cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
admin@aulad.org
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Aulad : Journal on Early Childhood
ISSN : 26554798     EISSN : 2655433X     DOI : -
Aulad : Journal on Early Childhood is a periodically scientific journal published by Program Studi PG-PAUD Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Riau, Indonesia. The journal focuses its scope on the issues on Early Childhood. We invite scientists, scholars, researchers, as well as profesionnals to publish their researches in our Journal. This Journal is published every April, August and December annually. Scientific paper submitted to this journal should follow the following guidelines As our commitment to the advancement of science and technology, the Jurnal Obsesi follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Arjuna Subject : -
Articles 619 Documents
Peran Permainan Tradisional Belogo dalam Pengembangan Perilaku Prososial Anak Usia 5-6 Tahun Nurani Widyanti Hasanah; Alifatul Harisa; Zulfa Rihadah Fauziyah; Hanum Chailan Salsabila; Farah Nazhwa Pragista; Alya Rahmah; Fitri Anjarwati; Titin Nihayah
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 2 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1567

Abstract

Perilaku prososial pada anak usia dini penting dikembangkan sejak awal karena berpengaruh terhadap kemampuan sosial dan emosional anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran permainan tradisional belogo dalam pengembangan perilaku prososial anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dan peneliti sebagai instrumen utama. Subjek penelitian terdiri atas 15 anak kelompok B usia 5-6 tahun dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi permainan tradisional belogo mampu menstimulasi perilaku prososial anak, khususnya pada aspek berbagi dan bekerja sama. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa permainan tradisional dapat dijadikan strategi pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan perilaku prososial anak di lembaga PAUD
Peran Iklim Sekolah Ramah Anak Dalam Pencegahan Perilaku Harassment Verbal Anak Irma Nurmala; Nenden Sundari; Roby Naufal Arzaqi
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 2 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1594

Abstract

Harassement verbal di sekolah berdampak fatal terhadap degradasi kepercayaan diri dan kesehatan mental anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran implementasi iklim Sekolah Ramah Anak (SRA) dalam meminimalisir perilaku harassment verbal. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara bersama guru dan anak, serta dokumentasi. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan metode, dengan tahapan analisis meliputi reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perilaku harassment verbal masih ditemukan, pihak sekolah langsung memberikan tindak lanjut berupa perhatian khusus dan pendampingan positif. Temuan ini menegaskan bahwa iklim SRA sangat krusial sebagai instrumen perlindungan anak. Prinsip SRA menciptakan ruang aman dan nyaman yang mampu menjamin, memenuhi, dan menghargai hak-hak anak serta melindungi mereka dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah. Dengan demikian, iklim SRA berhasil menciptakan ruang aman linguistik yang memproteksi integritas psikologis anak dari dampak jangka panjang pelecehan verbal.
Tantangan Implementasi Green Curriculum di PAUD: Analisis Pemahaman Guru tentang Perubahan Iklim Tiara Lisania Sidqia; Heny Djoehaeni; Rudiyanto Rudiyanto
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 2 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1605

Abstract

Green curriculum sebagai bagian dari education for sustainable development penting diterapkan sejak pendidikan anak usia dini untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan dan pemahaman terkait perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan implementasi green curriculum pada dan pemahaman guru terhadap perubahan iklim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur kepada tiga orang guru PAUD dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi pemahaman konsep iklim yang masih berkembang, kesulitan dalam menyederhanakan bahasa sesuai tahap perkembangan anak, serta keterbatasan sumber belajar dan media pembelajaran. Meskipun demikian, guru telah menunjukkan upaya melalui penggunaan pendekatan konkret, kontekstual, serta pemanfaatan media yang tersedia di lingkungan sekitar. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan pemahaman konseptual guru, pengembangan media pembelajaran, dan penyediaan panduan implementasi green curriculum yang kontekstual.
Peran Orang Tua Dalam Mengembangkan Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Usia Dini Yumna Hukmaini Syahla; Asep Kurnia Jayadinata; Gia Nikawanti
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 2 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1615

Abstract

Perkembangan bahasa reseptif penting dikembangkan pada anak usia dini karena berpengaruh terhadap kemampuan memahami instruksi, berinteraksi, dan kesiapan belajar anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran orang tua dalam mengembangkan kemampuan bahasa reseptif anak usia dini melalui stimulasi bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari orang tua dan anak usia 4 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi intensif, penggunaan bahasa sederhana, pemberian instruksi bertahap, dan kegiatan bercerita membantu meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya keterlibatan aktif orang tua dalam memberikan stimulasi bahasa secara konsisten.  
Peran Lingkungan Sosial terhadap Perkembangan Bahasa Ekspresif Anak Speech Delay Wiwik Daryati; Dewi Pratiwi
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 2 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1622

Abstract

Speech delay pada anak usia dini menjadi perhatian penting karena dapat menghambat perkembangan bahasa ekspresif yang berperan dalam kemampuan komunikasi dan interaksi sosial anak. Lingkungan sosial memiliki peran penting dalam memberikan stimulasi bahasa pada anak yang mengalami keterlambatan bicara. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran lingkungan sosial terhadap perkembangan bahasa ekspresif anak usia dini dengan speech delay. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari atas tiga anak speech delay, orang tua dan guru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi menggunakan pedoman observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga, guru, dan teman sebaya berpengaruh terhadap perkembangan bahasa ekspresif anak melalui stimulasi komunikasi dan interaksi sosial yang konsisten. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya kolaborasi keluarga dan sekolah dalam mendukung perkembangan bahasa anak speech delay
Early Childhood Education Teachers’ Perceptions of 21 st Century Learning: Between Concept and Practice Mariyolin Grace Hande; Yeni Rachmawati; Heny Djoehaeni
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 2 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1664

Abstract

21st century learning has become a central demand in early childhood education (ECE), particularly following the implementation of the Kurikulum Merdeka, which emphasizes meaningful learning and holistic competency development. Previous studies have predominantly focused on quantitative measures of teacher readiness, offering limited insight into how teachers interpret and enact 21st century learning in daily practice. This study aims to explore ECE teachers’ perceptions and the contextual factors influencing their pedagogical decision-making. This study employed a descriptive phenomenological approach, with data collected through in-depth interviews with eight teachers from four private ECE institutions in Bandung. The data were analyzed using thematic analysis. Findings indicate a gap between conceptual understanding and practice, with teachers' understanding shaped more by teaching experience than by formal theoretical frameworks. Nevertheless, their learning practices reflected the integration of 21st-century skills. The findings also revealed tensions between normative demands and contextual realities and demonstrated how teachers translate 21st-century learning demands into practice under academic pressures and institutional constraints.  
Toilet Training Fosters Self-Confidence and Independent Habits in Early Childhood Eva Z`ulita; Siti Mayang Sari; Mhd. Syafii
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 2 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1572

Abstract

Toilet training is an important developmental milestone in early childhood that supports the development of self-confidence and independent habits. This study aims to examine the role of toilet training in fostering independence, self-control, and emotional development in young children. The study employed a qualitative descriptive approach through observations and interviews with early childhood educators and parents to explore changes in children’s behavior during the toilet training process. The results show that implementing toilet training in accordance with children’s developmental stages can enhance self-confidence, encourage independence in maintaining personal hygiene, and foster responsibility for self-care activities. Supportive guidance and positive reinforcement from adults significantly influence children’s success and emotional readiness in undergoing toilet training. Toilet training involves both the acquisition of physical skills and an educational process that contributes to character development and the formation of independent habits in early childhood through the collaborative roles of parents and teachers.
Counter-Linguistic Strategies through Interactive Storytelling to Reduce Slang Vocabulary Mimicry in Early Childhood: Amdira Diska Al Rinsah; Suharti Suharti; Mallevi Agustin Ningrum; Dhian Gowinda Luh Safitri
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 2 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1611

Abstract

This descriptive qualitative study examines the effectiveness of counter-linguistic strategies implemented through interactive storytelling to address the imitation of age-inappropriate slang among early childhood students driven by massive digital media exposure. Data gathered through observations, interviews, and documentation reveal that creative narratives featuring polite characters effectively motivate children to adopt correct diction naturally. The two-way interaction inherent in storytelling allows children to clarify the meanings of slang terms encountered on social media, while the repetitive use of positive vocabulary within the narrative helps internalize politeness values without being preachy. The results demonstrate that this strategy successfully reduces slang usage by replacing it with more communicative and polite alternatives. The success of this intervention relies heavily on the teacher's creativity in weaving target vocabulary into engaging plots, leading children to voluntarily switch to more respectful language in their daily interactions, thereby fostering better character development and linguistic etiquette.
Peran dan Dampak Lingkungan Siswa Terhadap Pembentukan Karakter: Sebuah Penelitian Systematic Literature Review Pini Pujiastuti; Muhammad Abduh
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 2 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1616

Abstract

Pendidikan karakter anak sekolah dasar sangat urgen untuk diteliti karena perkembangannya dipengaruhi secara signifikan oleh lingkungan sosial, khususnya teman sebaya. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara komprehensif dampak pergaulan teman sebaya terhadap proses pembentukan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan instrumen pedoman kelayakan PRISMA 2021 yang melibatkan subjek tinjauan berupa 28 artikel relevan terbitan tahun 2015-2025. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui proses ekstraksi dan sintesis tematik menggunakan bantuan perangkat lunak VOSviewer. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa teman sebaya memberikan dampak positif seperti peningkatan keterampilan sosial dan motivasi belajar, namun rentan memicu dampak negatif seperti perilaku menyimpang dan agresif. Implikasi dari temuan ini menuntut adanya penerapan strategi kolaboratif yang kuat antara pihak keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk mengawasi serta mengoptimalkan pengaruh positif dari lingkungan pertemanan anak.