cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Edukasi “Stop Bullying” Wujudkan Generasi Emas yang Sehat Jiwa Rinancy, Hariet; Nataria, Desti; Gustin, Rahmi Kurnia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18776

Abstract

ABSTRAK Bullying merupakan salah satu perilaku penyimpangan sosial yang marak dilakukan oleh anak usia sekolah yang memiliki dampak serius bagi korban bullying baik secara fisik maupun psikologis. Pentingnya edukasi tentang stop bullying pada anak adalah karena pada usia sekolah anak barada pada tahapan esensial dalam kehidupan, dimana anak memiliki angan yang sangat besar untuk menghadapi hal baru dan akan mudah terpengaruh oleh lingkungan. Pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa edukasi pada siswa SD sebanyak 29 orang. Pengabdian Masyarakat ini merupakan salah satu kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang bullying sebagai upaya pembentukan generasi emas yang sehat jiwa. Hasil evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat didapatkan bahwa pengetahuan siswa tentang perilaku bullying sebelum dilakukan edukasi hampir separuh 44,8% memiliki pengetahuan kurang baik dan setelah diberikan edukasi pengetahuan siswa meningkat, dimana lebih dari separuh 55,2% siswa memiliki pengetahuan baik. Pemberian edukasi tentang bullying dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang bullying sehingga dapat mencegah terjadinya bullying antar siswa. Harapanya adalah sekolah dapat melanjutkan pemberian edukasi tentang bullying dengan cara yang lebih menarik serta membuat program yang terjadwal untuk memberikan edukasi tentang bullying. Kata Kunci: Bullying, Pengetahuan,Siswa  ABSTRACT Bullying is one of the social deviant behaviors that is rampant among school-age children that has a serious impact on victims of bullying both physically and psychologically. The importance of education about stop bullying in children is because at school age children are at an essential stage in life, where children have a very large desire to face new things and will be easily influenced by the environment. Community service was carried out in the form of education for 29 elementary school students. This community service is one of the Tri Darma Perguruan Tinggi activities which aims to increase students' knowledge about bullying as an effort to form a mentally healthy golden generation. The results of the evaluation of community service activities found that students' knowledge of bullying behavior before education was almost half 44.8% had poor knowledge and after education was given, students' knowledge increased, where more than half 55.2% of students had good knowledge. Providing education about bullying can increase students' knowledge about bullying so that it can prevent bullying between students. The hope is that schools can continue to provide education about bullying in a more interesting way and create a scheduled program to provide education about bullying. Keywords: Bullying, Knowledge, Students
Edukasi Gizi terhadap Pengetahuan Produk Olahan (Ultra Processed Food) pada Remaja di Kota Pekalongan Moviana, Radiati; Nafilah, Nafilah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.18968

Abstract

ABSTRAK Remaja menjadi kelompok yang perlu menjadi perhatian karena masa ini merupakan periode puncak perkembangan dan pertumbuhan. Remaja cenderung memilih makanan yang praktis dan enak dengan tidak mempertimbangkan nilai gizi sehingga mudah terpapar dengan pola hidup yang tidak sehat dan memunculkan masalah gizi. Ultra processed food merupakan salah satu produk pangan yang menjadi salah satu produk pangan yang digemari oleh remaja saat ini. Produk ini diproduksi menggunakan penambahan beberapa bahan seperti gula, garam, perasa, dan lain-lain. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang jenis produk olahan pada remaja sehingga dapat lebih membatasi dan selektif dalam mengonsumsi produk olahan UPF. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pemberian edukasi dengan penyuluhan pada siswa SMA sejumlah 29 orang di Kota Pekalongan. Hasil: Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan diperoleh bahwa terdapat peningkatan pengetahuan siswa SMA terkait ultra processed food yang ditunjukan dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Terdapat perbedaan pengetahuan siswa tentang Ultra Processed Food sebelum dan sesudah edukasi. Terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan siswa tentang Ultra Processed Food sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa Kata Kunci: Ultra Processed Food, Remaja, Edukasi, Pangan Olahan  ABSTRACT Adolescents are a group that needs attention because it is the peak period of development and growth. They are tend to choose practical and delicious food without considering its nutritional value, so they are easily exposed to unhealthy lifestyles and cause nutritional problems. Ultra-processed food is one of the food products that is popular with adolescents today. This product is produced by add several ingredients such as sugar, salt, flavorings, etc. This activity aims to increase knowledge about the types of processed products among adolescents, so that they can be more selective in consuming Ultra Processed Food products. This activity was carried out in the form of providing counseling education to 29 high school students throughout Pekalongan City. Based on the results of the activity evaluation, it was found that there was an increase in high school students' knowledge regarding ultra-processed food as indicated by a value of p=0.000 (p<0.05). There is a difference in students' knowledge about Ultra Processed Foods before and after being given education. There is an increase in the average student knowledge about Ultra Processed Food so it can be concluded that this community service activity is effective in increasing student knowledge. Keywords: Ultra Processed Foos, Adolescents, Education, Food Processed 
The Influence of E-Modules and Demonstrations on School Children's Internet Addiction Wardany, Nadia Sintia; Amalia, Linda; Sumartini, Sri; Suparto, Tirta Adikusuma; Puspita, Asih Purwandari Wahyoe; Dharmansyah, Dhika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18579

Abstract

ABSTRACT The digital era has brought significant changes in the way children interact with technology, especially the internet. This community service (PkM) aims to explore the influence of e-modules and demonstrations as intervention strategies to combat internet addiction in school children. The activity was carried out at SDIT Plenary Cimahi City. This study was carried out by providing education to 57 students. The results of PkM activities showed that 47.4% of children had signs of internet addiction before being given intervention. Post-intervention results showed a significant reduction in the addiction rate to 36.8%. Health promotion sessions provided insight into the definition, contributing factors, symptoms, and preventive measures associated with internet addiction, highlighting the importance of parental involvement and social support. These findings underscore the effectiveness of structured educational interventions in reducing internet addiction among children, emphasizing the important role of community engagement in addressing this increasing problem in the digital era. Suggestions for further community service, it is hoped that the interventions provided can have an impact at the behavioral level. Keywords: Internet Addiction, School Children, E-Module, Demonstration
TERATASI: Terapi Rendam Kaki Air Hangat dengan Epsom Salt untuk Hipertensi pada Lansia Anggraini, Nourmayansa Vidya; Ratnawati, Diah; Ritanti, Ritanti; Adyani, Sang Ayu Made; Wahyudi, Chandra Tri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18688

Abstract

ABSTRAK World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi medis serius yang secara signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung, otak, ginjal, dan penyakit lainnya. Tingginya prevalensi hipertensi di wilayah ini menunjukkan perlunya perhatian khusus terhadap upaya pencegahan dan penanganan penyakit ini. Terapi rendam kaki dengan air hangat yang ditambahkan epsom salt memiliki efek relaksasi yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Kegiatan pengadian kepada masyarakat dilakukan terhadap 40 lansia. Terjadi perubahan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi pada kategori baik dari 47,5% menjadi 57,5%. Berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon, didapatkan nilai koefisien untuk variabel pengetahuan sebesar <0.014 (p-value <0.05). Nilai tersebut menunjukkan bahwa H0 ditolak, artinya terdapat hubungan signifikan antara penyuluhan dan demonstrasi dengan pengetahuan peserta. Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan kesehatan pada lansia mengenai hipertensi, didapatkan hasil peningkatan pada pengetahuan lansia mengenai hipertensi. Peningkatan pengetahuan ini juga dipengaruhi oleh pendidikan kesehatan yang dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi dan faktor-faktor yang mendukung yang mendukung. Kata kunci: Hipertensi, Lansia, Rendam Kaki, Terapi   ABSTRACT The World Health Organization (WHO) states that hypertension or high blood pressure is a serious medical condition that significantly increases the risk of heart disease, brain disorders, kidney disease, and other illnesses. The high prevalence of hypertension in this region highlights the need for special attention to prevention and treatment efforts. Warm foot soak therapy with the addition of Epsom salt has a relaxing effect that can help lower blood pressure. A community service activity was conducted involving 40 elderly participants. There was an improvement in public knowledge about hypertension, with the "good" category increasing from 47.5% to 57.5%. Based on bivariate analysis using the Wilcoxon test, the coefficient value for the knowledge variable was <0.014 (p-value <0.05). This result indicates that H0 is rejected, meaning there is a significant relationship between counseling and demonstrations with participants' knowledge. Following health education activities for the elderly on hypertension, an increase in their knowledge about hypertension was observed. This improvement in knowledge was also influenced by health education delivered through lectures, demonstrations, and supporting factors. Keywords: Hypertension, Elderly, Foot Soak, Therapy
Penurunan Angka Unmet Need melalui Program Malika (Masyarakat Peduli Kb) di Wilayah Kerja Puskesmas Bantar Daryanti, Eneng; Nurdianti, Reni; Sulastri, Meti; Aguspita, Heni; Sugiharti, Mamay; Wahyudi, Deni; Rahmadiana, Asep
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18538

Abstract

ABSTRAK Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu masalah Kesehatan yang dihadapi oleh seluruh negara di dunia. Unmet  need KB  lama  didefinisikan  sebagai  presentasi  wanita  yang  sudah menikah  tetapi tidak  menginginkan anak  lagi  atau  ingin  menjarangkan  kelahiran  berikutnya, namun  tidak  menggunakan  cara  atau  alat  kontrasepsi Berdasarkan laporan data program KIA UPTD  Puskesmas Bantar didapatkan jumlah kasus kematian Ibu per tahun 2023 sebanyak 8 Orang, jumlah Ibu hamil dengan resiko tinggi sebanyak 126 orang dan presentase Peserta KB Aktif Menurut alat/metode kontrasepsi sebanyak 27,8% peserta, hal ini menunjukan masih banyaknya yang berperilaku unmet need KB. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian Masyarakat ini adalah untuk menurunkan kejadian unmet need  melalui peningkatan cakupan pelayanan kontrasepsi KB aktif. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan, TIM pengmas menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan pemberian kuesioner pre test kepada kader, pemberian materi, sesi tanya jawab dan terakhir adalah pemberian kuesioner post test. Terdapat perubahan pengetahuan responden sebelum dan sesudah dilakukannya sosialisasi dan pembekalan tengang MALIKA. Sosialisasi dan edukasi memainkan peran krusial dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kebijakan, program, dan kegiatan pengetahuan dan masyarakat secara keseluruhan tentang pentingnya berKB. Melalui kegiatan ini, diharapkan Masyarakat menyadari tentang pentingnya KB, kader diharapkan bisa memberikan edukasi pada Masyarakat khususnya pada Pasangan Usia Subur (PUS) sehingga  angka pasangan yang berperilaku unmet need dan Angka Kematian Ibu (AKI) menurun.  Kata Kunci: Kader Posyandu, Masyarakat Peduli Keluarga Berencana, Sosialisasi, Edukasi  ABSTRACT Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are health problems faced by all countries in the world. Unmet need for old family planning is defined as the presentation of women who are married but do not want more children or want to space out subsequent births, but do not use contraceptive methods or devices. Based on the Bantar Health Public Center Center. Program data report, it was found that the number of cases of maternal death per year 2023 was 8 people, the number There were 126 pregnant women at high risk and the percentage of active family planning participants according to contraceptive devices/methods was 27.8% of participants, this shows that there are still many people who have an unmet need for family planning. The aim of this community service activity is to reduce the incidence of unmet need by increasing coverage of active family planning contraception services. The method used is health education, the community service team conveys the aims and objectives of implementing community service activities, then continues with giving pre-test questionnaires to cadres, providing materials, a question and answer session and finally giving a post-test questionnaire. There are changes in respondents' knowledge before and after the socialization and provision of MALIKA's calm. Socialization and education play a crucial role in increasing public understanding of policies, programs and knowledge activities and society as a whole about the importance of family planning. Through this activity, it is hoped that the community will be aware of the importance of family planning, cadres are expected to be able to provide education to the community, especially to couples of childbearing age (PUS) so that the number of couples who behave in an unmet need and the Maternal Mortality Rate (MMR) decreases Keywords: Community Volunteer, Community Cares about Family Planning, Socialization, Education
Pola Asuh Pintar, Generasi Unggul: Upaya Optimalisasi dan Pemberdayaan Peran Perempuan di Desa Sukamulya Firdaus, Rose Maryana; Aushaf, Inka Fadilla Nur; Wijayanti, Niken Ayu; Sunandari, Nissa Fauziyah; Nentika, Rindayu Bidara Caela; Santoso, Nilam Cahya Ressawati; Salwa, Tetalia; Putri, Nova Belinda; Muta'aliyah, Hikmah; Yudiana, Zahra Haurannisa; Dewi, Rahma; Musyaffa, Najwa Aufa; Reyza, Muhammad Fakhrul; Silmi, Reina Zahira; Virssyani, Khansa Auliya; Kurniawan, Titis
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18833

Abstract

ABSTRAK Pola asuh keluarga merupakan salah satu faktor yang berperan dalam proses tumbuh kembang anak. Pendidikan bagi perempuan, terutama yang berada di usia produktif, sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup dan perkembangan keluarga. Namun, di banyak daerah, perempuan usia produktif hanya memiliki akses pendidikan yang terbatas. Salah satu dampak negatif yang sering muncul adalah rendahnya kesadaran tentang pentingnya pola makan bergizi dan perawatan kesehatan anak sehingga berdampak pada permasalah gizi buruk, seperti stunting. Stunting merupakan masalah jangka panjang pada perkembangan fisik dan kognitif anak. Program "PAGAR UNGGUL: Pola Asuh Pintar, Generasi Unggul”, menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan peran perempuan dalam mengatasi permasalahan kesehatan, pendidikan, dan lingkungan di desa. Program ini menggunakan metode ceramah (lecture), praktik umum (general practicum), dan praktik khusus (specific practicum). Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta yang ditunjukkan oleh rata-rata peningkatan skor post-test pada setiap pertemuan. Melalui pendekatan yang komprehensif, program ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang pola asuh yang baik, kesehatan reproduksi, dan gizi seimbang, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis seperti memasak makanan sehat, mengelola sampah, dan merawat diri. Tim Pagar Unggul melakukan pemberdayaan kepada posyandu remaja dan memberikan informasi yang tercantum pada modul pembelajaran kurikulum Generasi Emas yang berisikan informasi terkait edukasi 10 kegiatan yang telah dilaksanakan selama kegiatan "PAGAR UNGGUL: Pola Asuh Pintar, Generasi Unggul” berlangsung. Kata Kunci: Pola Asuh, Pemberdayaan Perempuan, Tumbuh Kembang Anak, Desa Sukamulya, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Family parenting patterns were one of the factors that play a role in the process of child development. Education for women, especially those in their productive age, significantly impacts the quality of life and family development. However, in many regions, women of productive age had limited access to education. One of the negative impacts that often arise is the lack of awareness regarding the importance of balanced nutrition and child healthcare, which leads to issues like malnutrition, such as stunting. Stunting is a long-term problem affecting both physical and cognitive development in children. The program "PAGAR UNGGUL: Smart Parenting, Superior Generation" became one of the keys in enhancing the role of women in addressing health, education, and environmental issues in villages. This program utilized lecture methods, general practicum, and specific practicum. This program has successfully increased participants' knowledge, as evidenced by the average improvement in post-test scores after each session. Through a comprehensive approach, this program provided knowledge about good parenting patterns, reproductive health, and balanced nutrition but also equipped participants with practical skills such as cooking healthy meals, waste management, and self-care. The Pagar Unggul team carried out empowerment activities for adolescent posyandu and provided information outlined in the curriculum module of the Golden Generation, which contained details about 10 activities carried out during the "PAGAR UNGGUL: Smart Parenting, Superior Generation" program. Keywords: Parenting, Women's Empowerment, Child Growth and Development, Sukamulya Village, Health Education
Edukasi Activity Daily Living (Adl) pada Pasien Penyakit Jantung (Coronary Artery Desease) Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Isneini, Isneini; Taufik, Taufik; Sari, Muliya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.17525

Abstract

ABSTRAK Coronary artery disease (CAD) merupakan suatu penyakit kardiovaskuler akibat kurangnya pasokan darah dan oksigen ke miokardium jantung. Pasien CAD sering mengalami dispnea, kelelahan, gangguan tidur, depresi, nyeri dada dan kesulitan melakukan Activity Daily Living (ADL) seperti mandi, menggunakan toilet, bergerak, berpakaian, makan, dan kontinensia. Kesulitan ADL yang terus-menerus atau memburuk dapat menyebabkan perubahan tingkat ADL dari minimal menjadi sedang atau berat. Hal ini juga dapat terjadi peningkatan mortalitas dan risiko rawat inap. Tujuanpengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pasien serta keluarga dalam melaksanakan ADL secara mandiri. Metode yang digunakan yaitu edukasi dan pendampingan pasien serta keluarga tentang pengisian jadwal aktifitas dipoliklinik jantung. Pengetahuan pasien meningkat, pasien dan keluarga mampu menyusun jadwal aktivitas dengan baik dan pasien lebih antusias melaksanakan ADL sesuai jadwal. Edukasi dan pendampingan meningkatkan kemandirian pasien dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kata Kunci: Aktivitas Kehidupan Sehari-hari (ADL), Edukasi, Penyakit Arteri Koroner (CAD) ABSTRACT Coronary artery disease (CAD) is a cardiovascular condition caused by insufficient blood and oxygen supply to the myocardium. CAD patients often experience dyspnea, fatigue, sleep disturbances, depression, chest pain, and difficulty performing Activity Daily Living (ADL), such as bathing, toileting, mobility, dressing, eating, and continence. Persistent or worsening ADL difficulties can progress from minimal to moderate or severe levels, increasing mortality rates and hospitalization risks. This community service aims to enhance the knowledge and abilities of patients and their families in independently managing ADL. Educational sessions and guided assistance were provided to patients and their families to help them develop activity schedules in the cardiology clinic. Patients' knowledge improved, families effectively created activity schedules, and patients demonstrated greater enthusiasm in performing ADL according to the planned schedules. Education and guidance significantly enhanced patients' independence in meeting their daily needs. Keywords: Activity Daily Living (ADL), Coronary Artery Disease (CAD), Education.
Sosialisasi Kesehatan : Deteksi Dini Pencegahan Stunting pada Remaja melalui Pemeriksaan Laboratorium Hitung Jumlah Eritrosit Supenah, Pipin; Setiawan, Fiki; Ikhwani, Ikhwani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19384

Abstract

ABSTRAK Stunting yang merupakan masalah gizi jangka panjang, masih menjadi masalah besar di Indonesia. Kekurangan nutrisi di usia muda terutama di kalangan remaja perempuan, dapat meningkatkan risiko stunting pada generasi berikutnya. Dengan menghitung jumlah eritrosit, anemia yang sering dikaitkan dengan stunting dapat dideteksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran jumlah eritrosit sebagai deteksi dini stunting pada remaja putri. Metode kuantitatif purposive sampling digunakan dalam penelitian ini. Sampel penelitian terdiri dari 48 remaja putri sekolah menengah atas. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner dan metode Neubauer yang ditingkatkan untuk menghitung jumlah eritrosit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri 85% memiliki jumlah eritrosit dalam batas normal; namun 13% remaja putri mengalami anemia (jumlah eritrosit yang rendah), dan 2% memiliki jumlah eritrosit yang tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara menghitung jumlah eritrosit dan kemungkinan terkena stunting. Jumlah eritrosit yang dihitung secara berkala pada remaja putri sangat penting untuk deteksi dini dan intervensi yang tepat karena anemia dapat menjadi tanda awal risiko stunting. Kata Kunci: Stunting, Remaja, Hitung Jumlah Eritrosit ABSTRACT Stunting, a long-term nutritional problem, remains a major issue in Indonesia. Malnutrition at a young age, especially among adolescent girls, can increase the risk of stunting in the next generation. By counting the number of erythrocytes, anemia that is often associated with stunting can be detected. The purpose of this study was to determine the relationship between erythrocyte count and the likelihood of stunting in adolescent girls. Quantitative purposive sampling method was used in this study. The study sample consisted of 48 high school adolescent girls. Data were collected through questionnaire completion and the improved Neubauer method for calculating erythrocyte count. The results showed that most of the adolescent girls 85% had erythrocyte counts within normal limits, but 13% of the adolescent girls were anemic (low erythrocyte counts), and 2% had high erythrocyte counts. The results showed that there is a relationship between erythrocyte count and the possibility of stunting. Regular checking of erythrocyte counts in adolescent girls is essential for early detection and appropriate intervention as anemia can be an early sign of stunting risk. Keywords: Stunting, Adolescent, Erythrocyte Count
Pemberdayaan Lansia dalam Pemanfaatan Kombinasi Madu dengan Bahan Herbal sebagai Masker Ketiak di RW 5 Kelurahan Arjowinangun Kota Malang Anisyah, Luluk; Sugiyanto, Sugiyanto; Nuraini, Ika; Yolanda, Yolanda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19040

Abstract

ABSTRAK   Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat “Pemberdayaan Lansia Dalam Pengelolaan Dan Pemanfaatan Kombinasi Madu Dengan Bahan Herbal Sebagai Masker Ketiak Di RW 5 Kelurahan Arjowinangun Kota Malang” diawali dengan pengkajian awal terhadap keadaan di lapangan. Pengkajian awal didapatkan permasalahan bahwa pada Kesehatan kulit terutama terkait bau badan yang kurang sedap , terutama didaerah ketiak, serta disisi lain masih kurangnya pengetahuan pendidikan terkait kesehatan kulit yang berhubungan dengan bau badan. Permasalahan lain yang dihadapi adalah kurangnya pengetahuan pendidikan terkait kandungan dan khasiat atau kegunaan dari zat yang terkandung dalam sediaan masker ketiak. Kegiatan pemberdayaan tim lansia sejumlah 15 orang ini di RW 5 Kelurahan Arjowinangun ini diawali dengan pemberian pengetahuan pendidikan terkait kesehatan kulit, kandungan dan khasiat dari zat yang terkandung dalam sediaan masker serta pemberian pelatihan keterampilan terkait formula dan cara pembuatan masker ketiak. Bentuk kegiatan meliputi 3 kegiatan antara lain: Tahap persiapan: melakukan pendekatan, persiapan bahan dan alat yang digunakan untuk pembuatan sediaan masker ketiak; Tahap pelaksanaan: memberikan edukasi Pengelolaan dan Pemanfaatan bahan dasar kombinasi madu dan bahan herbal Sebagai masker ketiak yang aman bagi kesehatan kulit. Capaian Luaran adalah Publikasi Pada Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (JKPKM) (SINTA 4), serta HKI Modul cara pembuatan Masker Ketiak. Haisl evaluasi untuk peningkatan pengetahuan sebesar 62,50% (Baik) ; sedangkan evaluasi keterampilan sebesar 3,48 (kategori Terampil). Kesimpulan bahwa tujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta evaluasi keterampilan dalam kegiatan PkM telah tercapai dengan baik. Kata Kunci: Daun Sirih hijau, Buah Bengkoang, Madu, Bunga Telang, Masker Ketiak  ABSTRACT The Community Partnership Program Activity "Empowering the Elderly in the Management and Utilization of a Combination of Honey with Herbal Ingredients as an Underarm Mask in RW 5, Arjowinangun Village, Malang City" began with an initial assessment of the situation in the field. The initial assessment found that the problem was skin health, especially related to unpleasant body odor, especially in the armpit area, and on the other hand, there was still a lack of educational knowledge related to skin health related to body odor. Another problem faced was the lack of educational knowledge related to the content and efficacy or use of substances contained in the underarm mask preparation. The empowerment activity of the 15-person elderly team in RW 5, Arjowinangun Village began with providing educational knowledge related to skin health, the content and efficacy of substances contained in the mask preparation and providing skills training related to the formula and how to make an underarm mask. The form of activity includes 3 activities, including: Preparation stage: conducting an approach, preparing materials and tools used to make the underarm mask preparation; Implementation stage: providing education on the Management and Utilization of basic ingredients of a combination of honey and herbal ingredients as an underarm mask that is safe for skin health. Output Achievements are Publication in the Journal of Creativity in Community Service (JKPKM) (SINTA 4), as well as HKI Module on how to make an Underarm Mask. The evaluation results for increasing knowledge were 62.50% (Good); while the evaluation of skills was 3.48 (Skilled category). The conclusion is that the goal of increasing knowledge and evaluating skills in PkM activities has been achieved well. Keywords: Green Betel Leaves, Bengkoang Fruit, Honey, Butterfly Pea Flowers, Underarm Mask
Penyuluhan dan Demonstrasi Prinsip Dasar Deteksi Senyawa Kimia Berbahaya Boraks Serta Ikatan Kimianya dengan Bahan Alam Kulit Buah Naga Merah dan Kunyit di SMA N 1 Sungai Rotan Muara Enim, Sumatera Selatan Fatoni, Ahmad; Rusli, Doddy; Wahyuni, Yenni Sri; Sari, Yopi Rikma; Amelia, Kiki; Imanda, Yunita Listiani; Hidayati, Nurlisa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18723

Abstract

ABSTRAK Ekstrak cair kunyit dan kulit buah naga merah untuk mendeteksi atom boron yang terkandung dalam larutan boraks. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah penerapan teori ikatan kimia yang dilakukan oleh siswa-siswi SMA N 1 Sungai Rotan dan mengetahui prinsip dasar deteksi senyawa kimia berbahaya boraks oleh kedua bahan alam tersebut. Hasil demonstrasi menunjukan bahwa warna ekstrak cair kulit buah naga merah dan kunyit sebelum dan sesudah direaksikan dengan larutan boraks mengalami perubahan warna. Hal ini menunjukan adanya ikatan kimia antara atom boron (dalam larutan boraks) dengan struktur kimia antosianin dan antara atom boron dengan struktur kimia kurkumin serta dapat sebagai dasar deteksi senyawa kimia berbahaya boraks. Kata Kunci: Antosianin, Kurkumin, Boraks, Demonstrasi  ABSTRACT To find boron atoms in a borax solution, use a liquid extract of turmeric and red dragon fruit peel. The purpose of this community service is the application of chemical bonding theory carried out by students of SMA N 1 Sungai Rotan and to learn the basic principles of detecting hazardous chemical compounds of borax by both natural materials. The demonstration's findings demonstrated that the liquid extract of turmeric and red dragon fruit peel changed color both before and after reacting with the borax solution. This indicates the presence of a chemical bond between boron atoms (in borax solution) with the chemical structure of anthocyanin and between boron atoms with the chemical structure of curcumin. This fact can be used as a basis for detecting the dangerous chemical compound borax. Keywords: Anthocyanin, Curcumin; Borax, Demonstration

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue