cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Pembentukan Dan Sosialisasi Kegiatan Peminat Kesehatan Remaja Muslimah/Pkrm Muslimah Cantik Berakhlak (MCB) Di SMP-IT, SMA DIBS Dar-El Iman Kecamatan Nanggalo Kota Padang Ety Aprianti; Sri Suciana; Fery Musharyadi; Ramadhanty Ramadhanty; Desy Novianti
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3657

Abstract

ABSTRAK Remaja sebagai penerus dan calon pemimpin bangsa di masa depan, mendapatkan hak dan kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, terjamin kelangsungan hidupnya, bebas dari tindakan diskriminasi dan perlakuan yang salah, termasuk terlindungi dari berbagai masalah kesehatan. Masalah kesehatan pada kelompok ini terutama disebabkan karena kecenderungan untuk perilaku yang berisiko (Kemenkes RI, 2018). Kompleksnya permasalahan kesehatan pada remaja, tentunya memerlukan penanganan yang komprehensif dan terintegrasi yang melibatkan semua unsur dari lintas program dan sektor terkait. Kementarian Kesehatan telah mengembangkan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Puskesmas, dengan paket pelayanan komprehensif untuk kesehatan remaja meliputi KIE, konseling, pembinaan konselor sebaya, layanan klinis medis dan rujukan termasuk pemberdayaan masyarakat (Kemenkes RI, 2018). Metode Pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Pembentukan Organisasi, Pembuatan Tupoksi dan Program Kerja, melakukan Sosialisasi, penyuluhan/ ceramah dan demonstrasi yang dilakukan secara insidentil. Pemberian ceramah juga disertai dengan Tanya jawab, pemaparan gambar-gambar dan mendemonstrasikan kepada IBU HAMIL sehingga memudahkan untuk memahaminya. Serta melakikan pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Hb. Kata Kunci : Remaja,Konselor sebaya,Pembinaan  ABSTRACT Youth as successors and future leaders of the nation, get the widest possible right and opportunity to grow and develop optimally, guaranteed their survival, free from discrimination and wrong treatment, including being protected them from various health problems. Health problems in this group are mainly due to the tendency for risky behavior (Kemenkes RI, 2018). The complexity of health problems in adolescents, of course, requires comprehensive and integrated handling that involves all elements from across related programs and sectors. The Ministry of Health has developed a Youth Care Health Service (PKPR) in Puskesmas, with a comprehensive service package for adolescent health including IEC, counseling, peer counselor development, clinical medical services, and referrals including community empowerment (Kemenkes RI, 2018). The implementation method used in this service is the Formation of Organizations, the Making of Tupoksi and Work Programs, conducting socialization, counseling/lectures, and demonstrations which are carried out incidentally. The lecture was also accompanied by questions and answers, presentation of pictures, and demonstrating to PREGNANT WOMEN so that it was easier to understand. As well as carrying out a Physical examination and Hb examination Keywords: Adolescents, peer counselors, coaching
PENINGKATAN STATUS GIZI ANAK, MENGURANGI KEJADIAN KURUS DAN PENDEK MELALUI PENERAPAN GIZI SEIMBANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NANGGALO PADANG Fitri Wahyuni; Velga Yazia; Rini Rahmayanti; Delvi Hamdayani; Hidayatul Hasni; Ises Reni
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2294

Abstract

Masa balita merupakan periode emas pertumbuhan fisik, mental dan emosional anak. Kebutuhan akan asah, asih, dan asuh yang memadai pada usia ini akan meningkatkan kelangsungan hidup anak dan mengoptimalkan kualitas anak sebagai generasi penerus bangsa. Kekurangan gizi masih merupakan permasalahan yang harus dihadapi dibanyak negara berkembang. Hasil Riset Kesehatan Dasar 2010 mencatat bahwa walaupun telah terjadi penurunan prevalensi gizi kurang dan buruk pada anak bawah lima tahun (balita), namun masih terjadi disparitas (kesenjangan) antar kabupaten. Tujuan dari penyuluhan ini adalah tentang pemeriksaan status gizi balita dan penyuluhan demonstrasi tentang gizi seimbang pada Ibu hamil. Kegiatan ini telah dilaksanakan di Puskemas Nanggalo Padang pada tanggal 11 November 2019. Hasil dari kegiatan adalah teridentifikasi 90% ibu dengan balita terlihat aktif dalam mendengarkan dan bertanya selama proses penyuluhan gizi balita dan penyuluhan gizi seimbang.
Sinergi Pentahelix Sebagai Komitmen Memutus Mata Rantai Penularan Covid-19 Melalui Pos Gagah Di Wilayah Mebidang Henny Syapitri; Fridalina Tarigan; Ordekoria Saragih
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 2 April 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i2.3735

Abstract

ABSTRAKTujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan untuk mencegah dan memutus mata rantai penularan Covid-19 di wilayah Mebidang (Medan, Binjai dan Deli Serdang) dengan cara mengoptimalkan sumber daya yang ada, untuk melakukan sosialisasi dan edukasi masyarakat dalam menerapkan protocol kesehatan guna membantu memberikan pemahaman dan kedisplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan dalam penanganan Covid-19. Metode kegiatan yang dilakukan terdiri dari: Melakukan pendampingan dengan mengimplementasikan kebijakan strategis Penanganan Covid-19 melalui Pos Gabungan dan Pencegahan (Pos Gagah), memberikan pelatihan kepada utusan kecamatan dari wilayah Mebidang (Medan, Binjai dan Deli Serdang). Hasil dari pengabdian ini yaitu terjalinnya komitmen dalam membangun kesepakatan, bekerja bersama, saling mendukung dan melengkapi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha dan komunitas masyarakat dalam memutus mata rantai penularan Covid-19, kemudian melalui pos gagah terbentuk tim relawan yang akan memperkuat Satgas Covid-19 dalam menegakkan protocol kesehatan melalui edukasi, sosialisasi dan mitigasi. Diharapkan setelah dilakukan pelatihan, peserta (calon relawan) dapat menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga, masyarakat dan tempat-tempat publik. Keyword : Sinergi Pentahelix, Pos Gagah, Memutus Penularan Covid-19  ABSTRACTThe purpose of this Community Service activity is to prevent and break the chain of transmission of Covid-19 in the Mebidang area by optimizing existing resources, to socialize and educate the public in implementing health protocols to help provide public understanding and discipline of health protocols in handling Covid-19. The method of activities carried out consists of: Assisting by implementing strategic policies for Handling Covid-19 through the Joint and Prevention Post, providing training to sub-district delegates from the Mebidang area (Medan, Binjai and Deli Serdang). The result of this service is a commitment to building an agreement, working together, supporting and complementing the government, academia, business community and the community in breaking the chain of Covid-19 transmission, then through a dashing post a volunteer team is formed to strengthen the Covid-19 Task Force. 19 in enforcing health protocols through education, outreach and mitigation. It is hoped that after the training, participants (volunteer candidates) can become agents of change in their family, community and public places. Keyword : Pentahelix’s Synergy, Prevention and Control Posts, Stop Covid-19 Transimission
PENYULUHAN UPAYA REMAJA PUTRI DALAM MENGATASI DISMENOREA DI SMK YBKP3 TAROGONG KIDUL GARUT Eriyani, Theresian Eriyani; Pebrianti, Sandra
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v1i2.34

Abstract

ABSTRAK Menstruasi adalah masa perdarahan yang terjadi pada perempuan secara rutin setiap bulan selama masa suburnya, kecuali apabila terjadi kehamilan. Biasanya, saat pertama kali menjelang menstruasi dan saat menstruasi terjadi, kebanyakan perempuan akan merasakan rasa nyeri di perutnya. Ini merupakan hal yang wajar, karena terjadinya peluruhan lapisan endometrium pada dinding rahim. Rasa nyeri yang dirasakan oleh setiap wanita berbeda-beda. Rasa nyeri yang timbul ini biasanya dikenal dengan nama dismenorea. Upaya penangan nyeri akibat menstruasi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari disaat terjadinya keluhan, baik dirumah, sekolah, dan tempat lainya. Penyuluhan tersebut merupakan bentuk upaya pencegahan sakit dehingga tidak dirasakan berkepanjangan selama melakukan aktifitas, yang bertujuan untuk meningkatkan, pengetahuan dan pemahaman serta keterampilan dalam pelaksanaan upaya mengatasi dismenorhea. Kata Kunci: Remaja Putri, dismenorhea, Penyuluhan  ABSTRACT Menstruation is a period of bleeding that occurs regularly to women every month during her fertile period, except when pregnancy occurs. Usually, the first time before menstruation and when menstruation occurs, most women will feel pain in their stomach. This is a natural thing, because of the decay of the endometrial lining in the uterine wall. The pain felt by each woman is different. This arising pain is usually known as dysmenorrhoea. Efforts to deal with pain due to menstruation can be applied in everyday life when complaints occur, both at home, school, and other places. Counseling is a form of prevention so that pain is not felt to be prolonged during activities, which aims to improve, knowledge and understanding and skills in the implementation of efforts to overcome dysmenorrhea. Keywords: Young women, dismenorhea, counseling
Penyuluhan Pencegahan Penularan Corona Virus dengan Mematuhi Protokol Kesehatan di Puskesmas Rawat Inap Kota Karang Bandar Lampung Alif Rizky Hafizhdillah; Ratna Purwaningrum; Akhmad Kheru; Dwi Robbiardy Eksa; Festy Ladyani Mustofa; Rakhmi Rafie
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 1 Februari 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i1.3674

Abstract

ABSTRAK COVID-19 menyebabkan penyakit yang menyerang sistem pernapasan pada manusia. Virus ini telah menginfeksi jutaan orang sehingga menyebabkan angka kematian yang tinggi bagi penderitannya di seluruh dunia. Masyarakat yang tinggal di sekitar puskesmas kota sangat rentan terhadap penularan COVID-19. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat di sekitar puskesmas rawat inap kota karang untuk menerapkan protokol Kesehatan agar terhindar dari penularan COVID-19. Kegiatan ini juga diikuti dengan pemberian poster, masker dan bertujuan memberikan penyuluhan pencegahan penyebaran virus corona. Kegiatan penyeluhan ini dilakukan pada hari jumat tanggal 18 Desember 2020 oleh 10 orang mahasiswa dan 3 kader puskesmas dengan penyuluhan tersebut masyarakat menjadi lebih mengetahui pentingnya menjaga protokol Kesehatan dan mengetahui cara pencegahan penyebaran virus corona. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya protokol Kesehatan dan cara pencegahan penularan virus corona.Kata Kunci: Penyuluhan, Covid-19, Masyarakat ABSTRACT COVID-19 causes diseases that affect the human respiratory system. The coronavirus has infected millions of people around the world causing high death rates among the patients. People living in the vicinity of the Public Health Center (PHC) are particularly vulnerable to COVID-19 transmission. This activity aimed to provide education and assistance to the community around the PHC in Tanjung Karang City to implement health protocols that help avoid the transmission of COVID-19. This activity was also followed by distributing posters and masks, and counseling to prevent the spread of the coronavirus. This activity was conducted on Friday, December 18, 2020, by 10 students and 3 PHC staff. Through counseling, the community became more aware of the importance of maintaining health protocols and understanding how to prevent the spread of coronavirus. The result of this activity is the increasing public awareness about the importance of health protocols and ways to prevent the transmission of coronavirusKeywords: Counseling, Covid-19, community
Penyuluhan Tentang Covid-19 Pada Kader Posyandu Di Puskesmas Pinang Jaya Bandar Lampung Zulhafis Mandala; Dwi Rizki Ramadika; Ni Putu Sudiadnyani; Ratna Purwaningrum; Deviani Utami; Selvia Anggraeni
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.3716

Abstract

ABSTRAK Dalam kehidupan era globalisasi saat ini terjadi suatu wabah yaitu pandemi COVID-19 dimana munculnya patogen baru yang berkembang secara  pesat. COVID - 19 dapat menyebar dari orang ke orang terutama ketika orang yang terinfeksi melakukan kontak dekat dengan orang lain. Salah satu upaya untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 adalah dengan melakukan pencegahan COVID-19 yang diperlukan pemahaman dan pengetahuan serta perilaku yang baik dan benar dari seluruh elemen termasuk anggota masyarakat.Tujuan kegiatan penyuluhan ini untuk menambah wawasan serta pengetahuan bagi masyarakat dan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan dan perlindungan diri serta menjalankan protokol kesehatan selama masa pandemik COVID-19. Kegiatan ini dilakukan di Puskesmas Pinang Jaya Bandar Lampung. Kegiatan ini diawali dengan memberikan pertanyaan seputar pengetahuan tentang COVID-19. Dilanjutkan dengan memberikan materi menggunakan power point dan memberikan leaflet. Hasil kegiatan ini adalah didapatkan peningkatan pengetahuan tentang COVID-19 sebanyak 90%. Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan pengetahuan guna menjalankan menjalankan kehidupan sehari-hari. Kata Kunci : Penyuluhan, COVID-19, Protokol Kesehatan  ABSTRACT In the current era of globalization, an epidemic has occurred, namely the COVID-19 pandemic, in which the emergence of new pathogens is developing rapidly. COVID-19 can spread from person to person especially when an infected person comes into close contact with other people. One of the efforts to break the chain of the spread of COVID-19 is to prevent COVID-19 which requires good and correct understanding and knowledge and behavior from all elements including members of the community. The purpose of this outreach activity is to add insight and knowledge for the community and to increase awareness community to make efforts to prevent and protect themselves and to carry out health protocols during the COVID-19 pandemic. This activity was carried out at the Pinang Jaya Bandar Lampung Community Health Center. This activity begins with asking questions about knowledge about COVID-19. Followed by providing material using power points and giving leaflets. The result of this activity was a 90% increase in knowledge about COVID-19. This activity is the first step to increase knowledge in order to carry out daily life. Keywords: Counseling, COVID-19, Health Protocol
Inisiasi Pelatihan Tari Sebagai Terapi Pereda Depresi Anak Saat Pandemi Di Taddan Sampang Rizkiana Rasman; Yudha Nurdian
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.3006

Abstract

Permasalahan yang ada di Desa Taddan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang, Jawa Timur yaitu Anak sekolah mengalami depresi yang diakibatkan lamanya pembelajaran daring saat COVID-19. Depresi merupakan gangguan mental sangat berbahaya dapat mengakibatkan bunuh diri. Tujuan pelatihan terapi tari untuk mengetahui mengurangi depresi pada anak di desa Taddan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang. Metode yang digunakan pada pelatihan ini yaitu melakukan diskusi dengan orang tua dan anak terkait masalah psikososial anak, pendidikan kesehatan terkait depresi dan terapi tari, serta latihan tari secara langsung. Jumlah peserta pelatihan 5 orang dan melakukan pengsisian kuisioner pretest dan post-test. Hasil evaluasi pelatihan yaitu tingkat depresi berkurang pada anak di Desa Taddan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang. Kata kunci: Anak sekolah, COVID-19, Depresi, Terapi Tari  ABSTRACT Problem in Taddan Village, Camplong Subdistrict, Sampang Regency, East Java is Students experience depression due to lengthy learning online during COVID-19. Depression is a very dangerous mental disorder that can lead to suicide. The aim of dance therapy training is to find out how to reduce depression in children in Taddan Village, Camplong District, Sampang Regency. The method used in this study is to conduct discussions with parents and children regarding children's psychosocial problems, health education related to depression and dance therapy, and direct dance training. The number of training participants was 5 people and completed the pretest and post-test questionnaires. The results of the evaluation of training showed that the level of depression was reduced in children in Taddan Village, Camplong District, Sampang Regency. Keywords: Students, COVID-19, Depression, Dance Therapy
Edukasi Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan Dan Pengendalian Kesehatan Mata Pada Anak Romaden Marbun; Wisoedhanie Widi; Vincensia Dea
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.4033

Abstract

ABSTRAK Anak adalah tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa, memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan. Di Era 4.0 yang terjadi sekarang di dunia, banyak masyarakat yang beralih menuju dunia teknologi digital. Salah satu teknologi digital yang banyak dimanfaatkan oleh semua kalangan adalah gadget. Tidak terkecuali pemanfaatan gadget ini oleh anak-anak. Gadget akan mempengaruhi kondisi psiko-sosial pada anak, terlebih gadget juga akan berdampak buruk pada kesehatan anak. Dan tanpa disadari juga, karena terlalu seringnya mereka bermain dengan teknologi, mata sebagai indera penglihat manusia akan terpengaruh oleh radiasi yang ditimbulkan. Oleh karena itu, dengan dilakukannya pemberdayaan kader terkait kesehatan mata diharapkan peran kader dalam upaya pencegahan dan pengendalian kesehatan mata pada anak dapat berjalan optimal. Program kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kader terhadap upaya pencegahan dan pengendalian kesehatan mata pada anak. Target utama program ini adalah kader kesehatan di Dusun Sukosari, Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kegiatan ini meliputi survei awal terkait kesehatan mata pada anak, dan melaksanakan penyuluhan tentang upaya pencegahan dan pengendalian kesehatan mata pada anak dengan menggunakan metode penyuluhan dan diskusi interaktif. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah adanya peningkatan pemahaman kader kesehatan terkait Penyakit Mata khususnya upaya dalam pencegahan dan pengendalian penyakit mata pada lansia di Dusun Sukosari, Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.Kata Kunci : Anak, Indera Penglihatan,  Kesehatan Mata  ABSTRACT Children are the shoots, potentials, and the next generation of the ideals of the nation's struggle, have a strategic role, and have special characteristics and traits that ensure the continuity of the existence of the nation and the country in the future. In era 4.0 that is happening now in the world, many people are turning towards the world of digital technology. One of the digital technology that is widely utilized by all circles is gadgets. There is no exception to the use of this gadget by children. Gadgets will affect psycho-social conditions in children, especially gadgets will also adversely affect the health of the child. And unwittingly, too, because too often they play with technology, the eye as the human sense of vision will be affected by the radiation caused. Therefore, with the empowerment of cadres related to eye health, it is expected that the role of cadres in efforts to prevent and control eye health in children can run optimally. This partnership program aims to improve cadres' understanding of efforts to prevent and control eye health in children. The main target of this program is health cadres in Sukosari Village, Pandansari Village, Poncokusumo District, Malang Regency. This activity includes initial surveys related to eye health in children and conducting counseling on efforts to prevent and control eye health in children using counseling methods and interactive discussions. The result of this community service activity is an increase in the understanding of health cadres related to Eye Diseases, especially efforts in the prevention and control of eye diseases in the elderly in Sukosari Hamlet, Pandansari Village, Poncokusumo District, Malang Regency. Keywords: Children, Sense of Vision, Eye Health
Pendidikan Seks Di SDN Kelapa Dua I Tangerang Banten “Her Body, Her Rules” Belet Lydia Ingrit; Eva Berthy Tallutondok; Magda Fiske Rumambi; Heman Pailak; Shinta Sihaloho
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.2583

Abstract

Pendidikan seksualitas seharusnya diberikan sejak dini. Anak usia 9-12 tahun sudah harus mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi dalam tubuhnya dan konsekuensi dari perubahan yang terjadi.  Berdasarkan hasil wawancara langsung ke dua guru di SDN Kelapa Dua I Tangerang, Banten, pihak pendidik mengatakan bahwa siswa kelas 5 dan kelas 6 sudah mulai ada ketertarikan dengan lawan jenis. Mereka mengatakan bahwa siswa belum memahami tentang perubahan-perubahan fisik yang dialaminya. Selain itu siswa yang berusia antara 11-12 tahun sudah mengalami menstruasi tapi siswa belum mengetahui tentang menstruasi dan perawatan kesehatan reproduksi. Pihak sekolah juga mengatakan bahwa pendidikan seks masih tabu untuk dibicarakan dengan orang tua sehingga berharap pendidikan seks dapat diajarkan di sekolah. Menurut informasi dari pihak sekolah untuk pendidikan seks sendiri tidak tercantum dalam kurikulum sekolah hanya merupakan bagian dari pelajaran ilmu pengetahuan alam. Oleh karena itu kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada siswa tentang pendidikan seks sejak dini dengan target sasaran siswa kelas 5 dan kelas 6 dengan topik Pendidikan Seks ”Her Body, Her Rules”. Kegiatan ini dilakukan dengan mengunakan metode pretest, post test, pendidikan seks melalui video, role play, serta tanya jawab dengan total siswa yang hadir berjumlah 107 siswa. Hasil dari pretest dan posttest menunjukkan adanya kenaikan perubahan nilai dilihat dari pre test dan post test score sebesar 42.99 % . Diakhir kegiatan, siswa dapat kembali menyebutkan kembali informasi yang sudah diberikan oleh tim PkM. Selanjutnya diharapkan kegiatan PkM ini ini dapat berkesinambungan dengan mengambil topik baru yang terkait dengan kesehatan dan tumbuh kembang anak. Kata kunci: Pendidikan seks, Perubahan fisik, Remaja  ABSTRACTSex education should be taught early. Children aged 9-12 years should know the changes that occur in their body and the consequences it brings. According to the teachers at SDN Kelapa Dua I Tangerang, Banten during direct interview, the teachers said that students in grade 5 and grade 6 had begun to have interest in the opposite sex.  They said that students do not fully understand the physical changes they experienced.  In addition, female students between the ages of 11-12 have experienced menstruation but they do not yet know about menstruation and reproductive health care. The school also said that sex education is still taboo to be discussed with parents so they hoped sex education can be taught in schools.  According to the school, the sex education itself is not listed in the school curriculum, it is only a part of natural science lessons.  There fore this Community Service (PkM) activity aims to provide sex education from early age to students target of grade 5 and grade 6 students on the topic of "Her Body, Her Rules".  This activity was carried out using the pretest, post test, sex education through video, role play, and question and answer with a total of 107 students present.  The results of the pretest and posttest showed an increase in changes in value seen from the pretest and post test score by 42.99%.  At the end of the activity, students can re-mention the information that has been given by the PkM team.  Furthermore, it is hoped that this PkM activity can be sustainable by taking on new topics related to health and child development. Keywords: Sex education, Physical change, Teenagers
Pembuatan Minuman Instan Bir Pletok Dalam Etnofarmasi Untuk Masuk Angin Dan Pegal Linu Di Desa Kiarajangkung Kabupaten Tasikmalaya Richa Mardianingrum; Nitya Nurul Fadilah; Mida Hamidah; Yunia Sarwatiningsih
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 2 April 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i2.3525

Abstract

ABSTRAK Bir pletok merupakan minuman khas betawi yang biasa digunakan untuk menghangatkan badan. Komponen utama bir pletok adalah jahe dan kulit kayu secang. Secara etnofarmasi, jahe sering digunakan untuk menghangatkan badan, mengatasi masuk angin, pegal linu, batuk, mual, dan menjaga imun tubuh, sedangkan kulit kayu secang merupakan salah satu bahan rempah-rempah mempunyai khasiat antioksidan tinggi sehingga sangat cocok digunakan untuk mengatasi gejala inflamasi. Tujuan pengabdian masyarakat di Desa Kiarajangkung Kabupaten Tasikmalaya ini menggali potensi alam yang sangat kaya terutama penghasilan rempah-rempah seperti jahe, kayu secang, lengkuas, untuk diproduksi lebih lanjut sebagai minuman Kesehatan siap saji. Metode pembuatan minuman serbuk instan bir pletok berupa sosialisasi, pelatihan pembuatan minuman instan dan cara pengemasannya. Hasil yang diperoleh nanti dapat menjadi suatu solusi supaya masyarakat dapat lebih praktis dalam penggunaannya dan mempunyai nilai jual yang lebih tinggi daripada bahan mentahnya. Masyarakatpun selain sehat juga dapat melaksanakan kegiatan UMKM guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kiarajangkung Kata kunci: Bir Pletok, Desa Kiarajangkung, Kabupaten Tasikmalaya ABSTRACT Pletok beer is a typical Betawi drink that is usually used to warm the body. The main components of pletok beer are ginger and secang bark. In ethnopharmaceutical, ginger is often used to warm the body, treat colds, aches, and pains, coughs, nausea, and maintain body immunity, while the bark of secang is one of the ingredients of spices that have high antioxidant properties so it is very suitable to be used to treat inflammatory symptoms. The goal of community service in the Kiarajangkung Village, Tasikmalaya Regency, is to explore the very rich natural potential, especially the income of spices such as ginger, secang wood, galangal, to be further produced as ready to eat health drinks. The method of making instant powdered drink beer pletok is in the form of socialization, training in making instant drinks, and how to pack them. The results obtained later can be a solution so that people can be more practical in their use and have a higher selling value than the raw material. Besides being healthy, the community can also carry out UMKM activities to improve the welfare of the people of Kiarajangkung Village. Keywords: Pletok beer, Kiarajangkung Village, Tasikmalaya Regency

Page 12 of 238 | Total Record : 2372


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue