cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Edukasi Manajemen Diri Dalam Pencegahan Penyakit Menular Seksual Silitonga, Erwin; Tambunan, Formaida; Barus, Ernawati; Soraya, Pinkan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.19768

Abstract

ABSTRAK Edukasi seksual jarang diadakan disebabkan banyaknya kekhawatiran jika edukasi seksual dilakukan dapat memicu remaja untuk berhubungan seks, yang diantaranya adalah seks bebas ataupun seks pra nikah. Edukasi seksual merupakan gerakan bersama guna melindungi generasi muda juga membantu generasi muda meraih masa depan yang lebih cerah dan realitanya, edukasi seksual cukup efektif menekan tingkat hubungan seksual di kalangan remaja, serta menekan angka penyakit menular seksual juga kehamilan yang tidak direncanakan. Penularan infeksi menular seksual (IMS) dapat terjadi melalui beberapa cara, yaitu hubungan seksual, berkaitan dengan prosedur medis dan dari infeksi endogen. Infeksi endogen adalah infeksi yang berasal dari pertumbuhan organisme yang berlebihan secara normal hidup di vagina dan juga ditularkan melalui hubungan seksual. maka sangat penting bagi para remaja memiliki manajemen diri yang baik agar mampu mencegah perilaku seks bebas, terhindar dari terjangkitnya penyakit menular seksual yang dapat dilakukan dengan memberikan edukasi kepada para remaja. Remaja yang mempunyai wawasan ataupun pengetahuan terkait praktik seksual yang aman cenderung menunda aktivitas seksual bebas atau mempraktikkannya dengan lebih bertanggungjawab, sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kehamilan remaja. Kata Kunci: Edukasi, Manajemen Diri, Penyakit Menular Seksual   ABSTRACT Sexual education is rarely held due to many concerns that if sexual education is carried out it could trigger teenagers to have sex, which includes casual sex or premarital sex. Sexual education is a joint movement to protect the younger generation and also help the younger generation achieve a brighter future and in reality, sexual education is quite effective in reducing the level of sexual relations among teenagers, as well as reducing the number of sexually transmitted diseases and unplanned pregnancies. Transmission of sexually transmitted infections (STIs) can occur in several ways, namely sexual intercourse, related to medical procedures and from endogenous infections. Endogenous infections are infections that originate from excessive growth of organisms that normally live in the vagina and are also transmitted through sexual intercourse. So it is very important for teenagers to have good self-management in order to be able to prevent promiscuous sexual behavior, avoid contracting sexually transmitted diseases which can be done by providing education to teenagers. Adolescents who have insight or knowledge regarding safe sexual practices tend to delay free sexual activity or practice it more responsibly, so as to reduce the possibility of teenage pregnancy Keywords: Education, Self Management, Sexually Transmitted Diseases 
Optimalisasi Pemahaman Masyarakat tentang Penggunaan Obat Diare melalui Sosialisasi di Posyandu Mawar 2 Desa Tanjungmekar Rahmawati, Rahmawati; Satria, Deagi Taufik; Agustin, Laela Sonia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.21057

Abstract

ABSTRAK Diare tetap menjadi penyakit utama yang mengancam kesehatan anak di wilayah pedesaan Indonesia, termasuk di Desa Tanjungmekar, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, di mana rendahnya literasi kesehatan dan terbatasnya akses ke fasilitas kesehatan menghambat penanganan yang efektif. Mitos lokal, seperti anggapan bahwa oralit menyebabkan mual atau zinc tidak cocok untuk anak, serta ketergantungan pada pengobatan tradisional, memperburuk risiko dehidrasi dan malnutrisi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman 16 warga perempuan (usia 26–47 tahun, rata-rata 34,75 tahun, 93,75% ibu rumah tangga, 93,75% lulusan SMA) tentang penggunaan oralit dan zinc melalui penyuluhan lisan interaktif, sesi tanya jawab, dan distribusi leaflet edukasi. Dilaksanakan pada 28 April 2025 di Posyandu Mawar 2, kegiatan ini mencakup pre-test, penyuluhan tentang dosis oralit (200 mL per buang air besar) dan zinc (20 mg/hari untuk anak 6 bulan–5 tahun), sesi tanya jawab, post-test, dan distribusi leaflet. Analisis Paired Sample T-Test menunjukkan peningkatan signifikan dari skor rata-rata 3,25 ke 8,25 (skala 10, p < 0,05), dengan warga berpendidikan SMA menunjukkan kemajuan paling pesat. Pendekatan ini tidak hanya memberdayakan perempuan sebagai pengelola kesehatan keluarga, tetapi juga memperkuat peran posyandu sebagai pusat edukasi komunitas. Oleh karena itu, sosialisasi interaktif di posyandu perlu direplikasi secara berkala untuk meningkatkan ketahanan kesehatan anak di daerah pedesaan. Kata Kunci: Obat Diare, Oralit, Zinc, Posyandu Mawar 2, Edukasi Kesehatan.  ABSTRACT Diarrhea remains a major public health concern threatening children's health in rural areas of Indonesia, including Tanjungmekar Village, Tanjungkerta Subdistrict, Sumedang Regency. Limited health literacy and restricted access to health facilities hinder effective treatment. Local myths, such as the belief that oral rehydration salts (ORS) cause nausea or that zinc is only suitable for adults, and the preference for traditional medicine, increase the risks of dehydration and malnutrition. This community engagement program aimed to improve the knowledge of 16 female residents (aged 26–47 years, average 34.75 years, 93.75% housewives, 93.75% high school graduates) regarding the use of ORS and zinc through interactive verbal education, Q&A sessions, and educational leaflet distribution. Conducted on April 28, 2025, at Posyandu Mawar 2, this activity involved a pre-test, education sessions, Q&A, a post-test, and leaflet distribution. Paired sample t-test analysis showed a significant improvement in scores from 3.25 to 8.25 (on a 10-point scale, p < 0.05), particularly among participants with high school education. This program empowered women as family health managers and reinforced the role of posyandu as a community health education hub. Thus, regular interactive health education programs at posyandu are recommended to improve child health resilience in rural communities. Keywords: Diarrhea Management, Oral Rehydration Salts (ORS), Zinc Supplementation, Community Health Education, Posyandu Intervention.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat Terhadap Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD Melalui Sosialisasi 3M Plus di Balai Pengajian Desa Pasie Lamgarot Kecamatan Ingin Jayaaceh Besar Lensoni, Lensoni; Zuhkrina, Yuli; Samsuar, Samsuar; Agussalam, Agussalam
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.20261

Abstract

ABSTRAK Pengendalian terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat dilakukan dengan cara pemutusan mata rantai dari siklus penularan penyakit DBD yaitu dengan mencegah gigitan nyamuk Aedes aegypti. Terdapat upaya dalam mencegah dan mengendalikan penularan penyakit DBD terhadap gigitan nyamuk Aedes aegypti yaitu melalui keiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M plus, larvasidasi dan fogging. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemberantasan sarang nyamuk DBD melalui sosialisasi 3M Plus di Balai Pengajian Desa Pasie Lamgarot Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini yaitu seluruh masyarakat balai pengajian Desa Pasie Lamgarot berjumlah 38 orang. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui survey pemeriksaan jentik nyamuk, sosialisasi, PSN dan pemantauan atau evaluasi selanjutknya dilakukan penilaian Angka Bebas Jentik (ABJ). Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 10 s.d 29 Februari 2025. Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi akhir didapatkan peningkatan ABJ dari 72% sebelum diberian sosialisasi menjadi 92% setelah diberikan sosialisasi. Kesimpulan dari pengabdian ini yaitu adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pemberantasan sarang nyamuk DBD. Kata Kunci: DBD, PSN, Sosialisasi, Kesadaran  ABSTRACT Control of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) can be done by breaking the chain of transmission cycle of DHF disease, namely by preventing Aedes aegypti mosquito bites. There are efforts to prevent and control the transmission of DHF disease through Aedes aegypti mosquito bites, namely through the 3M Plus Mosquito Nest Eradication activity, larvasidation and fogging. This community service aims to increase public awareness of the eradication of DHF mosquito nests through the socialization of 3M Plus at the Balai Pengajian Village Pasie Lamgarot, Ingin Jaya District, Aceh Besar Regency. The target of this community service activity is the entire community of the Pasie Lamgarot Village Study Hall, totaling 38 people. The community service method is carried out through a mosquito larvae examination survey, socialization, mosquito nest eradication and monitoring or evaluation, then the Larvae Free Rate assessment is carried out. This activity was carried out on February 10-29, 2025. Based on the results of monitoring and final evaluation, an increase in ABJ was obtained from 72% before socialization to 92% after socialization. The conclusion of this service is an increase in public awareness of eradicating dengue mosquito nests. Keywords: DHF, Mosquito Nest Eradication, Socialization, Awareness
Edukasi Informasi tentang HIV/AIDS bagi Siswa/Siswi SMA YPK Imanuel Kelurahan Pasir Putih Manokwari Papua Barat Mansa, Gidion; Fabanjo, Ivonne Junita; Womsiwor, Hengky Hein
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.18581

Abstract

ABSTRAK Remaja termasuk dalam kelompok tinggi yang rentan tertular HIV dimana masa remaja  mempunyai mobilitas sosial yang tinggi sehingga akan mengarah pada tingginya terpapar dengan berbagai keadaan dan perubahan lingkungan baik itu sosial, kultur budaya, juga fisik maupun psikologis yang akan menyebabkan remaja rentan terhadap penularan penyakit salah satunya adalah HIV/AIDS. Pendidikan Kesehatan merupakan salah satu cara untuk mengatasi perilaku seks bebas pada remaja.  Bentuk pendidikan kesehatan seperti penyuluhan  sangat efektif dalam mencegah terjadinya perilaku seks bebas pada remaja karena penyampaian informasi diberikan  secara langsung, mudah, tidak membutuhkan banyak alat peraga,  serta  informasi dapat diterima dengan baik.Untuk mengetahui efektivitas dari edukasi informasi yang diberikan pada Siswa/siswa SMA YPK Imanuel Pasir Putih , maka dalam kegitan pengabdian kepada masyarakat ini  melibatkan 50 siswa dan dilakukan pre test dan Posttest sebelum dan sesudah kegiatan edukasi. Dari 50 siswa/siswi dengan rerata umur 15,6 tahun dan 26 (52%) orang Perempuan dan 24 (48%) orang laki-laki. Hasil pengukuran menunjukkan adanya perbedaan rerata skor sebelum dan sesudah edukasi. Kesimpulan dari kegiatan ini bahwa Edukasi dan informasi tentang HIV/AIDS melalui penyuluhan dan menggunakan audio visual dapat meningkatkan pengetahuan. Kata Kunci: Remaja, Edukasi, HIV/AIDS  ABSTRACT Adolescents are included in the high group that is vulnerable to contracting HIV where adolescence has high social mobility which will lead to high exposure to various conditions and environmental changes, both social, cultural, physical and psychological, which will cause adolescents to be vulnerable to disease transmission, one of which is HIV/AIDS. Health Education is one way to overcome free sex behavior in adolescents. Forms of health education such as counseling are very effective in preventing free sex behavior in adolescents because the delivery of information is given directly, easily, does not require many props, and the information can be well received. To determine the effectiveness of the information education provided to YPK Immanuel Pasir Putih High School students, this community service activity involved 50 students and a pre-test and post-test were carried out before and after the educational activity. Of the 50 students with an average age of 15.6 years and 26 (52%) female and 24 (48%) male. The measurement results showed a difference in the average score before and after education. The conclusion of this activity is that education and information about HIV/AIDS through counseling and using audio visuals can increase knowledge. Keywords: Adolescents, Health Education, HIV/AIDS
Monitoring Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Tatanan Rumah Tangga Oleh Kader di Kelurahan Anggut Atas dan Anggut dalam Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu Marleni, Wisuda Andeka; Ervina, Lissa; Marsofely, Reka lagora; Ningsih, Lisma; Patroni, Rini; Marwanto, Andriana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.18860

Abstract

ABSTRAK Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang keluraga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. pemberdayaan masyarakat harus dimulai dari rumah tangga atau keluarga, karena rumah tangga yang sehat merupakan aset atau modal pembangunan di masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. Beberapa anggota rumah tangga mempunyai masa rawan terkena penyakit menular dan penyakit tidak menular, oleh karena itu untuk mencegah penyakit tersebut, anggota rumah tangga perlu diberdayakan untuk melaksanakan PHBS. Manfaat PHBS di Rumah Tangga adalah setiap anggota keluarga dapat terbiasa untuk menerapkan pola hidup sehat, sehingga meminimalkan masalah kesehatan dan tidak mudah terkena penyakit. Penerapan PHBS di rumah tangga akan menciptakan keluarga sehat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas keluarga. PHBS di tatanan keluarga masih belum di pahami oleh masyarakat karena kurangnya informasi yang diterima dan juga kurangnya dukungan fasilitas untuk program tersebut. Bukan hanya itu saja keterbelakangan social, ekonomi dan pendidikan menjadi masalah untuk melaksanakan PHBS. Masalah kesehatan seringkali muncul di masyarakat tanpa disadari dan diketahui penyebabnya. Hal tersebut terjadi karena faktor pengetahuan masyarakat yang masih rendah tentang kesehatan di masyarakat. Masalah kesehatan tersebut yang sering muncul antara lain masih tingginya angka kematian ibu dan anak, gizi buruk, penyakit menular dan tidak menular, gaya hidup yang tidak sehat dan lain-lain. Oleh karena itu, tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu melakukan monitoring pendampingan perencanaan serta pelaksanaan program PHBS tatanan Rumah tangga bisa meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam penerapan PHBS. Kata Kunci: Monitoring, PHBS Rumah Tangga, Kader ABSTRACT Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a set of behaviors that are practiced on the basis of awareness as a result of learning, which makes a family, group or community capable of helping themselves (independently) in the health sector and playing an active role in realizing public health. Community empowerment must start from the household or family, because a healthy household is an asset or capital for future development whose health needs to be maintained, improved and protected. Some household members have a period of vulnerability to infectious and non-communicable diseases, therefore, to prevent these diseases, household members need to be empowered to implement PHBS. The benefit of PHBS in the household is that every family member can get used to implementing a healthy lifestyle, thereby minimizing health problems and not easily getting sick. Implementing PHBS in households will create healthy families, thereby increasing family welfare and productivity. PHBS in the family setting is still not understood by the community due to the lack of information received and also the lack of facility support for the program. Not only that, social, economic and educational backwardness is a problem for implementing PHBS. Health problems often arise in society without the cause being realized or known. This happens because of the low level of public knowledge about health in the community. Health problems that frequently arise include high maternal and child mortality rates, poor nutrition, communicable and non-communicable diseases, unhealthy lifestyles and so on.Therefore, the goal of this community service is to monitor the assistance in the planning and implementation of the PHBS program in households to enhance the knowledge and awareness of the community in the application of PHBS. Keywords: Monitoring, Household PHBS, Cadre
Edukasi Pelaksanaan Pemeriksaan HIV Pada Ibu Hamil sebagai Upaya Deteksi Dini Penularan dari Ibu Ke Bayi Vitania, Wiwit; Hasnia, Hasnia; Pratami, Yustika Rahmawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.19848

Abstract

ABSTRAK Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia yang berkontribusi terhadap angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi. Penularan HIV dari ibu ke bayi dapat terjadi selama kehamilan, persalinan, atau melalui ASI. Deteksi dini dan edukasi menjadi langkah penting dalam pencegahan penularan ini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang HIV/AIDS, meningkatkan cakupan pemeriksaan HIV pada ibu hamil, serta memberikan deteksi dini dan pendampingan bagi ibu hamil yang terdiagnosis HIV positif.Penelitian ini menggunakan metode penyuluhan, pemeriksaan HIV sukarela, serta pendampingan bagi ibu hamil yang terdiagnosis HIV positif. Kegiatan dilakukan di Rumah Bersalin AHBS dengan melibatkan 30 ibu hamil sebagai peserta. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman, serta dilakukan analisis terhadap cakupan pemeriksaan HIV dan tindak lanjut bagi ibu hamil dengan hasil reaktif. Sebelum penyuluhan, hanya 30% ibu hamil yang memiliki pemahaman tentang HIV/AIDS, namun setelah penyuluhan, pemahaman meningkat hingga 85%. Cakupan pemeriksaan HIV pada ibu hamil mencapai 80%, lebih tinggi dibandingkan dengan cakupan nasional yang berkisar 60-75%. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 2 ibu hamil dengan hasil reaktif HIV yang kemudian dirujuk untuk mendapatkan terapi ARV guna mencegah penularan ke bayi. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran ibu hamil terhadap HIV/AIDS, meningkatkan cakupan pemeriksaan HIV, serta memberikan deteksi dini dan pendampingan bagi ibu hamil dengan HIV positif. Keberlanjutan program ini diperlukan untuk memastikan lebih banyak ibu hamil mendapatkan akses ke edukasi, pemeriksaan, dan perawatan yang diperlukan. Kata Kunci: HIV/AIDS, Ibu Hamil, Pencegahan, Penyuluhan  ABSTRACT Infection of Human Immunodeficiency Virus (HIV) in pregnant women is one of the major health issues in Indonesia, contributing to maternal and infant morbidity and mortality rates. Mother-to-child HIV transmission can occur during pregnancy, childbirth, or through breastfeeding. Early detection and education are essential steps in preventing this transmission. This study aims to improve pregnant women's understanding of HIV/AIDS, increase the coverage of HIV testing among pregnant women, and provide early detection and assistance for those diagnosed with HIV. This study employs methods such as counseling, voluntary HIV testing, and assistance for pregnant women diagnosed with HIV. The activities were conducted at AHBS Maternity Clinic, involving 30 pregnant women as participants. Data were collected through pre-tests and post-tests to measure the improvement in understanding, and an analysis was conducted on the coverage of HIV testing and follow-up for pregnant women with reactive results. Before counseling, only 30% of pregnant women had an understanding of HIV/AIDS. However, after the counseling session, understanding increased to 85%. The coverage of HIV testing among pregnant women reached 80%, which is higher than the national coverage rate of around 60-75%. From the test results, two pregnant women were found to be HIV-reactive and were subsequently referred for antiretroviral therapy (ARV) to prevent transmission to their babies. This program has proven effective in increasing pregnant women's awareness of HIV/AIDS, expanding HIV testing coverage, and providing early detection and assistance for pregnant women with HIV. The sustainability of this program is necessary to ensure that more pregnant women have access to education, testing, and necessary healthcare services. Keywords: HIV/AIDS, Pregnant Women, Prevention, Counseling
Pendidikan Kesehatan tentang Tanda Kegawatan Hipoglikemia pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Posbindu PTM Cirebon Girang Rohmah, Ayu Nurita; Handayani, Rahmaya Nova; Yanti, Linda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.21128

Abstract

ABSTRAK Prevalensi diabetes di Indonesia meningkat signifikan dari 9,19% pada tahun 2020 (18,69 juta kasus) menjadi 16,09% pada tahun 2045 (40,7 juta kasus). Selain itu, prediksi jumlah kematian yang disebabkan oleh diabetes meningkat dari 433.752 pada tahun 2020 menjadi 944.468 pada tahun 2045. Hipoglikemia merupakan komplikasi dari diabetes tipe 2 yang kondisi nya ditandai dengan kadar glukosa darah yang rendah dan menyebabkan disfungsi kognitif, gangguan fungsi otak, serta peningkatan risiko DM tipe 2 di otak. Salah satu strategi untuk mengatasi masalah pengetahuan tentang hipohlikemia dan tanda kegawatan dapat melalui edukasi Kesehatan. Pengabdian kepada Masyarakat ini berfokus pada peningkatan pengetahuan pasien DM di posbindu PTM Cirebon Girang mengenai tanda kegawatan hipoglikemia. Metode yang digunakan yaitu memberikan edukasi berupa materi dalam bentuk slide power point, video dan booklet. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan sebelum diberikan edukasi, menunjukkan bahwa mayoritas peserta berada pada kategori cukup (76%), kategori kurang (20%) dan hanya (4%) peserta berada pada kategori baik. Tingkat pengetahuan setelah diberikan edukasi, mengalami peningkatan signifikan yaitu ditunjukkan dengan meningkatnya peserta dalam kategori baik dari (4%) menjadi (84%) dan tidak ada lagi peserta dalam kategori baik (0%).  Penggunaan video dan booklet ini efektif digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat yang mana terjadi peningkatan pengetahuan kategori baik sebanyak 80%. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Hipoglikemia, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT The prevalence of diabetes in Indonesia increased significantly from 9.19% in 2020 (18.69 million cases) to 16.09% in 2045 (40.7 million cases). In addition, the predicted number of deaths caused by diabetes increased from 433,752 in 2020 to 944,468 in 2045. Hypoglycemia is a complication of type 2 diabetes that is characterized by low blood glucose levels and causes cognitive dysfunction, impaired brain function, and increased risk of type 2 DM in the brain. One of the strategies to overcome the problem of knowledge about hypoglycemia and signs of emergency can be through health education. This community service focuses on increasing the knowledge of DM patients in Posbindu PTM Cirebon Girang about the signs of hypoglycemia. The method used is to provide education in the form of material in the form of power point slides, videos and booklets. The results of this activity showed that the level of knowledge before education was given, showed that the majority of participants were in the moderate category (76%), the less category (20%) and only (4%) participants were in the good category. The level of knowledge after education was given, experienced a significant increase, as shown by the increase in participants in the good category from (4%) to (84%) and there were no more participants in the good category (0%). The use of videos and booklets is effective in community service where there is an increase in knowledge in the good category as much as 80%. Keywords: Diabetes Mellitus, Hypoglycemia, Health Education
Peran Latihan Penguatan Otot dalam Penanganan Osteoartritis pada Wanita Menopause di Daycare Lansia Aisyiyah Banten Adista, Nuria Fitri; Apriyanti, Ika; Malahayati, Ade Putri; Rakhman, Amalia; Nisa, Nayla Khaerun
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.20518

Abstract

ABSTRAK Salah satu metode nonfarmakologis yang efektif untuk mengobati osteoarthritis (OA) adalah latihan penguatan otot. Kekurangan estrogen menyebabkan nyeri, kekakuan, dan penurunan fungsi sendi, yang merupakan gejala dari penyakit sendi degeneratif yang banyak dialami oleh wanita menopause. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana latihan penguatan otot membantu wanita menopause yang mengalami osteoartritis di Daycare Lansia Aisyiyah Banten dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi sendi mereka. Studi ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan desain pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Sebanyak 26 wanita dengan keluhan OA termasuk dalam sampel penelitian. Intervensi dilakukan selama beberapa minggu dan melibatkan latihan untuk meningkatkan kekuatan otot. Sebelum dan sesudah intervensi, evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner Western Ontario and McMaster Universities Osteoarthritis Index (WOMAC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat nyeri berkurang secara signifikan setelah intervensi. Sebelum intervensi, sebanyak 57% responden mengalami nyeri dalam kategori berat hingga sangat berat. Setelah dilakukan latihan penguatan otot, sebanyak 84,6% responden mengalami penurunan tingkat nyeri, bahkan 7,6% di antaranya tidak lagi merasakan nyeri. Latihan penguatan otot terbukti efektif dalam menurunkan nyeri osteoartritis pada wanita menopause dan berpotensi meningkatkan kualitas hidup mereka di usia lanjut. Oleh karena itu, intervensi ini layak untuk diterapkan secara luas pada fasilitas yang memberikan layanan kepada kelompok lansia. Kata Kunci: Osteoartritis, Menopause, WOMAC, Lansia.  ABSTRACT One effective non-pharmacological method to treat osteoarthritis (OA) is muscle strengthening exercises. Estrogen deficiency causes pain, stiffness, and reduced joint function, which are symptoms of this degenerative joint disease commonly experienced by menopausal women. This study aims to determine how muscle strengthening exercises help menopausal women with osteoarthritis at Daycare Lansia Aisyiyah Banten reduce pain and improve their joint function. This quasi-experimental study used a pre-test and post-test design without a control group. The sample included 26 women with OA complaints. The intervention involved several weeks of exercises to improve muscle strength. The WOMAC questionnaire was used for evaluation before and after the intervention. The results showed a significant reduction in pain levels after the intervention. Before the exercises, 57% of respondents experienced moderate to severe pain. After the intervention, 84.6% of respondents reported reduced pain, and 7.6% no longer felt any pain. Muscle strengthening exercises have been proven to reduce osteoarthritis pain in menopausal women and potentially improve their quality of life in old age. This intervention is feasible to be widely implemented in elderly care service facilities. Keywords: Osteoarthritis, Menopause, Joint Pain, Elderly, WOMAC.
Screening Dini Pada Siswa Siswi Sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Johar Baru Bere, Contriana Yusinta; Rossalina, Enna; Wadu, Novita Marcelina Kana; Pasaribu, Jesika; W, Catharina Dwiana; Lousiana, Maria; Rasmaida, Sada; Wulandari, Agnes Maharani Puji; Astrid, Maria; Suprapti, Fitriana; Utami, Lucia; Margaret, Waisaktini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.19014

Abstract

ABSTRAK Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan upaya promotif dan preventif yang dilaksanakan di lingkungan sekolah untuk meningkatkan derajat kesehatan peserta didik. Salah satu bentuk pelayanan UKS adalah kegiatan screening kesehatan atau penjaringan, yang bertujuan untuk mendeteksi dini permasalahan kesehatan siswa. Kegiatan ini dilaksanakan di lima sekolah dasar wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, pada tanggal 5–7 Maret 2024. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling, melibatkan 523 siswa kelas 4 hingga 6. Kegiatan dilakukan dalam dua tahap, yaitu pendataan awal dan pemeriksaan langsung yang mencakup kebersihan diri, kesehatan gigi dan mulut, status gizi, penglihatan, pendengaran, serta indikasi anemia. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji secara inferensial menggunakan uji Chi-Square (χ²). Hasil menunjukkan bahwa 70% siswa memiliki kuku kotor/panjang, 60% mengalami masalah gigi dan mulut, 15,1% memiliki gangguan penglihatan, 8% terindikasi anemia, dan 14% mengalami status gizi tidak normal. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jenis kelamin dan kejadian karies gigi (χ² = 4,61; df = 1; p = 0,032), namun tidak signifikan pada anemia (χ² = 1,80; df = 1; p = 0,179). Kesimpulannya, masih banyak siswa yang memerlukan perhatian khusus dalam aspek kebersihan dan kesehatan. Diperlukan intervensi edukatif dan pendampingan berkelanjutan dari guru, orang tua, serta kolaborasi lintas sektor dengan puskesmas untuk memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Screening Dini, UKS, PHBS, Siswa Sekolah Dasar, Kesehatan Anak  ABSTRACT The School Health Unit (UKS) is a promotive and preventive program implemented in schools to improve the health status of students. One of its services is health screening, aimed at the early detection of health problems among students. This activity was carried out in five elementary schools under the jurisdiction of the Johar Baru Community Health Center, Central Jakarta, from March 5 to 7, 2024. This study employed a descriptive quantitative method with a total sampling technique involving 523 students from grades 4 to 6. The screening was conducted in two stages: initial data collection and direct examinations, including assessments of personal hygiene, oral health, nutritional status, vision, hearing, and signs of anemia. Data were analyzed descriptively and further tested using the Chi-Square (χ²) statistical test. Results showed that 70% of students had dirty/long fingernails, 60% experienced oral health problems, 15.1% had vision impairment, 8% were suspected of anemia, and 14% had abnormal nutritional status. Chi-Square analysis indicated a significant association between gender and the incidence of dental caries (χ² = 4.61; df = 1; p = 0.032), but no significant association with anemia (χ² = 1.80; df = 1; p = 0.179). In conclusion, many students require more attention regarding personal hygiene and general health. Sustainable educational interventions and support from teachers, parents, and cross-sector collaboration with health centers are essential to foster clean and healthy living behaviors in schools. Keywords: Early Screening, School Health Unit, Personal Hygiene, Elementary Students, Child Health
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Hipertensi: Edukasi dan Demonstrasi Teknik Swedish Massage pada Masyarakat Desa Anjir Serapat Muara 1 Wulan, Diah Retno; Baihaqi, Muhammad Ferdy; Nadilla, Meisya Deva; Salamah, Salamah; Mariyana, Vina; Hamidah, Wanda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.20942

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama yang dipengaruhi gaya hidup tidak sehat. Terapi nonfarmakologis seperti Swedish Massage (menggunakan teknik effleurage, petrissage, friction, tapotement, dan vibration) berpotensi melancarkan sirkulasi darah, mengurangi ketegangan otot, dan meningkatkan relaksasi tanpa efek samping. Pengabdian masyarakat ini bertujuan menilai peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai penerapan Swedish Massage sebagai terapi komplementer pengelolaan hipertensi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Anjir serapat Muara 1, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan dengan melibatkan 22 peserta. Metode mencakup ceramah, diskusi interaktif, dan demonstrasi langsung teknik pijat. Hasil evaluasi menunjukkan perubahan signifikan: pengetahuan peserta pra-intervensi berkategori cukup (45%), baik (36%), dan kurang (19%) berubah menjadi baik (91%) dan cukup (9%) pasca-intervensi. Kesimpulan: Edukasi dan demonstrasi Swedish Massage efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat secara signifikan. Dukungan berkelanjutan dari fasilitas kesehatan setempat dengan media edukasi menarik diperlukan agar terapi ini dapat diadopsi sebagai bagian dari pencegahan dan pengendalian hipertensi mandiri. Kata Kunci: Hipertensi, Swedish Massage, Pengabdian Masyarakat, Pengetahuan  ABSTRACT Hypertension is a major health concern influenced by unhealthy lifestyles. Non-pharmacological therapies, such as Swedish Massage (which involves effleurage, petrissage, friction, tapotement, and vibration techniques), have the potential to improve blood circulation, alleviate muscle tension, and enhance relaxation without side effects. This community service initiative aimed to assess the improvement in community knowledge about the application of Swedish Massage as a complementary therapy for managing hypertension. The activity was carried out in Anjir Serapat Muara 1 village, Anjir Muara District, Barito Kuala Regency, South Kalimantan, involving 22 participants. The methods used included lectures, interactive discussions, and live demonstrations of massage techniques. Evaluation results showed significant changes: pre-intervention knowledge levels were sufficient (45%), good (36%), and poor (19%), which shifted post-intervention to good (91%) and sufficient (9%). In conclusion, education and demonstration of Swedish Massage significantly improved the community's knowledge. Ongoing support from local health facilities using engaging educational media is crucial so that this therapy can be adopted as part of self-management for hypertension prevention and control. Keywords: Hypertension, Swedish Massage, Community Service, Knowledge

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue