cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
admin@aulad.org
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Aulad : Journal on Early Childhood
ISSN : 26554798     EISSN : 2655433X     DOI : -
Aulad : Journal on Early Childhood is a periodically scientific journal published by Program Studi PG-PAUD Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Riau, Indonesia. The journal focuses its scope on the issues on Early Childhood. We invite scientists, scholars, researchers, as well as profesionnals to publish their researches in our Journal. This Journal is published every April, August and December annually. Scientific paper submitted to this journal should follow the following guidelines As our commitment to the advancement of science and technology, the Jurnal Obsesi follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Arjuna Subject : -
Articles 658 Documents
Efektivitas Game Educaplay Terhadap Peningkatan Perilaku Konsumsi Sayur Anak Usia Dini Sintia Desnawati; Nurheliza Azizah; Silma Aulia Maharani; Tetep Tetep; Abdul Hakim
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1625

Abstract

Usia anak usia dini (golden age) merupakan masa krusial tumbuh kembang yang membutuhkan asupan gizi optimal, di mana rendahnya konsumsi sayur berisiko menurunkan status gizi dan meningkatnya karies gigi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas media permainan Educaplay sebagai strategi intervensi untuk meningkatkan perilaku konsumsi sayur pada anak. Metode yang digunakan adalah pra-eksperimental dengan desain one-group pretest-posttest terhadap sampel 15 anak di Kabupaten Garut. Pengumpulan data dilakukan mengunakan lembar observasi, yang kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan skor rata-rata perilaku konsumsi sayur dari 6,53 (pretest) menjadi 13,87 (posttest) setelah intervensi (Ƥ = 0,001 < 0,05). Temuan ini mengimplikan bahwa pembelajaran berbasis permainan digital dapat menjadi strategi inovatif yang efektif dalam mendukung pemenuhan gizi dan pencegahan karies gigi pada anak usia dini.
Kesadaran Fonologis Anak Usia 4–5 Tahun: Efektivitas Metode CBIFonik Berbasis Balanced Literacy Nurul Hidajati; Kartika Rinakit Adhe; Wulan Patria Saroinsong; Suharti Suharti; Nurul Istiqfaroh; Syed Lamsah Syed Chear
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1628

Abstract

Stimulasi kesadaran fonologis di lembaga PAUD sering kali masih dilakukan secara terpisah dari kegiatan literasi yang bermakna dan menyenangkan. Kedaaan ini menjadi hambatan saat anak berproses dalam membaca permulaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengaruh penerapan metode CBIFonik berbasis balanced literacy terhadap kesadaran fonologis anak usia 4–5 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest yang melibatkan 15 anak kelompok A di TKIT Permata Kota Mojokerto. Data dikumpulkan melalui observasi pretest dan posttest menggunakan instrumen kesadaran fonologis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata kesadaran fonologis anak, dari 13,67 pada saat pretest menjadi 21,20 pada saat posttest. Hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001, yaitu kurang dari 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Metode CBIFonik berbasis balanced literacy terbukti efektif dalam menstimulasi kesadaran fonologis anak usia 4–5 tahun melalui kegiatan literasi yang menyenangkan, bermakna, dan terintegrasi, seperti menyimak cerita, bernyanyi, mengenali kata, serta mengidentifikasi bunyi bahasa.
Peran Digital Parenting Terhadap Regulasi Emosi Anak 5-6 Tahun Fitri Junianti; Suyadi Suyadi; Rohinah Rohinah; Nadia Futhira
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1647

Abstract

Regulasi emosi merupakan kemampuan penting bagi anak usia dini yang perlu didukung melalui digital parenting di tengah meningkatnya penggunaan media digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran digital parenting terhadap regulasi emosi anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada satu keluarga di Cipayung, Jakarta Timur. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengawasan dilakukan melalui pembatasan durasi, pemantauan konten, dan pendampingan langsung, (2) konten digital memengaruhi emosi dan perilaku anak, (3) media digital dimanfaatkan untuk mengajarkan pengenalan dan pengelolaan emosi; (4) pendampingan digital memperkuat komunikasi emosional orang tua dan anak, (5) gawai digunakan sebagai alat penenang dengan manfaat dan risiko ketergantungan, (6) konsistensi aturan dan keterbatasan waktu menjadi hambatan digital parenting  dan (7) digital parenting yang efektif berkontribusi pada penurunan tantrum, peningkatan kemampuan mengungkapkan perasaan, serta perkembangan regulasi emosi anak.  
Analisis Penggunaan Media Pop-Up Book dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar Anak Usia Dini Agnes Sane Seran; Rizka Anisa Fitri; Nur Hayati
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1649

Abstract

Penelitian ini mengkaji seberapa jauh efektivitas Pop-up book dalam meningkatkan fokus belajar anak prasekolah melalui ulasan literatur sistematis. Terdapat 23 artikel yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025 dari jurnal nasional yang terdaftar di Sinta dan jurnal internasional yang bereputasi, dianalisis mengikuti langkah-langkah protokol PRISMA, dari pengidentifikasian, penyaringan, evaluasi kelayakan, sampai dengan pemilihan studi yang sesuai. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pop-up book memiliki potensi untuk meningkatkan konsentrasi, perhatian, keterlibatan, dan motivasi belajar anak berkat rangsangan multisensori yang menyatukan unsur visual, taktil, dan kinestetik. Besar manfaatnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti desain tiga dimensi yang interaktif, pilihan warna yang menarik, tingkat kompleksitas mekanik yang sesuai dengan usia, kesesuaian tema, kompetensi pengajar dalam menggunakan media, tahap perkembangan anak, dan frekuensi penggunaan dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, media ini pantas dijadikan pilihan inovatif untuk mendukung pembelajaran yang aktif dan berorientasi pada anak, sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka dalam pendidikan anak usia dini.
Bridging Theory and Practice in Early Childhood Education: A Framework for of Curriculum, Pedagogy, and Assessment in Mashonaland West Province, Zimbabwe Blessings Svodai Chimbidzikai; Ramashego Mphahlele
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1676

Abstract

Early childhood education (ECD) policy in Zimbabwe promotes child-centred, play-based, and developmentally appropriate learning; however, a persistent gap between policy intent and classroom practice remains, particularly in resource-constrained settings. This study examined how ECD teachers in Mashonaland West Province, Zimbabwe, interpret and enact theory-informed curriculum, pedagogy, and assessment practices under conditions of limited resources. Guided by constructivist, sociocultural, and developmental perspectives, the study employed a qualitative case study design. Six early childhood teachers from three schools participated in face-to-face semi-structured interviews and classroom observations. Data were analysed thematically using Braun and Clarke's six-phase framework, with comparison across participants, schools, and data sources supporting interpretation. Four themes emerged: curriculum alignment with theoretical principles, pedagogical enactment of child-centred learning, assessment practices, and systemic barriers. Although teachers valued child-centred and developmentally appropriate practice, large class sizes, limited teaching and learning materials, insufficient professional development, and sociocultural expectations collectively encouraged teacher-directed instruction and summative assessment. The findings reveal that the theory-practice gap reflects not merely teacher knowledge but the interaction of policy expectations, material conditions, professional preparation, and local beliefs about appropriate teaching. The study contributes a context-responsive framework connecting teacher development, low-cost play-based strategies, practical formative assessment, and community engagement to strengthen holistic child development in under-resourced settings. These findings may inform comparable ECD systems facing similar implementation pressures.
Pola Asuh Orang Tua Permisif terhadap Kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun Ima Ima; Nurdiansyah Nurdiansyah; Gia Nikawanti
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1704

Abstract

Kemandirian menjadi salah satu aspek yang perlu untuk dikembangkan sejak usia dini, Hal ini dipengaruhi oleh cara orang tua dalam mengasuh anak serta lingkungan disekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak dan faktor penyebab orang tua menerapkan pola asuh permisif terhadap kemandirian anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, Subjek penelitian terdiri dari tiga orang tua permisif dan anak usia 5-6 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kemandirian anak yang di asuh dengan pola asuh permisif dapat berkembang apabila orang tua dapat memberikan kebebasan dalam melakukan berbagai aktivitas kecakapan hidup, tanggung jawab, dan tetap memberikan batasan dan aturan dengan cara penyampaian terhadap anak yang kooperatif.
Teachers’ Linguistic Backgrounds and Authentic Assessment: A Qualitative Study in Multilingual Early Childhood Education Theresia Alviani Sum
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1745

Abstract

Latar belakang: Asesmen autentik dapat kehilangan bukti perkembangan ketika bahasa ekspresi anak berbeda dari bahasa dokumentasi guru. Tujuan: Penelitian ini menganalisis bagaimana latar belakang kebahasaan guru membentuk asesmen autentik di kelas PAUD multibahasa. Metode: Studi kasus kualitatif melibatkan 10 guru dari 10 satuan PAUD yang dipilih secara purposif. Data berasal dari wawancara semi-terstruktur dan 10 set dokumen berupa ceklis, portofolio, dan catatan anekdot, lalu dianalisis melalui pengodean tematik, perbandingan lintas kasus, triangulasi sumber, dan pemeriksaan anggota. Hasil: Guru yang menguasai bahasa lokal anak lebih sering menggunakan catatan naratif dan observasi peka konteks, sedangkan guru yang praktiknya didominasi Bahasa Indonesia lebih mengandalkan daftar periksa terstruktur. Interaksi multibahasa anak juga belum sepenuhnya terwakili dalam dokumen formal. Kesimpulan: Repertoar kebahasaan guru memengaruhi cara bukti perkembangan dimunculkan, ditafsirkan, dan dicatat. Dokumentasi responsif bahasa serta pelatihan asesmen multibahasa diperlukan untuk meningkatkan keadilan asesmen.
Jarimatika Berbasis Teknologi untuk Meningkatkan Kemampuan Perkalian Satuan pada Murid Hambatan Pendengaran Fase B Maria Agustina; Sukinah Sukinah
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1778

Abstract

Kemampuan perkalian merupakan keterampilan dasar matematika yang penting bagi murid tunarungu Fase B, tetapi pemahaman konsepnya masih menjadi tantangan karena murid tunarungu membutuhkan penyajian informasi yang visual, konkret, dan interaktif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis teknologi bernama PERSIK (Perkalian Asik Jarimatika) untuk meningkatkan kemampuan perkalian satuan pada murid tunarungu Fase B. Penelitian menggunakan Research and Development (R&D) model ADDIE dengan subjek 30 murid tunarungu kelas III–IV di SLB B Pangudi Luhur Jakarta dan SLB B Karya Bakti Don Bosco Wonosobo. Produk berupa aplikasi digital interaktif dengan menu Tujuan, Materi, Game, Evaluasi, dan Profil yang menyajikan materi melalui visual, animasi, video tutorial, dan permainan dengan umpan balik langsung. Validasi ahli materi dan media berada pada kategori baik, serta respons guru dan murid menunjukkan media menarik, mudah digunakan, dan sesuai karakteristik murid tunarungu. Uji coba skala besar menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 73 (pretest) menjadi 92 (posttest) dengan hasil uji Wilcoxon p < 0,05. PERSIK dinyatakan layak dan efektif sebagai alternatif media pembelajaran perkalian satuan.