cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Peningkatan Pengetahuan Dan Edukasi Sikap Remaja Putri Tentang Kesehatan Reproduksi Di Panti Asuhan Aisyiyah Kec. Kuranji Kota Padang Nila Eza Fitria; Dian Febrida Sari; Sri Suciana; Armein Syahid; Wulandari Wulandari; Gyta Maida Vilosta
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5529

Abstract

ABSTRAK Permasalahan kesehatan reproduksi pada remaja putri bukan hanya masalah tentang seksualitas tetapi juga masalah tentang personal hygiene, dan masalah menstruasi yang dapat memicu banyak penyakit pada organ reproduksi. Hasil wawancara dengan ketua Panti Asuhan Aisyiyah Cabang Ampang Kec. Kuranji Kota Padang, di Panti Asuhan  sudah banyak kedatangan tim pengabdian masyarakat dari berbagai universitas kota Padang, namun belum pernah mendapatkan sosialisasi mengenai kesehatan reproduksi pada remaja, mereka belum pernah mendapatkan materi secara khusus tentang kesehatan reproduksi sehingga dirasa perlu dan penting materi ini disampaikan kepada remaja putri di Panti. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja putri Panti Asuhan Aisyiyah Ampang tentang kesehatan reproduksi, personal hygiene  dan personal hygiene saat menstruasi, menjaga hak-hak reproduksi serta perubahan sikap atau perilaku remaja putri tentang menjaga kesehatan reproduksinya. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 17 September 2021 di Panti Asuhan Aisyiyah Cabang Ampang Kec. Kuranji Kota Padang dengan jumlah sasaran yang hadir 23 orang. Kegiatan ini di awali dengan pengukuran tinggi badan, dan berat badan remaja, setelah itu pengisian kusioner pre dan dilanjutkan dengan pemberian materi tentang kesehatan reproduksi  dan personal hygiene, kemudian diakhiri dengan demonstrasi cara membersihkan organ intim perempuan melalui alat peraga phantom kelamin perempuan. Hasil Pengabdian didapatkan Remaja  memiliki status gizi normal berdasarkan pemeriksaan status gizi (BB/TB). Tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi pada saat pre test yang berpengatahuan rendah tentang kesehatan reproduksi lebih dari separoh yaitu 65,3% dan yang berpengetahuan tinggi tidak sampe separoh yaitu 34,7 %. Setelah dilakukan penyuluhan dan edukasi hasil dari post tes tingkat pengetahuan mereka meningkat yaitu sebagian besar yaitu 91,3 % berpengatahuan tinggi dan pengetahuan rendah 8,7 %. Terjadi peningkatan pengetahuan remaja setelah dilakukan penyuluhan dan perubahan sikap remaja putri Panti Asuhan Aisyiyah Ampang mengenai personal hygiene yang berkaitan dengan kesehatan reproduksiDiharapkan kerjasama dari berbagai pihak untuk mengenali dan mengatasi masalah pada remaja agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan reproduksi. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Kesehatan Reproduksi, Remaja ABSTRACT  Reproductive health problems in adolescent girls are not only about sexuality but also about personal hygiene, and menstrual problems that can trigger many diseases in the reproductive organs. The results of an interview with the head of the Aisyiyah Orphanage, Ampang Branch, Kec. Kuranji, Padang City, at the Orphanage there have been many community service teams from various universities in the city of Padang, but they have never received socialization about reproductive health in adolescents, they have never received material specifically on reproductive health so it is necessary and important for this material to be conveyed to adolescents. daughter in the orphanage. The purpose of this activity is to increase the knowledge of young women at the Aisyiyah Ampang Orphanage about reproductive health, personal hygiene and personal hygiene during menstruation, maintaining reproductive rights, and changing attitudes or behavior of young women about maintaining their reproductive health. This activity was carried out on September 17, 2021, at the Aisyiyah Orphanage, Ampang Branch, Kec. Kuranji Padang City with a target number of 23 people attending. This activity begins with measuring the height and weight of adolescents, after filling out the questionnaire, and continues with the provision of material on reproductive health and personal hygiene, then ends by cleaning the female sex organs through female genitalia props. Obtained from the target number of 33 people, 23 people attended, 10 more people could not attend because there were activities. All adolescents who attended had normal nutritional status based on nutritional status examination (BB/TB). The level of knowledge of adolescents about reproductive health at the time of the pre-test with low knowledge of reproductive health was more than half, namely 65.3% and those with high knowledge were less than half, namely 34.7%. After counseling and education, the results of the post-test increased their knowledge level, namely, most of them were 91.3% with high knowledge and 8.7% low knowledge. There was an increase in adolescent knowledge after counseling and changes in the attitude of the Aisyiyah Ampang Orphanage regarding personal hygiene related to reproductive health. It is hoped that cooperation from various parties is expected to identify and overcome problems in adolescents in order to avoid various reproductive health problems. Keywords: Knowledge, Attitude, Reproductive Health, Adolescents
Community Empowerment : Workshop Pembuatan Serta Pemasaran Serbuk Instan Jahe dan Kunyit Sebagai Solusi Masyarakat Yang Terdampak Covid-19 Taufik Hidayat; Ira Rahmiyani; Keni Indacahyati; Siti Nabila Fikria; Sri Subhawa Nur; Alia Wahyuni; Siti Ayu Wandira; Denis Pajriati; Mila Andriani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.4864

Abstract

ABSTRAK Jahe (Zingiber Officinale Rosc) selain sebagai bumbu dapur juga mempunyai berbagai manfaat untuk tubuh salah satunya meningkatkan sistem imunitas. Dalam masa pandemik seperti sekarang ini, sistem imunitas sangat penting untuk mencegah terjadinya paparan COVID-19. Permasalahan yang dihadapi dari kalangan masyarakat saat ini akibat dari adanya virus Covid-19 yang menjadikan perekonomian menjadi semakin menurun. Untuk itu Tim pembinaan memberikan alternatif terhadap Komunitas Al-Falah project Kampung Simpang untuk membangun usaha kecil yaitu membuat minuman serbuk herbal dari kunyit dan jahe. Supaya komunitas AL-Falah memiliki kemampuan dalam memanfaatkan peluang yang ada di masyarakat. Sasaran dari pelaksanaan kegiatan Pembinaan kemasyarakatan ini adalah komunitas Al-Falah project Kampung Simpang, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya. Metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu Tahap persiapan meliputi persiapan narasumber, penentuan peserta, persiapan tempat, peralatan, bahan, dan biaya pelaksanaan Tahap pelaksanaan meliputi presentasi dan sosialisasi produk jahe emprit dan kunyit, pemanfaatan produk, kemudian dilanjutkan dengan demo pengolahan serbuk kunyit siap seduh. Dalam mempromosikan produk masyarakat sehat ini mempromosikan melalui pemasaran online atau ecommerce adalah salah satu cara yang efektif untuk saat ini. Oleh karena itu, media social menjadikan tempat dimana sebagai wadah untuk promosi dan bagian utama dari pemasaran digital. Kata Kunci: Al-Falah project, obat herbal, jahe emprit, kunyit  ABSTRACT Ginger (Zingiber Officinale Rosc) apart from being a kitchen spice, it also has various benefits for the body, one of which is increasing the immune system. During a pandemic like today, the immune system is very important to prevent exposure to COVID-19. The problems faced by the community today are the result of the Covid-19 virus which has made the economy decline. For this reason, the coaching team provides an alternative for the Al-Falah Community community, the Kampung Simpang project to build a small business, namely making herbal drinks from turmeric and ginger that are encouraged to have the ability to take advantage of the opportunities available to the community. The target of the implementation of this community development activity is the community of the Al-Falah project Kampung Simpang, Bantarkalong District, Tasikmalaya Regency. The method of implementing this activity is the preparation stage including the preparation of resource persons, determining participants, preparation of the place, equipment, materials, and costs of implementation. The implementation stage includes presentation and socialization of ginger and turmeric products, product utilization, then continued with a demonstration of processing turmeric powder ready to brew. In promoting healthy community products, promoting through online marketing or e-commerce is one effective way for now. Therefore, social media makes a place where as a place for promotion and a major part of digital marketing. Keywords: Al-Falah project, herbal medicine, ginger, turmeric
Program Penurunan Angka Kematian Bayi Melalui KKN Back To Village Di Desa Jelbuk Kabupaten Jember Achmad Ilham Tohari; Agus Supriono
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5173

Abstract

ABSTRAK Angka Kematian Bayi (AKB) adalah salah satu faktor penentu kualitas kesehatan dalam suatu negara. Tingginya AKB pada suatu negara mengindikasikan kurangnya kualitas kesehatan yang ada. Jember termasuk dalam daerah dengan kematian bayi yang tinggi yaitu 50,19 per 1000 kelahiran hidup. Pada kawasan Kecamatan Jelbuk telah ada lima kejadian kematian bayi selama Juli – Agustus 2021 dengan dua diantaranya berada pada wilayah kerja Posyandu Mawar 2A di Desa Jelbuk. Penurunan AKB di Desa Jelbuk membutuhkan bantuan dari berbagai pihak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menurunkan angka AKB di Desa Jelbuk. Metode pengabdian berbentuk program penurunan AKB (berbasis kader kesehatan masyarakat) yang terdiri atas kegiatan penyuluhan AKB, BPJS kesehatan, dan pendampingan “Jemput Bola” imunisasi di kawasan Posyandu Mawar 2A. Lokasi pengabdian dipilih berdasarkan urgensi yang ada, yaitu dua AKB yang terjadi dalam lingkup Desa Jelbuk berada dalam kawasan kerja Posyandu Mawar 2A. Hasil dari kegiatan pengabdian berupa kader kesehatan posyandu mawar 2A dan masyarakat berhasil memahami materi AKB dan BPJS kesehatan. Anak yang diimunisasi dalam program kerja pendampingan “Jemput Bola” imunisasi berjumlah enam bayi. Kesimpulan program ini dapat meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dan warga di Desa Jelbuk, khususnya mengenai penurunan AKB. Kata kunci: Angka Kematian Bayi, , anak, AKB, pencegahan AKB. ABSTRACT Infant Mortality Rate (IMR) is one of health quality defining factor in a country. Increased IMR indicate that the country had a poor health quality. Jember is a region that has a highest IMR about 50.19 per 1000 live birth. There were five IMR in Jelbuk district during July – August 2021 with two of them located in Posyandu Mawar 2A working area. In order to decrease the IMR, various help is needed from the stage holder. The aim of this community service is to decrease IMR in Jelbuk. The methods of this community service were arranged in several programs to decrease IMR (health cadres based) including IMR counselling, BPJS kesehatan, and “Jemput Bola” immunization in Posyandu Mawar 2A area. The community service location is based on the urgency that two of five IMR in Jelbuk is in Posyandu Mawar 2A working area. The results of this community service showed that the health cadres understand the topic about IMR and BPJS kesehatan. Total of six babies get immunization during “Jemput Bola” immunization program. The conclusion of this community service is this program may increase the knowledge of Jelbuk’s inhabitant and health cadres, specially in the scope of decreasing IMR. Keywords: Infant Mortality Rate, Infant, IMR, IMR prevention
Promosi Kesehatan dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Kemampuan Satgas Covid 19 dalam Penyebaran Covid 19 di Paroki Roh Kudus Babakan Desa Canggu Kabupaten Badung Bali Yustina Ni Putu Yusniawati; I Gede Agus Shuarsedana Putra; Ahmad Robani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.4796

Abstract

ABSTRAK Virus Corona merupakan wabah penyakit yang masuk ke Indonesia tahun 2019, dan menyerang sistem pernafasan. Penyebaran virus ini sangat cepat sehingga membutuhkan penanganan dengan baik.Dalam pencegahan penularan covid 19 ini, dibentuklah Satgas covid 19 yang bertugas mengawasi masyakrat untuk menerapkan protokol kesehatan. Pengawasan Prokes dari satgas covid dirasa kurang maksimal karena pengetahuan yang dimiliki berasal dari media elektronik berupa TV. Proses edukasi dan sosialisasi pencegahan penyebaran covid 19 juga kurang efektif karena kurangnya rasa percaya diri dari anggota satgas dalam memberikan promosi Kesehatan kepada masyakrat. Tujuan setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan dapat meningkatkan aspek pengetahuan dan aspek keterampilan satgas covid 19 dalam melakukan promosi Kesehatan berbasis multimedia. Metode Penyuluhan dan pelatihan dilakukan adalah dengan melakukan penyuluhan tentang cuci tangan yang baik dan benar, cara menggunakan masker yang benar dan 5 M (menjaga jarak, mencuci tangan, menggunakan masker, meenghindari krumunan, dan mengurangi mobilitas) dengan menggunakan poster online dan vidio. Terdapat peningkatan pengetahuan sebanyak 100% dan keterampilan sebanyak 80% dari Satgas Covid-19 Paroki Roh Kudus Babakan terhadap pencegahan covid 19.   Kata kunci: Pengetahuan, Keterampilan, Satgas, Penanganan Covid 19   ABSTRACT Corona virus is a disease outbreak that entered Indonesia in 2019, and attacks the respiratory system. The spread of this virus is very fast, so it requires good handling. In preventing the transmission of covid 19, the Covid 19 Task Force was formed to oversee the community to implement health protocols. Prokes supervision from the covid task force is considered less than optimal because the knowledge it has comes from electronic media such as TV. The education and socialization process for preventing the spread of COVID-19 is also less effective due to a lack of confidence from task force members in providing health promotion to the community. The goal after conducting counseling and training can improve aspects of knowledge and skills aspects of the COVID-19 task force in carrying out multimedia-based health promotions. The method of counseling and training carried out is by conducting counseling on good and correct hand washing, how to use the correct mask and 5 M (keeping distance, washing hands, using masks, avoiding crowds, and reducing mobility) using online posters and videos. There is an increase in knowledge of 100% and skills as much as 80% of the Covid-19 Task Force of the Paroki Roh Kudus Babakan towards the prevention of covid 19. Keywords: Knowledge, Skills, Task Force, Handling Covid 19
Peningkatan Pengetahuan Bahaya Obat Klorokuin Di Masa Pandemi Covid-19 Pada Pelanggan Apotek Sultan Kota Ambon Muhammad Hasan Wattiheluw; Wahyuni Aziza; Ramdhani M. Natsir
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5552

Abstract

ABSTRAK Di tahun 2020 awal, Corona virus jenis baru (SARS-CoV-2) yang menyebabkan penyakit yang disebut Coronavirus disease 2019 (COVID-19) menjadi masalah global. Asal mula virus jenis beru ini dari Wuhan, Tiongkok. SARS-CoV-2 ditemukan pada akhir Desember tahun 2019. Sampai tanggal 1 Maret 2020 sudah dipastikan 65 negara termasuk Indonesia telah terjangkit virus ini. Perlu adanya terapi pada masyarakat yang dinyatakan positif COVID-19 untuk menekan angka case fatality rate (CFR). Metode Adapun kegiatan yang dilakukan berupa konseling terhadap pelanggan apotek menggunakan media leaflet. Terdapat pengingkatan pengetahuan tentang obat klorokuin dan bahaya efek covid-19 (p<0,05). Kata Kunci : Pengetahuan, Klorokuin, Covid-19, Apotek Sultan ABSTRACT In early 2020, a new type of Coronavirus (SARS-CoV-2) that causes a disease called Coronavirus disease 2019 (COVID-19) became a global problem. The origin of this new type of virus is from Wuhan, China. SARS-CoV-2 was discovered at the end of December 2019. As of March 1, 2020, it has been confirmed that 65 countries including Indonesia have contracted this virus. There is a need for therapy for people who have tested positive for COVID-19 to reduce the case fatality rate (CFR). Method The activities were carried out in the form of counseling to pharmacy customers using leaflet media. There is an increase in knowledge about the drug chloroquine and the dangers of the effects of covid-19. Keywords: Knowledge, Chloroquine, Covid-19, Sultan Pharmacy
Webinar Edukasi Penerapan Protokol Kesehatan Pada Remaja Joice Cathryne; Lina Berliana Togatorop; Lani Natalia Watania; Adventina Delima Hutapea; Chriska Roully Adeline Sinaga
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5260

Abstract

ABSTRAK Pandemi Covid-19 merubah tatanan masyarakat di seluruh dunia termasuk Indonesia dan memberikan dampak perubahan yang besar pada semua sektor kehidupan. Kebijakan pemerintah akan new normal dengan pembukaan kegiatan perekonomian secara bertahap bertujuan memulihkan kondisi perekonomian, hal ini diikuti juga oleh sektor pendidikan dengan diizinkannya sekolah tatap muka dibuka oleh kemendikbud dengan harapan keefektifan para murid dalam belajar dapat meningkat kembali seperti dahalu. Hal ini tentu saja menimbulkan keresahan bagi orang tua murid. Pelaksanaan new normal harus diikuti dengan adaptasi kebiasaan baru demi menjaga kesehatan tubuh. Tujuan dari kegiatan ini adalah supaya pengetahuan para remaja dapat meningkat sehingga mereka dapat menerapkan kebiasaan protokol kesehatan di masa pandemi pada masa sekolah. Kegiatan webinar edukasi ini diadakan dengan pemaparan materi COVID-19 disesi pertama dan dilanjutkan dengan pemaparan materi protokol kesehatan, cara memakai masker, mencuci tangan, etika batuk, menjaga jarak, dan mempraktikan cara cuci tangan yang benar yang dibagi menjadi empat group. Sebelum pemaparan materi peserta diberikan pre test yang bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan pemahaman tentang COVID-19 dan protokol kesehatan. Setelah pemberian edukasi, dilanjutkan proses tanya jawab dan post test dengan hasil yang didapatkan terjadinya peningkatan pemahaman rerata peserta sebesar 31.7 poin dan juga terjadi peningkatan 34% dalam implementasi cuci tangan dengan benar, peserta dan sekolah antusias mengikuti kegiatan dari awal sampai dengan akhir dan menilai kegiatan edukasi ini sangat bermanfaat.  Informasi tentang penerapan protokol kesehatan diharapkan dapat membantu anak remaja untuk menjaga kesehatan di era pandemik dan dapat mencegah rantai penyebaran virus COVID-19. Kata Kunci : COVID-19, Protokol Kesehatan, Remaja ABSTRACT Covid-19 pandemic has changed the fabric of society throughout the world, including Indonesia and has had a major impact on all sectors of life. The government's policy will be a new normal with the gradual opening of economic activities aimed at restoring economic conditions, this is also followed by the education sector by allowing face-to-face schools to be opened by the Ministry of Education and Culture in the hope that the effectiveness of students in learning can increase again as before. This of course causes anxiety for parents of students. The implementation of the new normal must be followed by the adaptation of new habits in order to maintain a healthy body. The purpose of this activity is so that the knowledge of teenagers can increase so that they can apply health protocol habits during the pandemic during the school period. This educational webinar activity was held with the presentation of COVID-19 material in the first session and continued with the presentation of health protocol materials, how to wear masks, wash hands, cough etiquette, maintain distance, and practice proper hand washing which were divided into four groups. Prior to the presentation of the material, participants were given a pre-test which aims to determine knowledge and understanding of COVID-19 and health protocols. After the education was given, it was followed by a question and answer process and post test with the results obtained an increase in the average understanding of participants by 31.7 points and also an increase of 34% in the implementation of proper hand washing. Participants and schools enthusiastically participated in the activity from beginning to end and considered this educational activity very useful. Information about the implementation of health protocols is expected to help teenagers to maintain health in the pandemic era and can prevent the chain of spreading the COVID-19 virus. Keywords: COVID-19, Health Protocol, Teenager
Pemberdayaan Santri Melalui Pelatihan Kewirausahaan di Pondok Pesantren Al- Anwar Sleman DIY Hidayatullah hidayatullah hidayatullah; Wilis Fahlevi; Yuliantoharinugroho Yuliantoharinugroho; Andhina Ika Sunardi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.5511

Abstract

ABSTRAK Dalam pengabdian masyarakat ini yang ingin digali dan dikembangkan adalah sistem kewirausahaan di kalangan santri, khususnya di PP. Al Anwar Sleman Yogyakarta. Santri PP. Al Anwar selama ini sudah mendapatkan pelatihan tentang dasar kewirausahaan akan tetapi kurang maksimal. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan tentang cara pengembangan hasil wirausaha dan manajemen pemasarannya. Dari alasan inilah penulis mengangkat materi ini dalam sebuah tema cara memberdayakan jiwa kewirausahaan pada santri PP. AL Anwar Sleman Yogyakarta serta sistem yang dipakai untuk memasarkan hasil dari wirausaha santri PP Al Anwar Sleman Yogyakarta. Metode yang dipakai dalam abdimas ini adalah observasi, wawancara, ceramah, praktek dan dokumentasi. Dari hasil pengabdian ini didapatkan bahwa pemberdayaan jiwa kewirausaan santri PP Al Anwar sudah dijalankan, salah satunya melalui pelatihan pembuatan printing mug. Mulai dari desain, produksi sampai pemasaran.  Dari pelatihan ini didapatkan bahwa keahlihan kewirausahaan di kalangan santri Al Anwar Sleman sudah berjalan dengan baik, namun perlu untuk ditingkatkan lagi melalui pelatihan-pelatihan pendukung lainnya seperti pelatihan pengemasan produk, pemasaran produk hingga teknik penjualan produk. Kata kunci : pemberdayaan, pelatihan, kewirausahaan, santri  ABSTRACT In this community service what you want to explore and develop is the entrepreneurial system among students, especially in PP. Al Anwar Sleman Yogyakarta. PP students. Al Anwar has received training on the basics of entrepreneurship, but it is not optimal. One of the reasons is the lack of knowledge about how to develop entrepreneurial outcomes and marketing management. From this reason, the author formulates a problem: 1. How to empower the entrepreneurial spirit of PP students. AL Anwar Sleman Yogyakarta?,2. What is the system used to market the results of the student entrepreneurs of PP Al Anwar Sleman Yogyakarta? The methods used in this service are observation, interviews, lectures, practice and documentation. From the results of this service, it was found that the empowerment of the entrepreneurial spirit of PP Al Anwar students had been carried out, one of which was through training in making mug printing. Starting from design, production to marketing. From this training, it was found that entrepreneurship skills among Al Anwar Sleman students have been going well, but need to be improved through other supporting trainings. Keywords: empowerment, training, entrepreneurship, students 
Percepatan Program Vaksinasi Covid-19 Demi Terwujudnya Herd Immunity di Wilayah Kerja Puskesmas Matraman, Jakarta Timur Lorensia Panselina Widowati; Eviyani Margaretha Manungkalit; Ni Nyoman Sri Artina Dewi; Dewi Novitasari Suhaid; Dyah Woro Kartiko Kusuma Wardani; Stefanus Andang Ides
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.5563

Abstract

ABSTRAK Vaksinasi merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dengan meningkatnya kekebalan tubuh manusia terhadap virus ini, diharapkan akan terjadi penurunan jumlah kasus dan bila pun terinfeksi, maka gejala yang ditimbulkan akan lebih ringan dibandingkan bila tidak divaksin. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempercepat pemerataan program vaksinasi Covid-19 di wilayah Matraman, Jakarta Timur. Kegiatan ini diawali dengan persiapan hal teknis termasuk SDM kesehatan dan tenaga penunjang, vaksin dan alat medis serta penyebaran informasi ke masyarakat secara masif. Sebanyak 2362 warga mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan kedua dalam kegiatan ini. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang mendapatkan vaksinasi, diharapkan herd immunity dapat segera terbentuk dan mengurangi transmisi penyebaran Covid-19. Kata Kunci: Vaksinasi, Covid-19, Herd Immunity ABSTRACT Vaccination is one of the steps to break the chain of Covid-19’s spread in society. The increased human body's immunity to this virus could reduce the number of cases. Even though we’re infected, the symptoms will be milder than those who have not been vaccinated yet. The purpose of this activity was to accelerate the distribution of the Covid-19 vaccination program in the Matraman area, East Jakarta. It began with the technical preparation including health human resources and supporting personnel, vaccines, and medical devices. We also did massive persuasive information to the community. A total of 2362 residents received the first and second doses of vaccination in this activity. As more and more people are getting vaccinated, we can achieve herd immunity faster and the transmission of Covid-19 can be reduced. Keywords: Vaccination, Covid-19, Herd Immunity
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Peningkatan Produksi Asi Melalui Teknik “BOM”(Breast Care, Oksitosin dan Marmet) di Klinik Asy-Syifa Desa Ujanmas Baru Kec Ujanmas Kab Muara Enim Dahliana Dahliana; Ekadewi Retnosari; Nia Clarasari; Rika Hairunisyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.4918

Abstract

ABSTRAK Rendahnya cakupan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas pada bayi. Faktor penghambat dalam pemberian ASI adalah produksi ASI itu sendiri. Adapun upaya yang dapat dilakukan dengan memberikan Health Education melalui penyampaian materi dan demonstrasi cara peningkatan produksi ASI. Peningkatan produksi ASI dapat dilakukan dengan teknik Breastcare, pijat Oksitosin, dan teknik Marmet (BOM). Kader Posyandu yang merupakan tenaga sukarela dari penduduk desa yang ingin mengabdikan diri untuk membantu dalam kegiatan kesehatan merupakan garda terdepan yang dapat dijadikan sebagai perpanjangan informasi kepada masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu tentang teknik BOM dalam upaya peningkatan Produksi ASI. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah metode ceramah dan Tanya jawab serta demonstrasi. Total peserta pelatihan berjumlah 30 orang.  Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan didapatkan keterampilan BOM kader posyandu sebelum kegiatan adalah 9,10 (1,53), dan setelah kegiatan adalah 25, 07 (0,68). Hasil uji statistik menunjukkan p value = 0,000 yang berarti bahwa ada pengaruh signifikan  Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam  Peningkatan Produksi ASI Melalui Teknik “Bom”(Breast Care, Oksitosin Dan Marmet)  Di Klinik Asy-Syifa Desa Ujanmas  Baru Kecamatan Ujanmas Kab Muara Enim. Diharapkan hasil kegiatan ini dapat menjadi kegiatan rutin yang dapat dilakukan bagi ibu nifas dalam upaya peningkatan produksi Asi secara non farmakologi. Kata Kunci: Kader Posyandu, Peningkatan Produksi ASI, BOM  ABSTRACT The low scope of exclusive breastfeeding can increase morbidity and mortality the infants. The inhibiting factor in giving breastfeeding is the production of breast milk itself. The efforts that can be done by providing Health Education through the delivery of materials and demonstrations about how to increase the breast milk production. The Increasing of milk production can be done with the Breast care technique, Oxytocin massage, and the Marmet (BOM) technique. Posyandu cadres, the volunteers from villagers, who want to devote themselves to assist in the health activities, are the front line that can be used as an extension in giving the information to the community. The purpose of this activity was to increase the knowledge and skills of Posyandu cadres about BOM techniques as an effort in increasing the breast milk production. The method was used in the implementation of this activity was the lecture method, question and answer, and demonstration of oxytoxin massage. The total number of participants in the training was 30 people. The results of this community service activity showed that the BOM skills of posyandu cadres before the activity were 9.10 (1.53), and after the study was 25.07 (0.68). Statistical test results show p value = 0.000 which means that there is a significant effect of Empowering Posyandu Cadres in Increasing Breast Milk Production Through the "Bomb" Technique (Breast Care, Oxytocin and Marmet) at the Asy-Syifa Clinic, Ujanmas Baru Village, Ujanmas District, Muara Enim Regency. It is hoped that the results of this activity can become a routine activity that can be carried out for postpartum mothers in an effort to increase non-pharmacological milk production Keywords: Posyandu Cadres, Increasing Breast Milk Production, BOM
Edukasi Etika Batuk, Bersin Dan Cuci Tangan Pakai Sabun Untuk Pencegahan Penularan Covid-19 Pada Siswa-Siswi Ira Marti Ayu; Decy Situngkir; Erna Veronika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5624

Abstract

ABSTRAK Pemberlakuan pembelajaran tatap muka terbatas di masa pandemi COVID-19 merupakan hal yang kontroversi. Hal ini dikarenakan sekolah merupakan salah satu tempat yang berpotensi menjadi penularan COVID-19. Beberapa penelitian menunjukkan terdapat kasus COVID-19 pada siswa dan pegawai sekolah setelah sekolah dibuka kembali. Tindakan pencegahan diperlukan agar penularan ini tidak terjadi. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan pengetahuan berkaitan pencegahan penularan covid-19 seperti etika batuk/ bersin dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Edukasi ini dilakukan secara daring dengan menggunakan ceramah dan audio visual serta pemutaran video CTPS. Kegiatan ini juga dilakukan pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan siswa-siswi. Pre-test dilakukan sebelum dilakukan edukasi dan post-test dilakukan setelah edukasi dengan memberikan kuesioner sebanyak 5 pertanyaan. Hasil pre dan post-test menunjukkan bahwa siswa mengetahui bahwa yang ditularkan penderita ke orang yang sehat adalah virus Sars Cov-2 (dari 21,7% menjadi 43,6%), mengetahui cara mencegah penularan covid-19 yang baik ketika batuk/ bersin yaitu bukan dengan menutupnya dengan telapak tangan (dari 47.8% menjadi 82.6%), mengetahui bahwa etika batuk/ bersin membantu menahan cairan/ droplet keluar dari mulut dan hidung (dari 82.6% menjadi 87%), mengetahui cairan hand sanitizer kurang efektif mencegah penularan covid-19 dibandingkan CTPS ( dari 56.5% menjadi 78.3%). Hal ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan siswa-siswi berkaitan tentang etika batuk/ bersin dan CTPS.  Kata Kunci: Edukasi, Etika Batuk, CTPS, Covid-19 ABSTRACT Implementation of limited face-to-face learning during the Covid-19 pandemic has been controversial. It is because school is one of the places can transmit of covid-19. Many research revealed increasing covid-19 cases in students and staff after reopening schools. It is necessary to take preventive measures so that transmission does not occur. The purpose of this activity is to provide knowledge related to preventing the spread of COVID-19, such as coughing/sneezing etiquette and washing hands with soap. This education is conducted online using lectures, audio-visuals, and handwashing with soap video playback. This activity is also carried out pre-test and post-test to measure students' knowledge. Pre and Post-test were given before and after the education was carried out by giving five-question through the questionnaire. The result of pre and post-test performed that students knew that the sufferers transmitted to healthy people is Sars Cov-2 virus (from 21.7% to 43.6%) and covering with the palm when cough/ sneeze is not adequate to prevent the transmission of covid-19 (from 47.8% to 82.6%). It also showed that coughing/sneezing etiquette helps keep fluids/droplets out of the mouth and nose (from 82.6% to 87%), and hand sanitizer is ineffective in preventing the transmission of covid-19 compared to hand wash with soap (from 56.5% to 78.3%). The conclusion is increased students' knowledge regarding cough/sneeze etiquette and handwashing with soap.  Keywords: Education, Cough Etiquette, Washing Hands With Soap, Covid-19 

Page 46 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue