cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Edukasi dan Senam Ergonomik sebagai Upaya Mengontrol Kadar Asam Urat pada Lansia Septi Viantri Kurdaningsih; Rahayu Tri Nuritasari; Elsa Sylvia; Amrina Rasyada; Muhlisin Muhlisin; Meri Rosita; Aditya Purbayanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9490

Abstract

ABSTRAK Asam urat adalah salah satu penyakit yang sering terjadi pada lansia. Penanganan asam urat yang tidak tepat dapat menyebabkan kerusakan sendi yang progresif, deformitas, disabilitas, dan kematian. Adapun upaya untuk mengurangi nyeri sendi adalah dengan terapi non farmakologi dengan menggunakan berbagai macam metode seperti senam, stretching, dan pemberian latihan rentang gerak aktif. Senam ergonomik merupakan salah satu senam yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri sendi pada lansia yang menderita asam urat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memperkenalkan senam ergonomik bagi penderita asam urat agar untuk meningkatkan pengetahuan dan dapat melakukan senam ergonomik secara mandiri di rumah agar terhindar dari kekakuan sendi yang mengakibatkan nyeri sendi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini memberikan edukasi tentang asam urat dan senam ergonomik. Adapun penyampaian materi pengetahuan menggunakan metode ceramah dan Tanya jawab sedangkan senam ergonomik menggunakan metode demonstrasi dan simulasi. Sasaran kegiatan adalah penderita asam urat yang berusia > 40 Tahun yang terdata di Puskesmas Talang Betutu dan masuk wilayah kelurahan Talang Betutu Kota Palembang berjumlah 20 orang. Kuesioner pre-test dan post-test diberikan untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Hasil yang didapatkan yaitu adanya peningkatan pengetahuan disertai keterampilan tentang senam egonomik bagi responden khususnya serta bagi seluruh masyarakat Kecamatan Talang Betutu Kota Palembang secara umum. Diharapkan kegiatan pengabdian dapat dikembangkan di beberapa kelurahan lainnya di wilayah kerja Puskesmas Talang Betutu dan masyarakat mampu melakukan senam ergonomik secara mandiri di rumah. Kata Kunci: Senam Ergonomik, Asam Urat, Lansia  ABSTRACT Gout is a disease that often occurs in the elderly. Improper handling of uric acid can cause progressive joint damage, deformity, disability, and death. The effort to reduce joint pain is non-pharmacological therapy using various methods such as gymnastics, stretching, and active range of motion exercises. Ergonomic gymnastics is one exercise that can be done to reduce joint pain in the elderly who suffer from gout. The purpose of this community service is to introduce ergonomic exercises for gout sufferers in order to increase knowledge and be able to do ergonomic exercises independently at home to avoid joint stiffness, which causes joint pain. The method used in this activity provides education about gout and ergonomic exercises. The delivery of knowledge material uses the lecture and question and answer methods, while ergonomic exercises use demonstration and simulation methods. The target of the activity was gout sufferers aged > 40 years who were recorded at the Talang Betutu Health Center and entered the Talang Betutu sub-district area of Palembang City, totaling 20 people. Pre-test and post-test questionnaires were given to evaluate the increase in participants' knowledge. The results obtained showed an increase in knowledge accompanied by skills about egonomic gymnastics for the respondents in particular and for the whole community of Talang Betutu District, Palembang City, in general. It is hoped that service activities can be developed in several other sub-districts in the working area of the Talang Betutu Health Center and that the community will be able to do ergonomic exercises independently at home. Keywords: Gout, Elderly, Ergonomic Exercise 
Edukasi Skrining dan Deteksi Dini Kanker Payudara melalui Breast Self-Examination dan Deteksi Dini Kanker Serviks melalui Pemeriksaan Iva Yuni Subhi Isnaini; Sestu Iriami Mintaningtyas
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.9992

Abstract

ABSTRAK Kanker masih menjadi penyakit yang menakutkan, di samping biaya operasi yang mahal, kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan sangat rendah. Salah satu faktor penghambat pencegahan kanker ialah kurangnya pengetahuan tentang kanker, mulai dari tanda-tanda, faktor penyebab, sampai pencegahan/deteksi dini  kanker kanker payudara merupakan kanker dengan jumlah penderita terbanyak di dunia.(Purba & Simanjuntak, 2019) Prevalensi kanker payudara di Indonesia sebesar 40 per 100.000 penduduk. Angka baru yang dirilis WHO pada Jumat (3/2/2017) menunjukkan bahwa setiap tahun ada 8,8 juta orang meninggal akibat kanker, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Satu masalah utama adalah banyak kasus kanker didiagnosis terlambat. Bahkan di negara-negara dengan sistem kesehatan yang optimal, banyak kasus kanker yang didiagnosis pada stadium lanjut. Di Indonesia, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1000 penduduk atau sekitar 347 ribu orang. Salah satu penyebab tingginya angka kematian akibat kanker payudara adalah minimnya pengetahuan masyarakat, terutama kaum wanita. Kondisi ini bila tidak segera diatasi dipercaya akan memperburuk keadaan sehingga jumlah penderita kedua jenis kanker ini akan terus meningkat setiap tahunnya. Salah satu bentuk deteksi dini kanker payudara adalah menggunakan teknik Breast Self-Examination/SADARI dan juga melalui pemeriksaan IVA untuk deteksi dini kanker serviks.(Riskesdas, 2013) Di beberapa negara, program deteksi dini terbukti mampu menurunkan angka kejadian dan kematian akibat kanker. Kegiatan pengabdian ini dilakukan selama 1 minggu dengan memberikan edukasi selama 2 hari didampingi langsung dalam pemeriksaan IVA dan menonton video cara melakukan Breast Self-Examination/SADARI,  Pihak yang terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Dosen, mahasiswa dan ibu pengajian Raudatul Janah sebagai kelompok sasaran. Tahap awal dilakukan penyuluhan  tentang bahaya kanker payudara dan serviks ,  menonton video SADARI, di ajarkan cara melakukan Breast Self-Examination serta didampingi dalam melakukan pemeriksaan IVA selanjutnya  akan dievaluasi  hasil edukasi yang telah diberikan dengan menggunakan lembar observasi atau lembar cheklist cara melakukan Teknik Breast Self-Examination Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini terjadinya peningkatan keterampilan pada ibu ibu dalam melakukan Breast Self-Examination, diharapkan bidan di Puskesmas Sowi dapat dengan rutin memberikan edukasi pada ibu/Wanita usia subur tentang Breast Self-Examination / SADARI  serta melakukan pemeriksaan IVA Secara Rutin.Kata Kunci: Deteksi Dini,  Iva , Breast Self-Examination  dan  Wanita  ABSTRACT Cancer is still a frightening disease, apart from the high cost of surgery, public awareness for prevention is very low. One of the inhibiting factors for cancer prevention is the lack of knowledge about cancer, starting from the signs, causative factors, to prevention/early detection of breast cancer, which is the cancer with the highest number of sufferers in the world.(Purba & Simanjuntak, 2019) The prevalence of breast cancer in Indonesia is 40 per 100,000 population. New figures released by WHO on Friday (3/2/2017) show that every year 8.8 million people die from cancer, mainly in low and medium prayer countries. One major problem is that many cases of cancer are diagnosed too late. Even in countries with optimal health systems, many cases of cancer are diagnosed at an advanced stage. In Indonesia, based on 2013 Basic Health Research (Riskesdas) data, the prevalence of cancer in Indonesia is 1.4 per 1000 population or around 347 thousand people. One of the causes of the high death rate from breast cancer is the lack of public knowledge, especially women. If this condition is not immediately resolved, the belief will be pressure from the situation so that the number of sufferers of these two types of cancer will continue to increase every year. One form of early detection of breast cancer is using the Breast Self-Examination/BSE technique and also through IVA examination for early detection of cervical cancer.(Riskesdas, 2013) In several countries, early detection programs have been proven to be able to reduce the incidence and death from cancer. This community service activity was carried out for 1 week by providing education for 2 days accompanied directly in IVA examinations and watching videos on how to do BSE. The parties involved in this community service activity were lecturers, students and the mother of the Raudatul Janah recitation as the target group. The initial stage is counseling about the dangers of breast and cervical cancer, watching BSE videos, being treated for how to do a Breast Self-Examination and assisted in carrying out an IVA examination. Then the results of the education that has been given will be evaluated using observation sheets or checklist sheets on how to do the Breast Self-Examination Technique. from this community service activity there is an increase in the skills of mothers in carrying out Breast Self-Examination, it is hoped that midwives at the Sowi Health Center can routinely provide education to mothers/Women of childbearing age about Breast Self-Examination/BSE and carry out Routine IVA checks Keywords: Early Detection, Iva , Breast Self-Examination and Women
Peningkatan Kapasitas Siswa-Siswi MA Darul Falah Mengenai Penyakit Menular Seksual Bambang Aditya Nugraha; Irzi Ahmad Rizani; Maria Elizabeth; Nafisa Tahira
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.9703

Abstract

ABSTRAK Penyakit menular seksual atau PMS merupakan penyakit atau infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Kasus PMS banyak terjadi pada kalangan remaja dan dapat mempengaruhi tingkat kesehatan reproduksi. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan intervensi pada siswa MA Darul Falah mengenai PMS. Pelaksanaan kegiatan pematerian penyakit menular seksual di MA Darul Falah berjalan dengan lancar. Para peserta telah diberikan pengetahuan mengenai pengertian PMS, jenis-jenis PMS, penyebab serta pencegahan PMS. Pembuatan poster dengan materi PMS melalui focus group discussion (FGD) dilakukan untuk memberikan pemahaman yang lebih dan fokus peserta terhadap penyakit menular seksual dapat diterima dengan baik. Dalam kegiatan pematerian mengenai Penyakit Menular Seksual di MA Darul Falah yang dihadiri oleh 89 peserta memiliki enam rangkaian kegiatan dalam satu hari pematerian yaitu pre-test, Focus Group Discussion (FGD), presentasi grup, pematerian, post-test, pengumuman hadiah poster terbaik. Kegiatan pre-test diikuti oleh 70 peserta dengan rata-rata nilai 70,54. kegiatan post-test diikuti oleh 67 peserta dengan rata-rata nilai 82,06. Terdapat kenaikan nilai rata-rata post-test sebesar 16,3% dibandingkan dengan nilai rata-rata pre-test. Dengan demikian, terdapat peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti kegiatan pematerian. Edukasi secara berkesinambungan terkait PMS harus dilakukan untuk meningkatkan sikap dan perilaku siswa. Kata Kunci: Penyakit Menular Seksual, Reproduksi, Poster   ABSTRACT Sexually transmitted diseases or STDs are diseases or infections that are transmitted through sexual intercourse. STDs cases often occur among adolescents and can affect the level of reproductive health. The purpose of this activity is expected to be able to provide intervention to MA Darul Falah students regarding STDs. The implementation of materialization activities on sexually transmitted diseases at MA Darul Falah ran smoothly. The participants were given knowledge about the meaning of STDs, the types of STDs, the causes and prevention of STDs. Making posters with STDs material through focus group discussions (FGD) was carried out to provide a better understanding and focus on participants on sexually transmitted diseases that could be well received. In the presentation on Sexually Transmitted Diseases at MA Darul Falah which was attended by 89 participants, there were six series of activities in one day of presentation, namely pre-test, Focus Group Discussion (FGD), group presentations, presentation, post-test, announcement of the best poster prize. The pre-test activity was attended by 70 participants with an average score of 70.54. post-test activities were attended by 67 participants with an average score of 82.06. There is an increase in the average post-test score of 16.3% compared to the pre-test average value. Thus, there is an increase in students' knowledge after participating in teaching activities. Continuous education related to STDs must be carried out to improve students' attitudes and behavior. Keywords: Sexually Transmitted Diseases, Reproductive, Posters.
Penyuluhan dan Pemeriksaan Urinalisa sebagai Awal Skrining Kesehatan Ginjal di Desa Jabalsari Mutia Hariani Murjanah; Sulastri Sulastri; Rahma Diyan Martha; Afidatul Muadifah; Maya Diva Siswidiani; Rian Anggia Wijaya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10148

Abstract

ABSTRAK Ginjal merupakan pusat homeostasis. Melalui mekanisme sensorik, ginjal  mengatur tekanan darah, air, natrium, kalium, keasaman, mineral tulang dan hemoglobin. Ginjal adalah organ yang kompleks, dan sangat penting dalam mempertahankan fungsi normal tubuh. Kelangsungan hidup manusia sangat bergantung pada fungsi dan proses penting yang dilakukan oleh ginjal. Sistem ginjal mempengaruhi semua bagian tubuh dengan menjaga keseimbangan cairan tubuh dan sistem organ lainnya berfungsi secara normal. Ginjal berperan sebagai salah satu organ dalam sistem ekskresi yang berfungsi untuk membuang zat sisa metabolisme dalam bentuk urine. Urine merupakan cairan sisa hasil metabolisme  yang harus dikeluarkan dari tubuh jika tidak dikeluarkan dapat menyebabkan keracunan. Penyuluhan dan Pemeriksaan Urinalisa dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengentahuan masyarakat tentang kesehatan ginjal dan  meningkatkan kesadaran menstimulasi kegiatan preventif agar hidup sehat. Metode yang dilakukan yaitu menjadi 2 sesi, yang pertama penyuluhan dan dilanjutkan dengan pemeriksaan urine. Sesi pertama penyuluhan diperoleh pengetahuan 75% memahami Kesehatan ginjal dan dilanjutkan dengan pemeriksaan urine sesuai dengan parameter yaitu 48% protein, 22% glukosa,11% leukosit, 11% blirubin, 8% darah. Secara keseluruhan acara penyuluhan dan pemeriksaan urinalisa sangat bermanfaat dengan menambah pengetahuan dan sebagai stimulus bagi peserta sebagai tindakan preventif untuk meningkatkan perbaikan taraf kesehatan dan kesejahteraan janka panjang  yang mandiri dan terarah Kata Kunci: Ginjal, Urine, Dipstik  ABSTRACT The kidney is the center of homeostasis. Through sensory mechanisms, the kidneys regulate blood pressure, water, sodium, potassium, acidity, bone mineral and hemoglobin. Kidneys are complex organs, and they are very important in maintaining normal body functions. Human survival is highly dependent on the important functions and processes carried out by the kidneys. The renal system influences all parts of the body by maintaining the balance of body fluids and other organ systems functioning normally. The kidney acts as one of the organs in the excretory system which functions to remove waste products of metabolism in the form of urine. Urine is a residual liquid resulting from metabolism that must be excreted from the body if it is not removed it can cause poisoning. Urinalysis counseling and examination is carried out with the aim of increasing public knowledge about kidney health and increasing awareness of stimulating preventive activities for a healthy life. The method used is divided into 2 sessions, the first is counseling and followed by urine examination. The first counseling session obtained 75% knowledge of understanding kidney health and continued with urine examination according to the parameters, namely 48% protein, 22% glucose, 11% leukocytes, 11% bilirubin, 8% blood. Overall the counseling program and urinalysis examination are very useful by increasing knowledge and as a stimulus for participants as a preventive action to increase the improvement of long-term health and well-being that is independent and directed Keywords: Kidney, Urine, Dipstick
Edukasi dan Skrining Penderita Penyakit Hipertensi dan Diabetes Melitus Sebagai Upaya Efikasi Diri dalam Pencegahan Gagal Ginjal Kronis di Desa Lemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat Mimi Amaludin; Nurpratiwi Nurpratiwi; Defa Arisandi; Fauzan Alfikrie; Uti Rusdian Hidayat; Ali Akbar; Debby Hatmalyakin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10090

Abstract

ABSTRAK         Lemukutan adalah daerah pesisir pantai, mayorits masyarakatnya bekerja sebagai nelayan yang berarti masyarakat memanfaatkan hasil laut untuk kehidupan sehari serta peningkatan kesejahteraan yang sejalan dengan negara Indonesia sebagai negara kemaritiman. Salah satu paling berpengaruh yaitu masyarakat pulau lemukutan mengkonsumsi hanya hasil lautan bahkan hasil lautan yang dikeringkan seperti ikan asin dan rumput laut yang dibikin manisan yang mengandung kadar garam dan gula yang tinggi yang merupakan salah satu faktor penyebab hipertensi dan diabetes melitus sehingga berisiko mengalami gagal ginjal kronis. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran diri masyarakat dan kemampuan dalam melakukan upaya pencegahan dan meminimalkan resiko terjadinya penyakit tersebut. Metode palaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah edukasi dan skrining tentang penyakit hipertensi dan diabetes melitus dalam upaya pencegahan gagal ginjal kronis kepada masyarakat Desa Lemukutan. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan data sebelum edukasi diperoleh tingkat pengetahuan sebagian besar peserta berada pada kategori sedang yaitu 60 %, kategori rendah yaitu 30% dan kategori tinggi yaitu 10%. Sedangkan setelah diberikan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat yaitu pada kategori tinggi yaitu 63,33% dan kategori tinggi yaitu 30 % dan kategori rendah 6,6 %. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang konsep pencegahan penyakit serta deteksi dini penyakit ginjal menjadi salah satu upaya untuk meminimalisir keterlambatan dalam mengenal tanda-tanda munculnya penyakit ginjal. Kata Kunci: Edukasi, Skrining, Gagal Ginjal  ABSTRACT Lemukutan is a coastal area, the majority of the people work as fishermen, which means that people use marine products for their daily lives and increase their welfare which is in line with Indonesia as a maritime country. One of the most influential is that the people of Lemukutan Island consume only marine products and even dried marine products such as salted fish and seaweed which are made into sweets that contain high levels of salt and sugar which are one of the factors that cause hypertension and diabetes mellitus so that they are at risk of experiencing chronic kidney failure . The purpose of community service is to increase people's self-awareness and ability to make efforts to prevent and minimize the risk of the disease. The method of implementing community service is education and screening about hypertension and diabetes mellitus in an effort to prevent chronic kidney failure for the people of Lemukutan Village. The results of community service obtained data before education obtained that the knowledge level of most participants was in the medium category, namely 60%, the low category, namely 30%, and the high category, namely 10%. Meanwhile, after being given education, there was an increase in public knowledge, namely in the high category, namely 63.33% and in the high category, namely 30% and in the low category, 6.6%. Increasing public knowledge about the concept of disease prevention and early detection of kidney disease is an effort to minimize delays in recognizing the signs of kidney disease. Keywords: Education, Screening, Renal Failure
Peningkatan Pengetahuan tentang Pemeriksaan Spesimen Laboratorium COVID-19 melalui Edukasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Yulia Nadar Indrasari; Fauqa Arinil Aulia; Yessy Puspitasari; Puspa Wardhani; Yetti Hernaningsih
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9783

Abstract

ABSTRAK Wabah COVID-19 (coronavirus disease 2019) yang pertama kali berasal dari Wuhan, Cina telah menyebar ke 219 negara dan telah menginfeksi sekitar 104.911.243 penduduk di seluruh dunia. Sejak kasus ini pertama kali dilaporkan pada tanggal 2 Maret 2020 di Indonesia, jumlah kasus terkonfirmasi terus meningkat dan penularan penyakit menyebar dengan cepat di seluruh wilayah tanah air. Hal ini turut berdampak pada keselamatan dan kesehatan tenaga kesehatan yang bertugas dalam penanganan COVID-19. Faktor paparan virus, tekanan kerja yang terlalu berat, penggunaan APD yang tidak adekuat, hingga kelelahan fisik dan mental menjadi pemicu utama krisis kesehatan di lingkungan tenaga kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat mengendalikan jumlah tenaga kesehatan yang tertular COVID-19 saat melakukan pelayanan kesehatan kepada pasien. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di ruang pertemuan Hotel Ningrat, Kabupaten Bangkalan berupa edukasi dan penyuluhan tentang pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) di dalam pemeriksaan spesimen COVID-19. Sebanyak 100 peserta tenaga kesehatan puskesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan mempraktekkan Gerakan Cuci Tangan (hand hygiene) sesuai standar WHO, serta pemasangan dan pelepasan alat pelindung diri (APD) yang benar. Nilai post-test para partisipan petugas kesehatan puskesmas baik dokter umum, perawat, bidan, maupun ATLM yang telah mendapatkan pengetahuan, informasi, dan ketrampilan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) sebesar 78 peserta (86,7%) dari 100 partisipan mengalami peningkatan dibandingkan nilai pre-test sebelum pemberian materi edukasi. Kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman mengenai penyakit COVID-19 dan cara penularannya, yang dapat diamati pada peningkatan nilai postes peserta penyuluhan. Kegiatan edukasi dan penyuluhan tentang PPI perlu dilakukan berkesinambungan agar dapat menurunkan jumlah tenaga Kesehatan yang tertular COVID-19. Kata Kunci: COVID-19, Pencegahan dan Pengendalian Infeksi.  ABSTRACT The COVID-19 (coronavirus disease 2019) outbreak, which first originated in Wuhan, China, has spread to 219 countries and has infected around 104,911,243 people worldwide. Since this case was first reported on March 2, 2020, in Indonesia, the number of confirmed cases has continued to increase, and disease transmission has spread rapidly throughout the country. This also has an impact on the safety and health of health workers on duty in handling COVID-19. Factors such as exposure to viruses, excessive work pressure, inadequate use of PPE, and physical and mental exhaustion are the main triggers for the health crisis in the health workforce. This activity is expected to control the number of health workers who are infected with COVID-19 when providing health services to patients. Community service activities carried out in the Ningrat Hotel meeting room, Bangkalan Regency in the form of education and counseling about infection prevention and control in examining COVID-19 specimens. A total of 100 health workers at the Bangkalan District Health Office practiced hand hygiene according to WHO standards and the correct installation and removal of personal protective equipment (PPE) The post-test scores of participants in health center health workers, including general practitioners, nurses, midwives, and ATLM who had received knowledge, information, and infection prevention and control (PPI) skills, were 78 participants (86.7%) out of 100 participants, an increase compared to pre-test values before giving educational materials. This activity can increase understanding of the COVID-19 disease and its mode of transmission, which can be observed in the increase in the posttest value of the counseling participants. Education and outreach activities about PPI must be carried out continuously to reduce the number of health workers infected with COVID-19. Keywords: COVID-19, Infection Prevention and Control.
Mengendalikan Hipertensi dan Mencegah Terjadinya Stroke dengan CERDIK dan “PATUH” Anita Anita; Purwati Purwati; Giri Udani; Erick Hardhanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10294

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan masalah dalam kesehatan yang dicirikan dengan peningkatan tekanan darah ≥ 140/90 mmHg. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko terjadinya stroke. Hipertensi bertanggung jawab atas  51% kematian karena stroke. Data dari Lepas Narkotika Kelas II A Bandar Lampung, penderita hipertensi sebanyak 25. orang dan 5 orang menderita stroke, dari sebanyak 890 penghuni. Upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi yaitu meningkatkan promosi kesehatan melalui KIE dengan perilaku CERDIK dan PATUH, meningkatkan pencegahan dan pengendalian hipertensi berbasis gerakan masyarakat untuk self awareness melalui pengukuran tekanan darah rutin dan penguatan pelayanan pada penderita hipertensi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat  ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh edukasi pengendalian dan pencegahan hipertensi dan stroke dengan CERDIK dan PATUH terhadap tingkat pengetahuan penghuni Lapas. Pemberian edukasi  dengan menggunakan evaluasi pre dan post test. Sasaran peserta sejumlah 100 penghuni. Dilakukan analisis univariat berupa distribusi frekuensi dan prosentase, analisis bivariat dengan uji t dependen. Hasil nilai pre test sebelum diberikan edukasi terkait masalah kesehatan hipertensi dan stroke didapatkan nilai rata-rata 84.60 dengan standar deviasi 11.466, dan pada post test sesudah diberikan edukasi didapatkan nilai rata rata 88.80, standar deviasi 5.938 dengan p-value 0,000.  Didapatkan hasil analisis uji t dependen nilai p-value 0.000 (p-value < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi upaya pengendalian dan pencegahan hipertensi dan stroke dengan CERDIK dan PATUH terhadap tingkat pengetahuan penghuni Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II A Bandar Lampung Tahun 2023. Kata Kunci: Hipertensi, Stroke, Edukasi, CERDIK, PATUH ABSTRACT Hypertension is a health problem characterized by an increase in blood pressure ≥ 140/90 mmHg. Hypertension is a risk factor for stroke. Hypertension is responsible for 51% of stroke deaths. Data from Narcotics Release Class II A Bandar Lampung, there were 25 people with hypertension and 5 people suffering from strokes, out of 890 residents. Efforts to prevent and control hypertension, namely increasing health promotion through IEC with CERDIK and PATUH behavior, increasing prevention and control of hypertension based on community movements for self-awareness through routine blood pressure measurements and strengthening services for people with hypertension. This community service activity was carried out to determine the effect of education on controlling and preventing hypertension and stroke by being CERDIK and PATUH on the level of knowledge of prison inmates. Providing education using pre and post test evaluations. The target number of participants is 100 residents. Univariate analysis was carried out in the form of frequency and percentage distributions, bivariate analysis with the dependent t test. The results of the pre-test before being given education related to hypertension and stroke health problems obtained an average value of 84.60 with a standard deviation of 11,466, and in the post-test after being given education, the average value was 88.80, a standard deviation of 5,938 with a p-value of 0.000.  The results of the analysis of the dependent t test were obtained with a p-value of 0.000 (p-value <0.05), so it can be concluded that there is an educational influence on efforts to control and prevent hypertension and stroke with CERDIK and PATUH on the level of knowledge of class II Narcotics Penitentiary residents A Bandar Lampung in 2023. Keywords: Hypertension, Stroke, Education, CERDIK, PATUH
Asuhan Keperawatan Komprehensif pada Penderita Asam Urat dengan Masalah Nyeri Menggunakan Kompres Jahe Hangat di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Anyar Bandar Lampung Donna Caesarani Ananda; Idawati Kn; M. Arifki Zainaro
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.8584

Abstract

ABSTRAK Penyakit asam urat muncul sebagai akibat dari kondisi hiperurisemia ini. Berdasarkan data dari Puskesmas Karang Anyar Bandar Lampung tahun 2022 dari bulan Januari sampai bulan April di ketahui bahwa kasus asam urat yang terjadi pada lansia ada 91 kasus. Salah satu bahan untuk kompres yang dapat memberikan sensasi hangat adalah jahe. Kandungan jahe bermanfaat untuk mengurangi nyeri pada asam urat karena jahe memiliki sifat pedas, pahit dan aromatik dari olerasin seperti zingeron, gingerol, dan shagaol. Melakukan analisa jurnal, penerapan intervensi jurnal, pembahasan hasil asuhan keperawatan  asuhan keperawatan komprehensif dengan kompres jahe hangat terhadap nyeri pada penderita asam urat di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Anyar Bandar Lampung. Desain student oral case analysis (SOCA) menggunakan desain studi kasus dalam bentuk  penerapan dengan cara pendekatan sesuai metode deskriptif, metode ini bersifat mengumpulkan data terlebih dahulu, menganalisis data lalu menarik kesimpulan data. Unit yang menjadi kasus tersebut secara lebih jauh dianalisis dan diberikan suatu tindakan terapi. Dalam asuhan keperawatan ini ada 3 pasien yaitu Ny.B, Ny.M dan Tn.M mengalami penurunan nyeri setelah diberikan kompres jahe hangat. Asuhan keperawatan yang dilakukan terhadap Ny.B, Ny.M dan Tn.M yaitu memberikan kompres jahe hangat untuk menurunkan nyeri. Kata Kunci: Asam Urat, Kompres Jahe Hangat, Nyeri  ABSTRACT Gout appears as a result of this hyperuricemia condition. Based on data from the Karang Anyar Health Center in Bandar Lampung in 2022 from January to April, it is known that there were 91 cases of gout that occurred in the elderly. One of the ingredients for compresses that can give a warm sensation is ginger. The content of ginger is useful for reducing pain in gout because ginger has spicy, bitter and aromatic properties from olerasin such as zingeron, gingerol, and shagaol. Analyze journals, apply journal interventions, discuss results nursing care comprehensive nursing care with warm ginger compresses for pain in gout sufferers in the Working Area of the Karang Anyar Health Center, Bandar Lampung. The student oral case analysis (SOCA) design uses a case study design in the form of application by means of an approach according to the descriptive method, this method is to collect data first, analyze the data and then draw conclusions on the data. The unit that became the case was further analyzed and given a therapeutic measure. In this nursing care, there were 3 patients, namely Mrs.B, Mrs.M and Mr.M, who experienced a decrease in pain after being given warm ginger compresses. Nursing care was carried out for Mrs.B, Mrs.M and Mr.M, namely giving warm ginger compresses to reduce pain. Keywords: Gout, Warm Ginger Compress, Pain
Pendidikan Kesehatan tentang Efektifitas Pencegahan Diare pada Balita dengan Seduhan Daun Jambu Biji di Wilayah Kerja Puskesmas Air Hitam Kabupaten Lampung Barat Hafiffah Handayani; Linawati Novikasari; M. Arifki Zainaro
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.9954

Abstract

ABSTRAK Data insiden diare pada Puskesmas Air Hitam tahun 2021 sebesar 1097 balita (Puskesmas Air Hitam, 2021) Penyakit Diare adalah penyakit endemis yg berpotensi mengakibatkan Kejadian Luar Biasa (KLB) & masih sebagai penyumbang nomor kematian pada Indonesia terutama dalam balita. Pada tahun 2020 cakupan pelayanan penderita diare dalam seluruh umur sebanyak 44,4 persen dalam balita sebanyak 28,9 persen dari target yg ditetapkan. Dilakukan pendidikan kesehatan tentang efektifitas pencegahan diare pada balita dengan seduhan daun jambu biji di Wilayah Kerja Puskesmas Air Hitam Kabupaten Lampung Barat Tahun 2022. Pendekatan pada penulisan laporan tugas akhir berfokus pada asuhan keperawatan masalah kurangnya pengetahuan pada ibu yang memiliki balita dengan maslah dehidrasi pada diare melalui pemberian game edukasi di Wilayah Kerja Puskesmas Air Hitam Kabupaten Lampung Barat Tahun 2022. Sebagian besar pengetahuan responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan berupa edukasi efektivitas seduhan daun jambu biji dengan kategori baik 13 responden (65%). Sebagian besar pengetahuan responden sesudah diberikan pendidikan kesehatan berupa edukasi efektivitas seduhan daun jambu biji dengan kategori baik 18 responden (90%). Selisih peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah sebesar 55%, yang artinya terdapat pendidikan kesehatan tentang efektifitas pencegahan diare pada balita dengan seduhan daun jambu biji. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi Puskesmas Air Hitam Kabupaten Lampung Barat sebagai inovasi yang dapat dikembangkan sebagi pencegahan diare menggunakan bahan herbal yaitu seduhan daun jambu biji dengan memberikan berupa leafltet. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pencegahan Diare, Seduhan Daun Jambu Biji  ABSTRACT Data on diarrhea incidence at Air Hitam Public Health Center in 2021 is 1097 children under five (Air Hitam Health Center, 2021). Diarrhea is an endemic disease that has the potential to cause Extraordinary Events (KLB) and is still a contributor to the number of deaths in Indonesia, especially in children under five. In 2020 the coverage of services for diarrhea sufferers in all ages is 44.4 percent in toddlers as much as 28.9 percent of the target set. To conduct health education on the effectiveness of diarrhea prevention in toddlers by steeping guava leaves in the Work Area of the Air Hitam Health Center, West Lampung Regency in 2022. The approach to writing a final project report focuses on nursing care for the problem of lack of knowledge in mothers who have toddlers with dehydration problems in diarrhea through the provision of educational games in the Air Hitam Health Center Work Area, West Lampung Regency in 2022. Most of the respondents' knowledge before being given health education in the form of education on the effectiveness of guava leaf steeping with good category 13 respondents (65%). Most of the respondents' knowledge after being given health education in the form of education on the effectiveness of steeping guava leaves with a good category was 18 respondents (90%). The difference in the increase in knowledge before and after is 55%, which means that there is health education about the effectiveness of preventing diarrhea in toddlers by steeping guava leaves. It is hoped that the results of this study can be used as input for the Air Hitam Health Center in West Lampung Regency as an innovation that can be developed as a prevention of diarrhea using herbal ingredients, namely steeping guava leaves by providing leaflets. Keywords: Health Education, Diarrhea Prevention, Guava Leaf Stew
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (Hands-Only CPR) dan Edukasi Henti Jantung Deborah Siregar; Marisa Manik; Ineke Patrisia; Fiolenty Sitorus; Ester Silitonga; Heman Pailak; Chriska SInaga; Tirolyn Panjaitan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10222

Abstract

ABSTRAK Penyakit jantung masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Data menunjukkan adanya tren peningkatan penyakit jantung. Henti jantung merupakan masalah kesehatan masyarakat dan memiliki dampak buruk pada kesehatan dan kesejahteraan manusia. Sebagian besar henti jantung terjadi pada orang dewasa dan out-of-hospital cardiac arrests (OHCA) umum terjadi di masyarakat. Pada umumnya emergency response time di Indonesia adalah >15 menit sehingga diperlukan adanya Bantuan Hidup Dasar yang dapat diberikan oleh masyarakat untuk meningkatkan kelangsungan hidup korban. Pelatihan BHD dalam bentuk hands only CPR dan edukasi henti jantung pada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hands only CPR sehingga mampu memberikan pertolongan yang tepat bagi pasien yang mengalami henti jantung. Kegiatan PkM ini dilakukan pada Jumat, 18 November 2022. Metode kegiatan adalah ceramah, diskusi, demonstrasi dan demonstrasi ulang. Media pembelajaran yang digunakan adalah presentasi PowerPoint dan alat peraga. Hasil yang didapatkan sebelum edukasi dan pelatihan adalah 40.71 dan setelah edukasi dan pelatihan adalah 70. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan memiliki peran dalam meningkatkan pengetahuan dan psikomotor seseorang. Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, Edukasi Henti jantung, Pelatihan Henti Jantung  ABSTRACT Heart disease is the leading cause of death in Indonesia. The data shows an increasing trend of heart disease. Cardiac arrest is a public health issue that has a negative impact on people's health and well-being. Adults account for most cardiac arrests, and out-of-hospital cardiac arrests (OHCA) are common in the community. Basic Life Support is required to improve the victim's survival since most emergency response times in Indonesia exceed 15 minutes. The goal of Basic Life Support in the form of Hands-Only CPR training and cardiac arrest education for the community is to increase public awareness of hands-only CPR so they can properly assist victims who have had a cardiac arrest. This activity was carried out on Friday, November 18, 2022. The method was a lecture, discussion, demonstration, and return demonstration. Powerpoint presentations and teaching aids were used as learning media. The results obtained before and after education and training were 40.71 and 70, respectively. Based on the findings, it is possible to conclude that health education plays a role in increasing one's knowledge and psychomotor abilities. Keywords: Basic Life Support, Cardiac Arrest Education, Cardiac Arrest Training

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue