cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Sosialisasi Vaksin Covid-19 dalam Mobilitas Internasional dan Gaya Hidup Sehat selama Pandemi terhadap Civitas Akademika SMA Al-Masoem Bandung Deasy Silvya Sari; Nursiswati Nursiswati; Anza Zahya Qeysha; Vieri Abdurrafi; Rifia Azka Nabiilah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10059

Abstract

ABSTRAK Pandemi Covid-19 menuntut seseorang menjaga imunitas dengan lebih baik, misalnya dengan vaksin dan menjaga gaya hidup sehat. Artikel ini bertujuan memaparkan kegiatan sosialisasi urgensi vaksin Covid-19, khususnya dalam mobilitas internasional, dan gaya hidup sehat di SMA Al-Masoem, Bandung. Sasaran dari kegiatan ini adalah pelajar SMA, guru, dan karyawan dengan usia di atas 16 tahun. Metode yang dilakukan adalah sosialisasi disertai cek kesehatan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah dari 102 peserta, 58 telah melakukan vaksin booster Covid-19. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah sebagian besar sasaran kegiatan telah memahami pentingnya menjaga gaya hidup sehat agar dapat bertahan dan menjalani hidup dengan baik. Kata Kunci: Vaksin Covid-19, Gaya Hidup Sehat, Mobilitas orang  ABSTRACT The Covid-19 pandemic requires people to maintain better immunity, for example with vaccines and maintaining a healthy lifestyle. This article aims to describe the socialization of the urgency of the Covid-19 vaccine, especially in international mobility, and lifestyle management at Al-Masoem High School, Bandung. The targets of this activity were high school students, teachers, and employees over the age of 16. The method used was socialization accompanied by health checks. The result of this community service activity is that out of 102 participants, 58 have gotten the Covid-19 booster vaccine. The conclusion of this community service activity is that most of the participants understand the importance of maintaining a healthy lifestyle in order to survive and live a good life. Keywords: Covid-19 Vaccine, Healthy Lifestyle, People Mobility
Pemberian Edukasi Kesehatan tentang Manfaat Asi Kolostrum pada Ibu Hamil Trimester III di Kelurahan Tamanan Kota Kediri Meirna Eka Fitriasnani; Rahma Kusuma Dewi; Dhita Kris Prasetyanti; Siti Aminah; Mayasari Putri Ardela; Nara Lintan Mega Puspita; Dewi Nur Afifi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9704

Abstract

ABSTRAK Kolostrum merupakan bagian dari ASI yang penting untuk diberikan kepada kehidupan pertama bayi karena Kolostrum mempunyai khasiat untuk membersihkan mekonium sehingga mukosa usus bayi yang baru lahir segera bersih dan siap menerima ASI. Pengetahuan dan pengalaman tentang pemberian ASI yang baik dan benar akan menunjang keberhasilan laktasi. Berdasarkan data survey pendahuluan yang diambil di lokasi pengabdian masyarakat terdapat jumlah ibu hamil keseluruhannya berjumlah 42 ibu hamil dan 16 orang diantaranya yaitu ibu hamil TM III yang masih rendah pengetahuannya mengenai pemberian ASI Kolostrum adapun beberapa dari mereka yang masih memiliki kepercayaan bahwa Kolostrum merupakan ASI yang basi dan tidak untuk diberikan kepada bayinya. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi kesehatan pada ibu hamil tentang manfaat pemberian ASI kolostrum pada bayi sehingga dapat meningkatkan pengetahuan ibu dan mampu memberikan ASI kolostrum pada bayinya. Peserta kegiatan dalam pengabdian ini adalah ibu hamil trimester tiga dan kader yang berjumlah 15 orang. Metode yang digunakan dalam pemberian edukasi ini melalui penyuluhan kepada ibu hamil trimester III tentang manfaat pemberian kolostrum pada bayi. Dari hasil pengabdian masyarakat ini diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil trimester tiga tentang ASI kolostrum setelah diberikan edukasi kesehatan. Media yang digunakan dalam pengabdian ini adalah menggunakan leaflet. Leaflet merupakan media yang praktis dan mudah dibaca dan dipahami oleh peserta. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang manfaat ASI kolostrum setelah diberikan edukasi kesehatan dengan menggunakan media leaflet.  Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, ASI Kolostrum, Ibu Hamil Trimester Tiga  ABSTRACT Colostrum is a part of breast milk which is important to be given to the baby's first life because colostrum has the property to clean meconium so that the intestinal mucosa of the newborn is immediately clean and ready to receive breast milk. Knowledge and experience about good and correct breastfeeding will support the success of lactation. Based on the preliminary survey data taken at the community service location, the total number of pregnant women was 42 pregnant women and 16 of them were TM III pregnant women who still had low knowledge about colostrum breastfeeding while some of them still had the belief that colostrum was stale breast milk. and not to be given to the baby. The purpose of this community service is to provide health education to pregnant women about the benefits of giving colostrum to their babies so that they can increase their knowledge and be able to give colostrum to their babies. Participants in this activity are pregnant women in their third trimester and 15 cadres. The method used in providing this education is through counseling to third trimester pregnant women about the benefits of giving colostrum to babies. From the results of this community service it is known that there is an increase in third trimester pregnant women's knowledge about colostrum breastfeeding after being given health education. The media used in this service is using leaflets. Leaflets are media that are practical and easy for participants to read and understand. The conclusion of this service is that it is hoped that with a good understanding of colostrum breastfeeding, it can increase the coverage of exclusive breastfeeding. Keywords : Health Education, Colostrum Breastfeeding, Third Trimester Pregnant Women
Cegah Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV - AIDS dengan Pengetahuan Perilaku Seksual Sehat: Absent, Be Faintful, Condom, Drugs, dan Education Anita Anita; Purwati Purwati; Giri Udani; Erick Hardhanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10293

Abstract

ABSTRAK Kementerian  Kesehatan  Republik  Indonesia  (Kemenkes  RI)  tahun  2021  melaporkan tentang perkembangan HIV-AIDS dan penyakit infeksi menular seksual sebanyak 498 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia yang  melaporkan  kasus  HIV-AIDS. Lapas narkotika kelas II A Bandar Lampung berpenghuni 890 orang, terdapat penderita HIV sebanyak 2 orang (0,2%) dan penyakit menular seksual (Sifilis) sejumlah 7 orang (0,7%). Meskipun angka penderita di Lapas sangat kecil namun edukasi tentang penyakit IMS dan HIV-AIDS penting dilakukan agar warga Lapas memahami konsep tersebut dan angka kesakitan IMS dan HIV AIDS tidak bertambah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang penyakit Infeksi Menular Seksual dan HIV AIDS. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan pembelajaran orang dewasa, diawali dengan perkenalan, menjelaskan tujuan, memberikan pre test, penyajian materi, diskusi, diselingi ice breaking, selanjutnya post test. Data pre dan post tes dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji t tes dependent. Jumlah warga yang mendapat edukasi sebanyak 80 orang. Nilai pre test sebelum diberikan edukasi didapatkan nilai rata-rata 3.93 dengan standar deviasi 1.820, dan nilai post test sesudah diberikan edukasi didapatkan nilai rata rata 6.50, standar deviasi 1.526 dengan p-value 0,000. Didapatkan nilai p-value 0.000 (p-value < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi IMS dan HIV AIDS dengan tingkat pengetahuan perilaku seksual sehat penghuni lapas narkotika kelas II A Bandar Lampung. Kata kunci: IMS, HIV AIDS, Perilaku Seksual ABSTRACT The Ministry of Health of the Republic of Indonesia (Kemenkes RI) in 2021 reported on the development of HIV-AIDS and sexually transmitted infections as many as 498 out of 514 districts/cities in Indonesia that reported cases of HIV-AIDS. Class II A narcotics prison Bandar Lampung has 890 residents, 2 people (0.2%) have HIV and 7 people (0.7%) have sexually transmitted diseases (syphilis). Even though the number of sufferers in prison is very small, education about STIs and HIV-AIDS is important so that prison residents understand the concept and the morbidity rate for STIs and HIV AIDS does not increase. Purpose this community service activity is to increase knowledge about sexually transmitted infections and HIV AIDS. Community service is carried out with adult learning, starting with introductions, explaining objectives, giving pre tests, presenting material, discussions, interspersed with ice breaking, then post tests. Pre and post test data were analyzed univariately and bivariately with the dependent t test. The number of residents who received education was 80 people. The pre-test value before being given education obtained an average value of 3.93 with a standard deviation of 1.820, and the post-test value after being given education obtained an average value of 6.50, a standard deviation of 1.526 with a p-value of 0.000. Obtained a p-value of 0.000 (p-value <0.05), it can be concluded that there is an influence of STI and HIV AIDS education on the level of knowledge of healthy sexual behavior in class II A narcotics prison in Bandar Lampung. Keywords: STI, HIV AIDS, Sexual Behavior
Pemanfaatan Buku Saku Pencegahan Malaria bagi Ibu Hamil di Puskesmas Sanoba Kabupaten Nabire Anisa N Sulistiyowati; Ramla Hakim; Fitria Rahmaningrum
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.9809

Abstract

ABSTRAK Infeksi malaria sampai saat ini masih merupakan problem klinik di  negara-negara berkembang terutama negara yang beriklim tropik, termasuk Indonesia. Di Indonesia penyakit malaria masih merupakan penyakit infeksi utama di kawasan Indonesia bagian Timur. Malaria merupakan masalah kesehatan berbagai negara di dunia dalam dekade terakhir ini dan merupakan salah satu tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Untuk meningkatkan pengetahuan tentang malaria, pencegahannya dan terjadinya penurunan angka kejadian kesakitan malaria pada ibu hamil di Puskesmas Sanoba. Implementasi dengan sebelumnya memberikan pertanyaan pre test sebelum pemberian informasi dan kemudian pemberian penyuluhan/informasi tentang malaria dan pencegahannya pada ibu hamil yang datang melakukan pemeriksaan di Puskesmas dan Posyandu.Pemberian Buku Saku tentang Malaria dan pencegahannya pada ibu hamil yang datang melakukan pemeriksaan di Puskesmas. Hasil dari Pre Tes yang dilakukan pada 30 ibu hamil adalah : pengetahuan tentang malaria baik : 6,7 % ( 2 org), pengetahuan cukup : 30 % ( 9 org), pengetahuan kurang:  63.3    % (19 org). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat menekan angka kesakitan malaria pada ibu hamil,Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat membantu mencegah dan ibu hamil dapat mengetahui lebih dini mengenai kondisi jika terpapar malaria. Kata Kunci: Malaria,Buku Saku Ibu Hamil  ABSTRACT Malaria infection is still a clinical problem in developing countries, especially countries with tropical climates, including Indonesia. In Indonesia, malaria is still the main infectious disease in eastern Indonesia. Malaria is a health problem in various countries in the world in the last decade and is one of the goals of the Sustainable Development Goals (SDGs). To increase knowledge about malaria, its prevention and to reduce the incidence of malaria in pregnant women at the Sanoba Health Center. Implementation by previously giving pre-test questions before providing information and then providing counseling/information about malaria and its prevention to pregnant women who come for examinations at the Puskesmas and Posyandu. Handing out pocket books about malaria and its prevention to pregnant women who come for examinations at Public health center. The results of the Pre-test conducted on 30 pregnant women were: good knowledge of malaria: 6.7% (2 people), sufficient knowledge: 30% (9 people), poor knowledge: 63.3% (19 people). This community service activity can reduce the morbidity rate of malaria in pregnant women. This community service activity can help prevent and pregnant women can find out earlier about the condition if exposed to malaria. Keywords: Malaria, Pocket Book For Pregnant Women
Meningkatkan Keunggulan Bersaing Krupuk Singkong Berbasis Techopreneurship Desa Petung Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik Eka Srirahayu Ariestiningsih; Dwi Faqihatus Syarifah Has; Munisah Munisah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10164

Abstract

ABSTRAK Salah satu komoditas tanaman pangan yang berperan sangat besar selain padi, jagung dan kacang hijau adalah singkong (ubi kayu). Singkong merupakan tanaman yang mudah tumbuh meskipun pada musim kemarau, selain itu juga memiliki nutrisi yang lengkap yaitu karbohidrat, protein lemak, vitamin dan  mineral, memiliki nama latin Manihot Esculenta dan Cassava berasal dari bahasa Inggirs. Singkong  mempunyai nilai ekonomi yang penting dibandingkan dengan umbi-umbian lain, selain umbinya, daun singkong mengandung banyak protein yang diolah menjadi berbagai macam sayur. Kerupuk singkong adalah  kerupuk berbahan dasar singkong merupakan cemilan populer di masyarakat dengan harga murah namun rasanya tidak kalah dengan cemilan merakyat yang lain. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah melakukan pendampingan kepada pelaku usaha Kerupuk Singkong Ibu Kartoyah agar sebaik mungkin bisa melayani keinginan pelanggan, memenuhi kebutuhan pelanggan dan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan kinerja perusahaan yang efektif dalam mencapai keunggulan bersaing.  Metode yang digunakan adalah observasi, mengedukasi, pendampingan, pelatihan dan fasilitasi. Hasil  kegiatan menunjukkan adanya peningkatan prosentase hasil pre test dan post test,  pemahaman pentingnya jiwa kewirausahaan dan pembukuan sederhana, terdapat percepatan waktu proses produksi, kerupuk singkong menjadi lebih sehat dan rasanya lebih enak. Dengan naiknya performa kerupuk singkong, memberikan peningkatan nilai jualnya. Dalam upaya pencapaian keunggulan bersaing diperlukan pembeda produk melalui inovasi diantaranya adalah  inovasi produk, dan proses. Kata Kunci: Keunggulan Bersaing, Kerupuk Singkong, Inovasi, Technopreneurship  ABSTRACT One of the food crop commodities that plays a very large role besides rice, corn and green beans is cassava. Is a plant that is easy to grow even during the dry season, besides that it also has complete nutrition, namely carbohydrates, fat protein, vitamins and minerals, has the Latin name Manihot Esculenta. Cassava has important economic value compared to other tubers, apart from the tubers, cassava leaves contain a lot of protein which is processed into various kinds of vegetables. Cassava crackers are crackers made from cassava which are popular snacks in the community at low prices but taste not inferior to other popular snacks. The purpose of this service activity is to provide assistance to the cassava cracker business actor Mrs. Kartoyah so that she can best serve customer desires, meet customer needs and utilize technology to create effective company performance in achieving competitive advantage. The methods used are observation, educating, mentoring, training and facilitation. The results of the activity showed an increase in the percentage of pre-test and post-test results, an understanding of the importance of an entrepreneurial spirit and simple bookkeeping, there is an acceleration of the production process time, cassava crackers become healthier and taste better. Conclusion: with the increase in the performance of cassava crackers, the selling value increases. In an effort to achieve competitive advantage, it is necessary to differentiate products through innovation, including product and process innovation. Keywords:    Competitive Advantage, Cassava Crackers, Inovation, Technopreneurship.
Edukasi untuk Deteksi Dini dan Perawatan Lansia dengan Alzheimer di Masa Pandemi Covid-19 Nurbaiti Nurbaiti; Shinta Gunawati Sutoro; Eny Supriyaningsih; Sri Wiwik Wiyanti; Imas Maesaroh
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10093

Abstract

ABSTRAK Poltekkes Kemenkes Jakarta II melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan lansia. Penduduk usia lanjut dengan kondisi demensia Alzheimer membutuhkan perhatian khusus. Jumlah penduduk lansia di Indonesia yang kian bertambah menjadi tantangan bagi keluarga-keluarga Indonesia. Kegiatan edukasi dilakukan secara online dalam bentuk workshop untuk memperkenalkan kasus demensia Alzheimer, cara merawat pasiennya dan mendeteksi gejala-gejalanya. Peserta adalah warga kompleks Depsos, para mahasiswa dan masyarakat umum. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta mendeteksi dan merawat lansia dengan demensia Alzheimer. Kegiatan dilaksanakan secara online dengan bantuan materi ajar yang dikemas dalam bentuk e-booklet dan video pembelajaran. Kegiatan dilengkapi dengan diskusi dan praktek bersama menggunakan instrumen Clockwise dan senam untuk mencegah penyakit Alzheimer. Kegiatan edukasi terselenggara dengan baik pada saat kondisi pandemi Covid-19. Kata Kunci: Edukasi, Demensia Alzheimer, Clockwise  ABSTRACT Poltekkes Poltekkes Kemenkes Jakarta II carried out health education activities for the elderly. Elderly population with Alzheimer's dementia condition requires special attention. The increasing number of elderly people in Indonesia is a challenge for Indonesian families. Educational activities were carried out online in the form of workshops to introduce Alzheimer's dementia cases, how to treat patients and detect their symptoms. The participants were residents of the Ministry of Social Affairs complex, students and the general public. The purpose of this activity was to increase participants' knowledge and skills in detecting and caring for elderly people with Alzheimer's dementia. Activities carried out online were equipped with teaching materials in the form of e-booklets and learning videos. in this activity there were discussions, practice using Clockwise instruments and gymnastics to prevent Alzheimer's disease. Educational activities were well organized during the Covid-19 pandemic. Keywords: Education, Demensia Alzheimer, Clockwise 
Penyuluhan dan Pemeriksaan Asam Urat dengan Metode Poct pada Masyarakat di Dusun Usali Negeri Hatumete Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah Ramdhani M Natsir; Lidya Natalia Sarira
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9816

Abstract

ABSTRAK Penyakit asam urat dapat menyebabkan gejala nyeri yang tak tertahankan sehingga dapat menyebabkan kesulitan untuk berjalan. Nyeri asam urat akan berlangsung dengan cepat dalam beberapa jam. Meski begitu gejala penyakit ini bisa mereda dengan sendirinya dan harus tetap dilakukan pengobatan untuk mencegah risiko kambuh dengan tingkat gejala yang meningkat. Dengan adanya pemberian informasi tentang penyakit asam urat dan bagaimana pengobatan terhadap penyakit ini diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat tentang penyakit asam urat sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang asam urat. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan melalui media leaflet dan pemeriksaan asam urat dengan metode Point of Care Testing (POCT). Dari hasil pre test dan post test yang dilakukan saat penyuluhan, dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan di ketiga aspek yang diukur setelah dilakukan penyuluhan. Terjadi rata-rata peningkatan pengetahuan setelah dilakukan kegiatan masyarakat sebanyak 95 % dari jumlah total kuesioner. Dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, didapatkan bahwa pada laki-laki memiliki hasil pemeriksaan asam urat yang tidak normal lebih banyak daripada perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa laki-laki sangat beresiko terkena asam   urat. Kata Kunci: Penyuluhan, Asam Urat, POCT  ABSTRACT Gout can cause unbearable pain symptoms that can cause difficulty walking. Gout pain will progress quickly within a few hours. Even so, the symptoms of this disease can subside on their own and treatment must be continued to prevent the risk of recurrence with an increased level of symptoms. With the provision of information about gout and how to treat this disease, it is hoped that it can add to people's insight about gout so that it can improve people's quality of life. The purpose of this service activity is to increase public knowledge about gout. This activity was carried out in the form of counseling through leaflet media and uric acid examination using the Point of Care Testing (POCT) method. From the results of the pre-test and post-test conducted during counseling, it can be seen that there is an increase in knowledge in the three aspects that are measured after counseling is carried out. There was an average increase in knowledge after community activities as much as 95% of the total number of questionnaires. From the results of the medical examinations conducted, it was found that men had more abnormal uric acid test results than women. This shows that men are very at risk for gout. Keywords : Counseling, Gout, POCT
Socialization of Android-Based Health Service System Application (Good Care) at Clinic of Wijaya Kusuma, Surakarta, Central Java, Indonesia and Becora Primary Health, Dili Province, Timor Leste Oliva Virvizat Prasastin; Frieda Ani Noor; Aris Prastyoningsih; Anggi Putri Aria Gita; Nella Tri Surya; Sufina Pinto; Agustinho Moreira
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10040

Abstract

ABSTRAK Sistem informasi saat ini telah mengalami perkembangan melalui penggunaan media digital, salah satunya dalam bidang pelayanan kesehatan. Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) merupakan jenis pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sebagai garda terdepan dalam peningkatan status derajat kesehatan. Sistem pelayanan kesehatan yang sudah berjalan pada FKTP terutama pada praktik swasta masih terdapat beberapa kendala selain berkaitan dengan sistem register masih dilakukan secara manual dengan cara mencatatat pada buku pendaftaran sehingga memungkinkan risiko terjadi kesalahan dan proses pencarian data kunjungan memakan waktu yang lama. Tenaga kesehatan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mengetahui, menerapkan atau mengaplikasikan serta meningkatkan literasi terkait perkembangan teknologi dalam pengelolaan atau manajemen pelayanan kesehatan. Sehingga dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini harapannya pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan dapat terpenuhi sesuai kebutuhan (customer’s needs). Presentasi, tutorial, diskusi dan evaluasi yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting. Hasil perhitungan rata-rata skor peserta mengalami peningkatan setelah diberikan edukasi yaitu sebesar 1,6 poin dari 6,8 menjadi 8,4. dan didapatkan nilai kepuasan peserta sangat baik dengan skor rata-rata kebermanfaatan sebesar 4,57. Peningkatan terhadap pemahaman berbanding lurus dengan peningkatan kesadaran dan motivasi dalam memanfaatkan akses layanan kesehatan baik dalam bentuk media, informasi maupun jasa layanan kesehatan di fasilitas layanan kesehatan setelah mendapatkan pemaparan materi melalui presentasi dan Buku SOP Penggunaan Aplikasi Good Care. Kata Kunci: Good Care, Aplikasi, Digitalisasi, Layanan Kesehatan  ABSTRACT The current information system has developed through the use of digital media, one of which is health services. Primary Health Care is a type of health service that provides health services to the community as the front guard in improving health status. The health service system that has been running at primary healthcare, especially in private practice, still has several obstacles other than those related to the register system which is still done manually by recording it in the registration book so that there is a risk of errors occurring and the process of searching for visit data takes a long time. Health workers at primary healt care know, apply or implementation and improve literacy related to technological developments in the management of health services. So that with this community service activity it is hoped that health services in health service facilities can be fulfilled as needed (customer's needs) ). Presentations, tutorials, discussions and evaluations. The results of the average participant score increased after being given education, namely by 1.6 points from 6.8 to 8.4. and obtained a very good participant satisfaction score with an average usefulness score of 4.57. The increase in understanding is directly proportional to the increase in awareness and motivation in utilizing access to health services in the form of media, information and health service services at health service facilities after receiving material exposure through presentations and the Guide Book for Using of Good Care Application. Keywords: Good Care, Applications, Digitalization, Health Services
Upaya Peningkatan Peran Kader dalam Pencegahan dan Penanggulangan Kejadian Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Maja Kabupaten Pesawaran Misbahul Huda; Mimi Sugiarti; Filia Yuniza
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9440

Abstract

ABSTRAK Salah satu puskesmas yang berada di daerah endemik malaria di Kabupaten Pesawaran adalah Puskesmas Maja. Daerah tersebut letaknya  berdekatan dengan laut, banyak lokasi tambak tidak terawat yang menjadi tempat berkembangbiak nyamuk, minimnya pengetahuan kader tentang penyakit malaria serta kurangnya informasi masyarakat tentang cara pencegahan penyakit malaria, menjadi beberapa penyebab tingginya angka kejadian di wilayah kerja Puskesmas tersebut. Pemilik program malaria juga berpendapat bahwa penemuan kasus baru malaria akan semakin cepat, oleh karena itu dipandang perlu untuk meningkatkan kapasitas kader dalam melakukan diagnosa malaria. Untuk mengedukasi masyarakat dan melakukan pelatihan kader sebagai upaya menanggulangi dan memberantas malaria di wilayah kerja Puskesmas Maja. Penyuluhan kepada masyarakat, pelatihan kader, pemberian perlengkapan guna memutus mata rantai penyebaran malaria, serta pemberian kelambu berinsektisida. Setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian, terlihat jelas bahwa pengetahuan dan pemahaman para peserta meningkat secara signifikan. Peningkatan ini bernilai amat baik karena peserta sangat antusias dan menyambut dengan baik terhadap kegiatan yang akan dilakukan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil menambah pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai malaria. Kata Kunci: Edukasi Masyarakat, Malaria, Pelatihan Kader  ABSTRACT One of the puskesmas located in a malaria endemic area in Pesawaran Regency is the Maja Health Center. The area is located close to the sea, there are many unkempt ponds which are breeding grounds for mosquitoes, the lack of knowledge of cadres about malaria and the lack of public information about how to prevent malaria are some of the reasons for the high incidence rate in the work area of the Puskesmas. The owner of the malaria program also believes that the discovery of new cases of malaria will accelerate, therefore it is deemed necessary to increase the capacity of cadres in diagnosing malaria. To educate the public and conduct cadre training as an effort to tackle and eradicate malaria in the working area of the Maja Health Center. Counseling to the community, training for cadres, providing equipment to break the chain of malaria transmission, and providing insecticide-treated nets. After the implementation of community service activities, it was clear that the knowledge and understanding of the participants had increased significantly. This increase is of very good value because the participants are very enthusiastic and welcome the activities to be carried out. This community service activity succeeded in increasing the participants' knowledge and understanding of malaria. Keywords: Community Education, Malaria, Cadre Training
Edukasi Pencegahan ISPA pada Anak di Masa Pandemi Covid 19 Nourmayansa Vidya Anggraini; Farahdina Bachtiar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.9990

Abstract

ABSTRAK Infeksi saluran pernapasan akut atau yang biasa dikenal dengan istilah ISPA merupakan kejadian yang mengakibatkan tingginya tingkat kematian dan tingkat kesakitan di dunia. ISPA bisa terjadi pada balita, anak usia sekolah hingga lansia. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi terhadap anak usia sekolah dan keluarganya dalam pencegahan ISPA di masa pendemi covid 19. Metode dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberian pendidikan kesehatan terkait ISPA dan pelatihan dalam penggunaan inhalasi sederhana. Setelah dilakukan kegiatan implementasi dalam mengatasi masalah kesehatan pada agregat balita dan anak usia sekolah didapatkan hasil adanya peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang baik dalam mengatasi masalah kesehatan. Pengetahuan anak usia sekolah dan keluarga tentang ISPA mengalami peningkatan setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Keterampilan anak usia sekolah dan keluarga dalam penggunaan inhalasi sederhana mengalami peningkatan setelah dilakukan demonstrasi dan redemonstrasi teknik inhalasi sederhana. Kata Kunci: Anak Usia Sekolah, Inhalasi Sederhana, ISPA, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Acute respiratory infection or commonly known as ISPA is an event that results in high mortality and morbidity rates in the world. ISPA can occur in toddlers, school-aged children to the elderly. The purpose of this activity is to provide education to school-age children and their families in the prevention of ISPA during the covid 19 pandemic. The method in this community service activity is the provision of health education related to ARI and training in the use of simple inhalation. After implementing activities in overcoming health problems in the aggregate of toddlers and school-age children, it was found that there was an increase in knowledge, attitudes and good skills in overcoming health problems. Knowledge of school-age children and their families about ISPA has increased after health education has been carried out. The skills of school-age children and their families in the use of simple inhalations have increased after demonstrations and redemonstrations of simple inhalation techniques have been carried out. Keywords: School Age Children, Simple Inhalation, ISPA, Health Education

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue