cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Aesthetic Experience in Theatre in Non-Formal Education: a Review of Creativity Theory Syina Dalila; Setyo Yanuartuti; Indar Sabri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10002

Abstract

ABSTRACT Failure to foster creativity in learners from an early age will complicate their development at the next age level. This failure can occur due to misconceptions that art teaching should be oriented towards the process and aesthetic experience of learners, but also leads to the demand to become proficient in certain areas of art. An interesting phenomenon is found in the case of non-formal education which is more flexible in managing learning. This study focuses on the review of creativity theory on aesthetic experience in theater distribution in non-formal education. This study aims to find patterns of creation in students in theater learning and the role of educators in providing aesthetic experiences of students through theater learning. Aesthetic experiences in learners are essential to provide in order to achieve meaningful learning. This study uses a qualitative approach to obtain a comprehensive picture of the subject matter, with techniques of collecting data on interviews, observations, and documentation about theater learning in the Banyuwangi Courtyard Theater community. By applying the approach of Miles and Huberman, data analysis techniques are carried out to bring up facts that can provide a more specific view of the phenomenon discussed. Activities in qualitative data analysis are carried out interactively and take place continuously until complete. As a result, the pattern of creation in students in theater learning is a spontaneous response they get in a fun learning. While the role of educators in providing aesthetic experiences to students through theater learning is by fostering student creativity through a psychic approach and recognizing their potential and weaknesses. After educators understand the character of students, then educators can develop appropriate learning strategies, methods, and theories to create a meaningful learning process for maximum outcomes. Keywords: Aesthetic Experience, Theatre, Learning, Creativity, Non-formal Education 
Pemberdayaan Masyarakat dalam Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sebagai Upaya Pengdendalian Vektor DBD di Kelurahan Kranji Bekasi Barat Veza Azteria; Erna Veronika; Ahmad Irfandi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.9754

Abstract

ABSTRAK Berbagai upaya yang telah dilakukan untuk pengendalian vector DBD dimasa setelah Covid-19 ini dapat dilakukan dengan memperhatikan protocol kesehataan. pengendalian dapat dilakukan dengan pengendalian fisik, kimia dan biologi. Salah satu perilaku PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang di lakukan adalah dengan menerapkan metode 3M (Menguras, Mengubur dan Menutup). Oleh karenanya program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus perlu terus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun khususnya pada musim penghujan. Kegiatan ini diawali dengan menyebarkan kuisioner kepada masyarakat untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan metode pencegahan masyarakat dalam penanganan DBD. melakukan observasi tempat penampungan air, penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat dari rumah ke rumah dengan menggunakan media brosur dan poster serta memberikan edukasi terkait penerapan perilaku hidup bersih dan sehat setelah masa pandemic Covid-19. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan terhadap masyarakat Kelurahan Kranji Bekasi Barat dengan cara menyebarkan poster, banner dan penyuluhan secara door to door selama kurang lebih 3 bulan yaitu Juni 2022 – Agustus 2022.  Kegiatan ini merupakan langkah awal yang diharapkan agar masyarakat dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat terutama setelah adanya Covid-19, pengendalian terjadinya penyakit demam berdarah secara fisik, kimia maupun biologi. Menurut hasil data kuisioner yang telah kami berikan kepada responden, kami telah menentukan prioritas masalah terkait kesehatan lingkungan di Kelurahan Kranji, Bekasi Barat dengan menggunakan metode kualitatif, dan di dapatkan data seperti berikut, yaitu dari 50 responden sebanyak 24 responden atau setara dengan 48% responden yang melakukan pengurasan bak mandi sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, dan sebanyak 26 responden melakukan pengurasan bak mandi tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan atau setara dengan 52%, sehingga hal ini menjadi prioritas masalah di Kelurahan Kranji, Bekasi Barat. Berdasarkan hasil dari pengabdian masyarakat ini diperoleh adanya peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 80% - 90% sebagai sasaran kegiatan abdimas di masyarakat Kranji Bekasi dan terjadinya peningkatan sikap yang positif dalam menyikapi perilaku hidup bersih dan sehat dalam mengendalikan vector sebagai upaya pencegahan penyakit demam berdarah. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Kesehatan Lingkungan  ABSTRACT Efforts made for vector control in the post-Covid-19 era can be carried out by paying attention to health protocols. One of the Clean and Healthy Living behaviors that are carried out is to apply the Drain, Bury, and Close method. This activity was started by distributing questionnaires to the public to determine the level of knowledge and community prevention techniques in handling the emergence of dengue fever. This activity begins with observing water reservoirs, counseling and educating the community from house to house using brochures and posters, as well as providing education related to implementing clean and healthy living behaviors after the Covid-19 pandemic for 3 months, namely June 2022 - August 2022 This activity is the first step that is expected so that people can implement clean and healthy living habits, especially after the arrival of Covid-19, controlling the occurrence of dengue fever physically, chemically and biologically. According to the results of the questionnaire data that we have given to respondents, we have determined priority issues related to environmental health in Kranji Village, West Bekasi, using qualitative methods, and obtained data as follows, namely out of 50 respondents there were 24 respondents or the equivalent of 48% of respondents who drained the bathtub following predetermined rules. As many as 26 respondents drained the bathtub not following predetermined rules or equivalent to 52%, so this is a priority problem in Kranji Village, West Bekasi. Based on the results of this community service, it was found that there was an increase in community knowledge of 80% - 90% as the target of community service activities in the Kranji Bekasi community and an increase in positive attitudes towards clean and healthy living behavior in controlling vectors as an effort to prevent dengue fever. Keywords:Community Empowerment, Clean and Healthy Behavior, Enviromental Health
Cegah dan Kenali Kondisi Hati (CEK SI HATI) sebagai Upaya Pendidikan Kesehatan terkait Sirosis Hati Kepada Masyarakat Malihatunnisa Nurrofikoh; Azrania Fatima; Hediati Hastuti; Oktaviani Fauziyah; Nursiswati Nursiswati; Sandra Pebrianti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10160

Abstract

ABSTRAK Sirosis hati dikaitkan dengan kebiasaan minum alkohol, racun, kondisi keturunan, atau proses autoimun dan infeksi bakteri terkait organ hati. Penyakit ini ditandai pengerasan hati yang disebabkan oleh adanya jaringan parut atau fibrosis. Pencegahan penyakit hati selain alkoholisme adalah kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi serta hygiene tangan. Untuk itu, upaya pencegahan melalui Pendidikan Kesehatan sangat penting. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan terkait penyakit hati sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan terkait dengan sirosis hati untuk masyarakat. Metode edukasi yang dilakukan adalah ceramah, tanya jawab dan menonton video. 52 partisipan mengikuti edukasi dan mengisi pertanyaan pre-test dan post-test sebagai bahan evaluasi. Dalam menilai hasil pre-test dan post-test digunakan 10 pertanyaan multiple choise, selanjutnya pengetahuan peserta dikelompokkan kurang jika nilai mencapai diantara angka 10-40, cukup jika mencapai rentang 50-70, dan sangat baik jika berada dalam rentang 80-100. Hasil menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan partisipan meningkat dari 61.92 pada pre test menjadi pada post test 84.04. Hal ini menunjukkan bahwa ceramah, tanya jawab dan menonton video edukasi terkait sirosis hati dapat meningkatkan wawasan masyarakat, sehingga dapat melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit ini. Diharapkan pada masa yang akan datang dapat dilakukan edukasi serupa secara serial termasuk mengukur pola hidup beresiko pada partisipan. Kata Kunci: Alkohol, Edukasi, Sirosis Hati, Pencegahan  ABSTRACT Cirrhosis of the liver is associated with drinking alcohol, toxins, hereditary conditions, or autoimmune processes, and bacterial infections associated with the liver. This disease is characterized by fibrosing of the liver and caused by the presence of scar tissue or fibrosis. Prevention of liver disease besides alcoholism is the cleanliness of the food and drink consumed and hand hygiene. For this reason, prevention efforts through Health Education are very important. This Community Service Program (PKM) aims to identify the level of knowledge related to liver disease before and after health education related to cirrhosis of the liver in the community. The educational methods used are lectures, question and answer, and watching videos. 52 participants took part in the education and filled out pre-test and post-test questions as evaluation material. In assessing the results of the pre-test and post-test, 10 multiple-choice questions were used. Furthermore, participants' knowledge was grouped as lacking if the score reached between 10-40, sufficient if it reached the 50-70 range, and very good if it was in the 80-100 range. Results showed that the average value of the participant’s knowledge increased from 61.92 in the pre-test to 84.04 in the post-test. This shows that lectures, questions and answers and watching educational videos related to cirrhosis of the liver can increase public awareness so that they can make efforts to prevent this disease. It is hoped that in the future similar education can be carried out serially including measuring risky lifestyles in participants. Keywords: alcohol, cirrhosis, education, liver, prevention
Edukasi Hipertensi Menggunakan Media Audio Visual sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Menurunkan Tingkat Kecemasan terhadap Komplikasi di Desa Pulaulemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat Nurpratiwi Nurpratiwi; Mimi Amaludin; Debby Hatmalyakin; Defa Arisandi; Uti Rusdian Hidayat; Ali Akbar; Fauzan Alfikrie
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10092

Abstract

ABSTRAK         Desa pulau lemukutan memiliki mayorits masyarakat berprofesi sebagai nelayan masyarakat memanfaatkan potensi laut untuk kehidupan sehari dan peningkatan kesejahteraan yang sejalan dengan negara Indonesia sebagai negara kemaritiman. Salah satu yang paling berpengaruh masyarakat pulau lemukutan cenderung mengkonsumsi hanya hasil lautan bahkan hasil lautan yang dikeringkan seperti ikan asin yang jelas mengandung kadar garam yg tinggi yang merupakan salah satu faktor penyebab hipertensi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan dalam melakukan upaya pencegahan, mengurangi kecemasan dan meminimalkan resiko terjadinya komplikasi dari hipertensi. Metode palaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah Edukasi menggunakan media audio visual dapat meningkatkan pengetahuan dan menurunkan tingkat kecemasan pada penderita hipertensi terhadap komplikasi. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan data sebelum diberikan edukasi hipertensi menggunakan media audio visual sebagian besar peserta memiliki pengetahuan dan kemampuan pada kategori rendah yaitu 53,3%, kategori sedang yaitu 36,6% dan kategori tinggi yaitu 10%. Sedangkan setelah diberikan edukasi hipertensi menggunakan media audio visual  diperoleh pengetahuan dan kemampuan pada kategori sedang yaitu 73,3% dan kategori tinggi yaitu 20 %, dan kategori rendah 6,6% serta sebelum diberikan edukasi hipertensi menggunakan media audio visual sebagian besar peserta memiliki kecemasan pada kategori sedang yaitu 43,3%, kategori ringan yaitu 40%, kategori berat yaitu 3,3% dan kategori tidak cemas 13,3%. Sedangkan setelah diberikan edukasi hipertensi menggunakan media audio visual  diperoleh kecemasan pada kategori tidak cemas yaitu 66,6%,  kategori ringan yaitu 26,6 %, dan kategori sedang 6,6%. Maka dapat disimpulkan bahwa edukasi hipertensi menggunakan media audio visual mampu meningkatkan pengetahuan, menurunkan kecemasan serta kemampuan masyarakat dalam pencegahan komplikasi dari hipertensi. Kata Kunci : Edukasi, Pengetahuan, Kecemasan, Audio visual    ABSTRACT The village of Lemukutan Island has a majority of people who work as fishermen, the community utilizes the potential of the sea for daily life and increased welfare which is in line with Indonesia as a maritime country. One of the most influential people on Lemukutan Island tends to consume only marine products, even dried marine products such as salted fish which clearly contain high levels of salt, which is one of the factors that causes hypertension. The purpose of community service is to increase awareness and ability to take preventive measures and minimize the risk of complications from the disease. The method of implementing community service is education using audio-visual media to increase knowledge and reduce anxiety levels in people with hypertension about complications. The results of community service obtained data before being given hypertension education using audio-visual media, most of the participants had knowledge and abilities in the low category, namely 53.3%, the medium category, namely 36.6%, and the high category, namely 10%. Meanwhile, after being given hypertension education using audio-visual media, knowledge and abilities were obtained in the medium category, namely 73.3% and in the high category, namely 20%, and in the low category, 6.6% and before being given hypertension education using audio-visual media, most participants had anxiety about the moderate category is 43.3%, the mild category is 40%, the severe category is 3.3% and the category is not anxious 13.3%. Meanwhile, after being given hypertension education using audio-visual media, anxiety was obtained in the non-anxious category, namely 66.6%, the mild category, namely 26.6%, and the moderate category, 6.6%. The conclusion community service explain that hypertension education using audio-visual media can increase knowledge to reduce anxiety and the community's ability to prevent complications from hypertension Keywords: Education, Knowledge, Anxiety, Audio visual
Sabun Cuci Piring dari Perasan Daun Kelor (Moringa Oleifera) sebagai Upaya Meningkatkan Efektivitas dan Peluang Wirausaha Masyarakat Desa Bendiljati Wetan Amalia Eka; Afidatul Muadifah; Lazufa Buyung Imama Vickda; Choirul Huda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9784

Abstract

ABSTRAK Sabun adalah bahan yang digunakan untuk mencuci, baik pakaian, perabotan, badan, dan lain- lain yang terbuat dari campuran alkali (natrium atau kalium hidroksida), dan trigliserida dari asam lemak rantai karbon C16. Daun kelor yang berpotensi sebagai antioksidan, antibakteri karena di dalamnya terkandung berbagai jenis vitamin (A, C, E, K, B1, B2, B3, B6), flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid. Tujuan kegiatan penyuluhan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan tentang pembuatan sabun cuci piring cair sekaligus untuk membantu mengurangi pengeluaran masyarakat untuk pembelian sabun dengan harga yang mahal. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat desa Bendiljati Wetan dalam pembuatan sabun cuci piring. Mitra mengetahui pentingnya daun kelor sebagai sabun cuci piring, diperoleh dari survey sebelum dan sesudah dilaksanakan pembelajaran. M itra dapat membuat dan menegetahui tentang sabun cuci piring daun kelor yang dapat dibuat dan digunakan di rumah. Kata Kunci: Daun Kelor, Antibakteri, Sabun Cuci Piring  ABSTRACT Soap is a substance used for washing, both clothing, furniture, body, and others, which is made from a mixture of alkali (sodium or potassium hydroxide), and triglycerides from C16 carbon chain fatty acids. Moringa leaves have the potential as antioxidants, antibacterial because they contain various types of vitamins (A, C, E, K, B1, B2, B3, B6), flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, and terpenoids. The purpose of this extension activity is to provide knowledge and training on making liquid dishwashing soap as well as to help reduce public spending on purchasing soap at high prices. The activities carried out are in the form of outreach and empowerment of the Bendiljati Wetan village community in making dish soap. Partners know the importance of Moringa leaves as dish soap, obtained from surveys before and after learning is carried out. Partners can make and find out about moringa dish soap that can be made and used at home. Keywords: Moringa Leaves, Antibacterial, Dish Soap
Peningkatan Wawasan dengan Edukasi Tentang Bahaya Asap Rokok pada Remaja di RW 03 Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota Udin Rosidin; Umar Sumarna; Iwan Sholahhudin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10039

Abstract

ABSTRAK Kebiasaan merokok banyak menimbulkan dampak negatif bagi remaja, baik dari segi kesehatan, ekonomi, psikologi. Jika kegiatan merokok dilakukan di lingkungan dapat menyebabkan peningkatan jumlah perokok pasif yang memiliki dampak atau efek yang lebih berbahaya dibandingkan dengan perokok aktif karena bahan kimia yang dihirup tanpa filter oleh perokok pasif. Penting bagi orang tua yang memiliki anak remaja untuk memberikan pengertian dan contoh yang baik bagi remaja untuk tidak melakukan kegiatan merokok. Keluarga berpartisipasi dalam pencegahan merokok pada anggota keluarganya. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya asap rokok bagi kesehatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi serta tanya jawab. Hasil yang dicapai setelah dilakukan penyuluhan kesehatan melalui penyuluhan kesehatan, para peserta dapat mengetahui dan memahami tentang bahaya asap rokok bagi kesehatan. Kesimpulan Terdapat peningkatan pengetahuan tentang bahaya asap rokok bagi kesehatan sebesar 49 poin. Kata Kunci: Bahaya, Asap Rokok, Kesehatan, Remaja                                       ABSTRACT Smoking habits have many negative impacts on adolescents, both in terms of health, economy, psychology. If smoking activities are carried out in the environment, it can cause an increase in the number of passive smokers which have a more dangerous impact or effect compared to active smokers because of the chemicals inhaled without a filter by passive smokers. It is important for parents who have teenage children to provide understanding and a good example for teenagers not to engage in smoking activities. Families participate in smoking prevention in their family members. This activity aims to increase public knowledge about the dangers of cigarette smoke to health. The method used in this activity is lecture and discussion and question and answer. The results achieved after conducting health counseling through health counseling, the participants can know and understand about the dangers of cigarette smoke to health. Conclusion There was an increase in knowledge about the dangers of cigarette smoke to health by 49 points. Keywords: Danger, Cigarette Smoke, Health, Adolescents
Pelatihan Brisk Walking Exercise untuk Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas pada Pasien Lansia Hipertensi dan Diabetes Melitus di Genuk Indah, Kota Semarang Muhammad Saugi Abduh; Retno Widyastuti; Muhammad Rizki Triono
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9396

Abstract

ABSTRAK Hipertensi dan Diabetes Melitus merupakan penyakit pada lansia yang memiliki prevalensi yang cukup tinggi secara nasional dan juga di Jawa Tengah. Dampak dari tingginya hipertensi dan diabetes melitus pada lansia memicu komplikasi seperti penyakit jantung, stroke yang akan meningkatkan mortalitas dan morbiditas. Olahraga atau exercise pada lansia salah satunya Brisk Walking Exercise. Brisk walking exercise atau berjalan cepat berdampak pada penurunan risiko mortalitas dan morbiditas. Pengetahuan mengenai Brisk Walking Exercise pada pasien Lansia dengan Hipertensi dan Diabetes Melitus masih belum banyak dimengerti. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan Brisk Walking Exercise pasien Lansia Hipertensi dan Diabetes Melitus di Genuk Indah, Kota Semarang. penyuluhan dan pelatihan kepada bapak dan ibu pasien Lansia Hipertensi dan Diabetes Melitus, tanya jawab, dan konsultasi kesehatan. Penyuluhan dengan menggunakan flyer brosur dan gambar yang menarik sasaran. Didapatkan peningkatan pemahaman mengenai Brisk Walking Exercise sebanyak 30% dari audiens. Pada akhir kegiatan ini, para audiens peserta kegaitan telah mengalami peningkatan pengetahuan dan kemampuan mengenai Brisk Walking Exercise yang berperan untuk menurunkan mortalitas dan morbiditas Hipertensi dan Diabetes Melitus Kata Kunci: Brisk Walking Exercise, Hipertensi, Diabetes Melitus.  ABSTRACT Hypertension and Diabetes Mellitus are diseases in the elderly whose prevalence is quite high nationally and also in Central Java. The impact of high hypertension and diabetes mellitus in the elderly triggers complications such as heart disease, stroke which will increase mortality and morbidity. One of the exercise for the elderly is the Brisk Walking Exercise. Brisk walking or fast walking exercises have an impact on reducing the risk of mortality and morbidity. Knowledge about brisk walking exercises in elderly patients with hypertension and diabetes mellitus is still not widely understood. To increase knowledge and ability to do the Brisk Walking Exercise for Elderly Hypertension and Diabetes Mellitus patients at Genuk Indah, Semarang City. The method used is counseling to audience of elderly patients with hypertension and diabetes mellitus, questions and answers, and health consultations. There was an increase in understanding of the Brisk Walking Exercise by 30% of the audience. At the end of this activity, the audience participating in the activity had an increase in knowledge and ability regarding Brisk Walking Exercise which plays a role in reducing mortality and morbidity in Hypertension and Diabetes Mellitus. Keywords: Brisk Walking Exercise, Hypertension, Diabetes Mellitus
Peningkatan Kemampuan Literasi Keuangan pada siswa SMP dan SMA melalui pembelajaran Business Model Canvas dengan Metode Mentoring. Lexi Pranata Budidharmanto; Thomas Stefanus Kaihatu; Karina Enny Agustina; Kezia Victory Purwadi; Ellen Lawrencia Yahya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.9989

Abstract

ABSTRAK Literasi dan Inklusi keuangan di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya, kendati begitu terdapat perbedaan yang cukup tinggi antara tingkat inklusi dan literasi masyarakat di Indonesia. Data tingkat literasi keuangan untuk tingkat pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mencapai 52,88% dan 46,61%, sementara inklusi keuangan mencapai 90,46% dan 80,61%. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki akses keuangan namun belum paham mengenai fungsi dan resikonya. Menghadapi fenomena ini, muncul pemahaman akan pentingnya literasi keuangan sejak dini. Universitas Ciputra Surabaya bekerja sama dengan SMA Kristen Gloria 2 Surabaya dan SMP Happy Family School Surabaya mendukung adanya pembelajaran literasi keuangan di lingkungan sekolah. Metode pembelajaran yang digunakan pada pelatihan literasi keuangan ini adalah pendampingan yang menitikberatkan pada proses mentoring yang dilaksanakan oleh mahasiswa. Adapun materi yang digunakan untuk mengajarkan literasi keuangan adalah Business Model Canvas dengan luaran tugas berupa worksheet hasil ideasinya. Metode penelitian dilakukan melalui uji coba terbatas dengan mengadaptasi model penelitian tindakan kelas. Sedangkan data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif. Pengambilan data peningkatan kemampuan siswa diukur melalui pre-test, mid-test, dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan pada siswa SMA sebesar 68%, dan pada siswa SMP sebesar 33%. Peningkatan hasil ini memberikan kesimpulan bahwa materi Business Model Canvas dapat digunakan untuk mengajarkan literasi keuangan pada siswa SMP dan SMA, dan metode mentoring terbukti efektif meningkatkan kemampuan pembelajaran siswa mengenai literasi keuangan. Kata Kunci: Keuangan, Business, Model, Canvas, Mentoring  ABSTRACT Financial literacy and inclusion index in Indonesia is increasing every year. However, there was a gap between the inclusion and literacy levels, data on financial literacy levels for senior high school (SMA) and junior high school (SMP) levels reached 52.88% and 46.61%, while financial inclusion reached 90.46% and 80.61%. These data showed that the students had financial access, but did not understand its functions and risks. Facing this phenomenon, it is important to educate students about financial literacy from an early age. Ciputra University Surabaya in collaboration with SMA Kristen Gloria 2 Surabaya and SMP Happy Family School Surabaya, supported financial literacy learning in the school environment. The learning method used in this financial literacy training was mentoring, which focuses on the mentoring process carried out by college students. The material used to teach financial literacy was the Business Model Canvas with the output of the task in a form of Business Model Canvas worksheet based on the student’s ideations.mThe research method was carried out through limited trials by adapting the classroom action research model. The data collected was quantitative data. Data collection on students' ability improvement was measured through pre-test, mid-test, and post-test. The results showed that there was an increase in the ability of high school students by 68%, and in junior high school students by 33%. This increase concluded that the Business Model Canvas material can be used to teach financial literacy to junior and senior high school students, and the mentoring method has proven effective in increasing students' learning abilities regarding financial literacy. Keywords: Business, Canvas, Financial, Mentoring, Model
Edukasi Terapi Relaksasi Otot Progresif pada Lansia dengan Hipertensi di RW 04 Kelurahan Karya Baru Kurniawaty Kurniawaty; Widya Arisandy; Khoirin Khoirin; Susanti Delina; Neng Annis Fathia; Sunarmi Sunarmi; Nopianti Nopianti; Suherwin Suherwin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.9542

Abstract

ABSTRAK Hipertensi salah satu penyakit yang tidak menular dan faktor resiko yang paling konsisten pemicu stroke. Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal. Hipertensi ini masih merupakan masalah besar di Indonesia karena tingkat prevalensi yang terus meningkat. Salah satu penanganan non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah adalah terapi relaksasi otot progresif.Relaksasi otot progresif merupakan salah satu bentuk terapi berupa pemberian instruksi kepada seseorang dalam bentuk gerakan gerakan yang tersusun secara sistematis untuk merileksasikan pikiran dan anggota tubuh seperti otot-otot dan mengembalikan kondisi dari keadaan tegang ke keadaan rileks, normal dan terkontrol, mulai dari gerakan tangan sampai kepada gerakan kaki. Untuk memperkenalkan terapi relaksasi otot progresif bagi lansia dengan hipertensi agar dapat melakukan terapi relaksasi secara mandiri dirumah untuk menurunkan tekanan darah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini memberikan edukasi tentang hipertensi dan terapi relaksasi otot progresif. Adapun penyampaian materi dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan simulasi. Sasaran kegiatan in adalah warga RW 04 Kelurahan karya baru yang menderita hipertensi sebanyak 20 orang. Kuesioner pre-test dan post-test diberikan untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Adanya peningkatan pengetahuan lansia sebanyak 80% pada kategorik baik dan terampil dalam melakukan terapi relaksasi otot progresif. Lansia dapat berperan aktif dalam menyampaikan pengetahuan yang telah didapat kepada masyarakat mengenai terapi relaksasi otot progresif sebagai salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Kata Kunci: Terapi Relaksasi Otot Progresif, Hipertensi, Lansia  ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease and the most consistent risk factor for stroke. Hypertension is a condition in which a person experiences an increase in blood pressure above normal. Hypertension is still a big problem in Indonesia because the prevalence rate continues to increase. One of the non-pharmacological treatments for lowering blood pressure is progressive muscle relaxation therapy. Progressive muscle relaxation is a form of therapy in the form of giving instructions to someone in the form of systematically arranged movements to relax the mind and limbs such as muscles and restore the condition of a tense state to a relaxed, normal and controlled state, from hand movements to foot movements. To introduce progressive muscle relaxation therapy for the elderly with hypertension so they can do relaxation therapy independently at home to lower blood pressure. The method used in this activity provides education about hypertension and progressive muscle relaxation therapy. The delivery of material using lecture methods, question and answer, demonstrations and simulations. The target of this activity is 20 residents of RW 04 Kelurahan Karya Baru who suffer from hypertension. Pre-test and post-test questionnaires were given to evaluate the increase in participants' knowledge. There is an increase in the knowledge of the elderly by 80% in the good category and skilled in performing progressive muscle relaxation therapy. The elderly can play an active role in conveying the knowledge they have gained to the public regarding progressive muscle relaxation therapy as a way to reduce blood pressure in hypertension sufferers. Keywords: Progressive Muscle Relaxation Therapy, Hypertension, Elderly
Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan dalam Upaya Skrining dan Pencegahan Penyakit Kronis di Wilayah Kabupaten Bandung Titis Kurniawan; Hasniatisari Harun; Nursiswati Nursiswati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10108

Abstract

ABSTRAK  Penyakit kronik adalah masalah kesehatan global yang serius, termasuk di Indonesia. Upaya pencegahan dengan optimalisasi peran kader di Posbindu dalam skrining merupakan strategi penting dalam pencegahan penyakit kronik. Meski demikian, dalam tataran praktik peran kader kesehatan lebih berorientasi pengelolaan dan belum mencakup program pencegahan. Program Pengabdian pada Masyarakat ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas kader Posbindu dalam peranannya menjalankan program skrining penyakit kronik di masyarakat. Kegiatan dijalankan di Desa Banjaran, Kec. Banjaran, Kab. Bandung. Program PPM dimulai penyampaian materi terkait penyakit kronis, materi skrining tingkat risiko penyakit kronis dan pencegahannya serta materi terkait peran kader. Pengetahuan kader dicek menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Sebanyak 88 kader Kesehatan terlibat dalam kegiatan. Pengetahuan kader terkait penyakit kronik, faktor risiko dan pencegahanya menunjukkan adanya peningkatan sebesar 15% (rerata jawaban benar pre-test 6,03 vs. post-test 7,5). Kegiatan PPM ini efektif meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kader kesehatan di Wilayah Banjaran dalam pengenalan dan skrining tingkat risiko penyakit kronik. Selain itu, penting bagi kader menerapkan program skrining di Posbindu sebagai upaya pengenalan dan monitoring faktor risiko penyakit kronik baik yang ada pada dirinya, peserta Posbindu, maupun masyarakat luas. Kata Kunci: Penyakit Kronik, Kader, Posbindu, Skrining, Upgrading  ABSTRACT Chronic disease is a serious global health problem, including in Indonesia. Prevention efforts by optimizing the role of Posbindu cadres for screening and early detection are important strategies in preventing chronic diseases. However, at the practical level, the role of health cadres is more management oriented and does not include prevention programs. This community service program aimed to improve health cadres’ capacity for screening and early detection of chronic diseases in programs the community. It was conducted in Banjaran Village, Banjaran Sub-District, Bandung regency. Apart from participating in Posbindu activities, the team also conducted upgrading program covering health education on chronic disease, its’ prevention and the role of cadres. Knowledge of cadres was checked using pre and post-test questionnaires. A total of 88 health cadres in the area were involved in an upgrading activity. The knowledge of cadres regarding chronic diseases, risk factors and their prevention showed an increase of 15% (mean pre-test correct answers 6, 03 vs. post-test 7.5). This program effectively improves the health cadres’ knowledge and capacity in recognizing and detecting the risk level of chronic disease, particularly DMT2. Additionally, it is important for the cadres to implement screening and early detection programs at Posbindu as an effort to identify and monitor risk factors for chronic disease both in themselves, Posbindu participants, and the wider community. Keywords: Chronic Disease, Cadres, Posbindu, Screening, Upgradin

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue