cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Edukasi Aktifitas Fisik dan Senam Hipertensi untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi Indriana, Nova; Zainaro, M. Arifki; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.15895

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang cukup berbahaya hingga mendapat julukan “The silent killer” kerena hipertensi dapat menyerang setiap orang tanpa adanya tanda yang muncul pada tubuh dan berisiko menyebabkan kematian. Hipertensi merupakan suatu keadaan klinis ketika pengukuran sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Seiring meningkatnya usia pada lansia terjadi perubahan pada seluruh sistem, salah satunya perubahan sistem kardiovaskuler. Perubahan tersebut meliputi penurunan elastisitas dinding aorta, penebalan katup jantung dan katup jantung menjadi kaku, penurunan kemampuan jantung memompa darah sehingga dapat menyebabkan hipertensi pada lansia. Pencegahan dan penanggulangan hipertensi dapat dilakukan dengan olahraga teratur atau aktifitas fisik diantaranya berjalan, bersepeda, berenang, melakukan pekerjaan rumah dan senam anti hipertensi. Senam anti hipertensi adalah bagian dari aktifitas fisik yang dapat mengurangi berat badan dan menghilangkan stres, yang menjadi dua faktor tertinggi risiko penyebab hipertensi. Kata Kunci: Edukasi, Senam Hipertensi, Lansia ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease that is dangerous enough to have earned the nickname "The Silent Killer" because hypertension can attack anyone without any signs appearing on the body and has the risk of causing death. Hypertension is a clinical condition when the systolic measurement is more than 140 mmHg and the diastolic measurement is more than 90 mmHg. As the elderly age increases, changes occur in the entire system, one of which is changes in the cardiovascular system. These changes include a decrease in the elasticity of the aortic wall, thickening of the heart valves, stiffening of the heart valves, and a decrease in the heart's ability to pump blood, which can cause hypertension in the elderly. Prevention and management of hypertension can be done with regular exercise or physical activity including walking, cycling, swimming, doing housework and anti-hypertension exercises. Anti-hypertension exercise is part of physical activity that can reduce body weight and eliminate stress, which are the two highest risk factors for hypertension. Keywords: Education, Hypertension Exercise, Elderly
Optimalisasi Status Gizi Anak melalui Terapi Bermain di TK Negeri Pembina Indramayu Nurjanah, Suci; Dewi, Berlian Kesuma
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18606

Abstract

ABSTRAK Gizi memegang peranan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia dini. Nutrisi merupakan bagian yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, terutama dalam mendukung perkembangan fisik, fungsi sistem saraf, otak, serta kemampuan intelektual dan kecerdasan. Pemenuhan kebutuhan gizi menjadi faktor utama untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan potensi genetik yang dimiliki. Kegiatan Pengabdian Masyrakat ini dibutuhkan dan dilakukan untuk membantu menemukan masalah status gizi pada anak dengan deteksi dini terkait status gizi pada anak usia prasekolah.  Metode: Edukasi makanan bergizi melalui terapi bermain dan screening status gizi dengan pengukuran antropometri. Hasil: Masih terdapat anak prasekolah dengan gizi kurang (8,7%). Kesimpulan: Pemeriksaan Status Gizi pada anak prasekolah sangat penting dilakukan karena pada masa ini anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Nutrisi merupakan faktor penting dalam optimalisasi pertumbuhan anak untuk itu penting sekali anak dikenalkan mengenai makanan sehat melalui media terapi bermain sejak dini. Kata Kunci: Status Gizi, Terapi Bermain, Anak Prasekolah ABSTRACT Nutrition plays an important role in supporting the growth and development of children at an early age. Nutrition is needed by the body, especially in supporting physical development, nervous system function, brain, as well as intellectual and intellectual abilities. Fulfillment of nutritional needs is the main factor to optimize growth and development according to the genetic potential possessed. Objective: This Community Service activity is needed and carried out to help find nutritional status problems in children with early detection related to nutritional status in preschool children. Methods: Nutritious food education through play therapy and nutritional status screening with anthropometric measurements. Results: There are still preschool children with malnutrition (8.7%). Conclusion: Nutritional status checks on preschool children are very important to carry out because during this period children experience rapid growth and development. Nutrition is an important factor in optimizing children's growth, so it is very important for children to be introduced to healthy foods through the media of play therapy from an early age. Keywords: Nutritional Status, Play Therapy, Preschool Children
Stimulasi Pertumbuhan dan Perkembangan dengan pelaksanaan Terapi Pijat Bayi di Ruangan Neonatus RSI Jemursari Surabaya Firdaus, Firdaus; Putri, Rahmadaniar Aditya; Herisanty, Wesiana; Huda, Nailul; Septianingrum, Yurike
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18962

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pijat bayiibu-ibu yang mempunyai bayi yang baru melahirkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di di ruang Neonatus RSI Jemur Sari Surabaya. Waktu pelaksanaan kegiatan dengan jangka waktu 6 bulan (Mulai pengajuanproposal hingga pembuatan laporan dan evaluasi). Metode yang dilakukan adalah dengan ibu ibu yang baru melahirkan dengan mengadakan  penyuluhan tentang pentingnya kesehatan bayi dengan peningkatan berat badan melalui stimulasi pijat bayi  Kemudian melakukan demonstrasi  pijat bayi guna merangsang daya hisap bayi untuk menyusui. Pengetahuan dapat dilakukan dengan melakukan  Pre test dilakukan sebelum penyuluhan diberikan. Sedangkan untukmengetahui peningkatan pengetahuan ibu post partum  diketahui dengan membandingkan hasil post tes yang telah diisi oleh ibu setelah ibu mendengarkan penjelasan pijat bayi dan demonstrasi pijat bayi yang benar. hasil pre testpeserta yang mengetahui tentang pijat bayi sebesar  orang (25%) , sedangkan berdasarkan hasil post test peserta yang mengetahui tentang pijat bayi sebesar (87,5%). terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat karena nilai post testlebih tinggi daripada nilai pre test. Hasil luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah laporan yang telah dipublikasikan di jurnal dan peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu bayi  Kata Kunci: Stimulasi, Pertumbuhan, Perkembangan, Pijat Bayi  ABSTRACT This community service activity was carried out to improve infant massage knowledge and skills for mothers with newborn babies. This community service activity was conducted in the Neonatal Room of Jemur Sari Hospital, Surabaya. The implementation period of the activity was 6 months (Starting from Submitting a proposal to making a report and evaluation). The method used was with mothers who had just given birth by holding counseling on the importance of infant health with increased weight through infant massage stimulation and then performing infant massage compression to stimulate the baby's suction power for breastfeeding. Knowledge can be done by conducting a Pre-test which was carried out before the counseling was given. Meanwhile, to find out the increase in knowledge of postpartum mothers, it was known by comparing the results of the post-test that the mother had filled out after the mother listened to the explanation of infant massage and the correct infant massage compression. The results of the pre-test of participants who knew about infant massage were as many as 25%, while based on the results of the post-test of participants who knew about infant massage were (87.5%). there was an increase in community knowledge because the post-test score was higher than the pre-test score. The output of this community service activity is a report that has been published in the journal and an increase in knowledge and skills of mothers of infants Keywords: Stimulation, Growth, Development, Infant
Pemberdayaan Siswa tentang Latihan “Pursed Lips Breathing” untuk Mencegah Gangguan Pernafasan di Sekolah Dasar Negeri Kota Bandung Cahyaningsih, Henny; Kusmiati, Sri; Nursyamsiyah, Nursyamsiyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18271

Abstract

ABSTRAK Pembangunan Nasional pada hakekatnya adalah pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas. Salah satu upaya yang strategis adalah melalui pendidikan kesehatan pada anak usia sekolah yang sudah mampu memahami kondisi sakit dan mampu berpartisipasi status kesehatannya. Permasalahan perilaku kesehatan anak sekolah dasar berkaitan dengan kebersihan perorangan dan lingkungan. Hasil penelitian Henny Cahyaningsih menunjukkan bahwa adanya perbedaan rata-rata pengetahuan, sikap dan keterampilan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol p-value 0.00. Terbukti efektif pemberdayaan keluarga dengan menggunakan modul terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam pursed lips breathing. Tujuan pengabdian masyarakat ini  meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan bagi parasiswa melalui pelatihan dan edukasi tentang latihan pursed lips breathing untuk mencegah gangguan pernafasan. Metoda yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan partisipatif dan pendampingan kepada kepada siswa melalui diskusi, tanya jawab, demonstrasi dan simulasi praktik langsung dalam kelompok masing-masing. Sasarannya adalah siswa Sekolah Dasar kelas 5 sebanyak 20 orang. Hasil terdapat peningkatan score reratasebelum dan setelah pelatihan pada siswa sekolah dasar, rerata pengetahuan (10.7 ke 13.4),  rerata sikap (11.75 ke 16) dan rerata keterampilan (3.5 ke 5.75). Kesimpulan pada kegiatan ini, para siswa yang mengikuti pelatihan menunjukkan antusiasme dan mampu mendemonstrasikan latihan pursed lips breathing. Kegiatan ini perlu ditindak lanjuti baik oleh program Usaha kesehatan Sekolah (UKS) di sekolah maupun program kerja di Puskesmas dengan membuat pemetaan capaian pelaksanaan pelatihan pursed lips breathing untuk mencegah gangguan pernafasan di Sekolah Dasar di Wilayah Kerja Puskesmas lainnya. Kata Kunci: Pemberdayaan, Pursed Lips Breathing, Pernafasan  ABSTRACT National Development is essentially the development of quality Indonesian people. One of the strategic efforts is through health education for school-age children who can understand the condition of illness and can participate in their health status. The problem of elementary school children's health behavior is related to personal and environmental hygiene. The results of Henny Cahyaningsih's study showed a difference in the average knowledge, attitude, and skills in the intervention and control groups, with a p-value of 0.00. It has been proven effective in empowering families using modules on knowledge, attitudes, and skills in pursed lips breathing. This community service aims to improve students' learning, attitudes, and skills through training and education on pursed lips breathing exercises to prevent respiratory disorders. The method used in this activity is participatory training and mentoring for students through discussions, questions and answers, demonstrations and direct practice simulations in their respective groups. The target is 20 elementary school students in grade 5. The results showed an increase in the average score before and after training in elementary school students, average knowledge (10.7 to 13.4), average attitude (11.75 to 16), and average skills (3.5 to 5.75). The conclusion of this activity, the students who participated in the training showed enthusiasm and were able to demonstrate pursed lips breathing exercises. This activity needs to be followed up by both the School Health Effort (UKS) program in schools and the work program at the Health Center by mapping the achievements of the implementation of pursed lips breathing training to prevent respiratory disorders in the Elementary Schools in other Health Center Work Areas. Keywords: Empowerment, Pursed Lips Breathing, Breathing
Penyuluhan Kenali Tanda dan Gejala Diabetes Melitus Pada Petugas PPSU di Jakarta Barat Pusparini, Pusparini; Mario, Mario; Alvina, Alvina; Merijanti, Lie Tanu; Ferina, Mutiara
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19654

Abstract

ABSTRAK Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit yang mempunyai angka kekerapan tinggi di dunia maupun di Indonesia. Penderita DM sering tidak menyadari dirinya terdampak DM karena gejalanya mirip dengan orang normal pada umumnya.  Gejala DM yang sering ditemukan antara lain sering haus, sering lapar, sering buang air kecil dan penurunan berat badan berlebih. Tanda dan gejala DM yang menyerupai hal yang biasa dijumpai pada orang normal menyebabkan masyarakat awam dapat tidak menyadari bahwa dirinya terdampak DM. Masyarakat awam banyak yang memerlukan edukasi terkait apa itu kencing manis dan bagaimana cara mengenali gejalanya. Salah satu kelompok masyarakat yang perlu mendapat perhatian adalah petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) atau dikenal dengan pasukan oranye. Tujuan program PkM ini adalah agar petugas PPSU dapat mengenali tanda dan gejala DM dan dapat serta mau memeriksakan diri ke Puskemas bila mendapat gejala terkait DM. Pelaksanaan PkM dilakukan dengan penyuluhan dan tanya jawab kepada 69 petugas PPSU di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat.  Hasil penyuluhan menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman mengenai tanda dan gejala DM pada petugas PPSU. Diperlukan penyuluhan yang berkelanjutan pada petugas PPSU mengenai penyakit DM sehingga dapat dicegah terjadinya DM dengan perubahan gaya hidup. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, PPSU, Sering Kecing, Sering Lapar, Sering Haus  ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a disease with a high frequency worldwide and in Indonesia. Patients with DM usually do not realize that they have DM because their symptoms are similar to those of a healthy person. The symptoms of DM that are usually observed include polydipsi,polyphagia, polyuria, and excess weight loss. The signs and symptoms of DM are similar to those of a normal person; therefore, ordinary people cannot realize that they are affected by DM. Ordinary people require education related to DM and knowledge of the signs and symptoms. One of the ordinary people is petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) or are known as orange squad. The goal of this community service is to teach PPSU officers so that they can know the signs and symptoms of DM, so they want to examine the doctor if they have symptoms related to DM. The implementation of PkM was carried out through counseling, questions, and answers to 69 PPSU officers at Kedaung Kali Angke village, Cengkareng District, West Jakarta, show that there is an increase in understanding the signs and symptoms of DM among PPSU officers, and continuous education is needed for PPSU officers regarding DM so that DM can be prevented by changing their lifestyle. Keywords:  Diabetes Mellitus, PPSU, Polyuria, Polyphagi, Polydipsi
Peningkatan Kesehatan Pengemudi Ojek Online melalui Pembentukan Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK) di Samarinda Rohmah, Nur; Agustini, Rina Tri; Nugroho, Sulung
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19066

Abstract

ABSTRAK Ditemukan dua prioritas permasalahan pada sasaran yaitu (1) kesehatan pekerja belum bisa terpantau dengan baik secara sistematis dan (2) belum adanya inisiasi pembentukan Pos UKK bagi pekerja ojek online-Gojek di Kota Samarinda. Untuk membentuk Pos UKK kelompok pengemudi ojek online G-KAB Lembuswana. Perizinan dan advokasipembentukan Pos UKK kepada pihak G-KAB Lembuswana, Kelurahan Gunung Kelua, dan Puskesmas Juanda, pelatihan penguatan pembekalan Kader Pos UKK Kelompok Korwil GKAB, Launching Pos UKK, monitoring dan evaluasi berjalannya Pos UKK, serta keberlanjutan program dengan pembinaan oleh Puskesmas Juanda dan Kelurahan Gunung Kelua Samarinda. Telah dilakukan perizinan dan advokasi kepada pihak terkait. Kemudian pelatihan bagi 5 orang kader Pos UKK telah dilakukan di Puskesmas Juanda yang berisi pemberian materi tentang urgensi Pos UKK, pencegahan penyakit tidak menular, prosedur pelaksanaan Pos UKK, dan sosialisasi website e-Pos UKK. Selanjutnya dilakuakn Launching Pos UKK dan pelaksanaan Pos UKK perdana di Kantor Lurah Gunung Kelua. Monitoring dan evaluasi yang dilakukan yaitu pengukuran peningkatan pengetahuan dengan pre-test dan post-test, peningkatan keterampilan kader melalui simulasi Pos UKK pada saat pelatihan, dan testimoni pasca kegiatan dari Ketua Korwil G-KAB, Lurah Gunung Kelua, dan Kepala Puskesmas Juanda terkait dengan kebermanfaatan dari kegiatan ini. Telah terbentuk Pos UKK G-KAB Lembuswana dan diharapkan agar Pos UKK ini dapat berjalan konsisten setiap bulan dengan partisipasi aktif dari kader dan peserta di bawah binaan dari kelurahan dan puskesmas setempat. Kata Kunci: Kader, Kesehatan Kerja, Pelatihan, Pengemudi Ojek Online, Pos UKK   ABSTRACT It was found that there were two priority problems in the driver community, namely (1) the health of workers could not be monitored properly systematically and (2) there was no initiation of the establishment of the UKK Post for online taxibike drivers in Samarinda City. To form the UKK Post of the G-KAB Lembuswana online taxibike driver group. Licensing and advocacy for the establishment of UKK Posts to G-KAB Lembuswana, Gunung Kelua Village, and Juanda Health Center, training to strengthen the debriefing of UKK Post Cadres of the GKAB Regional Coordination Group, Launching UKK Posts, monitoring and evaluation of the running of UKK Posts, as well as the sustainability of the program with guidance by the Juanda Health Center and Gunung Kelua Samarinda Village. Permission and advocacy have been carried out to related parties. Then training for 5 UKK Post cadres has been carried out at the Juanda Health Center which contains the provision of material on the urgency of the UKK Post, prevention of non-communicable diseases, procedures for implementing the UKK Post, and socialization of the UKK Post website. Furthermore, the Launching of the UKK Post and the implementation of the first UKK Post were carried out at the Gunung Kelua Village Office. The monitoring and evaluation carried out were the measurement of knowledge improvement with pre-test and post-test, improvement of cadre skills through the simulation of the UKK Post during training, and post-activity testimonials from the Coordinator of the G-KAB Lembuswana Regional Community, Gunung Kelua Village Head, and the Head of the Juanda Public Health Center related to the usefulness of this activity. The G-KAB Lembuswana UKK Post has been formed and it is hoped that this UKK Post can run consistently every month with the active participation of cadres and participants under the guidance of local villages and public health center. Keywords: Cadre, Work Health, Training, Online Taxibike Driver, UKK Post
Pemberdayaan Kader dan Edukasi Kepada Orangtua dalam Upaya Pencegahan Diabetes Melitus pada Anak Sejak Dini di Wilayah Kerja Puskesmas Lempuing Nafratilova, Mercy; Husni, Husni; Ratnadhiyani, Anditha
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18787

Abstract

ABSTRAK Penyakit DM tidak hanya terjadi pada kelompok usia dewasa, namun juga ditemui pada anak. Saat ini telah terjadi peningkatan kasus DM pada anak hingga mencapai 70 kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Peningkatan kasus ini dipicu oleh berbagai faktor risiko, diantaranya gaya hidup tidak sehat, obesitas dan overweight serta kurangnya aktivitas fisik. Namun pengetahuan anak, orangtua, kader dan masyarakat mengenai DM masih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa diperlukan upaya yang bersifat holistik dan terintegrasi dalam memberikan pengetahuan mengenai DM pada masyarakat sebagai bentuk pencegahan sejak dini penyakit DM pada anak. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan kader dan orang, serta meningkatkan keterampilan kader dalam memberikan edukasi pada masyarakat mengenai DM pada anak wilayah kerja Puskesmas Lempuing Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode ceramah, diskusi dan praktik. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan kader sebelum dan setelah dilakukan edukasi sebesar 3,28, terjadi perubahan pengetahuan orangtua sebesar 3,16 poin. Lebih dari 50% kader yang telah mendapat pendampingan, memberikan edukasi pada kelompok masyarakat mengenai DM pada anak dan pencegahnnya. Kegiatanpenyuluhan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan kader dan orangtua mengenai DM pada anak dan pencegahannya, serta meningkatkan kemampauan kader dalam memberikan edukasi kepada masyarakat disekitar wilayah kerja Puskesmas Lempuing Kota Bengkulu. Diharapkan edukasi mengenai DM pada anak di masyarakat terus dilakukan dengan melibatkan peran serta kader kesehatan secara berkesinambungan dalam edukasi.  Kata Kunci: Pemberdayaan Kader, Edukasi, Diabetes Melitus, Anak  ABSTRAC Diabetes mellitus (DM) did not only occur in the adult age group but was also found in children. There was a 70-fold increase in DM cases among children in the last 10 years. This rise was triggered by various risk factors, including unhealthy lifestyles, obesity, being overweight, and lack of physical activity. However, knowledge about DM among children, parents, health cadres, and the community remained low. This indicated the need for holistic and integrated efforts to provide knowledge about DM as an early prevention measure for the disease in children. The aim of this community service activity was to improve the knowledge of health cadres and parents and enhance the skills of cadres in educating the community about DM in children in the working area of the Lempuing Community Health Center in Bengkulu City. The methods used in this activity were lectures, discussions, and practical sessions. The results of the community service activity showed an increase in the knowledge of health cadres before and after the education, with a score improvement of 3.28 points, and a knowledge improvement among parents by 3.16 points. More than 50% of the cadres who received training provided education to community groups about DM in children and its prevention. The counseling activities conducted successfully improved the knowledge of cadres and parents regarding DM in children and its prevention, as well as enhanced the cadres' ability to educate the community in the working area of the Lempuing Community Health Center in Bengkulu City. It is hoped that education on DM in children within the community will continue to be carried out by continuous participation of health cadres. Keywords: Cadre Empowerment, Education, Diabetes Mellitus, Children
Edukasi Pencegahan Penularan HIV/AIDS Ibu Ke Anak Pada Ibu Hamil Guna Persiapan Bersalin dan Nifas dalam Menghadapi Proses Laktasi Hasnia, Hasnia; Nasrianti, Nasrianti; Vitania, Wiwit; Pratami, Yustika Rahmawati; Said, Fathia Fakhri Inayati; Makualaina, Fenska Narly
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.20197

Abstract

ABSTRAK Wanita hamil dan menyusui (masa nifas) yang hidup dengan HIV merupakan target pencegahan HIV dari ibu ke anak. Penularan HIV biasanya terjadi karena perilaku manusia, yang rentan infeksi. Infeksi HIV adalah sekelompok penyakit yang menular dan merupakan salah satu faktor meningkatkan kematian ibu dan anak. Ibu hamil yang terinfeksi akan malu karena stigma tentang penderita sehingga ada perasaan cemas dan takut untuk melakukan pemeriksaan. Upaya yang dilakukan mengatasi masalah tersebut adalah pemberian edukasi sejak dini mulai dari masa prenatal sehingga saat ibu masuk dalam masa nifas, ibu sudah siap melakukan pengobatan untuk pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak. Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak guna persiapan persalinan dan masa nifas. Pemberian edukasi menggunakan booklet melalui pendekatan, analisis kondisi wilayah sasaran, dilanjutkan identifikasi masalah, merencanakan intervensi dan melaksanakan implementasi. Terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah pemberian edukasi dengan nilai rata-rata sebelum edukasi sebesar 60 dan setelah edukasi meningkat menjadi 77,94. Nilai minimum yang diperoleh sebelum edukasi sebesar 57 dan maximum 70 sedangkan setelah diberikan edukasi dan terjadi peningkatan diperoleh nilai minimum 70 dan maximum 90. Booklet terbukti secara signifikan dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil setelah terjadi peningkatan pengetahauan maka diharapkan dapat merubah sikap ibu hamil untuk melakukan pencegahan penularan HIV/AIDS.  Kata Kunci: Edukasi, Pencegahan HIV/AIDS dari Ibu Ke Anak, Booklet, Ibu Hamil  ABSTRACT Pregnant and lactating women (postpartum period) living with HIV are the target of HIV prevention from mother to child. HIV transmission usually occurs due to human behavior, which is susceptible to infection. HIV infection is a group of infectious diseases and is one of the factors that increase maternal and child mortality. Pregnant women who are infected will be ashamed because of the stigma about the sufferer so that there is a feeling of anxiety and fear to undergo examination. Efforts made to overcome this problem are providing early education starting from the prenatal period so that when the mother enters the postpartum period, the mother is ready to undergo treatment to prevent HIV transmission from mother to child. To find out the increase in knowledge of pregnant women about preventing the transmission of HIV/AIDS from mother to child in preparation for childbirth and the postpartum period. The method used is providing education using booklets through an approach, analyzing the conditions of the target area, continuing with problem identification, planning interventions and implementing implementation. The results obtained showed an increase in knowledge of pregnant women before and after education with an average value before education of 60 and after education increasing to 77.94. The minimum value obtained before education was 57 and the maximum was 70, while after education was given and an increase occurred, the minimum value was 70 and the maximum was 90. The booklet has been proven to significantly increase the knowledge of pregnant women. After an increase in knowledge, it is hoped that it can change the attitude of pregnant women to prevent the transmission of HIV/AIDS. Keywords: Education, Prevention of HIV/AIDS from Mother To Child, Booklet, Pregnant Mother.
Pemberdayaan Suami Peduli Stunting di Desa Oelnasi Kabupaten Kupang Bakoil, Mareta Bakale; Kristin, Diyan Maria; Neno, Marsalina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.17135

Abstract

ABSTRAK Stunting tidak hanya menjadi urusan ibu, melainkan juga suami. Tujuan yaitu untuk meningkatkan pemberdayaan suami peduli stunting. Metode dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu ceramah, edukasi dan menjelaskan materi suami peduli stunting. Sasaran adalah suami-suami sebanyak 20 orang. Setelah kegiatan, dilanjutkan dengan proses tanya jawab dan evaluasi. Peserta kegiatan sangat antusias dan terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya pemberdayaan suami peduli stunting. Kata Kunci: Pemberdayaan, Suami, Peduli, Stunting  ABSTRACT Stunting is not only a matter for mothers, but also for husbands. The goal is to increase the empowerment of husbands who care about stunting. The methods in community service activities are lectures, education and explaining the material for husbands who care about stunting. The target is 20 husbands. After the activity, it was continued with a question and answer process and evaluation. The participants were very enthusiastic and there was an increase in knowledge and understanding about the importance of empowering husbands who care about stunting. Keywords: Empowerment, Husband, Care, Stunting
Pijat Woolwich dan Oksitoksin untuk Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Post Partum di Ruang Nifas RSUD M.M Dunda Limboto Retni, Ani; Bachtiar, Endah Febrina; Harismayanti, Harismayanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.20787

Abstract

ABSTRAK Menyusui berperan penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi bayi selama dua tahun pertama kehidupan. Salah satu cara untuk meningkatkan sekresi hormon prolaktin dan oksitosin, yang mendukung produksi ASI, adalah melalui pengalaman menenangkan seperti pijat Woolwich dan pijat oksitosin. Mengetahui efektivitas pijat Woolwich dan pijat oksitosin dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan two groups pre-test and post-test. Sebanyak 20 ibu post partum diberikan intervensi berupa pijat Woolwich dan pijat oksitosin selama tiga hari. Produksi ASI diukur sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan indikator produksi ASI yang telah distandarkan. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan peningkatan yang signifikan pada produksi ASI setelah intervensi, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Pijat Woolwich dan pijat oksitosin efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum, dan dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi dalam mendukung program menyusui. Kata Kunci: Pijat Woolwich, Pijat Oksitosin, Produksi ASI, Post Partum ABSTRACT Breastfeeding plays a crucial role in fulfilling the nutritional needs of infants during the first two years of life. One way to enhance the secretion of prolactin and oxytocin hormones, which support breast milk production, is through calming interventions such as Woolwich massage and oxytocin massage. To determine the effectiveness of Woolwich massage and oxytocin massage in increasing breast milk production in postpartum mothers. This study used a quasi-experimental design with a two-group pre-test and post-test approach. A total of 20 postpartum mothers received either Woolwich massage or oxytocin massage over a period of three days. Breast milk production was measured before and after the intervention using standardized lactation indicators. The paired sample t-test showed a significant increase in breast milk production after the intervention, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). Woolwich and oxytocin massages are effective in increasing breast milk production among postpartum mothers and can be recommended as supportive interventions for breastfeeding programs. Keywords: Woolwich Massage, Oxytocin Massage, Breast Milk Production, Postpartum

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue