dan belanjaan wisatawan. Namun sebagian besar pengelola desa wisata belum mampu memproduksi souvenir yang unik dan bervariasi sesuai kebutuhan wisatawan, karena lemahnya keterampilan produksi yang dikuasai. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melatih pengelola desa wisata sebagai mitra dalam meningkatkan keterampilan memproduksi beragam jenis souvenir yang unik sebagai komoditas desa wisata. Kegiatan pengabdian menerapkan metode partisipatif dalam bentuk pelatihan praktis (workshop) melalui tahap: sosialisasi dan pembekalan pengetahuan, penyediaan alat dan bahan, pelatihan proses produksi souvenir, penerapan finishing, dan pembuatan kemasan. Adapun hasil yang dicapai adalah: 1) meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mitra dalam memproduksi beragam jenis souvenir yang unik; 2) tersedianya alat dan bahan yang memadai untuk memproduksi beragam bentuk souvenir; 3) mitra berhasil memproduksi 10 model souvenir dengan menerapkan beragam corak finishing dan disajikan dalam kemasan yang bervariasi. Berdasarkan hasil evaluasi, model-model souvenir tersebut telah sesuai dengan contoh yang ditawarkan dengan tingkat kemiripan 80% dan memiliki prospek pasar yang menjanjikan. Souvenir-souvenir tersebut dianggap layak untuk diproduksi secara massal atau dalam jumlah tertentu guna memenuhi kebutuhan pasar (wisatawan). Dengan demikian, diyakini mitra mampu mengembangkan usaha di bidang souvenir dengan memproduksi beragam jenis produk souvenir secara rutin, yang berkontribusi dalam mendukung eksistensi desa wisata yang dikelolanya secara berkelanjutan.
Peningkatan Motivasi Belajar Bahasa Inggris dengan Metode “Operant Conditioning” pada Anak di Panti Asuhan Cinta Kasih Anugerah Dastin Imanuel; Billy Nugroho; Ethan Petrsomand; Agustina Agustina
Share: Journal of Service Learning Vol. 11 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.11.1.39-47

Abstract

Bahasa Inggris telah menjadi bahasa universal yang penting dalam komunikasi global. Namun, motivasi belajar Bahasa Inggris masih menjadi tantangan, terutama bagi anak-anak di panti asuhan yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber belajar yang memadai. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar Bahasa Inggris pada anak-anak di Panti Asuhan Cinta Kasih Anugerah melalui metode operant conditioning. Program intervensi melibatkan 15 anak dan berlangsung selama 4 minggu, terdiri dari berbagai sesi yang dirancang untuk meningkatkan motivasi belajar, seperti penerapan teknik operant conditioning, permainan edukatif, serta psikoedukasi. Pengukuran motivasi belajar dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Students’ Motivation in Learning English Questionnaire dan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam motivasi belajar Bahasa Inggris setelah intervensi, yang ditunjukkan melalui peningkatan partisipasi dan keterlibatan anak dalam sesi pembelajaran. Meskipun hasilnya positif, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki beberapa keterbatasan. Ukuran sampel yang kecil (15 anak) dan durasi intervensi yang relatif singkat (4 minggu) membatasi generalisasi temuan. Selain itu, faktor eksternal seperti lingkungan sosial dan kondisi individu anak juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan motivasi, sehingga efek intervensi tidak dapat diatribusikan sepenuhnya pada metode yang digunakan. Studi lanjutan dengan cakupan peserta yang lebih luas dan durasi intervensi yang lebih panjang diperlukan untuk menguatkan temuan ini.
Meningkatkan Harapan Bangsa Melalui Literasi Keuangan Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Njo Anastasia; Nanik Linawati; Dewi Pertiwi
Share: Journal of Service Learning Vol. 11 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.11.1.48-56

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler atau eskul merupakan wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri secara positif serta membangun karakter. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini melalui kegiatan ekstrakurikuler untuk meningkatkan literasi tentang keuangan secara personal pada para siswa sekolah tingkat pertama. Siswa diharapkan dapat mengembangkan literasi keuangannya dan melakukan pengelolaan keuangan secara personal untuk tujuan masa depan. Kegiatan ini dilakukan selama satu semester pada periode Agustus 2023 – Januari 2024 setelah kegiatan intrakurikuler sekolah berakhir. Metode yang digunakan pada kelas ekskul literasi keuangan adalah metode interaktif untuk penyampaian materi tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pasar modal dan lembaga keuangan lain serta materi tentang pengelolaan keuangan, produk-produk keuangan dan teknik berinvestasi. Proses penyampaian materi dimulai dengan presentasi materi secara interaktif serta didukung media lain seperti kartu permainan, permaian games dan alat peraga boneka. Pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi untuk mengukur pencapaian hasil dari kegiatan yang sudah dilaksanakan serta pertanggung jawaban ke pihak sekolah. Hasil evaluasi dari kegiatan ekskul ini membuktikan bahwa siswa menjadi lebih hati-hati dalam membelanjakan uangnya, lebih mandiri mengelola keuangan dan mulai belajar berinvestasi secara sederhana menggunakan aplikasi yang tersedia pada smartphone. Dalam jangka panjang, edukasi keuangan yang telah dilakukan sejak dini pada siswa SMP Santo Carolus diharapkan dapat membentuk karakter yang mandiri dan bertanggung jawab, serta mampu melakukan perencanaan untuk masa depannya secara sederhana.
Implementasi Pendekatan Arsitektur Permakultur Pada Perancangan Lanskap Gereja Katolik Santo Yusuf di Singkil, Gunung Kidul Rony Gunawan Sunaryo; Irenea Ayu Indira Kusuma Wardani; Trisnia Athenalia; Frengky Benediktus Ola
Share: Journal of Service Learning Vol. 11 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.11.1.57-72

Abstract

Gereja Katolik Santo Yusuf di Singkil, Gunungkidul, Yogyakarta, memiliki kebutuhan dasar pengembangan ruang ibadah baru akibat pelebaran Jalur Jalan Lintas Selatan Pulau Jawa. Selain kebutuhan pengembangan ruang, gereja menghadapi berbagai tantangan lingkungan dan sosial, terutama kekeringan akibat kondisi geologi kawasan karst, kebisingan dari Jalur Jalan Lintas Selatan Pulau Jawa, serta keterbatasan ekonomi masyarakat. Pendekatan arsitektur permakultur yang berorientasi pada keberlanjutan, produktivitas, dan kemandirian komunitas diterapkan sebagai solusi permasalahan. Perwujudan pendekatan melalui integrasi sistem rainwater harvesting guna mengatasi keterbatasan sumber air, pengembangan kebun hortikultura produktif untuk meningkatkan perekonomian lokal, serta strategi pengendalian kebisingan menggunakan elemen alami seperti taman vertikal dan fitur air. Selain itu, pengelolaan lahan gereja dilakukan dengan pendekatan holistik, termasuk pembangunan greenhouse untuk hortikultura yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Implementasi konsep permakultur dalam desain arsitektur dan lanskap gereja ini tidak hanya menjadi solusi atas tantangan lingkungan, tetapi juga menciptakan hubungan harmonis antara bangunan dan ekosistem sekitarnya. Melalui penerapan prinsip permakultur, desain gereja tidak hanya memenuhi kebutuhan spiritual jemaat, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan ekosistem yang lebih lestari dan mandiri secara ekonomi. Dengan demikian, Gereja Katolik Santo Yusuf tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, ketahanan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi. Melalui strategi yang diterapkan, proyek ini diharapkan dapat menjadi model arsitektur ekologi yang dapat diterapkan pada permalahan perancangan serupa.
Front Matter (Cover, Editorial, Table of Content) Jurnal Share
Share: Journal of Service Learning Vol. 11 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

.
Inisiasi Pembentukan Pokdarwis Untuk Pengembangan Desa Wisata Desa Dilem, Kecamatan Gondang, Mojokerto Basuki, Ribut; Riyanto, Theophilus Joko; Rini, Julia Eka; Ibrahim, Jusuf Imam
Share: Journal of Service Learning Vol. 11 No. 2 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.11.2.81-90

Abstract

Pengabdian Masyarakat ini dilakukan untuk percepatan pengembangan  Desa  Wisata Alam Bukit Semar, yang berada di pegunungan Anjasmoro, di Desa Dilem, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Bukit Semar, yang sudah mendapatkan kesepakatan dan ijin operasional dari Tahura (Taman Hutan Raya) sejak tahun 2023, telah dibuka tahun 2023 dan semakin banyak dikunjungi wisatawan lokal. Desa Dilem sedang berusaha untuk memanfaatkan ijin operasional tersebut dengan membuka jalur pendakian Bukit Semar dan meningkatkan kunjungan wisatawan. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan fasilitas fisik dan dukungan kegiatan non-fisik. Peningkatan fasilitas fisik utamanya meliputi tempat parkir wisatawan, tempat istirahat wisatawan, dan toilet; akan tetapi, hal ini mempunyai kendala karena anggaran mereka terbatas. Sedangkan dukungan kegiatan non-fisik yang diperlukan adalah pemahaman mengenai desa wisata, terutama untuk menginisiasi Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata). Program Pokdarwis ini bertujuan untuk: 1) memberikan pemahaman dan penyadaran mengenai persyaratan untuk mengembangkan desa wisata dan 2) mendapatkan data yang lebih rinci mengenai persepsi dan kesiapan  masyarakat  untuk  mengembangkan  desa  wisata  di  tahun-tahun  berikutnya.  Untuk tujuan pertama, pada 26 Juli 2023 tim mengundang pakar di bidang wisata untuk memberikan materi mengenai Desa Wisata, manajemen desa wisata, dan pembentukan Pokdarwis. Untuk tujuan kedua, pada tanggal yang sama telah dilakukan wawancara terstruktur kepada 20 orang perwakilan stakeholders desa yaitu perangkat desa, BUMDes, PKK, Karang Taruna, dan tokoh masyarakat setempat.
Pendampingan Penguatan Kapasitas Kepala Sekolah Dalam Tranformasi Pendidikan Di Era Artificial Intelligence Nastiti, Faulinda Ely; Purnomo, Singgih; Wijiyanto, Wijiyanto
Share: Journal of Service Learning Vol. 11 No. 2 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.11.2.73-80

Abstract

Generasi Z, yang dicirikan sebagai generasi digital karena tumbuh dalam lingkungan yang digerakkan oleh teknologi. Oeh sebab itu, lembaga pendidikan harus menerapkan metode pengajaran yang adaptif, menggabungkan pembelajaran yang dipersonalisasi dan konten interaktif. Teknologi artificial intelligence (AI) memiliki potensi yang signifikan untuk merevolusi pendidikan. Namun, integrasi AI yang berhasil memerlukan investasi yang besar dalam pelatihan pendidik dan infrastruktur teknologi. Survei pendahuluan terhadap 30 kepala sekolah menengah di Surakarta mengungkap hambatan utama dalam memenuhi kebutuhan pendidikan Generasi Z. Kepala sekolah melaporkan tantangan dalam pengembangan kurikulum, relevansi materi pengajaran, dan kesiapan pendidik untuk menggunakan alat berbasis AI. Sebagai tanggapan, program pendampingan terstruktur dikembangkan, termasuk penilaian kebutuhan, lokakarya pelatihan, dan implementasi percontohan perencanaan pelajaran dan materi pengajaran yang dibantu AI. Program ini memperkenalkan berbagai alat seperti EdCofe, Consensus, dan Gamma, yang memungkinkan kepala sekolah untuk membuat sumber daya yang inovatif dan disesuaikan dengan tuntutan pembelajaran kontemporer. Hasil setelah pelatihan mengungkapkan sebesar 85% responden setuju bahwa rencana yang dihasilkan AI lebih terstruktur dan selaras dengan standar kurikulum selama promnya benar.  Setalah pelatihan keragaman materi pengajaran meningkat, dengan 91% kepala sekolah mengakui akses ke berbagai sumber daya yang disesuaikan dengan berbagai gaya belajar. Evalusi dari para kepala sekolah sangat positif, dengan 90% menyatakan puas dengan pemanfaatan AI. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan AI tidak hanya meningkatkan efisiensi perencanaan pembelajaran, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan yang lebih relevan dengan karakteristik generasi digital.
Pelatihan Perancangan Media Pembelajaran Berbasis TPACK Untuk Guru Pada Program PPG DALJAB Angkatan 2023 Dian, Mariani; Ariyanti, Gregoria; Santoso, Fransiskus Gatot Iman; Yudono, Kristophorus Divinanto Adi
Share: Journal of Service Learning Vol. 11 No. 2 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.11.2.103-109

Abstract

Media pembelajaran merupakan salah satu aspek penting dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Saat ini guru dituntut untuk dapat mengintegrasikan teknologi sebagai media pembelajaran, agar kegiatan pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan zaman. Akan tetapi, tidak semua integrasi teknologi berjalan dengan optimal. Oleh sebab itu guru harus memahami prinsip-prinsip integrasi teknologi seperti TPACK, dalam kegiatan pembelajaran, temasuk dalam media pembelajaran. Saat mengikuti program profesi guru dalam jabatan, para guru diminta untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah yang menjadi penyebab masalah belajar peserta didik. Salah satu akar masalah yang cukup sering muncul adalah keterbatasan guru dalam mengintegrasikan teknologi dalam kegiatan pembelajaran.  Berdasarkan hal tersebut, kegiatan workshop perancangan media pembelajaran berbasi TPACK ini dilaksanakan, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan keterampilan guru dalam mengintegrasikan teknologi kedalam media pembelajaran. Kegiatan ini dibagi menjadi dua tahap kegiatan, yaitu persiapan dan pelaksanaan. Pada tahap persiapan, materi dirancang secara mandiri oleh para narasumber. Sebagai bentuk evaluasi, dipersiapkan pula Angket Pengetahuan Awal dan Angket Pengetahuan Akhir yang selanjutnya di validasi oleh ahli. Tahap pelaksanaan dilakukan di tanggal 19-20 Juli 2024 dengan jumlah peserta 19 orang. Pada kegiatan workshop para narasumber menyampaikan materi, kemudian para guru melakukan praktik dengan membuat suatu media ajar berbasis teknologi. Sebelum dan sesudah kegiatan workshop terlaksana, para guru mengisi survei untuk melihat apakah ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan setelah mengikuti workshop. Ada 9 guru yang mengisi Angket Pengetahuan Awal dan Akhir secara lengkap. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan dalam pengetahuan dan keterampilan para guru sebesar 9,36%. Hasil diperoleh dengan membandingkan dan mencari presentase dari rata-rata skor pada Angket Pengetahuan Awal dan Angket Pengetahuan Akhir.  Rekomendasi untuk kegiatan selanjutnya adalah teknis kegiatan yang perlu lebih melibatkan para guru untuk secara aktif melakukan simulasi, pemanfaatan media pendampingan jarak jauh yang menggunakan tiap fitur dengan optimal dan melibatkan para guru, serta perencanaan kegiatan pendampingan selanjutnya yang lebih panjang durasi waktunya.
Membangun Identitas Jenama Produk Wastra Alami Pokmas Wastra Sejahtera Jombang Prihadi, Johanes Yudi; Wijaya, Serli; Yuliana, Oviliani Yenty; Kristianto, David
Share: Journal of Service Learning Vol. 11 No. 2 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.11.2.91-102

Abstract

Kelompok Masyarakat (POKMAS) Wastra Sejahtera, suatu komunitas pengrajin tenun alami di Desa Mojotrisno, Kabupaten Jombang, menghadapi kendala signifikan dalam memasarkan produknya. Pemasaran tradisional yang selama ini dilakukan belum mampu menjangkau pasar yang lebih luas, mengakibatkan penumpukan produk yang berdampak pada keberlangsungan usaha para pengrajin. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, proyek abdimas dirancang dengan tujuan meningkatkan kinerja penjualan melalui pemanfaatan potensi pemasaran digital, khususnya media sosial seperti Instagram dan Tiktok. Metode pelaksanaan proyek meliputi lima tahap, yaitu persiapan dan analisa kompetitor, rekomendasi indentitas jenama, pembuatan indentitas jenama dan media sosial, pelatihan, dan evaluasi. Hasil proyek abdimas menunjukan bahwa POKMAS Wastra Sejahtera berhasil memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya membangun identitas jenama pada era digital. Para anggota komunitas menyadari bahwa indentitas jenama tidak hanya sekedar logo atau nama, tetapi merupakan representasi dari nilai-nilai, karakter, dan keunikan produk tenun. Mereka telah memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan strategi pemasaran digital secara mandiri, memahami cara merancang konten yang menarik, berinteraksi dengan audiens, serta mengukur kinerja kampanye pemasaran yang telah dilakukan. Proyek abdimas ini juga memberikan dampak jangka panjang bagi keberlangsungan dan perkembangan POKMAS Wastra Sejahtera. Pelaksanaan kegiatan abdimas selajutnya hendaknya berfokus pada pengembangan modul pelatihan yang lebih interaktif dan berbasis praktik. Selain itu, perlu dilakukan pendampingan secara intensif bagi peserta yang mengalami kesulitan dalam mengoperasikan alat-alat digital.
Pemberdayaan Masyarakat Bisnis Digital Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Digital Branding Dan E-Commerce UMKM Arkansyah, Mochammad; Sari, Ratna Puspita; Indinabila, Yunita; Kitabbulloh, Ramadhan; Alhakim, Irya Dimas
Share: Journal of Service Learning Vol. 11 No. 2 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.11.2.118-128

Abstract

Kampung Kue Rungkut Surabaya dikenal sebagai sentra produksi kuliner tradisional yang memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, keterbatasan dalam literasi digital dan strategi pemasaran modern menjadi kendala utama dalam peningkatan daya saing produk di era ekonomi digital. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dimulai dari bulan Juni hingga Oktober 2025 ini bertujuan untuk memberdayakan pelaku UMKM melalui pelatihan digital branding dan pemanfaatan platform e-commerce. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui pelatihan teknis, pendampingan langsung, dan evaluasi progres. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep brand identity, pembuatan konten digital (foto, video, dan copywriting), serta kemampuan menggunakan media sosial dan marketplace sebagai sarana promosi dan penjualan. Lalu, pembangunan website resmi Kampung Kue Rungkut, www.kampungkue-rungkutsurabaya.com, sebagai etalase digital kolektif yang memuat profil usaha, katalog produk, kontak bisnis, dan tautan ke akun media sosial serta marketplace UMKM Kampung Kue. Kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan visibilitas produk UMKM Kampung Kue di ranah digital serta memperkuat kemandirian pelaku usaha dalam mengelola pemasaran berbasis teknologi. Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa keterbatasan perangkat digital menjadi hambatan dalam program ini namun antusiasme yang tinggi dari peserta, keterlibatan mahasiswa, dan materi pelatihan yang praktis menjadi faktor pendukung keberhasilan dari program ini. Program ini direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah UMKM lain dengan adaptasi sesuai kebutuhan lokal.