cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Upaya Deteksi Dini Stroke dengan Metode F.A.S.T di Kecamatan Tugu Dyah Restuning Prihati; Heny Prasetyorini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9764

Abstract

ABSTRAK Stroke adalah penyakit yang menyerang sistem saraf manusia yang sangat mengancam jiwa. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan yang dapat kecacatan. Golden time pasien stroke terutama stroke iskemik adalah 3 jam setelah stroke. Salah satu upaya yang berperan penting untuk mencapai tujuan tersebut adalah pengenalan gejala-gejala stroke dan penanganan stroke secara dini yang dimulai dari penanganan prahospital yang cepat dan tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat diberikan kepada kelompok kader kesehatan di wilayah kecamatan Tugu, diharapkan mereka mampu mengaplikasikan deteksi dini dan pencegahan stroke dengan metode F.A.S.T. Pengukuran tekanan darah, pemberian materi tentang deteksi dini Metode F.A.S.T dan pencegahan stroke, demonstrasi senam pencegahan stroke dan pendampingan. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberikan kuisioner pengetahuan tentang deteksi dini dan pencegahan stroke. Terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak 90% peserta setelah dilakukan edukasi tentang deteksi dini Metode F.A.S.T dan pencegahan stroke. Peserta kooperatif selama mengikuti kegiatan PKM. Pembuatan luaran meliputi publikasi jurnal, publikasi di media online dan HKI poster. Edukasi tentang deteksi dini dan pencegahan stroke dapat meningkatkan pengetahuan kader, agar menggerakkan masyarakat dalam upaya pencegahan stroke. Kata Kunci: Deteksi Dini Metode FAST, Kader Kesehatan, Stroke  ABSTRACT Introduction: Stroke is a disease that attacks the human nervous system and is very life-threatening. This disease is a health problem that can be disabled. The golden time for stroke patients, especially ischemic stroke, is 3 hours after stroke. One of the efforts that play an important role in achieving this goal is the recognition of stroke symptoms and early treatment of stroke starting with prehospital treatment that is fast and appropriate. Purpose: Community service activities are given to groups of health cadres in the Tugu sub-district, it is hoped that they will be able to apply the early detection and prevention of stroke using the F.A.S.T method. Methods: Measuring blood pressure, providing material on early detection of the F.A.S.T Method and stroke prevention, demonstrating stroke prevention exercise and mentoring. Evaluation of activities is carried out by providing knowledge questionnaires about the early detection and prevention of stroke. Result: there was an increase in knowledge of 90% of participants after education about the F.A.S.T Method's early detection and stroke prevention. Cooperative participants during the PKM activities. Production of outputs includes publications in journals, publications in online media, and HKI posters. Conclusion: Education about early detection and prevention of stroke can increase the knowledge of cadres so that they can mobilize the community in stroke prevention efforts. Keywords: FAST Method Early Detection, Health Cadres, Stroke
Pencegahan Covid-19 Pasca Vaksinasi dan Pemberdayaan Ibu Hamil dalam Pemeliharaan Kadar Hemoglobin di Wilayah Kerja Puskesmas Hutabaginda Urhuhe Dena Siburian; Paruhum Tiruon Ritonga
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9602

Abstract

ABSTRAK Pemberian vaksin Covid 19 tidak melindungi ibu hamil sepenuhnya dari virus Corona. Walaupun ibu sudah mendapat vaksinasi, ibu hamil harus tetap menjalankan protokol kesehatan. Agar risiko ibu hamil  terkena Covid 19 dapat diminimalisir. Sebagai dampak pandemi Covid-19 diperoleh informasi bahwa ada ibu yang mengalami anemia. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pencegahan Covid-19 setelah mendapat vaksinasi dan meningkatkan pengetahuan ibu untuk memelihara kadar Haemoglobin (Hb) sehingga terhindar dari anemia. Sasaran penelitian adalah ibu hamil yang datang ke kelas ibu hamil berjumlah 60 orang. Peningkatan pengetahuan diukur dengan pretest dan postest setelah penyuluhan tentang pencegahan Covid-19 dan anemia, selanjutnya dilakukan pengukuran kadar Hb. Hasil penelitian menunjukkan terlihat adanya peningkatan pengetahuan ibu tentang pencegahan Covid-19 pasca vaksinasi dimana pengetahuan baik dari 93% menjadi 98%, pengetahuan cukup dari 7% menjadi 2% dan tidak ditemui lagi pengetahuan kurang. Pengetahuan tentang anemia meningkat dari pengetahuan baik 35% menjadi 63%, pengetahuan cukup dari 42% menjadi 37% dan pengetahuan kurang dari 20% menjadi tidak ada yang berpengathuan kurang. Terjadi peningkatan kadar Hb dimana dari kadar Hb normal dari 88% menjadi 95%, anemia ringan dari 10% menjadi 5% dan anemia sedang dari 2% menjadi tidak yang anemia sedang. setelah diberikan penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan tentang pencegahan Covid-19 dan tentang anemia. Dari pengukuran kadar Hb, diperoleh hasil adanya peningkatan kadar Hb ibu. Diharapkan kepada ibu hamil supaya tetap mematuhi protokol kesehatan dan mengkonsumsi makanan seimbang dan tablet Fe untuk mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil. Kata Kunci: Pengetahuan, Covid-19, Vaksinasi, Kadar HB  ABSTRACT Giving the Covid 19 vaccine does not fully protect pregnant women from the Corona virus. Even though the mother has received vaccinations, pregnant women must still follow the health protocol, so that the risk of pregnant women getting COVID-19 can be minimized. As a result of the Covid-19 pandemic, information was obtained that some mothers had anemia. To increase mother's knowledge about Covid-19 prevention after receiving vaccination and increase mother's knowledge to maintain Hb levels so as to avoid anemia. The target is 60 pregnant women who come to the class of pregnant women. Prior to counseling on the prevention of Covid-19 and anemia in pregnant women, a pretest was held, followed by a measurement of hemoglobin levels. In the implementation of the class for pregnant women the following month, a posttest was carried out to see an increase in knowledge. Then the measurement of hemoglobin levels was carried out again. there was an increase in mother's knowledge about post-vaccination Covid-19 prevention where knowledge was good from 93% to 98%, sufficient knowledge from 7% to 2% and no lack of knowledge was encountered. Knowledge about anemia increased from 35% to 63% good knowledge, sufficient knowledge from 42% to 37% and less than 20% knowledge to no one with less knowledge. There was an increase in hemoglobin levels from normal Hb levels from 88% to 95%, mild anemia from 10% to 5% and moderate anemia from 2% to not moderate anemia. After being given counseling, there was an increase in knowledge about preventing Covid-19 and about anemia. From the measurement of Hb levels, the result was an increase in maternal Hb levels. It is expected that pregnant women will continue to comply with health protocols and consume a balanced diet and Fe tablets to prevent anemia in pregnant women. Keywords: Knowledge, Covid-19, Vaccination, HB Levels
Edukasi Kesehatan terhadap Peningkatan Kesiapan Keluarga Merawat Pasien Stroke di Wilayah Kerja Puskesmas Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Dewi Sartika; Andoko Andoko; Djunizar Djamaludin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9911

Abstract

ABSTRAK Stroke merupakan adanya tanda-tanda klinik yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal (atau global) dengan gejalagejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih yang menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler. Menurut American Heart Assosiation angka kejadian stroke pada laki-laki usia 20-39 tahun sebanyak 0,2% dan perempuan sebanyak 0,7%. Usia 40-59 tahun angka terjadinya stroke pada perempuan sebanyak 2,2% dan laki-laki 1,9%. Diketahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan  kesiapan keluarga merawat pasien stroke di Wilayah Kerja Puskesmas Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2022. Pendekatan pada penulisan laporan tugas akhir berfokus pada pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan kesiapan keluarga merawat pasien stroke di Wilayah Kerja Puskesmas Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2022. Hasil pengkajian pada Ny. A, Tn. A, Ny. R didapatkan kurangnya kesiapan keluarga. Diagnosa keperawatan yang didapat adalah kurangnya kesiapan keluarga bd ketidakmampuan keluarga mengenal masalah. Intervensi dilakukan selama 7 hari dengan pemberian pendidikan kesehatan dengan media leaflet dan lembar balik untuk meningkatkan kesiapan responden. Kajian implementasi selama 7 hari didapat hasil sebagian msalah teratasi, yang ditandai dengan meningkatnya kesiapan keluarga dalam merawat keluarga yang sakit. Hasil evaluasi yang dilakukan selama 7 hari menunjukkan peningkatkan kesiapan keluarga dengan perubahan skor. Terdapat pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan kesiapan keluarga merawat pasien stroke di Wilayah Kerja Puskesmas Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2022. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Kesiapan Keluarga, Merawat Pasien Stroke  ABSTRACT According to WHO (2014) stroke is the presence of clinical signs that develop rapidly due to focal (or global) brain dysfunction with symptoms lasting 24 hours or more leading to death without any obvious cause other than vascular. According to the American Heart Association (AHA, 2015) the incidence of stroke in men aged 20-39 years is 0.2% and women are 0.7%. Age 40-59 years the incidence of stroke in women as much as 2.2% and 1.9% for men. To know the effect of health education on increasing family readiness to care for stroke patients in the Kalianda Health Center Work Area, South Lampung Regency in 2022. The approach to writing a final project report focuses on the effect of health education on increasing family readiness to care for stroke patients in the Kalianda Health Center Work Area, South Lampung Regency in 2022. The results of the study on Ny. A, Mr. A, Mrs. R found a lack of family readiness. The nursing diagnosis obtained is the lack of family readiness related to the inability of the family to recognize the problem. The intervention was carried out for 7 days by providing health education with leaflets and flipcharts to increase the readiness of respondents. The implementation study for 7 days showed that some of the problems were resolved, which was marked by the increased readiness of families to care for sick families. The results of the evaluation carried out for 7 days showed an increase in family readiness with a change in score. There is an effect of health education on increasing family readiness to care for stroke patients in the Kalianda Health Center Work Area, South Lampung Regency in 2022. Keywords: Health Education, Family Readiness, Caring for Stroke Patients
Implementasi Classical Conditioning dalam Melatih Kedisiplinan Anak Kb Paud Tunas Cindo Desa Upang Ceria melalui Reward Belajar Anak Nidia Nursaadah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9656

Abstract

ABSTRAK Anak adalah calon masa depan, sebagai generasi penerus yang membutuhkan dukungan, pembinaan, perhatian dan pengembangan yang optimal dari sejak usia dini (Husnul, 2016), sehingga harus selalu mendapat perhatian dan pendampingan. Erikson mengatakan bahwa tahap kehidupan seseorang dibentuk atas berbagai pengaruh dan interaksi sosial yang diterimanya sehingga menjadikan dia sebagai manusia yang matang secara fisik dan psikologis (Erik, 2010). Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan pendidikan yang harus diberikan bagi anak usia dini 0-6 tahun yang dilakukan melalui pemberian berbagai ransangan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan baik jasmani dan rohani agar memiliki kesiapan untuk memasuki jenjang pendidikan berikutnya, Susanto (2017 : 16). Pendidikan usia dini sangat berperan penting dalam kehidupan anak usia dini, karena pendidikan di usia dini adalah masa pembentukan karakter terhadap anak agar menjadikan anak yang memiliki jiwa dan pemikiran yang positif. Untuk mengembangkan jiwa karakter anak dalam pendidikan bisa dilakukan dengan menggunakan Reward pada anak. Reward merupakan hal yang menggembirakan bagi anak dan menjadi pendorong atau motivasi bagi anak. Reward yaitu segala yang diberikan guru berupa penghormatan, pujian, hadiah yang menyenangkan siswa atas hasil baik yang telah dicapai dan diraih dalam proses pembelajaran di dalam kelas, Dalam pembelajaran reward dilakukan dalam rangka memberikan dorongan dan rangsangan pada siswa agar memicu motivasi untuk meningkatkan kemampuanya dalam pengembangan potensi kepribadian. Reward dalam dunia pembelajaran diberikan sebagai hadiah kepada siswa yang memiliki prestasi paling baik, dengan harapan siswa yang mendaptkan hadiah akan bertambah semangat dan terdorong untuk meningkatkan prestasinya. Selain untuk kepuasan pada siswa, reward akan memberikan dorongan pada siswa lain dan antar siswa untuk memicu sebuah kompetisi dalam mendapatkan hadiah dari hal yang dicapai. Memang dampak reward dianggap memberikan manfaat yang cukup baik pada siswa sehingga reward dianggap penting untuk diberikan sebagai hadiah pada siswa yang mendapatkan pencapaian belajar yang tinggi. Menurut Rosyid Zaiful (2018 : 43) reward adalah salah satu alat pendidikan, jadi dengan sendirinya maksud reward (ganjaran) itu adalah sebagai alat untuk mendidik anak – anak supaya anak dapat merasa senang karena perbuatan atau pekerjaanya mendapat penghargaan. Umumnya anak mengetahui bahwa pekerjaan atau perbuatannya yang menyebabkan mendapat reward. Kata Kunci: Implementasi, Reward, DisiplinABSTRACT Children are future candidates, as the next generation who need optimal support, guidance, attention and development from an early age (Husnul, 2016), so they must always receive attention and assistance. Erikson said that the stages of a person's life are formed by the various influences and social interactions he receives so as to make him a physically and psychologically mature human being (Erik, 2010). Early childhood education (PAUD) is education that must be given to early childhood 0-6 years which is carried out through the provision of various stimuli to help growth and development both physically and spiritually so that they are ready to enter the next level of education, Susanto (2017: 16) . Early childhood education plays an important role in the life of early childhood, because education at an early age is a period of character building for children so that children have positive thoughts and souls. To develop children's character souls in education can be done by using rewards for children. Rewards are fun things for children and become a driving force or motivation for children. Reward, namely everything that is given by the teacher in the form of respect, praise, pleasant prizes for students for the good results that have been achieved and achieved in the learning process in the classroom. In learning, rewards are carried out in order to provide encouragement and stimulation to students so as to trigger motivation to improve their abilities in development personality potential. Rewards in the world of learning are given as prizes to students who have the best achievements, with the hope that students who get prizes will be more enthusiastic and motivated to improve their achievements. In addition to student satisfaction, rewards will provide encouragement to other students and between students to trigger a competition in getting prizes for things achieved. Indeed, the impact of rewards is considered to provide quite good benefits to students so that rewards are considered important to be given as prizes to students who get high learning achievements. According to Rosyid Zaiful (2018: 43) reward is an educational tool, so by itself the meaning of reward is as a tool to educate children so that children can feel happy because their actions or work are rewarded. Generally, children know that their work or actions cause rewards. Keywords: Implementation, Reward, Discipline
Pembentukan dan Pemberdayaan Program Proslah (Peer Group Stunting Sekolah) dalam Upaya Pencegahan Stunting di SDN 1-2 Sukamenteri Garut Iwan Shalahuddin; Mamat Lukman; Udin Rosidin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9347

Abstract

ABSTRAK Belakangan stunting sedang hangat diperbincangkan banyak orang, khususnya para ibu. Berdasarkan WHO, stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai. Jumlah penderita stunting di Indonesia terus menurun. Tetapi langkah pencegahan stunting sangat perlu dilakukan, selengkapnya berikut ini: Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil. Tindakan yang relatif ampuh dilakukan untuk mencegah stunting pada anak adalah selalu memenuhi gizi sejak masa kehamilan. Berdasarkan Karakteristik Antropometri di SDN 1 dan 2 Sukamentri (n=323) didapatkan bahwa sebanyak 95 siswa (29.4%) memiliki berat badan 21-25 kg, 90 siswa (27,9%) 26-30 kg, 45 siswa (13,9%) 31-35 kg, 36 siswa (11.1%) ≤ 20 kg, 35 siswa (10.8%) ≥ 41kg, dan 22 siswa (6.6%) memiliki berat badan 36-40 kg. Tinggi badan siswa SDN 1 dan 2 Sukamentri paling banyak setinggi 121-130 cm yaitu 112 siswa (34.7%), kemudian 107 siswa (33.1%) 131-140 cm, 54 siswa (16.7%) 141-150 cm, 37 sisiwa (11.5%) ≤120 cm, 12 siswa (3.7%) 151-160 cm, dan 1 siswa (0.3%) ≥ 161 cm. Oleh karena itu, perlu dilakukannya penyuluhan kesehatan terkait stunting sebagai bahan informasi bagi siswa. Dengan kegiatan penyuluhan ini diharapkan para siswa untuk tidak salah langkah dalam mengambil keputusan oleh karena perubahan pola  pikir  yang terjadi  pada  dirinya. Selain itu  dapat  membantu  siswa  dalam mengetahui berbagai dampak stunting serta dapat membentengi diri dan lingkungan pergaulannya agar tidak terjerumus ke dalam berbagai bentuk gangguan kesehatan.  Kata Kunci: Pembentukan, Pemberdayaan,  Proslah,  Stunting  ABSTRACT Recently, stunting has been hotly discussed by many people, especially mothers. Based on WHO, stunting is a disorder of child growth and development caused by malnutrition, infection, and inadequate stimulation. The number of stunting sufferers in Indonesia continues to decline. But stunting prevention steps really need to be taken, in full the following: Meeting nutritional needs since pregnancy. A relatively effective action taken to prevent stunting in children is to always fulfill nutrition since pregnancy. Based on Anthropometric Characteristics at SDN 1 and 2 Sukamentri (n=323) it was found that as many as 95 students (29.4%) weighed 21-25 kg, 90 students (27.9%) 26-30 kg, 45 students (13.9%) 31-35 kg, 36 students (11.1%) ≤ 20 kg, 35 students (10.8%) ≥ 41kg, and 22 students (6.6%) weighed 36-40 kg. The student body height of SDN 1 and 2 Sukamentri is the most as high as 121-130 cm, namely 112 students (34.7%), then 107 students (33.1%) 131-140 cm, 54 students (16.7%) 141-150 cm, 37 students (11.5%) ≤120 cm, 12 students (3.7%) 151-160 cm, and 1 student (0.3%) ≥ 161 cm. Therefore, it is necessary to conduct health counseling related to stunting as information material for students. With this counseling activity, it is hoped that students will not take the wrong step in making decisions because of the change in mindset that occurs to them. In addition, it can help students in knowing the various impacts of stunting and can fortify themselves and their social environment so as not to fall into various forms of health problems.  Keywords: Formation, Empowerment, Proslah, Stunting
Pendidikan Kesehatan Tentang Resiko Kehamilan pada Ibu Hamil di Kelurahan Sukamentri Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut Lilis Mamuroh; Sukmawati Sukmawati; Furkon Nurhakim
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9628

Abstract

ABSTRAK Salah satu  penyebab angka kematian ibu  adalah terlambatnya mengenali tanda dan bahaya kehamilan dan kelahiran sehingga tidak terdeteksi adanya faktor resiko tinggi kehamilan. Resiko tinggi kehamilan  adalah suatu kehamilan dimana  jiwa  dan kesehatan ibu dan bayi dapat terancam. Ada banyak faktor yang menjadi penyebab keadaan tersebut  diantaranya minimnya  pengetahuan tentang resiko – resiko kehamilan. Tujuan dari Pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang resiko kehamilan. Metode yang dilakukan dalam pengabdian pada masyarakat ini adalah memberikan pendidikan kesehatan tentang resiko tinggi kehamilan menggunakan media power point. Hasil  dari pendidikan kesehatan ini  31 ibu hamil mengalami peningkatan pengetahuan tentang resiko kehamilan. kesimpulan  adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang resiko pada kehamilan sehingga resiko kehamilan dapat dicegah. Kata Kunci: Ibu hamil, Pendidikan Kesehatan, Resiko Kehamilan,  ABSTRACT One of the causes of maternal mortality is the delay in recognizing the signs and dangers of pregnancy and shildbirth so that high risk factors for pregnancy are not detected. High risk pregnancy is a pregnancy in which the life an health of  the mother  and baby are threatened. There are many factors that cause this situation, including the lack of knowledge about the risks of pregnancy. The purpose of this community service is to increase the knowledge of pregnant women. The method used in ths community service is to provide health education about high risk pregnancies using power point media. The results of this health education 31 pregnant women experienced and increase in knowledge about the risks of pregnancy. The conclusion is that there is an increase in the knowledge of pregnantcy so that the risks of pregnancy can be prevented Keywords:  Health Education, Pregnant Women,  Pregnancy Risk
Upaya Pengendalian Faktor Risiko Penyakit Hipertensi di RW 11 dan 13 Kelurahan Kotawetan Kabupaten Garut Udin Rosidin; Umar Sumarna; Nina Sumarni; Iwan Shalahuddin; Rohmahalia M Noor; Anggi Putri Ariyani; Nida Luthfiyani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9810

Abstract

ABSTRAK Pada saat ini penyakit hipertensi telah menyebabkan meningkatnya angka kesakitan dan kematian.  Seringkali gejala penyakit hipertensi tidak tampak sehingga lolos dari deteksi melalui anamnese tenaga medis. Hal ini menyebabkan hipertensi dijumpai pada tingkat yang lebih parah sehingga susah untuk dipulihkan. Untuk mengatasi permasalahan itu sangat diperlukan adanya kemampuan masyarakat untuk mengandalikan faktor risikonya. Maka kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan  pengetahuan masyarakat tentang cara mengendalikan faktor risiko hipertensi. Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat memiliki kemampuan yang baik tentang deteksi dini penyakit hipertensi. Metode pada kegiatan ini adalah pendidikan kesehatan pada masyarakat RW 11 dan RW 13 tentang pengendalian faktor risiko penyakit hipertensi. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 45 orang. Hasil kegiatan menunjukkan rata rata nilai hasil pretest sebesar 55 point dan rata rata nilai posttest sebesar 87 point. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah  bertambahnya tingkat pengetahuan masyarakat RW 11 dan RW 13 tentang pengendelian faktor risiko hipertensi sebesar 32 point. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat berkelanjutan secara mandiri pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Guntur. Kata Kunci: Faktor Risiko, Hipertensi, Pengendalian  ABSTRACT At this time hypertension has caused increased morbidity and mortality. Often the symptoms of hypertension are not visible so that they escape detection through anamnesis of medical personnel. This causes hypertension to be found at a more severe level so that it is difficult to recover. To overcome this problem, it is very necessary to have the ability of the community to rely on risk factors. So this activity aims to increase public knowledge about how to control hypertension risk factors. With this activity it is hoped that the community will have good skills regarding early detection of hypertension. The method for this activity is health education in the RW 11 and RW 13 communities regarding controlling the risk factors for hypertension. The number of participants who attended were 45 people. The results of the activity showed an average pretest result of 55 points and an average posttest score of 87 points. The conclusion from this community service activity is that the level of knowledge of the RW 11 and RW 13 community about hypertension risk factor control is increased by 32 points. The activities that have been carried out are expected to be sustainable independently in the community in the working area of the Guntur Health Center. Keywords: Risk factors, Hypertension, Control
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengenalan dan Penatalaksanaan Tuberkulosis Paru Hesti Platini; Indra Maulana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9622

Abstract

ABSTRAK Pandemi penyakit coronavirus (COVID-19) telah menimbulkan efek negatif yang belum pernah terjadi sebelumnya pada kesehatan. Sinergi terkait tuberculosis (TB) menjadi kurang diperhatikan. Sehingga diperlukan upaya pencegahan peningkatan kejadian TB melalui penyuluhan Kesehatan. Tujuan kegiatan yaitu Pendidikan kesehatan dalam pengenalan dan penatalaksanaan penyakit tuberkulosis paru melalui pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan peningkatan angka kejadian TB. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan dalam bentuk pendidikan kesehatan yang dilakukan secara langsung pada warga masyarakat melalui media audio visual dan leaflet. Hasil Pendidikan Kesehatan menunjukan adanya perubahan sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan Kesehatan yaitu rata-rata peserta mengalami peningkatan pengetahuan antara pretest (59) dengan posttest (86). Berdasarkan hasil kuesioner, sebelum dan sesudah dilakukan Pendidikan Kesehatan tentang TB Paru pengetahuan peserta menjadi meningkat, maka dapat disimpulkan bahwa peserta mengetahui memahami dari apa yang sudah dijelaskan terkait materi TB Paru baik secara penegatahuan maupun dalam penatalaksaanaanya. Kata kunci: Pemberdayaan, Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, TB Paru  ABSTRACT The coronavirus disease (COVID-19) pandemic has had unprecedented negative effects on health. The synergies related to tuberculosis (TB) are receiving less attention. There is necessary to prevent an increase in the incidence of TB through health education. The aim of the activity is health education in the introduction and management of pulmonary tuberculosis through community empowerment in an effort to prevent an increase in the incidence of TB. The method used is counseling in the form of health education which is carried out directly to the community members through audio-visual media and leaflets. The results of health education showed that there were changes before and after health education, namely the average participant experienced an increase in knowledge between pretest (59) and posttest (86). Based on the results of the questionnaire, before and after the Health Education about Pulmonary TB the participants' knowledge increased, it can be concluded that the participants know and understand what has been explained regarding the material on Pulmonary TB both in knowledge and in its management.  Keyword: Empowerment, Health Education, Knowledge, Pulmonary TB
Edukasi, Komunikasi dan Informasi Kesehatan Reproduksi Perempuan bagi Kelompok Dharma Wanita Persatuan BPDASHL Benain Neolmina Kota Kupang Ummi Kaltsum S Saleh; Mareta Bakale Bakoil
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.8149

Abstract

ABSTRAK Masalah yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi wanita di Indonesia semakin hari semakin komplek. Banyaknya kasus kematian ibu karena kanker serviks, kanker payudara, dan tingginya kasus HIV/AIDS di Kota Kupang menimbulkan kekhawatiran bagi kelompok dharma wanita persatuan BPDASHL Benain Neolmina Kota Kupang. Kegiatan yang dilakukan adalah pemberian edukasi dan informasi kepada kelompok ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan BPDASHL Benain Neolmina Kota Kupang tentang kesehatan reproduksi perempuan, organ reproduksi, masalah kesehatan reproduksi perempuan, pencegahan dan cara merawat organ reproduksi. Kegiatan diikuti oleh 15 orang ibu. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan kepada kelompok ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan BPDASHL Benain Neolmina Kota Kupang menunjukkan capaian keberhasilan dengan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi. Penambahan pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi menyebabkan ibu-ibu lebih mudah dalam memberikan upaya preventif dan upaya kuratif lebih dini bila diperlukan. Kata Kunci: Kesehatan, Reproduksi, Perempuan  ABSTRACT The women's reproductive health problems in Indonesia are increasingly complex. The number of maternal deaths cases due to cervical cancer, breast cancer, and the high number of HIV/AIDS in Kupang City has raised concerns to Dharma Wanita BPDASHL Benain Neolmina, Kupang City. The activites were informed about woman reproductive health, reproductive system, reproductive health problems, prevention and woman reproductive health care. The activity was attended by 15 participant. Through this activities increase their knowledge about reproductive health. It showed success with understanding of reproductive health. The addition of knowledge and understanding of reproductive health makes easier for women to prevent reproductive health problems and if needed, curative efforts can be obtained earlier. Keywords : Health, Reproductive, Woman 
Pengejawantahan Proteksi Diri terhadap Bahaya Napza melalui Pengetahuan Telaah Unsur Zat Beserta Sasana Olah Pernafasan di Smk Dwijendra Denpasar Anak Agung Gde Oka Widana; Ika Setya Purwanti; Ni Luh Putu Devhy; Ni Wayan Desi Bintari; Diah Prihatiningsih
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9650

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan masa paling rawan dan sensitif terhadap perkembangan zaman. Karenanya perlu adanya pembekalan pengetahuan lebih holistik dan mendalam, sebagai bekal dalam menjalani kehidupan sosial di masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan, mempraktekkan serta membangun sistem proteksi diri bagi siswa SMK Dwijendra Denpasar terhadap bahaya NAPZA. Kegiatan dilaksanakan dengan cara bimbingan serta penyuluhan. Peserta kegiatan ini secara kuantitas berjumlah 24 orang siswa, yang didominasi oleh peserta didik perempuan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menunjukkan hasil bahwa: (1) Peserta pengabdian masyarakat di SMK Dwijendra Denpasar didominasi oleh perserta didik perempuan dalam rentang usia 17 tahun, (2) Pengejawantahan proteksi diri terhadap bahaya NAPZA dapat diimplementasikan dengan baik melalui sasana olah pernafasan guna memanajemen stres, dan (3) Pengujian sampel urine menunjukkan hasil jika siswa di SMK Dwijendra Denpasar dinyatakan bebas dari kandungan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya. Pengejawantahan proteksi diri terhadap bahaya NAPZA melalui sasana olah pernafasan dan pengujian sample urine berjalan dengan lancar dan menunjukkan hasil yang baik dengan tingkat responsibility yang tinggi. Kata Kunci: NAPZA, Unsur Zat, Sasana Olah Pernafasan  ABSTRACT Adolescence is the period most vulnerable and sensitive to the times. Therefore it is necessary to have a more holistic and in-depth provision of knowledge, as a provision in living social life in society. This service activity aims to introduce, practice and build a self-protection system for Dwijendra Denpasar Vocational School students against the dangers of drugs. Activities carried out by means of guidance and counseling. The participants in this activity were 24 students in quantity, which were dominated by female students. The implementation of this community service shows the results that; (1) Community service participants at Dwijendra Denpasar Vocational School are dominated by female students within the age range of 17 years, (2) self-protection against the dangers of drugs can be properly implemented through breathing exercise centers to manage stress, and (3) Urine sample testing shows results if students at Dwijendra Denpasar Vocational School are declared free from the content of narcotics, psychotropics and other addictive substances. The manifestation of self-protection against the dangers of drugs through breathing exercises and urine sample testing runs smoothly and shows good results with a high level of responsibility. Keywords: Drug, Substance Elements, Ethics of Breathing

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue