cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Peningkatan Higiene Mulut Murid Sekolah Dasar di Desa Grujugan Kidul Aulifia Rahmawati; Reza Nur Aulia; Yudha Nurdian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7690

Abstract

ABSTRAK Anak usia sekolah dasar berarti anak dengan rentang usia 6 sampai 12 tahun yang berada dalam masa peralihan dari masa anak-anak awal ke masa anak-anak akhir hingga mendekati masa pubertas. Salah satu metode untuk menjaga kesehatan diri sendiri adalah dengan merawat gigi dan mulut seperti menggosok gigi dengan baik dan benar serta menjaga kebersihan rongga mulut. Untuk meningkatkan pengetahuan anak usia dini tentang pentingnya menggosok gigi dan menjaga kesehatan rongga mulutnya. Kegiatan ini ditujukan pada siswa siswi sekolah dasar kelas 1-3 di Sekolah Dasar Negeri Grujugan Kidul 01. Pada kegiatan ini seluruh anak dari kelas 1 sampai 3 mampu mengetahui menjaga kesehatan gigi dan mulut serta menggosok gigi dan mulut dengan benar. Kegiatan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut ini masih perlu dikembangkan yaitu dengan menjalin kerja sama dengan sekolah untuk membantu mengontrol dan mengawasi jalannya perawatan gigi dan mulut siswa secara berkelanjutan. Kata Kunci: Edukasi, Kesehatan gigi dan mulut  ABSTRACT Children of primary school age are children with an age range of 6 - 12 years who are in a transition period from early childhood to late childhood until near puberty.  One way to maintain one's own health is to  take care of your teeth and mouth such as brushing teeth properly and keeping your cavity clean. To increase early childhood knowledge about the importance of brushing teeth to maintain the health of oral cavity.   This activity is aimed at elementary school children in grades 1-3 at Grujugan Kidul State Elementary School 01.  In this activity, all children from grades 1 to 3 are able to know how to maintain healthy teeth and mouth and brush their teeth and mouth properly. This extension activity still needs to be developed, namely by establishing good cooperation with schools to help control dental and oral care on an ongoing basis. Keywords : Education, Oral Health
Edukasi Pembuatan Herbal Kunyit Asam Untuk Mengatasi Nyeri Haid dan Meningkatkan Imunitas Tubuh bagi Remaja Putri Dimasa Pandemi Covid-19 di Smp N 02 Manokwari Dwi Iryani; Ida Ayu Iswari Pramestigiri; Priscilla Jesica Pihahey
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6715

Abstract

ABSTRAK Dunia saat ini sedang menghadapi krisis kesehatan dan sosial-ekonomi global yang belum pernah terjadi sebelumnya karena pandemi Covid-19.  Penyakit dari kasus pertama yang dikonfirmasi oleh laboratorium tentang infeksi 2019-CoV adalah pada 1 Desember 2019 di Wuhan, Cina. Pada 15 Juli 2020, ada 78.572 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di Indonesia. Infeksi covid menyebar dan menyerang semua kalangan terutama remaja yang dengan aktivitas serta kegiatan yang cenderung diluar rumah, sehingga perlu adanya proteksi diri menggunakan ramuan herbal untuk tetap menjaga imunitas tubuh. herbal juga dapat menjadi alternatif untuk menangani nyeri haid pada remaja putri. Dari hasil survei World Health Organization (WHO) menunjukan lebih dari 80% wanita usia subur mengalami dysmenorrhea ketika haid dimana 67,2% nya terjadi pada kelompok umur 13-21. Di Amerika Serikat diperkirakan hanpir 90% wanita mengalami dysmenorrhea dan 10-15% diantaranya mengalami dysmenorrhea berat yang menyebabkan mereka tidak mampu melakukan kegiatan apapun hal ini berakibat menurunya kualitas hidup. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja putri tentang penanganan nyeri haid dan peningkatan imunitas tubuh serta pembuatan herbal kunyit asam secara mandiri. Metode dalam pengabdian ini adalah dengan pemberian materi, diskusi, pemutaran video, demonstrasi dan penyebaran poster tentang Kespro dan prosedur pembuatan herbal kunyit asam. Sasaran pengabdian ini yaitu remaja putri SMP N 02 Manokwari dan khalayak yang terlibat yaitu dosen,mahasiswi,guru Penanggungjawab Bimbingan Konseling (BK) dan Penanggung jawab unit kesehatan sekolah (UKS). Kegiatan pengabdian dilakukan selama 7 hari dengan memberikan pelatihan selama 2 hari menggunakan media bantu video dan poster. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan terjadi peningkatan pengetahuan dari 24 remaja putri yang diberikan materi tentang kesehatan reproduksi dan herbal kunyit asam, pengetahuan sebelum diberikan materi yaitu 7.70% sedangkan pengetahuan setelah diberikan materi terjadi peningkatan yaitu 10.33% sedangkan untuk keterampilan membuat herbal kunyit asam diukur juga terjadi peningkatan dengan cara mengevaluasi melalui video yang dikirmkan oleh remaja dalam group kegiatan dengan disertai lembar ceklis. Diharapkan remaja tetap mengonsumsi herbal kunyit asam untuk mengatasi nyeri haid dan meningkatkan imunitas tubuh selama masa pandemic covid-19. Kata Kunci : Herbal Kunyit Asam, Nyeri Haid, Imunitas Tubuh, Remaja Putri ABSTRACT The world is currently facing an unprecedented global health and socio-economic crisis due to the Covid-19 pandemic. Disease from the first laboratory-confirmed case of 2019-CoV infection was on December 1, 2019 in Wuhan, China. As of July 15, 2020, there were 78,572 confirmed cases of Covid-19 in Indonesia. The covid infection spreads and attacks all groups, especially teenagers who tend to be outside the home, so it is necessary to protect themselves using herbal ingredients to maintain body immunity. Herbal medicine can also be an alternative to treat menstrual pain in adolescent girls. The results of the World Health Organization (WHO) survey show that more than 80% of women of childbearing age experience dysmenorrhea during menstruation, where 67.2% of them occur in the 13-21 age group. In the United States, it is estimated that almost 90% of women experience dysmenorrhea and 10-15% of them experience severe dysmenorrhea which causes them to be unable to carry out any activities, this results in a decreased quality of life. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of young women about managing menstrual pain and increasing body immunity as well as making turmeric and tamarind herbs independently. The method in this service is by providing materials, discussions, video screenings, demonstrations and distributing posters about Kespro and the procedure for making turmeric and tamarind herbs. The target of this service is the young women of SMP N 02 Manokwari and the audiences involved are lecturers, students, teachers in charge of Counseling Guidance (BK) and those in charge of the school health unit (UKS). Service activities are carried out for 7 days by providing training for 2 days using video and poster aids. Based on the results of the evaluation, there was an increase in the knowledge of 24 young women who were given material about reproductive health and turmeric tamarind, knowledge before being given the material was 7.70% while knowledge after being given the material increased by 10.33% while for the skills to make herbal turmeric acid, it was also measured. improvement by evaluating through videos sent by teenagers in the activity group accompanied by a checklist. It is hoped that teenagers will continue to consume turmeric and tamarind herbs to overcome menstrual pain and increase body immunity during the COVID-19 pandemic. Keywords: Turmeric Acid Herbal, Menstrual Pain, Body Immunity, Young Women
Pemberdayaan Masyarakat dalam Melakukan Manajemen Penyakit Kronis sebagai Langkah Preventif Terjadinya Komplikasi Penyakit Ginjal Kronik Dhian Luluh Rohmawati; Endri Ekayamti; Rini Komalawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7542

Abstract

ABSTRAK Penyakit kronis merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan, yang berlangsung lama yang dapat menyebabkan kematian. Prevalensi global dari penyakit kronis diproyeksikan akan terus meningkat selama beberapa decade mendatang. Oleh karena itu diperlukan penyuluhan tentang manajemen penyakit kronis sebagai langkah preventif terjadinya penyakit ginjal kronik. Sasaran pengabdian ini adalah warga yang menderita penyakit kronis. Peserta dapat melakukan pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan ilmu mengenai manajemen penyakitnya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka tentang cara mengelola penyakitnya sehingga terhindar dari penyakit ginjal kronik. pemeriksaan kesehatan dilakukan di awal acara meliputi, tekanan darah, berat badan, kadar gula darah, asam urat dan kolesterol. Selanjutnya peserta mengikuti penyuluhan yang dilakukan dengan ceramah dan diskusi. Hasil dari pemeriksaan kesehatan didapatkan bahwa sebagian besar warga memiliki tekanan darah tinggi dan asam urat tinggi, beberapa warga mengalami gula darah tinggi dan kolesterol tinggi. Peserta sangat antusias mengikuti penyuluhan karena mereka merasa perlu mendapatkan ilmu mengenai manajemen penyakitnya. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif bagi warga agar tidak mengalami komplikasi penyakit ginjal kronis. hal ini yang menjadi dasar kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku dalam mengelola penyakitnya. Kata Kunci: Manajemen Penyakit Kronis, Penyakit Ginjal Kronik  ABSTRACT Chronic disease is a disease that can cause tissue damage, which lasts a long time and can lead to death. The global prevalence of chronic diseases is projected to continue to increase over the next few decades. Therefore, education about chronic disease management is needed as a preventive measure for chronic kidney disease. The target of this service is residents who suffer from chronic diseases. Participants can carry out health checks and gain knowledge about disease management. This is expected to increase their knowledge and understanding of how to manage their disease to avoid chronic kidney disease. Health checks carried out at the beginning of the event included blood pressure, weight, blood sugar levels, uric acid, and cholesterol. Furthermore, participants followed the counseling which was carried out with lectures and discussions. The results of the health examination found that most of the residents had high blood pressure and high uric acid, and some had high blood sugar and high cholesterol. Participants were very enthusiastic about participating in the counseling because they felt the need to gain knowledge about disease management. This activity is carried out as a preventive measure for residents so as not to experience complications of chronic kidney disease. this is the basis for community service activities to improve knowledge, attitudes, and behavior in managing their disease. Keyword : Chronic Disease Management, Chronic Kidney Disease
Peningkatan Edukasi Kesehatan Phbs Melalui Story Telling Pada Pengungsi Erupsi Gunung Semeru Ayu Dewi Nastiti; Erik Kusuma; R.A. Helda Puspitasari; Dwining Handayani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7479

Abstract

Pada Sabtu (14/12/2021) pukul 15.20 WIB, Gunung Semeru memuntahkan endapan magma dari dalam perut bumi. Larutan silika bersuhu tinggi terbang bersama kepulan asap tebal hingga meluas ke berbagai penjuru Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Dengan kondisi seperti itu mengharuskan masyarakat sekitar untuk mengungsi di tempat yang lebih aman. Berada dalam satu lokasi dengan ratusan orang tentunya akan sangat memungkinkan untuk munculnya masalah kesehatan baru, salah satunya adalah alergi dan gatal-gatal. Hal tersebut mengingat minimnya penyediaan air bersih di lokasi pengungsian. Selain masalah kesehatan yang mengintai para pengungsi, tentunya masalah psikis juga bisa muncul dalam kondisi tersebut, tidak terkecuali bisa terjadi juga pada anak-anak. Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa kegiatan pendidikan kesehatan tentang Peningkatan Edukasi Kesehatan PHBS Melalui Story Telling. Sasaran pelaksanaan kegiatan ini seluruh anak-anak di tempat pengungsian mulai dari usia 3-12 tahun. Topik kegiatan yang dilakukan adalah tentang PHBS. PHBS  atau personal hygiene merupakan bagian yang penting sebagai upaya dalam menjaga kesehatan tubuh. Melihat sasaran kegiatan yang merupakan kategori anak, oleh sebab itu diperlukan media yang tepat dalam pelaksaannya. Metode penyampaian edukasi yang dipilih dalam kegiatan ini adalah story telling. Story telling merupakan salah satu bentuk metode penyampaian informasi dengan cara mendongeng ataupun bercerita, bisa dilakukan secara berkelompok ataupun perseorangan (Listuayu, 2016). Metode story telling dianggap paling tepat untuk penyampaian edukasi hal itu mengingat dunia anak adalah dunia bermain, sehingga diharapkan dengan memberikan edukasi melalui story telling upaya untuk menyampaikan informasi bisa lebih mengena dan anak menjadi lebih antusias. Kesimpulan dari kegiatan ini Upaya peningkatan pengetahuan  masyarakat terutama anak-anak tentang pentingnya menerapkan PHBS dalam menjaga kebersihan diri dapat lebih maksimal setelah diadakan kegiatan ini.
Pelatihan Kader Kesehatan dalam Mewujudkan Keluarga Cukup Gizi di Desa Karang Anyar Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Novita Carolia; Dian Isti Angraini; Merry Indah Sari; Fitria Saftarina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.6222

Abstract

ABSTRAK Sasaran Program Indonesia Sehat adalah meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan. Pemberdayaan Masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi masyarakat ini memiliki tujuan memberdayakan masyarakat yaitu kader kesehatan untuk meningkatkan cakupan program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga. Data di puskesmas Karang Anyar menunjukkan bahwa target pada tahun 2020 untuk cakupan program ini belum tercapai secara keseluruhan di desa Karang Anyar, diantaranya pemenuhan gizi keluarga. Oleh karena itu pengabdian kepada masyarakat ini sangat penting untuk dilakukan kepada kader kesehatan di desa Karang Anyar, kecamatan Jati Agung, kabupaten Lampung  Selatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah menghasilkan modul pemantauan tumbuh kembang balita dan gizi keluarga, melatih kader kesehatan untuk melakukan pemantauan tumbuh kembang anak menggunakan buku Kesehatan Ibu dan Anak (kader berdaya), dan membantu meningkatkan cakupan program  pemerintah terutama program indonesia sehat dengan pendekatan keluarga. Metode yang dilakukan adalah dengan ceramah dan diskusi interaktif. Hasil pada kegiatan pelatihan kader terjadi peningkatan pemahaman kader, sebelum  pelatihan tingkat pemahaman kurang sebesar 63,33%, cukup 36,67% menjadi tingkat pemahaman cukup 10% dan baik 90% setelah diberi pelatihan. Kegiatan pelatihan kader ini dapat peningkatkan pemahaman dan perilaku masyarakat mengenai penerapan gizi keluarga dan tumbuh kembang anak.  Kata Kunci: Kader Kesehatan, Pemenuhan Gizi ABSTRACT The goal of the Healthy Indonesia Program is to increase the level of community health and nutritional status through community health and empowerment efforts supported by financial protection and equitable distribution of health services. Community empowerment in efforts to fulfill community nutrition has the goal of empowering the community, namely health cadres to increase the scope of healthy Indonesian programs with a family approach. Data at Karang Anyar health center shows that the target in 2020 for this program has not been achieved as a whole in Karang Anyar village, including the fulfillment of family nutrition. Therefore, community service is very important to be done to health cadres in Karang Anyar village, Jati Agung sub-district, South Lampung regency. The purpose of this activity is to produce a toddler growth and family nutrition monitoring module, train health cadres to monitor the growth and development of children using the book Mother and Child Health (empowered cadres), and help increase the scope of government programs, especially healthy Indonesian programs with a family approach. The method is done with lectures and interactive discussions. The results in cadres training activities there was an increase in cadres understanding, namely before the training the level of understanding was less by 63.33%, quite 36.67% to a sufficient level of understanding of 10% and good 90% after being given training. This cadres training activity can improve the understanding and behavior of the community regarding the application of family nutrition and child development.  Keywords : Health Cadres, Nutrition Fulfillment
Edukasi Manajemen Bencana Banjir pada Mahasiswa Korps Suka Rela Universitas Muhammadiyha Gorontalo Andi Nur aina Sudirman; Rosmin Ilham; Silvana Panigoro
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.6789

Abstract

ABSTRAK Banjir adalah bencana yang terjadi ketika kapasitas air meluap kedaerah sekitarnya. Kesiapsiagaan bencana merupakan kemampuan yang dikembangkan oleh pemerintah, dan institusi terkait kebencanaan. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk memberikan pengetahuan tentang menajemen bencana banjir pada mahasiswa KSR. Metode pengabdian yang dilakukan yaitu dengan Ceramah, Diskusi dan Demosntrasi. Metode pembelajaran cenderung mengarah pada beberapa tema diantaranya yaitu perwujudan simulasi bencana, fase simulasi bencana, kebutuhan akan simulasi bencana, dan lain sebagainya. Hasil ini mengarahkan pada pentingnya mahasiswa keperawatan untuk dibekali kompetensi keperawatan bencana melalui pendidikan kebencanaan berupa pelatihan ataupun stimulasi bencana. Perlunya meningkatkan kesiapsiagaan bencana di lingkungan masyarakat maupun kampus dengan mengikuti pelatihan dan pendidikan, serta melakukan simulasi bencana bersama dengan keluarga sehingga dapat turut serta dalam upaya tanggap bencana. Kata Kunci: Banjir, Manajemen Bencana, Edukasi  ABSTRACT Flood is a disaster that occurs when water capacity overflows into the surrounding area. Disaster preparedness is a capability developed by the government and disaster-related institutions. The purpose of this service is to provide knowledge about flood disaster management to KSR students. The method of service carried out is by Lectures, Discussions and Demonstrations. Learning methods tend to lead to several themes including the realization of disaster simulations, disaster simulation phases, the need for disaster simulations, and so on. These results point to the importance of nursing students to be equipped with disaster nursing competencies through disaster education in the form of training or disaster stimulation. The need to improve disaster preparedness in the community and campus environment by participating in training and education, as well as conducting disaster simulations with families so that they can participate in disaster response efforts. Keywords: Flood, Disaster Management, Education 
Sosialisasi Dukungan Keluarga Penderita DM Bersama Kader Laskar Gertak Kita di Kebonsari Surabaya Rusdianingseh Rusdianingseh; Siti Maimunah; R. Khairiyatul Afiyah; Siti Damawiyah; M. Khafid; Didik Dwi Winarno
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7481

Abstract

ABSTRAK Diabetes merupakan penyakit kronik yang membutuhkan penatalaksanaan jangka panjang baik farmakologi maupun nonfarmakologi. Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologi adalah dukungan keluarga yang sangat bermanfaat untuk membantu penderita menstabilkan kadar gula darah. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang pentingnya dukungan keluarga penderita DM. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberian pendidikan kesehatan terkait dukungan keluarga untuk penderita DM dan review ketrampilan kader kesehatan dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat. Media yang digunakan adalah lembar balik. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader sebesar 50%. Edukasi melalui media lembar balik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan promosi kesehatan. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kader, Lembar Balik  ABSTRACT Diabetes is a chronic disease that requires long-term management, both pharmacological and non-pharmacological. One of the non-pharmacological management is family support which is very useful to help patients stabilize blood sugar levels. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge of cadres about the importance of family support for people with DM. The method used in this community service activity is the provision of health education related to family support for DM sufferers and reviewing the skills of health cadres in providing health education to the community. The media used is a flipchart. The result of this community service activity is an increase in the knowledge and skills of cadres by 50%. Education through flipchart media is one way to increase the knowledge and skills of cadres in providing health promotion. Keywords: Family Support, Cadres, Flipchart
Implementasi Hasil Penelitian tentang Self Efficacy Ibu melalui Promosi Kesehatan Pencegahan Penularan Covid-19 pada Anak Usia Sekolah di Rt.09 Kelurahan Sukajaya Palembang Dewi Rury Arindari; Dessy Suswitha; Lenny Astuti; Lela Aini; Shinta Maharani; Sri Hartati; Sri Mulia Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7859

Abstract

ABSTRAK                                                           Indonesia merupakan negara di kawasan Asia dengan kasus covid-19 pada anak tertinggi. Kasus Infeksi Virus Corona pada anak usia sekolah tercatat 14% dari keseluruhan total kasus Covid-19 di Indonesia. Tingginya kasus covid-19 pada anak ini dapat disebabkan karena tindakan pencegahan yang kurang di dalam keluarga. Ibu memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan perilaku kesehatan. Oleh karena itu penting  bagi  tenaga  kesehatan  dalam  mengencarkan promosi  kesehatan  yang  efektif berbasis efikasi diri masyarakat dalam pencegahan COVID-19.  Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya Self Efficacy ibu terhadap tindakan pencegahan penularan COVID-19 di RT.09 Kelurahan Sukajaya Palembang. Bentuk kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui promosi kesehatan dengan metode ceramah dan diskusi. Media pembelajaran yang digunakan adalah leaflet, flip chart dan banner. Peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan, hal ini dibuktikan dengan feedback yang baik selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu tentang kepercayaan dan keyakinan diri tentang kemampuannya dalam tindakan pencegahan penularan COVID-19 pada anak usia sekolah. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat RT. 09 Kelurahan Sukajaya Palembang khususnya ibu-yang memiliki anak usia sekolah dapat menerapkan tindakan pecegahan penularan COVID-19 terutama pada masa peralihan pandemi. Kata Kunci: Pencegahan Penularan COVID-19, Self Efficacy Ibu, Anak Usia Sekolah, Promosi Kesehatan  ABSTRACT Indonesia is the Asian nation with the highest rate of children COVID-19 cases.  Covid-19 cases in Indonesia were 14% infections in school-aged children. A lack of family preventative actions may be to blame for the high number of COVID-19 cases in children. Mothers have a significant part in enhancing healthy behavior. To prevent COVID-19 effectively, health professionals must use effective health promotion strategies based on community self-efficacy. In RT.09, Sukajaya Village Palembang, this research sought to advance knowledge and comprehension of the significance of mothers' self-efficacy in reducing the spread of COVID-19. This activity took the shape of health promotion and community empowerment through lectures and group discussions. Leaflets, flip charts, and banners were the learning material that was employed. The positive feedback received during the session showed how excited the participants were to participate. The outcomes of this activity point to an improvement in the mother's knowledge, awareness, confidence, and self-confidence regarding her capacity to prevent COVID-19 transmission in school-aged children. Through this activity, it is intended that the public of RT. 09 Sukajaya Palembang Village, particularly mothers with school-age children, would be able to put preventative measures in place to prevent the spread of COVID-19, particularly during the pandemic's transitional phase. Keywords: Prevention of COVID-19 Transmission, Self-Efficacy Mothers, School Age Children, Health Promotion
Webinar Patuhi Protokol dan Kenali Vaksin untuk Mencegah Covid-19 di Tiga Gereja Indonesia Ballsy Cicilia Albertina Pangkey; Stevent Sumantri; Riama Marlyn Sihombing; Santa Maya Pramusita; Ester Silitonga
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.6883

Abstract

ABSTRAK Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. WHO resmi menyatakan bahwa Covid-19 adalah suatu pandemi dan merupakan masalah kesehatan dunia. Angka kejadian Covid-19 di Indonesia semakin hari semakin meningkat dikarenakan tingkat pengetahuan terhadap pencegahan Covid-19 pada masyarakat masih kurang. Pencegahan yang dimaksud adalah melakukan 5M dan 3T, serta menjalankan program vaksinasi. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pencegahan dan vaksin Covid-19. Metode menggunakan metode penyuluhan dengan cara ceramah dan demostrasi dalam bentuk webinar melalui aplikasi zoom. Pembicara memberikan webinar tentang pencegahan dan vaksin Covid-19. Sebelum mengikuti webinar masyarakat diuji pengetahuannya dengan mengikuti pre-test. Setelah webinar, masyarakat kembali diuji pengetahuannya dengan mengikuti post-test. Hasil analisis pada pre-test terdapat hanya 35% peserta yang mengerti dan memahami tentang pencegahan dan vaksin Covid-19, sedangkan pada post-test ditemukan 95% peserta sudah mengerti dan memahami tentang pencegahan dan vaksin Covid-19. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa webinar ini meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pencegahan dan vaksin Covid-19. Kata Kunci: Webinar, Pencegahan dan Vaksin Covid-19, Masyarakat ABSTRACT Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) is an infectious disease caused by SARS-CoV-2. WHO officially declares that Covid-19 is a pandemic and is a global health problem. The number of cases of Covid-19 in Indonesia is increasing day by day because the level of knowledge about preventing Covid-19 in the community is still lacking. Prevention is meant to do 5M and 3T, and run a vaccination program. Objective to increase public knowledge and understanding about Covid-19 prevention and vaccines. Methods using the extension method by way of lectures and demonstrations in the form of webinars through the zoom application. The speaker gave a webinar on Covid-19 prevention and vaccines. Before participating in the webinar, the community's knowledge is tested by taking a pre-test. After the webinar, the community's knowledge was again tested by taking a post-test. The results of the analysis in the pre-test there were only 35% of participants who understood and understood about Covid-19 prevention and vaccines, while in the post-test it was found that 95% of participants already understood and understood Covid-19 prevention and vaccines. Based on the results, it can be concluded that this webinar increases public knowledge and understanding about Covid-19 prevention and vaccines. Keywords: Webinar, Covid-19 Prevention and Vaccine, Society
Pelatihan Terapi Progressive Muscle Relaxation untuk Tenaga Kesehatan dalam Mengurangi Dampak Psikologis di Masa Pandemi Yusniar Yusniar; Duma Pratiwi Purba
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.8429

Abstract

ABSTRAK Pandemi Covid-19 yang hampir melanda seluruh penjuru dan bagian dunia berdampak bagi tatanan kehidupan masyarakat tidak terkecuali juga masyarakat di Indonesia  karena kasus ini mengakibatkan gangguan psikologi masyarakat Indonesia berupa kecemasan yang berlebihan. Maka perlu ditingkatkan upaya untuk mencegah dan menanggulangi masalah akibat gangguan physikologis yang dialami masyarakat. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui upaya mengurangi dampak psikologis melalui Tenaga Kesehatan yang ada di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah dengan melakukan terapi relaksasi salah satu contohnya adalah relaksasi otot progresif (Progressive Muscle Relaxation). Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam melakukan Progressive Muscle Relaxation. Peserta kegiatan adalah petugas Kesehatan yang berjumlah 23 orang. Hasil pengabdian masyarakat, diperoleh setelah dilakukan pelatihan terapi PMR semua  responden (petugas Kesehatan) mengalami perubahan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilannya dimana petugas Kesehatan 100% menjawab benar pada lembaran post test yang dibagikan. Disarankan pada pengabdi berikutnya melakukan kegiatan pengabdian dengan melatih tenaga Kesehatan untuk mampu mengajarkan terapi PMR pada masyarakat. Kata Kunci: Pelatihan, PMR, Covid 19  ABSTRACT The Covid-19 pandemic, which has almost hit all corners and parts of the world, has had an impact on the social order of life, and the people in Indonesia are no exception because this case has resulted in psychological disturbances for the Indonesian people in the form of excessive anxiety. So it is necessary to increase efforts to prevent and overcome problems due to psychological disorders experienced by the community. One of the efforts that will be made is to do community service through efforts to reduce the psychological impact through health workers in the work area of the Central Tapanuli District Health Office by doing relaxation therapy, one example is progressive muscle relaxation. The purpose of this community service is to increase the knowledge and skills of health workers in carrying out Progressive Muscle Relaxation. Participants in the activity were health workers, totaling 23 people. The results of community service, obtained after conducting PMR therapy training, all respondents (health workers) experienced significant changes in their knowledge and skills where health workers answered 100% correctly on the post test sheets that were distributed. It is recommended that the next servant carry out community service activities by training health workers to be able to teach PMR therapy to the community. Keywords: Training, PMR, Covid 19

Page 63 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue