cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Upaya Promotif Optimalisasi Peran Kader Kesehatan untuk Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut di Desa Paponan Sholekhah, Nur Khamilatusy; Rimawati, Noor
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18805

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan gigi dan mulut di masyarakat saat ini prevalensinya masih tinggi. Untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut diperlukan upaya promotif, termasuk pada kader kesehatan. Kader memiliki peran penting sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk dapat mejangkau masyarakat, menjadi fasilitator dan pelopor pencegahan penyakit termasuk penyakit gigi dan mulut. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melatih dan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan gigi di Desa Paponan terkait penyakit gigi dan perawatan gigi. Dengan melibatkan kader dalam pelatihan yang mendalam, diharapkan akan tercipta kader yang lebih kompeten dan terampil dalam melakukan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan penyuluhan dan pelatihan. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dengan ceramah, diskusi, tanya jawab dan pengambilan data awal (pretest) dan akhir (posttest) menggunakan kuesioner. Peserta dalam kegiatan ini adalah kader kesehatan Desa Paponan, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Pengujian secara statistik untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah   Program pengabdian masyarakat ini melalui upaya promotif (penyuluhan dan pelatihan) kepada kader kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader. Terdapat perbedaan pengetahuan kader kesehatan sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut (p-value0.000<0.05). Upaya promotif dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan pada kader, dapat menciptakan kader yang lebih kompeten dan mampu memberikan edukasi kesehatan gigi kepada masyarakat. Sehingga prevalensi penyakit gigi dan mulut bisa menurun dan derajat kesehatan gigi masyarakat bisa menjadi lebih baik. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Kader Kesehatan, Kesehatan Gigi dan Mulut  ABSTRACT Oral health problems in the community currently have a high prevalence. To improve oral health, promotive efforts are needed, including health cadre. Cadre have an important role as an extension of the government to be able to reach the community, become facilitators and pioneers of disease prevention including oral and dental diseases. This community service program aims to train and improve the knowledge of dental health cadre in Paponan Village regarding dental diseases and dental care. By involving cadre in in-depth training, it is hoped that more competent and skilled cadre will be created in educating all levels of society. This community service was conducted by counseling and training. The methods used in this community service are lectures, discussions, questions and answers and initial (pretest) and final (posttest) data collection using questionnaires. Participants in this activity were health cadre of Paponan Village, Kledung District, Temanggung Regency. Statistical testing to determine the effect before and after. This community service program through promotive efforts (counseling and training) to health cadre is effective in increasing cadre knowledge. There is a difference in knowledge of health cadre before and after oral health counseling (p-value 0.000 <0.05). Promotive efforts by providing counseling and training to cadre, can create cadre who are more competent and able to provide dental health education to the community. So that the prevalence of oral and dental diseases can decrease and the degree of public dental health can be better. Keywords: Health Promotion, Health Cadres, Dental and Oral Health
Peran Keperawatan dalam Mewujudkan Pesantren Sehat: Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk Meningkatkan Kualitas Kesehatan Santri di Pesantren Asy Syujaa'iyyah Kabupaten Pangandaran Maziyya, Nur; Nurhamsyah, Donny
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19257

Abstract

ABSTRAK Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesehatan individu dan komunitas, terutama di pesantren yang memiliki interaksi tinggi antar santri. Pesantren Asy Syujaa’iyyah di Kabupaten Pangandaran menghadapi tantangan sanitasi, seperti kurangnya fasilitas cuci tangan dan pengelolaan sampah. Kondisi ini berisiko mengganggu kesehatan santri dan lingkungan. Oleh karena itu, penerapan PHBS berbasis pendekatan keperawatan komunitas diperlukan untuk menciptakan lingkungan sehat yang mendukung pembentukan karakter santri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan PHBS melalui edukasi berbasis keperawatan komunitas. Pengabdian masyarakat dilakukan pada 14 September 2024 dengan melibatkan 111 santri. Pendekatan keperawatan diterapkan melalui penyuluhan berbasis indikator PHBS dari Kementerian Kesehatan dan pengisian kuesioner pre-post. Penyuluhan dilakukan dalam kelompok kecil untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dan pemberdayaan. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman dan penerapan PHBS. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman santri mengenai PHBS, terutama pada cuci tangan, sanitasi lingkungan, dan pengelolaan sampah. Sebelum kegiatan, sebagian besar santri hanya memahami kebersihan pribadi, namun setelahnya, mereka menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi kolektif. Tantangan utama meliputi keterbatasan fasilitas sanitasi. Pendekatan keperawatan komunitas terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan penerapan PHBS. Penyuluhan berbasis keperawatan mengutamakan edukasi, pemberdayaan, dan advokasi. Hal ini selaras dengan model promosi kesehatan berbasis komunitas yang melibatkan partisipasi aktif santri dan pengasuh pesantren. Untuk keberlanjutan, kolaborasi lintas sektor diperlukan, seperti dengan tenaga kesehatan dan pemerintah, guna menyediakan fasilitas sanitasi yang memadai.  Penerapan PHBS di Pesantren Asy Syujaa’iyyah dengan pendekatan keperawatan komunitas berhasil meningkatkan kesadaran santri terkait pentingnya pola hidup sehat. Diperlukan dukungan fasilitas dan kolaborasi lintas sektor serta evaluasi rutin untuk menjamin keberlanjutan program serta memastikan efektivitasnya.  Kata Kunci: Keperawatan Komunitas, Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS), Pesantren Sehat   ABSTRACT Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a critical step in improving individual and community health, particularly in Islamic boarding schools (pesantren), which involve high levels of interaction among students (santri). Pesantren Asy Syujaa’iyyah in Pangandaran Regency faces sanitation challenges, such as a lack of handwashing facilities and waste management systems. These conditions pose risks to the health of students and the environment. Therefore, the implementation of PHBS based on a community nursing approach is essential to creating a healthy environment that supports character development among students. This study aims to enhance the understanding and application of PHBS through community nursing-based education. This community service activity was conducted on September 14, 2024, involving 111 students. A nursing approach was implemented through counseling based on PHBS indicators from the Ministry of Health and pre-post questionnaires. Counseling was carried out in small groups to improve communication effectiveness and empowerment. Data were analyzed descriptively to evaluate the improvement in understanding and application of PHBS. Post-counseling, there was a significant increase in students’ understanding of PHBS, particularly in handwashing, environmental sanitation, and waste management. Prior to the activity, most students only understood personal hygiene, but afterward, they recognized the importance of maintaining environmental cleanliness and collective sanitation. The main challenges included limited sanitation facilities. The community nursing approach proved effective in improving the understanding and application of PHBS. Nursing-based counseling prioritized education, empowerment, and advocacy. This aligns with community-based health promotion models involving active participation from students and pesantren caregivers. For sustainability, cross-sector collaboration is necessary, such as with healthcare workers and government agencies, to provide adequate sanitation facilities. The implementation of PHBS in Pesantren Asy Syujaa’iyyah with a community nursing approach has succeeded in increasing students’ awareness of the importance of a healthy lifestyle. Support from facilities and cross-sector collaboration as well as regular evaluation are needed to ensure the sustainability of the program and ensure its effectiveness. Keywords: Community Nursing, Clean and Healthy Life Behavior, Healthy Islamic Boarding School
Edukasi Pencegahan dan Deteksi Dini Anemia Pada Siswi Remaja di Sekolah MAN 5 Jakarta Utara Marcelina, Lina Ayu; Anggraeni, Diah Tika; Wahyudi, Chandra Tri; Samaria, Dora; Rokhaidah, Rokhaidah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19031

Abstract

ABSTRAK Anemia merupakan masalah gizi yang sering terjadi di seluruh dunia, baik di negara berkembang maupun di negara maju. Di Indonesia, data menunjukkan bahwa anemia paling banyak terjadi pada remaja putri, dengan prevalensi sebesar 32%, sementara di Jakarta Utara prevalensinya mencapai 6,4%. Kurangnya informasi mengenai anemia pada remaja menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi. Oleh karena itu, edukasi mengenai anemia sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat guna mencegah anemia, khususnya pada siswi remaja di MAN 5 Jakarta. Kegiatan edukasi pencegahan dan deteksi dini anemia dilakukan dengan metode kombinasi yang melibatkan penyuluhan melalui pemaparan materi presentasi slide PowerPoint kepada 25 remaja putri. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 31 Mei 2024 di MAN 5 Jakarta, Marunda, Cilincing, dengan menggunakan metode penyuluhan. Berdasarkan hasil nilai pre-test dan post-test, didapatkan peningkatan nilai yang sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan ini berhasil diterima oleh remaja, sehingga mereka dapat memahami anemia dengan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan tentang anemia pada remaja putri setelah diberikan edukasi. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan diperlukan untuk terus meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja perempuan tentang anemia dan pencegahannya. Kata Kunci:  Anemia , Edukasi, Remaja, Siswi  ABSTRACT Anemia is a prevalent nutritional problem worldwide, affecting both developing and developed countries. In Indonesia, data shows that anemia is most common among adolescent girls, with a prevalence of 32%, while in North Jakarta, the prevalence is 6.4%. A significant issue faced by partners is the lack of information about anemia among adolescents. Therefore, education is crucial to enhance knowledge and awareness in the community to prevent anemia, particularly among female students at MAN 5 Jakarta. The educational activities for anemia prevention and early detection were conducted using a combination method that involved presenting material through PowerPoint slides to 25 adolescent girls. The implementation of this community service activity consisted of three stages: preparation, execution, and evaluation. This activity was carried out on Friday, May 31, 2024, at MAN 5 Jakarta, Marunda, Cilincing, using the counseling method. Based on the pre-test and post-test scores, there was a significant improvement in the participants' knowledge. This indicates that the counseling was well-received by the adolescents, enabling them to understand anemia better than before. There is a significant increase in knowledge about anemia among adolescent girls after receiving education. Thus, continuous education is needed to further enhance the knowledge and understanding of adolescent girls regarding anemia and its prevention. Keywords: Education, Anemia, Female Students
Edukasi Optimalisasi Bahan Alam sebagai Ramuan Herbal Kesehatan Reproduksi Remaja di MA Permata Kota Mojokerto Putri, Rury Eryna; Kristianto, Sonny; Yuliani, Gandul Atik; Abid, Istiana Firqah; Afdhila, Zakia; Uktutias, Sendy Ayu Mitra; Zulqaida, Salma; Widodo, Wimbuh Tri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18733

Abstract

ABSTRAK Bahan alam Indonesia dilaporkan memiliki beragam senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, dan fenolik, yang menunjukkan aktifitas antibakteri dan antioksidan yang tinggi sehingga dimanfaatkan sebagai ramuan untuk menjaga kesehatan reproduksi. Namun, kurangnya perilaku perawatan diri sejak remaja dapat disebabkan oleh kurangnya kesadaran dan informasi yang memadai tentang cara menjaga kebersihan diri pada masa tersebut. Termasuk rendahnya kesadaran penggunaan bahan alam herbal. Edukasi tentang peningkatan pengetahuan tentang bahan alam sebagai bahan ramuan kesehatan reproduksi kepada siswa di dalam sataun pendidikan menjadi langkah strategis untuk membina siswa memahami problema di atas. Program ini menyasar siswa putri kelas X, Madrasah Aliyah (MA) Permata Kota Mojokerto. Metode pelaksanaannya meliputi tahap persiapan (survey awal), pelaksanaan program edukasi dan demo pembuatan jamu, lalu evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi berupa skor pre- dan post-test, didapatkan peningkatan signifikan performa siswa berupa pengetahuan bahan alam, ramuan yang dapat dibuat dari bahan alam, dan khasiat bahan alam untuk kesehatan reproduksi, yang ditandai dengan pergeseran distribusi skor ke rentang 90-100 atau skor maksimal. Melalui program edukasi di MA Permata Kota Mojokerto ini dapat menumbuhkan kesadaran dan pengetahuan yang baik bahan alam serta pembuatan dan penggunaan ramuan herbal yang tepat untuk menjaga kesehatan reproduksi Kata Kunci: Herbal, Learning Outcomes, Jamu, Student Awareness  ABSTRACT Indonesia's natural resources are reported to contain various active compounds such as alkaloids, flavonoids, and phenolics, which exhibit high antibacterial and antioxidant activities. Those natural resources are valuable as herbal remedies for maintaining reproductive health. However, a lack of self-care practices during adolescence can stem from limited awareness and insufficient information on personal hygiene, including a lack of understanding about the use of herbal natural resources. This program aims to educate students to increase their knowledge about natural resources as ingredients for reproductive health remedies, providing a strategic step to help adolescence address these issues. The program targeted female 10th-grade students of Madrasah Aliyah (MA) Permata, Mojokerto. The implementation included preparatory stages (preliminary surveys), program execution through educational sessions, herbal remedy-making demonstrations, and evaluations. Based on the evaluation, significant improvements were observed in students’ performance, reflected by increased knowledge about natural ingredients, herbal remedies that can be created from them, and their benefits for reproductive health. This was evidenced by a shift in score distribution to the 90-100 range, or the maximum score. This educational program at MA Permata Mojokerto successfully fostered awareness and understanding of natural ingredients, as well as the proper preparation and use of herbal remedies to support reproductive health. Keywords: Herbal Remedies, Learning Outcomes, Jamu, Student Awareness
Enhance Skills and Utilization of The G-Form Application Among Elderly Health Cadres at Health-Post Kusumaratna, Rina Kurniasri; Gunawan, Talitha Imanina Putri; Fahreza, Muhammad Abdul Hafiz; Wulandari, Utami
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.18217

Abstract

ABSTRACT Elderly health cadres were community members who selflessly devoted their time and skills to serve as elderly posyandu cadres. Their essential contributions enhanced accessibility to health services for seniors and boosted community participation in health initiatives. The introduction of the simple early screening (SKILAS) instrument significantly improved the early detection of health issues among the elderly, ensuring timely care and intervention. Health education employed lectures, informational leaflets, and interactive video informative as primary media education, supplemented by home-visit observations to evaluate community service activities. After a two-day training session, twenty elderly health cadres significantly improved their skills in performing simple elderly screenings and effectively using the e-SKILAS form for early detection activities at the integrated health-post (p<0.001). To ensure they stayed informed about community health issues affecting the elderly, it was recommended that training sessions be conducted routinely on a biannual basis. Keywords: SKILAS Intrument, Early Detection, Elderly Heath, Community Cadres, Posyandu.
Kapasitas Evakuasi Diri dari Ruang Kelas Saat Gempa Bumi di Sekolah Dasar Suka Asih Cugenang Cianjur Sudharmono, Untung; Sitompul, Monalisa; Malinti, Evelin; Wulandari, Imanuel Sri Mei; Haro, Masta
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18601

Abstract

ABSTRAK Kapasitas evakuasi diri dari ruang kelas saat gempa bumi merupakan aspek penting dalam upaya mitigasi risiko bencana di lingkungan sekolah. Penelitian ini untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mealkukan evakuasi dari ruang kelas saat terjadi gempa. Metode yang digunakan adalah dengan penyuluhan dan simulasi melakukan evakuasi dari dalam ruang kelas saat terjadi bencana gempa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap langkah-langkah evakuasi masih bervariasi, dipengaruhi oleh frekuensi simulasi, tingkat edukasi tentang bencana, dan peran guru dalam memimpin evakuasi. Infrastruktur sekolah, seperti jalur evakuasi dan titik kumpul, juga menjadi faktor penentu keberhasilan evakuasi. Hambatan utama meliputi kepanikan siswa, keterbatasan fasilitas, dan kurangnya simulasi yang terintegrasi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan frekuensi simulasi, pelatihan bagi guru, dan perbaikan infrastruktur untuk memperkuat kapasitas evakuasi. Dengan langkah ini, sekolah dapat meningkatkan keselamatan siswa dan staf selama gempa bumi. Kata Kunci: Bencana, Evakuasi, Gempa  ABSTRACT The capacity to self-evacuate from classrooms during an earthquake is an important aspect in efforts to mitigate disaster risk in the school environment. This research is to determine students' ability to evacuate the classroom when an earthquake occurs. The method used is counseling and simulation of evacuating from the classroom when an earthquake occurs. The research results show that students' understanding of evacuation steps still varies, influenced by the frequency of simulations, the level of education about disasters, and the role of teachers in leading evacuations. School infrastructure, such as evacuation routes and assembly points, is also a determining factor in the success of an evacuation. The main obstacles include student panic, limited facilities, and lack of integrated simulations. This research recommends increasing the frequency of simulations, training for teachers, and improving infrastructure to strengthen evacuation capacity. With these steps, schools can improve the safety of students and staff during earthquakes. Keywords: Knowledge, Health Teaching, Life Style
Bantuan Perencanaan dan Renovasi Toilet Umum Sehat untuk Desa Bumi Agung Kecamatan Dempo Utara Pagaralam Sumatera Selatan Nisumanti, Sartika; Qubro, Khodijah Al; Destania, Henggar Risa; Febriyandi, Febriyandi; Fauzi, Marguan; Chandra, Denie; Helmi, Bayu Putra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18941

Abstract

ABSTRAK Kota Pagar Alam memiliki berbagai objek wisata yang menarik, salah satunya berada di kawasan Desa Bumi Agung. Sebagai daerah wisata, Desa ini membutuhkan fasilitas umum umum yang memadai, termasuk toilet umum untuk wisatawan dan masyarakat setempat yang tidak memiliki toilet pribadi.  Saat ini toilet umum Desa Bumi Agung berukuran 3  x 4 m dan dibangun semi permanen, terdiri dari satu bak dan satu toilet berukuran 1 m x 1 m. Namun, kondisi bangunannya masih belum layak, dengan dinding toilet hanya setengah setinggi 50 cm dan sekitar bangunan terdapat semak belukar. Permasalahan di Desa ini adalah kurangnya  infrastruktur sanitasi yang memadai, terutama ketersediaan toilet umum yang sehat. Selain itu, beberapa rumah tangga di desa ini juga tidak memiliki toilet  pribadi, sehingga masyarakat sering memanfaatkan fasilitas umum yang tidak layak. Hal ini menyebabkan menimbulkan kebutuhan mendesak akan adanya toilet umum yang sehat dan sesuai standar. Tujuan Pengabdian ini merencanakan dan merenovasi toilet umum sehat agar menjadi fasilitas yang sehat. Metode kegiatan ini meliputi mengumpulkan data melalui survei lokasi, wawancara serta pengukuran lahan  untuk memperoleh data kondisi bangunan lama. Selain itu, dilakukan juga perencanaan dan pembuatan anggaran biaya untuk renovasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini memberikan  manfaat nyata bagi wisatawan dan  masyarakat Desa Bumi Agung yang tidak memiliki toilet pribadi, dengan tersedianya dokumen perencanaan, anggaran biaya dan fisik bangunan toilet umum sehat. Kata Kunci: Sanitasi lingkungan, Toilet layak, STBM  ABSTRACT Pagar Alam City has various interesting tourist attractions, among these is  located near Bumi Agung the Village area. As a tourist area, this village needs adequate public facilities, including public toilets for tourists and local people who do not have private toilets.  Currently, Bumi Agung Village's public toilet is 3 x 4 m in size and built semi-permanently, consisting of one tub and one toilet measuring 1 m x 1 m. Nevertheless, the building’s state is still inadequate. However, The building’s state is still inadequate, with the toilet walls only half as high as 50 cm and bushes surrounding the building.  The problem in this village is the lack of adequate sanitation infrastructure, especially the availability of healthy public toilets. In addition, some households in the village do not have private toilets, so people often utilize inappropriate public facilities. This has led to an urgent need for healthy and standardized public toilets. The purpose of this service is to plan and renovate healthy public toilets to become healthy facilities. The method of this activity includes collecting data through location surveys, interviews and land measurements to gather information on the old building’s state. In addition, planning and budgeting for renovations were completed. The results of this service activity provide tangible benefits for tourists and the Bumi Agung Village community who do not have private toilets, with the availability of planning documents, cost budgets and physical healthy public toilet buildings. Keywords: Environmental sanitation, Decent toilets, STBM
Pemberdayaan Keluarga Berbasis Video Edukasi dalam Pencegahan dan Perawatan Dekubitus Pada Pasien Post Stroke di RSUD Kabupaten Klungkung Susanti, Ni Putu Aries; Agustini, Ni Luh Putu Inca Buntari; Wahyuni, Ni Komang Sri; Wahyu, I Made Yudi; Israfil, Israfil; Indrayani, Ni Luh Dwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18074

Abstract

ABSTRAK Stroke merupakan penyebab utama gangguan neurologis di seluruh dunia, dengan sepertiga dari penderitanya memerlukan istirahat di tempat tidur dalam jangka waktu yang lama. Efek samping yang umum terjadi akibat istirahat di tempat tidur yang lama adalah dekubitus. Dengan menggunakan materi edukasi berbasis video, kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kecakapan anggota keluarga dalam mencegah dan menangani dekubitus pada pasien stroke. Perencanaan, implementasi, dan evaluasi merupakan teknik yang digunakan. Akun media sosial resmi rumah sakit (YouTube, Instagram, dan Facebook) digunakan untuk menyebarluaskan video edukasi secara daring. Selanjutnya dilakukan pula penyuluhan secara langsung pada 26 keluarga pasien stroke dari ruang perawatan Kamasan, Takmung, dan Pikat. Terakhir, video edukasi diputar berulang-ulang di ruang tunggu Poliklinik, ruang operasi, dan unit perawatan intensif. Kuesioner digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta pada penyuluhan langsung. Evaluasi setelah satu bulan, video yang diunggah di media sosial Youtube telah ditonton lebih dari 600 kali, menunjukkan keberhasilan penyampaian informasi. Sebanyak 92,3% peserta penyuluhan langsung menunjukkan pengetahuan kurang pada pre-test. Setelah edukasi, semua peserta pada post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang baik. Peserta yang menonton video di ruang tunggu, selama satu bulan dipilih secara acak untuk mengisi kuesioner pengetahuan. Sebanyak 32 peserta didapatkan memiliki pengetahuan yang baik. Edukasi melalui media video efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan perawatan dekubitus pada pasien stroke. Dengan kemajuan teknologi, diharapkan masyarakat lebih mudah mengakses pengetahuan kesehatan melalui media sosial, dan petugas kesehatan dapat lebih kreatif dalam menyajikan informasi kesehatan. Kata Kunci:  Dekubitus, Penyuluhan, Sosial Media, Stroke,Video Edukasi  ABSTRACT Stroke is a leading cause of neurological disorders worldwide, with one-third of sufferers requiring prolonged bed rest. A common side effect of prolonged bed rest is pressure ulcers. By using video-based educational materials, this community service activity (PKM) aims to improve the understanding and skills of family members in preventing and treating pressure ulcers in stroke patients. Planning, implementation, and evaluation are the techniques used. The hospital's official social media accounts (YouTube, Instagram, and Facebook) were used to disseminate educational videos online. Furthermore, direct counseling was also carried out on 26 families of stroke patients from the Kamasan, Takmung, and Pikat treatment rooms. Finally, the educational video was played repeatedly in the Polyclinic waiting room, operating room, and intensive care unit. A questionnaire was used to measure the level of knowledge of participants in direct counseling. Evaluation after one month, the video uploaded on social media Youtube had been watched more than 600 times, indicating the success of information delivery. A total of 92.3% of direct counseling participants showed insufficient knowledge in the pre-test. After education, all participants in the post-test showed a good increase in knowledge. Participants who watched the video in the waiting room, for two weeks were randomly selected to fill out a knowledge questionnaire. A total of 32 participants were found to have good knowledge. Education through video media is effective in increasing public knowledge about prevention and care of pressure ulcers in stroke patients. With the advancement of technology, it is expected that the public will find it easier to access health knowledge through social media, and health workers can be more creative in presenting health information. Keywords: Decubitus, Counseling, Social Media, Stroke, Educational Videos
Pelatihan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular pada Kader Kesehatan Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19642

Abstract

ABSTRAK Saat ini hampir semua negara menghadapi permasalahan akibat penyakit tidak menular. Kondisi tersebut kerap kali tidak dirasakan karena tidak menimbulkan keluhan. Hal ini menyebabkan penyakit tidak menular dijumpai pada tingkat yang lebih lanjut sehingga sulit untuk dipulihkan yang pada akhirnya menyebabkan cacat atau kematian. Upaya mengatasi permasalahan tersebut diperlukan pengetahuan kader kesehatan dalam deteksi dini penyakit tidak menular.  Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kasehatan dalam deteksi dini penyakit tidak menular. Dengan kegiatan ini diharapkan kader kesehatan memiliki kemampuan yang baik dalam deteksi dini penyakit tidak menular. Metode kegiatan yang digunakan adalah pelatihan pada kader kesehatan tentang deteksi dini penyakit tidak menular. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 60 kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan rata rata nilai hasil prestest sebesar 75 poin dan rata rata nilai posttest sebesar 90 poin. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah  adanya peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang penyakit tidak menular dan pengelolaan posbindu sebesar 15 poin. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat berkelanjutansecara mandiri oleh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Guntur. Selain itu setiap kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Guntur diharapkan dapat melaksanakan pelatihan kader kesehatan secara rutin dalam melaksanakan deteksi dini penyakit tidak menular melalui anggaran kelurahan. Kata Kunci: Deteksi dini, Pelatihan, Penyakit Tidak Menular  ABSTRACT Currently, almost all countries are facing problems due to non-communicable diseases. This condition is often not felt because it does not cause complaints. This causes non-communicable diseases to be found at more advanced levels making it difficult to recover which ultimately causes disability or death.. Efforts to overcome these problems require the knowledge of health cadres in early detection of non-communicable diseases. The purpose of this activity is to increase the knowledge of health cadres in early detection of non-communicable diseases. With this activity it is hoped that health cadres will have good skills in early detection of non-communicable diseases. The activity method used is training for health cadres on early detection of non-communicable diseases. The number of participants who attended was 60 health cadres. The results of the activity show an average pretest result of 75 points and an average posttest score of 90 points. The activity conclude that there is an increase in the knowledge of health cadres about non-communicable diseases and posbindu management by 15 points. The activities that have been carried out are expected to be sustainable independently by the community in the working area of the Guntur Health Center. In addition, each sub-district in the working area of the Guntur Health Center is expected to carry out routine health cadre training in carrying out early detection of non-communicable diseases through the sub-district budget. Keywords: Early detection, Training, Non-Communicable Diseases
Edukasi Pemanfaatan Centella Asiatica sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Tentang Bahaya Diabetes Mellitus (DM) pada Lansia di Kota Malang Retnanintyas, Ekowati; Wattiheluw, Muhammad Hasan; Ariani, Nia Lukita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19064

Abstract

ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit serius akibat kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh menggunakan insulin. Ini ditandai dengan tingginya glukosa dalam darah. Pengobatan kulit kering pada DM menggunakan pelembab, termasuk bahan herbal seperti Centella asiatica yang berfungsi sebagai anti-aging, anti jerawat, dan penyembuhan luka. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan meningkatkan kesadaran dalam bahaya DM. Pelaksanaannya berupa penyuluhan tentang pemanfaatan centella asiatica sebagai upaya peningkatan pengetahuan tentang bahaya diabetes mellitus (dm) pada lansia. Hasil kegaiatan menunjukkan terdapat peningkatan skor pengetahuan tentang pemanfaatan Centella asiatica dan bahaya DM. Kesimpulan dari kegiatan yaitu terjadi peningkatan signifikan pengetahuan (p<0,05). Kata Kunci: Edukasi, Centella Asiatica, Diabetes Mellitus, Lansia  ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a serious disease caused by a lack of insulin or the body's inability to use insulin. It is characterized by high glucose in the blood. Treatment of dry skin in DM uses moisturizers, including herbal ingredients such as Centella asiatica, which functions as anti-aging, anti-acne, and wound healing. The aim of this activity is to increase awareness of the dangers of DM. The implementation method is in the form of education about the use of centella asiatica as an effort to increase knowledge about the dangers of diabetes mellitus (DM) in the elderly. The results of the activity showed that there was an increase in knowledge scores about the use of Centella asiatica and the dangers of DM. The conclusion from the activity was that there was a significant increase in knowledge. Keywords: Education, Centella Asiatica, Diabetes Mellitus, Elderly

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue