cover
Contact Name
Hamidi
Contact Email
jmpi@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmpi@unran.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26555263     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 1,686 Documents
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Daun Seledri (Apium Graveolens L.) Sebagai Tanaman Obat Keluarga Untuk Pengendalian Hipertensi Di Desa Jelantik Ersandhi Resnhaleksmana; Ida Bagus Rai Wiadnya; Thomas Tandi Manu; Aini
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14516

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian kardiovaskular di Indonesia, termasuk di Desa Jelantik dengan prevalensi kasus yang cukup tinggi. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) menjadi kendala dalam pengendalian mandiri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat mengenai bahaya hipertensi serta manfaat daun seledri sebagai terapi herbal. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, pelatihan kader, dan praktik pemanfaatan TOGA. Peserta berjumlah 50 orang yang didominasi oleh kelompok usia lansia dengan latar belakang pendidikan sekolah dasar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 74% peserta memiliki tekanan darah ≥ 140/90 mmHg. Pengetahuan dasar masyarakat mengenai hipertensi sudah cukup baik (80%), namun pemahaman mengenai kandungan ilmiah seledri (apigenin) awalnya berada pada angka 0%. Pasca kegiatan, terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan dan terbentuknya sikap positif, di mana 100% peserta bersedia menanam seledri sebagai TOGA. Selain itu, kader Puskesmas berhasil ditingkatkan kemampuannya dalam deteksi dini hipertensi. Simpulan dari kegiatan ini adalah edukasi berbasis tanaman lokal efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat, meskipun perubahan gaya hidup jangka panjang tetap memerlukan pendampingan berkelanjutan.
Peningkatan Nilai Ekonomi Tanaman Kelor Melalui Inovasi Produk Kopi Kelor Siap Saji di Desa Selengen Kabupaten Lombok Utara Zalianty Dwinur Safitri; Baiq Resky Tiara Anandha; Wira Parawangsa; Maiser Syaputra
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14551

Abstract

This community service activity aimed to enhance the economic value of Moringa oleifera through the development and innovation of instant moringa coffee products based on local potential in Selengen Village, Kayangan District, North Lombok Regency. The activity was conducted through the Community Empowerment Student Service Program (KKN-PMD) of the University of Mataram from December 2025 to February 2026, employing a Participatory Action Research (PAR) approach. The methods included identifying community potential and problems, forming MSME groups, providing assistance in production and product innovation, and strengthening business legality. The results showed an improvement in the knowledge and skills of MSME groups in processing moringa coffee and developing flavor variants. This program produced an innovative instant moringa coffee product with an initial production output of 100 cup units as a production trial. In addition, business licensing assistance resulted in the issuance of a Business Identification Number (NIB) for MSME actors. However, overall community involvement remained limited, indicating the need for continued assistance to support the sustainability of business development.
Penyuluhan Tentang KB (Keluarga Berencana) Sistem Kalender Terhadap Pasangan Suami Istri Masa Subur (Masa Fertil) Di Desa Taman Baru Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat I Wayan Merta; I Wayan Mudiarsa Darmanika; Rauh Jaril Gifari
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14559

Abstract

Populasi penduduk Desa Taman Baru Kecamatan Sekotong berjumlah 5875 jiwa, dengan rincian laki-laki 2924 orang dan perempuan 2951orang. Pasangan suami istri masa subur sebanyak 238 dari 454 KK. Pasangan suami isteri tersebut sudah cukup anak, dan tidak lagi menghendaki keturunan, namun mereka tidak paham bagaimana caranya. Salah satu bentuk untuk meningkatkan pemahaman meraka denga cara menerapkan KB (Keluarga Berencana) Kalender atau Pantang Berkala. KB kalender adalah salah satu metode kontrasepsi alami, tanpa menimbulkan efek samping terhadap kesehatan. Metode KB kalender dapat digunakan sebagai cara untuk mencegah kehamilan atau kontrasepsi alami. Dengan membantu menentukan hari terbaik untuk menghindari hubungan intim tanpa kondom. Metode pelaksanaan pengabdian dibagi menjadi 3 tahapan. Tahap pertama adalah persiapan menginventarisis pasangan suami istri masa subur. Kegiatan kedua adalah melaksanakan penyuluhan dengan cara menyampaikan materi, diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ketiga adalah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pengabdian. Pada tahap ini dilakukan dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan secara langsung pada peserta pengabdian. Kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan pasangan suami istri peserta pengabdian telah memiliki pemahaman secara baik dan komprehensif tentang struktur anatomi reprudksi dan menentukan masa-masa subur pada wanita serta menerapkan sistim KB kalender atau pantang berkala.
Sosialisasi Stunting Dan Pencegahan Di Desa Taman Baru Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat I Wayan Merta; Ahmad Raksun; I Wayan Mudiarsa Darmanika
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14560

Abstract

Abstrak: Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting dapat terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun. Kondisi ini ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dari standar usianya, serta dapat memengaruhi perkembangan otak dan kesehatan anak secara keseluruhan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan masyarakat, permasalahan yang ada di desa Taman Baru kecamatan Sekotong termasuk desa stunting. Dengan demikian perlu dilakukan sosialisasi, agar masyarakat desa khususnya para ibu muda, ibu hamil ataupun yang memiliki bayi/balita paham akan pentingnya pemenuhan asupan gizi untuk mencegah stunting. Selain asupan gizi, masih ada faktor lain yang menjadi penyebab stunting yaitu terkait dengan sanitasi. Pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini yaitu dengan memberikan penyuluhan dengan menjelaskan stunting dan pencegahannya, akibat penderita sunting, dan pentingnya menjaga sanitasi lingkungan. Kesimpulannya adalah pelaksanaan pengabdian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat tentang stunting, akibat stunting, faktor penyebab dan pencegahan stunting. Stunting merupakan masalah serius yang berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup anak, serta memiliki implikasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Penanganan stunting memerlukan upaya bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Dengan upaya pencegahan dan penanganan yang tepat, stunting dapat dicegah dan diatasi, sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Pendampingan Kelompok Tani Melile Mekar Dalam Pembuatan Sabun Dari Minyak Jelantah Di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah Arif Darmawan; Irwan Pramudya Saputra; Julia Rosalina; Maiser Syaputra
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14569

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk yang cepat serta proses urbanisasi yang pesat menyebabkan limbah rumah tangga mengalami peningkatan yang berpotensi mencemari lingkungan. Salah satu limbah rumah tangga yang sering kali diabaikan oleh masyarakat adalah minyak jelantah atau minyak goreng bekas, yang telah digunakan untuk memasak sehari-hari. Minyak jelantah ini umumnya dibuang sembarangan yang berpotensi mencemari tanah dan sumber air, serta mengganggu keseimbangan ekosistem secara keseluruhan. Tujuan dari kegiatann ini adalah meningkatkan keterampilan dan kesadaran masyarakat dalam mengelola minyak jelantah menjadi sabun padat untuk mengurangi limbah rumah tangga. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 9-22 januari 2026 di Desa Rembitan Lombok Tengah yang dihadiri oleh 30 peserta. Pengabdian pada minggu pertama dimulai dengan pembukaan, dan penyampaian materi terkait pentingnya mengolah limbah rumah tangga, serta cara pembuatan sabun padat. Minggu selanjutnya dilakkukan pelatihan pembuatan sabun padat dari minyak jelantah, evaluasi terhadap kegiatan, serta penutup. Hasil dari evaluasi menunjukkan bahwa tingkat kepuasan peserta pada semua aspek kegiatan berada pada kategori baik hingga sangat baik.
Optimalisasi Teknologi Hydroponik Sistem DFT Sebagai Sumber Pangan Sehat Di Kelurahan Panji Sari Hasyim; Raden Deden Saputra; Raden Dinda Septyareni Diyasmin; Nova Sri Widiana; Nyoman Bangbang Pradnya Wira Brata; Bahrul Sundusi Adnan; Abdul Malik Ashri Wirajagat; Irma Watianggrianingsi; Raudatul Jannah; Baiq Ega Zulqaidah Putri; Mariani
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14577

Abstract

The Real Work Lecture (KKN) work program aims to implement the Deep Flow Technique (DFT) hydroponic planting system as a form of community service in limited land use and increasing household food security. The DFT system was chosen because it is easy to implement, efficient in water and nutrient use, and has relatively simple maintenance. The implementation of the program includes the creation of hydroponic installations, vegetable planting, as well as education and assistance to the community regarding cultivation techniques and maintenance of hydroponic plants. The results of the activity show that there is an increase in community knowledge and skills in cultivating vegetables without soil, so that this program is expected to be an alternative to sustainable agriculture that can be developed in the community.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Akuaponik Skala Rumah Tangga Ahmad Raksun; Iqbal Asali Ahmad; Elpana Anisa Sarah; Lalu Ahmad Alfian Rido Putra; Initially Putri Hikmah Assyaddad; Rela Ardianita Intaniar; Sisca Triavina; Ikbar Paizi; Nicolas Nestorian Padha; I Gusti Ayu Made Sekarniswari; Windi Arlina Palensa
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14592

Abstract

Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan akuaponik skala rumah tangga merupakan upaya strategis dalam meningkatkan ketahanan pangan mandiri dan pemanfaatan lahan pekarangan melalui sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Selebung Ketangga selama 45 hari, dengan melibatkan kelompok masyarakat umum, karang taruna, dan perangkat desa. Metode pemberdayaan dilakukan melalui sosialisasi serta peragaan alat dalam kegiatan budidaya kreatif seperti pengenalan sistem akuaponik, teknik penyemaian bibit sayur, hingga pemeliharaan ikan dalam media Budikdamber. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai teknologi pertanian tepat guna, keterampilan dalam mengelola instalasi mandiri. Program pengembangan akuaponik ini terbukti mampu menciptakan ekosistem kemandirian pangan yang berkelanjutan, dan berkontribusi terhadap pembangunan kesejahteraan masyarakat di Desa Selebung Ketangga.
Program Orientasi Pendidikan Tinggi Untuk Meningkatkan Aspirasi Akademik Siswa SMA Di Kabupaten Bengkalis Nur, M. Irsyad; Isma Mulyani; Rizka Aprisanti; Syahnan Aly Lubis; Yola Yolanda; Febrina Rita Albeta; Vivi Rizkiana Aprilla; Asnika Putri Simanjuntak
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.14608

Abstract

Transisi dari pendidikan menengah ke perguruan tinggi merupakan fase krusial yang sering diwarnai oleh keterbatasan informasi dan rendahnya kesiapan siswa dalam merencanakan keberlanjutan studi. Kurangnya pemahaman mengenai jalur akademik serta dinamika kehidupan kampus berpotensi menimbulkan ketidakpastian dalam pengambilan keputusan pendidikan dan melemahkan aspirasi untuk melanjutkan studi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan dan orientasi akademik siswa melalui penyediaan informasi yang terstruktur dan kontekstual mengenai keberlanjutan pendidikan.Kegiatan dilaksanakan pada Desember 2025 di tiga sekolah menengah atas di Kabupaten Bengkalis dengan melibatkan sekitar 450 siswa kelas XII. Program dirancang menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui pemaparan interaktif, diskusi terbimbing, serta dialog reflektif yang mencakup jalur seleksi masuk perguruan tinggi, perencanaan studi, adaptasi terhadap lingkungan akademik, dan penguatan kompetensi non-akademik. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipatif dan analisis respons siswa selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap pilihan pendidikan lanjutan serta berkembangnya kesiapan psikologis dalam menghadapi transisi akademik. Tingginya keterlibatan peserta mengindikasikan bahwa akses terhadap informasi yang komprehensif mampu mengurangi ketidakpastian sekaligus mendorong perencanaan pendidikan yang lebih percaya diri. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi edukatif berbasis literasi pendidikan dapat berperan sebagai strategi awal dalam mendukung pengambilan keputusan akademik yang lebih terarah, khususnya pada wilayah dengan keterbatasan akses informasi.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Sengkol melalui Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) dan Optimalisasi Lahan Pekarangan untuk Pengelolaan Limbah Organik Berkelanjutan Shintya Sari; M. Aprian Rahmat; Aminati Idiantini; Anisa Salma; Loventnia Midy Nisrina Nabilah; Nunda Widia Ningrum; Asep Wibowo; Sofiyatil Anwariyah; M. Hendri Januarta; M. Yayan Gunawan; Wastu Ayu Diamahesa
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14609

Abstract

Pengelolaan limbah organik yang tidak optimal masih menjadi permasalahan utama di wilayah pedesaan, termasuk di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Limbah rumah tangga dan pertanian yang dibuang tanpa pengolahan berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat. Di sisi lain, pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga juga belum dimaksimalkan. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui implementasi solusi terpadu berbasis budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai upaya pengelolaan limbah organik sekaligus optimalisasi lahan pekarangan melalui penanaman sayuran. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis budidaya maggot dan pembuatan pupuk kasgot, serta distribusi bibit sayuran (cabai, tomat, dan terong) yang melibatkan 27 ibu rumah tangga sebagai peserta. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pengelolaan limbah organik berkelanjutan. Budidaya maggot BSF terbukti efektif mereduksi volume limbah rumah tangga sekaligus menghasilkan biomassa maggot sebagai pakan ternak alternatif dan pupuk kasgot yang diaplikasikan pada tanaman pekarangan. Integrasi antara pengelolaan limbah dan budidaya sayuran menciptakan siklus ekonomi sirkular yang berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan keluarga dan kemandirian ekonomi masyarakat. Partisipasi aktif masyarakat sepanjang program menjadi indikator keberhasilan transfer teknologi dan pengetahuan. Untuk menjamin keberlanjutan, diperlukan pendampingan berkelanjutan dari pemerintah desa dan penguatan kelembagaan lokal. Program ini diharapkan dapat menjadi model replikasi bagi desa-desa lain dalam mengatasi permasalahan limbah organik sekaligus memperkuat ketahanan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.
Penguatan Tata Kelola Desa Digital Melalui Optimalisasi Sistem Informasi Desa (SID) di Desa Anjani Rusminah HS; Rizalulhuda; Husnul Hatimah; Astry Afriliana; Vika Mustika Putri; Tania Aulina Setiawan; Karmila Junida Urfah; Rohan Jayadi; Lalu Muhammad Noval Adipratama; Dewi Saltika; M Ihsanuddin
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14612

Abstract

The development of digital technology in the Industrial Revolution 4.0 era requires village governments to adapt in data management and public services. However, many villages, including Anjani Village in Suralaga District, East Lombok, still use manual administration systems, resulting in slow, error-prone services and data-driven planning. This activity aims to strengthen digital village governance by optimizing the Village Information System (SID) with a participatory approach involving BAPEDA, village governments, KKN students, and the community. The activity stages include an initial survey, data collection from 17 hamlets, data processing and standardization according to BAPEDA standards, and input into the OpenSID website. The result is a more accurate, structured, and easily accessible village database, thereby increasing service effectiveness, supporting data-driven planning, and encouraging transparency and accountability in village government.