cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Edukasi Pencegehan Bullying pada Anak Sekolah Dasar di Kabupaten Bandung Adelse Prima Mulya; Budi Sujatmiko; Siti Mutia Kosassy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.9667

Abstract

ABSTRAK Perilaku bullying sangat mengganggu dan mempengaruhi Kesehatan anak, khususnya perilaku bullying yang ada di sekolah. Tujuan pengabdian ini adalah untuk Melakukan edukasi Kesehatan terkait pencegahan bullying pada anak sekolah di Desa Melatiwangi. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) dilakukan dengan metode penyuluhan kesehatan tentang Edukasi Pencegahan Bullying di Kalangan Anak Sekolah di Desa Melatiwangi. Peserta dalam kegiatan ini adalah anak SDN 1,2, dan 3 Cinangka dengan jumlah 146 siswa.  kegiatan penyuluhan diawali dengan pembukaan dilanjutkan dengan pengerjaan pre-test, penyampaian materi, pengerjaan post-test, games, pembagian hadiah, dokumentasi, dan penutupan. Kegiatan berlangsung dari pukul 10.00 hingga 11.30 WIB. Penyuluhan  kedua dilakukan pada tanggal 24 Januari 2023 di SD Cinangka 2 dan 3 untuk siswa/i kelas 6, rincian kegiatan yang dilaksanakan berupa pembukaan dilanjutkan dengan pengerjaan pre-test, penyampaian materi, pengerjaan post-test, games, pembagian hadiah, dokumentasi, dan penutupan. Hasil pre test dan post test dilakukan didapatkan nilai signifikansi < 0.05. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan pada pre test dan post test anak sekolah yang mengikuti edukasi kesehatan pencegahan bullying. Diharapkan dengan peningkatan pengetahuan yang bertahap ini akan menambah wawasan anak sekolah, sehingga dapat mencegah perilaku bullying di Sekolah. Selain itu, peran sekolah, orang tua, masyarakat dan pemerintah terkait sangat dibutuhkan untuk memantau perilaku anak sekolah supaya senantiasa terjaga dari perbuatan bully baik di sekolah maupun di rumah atau di lingkungannya. Kata Kunci: Anak Sekolah, Bullying, Edukasi Kesehatan  ABSTRACT Bullying is disturbing and affects children's health, especially bullying behaviour in schools. Purpose this research to conduct health education on preventing bullying among Melatiwangi Village schoolchildren. Community Service (PPM) activities were implemented using the health education method of Bullying Prevention Education among School Children in Melatiwangi Village. Participants in this activity were children of SDN 1, 2 and 3 Cinangka, with 146 students. Counselling activities begin with the opening, followed by pre-test work, material delivery, post-test work, games, prize distribution, documentation, and closing. The activity took place from 10.00 to 11.30 WIB. The second counselling was held on January 24, 2023, at SD Cinangka 2 and 3 for grade 6 students, details of the activities carried out in the form of opening followed by pre-test work, material delivery, post-test work, games, prize distribution, documentation, and closing. The results of the pre-test and post-test were carried out to obtain a significance value <0.05. This shows differences in knowledge in the pre-test and post-test of school children who participate in health education on bullying prevention. It is hoped that this gradual increase in knowledge will add insight to school children to prevent bullying behaviour in schools. In addition, the role of schools, parents, community and the related government is urgently needed to monitor the behaviour of school children so that they are always protected from bullying at school and home or in their environment. Keywords: School Child, Bullying, Health Education
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Kiaracondong Bandung Udin Rosidin; Nina Sumarni; Iwan Shalahuddin; Dadang Purnama
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10115

Abstract

ABSTRAK Penyakit COVID-19 adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Pada kasus COVID-19 yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal dan bahkan kematian. Kondisi tersebut menjadi acuan masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan serta mematuhi protokol kesehatan. Namun kenyataan di lapangan masih banyak masyarakat yang belum melaksanakan protokol kesehatan COVID-19 secara maksimal. Masih banyak masyarakat yang melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah COVID-19 karena alasanan takut dirazia. Hal tersebut dimungkinkan karena pengetahuan masyarakat tentang pencegahan COVID-19 masih belum merata. Melihat kondisi tersebut berakibat pada jumlah kasus teridentifikasi Covid 19 terus meningkat diberbagai daerah termasuk di Kelurahan Babakan Sari wilayah kerja Puskesmas Kiara Condong Bandung. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pencegahan COVID-19 di Wilayah kerja Puskesmas Kiara Condong. Rancangan kegiatannya adalah melakukan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan COVID-19. Hasil kegiatan menunjukan rata-rata nilai pengetahuan sebelum dilaksanakan kegiatan sebesar 76,8 dan rata-rata nilai pengetahuan setelah dilaksanakan kegiatan sebesar 98,2. Ada peningkatan rata-rata nilai pengetahuan sebesar 21,4 point. Diharapkan setelah selesai pandemi COVID-19 akan menjadi program keberlanjutan masyarakat sebagai upaya promotif dan preventif terhadap pencegahan COVID-19 secara mandiri. Kata Kunci: Pengetahuan, Pemberdayaan Masyarakat, Pencegahan COVID-19  ABSTRACT COVID-19 disease is a new type of disease that has never been identified before in humans. In severe cases of COVID-19 it can cause pneumonia, acute respiratory syndrome, kidney failure and even death. This condition is a reference for the community to make prevention efforts and comply with health protocols that have been determined by the government. However, the reality on the ground is that there are still many people who have not fully implemented the COVID-19 health protocol. There are still many people who implement health protocols to prevent COVID-19 for fear of being raided. This is possible because public knowledge about COVID-19 prevention is still uneven. Seeing these conditions has resulted in the number of identified cases of Covid 19 continuing to increase in various regions, including in the Babakan Sari Village, the work area of the Kiara Condong Health Center, Bandung. The purpose of this activity is expected to be able to increase public knowledge in preventing COVID-19 in the working area of the Kiara Condong Health Center. The design of the activity is to empower the community in preventing COVID-19. The results of the activity show that the average value of knowledge before carrying out activities is 76.8 and the average value of knowledge after carrying out activities is 98.2. There is an average increase in the value of knowledge of 21.4 points. It is hoped that after the COVID-19 pandemic is over, it will become a community sustainability program as a promotive and preventive effort to prevent COVID-19 independently. Keywords: Knowledge, Community Empowerment, Prevention of COVID-19
Optimalisasi Kader Posyandu Aster dalam Pencegahan Stunting di RW 02 Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru Rizka Febtrina; Gita Adelia; Dendy Kharisna; Mariska Dita Pratiwi; Helsa Muthia Angesti; Dewi Marsela; Adeliana Adeliana; Adila Amelia Putri; Paquita Jafier Herrin; Chintia Anisa Rahmadhani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10072

Abstract

ABSTRAK World Health Organization (WHO) telah mengusulkan target global  penurunan kejadian stunting pada Balita sebesar 40% pada tahun 2025, Namun Angka kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru tahun 2022 terus mengalami peningkatan. Melakukan pengabdian masyarakat berupa optimalisasi pencegahan stunting pada Kader Posyandu di RW 02 Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Melakukan FGD dengan Kader Posyandu Aster di RW 02 Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Desember 2022. FGD didapatkan masih ditemukan balita stunting di Posyandu Aster dan dilakukan langkah pencegahan berupa pemberian edukasi pada kader dan pembuatan mading stunting di Posyandu Aster. Kegiatan ini berjalan lancar dan dapat diterapkan pada POSYANDU lainnya. PUSKESMAS harus melakukan pemantauan dan berkelanjutan terhadap kelompok sasaran untuk keberlanjutan program. Kata Kunci: Stunting, Edukasi, Kader  ABSTRACT By 2025, the World Health Organization (WHO) wants to see a 40% decrease in the prevalence of stunting in children under five. However, in 2022, there were more stunting incidents at the Rejosari Health Center's working region in Pekanbaru City. Optimizing stunting prevention for Posyandu Cadres in RW 02 Rejosari Village, Tenayan Raya District, Pekanbaru City, Riau Province is the purpose of this act of community service. Using FGDs with Aster Posyandu Cadres in Tenayan Raya District, RW 02, Rejosari Village, Pekanbaru City, Riau Province. This action took place in December 2022. FGD revealed that stunting toddlers were still present at Aster Posyandu; hence, preventive interventions such as education were implemented. This activity went well and can be applied to other POSYANDU. Community Health Centers must carry out ongoing and monitoring of the target group for program sustainability. Keywords: Stunting, Education, Cadres
Optimalisasi Peran Kader Kesehatan dalam Upaya Pencegahan Stunting dan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Pada Balita di Desa Linggar Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung Sri Hendrawati; Henny Suzana Mediani; Nenden Nur Asriyani Maryam
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9708

Abstract

ABSTRAK Angka kejadian stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Selain itu cakupan deteksi dini tumbuh kembang balita juga masih jauh dibawah target yang ditetapkan yaitu 90%. Upaya pencegahan stunting dan stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK) yang dilakukan di Posyandu belum optimal. Untuk deteksi tumbuh kembang, di posyandu hanya dilakukan penimbangan dan pengukuran tinggi badan saja. Kader kesehatan belum mampu melakukan deteksi dini dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang balita secara komprehensif. Melalui kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM), tim pelaksana PPM melakukan pemberdayaan terhadap kader kesehatan di Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung mengenai upaya pencegahan stunting dan SDIDTK pada balita dengan tujuan untuk membantu kader kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kewaspadaan terjadinya stunting dan deteksi dini tumbuh kembang pada balita serta bagaimana cara menanggulangi dan mengatasinya. Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah kader kesehatan sejumlah 30 orang. Metode kegiatan ini dilakukan melalui tahapan identifikasi/ pengkajian; penetapan masalah; pelaksanaan kegiatan dengan ceramah, simulasi, diskusi, dan praktikum; evaluasi dan pendampingan; dan rencana tindak lanjut. Pengukuran pengetahuan pada kegiatan ini diperoleh menggunakan kuesioner pretest dan posttest, sedangkan pengukuran kemampuan psikomotor berdasarkan lembar cheklist observasi. Data dianalisis dengan distribusi frekuensi, nilai mean, dan dependent t-test. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata skor pengetahuan kader sebelum 65,82 (SD = 12,39) dan setelah 84,23 (SD = 11,51) kegiatan pemberdayaan, dengan rata-rata peningkatan skor 18,41 (SD = 12,94) (p=0,000; α=0,05). Pada kemampuan psikomotor kader kesehatan menunjukkan peningkatan yang signifikan setelah dilakukan kegiatan. Melalui kegiatan ini pengetahuan dan kemampuan kader kesehatan dapat meningkat dalam upaya pencegahan stunting dan SDIDTK pada balita. Hasil kegiatan ini merekomendasikan perlunya rencana tindak lanjut yaitu pencegahan stunting dan SDIDTK pada balita oleh kader kesehatan yang sudah dilatih dan dilakukan evaluasi secara berkelanjutan bekerjasama dengan puskesmas sekitar. Kata Kunci: Balita, Kader Kesehatan, Pencegahan, Stunting, Tumbuh KembangABSTRACT The incidence of stunting in Indonesia is still quite high. In addition, the coverage of early detection of toddler growth and development is still far below the set target of 90%. Efforts to prevent and stimulate, detect, and early intervention for growth and development at posyandu have yet to be optimal. For growth and development detection, at posyandu, only weighing and measuring height are carried out. Health cadres have yet to comprehensively carry out early detection and intervention of deviations in the growth and development of toddlers. Through Community Service activities, the team empowered health cadres in Linggar Village, Rancaekek District, Bandung Regency, regarding efforts to prevent stunting and stimulate, detect, and early intervention for growth and development in toddlers to assist health cadres in increasing knowledge, understanding, and awareness of the occurrence stunting and early detection of growth and development in toddlers and how to overcome it. The target audience for this activity is 30 health cadres. This activity is carried out through the stages of identification/assessment; problem determination; implementation of activities with lectures, simulations, discussions, and practicum; evaluation and assistance; and follow-up plans. Measurement of knowledge in this activity was measured using a pretest and posttest questionnaire, while psychomotor abilities were measured on observation checklist sheet. Data were analyzed by frequency distribution, mean value, and dependent t-test. The results of the activity showed that there was a difference in the average knowledge score of cadres before 65.82 (SD = 12.39) and after 84.23 (SD = 11.51) empowerment activities, with an average score increase of 18.41 (SD = 12 .94) (p=0.000; α=0.05). The psychomotor abilities of health cadres showed a significant increase after the activity was carried out. Through this activity, the knowledge and skills of health cadres can increase efforts to prevent stunting and stimulate, detect, and early intervention for growth and development in toddlers. The results of this activity recommended the need for a follow-up plan, namely stunting prevention and stimulate, detect, and early intervention for growth and development in toddlers, by health cadres who have been trained and evaluated continuously in collaboration with the health center. Keywords: Growth and Development, Health Cadres, Prevention, Stunting, and Toddlers.
Penyuluhan Pentingnya Vitamin D untuk Kesehatan pada Pengemudi Ojek Online di Jakarta Pusparini Pusparini; Mario Mario; Lie Tanu Merijanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10030

Abstract

ABSTRAK Vitamin D merupakan vitamin yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Indonesia merupakan negara dengan sumber sinar matahari yang sangat berlimpah, namun defisiensi vitamin D yang diderita oleh sebagian penduduknya cukup mengkhawatirkan. Banyak faktor yang menjadi penyebab kondisi defisiensi tersebut, salah satunya adalah pengetahuan yang rendah mengenai sumber dan pentingnya vitamin D untuk kesehatan. Sasaran untuk pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah pengemudi ojek online (ojol). Tujuan dari PkM ini adalah meningkatkan pengetahuan pengemudi ojol mengenai sumber dan pentingnya vitamin D untuk  kesehatan. Peserta yang hadir pada kegiatan ini berjumlah 30 orang pengemudi ojol di Jakarta. Dilakukan tes sebelum dan sesudah penyuluhan mengenai materi. Edukasi yang disampaikan memperlihatkan bahwa pengetahuan pengemudi ojol di Jakarta mengenai vitamin D masih rendah dan meningkat pasca dilakukan penyuluhan.  Diperlukan edukasi berkelanjutan pada pengemudi ojol mengenai vitamin D untuk kesehatan. Kata Kunci: Pengetahuan, Ojek Online, Sinar Matahari  Vitamin D  ABSTRACT Vitamin D was the very needed vitamin in human body. Indonesia was the country with  sunshine abundant throughout the year, but vitamin D deficient suffered by the inhabitants quite worrying. Many factors caused the deficient condition, one of them was poor knowledge about resource and importance of vitamin D for health. Target for this community service was online driver. The purpose of this community service was to improve knowledge of online driver about vitamin D for health. Thirty participant attended this activity. We did pre and post test about learning material. The result of this community service showed that there was poor knowlegde about vitamin D and increasing knowledge after presentation. Further education needed for online driver about vitamin D for health. Keywords:  Knowledge, Online Driver, Sunshine, Vitamin D
Pemberdayaan Kader dalam Upaya Pencegahan dan Pengenalan Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) Siti Ulfah Rifa&#039;atul Fitri; Khoirunnisa Khoirunnisa; Taty Hernawaty; Hasniatisari Harun
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.9835

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyakit yang tidak disebabkan oleh infeksi dan secara umum disebabkan oleh faktor-faktor seperti gaya hidup yang tidak sehat, factor genetik, lingkungan, dan factor social ekonomi. PTM bersifat kronis, tidak dapat ditularkan kepada orang lain dan dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Sebagian masyarakat masih belum mengenal faktor resiko dan pencegahan PTM sehingga angka kejadian PTM masih sangat tinggi tiap tahunnya di Indonesia. Upaya pencegahan dan pengendalian PTM ini sangat penting dilakukan untuk mempromosikan kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan untuk membantu memberdayakan kader dalam upaya pencegahan dan pengenalan factor resiko penyakit tidak menular melalui kegiatan pendidikan kesehatan. Jumlah peserta yang hadir dalam pendidikan kesehatan ini berjumlah 39 partisipan, namun yang berhasil mengisi kuesioner berjumlah 33 partisipan. Metode yang dilakukan berupa penyuluhan dalam bentuk talkshow yang diselingi dengan demonstrasi deteksi dini kanker payudara. Selain itu juga para partisipan mengisi pre-test dan post-test untuk mengevaluasi pengetahuan dan pemahaman peserta sebelum dan setelah diberikannya pendidikan kesehatan. Data demografi partisipan menunjukan bahwa peserta terdiri dari kader sebanyak 22 partisipan (66,7%) dan PKK sebanyak 11 partisipan (33.3%). Partisipan yang memiliki pengalaman keikutsertaan dalam pelatihan sebanyak 21 partisipan (63.6%) dan pengalaman memberikan penyuluhan hanya 9 partisipan (27,3%). Terdapat peningkatan pengetahuan yang siginifikan setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai penyakit tidak menular kepada para partisipan (α=.006). Dengan demikian, kader dapat berperan aktif dalam memberdayakan perannya di masyarakat untuk menginformasikan mengenai pencegahan dan pengenalan fator resiko penyakit tidak menular. Kata Kunci: Penyakit Tidak Menular, Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Kader  ABSTRACT Non-communicable diseases (NCDs) are diseases that are not caused by infections and are generally caused by factors such as unhealthy lifestyles, genetic factors, environment, and socio-economic factors. NCDs are chronic, cannot be transmitted to others, and can last for a long time. Some people still do not know the risk factors and prevention of NCDs, resulting in a very high incidence of NCDs every year in Indonesia. Efforts to prevent and control NCDs are very important in promoting health and improving the quality of life of the community. Therefore, this community service activity aims to help empower cadres in the prevention and identification of risk factors for non-communicable diseases through health education activities. The number of participants who attended this health education was 39 participants, but only 33 participants were able to fill out the questionnaire. The method used was counseling in the form of a talk show that was interspersed with early detection of breast cancer demonstrations. In addition, participants filled out pre-tests and post-tests to evaluate the knowledge and understanding of participants before and after the health education was provided. The demographic data of the participants showed that there were 22 cadres (66.7%) and 11 PKK members (33.3%). Participants who had experience attending training were 21 participants (63.6%), and only 9 participants had experience providing counseling. There was a significant increase in knowledge after providing health education on non-communicable diseases to the participants (α=.006). Thus, health volunteers can play an active role in empowering their role in the community to inform about the prevention and identification of risk factors for non-communicable diseases. Keywords : Non-Communicable Diseases (NCDs), Health Education, Knowledge, and Health Volunteers
Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan Ali Akbar; Nurpratiwi Nurpratiwi; Mimi Amaludin; Uti Rusdian Hidayat; Fauzan Alfikrie; Debby Hatmalyakin; Defa Arisandi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10204

Abstract

ABSTRAK Krisis kesehatan sering kali menyebabkan adanya korban luka/sakit hingga timbulnya korban jiwa. Hal ini memerlukan respon yang cepat dan tanggap sebagai upaya penanggulangan awal mulai dari fase pra, darurat dan pasca krisis kesehatan. Tujuan PKM INI adalah meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sebagai bentukupaya penanggulangan krisis kesehatan yang terjadi di Desa Pulau Lemukutan. Adapun metode palaksanaan yang digunakan adalah pemberian penyuluhan kesehatan terkait krisis kesehatan mulai dari fase pra, darurat dan pasca krisis Kesehatan.Peserta diukur pengetahuannya sebelum & sesudah diberikan penyuluhan Kesehatan menggunakan kuesioner. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan pengetahuan masyarakat sebelum diberikan penyuluhan kesehatan kategori rendah 66,7%, sedang 26,6% dan tinggi 0,67% sedangkan etelah diberikan penyuluhan kesehtan meningkat dengan kategori pengetahuan tinggi 76,6% dan sedang 23,3%. Dari hasil diatas, maka disimpulkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman `signifikan pada masyarakat setelah diberikan penyuluhan terkait krisis kesehatan. Krisis kesehatan yang terjadi pada daerah pesisir pantai dapat berupa gelombang tinggi disertai dengan angin kencang. Dampak dari krisis kesehatan tersebut bisa saja menyebabkan adanya kesakitan, kecacatan dan kematian. Namun dengan mengetahui bagaimana penanggulangan krisis kesehatan tersebut maka dapat meminimalisir dampak yang terjadi.  Kata Kunci: Krisis Kesehatan, Penanggulangan, Penyuluhan Kesehatan  ABSTRACT Health crises often cause injuries/illnesses to fatalities. This requires a rapid and responsive response as an initial response starting from the pre, emergency and post-crisis phases of health. The purpose of community service is to increase community preparedness in efforts to overcome the health crisis that occurred in Pulau Lemukutan Village. The implementation method used is the provision of health counseling related to health crises starting from the pre, emergency and post-crisis phases of health. Participants were measured for their knowledge before and after health counseling using questionnaires. The results of community service obtained community knowledge before being given health counseling in the low 66.7%, medium 26.6% and high 0.67% categories, while after being given health counseling increased with high knowledge categories of 76.6% and medium 23.3%. Judging from the results above, it can be concluded that there is a significant increase in knowledge and understanding in the community after counseling related to the health crisis. Health crises that occur in coastal areas can be in the form of high waves accompanied by strong winds. The impact of the health crisis can cause pain, disability and death. But by knowing how to overcome the health crisis, it can minimize the impact that occurs.   Keywords: Health Crisis, Countermeasures, Health Counseling
Edukasi Pencegahan Kecacingan pada Anak Sekolah Dasar Dian Puji Lestari; Deasy Erawati; Erismawati Erismawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10202

Abstract

ABSTRAK Penyakit kecacingan ini dapat menginfeksi semua umur, tetapi yang sangat rentan untuk terinfeksi yaitu pada anak balita dan usia sekolah dasar (SD) yang berusia 5 hingga 14 tahun.  Menurut Winita et al., (2012) untuk dapat memutus mata rantai kecacingan  serta menurunkan angka infeksi kecacingan di sekolah dapat dilakukan dengan memberikan informasi atau edukasi. Pemberian edukasi mengenai penyakit kecacingan dapat meningkatkan pengetahuan siswa terkait pencegahan cacingan Tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pendampingan siswa dan siswi dalam melakukan pencegahan kecacingan. Metode dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan pelatihan menggunakan media permainan dan video serta melakukan pendampingan terhadap penyakit kecacingan. Sasaran dalam pengabdian ini adalah siswa dan siswi kelas 1A dan 1B SD Inpres 36 Wasegi Indah. Setelah dilakukan penyuluhan dan pendampingan akan dievaluasi hasil edukasi yang telah diberikan dengan menggunakan kuisioner untuk mengevaluasi pengetahuan siswa dan siswi mengenai penyakit kecacingan dan pencegahannya setelah 1 minggu diberikan penyuluhan melalui media permainan dan video edukatif. Hasil pengukuran pengetahuan siswa dan siswi mengalami perubahan sebelum dan setelah diberikan penyuluhan pada kategori cukup sebanyak 5 orang (10,6%) dan kurang 42 orang 89,4%) setelah diberikan meningkat menjadi kategori baik seluruhnya atau (100%). Untuk rata-rata nilai pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan pada 12,30. Setelah diberikan penyuluhan meningkat menjadi 44,23. Kemudian untuk kemampuan keterampilan 6 langkah cuci tangan dengan benar setelah diberikan penyuluan paling banyak anak-anak dengan keterampilan dengan nilai kategori sesuai yaitu dengan melakukan cuci tangan 6 langkah secara berurutan dari langkah 1-6 berjumlah 25 orang (53%). Dengan adanya kegiatan pengabdian dengan menggunakan media bermain dan video dapat meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan siswa/siswi SD Wasegi Indah. Kata Kunci:  Pencegahan Kecacingan, Media Permainan, Video Pengetahuan  ABSTRACT          This helminthic disease can infect all ages, but those who are most susceptible to infection are toddlers and elementary school age (SD) aged 5 to 14 years. According to Winita et al., (2012) to be able to break the worm chain and reduce the number of worm infections in schools can be done by providing information or education. Providing education about helminthiasis can increase students' knowledge regarding the prevention of worms. The purpose of this training is to increase the knowledge and assistance of students in preventing worms. The method in this service is to conduct training using game and video media and provide assistance for helminthiasis. The targets in this service are class 1A and 1B students of SD Inpres 36 Wasegi Indah. After counseling and mentoring will be evaluated on the results of the education that has been given using a questionnaire to evaluate students' knowledge about helminthiasis and its prevention after 1 week of being given counseling through educational games and video media. The results of measuring the knowledge of students and female students experienced changes before and after being given counseling in the sufficient category of 5 people (10.6%) and less 42 people 89.4%) after being given it increased to a good category entirely or (100%). For the average value of knowledge before being given counseling at 12.30. After being given counseling it increased to 44.23. Then for the 6-step skill of washing hands properly after being given counseling, the most children with skills with appropriate category values are by doing 6-step hand washing sequentially from steps 1-6 totaling 25 people (53%). With the existence of community service activities using playing media and videos can increase the knowledge and skills of Wasegi Indah Elementary School students. Keywords: Prevention of Worms, Game Media, Knowledge Video
Upaya Peningkatan Pencegahan Kanker Serviks Veronica Silalahi; Yuni Kurniawaty
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9982

Abstract

ABSTRAK Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada mulut rahim (serviks) dan menjadi kanker kedua terbanyak di dunia, termasuk di Indonesia dan menjadi hal yang serius bagi kesehatan wanita. Kanker serviks disebabkan 99.7% oleh penularan virus HPV (Human Papiloma Virus) tipe 16 dan 18. Fenomena yang muncul di tempat mitra, bahwa beberapa ibu beresiko kanker serviks, dimana dari hasil kuesioner yang diberikan, ada ibu yang memiliki kebiasaan membersihkan vagina dengan sabun atau cairan pembersih, memiliki riwayat keluarga dengan diagnosa kanker, memiliki anggota keluarga perempuan yang pernah terkena kanker serviks, belum pernah melakukan pemeriksaan IVA atau Pap Smear, terpapar asap rokok. Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada 24 orang ibu-ibu dasawisma 2 RT 23 RW 04 Taman Pondok Jati Geluran Sidoarjo yang tujuannya untuk meningkatan pengetahuan responden tentang upaya pencegahan kanker serviks. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan mengenai upaya pencegahan kanker serviks, dimana sebelumnya diberikan pretest terlebih dahulu, kemudian setelah pemberian intervensi diberikan kembali posttest. Hasil yang didapatkan sebelum diberikan pendidikan kesehatan 50% pengetahuan baik, 33% pengetahuan cukup dan 17% pengetahuan kurang. Setelah diberikan pendidikan kesehatan 100% responden memiliki pengetahuan baik. Peningkatan pengetahuan tentang upaya pencegahan kanker serviks membantu para ibu untuk berperilaku sehat dan menghindari faktor resiko yang menyebabkan munculnya kanker serviks. Kata Kunci: Upaya Pencegahan, Kanker Serviks  ABSTRACT Cervical cancer is cancer that occurs in the cervix (cervical) and is the second most common cancer in the world, including in Indonesia and is a serious matter for women's health. Cervical cancer is caused 99.7% by the transmission of the HPV virus (Human Papilloma Virus) types 16 and 18. The phenomenon that appears at partners' places is that some women are at risk of cervical cancer, where from the results of the questionnaire given, some women have the habit of cleaning the vagina with soap or cleaning fluid, have a family history of cancer diagnosis, has female family members who have had cervical cancer, have never had a VIA or Pap Smear examination, been exposed to cigarette smoke. This community service was carried out to 24 women of Dasawisma 2 RT 23 RW 04 Taman Pondok Jati Geluran Sidoarjo whose aim was to increase respondents' knowledge about cervical cancer prevention efforts. This activity was carried out by providing health education regarding efforts to prevent cervical cancer, where previously a pretest was given first, then after the intervention was given a posttest again. The results obtained before being given health education were 50% good knowledge, 33% sufficient knowledge, and 17% insufficient knowledge. After being given health education 100% of respondents had good knowledge. Increased knowledge about cervical cancer prevention efforts helps women to behave healthily and avoid the risk factors that cause cervical cancer. Keywords: Prevention, Cervical Cancer
Edukasi Pemberian Jus Kulit Manggis Terhadap Kestabilan Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Khairunnisa Batubara; Elvipson Sinaga; Marta Imelda Br. Sianturi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10051

Abstract

ABSTRAK Pasien Diabetes Tipe II ditandai dengan adanya peningkatan Kadar Glukosa dalam Darah. Xanton merupakan senyawa bioaktif pada kulit buah manggis yang diperkirakan mempunyai efek antidiabetes. Studi fitokimia telah menunjukkan bahwa mereka mengandung berbagai metabolit sekunder, seperti oksigen dan terprenilasi xanthones. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Sibolangit dengan melakukan wawancara pada 10 orang penderita Diabetes Mellitus Tipe II, sebagian besar mengatakan jika kadar glukosa darah meningkat hanya meminum obat yang telah diberikan pihak Rumah Sakit dan tidak pernah mengetahui manfaat dari jus kulit manggis dapat mengatasi kestabilan kadar glukosa darah. Tujuan dari edukasi yang dilakukan adalah meningkatkan pengetahuan penderita Diabetes Mellitus Tipe II dalam pembuatan jus kulit manggis. Metode dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan pendampingan cara pembuatan jus kulit manggis secara langsung oleh pengabdi. Sasaran dalam pengabdian ini adalah penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesms Sibolangit. Setelah dilakukan penyuluhan dan pendampingan akan dievaluasi hasil edukasi yang telah diberikan dengan menggunakan kuesioner untuk mengevaluasi pengetahuan penderita Diabetes Mellitus Tipe II tentang manfaat jus kulit manggis untuk kestabilan Kadar Glukosa Darah setelah 1 minggu mengkonsumsi jus kulit manggis dan dievaluasi penurunan kadar glukosa darahnya. Hasil pengukuran pengetahuan penderita Diabetes Mellitus Tipe II sebelum dan sesudah edukasi meningkat sebesar 7,9. Kesimpulan evaluasi hasil kadar glukosa darah pasien Diabetes Tipe II mengalami penurunan yaitu rata-rata 2.00 mg/dl. Kata Kunci: Edukasi Pemberian Jus Kulit  Manggis, Pengetahuan, Kadar Glukosa Darah  ABSTRACT Type II Diabetes patients are characterized by an increase in blood glucose levels. Xanthones are bioactive compounds in mangosteen rind which are thought to have antidiabetic effects. Phytochemical studies have shown that they contain various secondary metabolites, such as oxygen and prenylated xanthones. Based on a preliminary study that was conducted in the Sibolangit Health Center Work Area by conducting interviews with 10 people with Type II Diabetes Mellitus, most said that if blood glucose levels increased, they only took the medicine that had been given by the hospital and never knew the benefits of mangosteen peel juice. stabilize blood glucose levels. The purpose of the education conducted is to increase the knowledge of Type II Diabetes Mellitus sufferers in making mangosteen rind juice. The method in this service is to provide assistance on how to make mangosteen peel juice directly by the servant. The targets in this service are people with Diabetes Mellitus Type II in the Working Area of the Sibolangit Health Center. After counseling and mentoring will be evaluated the results of the education that has been given using a questionnaire to evaluate the knowledge of Type II Diabetes Mellitus sufferers about the benefits of mangosteen peel juice for stability of blood glucose levels after 1 week of consuming mangosteen peel juice and evaluated for a decrease in blood glucose levels. The results of measuring the knowledge of people with Diabetes Mellitus Type II before and after education have increased of 7,9. The conclusion of the evaluation of the results of blood glucose levels in Type II Diabetes patients has decreased, namely an average of 2.00 mg/dl. Keywords: Education on Giving Mangosteen Peel Juice, Knowledge, Blood Glucose Levels

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue